
(www.kompas.com, 19-08-2008)
SUBANG, SENIN - Dari 9sekira 300 jenis kupu-kupu yang- berada di taman penangk0aran kupu-kupu, di 8Kampung Panaruban, Des-a Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kab2upaten Subang, Jawa Barat, hingga kini0 baru 10 j0enis kupu-kupu yan8g bisa dikembangbiakan. Pihak pengelola penangk)ran kupu-kupu tersebut mengaku kesulitan mencari jenis daun yang merupakan pakan ulat sebelum berubah menjadi kupu-kupu jenis tertentu.
"Kami terus melakukan pencarian jenis pakan itu, agar kupu-kupu yang kami kembangkan bisa bertambah," kata Karyana, pengelola penangkaran kupu-kupu di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Subang, di Subang, Senin (18/8).
Ke-10 jenis kupu-kupu yang bisa dikembangkan di tempat penangkaran kupu-kupu itu ialah kupu-kupu jenis Papilio memnon, Papilio demogus, Papilio polytus, Papilio helamus, Graphium agamemnon, Graphium evemon, Graphium sarvidon, Euplora core, Euplora mulciber, dan Troiedes helena.
"Secara umum, ke-10 jenis kupu-kupu yang dikembangkan itu memang selalu ada yang mencari. Tapi, pemesanan kupu-kupu jenis Troiedes helena lebih sering. Begitu juga kupu-kupu jenis Papilio memnon, banyak dicari penghobi kupu-kupu," katanya. Ia mengatakan selain dari Kabupaten Subang, para pemesan kupu-kupu itu juga berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta dan Bandung. Para penghobi kupu-kupu dari luar negeri seperti Belanda dan Swiss juga tidak jarang mendatangi penangkaran kupu-kupu di Desa Cicadas, untuk mencari kupu-kupu yang disenanginya.
"Kupu-kupu yang bisa dikembangkan itu biasa dijual dengan harga bervariasi, antara Rp20-40 ribu per ekor. Sedangkan jenis kupu-kupu yang belum bisa dikembangkan, untuk sementara ini tidak dijual," katanya. Untuk beberapa waktu ke depan pengembangan kupu-kupu di penangkaran yang dikelolanya itu diharapkan dapat bertambah, tidak hanya 10 jenis kupu-kupu itu. Sumber : Antara