Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

07 October 2005

Artikel : Pemetaan berbasis masyarakat di desa Papasena I dan desa Kwerba Mamberamo

Salah satu metode dalam kegiatan Multidisciplinary Landscape Assessment atau MLA
(CII Papua Program, 05 Oktober 2005)
Penulis, Yoseph Watopa, Mamberamo Field Coordinator CII Papua Program

Pengertian
Pemetaan partisipatif atau pemetaan berbasis masyarakat pada intinya adalah sama. Masyarakat kampung membuat peta untuk menggambarkan tempat dimana mereka hidup. Orang-orang yang hidup dan bekerja ditempat tersebutlah yang m
emiliki pengetahun mendalam mengenai wilayahnya. Merekalah yang mampu membuat peta secara detail dan akurat mengenai sejarah, tata guna lahan, pandangan hidup atau harapan untuk masa depan. Dengan kata lain pemetaan masyarakat merupakan cara yang praktis untuk mengumpulkan informasi tentang persepsi masyarakat local terhadap sumberdaya alam dan tempat-tempat khusus yang terdapat di sekitar wilayah desa dalam suatu model geografis.
Dengan demikian pemetaan berbasis masyarakat memberikan suatu penjelasan mengenai tata ruang secara tradisional yang dimiliki oleh komunitas masyarakat adat diwilayah tertentu.

Pemetaan dalam kegiatan MLA
MLA merupakan metode penelitian multidisi
plin yang dikembangkan oleh CIFOR (Center for International Forestry Research) untuk melakukan survei persepsi masyarakat lokal tentang bentang alam (lansekap) hutan dan keaneka ragaman hayati yang terdapat di dalamnya dan hubungannya dengan kebutuhan, pemilihan dan sistem nilai masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan penelitian multidisiplin karena melibatkan ahli sosial ekonomi, anthropologi, biologi hutan, botani, tanah dan etnobiologi dalam satu tim peneliti dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada proses penyusunan metodologi dan pelaksanaan penelitian. Langkah awal yang dilakukan dalam MLA adalah menggambar bersama dengan penduduk desa, suatu peta lanskap dengan mencantumkan nama lokal dari sungai-sungai dan tempat-tempat, serta lokasi di mana sumber-sumber utama ditemukan menurut masyarakat setempat. Tujuan pembuatan peta ini adalah untuk membangun suatu pemahaman bersama tentang wilayah yang akan diteliti, dan digunakan sebagai pendukung bagi semua aktivitas lain dari MLA. Ini sebabnya mengapa peta digambar pada hari-hari pertama. Peta tersebut akan menjadi penunjuk kepada lokasi-lokasi berdasarkan tipe lahan seperti sungai, gunung, rawa, telaga, sungai kecil, kebun, bekas kebun, bekas kampung dan hutan untuk melakukan survey petak. Seperti dijelaskan diatas peta tersebut berisi sebaran sumber daya alam (seperti tempat kasuari bermain pada musim tertentu, dammar, rawa sagu, sagu tanam dll), daerah sacral, lokasi berburu atau dearah mencari, Manfaat lain yang diperoleh dari kegiatan pemetaan ini adalah sebagai alat komunikasi diantara masyarakat yang terlibat untuk mengingat lokasi-lokasi tertentu yang menjadi milik mereka dan alat komunikasi kepada pihak luar serta menjadi bukti yang dapat berbicara tentang sebaran sumber daya alam yang mereka miliki.

Proses Pemetaan
Pemetaan dilakukan oleh masyarakat di atas sebuah peta dasar hasil foto citra satelit. Peta dasar tersebut berisi sungai besar Mamberamo, beberapa sungai yang bermuara ke sungai Mamberamo, dan beberapa telaga besar. Peta dasar tersebut dibuatkan copian ke dalam kertas kalkir menjadi beberapa lembar peta yang akan diberikan kepada masyarakat. Penggambaran peta diawali dengan menentukan orientasi peta oleh masyarakat dan dilanjutkan dengan pemberian nama sungai-sungai besar dan arah aliran sungai. Kemudian dilanjutkan dengan sungai-sungai kecil yang berair dan telaga-telaga disekitar sungai. Kegiatan ini memerlukan waktu yang lama karena masyarakat akan mengenali sungi-sungai tersebut satu demi satu. Selanjutnya mereka diminta untuk menggambarkan lokasi-lokasi khusus (seperti lokasi bekas kampung, bekas kebun, dll).

Setelah semua digambarkan kegiatan pemetaan dilanjutkan dengan menggambarkan lokasi-lokasi sumberdaya tertentu atau lokasi-lokasi yang menjadi tempat masyarakat melakukan kegiatannya sehari-hari (berkebun, berladang, berburu, mencari gaharu atau dammar dll). Selain itu tempat-tempat tertentu yang bersifat khusus atau sacral juga digambarkan didalam peta dtersebut. Keseluruhan proses pembuatan peta tersebut tidak diselesaikan dalam satu kali pertemuan namun beberapa kali pertemuan, kemudian peta tersebut akan digabungkan terlebih dahulu menjadi satu peta dan kemudian ditempelkan di tempat-tempat terbuka sehingga mudah untuk dilihat oleh masyarakat dan mendapat masukan untuk perbaikan oleh anggota masyarakat lainnya.
Penggambaran obyek di peta dilakukan dengan memberikan tanda atau warna tertentu untuk masing-masing obyek atau legenda yang digambarkan.

Keterlibatan masyarakat
Masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang bentangan alam atau landscape (Ijdoprelaurli dalam bahasa Papasena) yang mereka tempati sehingga mereka sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan peta. Pemetaan sumber daya alam wilayah desa dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan berpatokan pada copian peta dasar hasil pemotretan citra satelit dan mereka mengisi bagian yang kosong pada peta dasar. Ada empat kelompok yang dibentuk untuk membuat peta tersebut yaitu kelompok laki-laki tua, laki-laki muda, perempuan tua dan perempuan muda. Masing-masing kelompok mengeluarkan peta yang hampir sama.

Keempat peta awal tersebut kemudian digabungkan menjadi satu. Kegiatan ini merupakan suatu proses yang rumit karena peta-peta dasar hanya memiliki sedikit titik-titik referensi (sungai Mamberamo, sungai Tariku dan sungai Taritatu; serta beberapa danau/ telaga), sedangkan setiap kelompok kemudian menambahkan sungai-sungai kecil yang berlainan di wilayah mereka bersama dengan tempat-tempat dan sumber-sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Proses penggabungan semua informasi tersebut melibatkan banyak anggota masyarakat untuk beberapa hari dan kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan pengecekan silang dan memperbaiki informasi. Kegiatan ini telah menunjukkan pengetahuan mereka yang mendalam tentang wilayah mereka.

Selanjutnya, beberapa pemuda desa menawarkan diri untuk menyempurnakan gambar peta terakhir. Hal ini merupakan aspek baru dari proses pemetaan. Peta tersebut memuat banyak simbol berwarna-warni yang mewakili berbagai sumber daya alam yang ada, dari dataran rendah berawa dekat desa hingga ke puncak gunung yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mencapainya. Masyarakat sangat bangga dengan produk tersebut, dan dipertimbangkan sebagai hasil yang penting dan berguna.

Peta hasil kerja masyarakat ini oleh mereka akan dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk menilai kebijakan pembangunan yang akan berdampak bagi lokasi-lokasi sumber daya alam mereka. Karena selain memuat sumber daya alam dan lokasi pencaharian mereka sehari-hari, peta ini juga memuat daerah-daerah yang menurut mereka adalah sacral dan khusus bagi kehidupan religius dan masa depan generasi mereka.

06 October 2005

Salah satu metode dalam kegiatan Multidisciplinary Landscape Assessment atau MLA
(CII Papua Program, 05 Oktober 2005)
Penulis, Yoseph Watopa, Mamberamo Field Coordinator CII Papua Program

Pengertian
Pemetaan partisipatif atau pemetaan berbasis masyarakat pada intinya adalah sama. Masyarakat kampung membuat peta untuk menggambarkan tempat dimana mereka hidup. Orang-orang yang hidup dan bekerja ditempat tersebutlah yang memiliki pengetahun mendalam mengenai wilayahnya. Merekalah yang mampu membuat peta secara detail dan akurat mengenai sejarah, tata guna lahan, pandangan hidup atau harapan untuk masa depan. Dengan kata lain pemetaan masyarakat merupakan cara yang praktis untuk mengumpulkan informasi tentang persepsi masyarakat local terhadap sumberdaya alam dan tempat-tempat khusus yang terdapat di sekitar wilayah desa dalam suatu model geografis.
Dengan demikian pemetaan berbasis masyarakat memberikan suatu penjelasan mengenai tata ruang secara tradisional yang dimiliki oleh komunitas masyarakat adat diwilayah tertentu.

Pemetaan dalam kegiatan MLA
MLA merupakan metode penelitian multidisiplin yang dikembangkan oleh CIFOR (Center for International Forestry Research) untuk melakukan survei persepsi masyarakat lokal tentang bentang alam (lansekap) hutan dan keaneka ragaman hayati yang terdapat di dalamnya dan hubungannya dengan kebutuhan, pemilihan dan sistem nilai masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan penelitian multidisiplin karena melibatkan ahli sosial ekonomi, anthropologi, biologi hutan, botani, tanah dan etnobiologi dalam satu tim peneliti dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada proses penyusunan metodologi dan pelaksanaan penelitian.

Langkah awal yang dilakukan dalam MLA adalah menggambar bersama dengan penduduk desa, suatu peta lanskap dengan mencantumkan nama lokal dari sungai-sungai dan tempat-tempat, serta lokasi di mana sumber-sumber utama ditemukan menurut masyarakat setempat. Tujuan pembuatan peta ini adalah untuk membangun suatu pemahaman bersama tentang wilayah yang akan diteliti, dan digunakan sebagai pendukung bagi semua aktivitas lain dari MLA. Ini sebabnya mengapa peta digambar pada hari-hari pertama. Peta tersebut akan menjadi penunjuk kepada lokasi-lokasi berdasarkan tipe lahan seperti sungai, gunung, rawa, telaga, sungai kecil, kebun, bekas kebun, bekas kampung dan hutan untuk melakukan survey petak. Seperti dijelaskan diatas peta tersebut berisi sebaran sumber daya alam (seperti tempat kasuari bermain pada musim tertentu, dammar, rawa sagu, sagu tanam dll), daerah sacral, lokasi berburu atau dearah mencari, Manfaat lain yang diperoleh dari kegiatan pemetaan ini adalah sebagai alat komunikasi diantara masyarakat yang terlibat untuk mengingat lokasi-lokasi tertentu yang menjadi milik mereka dan alat komunikasi kepada pihak luar serta menjadi bukti yang dapat berbicara tentang sebaran sumber daya alam yang mereka miliki.

Proses Pemetaan
Pemetaan dilakukan oleh masyarakat di atas sebuah peta dasar hasil foto citra satelit. Peta dasar tersebut berisi sungai besar Mamberamo, beberapa sungai yang bermuara ke sungai Mamberamo, dan beberapa telaga besar. Peta dasar tersebut dibuatkan copian ke dalam kertas kalkir menjadi beberapa lembar peta yang akan diberikan kepada masyarakat. Penggambaran peta diawali dengan menentukan orientasi peta oleh masyarakat dan dilanjutkan dengan pemberian nama sungai-sungai besar dan arah aliran sungai. Kemudian dilanjutkan dengan sungai-sungai kecil yang berair dan telaga-telaga disekitar sungai. Kegiatan ini memerlukan waktu yang lama karena masyarakat akan mengenali sungi-sungai tersebut satu demi satu. Selanjutnya mereka diminta untuk menggambarkan lokasi-lokasi khusus (seperti lokasi bekas kampung, bekas kebun, dll).

Setelah semua digambarkan kegiatan pemetaan dilanjutkan dengan menggambarkan lokasi-lokasi sumberdaya tertentu atau lokasi-lokasi yang menjadi tempat masyarakat melakukan kegiatannya sehari-hari (berkebun, berladang, berburu, mencari gaharu atau dammar dll). Selain itu tempat-tempat tertentu yang bersifat khusus atau sacral juga digambarkan didalam peta dtersebut. Keseluruhan proses pembuatan peta tersebut tidak diselesaikan dalam satu kali pertemuan namun beberapa kali pertemuan, kemudian peta tersebut akan digabungkan terlebih dahulu menjadi satu peta dan kemudian ditempelkan di tempat-tempat terbuka sehingga mudah untuk dilihat oleh masyarakat dan mendapat masukan untuk perbaikan oleh anggota masyarakat lainnya.
Penggambaran obyek di peta dilakukan dengan memberikan tanda atau warna tertentu untuk masing-masing obyek atau legenda yang digambarkan.

Keterlibatan masyarakat
Masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang bentangan alam atau landscape (Ijdoprelaurli dalam bahasa Papasena) yang mereka tempati sehingga mereka sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan peta. Pemetaan sumber daya alam wilayah desa dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan berpatokan pada copian peta dasar hasil pemotretan citra satelit dan mereka mengisi bagian yang kosong pada peta dasar. Ada empat kelompok yang dibentuk untuk membuat peta tersebut yaitu kelompok laki-laki tua, laki-laki muda, perempuan tua dan perempuan muda. Masing-masing kelompok mengeluarkan peta yang hampir sama.

Keempat peta awal tersebut kemudian digabungkan menjadi satu. Kegiatan ini merupakan suatu proses yang rumit karena peta-peta dasar hanya memiliki sedikit titik-titik referensi (sungai Mamberamo, sungai Tariku dan sungai Taritatu; serta beberapa danau/ telaga), sedangkan setiap kelompok kemudian menambahkan sungai-sungai kecil yang berlainan di wilayah mereka bersama dengan tempat-tempat dan sumber-sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Proses penggabungan semua informasi tersebut melibatkan banyak anggota masyarakat untuk beberapa hari dan kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan pengecekan silang dan memperbaiki informasi. Kegiatan ini telah menunjukkan pengetahuan mereka yang mendalam tentang wilayah mereka.

Selanjutnya, beberapa pemuda desa menawarkan diri untuk menyempurnakan gambar peta terakhir. Hal ini merupakan aspek baru dari proses pemetaan. Peta tersebut memuat banyak simbol berwarna-warni yang mewakili berbagai sumber daya alam yang ada, dari dataran rendah berawa dekat desa hingga ke puncak gunung yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mencapainya. Masyarakat sangat bangga dengan produk tersebut, dan dipertimbangkan sebagai hasil yang penting dan berguna.

Peta hasil kerja masyarakat ini oleh mereka akan dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk menilai kebijakan pembangunan yang akan berdampak bagi lokasi-lokasi sumber daya alam mereka. Karena selain memuat sumber daya alam dan lokasi pencaharian mereka sehari-hari, peta ini juga memuat daerah-daerah yang menurut mereka adalah sacral dan khusus bagi kehidupan religius dan masa depan generasi mereka.

08 September 2005

Tips & Trik : Pemutih Gigi

( Kompas, Rabu 07 September 2005 )
Kalau boleh memilih, kita semua pasti lebih suka memiliki gigi putih menawan. Tak heran kalau hampir semua kemasan produk pasta gigi dilengkapi tulisan, "Memutihkan Gigi".

Biar nggak salah dalam memutihkan gigi, simak penjelasan berikut ini :
Bahan kimia apa sih yang digunakan untuk memutihkan gigi ?Pemutih yang dijual bebas atau digunakan oleh dokter gigi biasanya menggunakan bahan peroxide. Bahan ini akan masuk ke lapisan gigi dan membersihkan noda. Sedang pasta gigi tidak mengandung zat pemutih, ia hanya membersihkan kotoran, tetapi tidak akan mengubah warna email gigi. Kini beberapa produk pasta gigi mengandung dosis kecil peroxide.

Pasta gigi yang mengandung pemutih efektif nggak ?Not very well, karena gigi kita hanya kontak dengan bahan kimia itu saat kita menggosok gigi. Lagipula tercampur oleh air liur dan air saat kita berkumur. Butuh waktu yang lama untuk melihat hasil yang diinginkan.

Kalau produk pemutih gigi ?Beberapa produk dapat digunakan sendiri dengan cara yang sangat mudah. Kita bisa memilih peroxide dalam berbagai bentuk: Stips, Jel, Pulpen dan bantalan atau busa pelindung. Peroxide berbentuk strip, sangat kecil, hampir tidak kelihatan. Digunakan dua kali sehari selama 30menit dalam periode dua minggu. Yang bentuk jel, oleskan pada gigi dengan sikat kecil dua kali sehari dalam dua minggu. Pemutih berbentuk pulpen hampir sama. Sedangkan 'busa pelindung' bentuknya seperti bantalan yang diletakkan diantara gigi setelah gigi dioleskan peroxide. Alat ini bisa dibeli di dokter gigi atau toko obat. Semua jenis pemutih tadi cukup efektif memutihkan gigi, tetapi jika tak cocok bisa berakibat iritasi pada gusi.

Bagimana dengan dokter gigi ?Dokter gigi akan menggunakan peroxide dalam dosis lebih banyak, terkadang memakai laser untuk mempercepat pemutihan. Bantalan atau busa pelindung yang digunakan juga disesuaikan dengan kondisi gigi tiap orang. Selain itu dokter akan menjaga agar gusi kita tidak iritasi dibanding kalau kita menggunakan pemutih sendiri di rumah. Pemutihan yang dilakukan di dokter gigi mungkin yang paling aman dan efektif, tapi tentu saja harganya mahal.

Gigi yang ditambal bisa diputihkan?Pemutih gigi tidak akan bekerja pada mahkota gigi atau gigi yang ditambal. Kita hanya bisa memutihkan gigi alami saja.

Apakah hasilnya bertahan lama ?Warna putih pada gigi akan pudar dalam sebulan, apalagi kalau sering minum kopi, teh, red wine, atau mengkonsumsi makanan yang meninggalkan noda pada gigi. Satu hal lagi, kalau kita merokok, gigi akan lebih cepat berubah warna.

Apa efek samping memutihkan gigi ?Pemutihan lama-lama akan membuat gigi lebih sensitif dan peroxide akan membuat gusi iritasi. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa kekuatan email gigi akan berkurang karena penggunaan bleaching atau pemutih secara berkala. Orang yang memiliki gigi sensitif dan penyakit gigi, serta gigi berlubang, tidak disarankan untuk melakukan pemutihan. (*/AN)

01 September 2005

Tips & Trik : Hipertensi, Hindari Vitamin C Effervescent

( Cenderawasih Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Siapa tak kenal vitamin C ? Hampir semua orang pernah mengkonsumsinya. Salah satunya, mengatasi sariawan. Yang mungkin kurang disadari, vitamin yang satu ini memiliki beberapa efek samping bagi tubuh. Memang, beberapa jenis obat-obatan diduga memilikt efek samping obat (ESO). Termasuk vitamin C. Menurut Dra. Budi Suprapti MSi Apt, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi vitamin C. Di antaranya, faktor usia user (pengguna). Anak-anak rupanya lebih rentan terkena ESO dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem metabolisme anak belum sempurna.

