(www.radarsorong.com, 04-08-2008)
BINTUNI–Tim Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipimpin Theo Sambuaga Jumat (1/8) berkunjung ke kota Bintuni dan Babo. Selain untuk menjaring aspirasi rakyat, juga guna melihat perkembangan proyek LNG Tangguh yang rencananya akan diresmikan Presiden SBY tahun 2008.
Anggota tim Komisi I DPR masing-masing, Dr.Yusron Ihja, LLM; Yorrys TH Raweyai; RK Sembiring Meliala, Dr.Andreas Pareira, Andi Jamaro Dulung, M.Si, Mutammimul Ula, SH dengan ketua Theo Sambuaga pun diminta meneruskan aspirasi masyarakat guna meninjau kembali Amdal proyek LNG Tangguh atau mempertemukan pihak masyarakat dengan BP Migas.
Pada hari Jumat malam saat berada di Bintuni mengadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dari 7 suku, termasuk yang datang dari Distrik Babo dan sekitarnya dekat lokasi proyek LNG Tangguh yang difasilitasi pihak Pemda dan hadir perwakilan pihak perusahaan LNG Tangguh, Erwin Maryoto.
Dalam pertemuan selama 3 jam lebih itu tokoh masyarakat adat dan Pemda menyampaikan kondisi obyektif di Kabupaten Teluk Bintuni yang kini berumur 5 tahun itu, termasuk keberadaan perusahaan raksasa yang mengelola gas alam cair di kawasan Teluk Bintuni itu.
Tokoh masyarakat khususnya asal Distrik Babo berharap agar tim Komisi I DPR bisa memfasilitasi pertemuan dengan BP Migas, yang katanya sebagai penanggung jawap proyek LNG Tangguh.
“Kami menilai kehadiran perusahan LNG Tangguh di Teluk Bintuni belum sepenuh hati dalam memberdayakan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar perusahaan itu,” ujar salah satu tokoh masyarakat asal Babo.
Belum sepenuh hati, kata dia dan juga perwakilan masyarakat lainnya yang hadir karena perekrutan tenaga kerja untuk proyek LG Tangguh masih didominasi kaum imigran dari luar Papua.
“Dan juga ketika pengambilan material seperti batu tidak dari wilayah Bintuni tapi didatangkan dari luar,” ujarnya.
Padahal, lanjut dia, di Teluk Bintuni ada tempat yang tersedia batu cukup banyak dan bisa digunakan.
Bupati Teluk Bintuni dr.Alfons Manibui, DESS dan Wakil Bupati Drs.H.Akuba Kaitam serta para pejabat di lingkungan Pemkab Teluk Bintuni turut hadir hingga selesai. Bupati Alfons Manibui memaparkan potensi daerah yang dapat mengundang investor masuk dan menanamkan modalnya seperti sumber daya alam, batu bara yang masih dalam tahap eksplorasi dan hutan bakau yang diakui terbesar di dunia.
Alfons mengatakan pemerintah daerah sangat merespon dan memiliki komitmen atas kehadiran proyek LNG Tangguh di Teluk Bintuni. “Selama ini pemerintah dengan pihak LNG Tangguh sudah menjalin hubungan kerja sama untuk membangun Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya. Hubungan kerja sama dibidang pendidikan serta pemberdayaan masyarakat seperti dengan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Aranday. Meski begitu, kata dia masih diperlukan keseriusan pihak LNG Tangguh memberdayakan masyarakat khususnya yang bermukim di daerah yang terkena dampak langsung (DAV) kehadiran perusahaan itu.
Pemerintah daerah dan perusahaan pun m menyampaikan nenyampaikan kemajuan yang dicapai dalam membangun masyarakat di sekitar DAV. Muncul juga pertanyaan soal kecemasan masyarakat jika pipa dengan panjang ribuan meter di bawah dasar laut, kalau terjadi kebocoran, meng ancaman keselamatan para nelayan.
Ada juga desakan agar tim Komisi I DPR menyampaikan proposal masyarakat untuk meninjau kembali masalah AMDAL perusahaan tersebut.Sementara itu, pihak manajemen proyek LNG Tangguh yang diwakili Erwin Maryoto dari ISP menyatakan selama ini pihak LNG Tangguh sudah dan akan melanjutkan komitmennya bersama pemerintah daerah membangun daerah setempat khususnya daerah DAV.
Soal penanaman pipa bawah dasar laut, jelas Erwin Maryoto, perusahaan melakukan sesuai aturan yang berlaku. “Sebelum pipa tersebut di pergunakan terlebih dahulu dilakukan percobaan, memang pernah terjadi kebocoran namun itu sudah dapat diatasi,” akunya.
Tim Komisi I DPR menanggapi dengan meminta agar perusahaan dapat serius dalam merespon permintaan masyarakat lokal di sekitar DAV tersebut. “Kehadiran tim di sini, (Teluk Bintuni, red) dalam rangka persidangan IV tahun sidang 2007/2008 dan juga untuk melihat langsug keberadaan LNG Tangguh di tengah-tengah masyarakat Teluk Bintuni,” ujar Theo Sambuaga. Theo Sambuaga dan anggota tim lantas berjanji membawa persoalan ini untuk dijadikan agenda khusus dibahas di Jakarta. (dan)
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP