Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

10 June 2006

Merauke : Di Laut Arafura, Sekitar 860 Kapal Penangkap Ikan Beroperasi

( Cenderawasih Pos, Jumat 09 Juni 2006 )
Saat ini, tercatat 860-an kapal penangkap ikan dari berbagai perusahaan baik dalam maupun luar negeri melakukan kegiatan penangkapan ikan di sekitar laut Arafura. Jumlah tersebut, telah berkurang dari sebelumnya yang mencapai ribuan kapal, setelah dilakukan pendataan .

Hal itu diungkapkan Kepala Di­nas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Merauke Amari Sugianto, SE, pada rapat menyangkut pengawasan eksport ikan, Kamis kemarin. Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze.

"Data terakhir yang kami terima dari Departemen Kelautan dan perikanan yang sudah diterbitkan ijinnya secara resmi untuk Laut Arafura, kapal yang beroperasi maupun yang akan beroperasi melakukan penangkapan ikan sekitar 860 kapal yang gronstonnya diatas 60 GT,"ungkap Amari.

Menurut Amari, meski sudah di­lakukan pendataan ulang oleh Departemen Kelautan dan Perikanan, bukan berarti pencurian ikan atau ilegal fishing tidak ada lagi. Namun, hal itu masih saja terus terjadi. Terbukti dengan ditangkapnya sejumlah kapal yang kini mencapai lebih dari 20 unit kapal.

Amari melaporkan, untuk pengawasan eksport dibidang perika­nan tahun 2005 telah diekspor
sebanyak 145.000 ton ikan dengan .kontribusi pajak/retribusi baik yang dipungut melalui provinsi maupun kabupaten sebesar Rp 3,045 miliar. Dari jumlah tersebut, Provinsi mendapat bagian 60 persen atau sedangkan sisanya 40 persen adalah Kabupaten Merauke.

Sementara pada tahun 2006, sampai Mei produksi baru mencapai 62.000 ton dengan kontribusi pemasukan hampir Rp 2 miliar. "Namun, dari jumlah tersebut ma­sih terjadi tunggakan dari beberapa perusahaan berkisar sekitar Rp 400 juta,"jelasnya.

Amari menyebutkan, untuk kegiatan ekspor dan laoding di Me­rauke, Departemen Perikanan dan
Pemerintah Kabupaten Merauke telah menetapkan dua lokasi yakni Kolam Bandar Pelabuhan Merauke dan Pelabuhan Bascam Wanam Kimaam.

Meski demikian, sebagian besar kapal-kapal yang melakukan pe­nangkapan ikan di Laut Arafura tersebut tidak melakukan kegiatan eksport dan laoding di dua lokasi tersebut tapi di daerah pelabuhan lain seperti Tual, Bitung, Kendari dan daerah lainnya sesuai surat ijinnya, yang tentunya merugikan Pemda Merauke. "Kita harap, kedepan, semua kapal yang mengambil hasil dari Laut Arafura melakukan eksport laoding di Merauke,"harapnya.

Sementara itu, Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze, mengatakan tidak sedikit kapal yang tidak terpantau karena luasnya lautan yang tidak dibarengi dengan peralatan yang memadai."Secara for­mal, yang dapat ijin itu sekitar 800-an, tapi jangan sampai kapal-kapal ilegal lebih besar dari jumlah tersebut,"harapnya.

Terkait dengan pemberian ijin kepada sekitar 800 lebih kapal tersebut, Bupati memerintahkan Dinas Perikanan dan Kelautan Ka­bupaten Merauke untuk segera menyurat ke Departemen Kelautan dan Perikanan agar kapal-kapal yang sudah mendapat ijin itu ditembuskan ke daerah sehingga daerah bisa melakukan pengawasan. (ulo)

09 June 2006

Jayapura : Berkas Kapal Philipina Segera Diserahkan ke Jaksa

( Cenderawasih Pos, Kamis 08 Juni 2006 )
Masih ingat dengan kasus tertangkapnya kapal penangkap ikan asing Philipina oleh jajaran Satroltas Lantamal V Jayapura, Rabu (19/5), karena melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indo­nesia (Papua), ternyata hingga kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan intensif penyidik Lanta­mal.
Diperkirakan dalam minggu ini, proses penyidikannya rampung dan BAPnya segera diserahkan ke kejaksaan. Dansatroltas Lantamal V Papua Mayor Laut (P) Yanni mengatakan, saat ini proses penyidikannya telah memasuki tahap resume. Untuk melengkapi berkas acara penyidikan (BAP), pihaknya tengah mengumpulkan alat-alat bukti, termasuk ikan hasil tangkapannya yang dsimpan didalam kotak penyimpanan.

Apakah dalam penyidikan menghadapi kendala, menurut Yanni, secara umum proses penyidikan berjalan lancar. Hanya saja, untuk mempermudah dan memperlancar pemeriksaan awak kru kapal, penyidik harus mendatangkan bantuan orang yang bisa berbahasa Inggris Tagalok (philipina) sesuai bahasa mereka. "Tapi kadang kala, mereka agak sulit menjawab ditanyakan penyidik. Namun secara umum, semua pemeriksaan berjalan lancar. Kita berharap dalam minggu ini semua berkas telah lengkap, sehingga dapat segera di­serahkan ke jaksa,"harapnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, kemarin.

Dalam perkara ini, kapten kapal bersama krunya, dijerat Undang-undang perikanan, khususnya mengenai pasal pelanggaran memasuki wilayah perairan negara lain tanpa memiliki dokumen atau izin. Untuk kepentingan sebagai barang bukti, kapal maupun ikan hasil tangkapan­nya, saat ini masih diamankan di Pelabuhan Porasko, Jayapura.