Perhatikan pula keadaan patologik atau kondisi tubuh. Misalnya, ada tidaknya gangguan saluran cerna, diabetes mellitus ataupun hipertensi pada orang yang akan mengonsumsi vitamin C. "Keadaan ini harus benar-benar diperhatikan, demi keselamatan pasien,"ujarnya dalam temu ilmiah Manajemen Efek Samping Obat di GSG RSAL dr. Ramelan Surabaya, beberapa waktu lalu.

Banyak orang berpikir, vitamin C sebagai obat bebas sah-sah saja dikonsumsi kapanpun. Karena itu, dianjurkan untuk mengetahui ESO dari vitamin C. Misalnya, vitamin C mempunyai sifat mengiritasi saluran cerna. Selain itu, bersifat sebagai bahan pereduksi yang dapat mempengaruhi tes gula darah. "Sehingga, penderita dia­betes mellitus harus berhati-hati terhadap efek samping vitamin ini," Ingat Prapti.

Pemakaian dosis besar juga akan meningkatkan produksi oksalat urin. Ini memacu terbentuknya batu ginjal. "Efeknya memang tidak langsung, tapi baru terasa 5 sampai 10 tahun mendatang," ungkap staf pengajar Farmasi FK Unair ini. Sedangkan vitamin C dalam sediaan effer­vescent atau obat yang dilarutkan dalam air, mengandung natrium bikarbonat dalam jumlah besar. Hal ini memungkinkan gangguan keseimbangan elektrolit. "Yang begini, berbahaya bagi penderita hipertensi."jelas Prapti. (kit)

Tips & Trik : Hipertensi, Hindari Vitamin C Effervescent

( Cenderawasih Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Siapa tak kenal vitamin C ? Hampir semua orang pernah mengkonsumsinya. Salah satunya, mengatasi sariawan. Yang mungkin kurang disadari, vitamin yang satu ini memiliki beberapa efek samping bagi tubuh. Memang, beberapa jenis obat-obatan diduga memilikt efek samping obat (ESO). Termasuk vitamin C. Menurut Dra. Budi Suprapti MSi Apt, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi vitamin C. Di antaranya, faktor usia user (pengguna). Anak-anak rupanya lebih rentan terkena ESO dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem metabolisme anak belum sempurna.

Perhatikan pula keadaan patologik atau kondisi tubuh. Misalnya, ada tidaknya gangguan saluran cerna, diabetes mellitus ataupun hipertensi pada orang yang akan mengonsumsi vitamin C. "Keadaan ini harus benar-benar diperhatikan, demi keselamatan pasien,"ujarnya dalam temu ilmiah Manajemen Efek Samping Obat di GSG RSAL dr. Ramelan Surabaya, beberapa waktu lalu.

Banyak orang berpikir, vitamin C sebagai obat bebas sah-sah saja dikonsumsi kapanpun. Karena itu, dianjurkan untuk mengetahui ESO dari vitamin C. Misalnya, vitamin C mempunyai sifat mengiritasi saluran cerna. Selain itu, bersifat sebagai bahan pereduksi yang dapat mempengaruhi tes gula darah. "Sehingga, penderita dia­betes mellitus harus berhati-hati terhadap efek samping vitamin ini," Ingat Prapti.

Pemakaian dosis besar juga akan meningkatkan produksi oksalat urin. Ini memacu terbentuknya batu ginjal. "Efeknya memang tidak langsung, tapi baru terasa 5 sampai 10 tahun mendatang," ungkap staf pengajar Farmasi FK Unair ini. Sedangkan vitamin C dalam sediaan effer­vescent atau obat yang dilarutkan dalam air, mengandung natrium bikarbonat dalam jumlah besar. Hal ini memungkinkan gangguan keseimbangan elektrolit. "Yang begini, berbahaya bagi penderita hipertensi."jelas Prapti. (kit)

Tips & Trik : Besi Juga Padatkan Tulang

( Cenderawasib Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Sudah banyak yang tahu, kalsium membantu tulang menjadi kuat. Namun, menurut Tufts University Health & Nutrition Letter, ada bahan lain yang juga berperan dalam pembentukan tulang. Bahan tersebut adalah besi. Dikatakan, besi berperan penting untuk kesehatan tulang karena membantu memproduksi kolagen di dalam tulang.

Meski begitu, efektivitas besi bergantung; pada asupan kalsium. Menurut pakar institusi tersebut, zat ini hanya efektif untuk menguatkan tu­lang ketika kalsium yang dikonsumsi berjumlah 800-1.200 miuigram.

Hal tersebut dibuktikan pada sebuah penelitian terhadap wanita menopause. Dalam studi tersebut diketahui, wanita yang mengkonsumsi sekitar 18 miligram zat besi dalam satu hari dengan asupan kalsium yang memadai, kepadatan tulangnya cukup baik. (jpnn)

Tips & Trik : Besi Juga Padatkan Tulang

( Cenderawasib Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Sudah banyak yang tahu, kalsium membantu tulang menjadi kuat. Namun, menurut Tufts University Health & Nutrition Letter, ada bahan lain yang juga berperan dalam pembentukan tulang. Bahan tersebujt_ adalah besi. Dikatakan, besi berperan penting untuk kesehatan tulang karena membantu memproduksi kolagen di dalam tulang.

Meski begitu, efektivitas besi bergantung; pada asupan kalsium. Menurut pakar institusi tersebut, zat ini hanya efektif untuk menguatkan tu­lang ketika kalsium yang dikonsumsi berjumlah 800-1.200 miuigram.

Hal tersebut dibuktikan pada sebuah penelitian terhadap wanita menopause. Dalam studi tersebut diketahui, wanita yang mengkonsumsi sekitar 18 miligram zat besi dalam satu hari dengan asupan kalsium yang memadai, kepadatan tulangnya cukup baik. (jpnn)

Tips & Trik : Hipertensi, Hindari Vitamin C Effervescent

( Cenderawasih Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Siapa tak kenal vitamin C ? Hampir semua orang pernah mengkonsumsinya. Salah satunya, mengatasi sariawan. Yang mungkin kurang disadari, vitamin yang satu ini memiliki beberapa efek samping bagi tubuh. Memang, beberapa jenis obat-obatan diduga memilikt efek samping obat (ESO). Termasuk vitamin C. Menurut Dra. Budi Suprapti MSi Apt, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi vitamin C. Di antaranya, faktor usia user (pengguna). Anak-anak rupanya lebih rentan terkena ESO dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem metabolisme anak belum sempurna.

Perhatikan pula keadaan patologik atau kondisi tubuh. Misalnya, ada tidaknya gangguan saluran cerna, diabetes mellitus ataupun hipertensi pada orang yang akan mengonsumsi vitamin C. "Keadaan ini harus benar-benar diperhatikan, demi keselamatan pasien,"ujarnya dalam temu ilmiah Manajemen Efek Samping Obat di GSG RSAL dr. Ramelan Surabaya, beberapa waktu lalu.

Banyak orang berpikir, vitamin C sebagai obat bebas sah-sah saja dikonsumsi kapanpun. Karena itu, dianjurkan untuk mengetahui ESO dari vitamin C. Misalnya, vitamin C mempunyai sifat mengiritasi saluran cerna. Selain itu, bersifat sebagai bahan pereduksi yang dapat mempengaruhi tes gula darah. "Sehingga, penderita dia­betes mellitus harus berhati-hati terhadap efek samping vitamin ini," Ingat Prapti.

Pemakaian dosis besar juga akan meningkatkan produksi oksalat urin. Ini memacu terbentuknya batu ginjal. "Efeknya memang tidak langsung, tapi baru terasa 5 sampai 10 tahun mendatang," ungkap staf pengajar Farmasi FK Unair ini. Sedangkan vitamin C dalam sediaan effer­vescent atau obat yang dilarutkan dalam air, mengandung natrium bikarbonat dalam jumlah besar. Hal ini memungkinkan gangguan keseimbangan elektrolit. "Yang begini, berbahaya bagi penderita hipertensi."jelas Prapti. (kit)

18 August 2005

Manca Negara Australia : Darah Buaya Penghasil Antibiotik Baru Yang Ampuh

(www.mediaindo.co.id, 17 Agustus 2005)
Ilmuwan di Australia utara yang beriklim tropis sedang mengumpulkan darah buaya dengan harapan dapat mengembangkan antibiotika yang ampuh bagi manusia, setelah sejumlah percobaan memperlihatkan sistem kekebalan reptil dapat membunuh virus HIV.
Sistem kekebalan buaya jauh lebih kuat ketimbang yang dimiliki manusia, mencegah penularan yang mengancam kehidupan setelah pertarungan memperebutkan wilayah kekuasaan yang liar yang kerap mengakibatkan hewan-hewan itu memiliki luka-luka menganga dengan banyak anggota tubuh yang terpotong.
"Mereka saling menghilangkan anggota tubuh di antara satu dan lainnya dan kendati kenyataannya mereka hidup dalam lingkungan yang penuh dengan mikroba, mereka dapat sembuh dengan amat cepat dan biasanya hampir selalu tanpa infeksi," kata ilmuwan AS Mark Merchant, yang sedang mengambil contoh-contoh darah buaya di Northern Territory.
Sejumlah pengkajian awal sistem kekebalan tubuh buaya pada 1998 mendapati bahwa beberapa protein (antibodi) dalam darah reptil membunuh bakteri yang resisten terhadap penisilin, seperti Staphylococcus aureus atau golden staph, kata ilmuwan Australia Adam Britton, Selasa.
Sistem kekebalan tubuh buaya juga menjadi pembunuh yang lebih kuat bagi virus HIV ketimbang sistem kekebalan tubuh manusia.
"Jika anda mengujicoba virus HIV dan menambahkan serum buaya ke dalam tabung yang memuat virus itu, akan ada dampak yang lebih besar ketimbang bila diberikan serum manusia. Serum buaya dapat membunuh jumlah organisme virus HIV yang lebih besar," kata Britton dari Taman Buaya Darwin, taman pariwisata dan pusat penelitian.
Britton mengatakan sistem kekebalan tubuh buaya bekerja dengan cara yang berbeda dengan sistem kekebalan manusia dengan menyerang secara langsung bakteri yang dalam waktu cepat infeksi terjadi di dalam tubuh.
"Buaya memiliki sistem kekebalan tubuh yang dapat digambarkan melekat pada bakteri dan merobek-robek bakteri serta menghancurkannya. Sama halnya dengan mengarahkan pistol ke kepala bakteri dan dan menarik pelatuknya," katanya.
Selama 10 hari terakhir, Britton dan Merchant dengan hati-hati mengumpulkan darah dari buaya yang dipelihara maupun buaya liar, juga jenis buaya di air asin maupun air tawar. Setelah menangkap seekor buaya dan mengikat moncongnya yang kuat, kedua ilmuwan itu mengekstrak darah dari pembuluh darah besar di belakang kepala buaya.
"Bagian itu dinamakan sinus, tepat di belakang kepala, dan (pengambilan contoh darah) dilakukan dengan amat mudah hanya meletakkan jarum di belakang leher dan menusuk bagian yang disebut sinus itu, kemudian anda akan dapat memperoleh darah dalam jumlah yang banyak dengan mudah," kata Britton.
Ilmuwan itu berharap dapat mengumpulkan cukup darah buaya untuk diisolasikan menjadi antibodi yang sangat kuat dan pada akhirnya dapat dikembangkan menjadi antibiotika yang dapat dimanfaatkan bagi manusia.
"Kita mungkin dapat memperoleh antibiotika yang dapat dikonsumsi secara oral, yang juga berpotensi menjadi antibiotika bagi luka-luka, misalnya luka akibat penyakit kencing manis (diabetes) dan pasien yang mengalami luka bakar yang kerap kulit mereka terkena infeksi maupun hal lain yang semacam itu," kata Merchant.
Kendati demikian, sistem kekebalan buaya mungkin juga menjadi amat kuat bagi manusia dan mungkin perlu disintesakan untuk keperluan konsumsi manusia.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapai pada sesuatu tahap yang dapat dipasarkan," kata Britton. (Ant/OL-03).

Manca Negara Australia : Darah Buaya Penghasil Antibiotik Baru Yang Ampuh

(www.mediaindo.co.id, 17 Agustus 2005)
Ilmuwan di Australia utara yang beriklim tropis sedang mengumpulkan darah buaya dengan harapan dapat mengembangkan antibiotika yang ampuh bagi manusia, setelah sejumlah percobaan memperlihatkan sistem kekebalan reptil dapat membunuh virus HIV.
Sistem kekebalan buaya jauh lebih kuat ketimbang yang dimiliki manusia, mencegah penularan yang mengancam kehidupan setelah pertarungan memperebutkan wilayah kekuasaan yang liar yang kerap mengakibatkan hewan-hewan itu memiliki luka-luka menganga dengan banyak anggota tubuh yang terpotong.
"Mereka saling menghilangkan anggota tubuh di antara satu dan lainnya dan kendati kenyataannya mereka hidup dalam lingkungan yang penuh dengan mikroba, mereka dapat sembuh dengan amat cepat dan biasanya hampir selalu tanpa infeksi," kata ilmuwan AS Mark Merchant, yang sedang mengambil contoh-contoh darah buaya di Northern Territory.
Sejumlah pengkajian awal sistem kekebalan tubuh buaya pada 1998 mendapati bahwa beberapa protein (antibodi) dalam darah reptil membunuh bakteri yang resisten terhadap penisilin, seperti Staphylococcus aureus atau golden staph, kata ilmuwan Australia Adam Britton, Selasa.
Sistem kekebalan tubuh buaya juga menjadi pembunuh yang lebih kuat bagi virus HIV ketimbang sistem kekebalan tubuh manusia.
"Jika anda mengujicoba virus HIV dan menambahkan serum buaya ke dalam tabung yang memuat virus itu, akan ada dampak yang lebih besar ketimbang bila diberikan serum manusia. Serum buaya dapat membunuh jumlah organisme virus HIV yang lebih besar," kata Britton dari Taman Buaya Darwin, taman pariwisata dan pusat penelitian.
Britton mengatakan sistem kekebalan tubuh buaya bekerja dengan cara yang berbeda dengan sistem kekebalan manusia dengan menyerang secara langsung bakteri yang dalam waktu cepat infeksi terjadi di dalam tubuh.
"Buaya memiliki sistem kekebalan tubuh yang dapat digambarkan melekat pada bakteri dan merobek-robek bakteri serta menghancurkannya. Sama halnya dengan mengarahkan pistol ke kepala bakteri dan dan menarik pelatuknya," katanya.
Selama 10 hari terakhir, Britton dan Merchant dengan hati-hati mengumpulkan darah dari buaya yang dipelihara maupun buaya liar, juga jenis buaya di air asin maupun air tawar. Setelah menangkap seekor buaya dan mengikat moncongnya yang kuat, kedua ilmuwan itu mengekstrak darah dari pembuluh darah besar di belakang kepala buaya.
"Bagian itu dinamakan sinus, tepat di belakang kepala, dan (pengambilan contoh darah) dilakukan dengan amat mudah hanya meletakkan jarum di belakang leher dan menusuk bagian yang disebut sinus itu, kemudian anda akan dapat memperoleh darah dalam jumlah yang banyak dengan mudah," kata Britton.
Ilmuwan itu berharap dapat mengumpulkan cukup darah buaya untuk diisolasikan menjadi antibodi yang sangat kuat dan pada akhirnya dapat dikembangkan menjadi antibiotika yang dapat dimanfaatkan bagi manusia.
"Kita mungkin dapat memperoleh antibiotika yang dapat dikonsumsi secara oral, yang juga berpotensi menjadi antibiotika bagi luka-luka, misalnya luka akibat penyakit kencing manis (diabetes) dan pasien yang mengalami luka bakar yang kerap kulit mereka terkena infeksi maupun hal lain yang semacam itu," kata Merchant.
Kendati demikian, sistem kekebalan buaya mungkin juga menjadi amat kuat bagi manusia dan mungkin perlu disintesakan untuk keperluan konsumsi manusia.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapai pada sesuatu tahap yang dapat dipasarkan," kata Britton. (Ant/OL-03).

17 July 2005

Tips & Trik : Solusi Alami Agar Saraf Sehat

( Kompas, Jumat, 16 Juli 2004 )
Gejala rasa lelah berlebihan, pegal-pegal, disertai kram otot dan kesemutan, sering timbul akibat aktivitas berlebihan. Namun, keluhan itu bisa jadi merupakan sinyal alami tubuh yang mengalami kekurangan vitamin neurotropika. Istirahat cukup dan mengatur makanan kaya vitamin B kompleks menjadi bagian solusinya.