Seperti diketahui, kapal berbendera Philipina bernama Golden Blishing ditangkap KRI Kalakay di wilayah perairan Papua, Rabu (17/5) pagi. Penangkapan itu dilakukan saat KRI Kalakay dikomandani Kapten Laut (P) Tunggul melakukan patroli rutin di perairan Indonesia (Papua). Saat berpatroli itu, kru melihat kapal asing itu dari jarak kejauhan atau sekitar 7 mil dari posisi KRI Kalakay, Saat itu juga, kapal asing itu langsung digiring ke Pelabuhan Porasko Jayapura untuk proses hukum lebih lanjut. (mud)

Merauke : Karantina Hewan, Sita Kucing Asal Kalimantan

( Cenderawasih Pos, Kamis 08 Juni 2006 )
SEEKOR kucing asal Kalimantan Timur yang dibawa oleh salah satu penumpang KM Kalimutu yang sandar di Dermaga Pelabuhan Merauke, Rabu (7/6) siang kemarin, berhasil disita pihak Karantina Hewan Merauke. Kucing tersebut sengaja untuk dipelihara karena memiliki keunikan dan buluh yang indah, lain dari kucing pada umumnya.

Meski disita, namun pemiliknya terus merengek-rengek (berusaha,red) agar hewan yang sudah dibawahnya jauh-jauh itu dikembalikan. Namun pihak Karantina Hewan tetap bersikeras, kucing yang masuk apalagi tanpa memiliki surat ijin dari daerah asal harus dimusnahkan. Rencananya, hari ini Kamis (8/6), kucing tersebut akan dimusnahkan pihak Karantina Hewan setelah berita acaranya dibuatkan.

Kepala Karantina Hewan Merauke Djalil, disela-sela penyitaan tersebut mengungkapkan jika hewan tersebut dilarang masuk untuk menghindari masuknya rabies kucing masuk ke Merauke. "Kita akan musnahkan, karena kucing tidak boleh masuk,"terangnya.

Kucing yang berhasil disita tersebut merupakan hasil pemeriksaan barang yang dilakukan terhadap setiap penumpang KM Kalimutu yang turun. Jadi setiap ada kapal putih masuk, kita periksa jangan sampai ada hewan yang dilarang ikut dibawa penumpang,"tandasnya. Selain petugas Karantina Hewan yang rutin melakukan pemeriksaan barang setiap kapal putih masuk, juga petugas Karan­tina Tumbuhan dan Ikan dan Petugas kepolisian.

"Kita periksa jangan sampai ada barang-barang larangan seperti minuman keras ilegal, obat-obat terlarang dibawa penumpang yang turun. Dan kita cegah di pelabuhan ini," ungkap Kemandan KP3 Laut Iptu Martin Kougauw, tentang pemeriksaan barang dan penumpang tersebut. (ulo)

08 June 2006

Tips & Trik : Jahe Berpotensi Mencegah Infeksi Virus

( Suara Karya Online, Kamis 07 Juni 2006 )
Fransiska Rungkat-ZakariaJahe yang punya nama ilmiah Zingiber officinale roscoe merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh dengan mudah di Indonesia. Sebagai bahan bumbu masak, jahe umum sekali digunakan di dapur-dapur keluarga Indonesia maupun negara-negara Asia lainnya. Selain sebagai bumbu masak, jahe juga banyak sekali digunakan sebagai bahan pembuat jamu dan obat-obatan tradisional. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di banyak negara Asia lain. Salah satu khasiat jahe yang paling sering dibicarakan adalah kemampuannya dalam meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal gejala masuk angin. Khasiat ini terlihat dari banyaknya resep yang menggunakan jahe sebagai penghangat badan di kala cuaca buruk. Minuman jahe merupakan suguhan penting pada acara-acara begadang di lingkungan tetangga, seperti saat menunggu jenazah di malam hari atau menyiapkan pesta perkawinan dan kegiatan lain sejenisnya. Minuman ini dipercaya dapat menghindarkan masuk angin dan menjaga tubuh tetap bugar walaupun menghadapi stres, cuaca buruk, dan kegiatan fisik yang melelahkan. Pada resep-resep tradisional China, jahe dipercaya dapat menguatkan tubuh pada saat penyembuhan, misalnya resep sup ayam jahe yang wajib dimakan perempuan pada saat baru melahirkan.Masuk angin
Masuk angin secara ilmiah merupakan gejala melemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan virus yang senantiasa berada pada tubuh kita mulai menang dan berada di atas angin. Sistem imunitas kita melemah sehingga perlawanan menjadi goyah. Bila kondisi ini terus berlanjut, kemenangan virus dalam menjajah tubuh kita akan segera diikuti oleh kemenangan bakteri lainnya sehingga tubuh kita akan bereaksi dengan menghasilkan demam tinggi yang dikenal dengan infeksi. Infeksi ini bisa dimulai dari saluran pernapasan dan berlanjut sampai ke saluran pencernaan. Apabila tidak tertahan, dapat bersifat fatal.
Hubungan antara melemahnya sistem imun tubuh dan kepercayaan mengonsumsi minuman jahe telah menarik perhatian banyak peneliti. Hasil penelitian ilmiah mengenai khasiat jahe telah mulai dipublikasikan semenjak 20 tahun yang lalu.
Jahe ternyata mengandung berbagai senyawa fenolik yang dapat diekstrak dengan pelarut organik dan menghasilkan minyak yang disebut oloeresin. Dalam oloeresin jahe banyak terkandung senyawa fenolik seperti gingerol dan shogaol yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi melebihi aktivitas antioksidan vitamin E. Penelitian yang dilakukan di Institut Pertanian Bogor dan didanai dengan dana proyek hibah Pascasarjana mengamati dampak jahe pada sel-sel imun tikus percobaan yang dilanjutkan dengan penelitian pada manusia. Pada tikus percobaan, hewan diberi minuman jahe setara dengan dua atau tiga gelas minuman jahe dengan rasa yang dapat diterima manusia selama enam minggu. Pada akhir percobaan, sel-sel imun dari limfa tikus dikeluarkan lalu dikultur secara in vitro dengan media pertumbuhan sintetik. Dengan cara ini performa sel-sel imun tikus yang telah diberi minuman jahe dapat diamati.

Hasil pengamatan menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pertumbuhan sel imun secara sangat signifikan dari tikus yang mendapat minuman jahe. Adapun jenis sel imun yang peningkatan pertumbuhannya paling tinggi adalah jenis sel imun yang disebut natural killer (NK). Sel imun ini amat penting karena NK merupakan sel imun yang bertugas menghancurkan sel-sel tubuh yang terinfeksi virus sehingga virus ikut mati. Selain itu, sel NK juga bertugas menghancurkan sel-sel tubuh yang telah mengalami mutasi genetik. Sebagaimana diketahui, satu saja sel tubuh yang mengalami mutasi dan berkesempatan untuk hidup terus dapat menjadi cikal bakal sel-sel kanker.
Penemuan khasiat jahe pada tikus dinilai perlu mendapat perhatian sehingga penelitian yang setara dilanjutkan dengan percobaan pada manusia. Penelitian pada manusia melibatkan 22 mahasiswa pria sehat sebagai responden yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama sebagai placebo, yaitu tidak mendapat minuman jahe, sedangkan kelompok kedua adalah kelompok yang mendapat minuman jahe. Mereka menyetujui dan menandatangani kontrak penelitian yang meliputi kewajiban meminum minuman jahe setiap sore hari selama tiga puluh hari dan tidak mengonsumsi makanan jajanan kecuali yang disediakan. Sebagai imbalan, mereka mendapat makanan secara gratis dan kenang-kenangan. Resep minuman jahe yang diberikan tidak banyak berbeda dengan resep minuman jahe yang umum dibuat di dapur keluarga Indonesia, yaitu jahe diparut, dimasak dengan air sampai mendidih, disaring, lalu diberi gula pasir secukupnya. Minuman jahe disiapkan setiap sore dan diberikan pada mahasiswa responden secara segar. Sebelum dan sesudah penelitian, para mahasiswa diperiksa oleh dokter umum di klinik lokal di Bogor sehingga dapat dipastikan bahwa semua berada dalam keadaan sehat. Darah mahasiswa diambil secara steril di klinik, lalu sel-sel imun dalam darah dipisahkan dan dikultur untuk diamati kemampuannya.

Hasil yang diperoleh memperlihatkan sifat yang sama dari jahe, yaitu sel-sel imun dari mahasiswa yang mendapat minuman jahe setiap sore tumbuh lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak mendapat minuman jahe. Lebih lanjut lagi, sel NK diuji secara in vitro dengan cara diadu dengan sel-sel kanker darah atau leukemia. Hasilnya sekali lagi menunjukkan kemampuan sel NK membunuh sel kanker yang dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan sel NK dari mereka yang tidak mendapat minuman jahe.
Seperti telah dijelaskan di atas, sel NK adalah sel imun yang tugas utamanya adalah membasmi virus yang telah berhasil masuk dalam sel tubuh dan menghancurkan sel yang telah termutasi sehingga bahan atau senyawa yang dapat meningkatkan kemampuan sel imun ini dapat diartikan meningkatkan pencegahan terhadap virus dan penyakit kanker. Perlu diperhatikan bahwa kemampuan sel-sel imun yang terlihat pada kedua hasil penelitian ini tidak ditentukan hanya oleh minuman jahe saja. Baik tikus percobaan maupun mahasiswa responden yang terlibat penelitian ini mendapat perlakuan yang baik, artinya tenteram, tidak stres, dan mendapat makanan yang bergizi seimbang. Kemampuan sel-sel imun sangat tergantung pada zat-zat gizi yang dibawa oleh makanan. Bila zat-zat gizi telah cukup, tambahan suplemen seperti minuman jahe akan lebih meningkatkan kemampuan sel-sel imun dalam usahanya melawan berbagai mikro-organisme yang masuk dalam tubuh kita, yaitu virus dan bakteri.Mikro-organisme
Dalam upaya mempertahankan diri terhadap berbagai jenis mikro-organisme, termasuk virus flu burung, syarat pertama adalah mengusahakan makanan yang seimbang, artinya membawa semua zat-zat gizi yang diperlukan, seperti protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang cukup. Seimbang berarti tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih. Selanjutnya menjaga kebersihan, istirahat yang cukup, dan menghindari stres. Tambahan minuman jahe setiap sore telah terbukti, dari penelitian ini, dapat lebih meningkatkan sistem imun, khususnya kemampuan sel-sel NK dalam melisis sel-sel yang terinveksi virus dan sel-sel yang termutasi.Komponen bioaktif utama dalam jahe, yaitu gingerol, merupakan senyawa yang tahan panas sehingga sajian jahe tidak selalu harus berupa minuman. Bentuk sajian lain yang menggunakan jahe, seperti sup ayam jahe, soto bening jahe, bubur kacang jahe, juga dapat memberikan khasiat yang sama. Yang penting adalah jumlahnya harus cukup banyak untuk mampu bekerja. Penelitian ini membuktikan bahwa pengamatan tradisional terhadap khasiat jahe dapat dibuktikan secara ilmiah sehingga manfaatnya perlu disebarluaskan.

Jayapura : Pemkab Jayapura dan PAN Tanam Seribu Pohon Kemiri

( Papua Pos, Rabu 07 Juni 2006 )
Hari Lingkungan Hidup Dunia yang jatuh tanggal 5 Juni lalu disikapi positif oleh Partai Amanat Nasional (PAN) bersama Pemkab Jayapura dan didampingi Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi dengan melakukan penanaman Seribu pohon Kemiri diwilayah konservasi kaki Gunung Cyclop, Selasa (6/6) kemarin. Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae S,Sos MM mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap alam Gunung Cyclop yang merupakan sumber mata air di Jayapura.' 'Marilah kita secara bersama menjaganya dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat,"katanya.

Dengan adanya kepedulian dari CPA Hirosi patut diteladani dan dijadikan contoh. CPA Hirosi yang terdiri dari siswa SMA 1 Negeri Sentani dapat memberikan dampak yang baik kedepannya sehingga
dapat dijaga kelestarian hutan terlebih lagi daerah sumber mata air Gunung Cyclop.

Sementara Ketua DPW PAN Provinsi Papua Andi Ondi menyampaikan rasa kepedulian terhadap daerah konserpasi Gunung Cylop. PAN sangat mendukung dan akan terus terlibat dengan melindungi Gunung Cylop.