Sesaat setelah bangun tidur di pagi hari, Bagus (36 tahun) merasakan pegal-pegal, ngilu, serta kaku pada punggung dan kakinya. Kalau ia langsung bangkit dan jalan, kaki itu bahkan bakal mengalami kram dan kesemutan. Ia berusaha berpikir santai dan menganggapnya normal, akibat terlalu banyak berdiri dan seringnya menginjak pedal kopling di tengah kemacetan lalu lintas. Namun, keluhan itu kemudian tak kunjung mereda. Hanya sedikit berkurang jika waktu tidurnya ditambah. Tak ayal, keluhan di punggung dan kaki itu mengganggu aktivitasnya. Sesudah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter, ia mendapat penjelasan bahwa semua keluhannya itu merupakan manifestasi gejala dari gangguan ringan, seperti akibat sikap badan yang kurang tepat saat bekerja, cemas, tegang, depresi. Bisa juga karena tubuh mengalami kekurangan vitamin neurotropika, yang terdiri atas vitamin B1, B6, dan B12. Pegal-pegal dan ngilu itu disebabkan oleh ketegangan otot-otot leher, bahu, dan kaki akibat salah postur saat bekerja atau beban yang berlebihan pada kaki. Sikap tubuh yang salah waktu mengangkat benda berat misalnya, terlalu lama berdiri, atau habis mengendarai kendaraan bermotor dalam waktu lama.Pembentuk Sel DarahDr. Salim Harris, Sp.S(K), ahli saraf dari RS Medistra Jakarta menjelaskan bahwa timbulnya pegal-pegal, ngilu, dan kaku bisa disebabkan oleh beberapa hal. Beban yang terlalu berat pada bagian tubuh tertentu bisa jadi penyebab utama. Adanya penekanan, jeratan, maupun gesekan, atau disebut unsur mekanik, juga memberi peluang terjadinya keluhan tadi. Unsur nonmekanik di sini adalah infeksi, intoksikasi, proses imunologik, dan kemungkinan defisiensi vitamin B dan B kompleks atau neurotropika. Kita tahu bahwa jenis vitamin ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fungsi saraf. Pola makan buruk dan penurunan daya serap tubuh menyebabkan terjadinya defisiensi vitamin neurotropika. Penurunan daya serap ini biasa dialami oleh mereka yang berusia 35 tahun ke atas. Ahli gizi dari Klinik Nutrifit Jakarta, Dr. Samuel Oetoro, MS., menjelaskan bahwa komponen pokok bagi penyediaan energi atau tenaga untuk gerak tubuh adalah glukosa (zat gula) dan karbohidrat. "Dalam proses biokimia terjadi pemecahan glukosa. Vitamin B berperan penting sebagai katalisator untuk mengubah glukosa menjadi energi," katanya. Jika pasokan vitamin B kurang, tentu proses itu tidak bisa berlangsung lancar. Akibatnya, energi yang dihasilkan tentu tidak maksimal. "Aktualisasi dari keadaan itu adalah rasa mudah lelah, juga timbulnya keluhan fisik berupa pegal-pegal dan kaku sesaat setelah bangun tidur, terutama di bagian kaki," imbuhnya. Vitamin B juga dikenal sebagai penjaga nafsu makan serta pencegah anemia (kurang darah) dengan membentuk sel darah merah. Bila tubuh kekurangan vitamin B, otomatis jumlah sel darah merah pun bakal berkurang. Gejala yang mudah diamati dari anemia antara lain kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, dan murung. Sementara itu, vitamin B12 memiliki hubungan langsung dengan daya tahan tubuh karena berfungsi sebagai koenzim penting untuk sintesa DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru. Vitamin ini juga sangat penting guna mencegah kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan myelin. Karena peran pentingnya bagi kesehatan saraf itulah, vitamin B12 bersama vitamin B1 dan vitamin B6 disebut vitamin neurotropika. Risiko Defisiensi Kecukupan vitamin neurotropika akan membantu memelihara keutuhan dan kesehatan saraf, sehingga antaran rangsangan atau simpul-simpul ke pusat kendali tubuh dan otak akan bekerja maksimal. "Jika yang terjadi sebaliknya tentu akan mempengaruhi kerja sistem saraf, terutama di otak," ujar Dr. Samuel. Otak bersama sistem saraf secara alami menyediakan mekanisme pengendalian atas kegiatan sadar manusia (contohnya berpikir dan gerak seluruh anggota tubuh), juga kegiatan tak sadar (bernapas dan mencerna makanan). Saraf juga mencatat rangsangan seperti temperatur dan rasa nyeri, pegal-pegal, serta kaku. Jelasnya, di otak itulah terletak pusat ingatan, pengontrol nafsu makan, pengatur fungsi mental, suasana hati, gerak tubuh, serta siklus tidur dan bangun. Karena itu pula, menurunnya daya tahan tubuh, termasuk kemampuan gerak, menjadi salah satu indikasi adanya defisiensi vitamin B. Sumber alami vitamin neurotropika mudah dijumpai dalam makanan sehari-hari, di antaranya padi-padian (beras merah, gandum) termasuk sereal dan roti, sayur berdaun hijau, dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan lain-lain). Selain itu sediaan vitamin B juga banyak terdapat pada hati ayam dan sapi, telur, ragi, dan hasil olahan kedelai (tempe, tahu, susu). Dengan pola makan yang benar, yakni mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tubuh akan mendapatkan nutrisi yang cukup. Itu artinya setiap kali makan kita harus menyantap makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (karbohidrat yang mengandung serat dan zat gizi lainnya), vitamin serta mineral, protein, juga lemak. Tentu saja semua dalam jumlah yang cukup, sesuai kebutuhan tubuh. Sayang sekali saat ini tak mudah untuk mendapatkan makanan segar alami yang berkualitas tinggi. Proses penanaman, pemanenan, penyimpanan, perlakuan saat pengolahan, dapat menyebabkan berkurangnya kandungan gizi dalam bahan pangan. Jadi, meskipun Anda sudah menjalankan pola makan yang benar, masih ada kemungkinan untuk mengalami defisiensi vitamin maupun mineral."Khusus pada lansia, secara alami tubuhnya akan mengalami penurunan dalam penyerapan vitamin dan mineral, sehingga berisiko mengalami defisiensi,'' sebut Dr. Samuel. Pada kondisi-kondisi semacam itu, penggunaan suplemen vitamin dapat dipertimbangkan. Menurutnya, suplemen akan efektif jika seseorang memang membutuhkan, sebagai pelengkap atau mengatasi kekurangan akibat asupan vitamin dari makanan alami tidak terpenuhi. @ Lalang Ken Handita

08 July 2005

Tips & Trik : Makan Di Restoran Saat Berdiet ? Tak Masalah !

( Kompas, 07 Juni 2005 )
Meskipun kini Anda sedang menjalankan diet, bukan berarti Anda tidak bisa menikmati hidangan 'luar' bersama teman-teman atau relasi.

Asal Anda pintar mengendalikan diri, maka program diet Anda tak akan mungkin terganggu. Caranya?

- Pilih makanan dari sayur atau ikan laut yang diolah dengan cara dikukus atau direbus. Hindari daging berlemak dan makanan yang digoreng dengan minyak atau mentega.
- Tanyakan mana menu yang tidak mengandung banyak lemak dan sedikit kandungan kalorinya.
- Jika perlu mintalah pada pelayan agar menu utama disajikan dalam porsi yang sedikit dikurangi atau setengahnya saja.
- Pilih hidangan penutup berupa aneka buah potong yang segar.
- Pilih salad berbahan sayuran dan buah segar tanpa topping seafood atau daging-dagingan dengan dressing minyak zaitun (french dressing).
- Jika mungkin, berbagilah makanan pembuka atau penutup dengan teman-teman Anda.
- Sebelum mulai makan, ada baiknya Anda minum segelas air putih dan menyantap sepotong buah segar.
- Jauhi minuman beralkohol, minuman bersoda, teh manis atau kopi sebelum bersantap.
- Jangan ragu untuk segera menghentikan acara makan dan jangan menunggu perut Anda kenyang. (
Conectique.com)

Tips & Trik : Makan Di Restoran Saat Berdiet ? Tak Masalah !

( Kompas, 07 Juni 2005 )
Meskipun kini Anda sedang menjalankan diet, bukan berarti Anda tidak bisa menikmati hidangan 'luar' bersama teman-teman atau relasi.

Asal Anda pintar mengendalikan diri, maka program diet Anda tak akan mungkin terganggu. Caranya?

- Pilih makanan dari sayur atau ikan laut yang diolah dengan cara dikukus atau direbus. Hindari daging berlemak dan makanan yang digoreng dengan minyak atau mentega.
- Tanyakan mana menu yang tidak mengandung banyak lemak dan sedikit kandungan kalorinya.
- Jika perlu mintalah pada pelayan agar menu utama disajikan dalam porsi yang sedikit dikurangi atau setengahnya saja.
- Pilih hidangan penutup berupa aneka buah potong yang segar.
- Pilih salad berbahan sayuran dan buah segar tanpa topping seafood atau daging-dagingan dengan dressing minyak zaitun (french dressing).
- Jika mungkin, berbagilah makanan pembuka atau penutup dengan teman-teman Anda.
- Sebelum mulai makan, ada baiknya Anda minum segelas air putih dan menyantap sepotong buah segar.
- Jauhi minuman beralkohol, minuman bersoda, teh manis atau kopi sebelum bersantap.
- Jangan ragu untuk segera menghentikan acara makan dan jangan menunggu perut Anda kenyang. (
Conectique.com)

Tips & Trik : Makan Di Restoran Saat Berdiet ? Tak Masalah !

( Kompas, 07 Juni 2005 )
Meskipun kini Anda sedang menjalankan diet, bukan berarti Anda tidak bisa menikmati hidangan 'luar' bersama teman-teman atau relasi.

Asal Anda pintar mengendalikan diri, maka program diet Anda tak akan mungkin terganggu. Caranya?

- Pilih makanan dari sayur atau ikan laut yang diolah dengan cara dikukus atau direbus. Hindari daging berlemak dan makanan yang digoreng dengan minyak atau mentega.
- Tanyakan mana menu yang tidak mengandung banyak lemak dan sedikit kandungan kalorinya.
- Jika perlu mintalah pada pelayan agar menu utama disajikan dalam porsi yang sedikit dikurangi atau setengahnya saja.
- Pilih hidangan penutup berupa aneka buah potong yang segar.
- Pilih salad berbahan sayuran dan buah segar tanpa topping seafood atau daging-dagingan dengan dressing minyak zaitun (french dressing).
- Jika mungkin, berbagilah makanan pembuka atau penutup dengan teman-teman Anda.
- Sebelum mulai makan, ada baiknya Anda minum segelas air putih dan menyantap sepotong buah segar.
- Jauhi minuman beralkohol, minuman bersoda, teh manis atau kopi sebelum bersantap.
- Jangan ragu untuk segera menghentikan acara makan dan jangan menunggu perut Anda kenyang. (
Conectique.com)

20 May 2005

Tips & Trik : Anak Kejang, Waspada Tetanus

(Cenderawasih Pos, 19 Mei 2005)
KEJANG pada anak bisa disebabkan beberapa hal. Bisa karena suhu tubuhnya meningkat sangat tinggi, bisa juga karena suatu infeksi. Jika dise­babkan oleh infeksi, bisa saja kejang tersebut dise­babkan tetanus ataupun radang selaput otak. Karena itulah, penting bagi kita untuk mengamati pola kejangnya, sebagai deteksi awal kedua penyakit tersebut.