Selayaknya semua lapisan masyarakat dapat secara optimal mencurahkan perhatian pada daerah konsepasi tersebut yang merupakan daerah sumber mata air bersih bagi penduduk di di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

Masih ditempat yang sama Ketua CPA Hirosi, Mashall Suebu SH mengatakan bahwa CPA Hirosi
akan coba terus menjaga daerah konserpasi tersebut sehinga akan terus berkelanjutan. Dengan pembinaan terhadap siswa SMU diharapkan akan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkunan sekitarnya. "Bila sudah mencintai alam dengan sendirinya akan lebih mudah membimbingnya sehingga bukan hanya daerah konserpasi saja yang terus dijaga akan tetapi di daerah tempat tinggal siswa pun dapat terjaga dengan menanam berbagai macam pepohonan," jelas Marshall saat ditemui wartawan.**

Tips & Trik : Sehat dengan Jus Buah ( I )

( Suara Karya Online, Kamis 07 Juni 2006 )
Oleh Prof Hembing Wijayakusuma
Era globalisasi ini membutuhkan segala sesuatu yang serba instan dan praktis. Hal ini tidak saja terjadi pada ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi, tetapi juga terhadap pengobatan tradisional dalam dunia kesehatan.

Menghadapi arus modernisasi dalam pengobatan tradisional dilakukan berbagai cara. Di antaranya adalah pengobatan praktis dan sistematis yaitu melalui penyembuhan dengan jus-buah-buahan yang dihaluskan dengan alat bernama blender. Jus saat ini telah menjadi konsumsi minuman yang akrab dalam kehidupan sehari-hari di berbagai tingkat masyarakat.

Penyembuhan dengan jus merupakan solusi yang tepat untuk menyiasati agar jus yang dibuat dengan pemanfaatan tanaman obat tetap enak dinikmati, tanpa mengurangi khasiat obatnya. Hal-hal yang perlu dperhatikan dalam mengkonsumsi bahan-bahan alami untuk jus adalah sebelum digunakan, sebaiknya semua alat dan buah dicuci bersih, kecuali bahan-bahan kering yang dibeli di toko obat (Tionghoa).

Untuk bahan-bahan yang akan direbus, sebelumnya dipotong/diiris-iris terlebih dahulu, agar zat yang terkandung lebih cepat meresap ke dalam rebusan. Sedangkan untuk bahan yang berbentuk bubuk yang didapatkan dari proses pengeringan dengan sinar matahari, oven, atau diangin-anginkan kemudian digiling hingga menjadi bubuk.

Terapi jus untuk penyembuhan, antara lain, untuk mengobati demam berdarah. Caranya, gunakan 30 gram buah jambu biji/klutuk yang matang diblender tambahkan air panas secukupnya hingga tertampung satu gelas dan diminum selagi hangat.

Selain itu bisa gunakan 15 Butir angeo (dibuang bijinya), 1 buah kesemek diblender dengan air secukupnya dan diminum. Atau ambil 30 gram temulawak, 10 butir angeo dibuang bijinya, 100 gr akar teratai, 1 buah jambu biji diblender dengan air secukupnya lalu diminum. Bahan lainnya adalah 40 gram umbi daun dewa (tien chi) segar diblender dengan air secukupnya dan diminum.

Mengobati kolesterol tinggi dengan menggunakan 75 r kacang tanah (direndam hingga lembut), 50 gr biji jagung, dikukus hingga matang kemudian kedua bahan tersebut diblender dan tambahkan air secukupnya lalu diminum. Selain itu, bisa menggunakan 30 gram jamur kuping hitam direndam hingga lembut dan dikukus hingga matang, kemudian diblender dengan air secukupnya dan diminum.

Cara lain dengan menggunakan 100 gram kulit kacang kering dan 5 lembar daun salam segar direbus dengan 200 cc hingga tersisa 100 cc saring airnya, 200 gr buah anggur diblender dan tambahkan air rebusan tadi serta tambahkan 1 sendok makan madu, lalu aduk rata dan diminum.

Atasi ejakulasi dini dengan menggunakan 10 Buah ginkgo biloba dikupas kulitnya dan disaring hingga berwarna kekuningan, 1 buah delima kupas kulitnya, 1 buah jambu klutuk/biji setengah matang (bijinya dibuang) di blender dan tambahkan air secukupnya lalu diminum.
Selain itu bisa menggunakan 60 gram sulur pohon beringin direbus dengan 300 cc air hingga tersisa 150 cc, kemudian disaring airnya dan gunakan untuk memblender 5 butir lakci yang telah disangrai hingga berwarna kekuningan lalu diminum. Cara lain adalah ambil 150 gram daun kacang tanah yang telah dikukus hingga matang, 10 butir ginkgo biloba (pak ko) dikupas kulitnya dan direndam hingga lembut kemudian disaring hingga kekuningan, semua bahan diblender dengan air secukupnya.

Mengobati frigiditas dengan menggunakan 20 gram kie cie dikukus hingga matang, 10 butir angco (dibuang bijinya), 6 butir buah lengkeng, 15 gr jahe, 1 butir bunga lawang, 1 buah delima dikupas kulitnya, kemudian diblender dan tambahkan air secukupnya lalu diminum.

Cara lain adalah dengan menggunakan 5 gram jinten, 10 gr kencur, 10 gr bangle, 10 gr lempuyang, 1 buah delima di buang kulitnya diblender dengan air secukupnya dan tambahkan 1 sendok makan dan diminum. Atau gunakan 65 gram seledri kecil dan 10 gr jahe, diblender dengan air secukupnya lalu diminum.

Untuk meningkatkan stamina, gunakan 100 gram kacang tanah (kukus hingga matang), 50 gr kuaci biji labu kuning/parang kupas kulitnya, diblender dengan air secukupnya, kemudian tambahkan madu secukupnya, aduk rata dan diminum.

Cara lain adalah ambil 150 gram buah anggur, 40-50 gr lengkeng kering, diblender dengan air secukupnya. Tambahkan 1 sendok makan madu aduk rata dan diminum. Atau gunakan 10 butir buah lengkeng dibuang bijinya diblender dengan air secukupnya. Tambahkan madu secukupnya aduk rata dan diminum.

Bisa juga menggunakan 10 butir angco dibuang bijinya, 2 buah kiaboi/sun boi dibuang bijinya, 25 gr kencur, 3 gr jahe diblender dengan air secukupnya lalu diminum.

Catatan:
Untuk penyakit yang serius dianjurkan tetap konsultasi ke dokter. Lakci dan ginkgo biloba dapat dibeli di toko obat Tionghoa. Saat ini telah tersedia buku berjudul "Penyembuhan dengan Jus" yang ditulis oleh Prof Hembing Wijayakusuma. (Hiptri)

Prof HM Hembing Wijayakusuma, ahli pengobatan tradisional dan akupunktur; Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia

Tips & Trik : Sehat dengan Jus Buah ( II )

( Suara Karya Online, Kamis 07 Juni 2006 )
Sehat dengan Juice
1. Juice Mangga
Obat asma, bronkhitis, sesak nafas, dan influensa berat
Bahan: 200 g mangga masak pohon, 100 g air, 1/4 sendok makan jeruk
nipis, 2 sendok makan madu.
Cara: Semua bahan dimasukkan ke dalam juicer.

2. Juice Kombinasi Buah
Melancarkan pencernaan, sembelit, dan kembung perut.
Bahan: 100 g pepaya, 100 g apel, 100 g nenas, 2 sendok makan jeruk
nipis, 2 sendok makan madu, 200 cc air es.
Cara: Semua bahan dimasukkan ke dalam juicer.

3. Juice Melon
Membantu sistem pembuangan, mencegah kanker, mencegah penyakit
jantung dan stroke, dan mencegah penggumpalan darah.
Bahan: 200 g melon, 2 sendok makan jeruk nipis, 2 sendok makan madu,
1 sendok makan sari jahe, 100 cc air es.
Cara: Pembuatan sari jahe: jahe diparut, kemudian diperas untuk
diambil sarinya. Semua bahan dimasukkan ke dalam juicer.

4. Juice Sirsak Nenas Pepaya
Memperlancar pencernaan makanan, anti sembelit, dan meningkatkan
nafsu makan.
Bahan: 250 g sirsak, 100 g nenas, 100 g pepaya, 2 sendok makan air
jeruk nipis, 2 sendok makan madu, 100 cc air es.
Cara: Sirsak dan air dibuat juice, diberi madu, dan air jeruk nipis.
Nenas dan pepaya dipotong-potong berbentuk dadu kecil, campurkan
potongan nenas dan pepaya dengan juice sirsak.

5. Wedang Melon dan Anggur
Membantu pembentukan darah, mencegah kerusakan gigi, dan menurunkan
kolesterol.
Bahan: 250 buah melon, 1/2 gelas air, 1/2 gelas gula pasir, 1/4
gelas sari jahe, 200 g anggur hijau.
Cara: Melon dibuat bentuk bulat-bulat kecil, dinginkan dalam lemari
es. Campurkan air, gula, dan sari jahe, didihkan hingga gula hancur.
Setelah dingin masukkan ke dalam lemari es. Anggur dicuci bersih,
lalu campur dengan melon dan larutan sari jahe.

6. Punch Asam Segar
Menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol darah,
memperlancar pencernaan, dan anti kanker.
Bahan: 250 g belimbing masak, 2 sendok makan air jeruk lemon, 4
sendok makan madu, 300 ml sari jahe dingin, 250 ml air dingin, 1
buah jeruk manis, 200 ml es krim vanili.
Cara: Potongan belimbing, sari jeruk lemon, dan madu diblender
hingga halus; campurkan dengan sari jahe dan air dingin, kemudian
diaduk hingga rata. Tuangkan dalam gelas-gelas saji dan diberi
potongan jeruk manis serta es krim vanili.

7. Koktail Buah Berempah
Menurunkan tekanan darah tinggi, memperlancar pencernaan,
menstabilkan kadar gula darah, dan mencegah penyakit jantung.
Bahan: 1 l air, 150 cc madu, 50 g gula merah, 4 butir cengkeh, 10
cm kayu manis, 1/2 butir pala, 5 iris jahe (memarkan), 3 lembar daun
pandan, 5 buah apel hijau, potong dadu, 150 g anggur hijau, 150
nanas, potong-potong kecil.
Cara: Air dididihkan kemudian tambahkan madu, gula merah, cengkeh,
kayu manis, pala, jahe, dan daun pandan. Campuran tersebut dimasak
sampai mendidih dan gulanya larut. Selanjutnya adonan diangkat dan
disaring. Masukkan potongan apel, nanas, dan anggur selagi larutan
gula masih panas, kemudian ditutup. Sajikan dalam kondisi hangat.

8. Disko Apel
Mencegah dan menyembuhkan penyakit jantung, membantu sistem
pencernaan, dan antikanker.
Bahan: 400 ml juice apel, 200 ml juice melon, 200 ml juice jambu
biji, 100 cc madu, potongan buah apel dan belimbing.
Cara: Semua bahan dimasukkan dalam blender, kemudian diproses sampai
halus. Hasilnya disimpan dalam lemari pendingin. Tuangkan ke dalam
gelas saji.

9. Sari Bayam Alpukat
Antikanker, mencegah kurang darah, dan memelihara kesehatan kulit.
Bahan: 200 g alpukat, 50 g daun bayam, 400 ml air, 1 sendok makan
madu.
Cara: Bayam direbus dengan 400 ml air hingga sisa 200 ml. Masukkan
alpukat, bayam, dan air kemudian diblender bersama sampai halus.
Selanjutnya disaring tanpa diberi madu terlebih dahulu. Masukkan ke
dalam lemari es supaya dingin.