"Perhatikan ada tidaknya tangis melengking tiba-tiba dari si kecil," ujar dr Risa Etika SpA. Kemudian, lihat ada tidaknya tremor (gemetaran) serta kaku seluruh badan. Tak ketinggalan, perlu dilihat juga ada gerak yang tidak terkendali dari mulut maupun mata si anak atau biasa-biasa saja.

"Perlu dilihat, mulut anak dalam keadaan mecucu atau tidak. Mulut yang mecucu merupakan tanda khas tetanus. Jadi perlu diwaspadai," terang spesialis anak dari RS Surabaya Medical Service ini.

Kalau misalnya tanda-tanda tersebut muncul, . maka harus dicuriga si kecil mengalami tetanus ataupun radang selaput otak. Yang tak kalah penting, amati ketika kejang. Anak dalam keadaan sadar atau tidak. Kalau anak dalam keadaan tidak sadar, berarti sudah terjadi suatu proses di dalam otaknya sehingga bisa mengganggu kesadarannya.

Karena itu, jika anak sampai kejang dengan gejala-gejala semacam itu, harus segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera. "Ini penting, sebab penanganan sesegera mungkin akan berpengaruh terhadap keberhasilan terapinya," tegasnya. (jpnn)

19 May 2005

Tips & Trik : Minyak Ikan dan Sayur Cegah Serangan Jantung

( Cenderawasih Pos, Rabu 18 Mei 2007 )
MINYAK ikan dan minyak sayur diya-kini dapat membantu menjaga resiko serangan jantung pada pria dan wanita dewasa. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang menyatakan mengkonsumsi asam lemak omega 3 yang bersumber dari minyak ikan dan minyak sayur setiap hari diyakini dapat dengan cepat mengurangi resiko serangan jantung mendadak.

Menurut sebuah tim penelitian dari Atlanta, Boston dan Meksiko kunci utama detak jantung yang sehat atau yang dikenal dengan heart rate variability (HRV) berkembang cepat dan baik pada mereka yang berumur 60 tahun atau lebih setelah mengkonsumsi suplemen minyak ikan dan minyak sayur. Penelitian yang dimuat dalam terbitan
Chest edisi April ini berharap suplemen minyak ikan dan sayur bisa menjadi ingredient utama bersama olahraga, manajemen stress, penurunan berat badan dan kebiasaan tidur sehat untuk menjaga dan memelihara fungsi jantung yang sehat di "usia emas."

Namun demikian kepala penelitian Dn Fernando Holguin dari Emory University School of Medicine, di Atlanta menegaskan perlu adanya penelitian lebih jauh daii mengingatkan tak seorangpun perhi bergegas pergi ke toko obat untuk membeli minyak ikan atau minyak sayur.(int)

25 April 2005

Tips & Trik : Buah dan Sayur Pengganti Suplemen

( D_Net, Rabu 24 April 2005 )
Mungkin setiap hari Anda meminum suplemen untuk kesehatan. Suplemen memang baik untuk kesehatan, namun mengapa tidak mencoba untuk menggantikanya dengan jenis makanan yang memiliki khasiat yang sama fungsinya meskipun tidak mungkin untuk memenuhi semua nutrisi dengan makanan alami. Perlu Anda ketahui bahwa makanan memberikan lebih banyak keuntungan kesehatan jangka panjang dibanding suplemen yang biasa Anda asup. Berikut beberapa jenis makanan yang memiliki nutrisi bagi kesehatan jangka panjang. Hal terbaik dari makanan ini adalah disamping enak rasanya juga mudah didapat karena banyak tersedia. Apel Buah kaya serat ini tidak hanya dapat menurunkan kolesterol tetapi juga membantu mencegah kanker. Jadikan apel snack sehari-hari karena buah berkalori rendah ini telah terbukti dapat melindungi dari penyakit jantung dan kanker paru-paru. Blueberry Menurut suatu penelitian yang telah dilakukan di Tuft University, aktivitas antioksidan dari bluberry secara konsisten lebih dari jenis buah-buahan dan sayuran lain. Anthocyanin memberikan blueberry pigment biru pekat yang muncul sebagai satu pilihan makanan yang paling sehat dalam mengurangi ketuaan. Penelitian di Jepang menunjukkan blueberry dapat mencegah penglihatan yang lemah juga mengandung potassium dan vitamin C yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Bluberry segar dapat menbantu melindungi dari serangan jantung, penglihatan lemah dan penuaan. Brokoli Brokoli mengandung zat anti kanker termasuk vitamin C, beta karotin dan fiber. Brokoli juga kaya phytochemicals yang memberikan perlindungan terhadap kanker tertentu dan penyakit jantung. Selain itu, Brokoli juga membantu menyembuhkan diabetes karena kandungan serat yang tinggi. The University of California's Wellness Letter menunjukkan brokoli banyak mengandung kalsium seperti susu yang penting dalam membentuk dan memelihara tulang. Wortel Penelitian menunjukkan bahwa wortel adalah makanan yang mengandung carotenoids tinggi, seperti beta karotin yang dapat menurunkan resiko kanker dan penyakit jantung. Wortel yang tua banyak mengandung beta karotin dibanding yang muda. Bawang Bawang tidak hanya memberikan aroma pada makanan, ternyata bawang juga memberikan nutrisi bagi kesehatan, seperti antioksidan yang disebut quercetin, juga ditemukan pada apel. Antioksidan ini membantu memperlambat kerusakan oksidatif terhadap sel dan jaringan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan quercetin memiliki pengaruh terhadap banyak penyakit seperti kanker payudara, ovarium, usus, dan paru-paru. Bayam Sayuran berdaun hijau ini adalah sumber lutein dan folate yang keduanya melindungi dari penyakit jantung dan kecacatan saat melahirkan. Lutein juga mengurangi resiko berkembangnya katarak. Tomat Penemuan dalam penelitian di Harvard Univesity menyatakan tomat adalah makanan yang memiliki keuntungan menurunkan resiko kanker protatat karena tomat mengandung suatu carotenoid yang disebut lycopene yang dihubungkan menurunkan kanker prostat pada pria dan kanker payudara pada wanita

23 March 2005

Artikel : Identifikasi Peluang Pengembangan Usaha Ekonomi Berbasis Masyarakat Di Desa Papasena I Dan Kwerba Mamberamo

(CII Papua Program, 22 Maret 2005)
Penulis, Yoseph Watopa, Mamberamo Field Coordinator CII Papua Program

Disadari bahwa pemenuhan kebutuhan dasar manusia sangat penting guna menunjang aktivitas manusia termasuk aktivitas konservasi. Tiap-tiap wilayah yang masuk dalam areal konservasi tentunya berbeda karakteristiknya termasuk perbedaan karakteristik ekonomi, social, budaya. Itu sebabnya perlu pendekatan yang berbeda pada tiap wilayah sehingga paling tidak akan memberikan dampak yang secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat diwilayah tersebut.

Tulisan ini mencoba untuk melihat lebih
dekat peluang-peluang kegiatan ekonomi produktif di tingkat local pada desa Papasena I dan desa Kwerba. Data-data yang digunakan adalah data hasil kegiatan Sosial Feasibility Study dan Kegiatan Multidisciplinary Landscape Assessment, yang telah dilakukan di dua desa tersebut dan juga data hasil observasi melalui kunjungan beberapa kali pada desa-desa tersebut.

Peningkatan pendapatan masyarakat akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan akan aktivitas lainnya, oleh kaena itu perlu dicari cara pengelolaan yang sustainable sehingga tidak mengurangi populasi dan merusak ekosistem, tetapi juga dapat memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat.

Pada kedua desa ini terda
pat pasar tradisional dan beberapa warga yang memiliki kios sederhana dirumah-rumah mereka. Hal ini menunjukan adanya perputaran uang telah berlaku di desa-desa ini. Selain itu adanya ada beberapa warga yang berdagang keluar wilayah desa dengan membawa hasil tangkapan mereka ke pasar kecamatan dan bahkan ke Jayapura. Hasil alam yang dijual keluar biayasanya adalah kulit buaya dengan ukuran yang telah disepakati oleh FAO dan pelampung ikan sembilang. Pendapatan yang diperoleh dari hasil jualan kulit buaya dan pelampung ikan cukup tinggi.

1. Kondisi Desa
A. Desa Papasena I

Desa Papasena I menjadi desa administrative tahun 1971 dengan jumlah penduduk 377 jiwa atau 80 KK. Desa Papasena I termasuk dalam Distrik Mamberamo Hulu Kabupaten Sarmi. Ada lima (5) Suku yang mendiami wilayah desa Papasena ini yaitu : Suku Wardargo dengan marga utamanya adalah Dude I, Suku Kwaketai dengan marga utamanya adalah Dude II, Suku Batero dengan marga utamanya adalah Kawena, Suku Kawita dengan marga utamanya adalah Khu dan Suku Pokhourta dengan marga utamanya adalah Ewey sebagai pemilik utama hak ulayat di Desa Papasena. Mata pencaharian utama adalah bercocok tanam, berburu dan meramu secara tradisional.