Tips & Trik : Sehat dengan Jus Buah ( III )

( Suara Karya Online, Kamis 07 Juni 2006 )
Fransiska Rungkat-ZakariaJahe yang punya nama ilmiah Zingiber officinale roscoe merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh dengan mudah di Indonesia. Sebagai bahan bumbu masak, jahe umum sekali digunakan di dapur-dapur keluarga Indonesia maupun negara-negara Asia lainnya. Selain sebagai bumbu masak, jahe juga banyak sekali digunakan sebagai bahan pembuat jamu dan obat-obatan tradisional. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di banyak negara Asia lain. Salah satu khasiat jahe yang paling sering dibicarakan adalah kemampuannya dalam meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal gejala masuk angin. Khasiat ini terlihat dari banyaknya resep yang menggunakan jahe sebagai penghangat badan di kala cuaca buruk. Minuman jahe merupakan suguhan penting pada acara-acara begadang di lingkungan tetangga, seperti saat menunggu jenazah di malam hari atau menyiapkan pesta perkawinan dan kegiatan lain sejenisnya. Minuman ini dipercaya dapat menghindarkan masuk angin dan menjaga tubuh tetap bugar walaupun menghadapi stres, cuaca buruk, dan kegiatan fisik yang melelahkan. Pada resep-resep tradisional China, jahe dipercaya dapat menguatkan tubuh pada saat penyembuhan, misalnya resep sup ayam jahe yang wajib dimakan perempuan pada saat baru melahirkan.Masuk angin
Masuk angin secara ilmiah merupakan gejala melemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan virus yang senantiasa berada pada tubuh kita mulai menang dan berada di atas angin. Sistem imunitas kita melemah sehingga perlawanan menjadi goyah. Bila kondisi ini terus berlanjut, kemenangan virus dalam menjajah tubuh kita akan segera diikuti oleh kemenangan bakteri lainnya sehingga tubuh kita akan bereaksi dengan menghasilkan demam tinggi yang dikenal dengan infeksi. Infeksi ini bisa dimulai dari saluran pernapasan dan berlanjut sampai ke saluran pencernaan. Apabila tidak tertahan, dapat bersifat fatal.
Hubungan antara melemahnya sistem imun tubuh dan kepercayaan mengonsumsi minuman jahe telah menarik perhatian banyak peneliti. Hasil penelitian ilmiah mengenai khasiat jahe telah mulai dipublikasikan semenjak 20 tahun yang lalu.
Jahe ternyata mengandung berbagai senyawa fenolik yang dapat diekstrak dengan pelarut organik dan menghasilkan minyak yang disebut oloeresin. Dalam oloeresin jahe banyak terkandung senyawa fenolik seperti gingerol dan shogaol yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi melebihi aktivitas antioksidan vitamin E. Penelitian yang dilakukan di Institut Pertanian Bogor dan didanai dengan dana proyek hibah Pascasarjana mengamati dampak jahe pada sel-sel imun tikus percobaan yang dilanjutkan dengan penelitian pada manusia. Pada tikus percobaan, hewan diberi minuman jahe setara dengan dua atau tiga gelas minuman jahe dengan rasa yang dapat diterima manusia selama enam minggu. Pada akhir percobaan, sel-sel imun dari limfa tikus dikeluarkan lalu dikultur secara in vitro dengan media pertumbuhan sintetik. Dengan cara ini performa sel-sel imun tikus yang telah diberi minuman jahe dapat diamati.

Hasil pengamatan menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pertumbuhan sel imun secara sangat signifikan dari tikus yang mendapat minuman jahe. Adapun jenis sel imun yang peningkatan pertumbuhannya paling tinggi adalah jenis sel imun yang disebut natural killer (NK). Sel imun ini amat penting karena NK merupakan sel imun yang bertugas menghancurkan sel-sel tubuh yang terinfeksi virus sehingga virus ikut mati. Selain itu, sel NK juga bertugas menghancurkan sel-sel tubuh yang telah mengalami mutasi genetik. Sebagaimana diketahui, satu saja sel tubuh yang mengalami mutasi dan berkesempatan untuk hidup terus dapat menjadi cikal bakal sel-sel kanker.
Penemuan khasiat jahe pada tikus dinilai perlu mendapat perhatian sehingga penelitian yang setara dilanjutkan dengan percobaan pada manusia. Penelitian pada manusia melibatkan 22 mahasiswa pria sehat sebagai responden yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama sebagai placebo, yaitu tidak mendapat minuman jahe, sedangkan kelompok kedua adalah kelompok yang mendapat minuman jahe. Mereka menyetujui dan menandatangani kontrak penelitian yang meliputi kewajiban meminum minuman jahe setiap sore hari selama tiga puluh hari dan tidak mengonsumsi makanan jajanan kecuali yang disediakan. Sebagai imbalan, mereka mendapat makanan secara gratis dan kenang-kenangan. Resep minuman jahe yang diberikan tidak banyak berbeda dengan resep minuman jahe yang umum dibuat di dapur keluarga Indonesia, yaitu jahe diparut, dimasak dengan air sampai mendidih, disaring, lalu diberi gula pasir secukupnya. Minuman jahe disiapkan setiap sore dan diberikan pada mahasiswa responden secara segar. Sebelum dan sesudah penelitian, para mahasiswa diperiksa oleh dokter umum di klinik lokal di Bogor sehingga dapat dipastikan bahwa semua berada dalam keadaan sehat. Darah mahasiswa diambil secara steril di klinik, lalu sel-sel imun dalam darah dipisahkan dan dikultur untuk diamati kemampuannya.

Hasil yang diperoleh memperlihatkan sifat yang sama dari jahe, yaitu sel-sel imun dari mahasiswa yang mendapat minuman jahe setiap sore tumbuh lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak mendapat minuman jahe. Lebih lanjut lagi, sel NK diuji secara in vitro dengan cara diadu dengan sel-sel kanker darah atau leukemia. Hasilnya sekali lagi menunjukkan kemampuan sel NK membunuh sel kanker yang dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan sel NK dari mereka yang tidak mendapat minuman jahe.
Seperti telah dijelaskan di atas, sel NK adalah sel imun yang tugas utamanya adalah membasmi virus yang telah berhasil masuk dalam sel tubuh dan menghancurkan sel yang telah termutasi sehingga bahan atau senyawa yang dapat meningkatkan kemampuan sel imun ini dapat diartikan meningkatkan pencegahan terhadap virus dan penyakit kanker. Perlu diperhatikan bahwa kemampuan sel-sel imun yang terlihat pada kedua hasil penelitian ini tidak ditentukan hanya oleh minuman jahe saja. Baik tikus percobaan maupun mahasiswa responden yang terlibat penelitian ini mendapat perlakuan yang baik, artinya tenteram, tidak stres, dan mendapat makanan yang bergizi seimbang. Kemampuan sel-sel imun sangat tergantung pada zat-zat gizi yang dibawa oleh makanan. Bila zat-zat gizi telah cukup, tambahan suplemen seperti minuman jahe akan lebih meningkatkan kemampuan sel-sel imun dalam usahanya melawan berbagai mikro-organisme yang masuk dalam tubuh kita, yaitu virus dan bakteri.Mikro-organisme
Dalam upaya mempertahankan diri terhadap berbagai jenis mikro-organisme, termasuk virus flu burung, syarat pertama adalah mengusahakan makanan yang seimbang, artinya membawa semua zat-zat gizi yang diperlukan, seperti protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang cukup. Seimbang berarti tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih. Selanjutnya menjaga kebersihan, istirahat yang cukup, dan menghindari stres. Tambahan minuman jahe setiap sore telah terbukti, dari penelitian ini, dapat lebih meningkatkan sistem imun, khususnya kemampuan sel-sel NK dalam melisis sel-sel yang terinveksi virus dan sel-sel yang termutasi.Komponen bioaktif utama dalam jahe, yaitu gingerol, merupakan senyawa yang tahan panas sehingga sajian jahe tidak selalu harus berupa minuman. Bentuk sajian lain yang menggunakan jahe, seperti sup ayam jahe, soto bening jahe, bubur kacang jahe, juga dapat memberikan khasiat yang sama. Yang penting adalah jumlahnya harus cukup banyak untuk mampu bekerja. Penelitian ini membuktikan bahwa pengamatan tradisional terhadap khasiat jahe dapat dibuktikan secara ilmiah sehingga manfaatnya perlu disebarluaskan.

Manca Negara : Kolombia : Dua Spesies Katak Langka Ditemukan di Kolombia

(www.kompas.com, Rabu 7 Juni 2006)

Dua spesies katak yang nyaris punah ditemukan kembali di kawasan El Dorado, Kolombia. Para peneliti sedang bekerja keras untuk melindungi amfibi-amfibi langka tersebut dari serangan jamur penyakit yang mematikan. "Temuan ini menunjukkan masih adanya harapan (meskipun ) banyak sekali catatan mengenai spesies-spesies ini yang telah hilang," kata Claude Gascon, wakil presiden senior Conservation International (CI) di Washington, Selasa (6/6).


Spesies-spesies yang baru ditemukan adalah katak jenis Santa Marta Harlequin dan katak San lorenzo Harlequin. Kedua jenis katak telah dimasukkan ke dalam daftar spesies terancam punah (critically endangered). Selama 14 tahun, katak-katak tersebut tidak terlihat lagi di habitatnya yang berada pada perbukitan Sierra Nevada de Santa Maria dekat pantai Karibia.
Jamur penyakit yang menyerang kulit amfibi dituding sebagai biang musnahnya lusinan spesies katak berwarna di Amerika Tengah dan Selatan. Penyakit tersebut berkembang karena dipicu polusi, perubahan iklim, penggundulan hutan, dan meluasnya daerah perkotaan.

Bangsa amfibi seperti katak, kodok, salamander, dan sesilia sangat rentan terhadap penyakit, polusi, dan perubahan suhu. Sebab, mereka hidup di darat dan di air serta memiliki kulit berpori untuk menyerap oksigen. Jamur penyakit telah membunuh katak-katak yang hidup di daerah berjarak sekitar 40 kilometer dari lokasi ditemukannya katak-katak tersebut. Namun, masih belum dapat dipastikan apakah katak-katak tersebut telah tahan terhadap jamur kulit chytridiomycosis atau lokasi tersebut memang tidak terkena serangan.

Krisis kepunahan
Menghadapi ancaman kepunahan, para pakar amfibi telah mengumpulkan dana 400 juta dollar untuk mengembangkan pusat penangkaran di kebun binatang dan akuarium. Sejauh ini sudah ada 35 spesies yang berhasil dipulihkan. Meskipun demikian, katak-katak tersebut tidak mungkin dilepas ke alam karena masih ada ancaman penyakit.
"Kami dapat mengatasi penyakit di tempat penangkaran namun tiap kali dicoba dilepas ke alam selalu gagal," kata Joe Mandelson, seorang kurator di KB Atlanta yang juga mengepalai kelompok spesialis amfibi di World Conservation Union.

Menurut Mandelson, program penangkaran adalah upaya mendukung kelangsungan hidup spesies-spesies tersebut. Melalui penangkaran jumlah populasi dalam ditingkatkan hingga ratusan bahkan ribuan sebab penanganan terhadap penyakit dapat dilakukan secara intensif.
Para ilmuwan mengatakan amfibi adalah kelompok yang sedang mengalami krisis kepunahan baru seperti yang dialami dinosaurus sebelum akhirnya musnah 65 juta tahun lalu. Padahal, beberapa spesies katak memiliki kemampuan yang mungkin bermanfaat bagi manusia.
Katak berlambung pintar di bagian utara Australia, misalnya, dapat menghentikan produksi asam lambungnya sementara sehingga anak-anaknya dapat dipelihara dalam lambungnya. Namun, spesies tersebut dinyatakan punah sejak 1985.

"Anda dapat membayangkan kemampuan seperti itu bisa diterapkan untuk membantu penderita maag atau pendarahan lambung," kata Gascon. Gascon yakin penemuan kembali katak-katak yang telah lama hilang bisa menjadi petunjuk untuk menyelamatkan spesies-spesies lain yang terancam punah.
Kelompok aktifis yang tergabung dalam Alliance for Zero Extinction mengatakan telah melindungi 595 lokasi untuk mencegah kepunahan 794 spesies yang terancam punah.
Sumber: reuters Penulis: Wah

07 June 2006

Merauke : Stop Pengrusakan Lingkungan, Pesan KPA Arafura, Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kemarin, di Merauke

( Cenderawasih Pos, Selasa 06 Juni 2006 )
Dalam memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin 5 Juni kemarin, Komunitas Pencinta Alam (KPA) Alam Raya Fajar Nusantara (Arafura) menggelar aksi penggalangan dengan membawa sebuah spanduk dan membagi-bagikan sekitar 400 stiker yang berisi tentang ajakan dan menghentikan pengrusakan hutan yang dapat merusak.