Suku-suku yang mendiami wilayah Papasena umumnya mempunyai sejarah dan asal-usul yang berbeda, namun setelah lama
tinggal bersama-sama maka merekapun kini telah menggunakan satu bahasa saja yaitu bahasa Papasena untuk berkomunikasi. Masyarakat masih memegang adat istiadat mereka, hal ini dapat terlihat dari sistim perkawinan yaitu sistim perkawinan tukar dan sistim kepercayaan tradisional mereka tentang penguasa alam sekitar mereka. Sebagian besar penduduk desa Papasena I bekerja sebagai petani dan berburu buaya dan menjual pelampung ikan. Dari hasil kuisionier dan wawancara diketahui bahwa penghasilan atau pendapatan masyarakat diperoleh dari mencari ikan dan pelampung ikan, menjual hasil kebun dan menjual kulit buaya. Dicatat pula ada 3 keluarga yang membuka kios dengan menjual beberapa barang kebutuhan sehari hari seperti garam, gula, rokok dan alat pancing seperti nilon dan kail.

Jumlah KK keseluruhan adalah 80 KK namun dalam pembagian menurut mata pencahariannya, ada yang bekerja lebih dari satu. Dalam proses ini hanya didata jumlah KK yang fokus pada salah satu mata pencaharian utama, sehingga totalnya 63 KK. Selain itu saat pengambilan data beberapa penduduk sedang berada di tempat mencari.

B. Desa Kwerba
Desa Kwerba merupakan desa
terakhir dari Kecamatan Mamberamo Tengah yang berbatasan dengan Desa Sikari di kecamatan Mamberamo Hulu. Secara administratif Desa Kwerba belum menjadi Desa dan masih termasuk dalam administrasi desa Burumeso Distrik Mamberamo Tengah.

Desa Kwerba berada pada kaki Pengunungan Foja dan merupakan satu-satunya desa terdekat dengan Pegunungan Foja. Tepat didepan desa Kwerba terbentang aliran sungai Mamberamo yang penuh dengan jeram, daerah ini dinamakan ”Batavia”. Selama musim hujan, perahu motor dapat mencapai pusat desa, namun ketika musim kemarau, dari Juni hingga Oktober, perahu semacam itu tidak dapat masuk melebihi mulut sungai Wiri. Dari sana dibutuhkan 45 menit sampai satu jam untuk berjalan kaki melewati beberapa bukit dan sungai kecil untuk mencapai areal pemukiman di pusat desa.

Penduduk desa Kwerba berjumlah 354 jiwa dengan 54 KK, semuanya telah tinggal dan menetap hidup sebagai masyarakat Kwerba. Dalam tatanan marga Kwerba terdapat 8 Marga yang berbeda dengan penggunaan lahan secara bersama-sama, dengan tidak melihat siapa sebagai pemilik tepat utama. Lokasi yang sekarang dijadikan desa adalah milik suku Maner yang datang dari gunung Foja. Suku besar lainnya adalah suku Tawane, Haciwa dan Meob.

Sama seperti desa lainnya di Mamberamo, masyarakat Kwerba mengenal budaya system perkawinan tukar. agama Kristen dominan di
anut oleh mereka walaupun ada beberapa warga yang masih menganut kepercayaan terhadap alam semeseta.
Beda dengan daerah Papasena, masyarakat Kwerba yang bermukim di daerah pegunungan lebih sering melakukan aktivitas berburu. Wa
lalupun mereka ada juga yang berkebun namun dalam skala kecil.

Penghasilan mereka berasal dari berburu, berkebun dan mencari ikan. Hasil buruan berupa daging babi, kasuari, laolao. Hasil kebun berupa ubi, pisang dan sayur. Ada juga beberapa warga yang bekerja sebagai mantri dan guru bantu serta pedagang kios. Pendapatan tunai penduduk lebih sering diperoleh dari hasil buruan dengan menjual burung cenderawasih, kakak tua dan kulit buaya.

2. Identifikasi Kegiatan Ekonomi Mas
yarakat
Untuk memperoleh pendapatan tunai, ada beberapa kegiatan pemanfaatan sumber alam yang dilakukan oleh masyar
akat. Dari hasil identifikasi melalui kegiatan MLA pengamatan langsung dan observasi yang dilakukan di kedua desa ini, dapat ditunjukkan beberapa kegiatan pemanfaatan hasil alam yang jika dikelola dengan baik akan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang bersifat komunal bagi masyarakat guna peningkatan kesejahteraan.




3. Pemasaran
Pemasaran kulit buaya dan pelampung ikan dilakukan dengan cara :

  • Dari masyarakat ke pedagang pengumpul di Mamberamo yang berlokasi di Kecamatan dan pos-pos mencari. Di Mamberamo harga jual untuk pelampung ikan 1 kg Rp. 45.000 sedangkan di Jayapura 1 kg seharga Rp.90.000. Harga Jual kulit buaya di Mamberamo dan di Jayapura tidak mengalami perbedaan yaitu 1 inchi seharga Rp. 16.000.
  • Masyarakat menjual langsung ke Jayapura. Untuk menjual langsung ke Jayapura perlu biaya transportasi dan perhitungan jumlah hasil jualan yang matang dari masyarakat untuk mengembalikan biaya transportasi.
4. Kendala dan Potensi
Transportasi merupakan faktor penghambat dalam proses pemasaran hasil alam yang dilakukan oleh masyarakat pada kedua desa, baik dari segi jumlah alat transportasi maupun biaya sangat mempengaruhi.

Kedua desa masing-masing telah memiliki perahu motor milik desa, namun harga bensin yang cukup tinggi (1 liter Rp. 10.000, sampai Rp. 20.000) membuat mereka harus menunggu sampai beberapa orang untuk dapat menggunakan perahu bersama sehingga dapat menanggulangi harga bensin. Selain itu transportasi dengan menggunakan pesawat Cessna hanya dapat dilakukan jika pesawat sedang mengantar penumpang yang turun di desa dan itupun jarang dan hanya dapat dilakukan oleh beberapa orang saja.

Kendala lainnya adalah jiwa usaha yang masih rendah. Perlu dibina bagaimana memutar hasil jualan untuk memperoleh kembali modal usaha dan laba. Hal ini perlu bagi mereka sehingga sedikitnya dapat merubah pola hidup dari subsisten ke pola hidup yang sedikit maju.

Tersedianya sumber alam yang melimpah merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Dengan melakukan diversivikasi usaha seperti pelampung/perut ikan yang diambil, dagingnya dapat dibuat ikan asin, abon ikan atau pakan ternak. Juga kulit buaya yang diambil, dagingnya bisa dibuatkan dendeng. Selain itu upaya untuk membentuk kelompok usaha dapat dilakukan dengan pembinaan beberapa warga masyarakat yang dilihat telah memiliki jiwa usaha. Potensi yang tak kalah penting adalah peluang untuk membangun mitra usaha antara masyarakat dengan pemerintah daerah dan pengusaha yang ada disekitar wilayah Mamberamo dengan system pendampingan usaha pada kelompok-kelompok usaha di masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kompensasi moral kepada masyarakat yang sumber daya alamnya telah dimanfaatkan lembaga-lembaga yang bergerak di Mamberamo.

5. Kesimpulan
Penduduk desa Papasena I dan desa Kwerba memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Kulit buaya dan pelamung ikan sembilang adalah sumber daya alam yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai model usaha bersama dalam bentuk kelompok-kelompok usaha. Pendapatan tunai yang diperoleh cukup besar tergantung dari volume penjualan per bulan. Hal ini dilihat sebagai peluang yang dapat dikembangkan dan kelola secara baik bagi kelompok usaha masyarakat. Diperlukan pendampingan-pendampingan usaha kepada masyarakat, perlu dipikirkan proses pemasaran yang lancar untuk memudahkan masyarakat menjual hasil usaha mereka.

22 March 2005

Tips & Trik : Aneka Cara Hilangkan Zat Berbahaya dalam Air

(Media Indonesia, 21 Maret 2005)
BANYAK teknologi digunakan untuk menghilangkan limbah organik dan nonorganik pada air baku air minum. Teknologi yang biasa digunakan masyarakat, antara lain biofiltrasi, ultrafiltrasi, air heksagonal, ozon, dan sebagainya.

Menurut ahli air Arie Herlambang, ultrafiltrasi maupun ozon merupakan salah satu teknologi untuk mensterilkan air minum dari bahan-bahan organik dan nonorganik. ''Bakteri patogen, senyawa kimia dibunuh melalui sinar ultra violet kemudian disempurnakan dengan ozon.''
Teknologi semacam ini juga dilakukan pada daerah bencana alam, seperti di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Karena penduduk di sana membutuhkan air siap minum. Melalui teknologi ozon, pengeboran dilakukan sampai ditemukan air tanah. Kemudian alat produksi air bersih dipasangkan di dekat galian yang dilengkapi dengan selang dan pompa. Air tanah yang disedot ke atas langsung diproses melalui alat tersebut kemudian melalui penyinaran sinar ultra violet dan ozon.

''Bisa saja disedot kemudian langsung dibagikan ke masyarakat untuk dimasak. Tetapi air tersebut masih kotor sementara masyarakat butuh air siap minum hari itu juga.''
Sedangkan air heksagonal yang saat ini dipasarkan di masyarakat merupakan teknologi air minum menggunakan gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik menghasilkan molekul air dengan rangkaian heksagonal (segi enam) yang identik dengan molekul cairan dalam sel tubuh.
Para ahli terapi air berpendapat perbedaan rangkaian molekul memengaruhi kemampuan penyerapan oleh sel tubuh. Rangkaian molekul mikro heksagonal mudah diserap, sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan.

''Namun, air heksagonal ini sangat tergantung dengan elektromagnetik. Apabila medan magnet rusak karena aus atau hal lain, tentunya air itu tidak bisa dibuat heksagonal. Untuk masyarakat padat seperti di Indonesia teknologi ini kurang efisien,'' ujar Arie.