"Stop ilegal logging, illegal fishing, bakar-bakar hutan, buang limbah sembarangan, ambil pasir di pantai karena meru­sak lingkungan. Hijaukan Bumi hari ini untuk hari generasi esok,"bunyi spanduk tersebut.

Penggalangan yang dilakukan KPA Ara­fura tersebut dipusatkan di perepatan Jalan Raya Mandala-Jalan Parakomando Merauke. Koordinator aksi, Darul kepada Cenderawasih Pos mengungkapkan, aksi yang dilakukan ini untuk mengajak masyarakat sekaligus mengingatkan agar tidak merusak alam karena akan menyengsarakan generasi yang akan datang. "Kita mengajak masyakarat akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup,"jelasnya.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi akan dan telah membawa dampak yang cukup besar bagi kehidupan masya­rakat. Komunitas ini juga menyoroti.penggalian pasir secara tidak terkendali yang dilakukan masyarakat di sekitar Pantai Payum sampai Lampu Satu Merauke.

Sebab, akibat penggalian yang dilakukan se­cara terus menerus tersebut membuat Kota Rusa Merauke terancam air laut yang suatu saat kalau tidak ditangani mulai saat ini secara serius bisa membuat kota Merauke hilang.

Sebenarnya, kata Darul, pihaknya akan ke DPRD, namun karena bertepatan dengan hari libur fakultatif sehingga aksi tersebut dilakukan di tempat keramaian, Tujuannya, lanjut dia, untuk mempertanyakan langkah-langkah yang akan diambil pihak DPRD dan pemerintah untuk menangani abrasi pantai yang terus mengancam tersebut. "Sebenarnya Perda dan penerapan UU lingkungan Hidup sudah ada. Hanya kami lihat pemerintah belum tegas dalam menerapkannya, "jelasnya. (ulo)

Jayapura : Dinas Kelautan Prioritaskan Budi Daya Ikan Tawar dan Laut

( Cenderawasih Pos, Selasa 06 Juni 2006 )
Pada anggaran 2006 ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua mengelola dana sekitar Rp 19.9 miliar. Dana tersebut diprioritaskan untuk kegiatan budi daya ikan tawar dan ikan laut di sejumlah kabupaten dan kota se-Papua. "Tahun ini DKP memprioritaskan kegiatan budidaya,"ungkap Kepala Dinas DKP Provinsi Papua, Ir Astiler Maharadja kepada Cendrawsih Pos, kemarin.

Ia mengatakan, dana sekitar Rp 19,9 miliar tersebut akan membiayai kegiatan-kegiatan prioritas. Salah satunya adalah kegiatan budi daya ikan. Kegiatan budi daya ini antara lain akan dikembangkan di Kabupaten Jayapura, Koya, dan sejumlah kabu­paten lainnya yang ada di pedalaman.

Selain budi daya ikan air tawar dan air laut, DKP juga akan mem­prioritaskan kegiatan lainnya yakni motorisasi perahu nelayan di sejumlah kabupaten dan kota yakni Mimika, Agats (Asmat), Mappi dan Kota Jayapura.

"Kita mengadakan kegiatan motorisasi perahu nelayan ini karena banyak perahu nelayan yang belum memiliki motor sehingga tingkat produktivitas mereka masih jauh dari memadai,"jelasnya. Apalagi di daerah seperti Asmat dan Mappi, nelayan di daerah ter­sebut masih melakukan kegiatan nelayan dengan cara yang sederhana sehingga sangat penting untuk fasilitasi dengan motor pada perahu mereka. Karena itu, pengadaan motor perahu nelayan ini hanya diutamakan pada nela­yan yang belum memiliki motor.

Hanya saja, Astiler enggan menyebutkan berapa anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan motor bagi perahu nelayan ini. Tak hanya itu yang juga menjadi prioritas dalam tahun anggar­an 2006 ini adalah peningkatan aktivitas dan fungsi laboratorium umum untuk ekspor. Untuk labo­ratorium ini, dialokasikan dana sebesarRp 1,5 miliar. Tujuannya adalah untuk menguji mutu dan kualitas ikan-ikan yang akan menjadi bahan ekspor. "Potensi laut kita sangat kaya, sehingga peluang untuk ekspor juga cukup besar, karena itu, untuk ekspor nanti, terlebih dulu harus dilakukan uji pada laboratorium mutu ini," katanya. Ia berharap, kegiatan di labora­torium bisa terlaksana dengan baik sehingga fungsinya bisa lebih optimal. (ta)

06 June 2006

Jayapura : Jutaan Hektar Lahan Kering Belum Dikelola Secara Baik

( Cenderawasih Pos, Senin 05 Juni 2006 )
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua DR Ir. Abra­ham Werimon MEd mengatakan sekitar 3.752.001 hektar lahan di Papua belum dikelola secara baik. "Persoalan yang dihadapi sangat beragam, selain karena faktor alam, keterisolasian beberapa daerah di Papua yang sangat sulit dijangkau dengan transpotasi darat, juga akibat lain yakni dari faktor manusianya, dimana status kepemilikan lahan seringmenjadi masalah besar, disamping faktor tenaga teknis dan tanaman itu sendiri,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos usai menerima kunjungan dari Direktur Tanaman Buah dan Direktur Sayuran dan Bio-farmaka Departemen Pertanian Pusat Jakarta di Jayapura bebe­rapa waktu lain..

Dikatakan, sebenarnya prospek pengembangan komoditi Pertanian di Papua sangat besar, dimana tersedia lahan yang luas, akan terjadi pemekaran wilayah, pertambahan penduduk setiap tahun, perkembangan industri pertambangan, perkayuan, perikanan dan perkebunan besar serta adanya Otonomi Khusus. Menurutnya, pertanian di Tanah Papua ini tidak akan berkembang, kalau tidak ditunjang oleh kerjasama yang baik dari semua pihak, baik masyarakat adat, Pemerintah maupun swasta. "Saya berharap ada keterbukaan dari masyarakat untuk menerima pembangunan, serta juga harus ada ketekunan dan kejujuran dari pemerintah dan swasta untuk melihat masyarakat adat, sehingga hubungan ini bisa menjadi hubungan yang saling menguntungkan demi kesejahteraan dan kemakmuran .rakyat Papua ke depan," tandasnya. (yom)