Teknologi lain adalah biofiltrasi, yaitu menggunakan alat biofiltrasi terbuat dari plastik berbentuk kubus. Alat ini merupakan lembaran-lembaran plastik bergelombang kemudian disusun berlapis hingga tebal menyerupai kubus. Menurut Arie, untuk keperluan rumah tangga dibutuhkan satu kubik bioflitrasi.

''Biofiltrasi merupakan teknologi untuk menyaring limbah organik dan nonorganik yang larut di dalam air. Selama ini orang sibuk mematikan bakteri dan patogen lainnya dengan kaporit, khlor atau oksidator lainnya. Namun, senyawa kimia lainnya masih larut di dalam air. Besi, deterjen, nitrit, THMs masih ada di dalam air bersih.''

Alat tersebut diletakkan di dalam sumber air. Saat air mengalir maka limbah-limbah organik dan nonorganik akan menempel ke biofiltrasi. Alat tersebut bisa digunakan sampai bertahun-tahun lamanya. ''Ini upaya untuk mengendalikan penggunaan khlor berlebihan. Di samping itu, limbah organik ini nantinya berbentuk lumpur dan bisa dibersihkan suatu saat.''

Menurut Arie, saat ini instalasi air minum di Cilandak telah menggunakan biofiltrasi tersebut. Diakuinya, harga teknologi biofiltrasi bervariasi. Tergantung dari bahan dan bentuknya, mau yang seperti bola atau bantal. Harganya berkisar dari Rp800 ribu sampai Rp2,8 juta per kubiknya. Namun, biofiltrasi ini jauh lebih aman dibandingkan penggunaan zat kimia sebagai oksidator untuk membunuh bakteri.

Cara lain yang digunakan adalah menggunakan batu-batuan yang ditanam di pusat air dengan tujuan untuk menghambat limbah organik dan nonorganik masuk ke air minum. ''Kalau dulu orang memakai arang, tetapi ini sangat riskan. Arang mudah pecah dan larut. Sebaiknya batu lebih baik. Sebetulnya cara alamiah dengan menggunakan bahan alam jauh lebih aman bagi kesehatan,'' kata Nusa Idaman Said. (Nda/V-1)

15 March 2005

Tips & Trik : Lidah Buaya, Atasi Serangan Jantung dan Diabetes

(Sumber : Tabloid Senior, kamis 14 Maret 2005)
Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung. Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian. Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan Kesehatan Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. "Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal," katanya.Mengandung AntioksidanMenurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc. "Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan," ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif. Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik. Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. "Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit," katanya.Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak."Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya," lanjutnya.@ Suharso Rahman
Ramuan Lidah Buaya
Radang tenggorokan Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.Ambeien Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari. Sembelit Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari. Diabetes melitus Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.Penurun kadar gula darah Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.Penyubur rambut Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.Batuk (yang membandel) Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari. @

11 March 2005

Jayapura : Dinas Peternakan Fokuskan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

( Cenderawasih Pos, Kamis 10 Maret 2005 )
Sebagai salah satu wujud pemberdayan ekonomi yang berbasis kerakyatan, anggaran 2005 ini, Dinas Peternakan Provinsi Papua akan memberikan prioritas terhadap pengembangan bibit sapi bakalan dan sapi bibit.

Pengembangan ekonomi kerakyatan ini akan terfokus ke program agrobisnis, yang sepenuhnya memberikan kepercayan kepada masyarakat petani sebagai pelaku utama untuk mengelola bantuan bibit ternak itu.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Papua, drh. Didik Radjasa, M.MT mengatakan, selain itu pada anggaran ini, pihaknya akan mengembangkan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan secara langsung melalui bantuan bibit babi, bibit kelinci, dan lebah madu.

"Program yang kami buat terfokus pada program agrobisnis melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Namun rencana anggaran sebesar Rp 11 milliar yang akan diberikan melalui belanja langsung dan belanja tidak langsung, tentunya akan melibatkan masyarakat peternak dengan pola penanganan secara agrobisnis, ujarnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9./3) kemarin.

Dijelaskan, pemberian bantuan usaha ke petani ternak ini tentu dengan syarat-syarat tertentu. "Program 2005 ini tidak langsung diberikan begitu saja kepada masyarakat, namun harus melalui survei dilapangan dimasing-masing kabupaten / kota,"tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, khusus untuk kabupaten Waropen akan diberikan bantuan bibit sapi bakalan, bibit babi untuk Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Wamena, pengembangan bibit kelinci untuk Kabupaten Yakuhimo dan pengembangan lebah madu untuk Kabupaten Wamena, Yapen Waropen dan Kota Jayapura. (ito)

Jayapura : Budidayakan Sagu, Pemprov Lakukan Pemetaan Areal

( Cenderawasih Pos. Kamis 10 Maret 2005 )
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua Ir. Leo A. Rumbarar mengatakan, sebagai upaya untuk membudidayakan tanaman sagu di wilayah Papua, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua telah melakukan pemetaan areal sagu yang akan dijadikan sebagai lokasi pengembangan tanaman sagu.

"Sebenarnya potensi lahan sagu di wilayah Papua sangat luas arealnya. Hanya saja potensi lahan sagu itu belum di identifikasi secara baik mengenai lahan tanaman sagu tersebut. Tapi dari data yang ada, luas areal sagu yang ada diwilayah Papua sekitar 760 ribu hektar, yang tersebar di Wilayah Timur, Selatan, dan Utara,"katanya kepada Cenderwaih Pos, kemarin.

Terkait dengan hal itu, Pemprov Papua telah mengambi berbagai langkah teknis guna membudidayakan dan pengembangan tanaman sagu, diantaranya dengan melakukan pengolahan sagu dengan cara profesional lewat penyediaan berbagai peralatan penunjang.

Selain itu juga, pihaknya telah mengadakan semacam aksi gerakan atau kampanye masal bahwa sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Dengan begitu maka, masyarakat tidak harus menggantungkan dirinya kepada makanan pokok lain seperti beras.

"Untuk pembudidayaan tanaman sagu ini, TA 2004 lalu Pemprov telah memberikan bantuan kepada tiga kabupaten, yakni Yapen Waropen, Supiori dan Jayapura. Bahkan pada tahun ini juga pemerintah masih akan memberikan perhatian kepada kabupaten tersebut guna mendorong pengembangan produksi sagu lewat pengusaha-pengusaha atau pengrajin pembuatan kue / makanan sagu,"tandasnya.

Menurutnya, rupanya keberadaan tanaman sagu itu mulai diminati negara-negara dari kawasan Asia Pasifik. Bahkan mereka ini mulai tertarik untuk berinvestasi di Papua. Hal itu akan ditandai dengan akan diadakan seminar intenasional sagu yang akan di ikuti oleh negara-negara tersebut, guna kepentingan pengembangan sagu kedepan.

"Tanaman sagu ini perlu dikembangkan terus, sebab kalau tidak maka keberadaan tanaman sagu itu akan terancam punah, apalagi saat ini pola kehidupan masyarakat sudah mulai bergeser dan mulai meninggalkan makanan khasnya yakni sagu,"katanya. (mud)

10 March 2005

Papua : Mengenal Keragaman Hayati (Flora & Fauna) Papua

Dengan luas wilayah 421.981 km2 , Papua merupakan propinsi terluas di Indonesia. Lebih dari 250 suku bangsa yang memiliki tradisi bahasa dan budaya yang beragam hidup di Papua. Kawasan hutan di Papua seluas 42.148.100 hektar dan memiliki beragam flora dan fauna yang unik dan tidak terdapat di tempat lain di dunia.

Conservation International (CI) mulai aktif di Papua sejak tahun 1992, yaitu dalam kegiatan pemetaan hutan masyarakat di Asmat, dan membantu Yayasan Rumsram di Biak. Sebelum memulai kegiatan konservasi jangka panjang di Papua, CI mengadakan Lokakarya Penentuan Prioritas Kawasan Konservasi di Papua pada Januari 1997, di Biak.

Lokakarya tersebut menyimpulkan bahwa Papua memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan endemisitas yang tinggi dan unik. Perhitungan baru memperkirakan sekitar 20-25.000 spesies tumbuhan berkayu (55% endemik), 164 spesies mamalia (58% endemik), 329 spesies amphibia dan reptilia (35% endemik), 650 spesies burung (52% endemik), dan 1.200 spesies ikan laut. Diperkirakan ada sekitar 150.000 spesies serangga, dan ratusan spesies hewan avertebrata air tawar dan laut.
Ini berarti, Papua memiliki lebih dari separuh keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.
Kembali ke menu

Kumbang Biru ( Eulophis Geoffroyi )
Kumbang Biru ini termasuk dalam Leptoniidae yang merupakan genus satwa yang besar dipulau Irian (Papua). Beberapa spesies dari genus ini merupakan kumbang yang indah di dunia, termasuk genus Eupholus. Ada juga Spesies yang memiliki warna metalik dengan ukuran tubuh antara 18-23 mm.

Kumbang berhubungan erat tumbuhan, terutama tumbuhan berkayu. Hampir semua bagian tumbuhan merupakan makanan dan tempat peneluran kumbang, tapi kebanyakan merupakan atau akar. Umumnya kumbang dewasa adalah pemakan daun, sementara larvanya memakan akar dan batang tumbuhan. (sumber : Buku RAP, Mengenal Keragaman Hayati Irian Jaya, Conservation International Indonesia)

Jayapura : Tanaman Sagu Terancam Punah, Perlu Perhatian

( Papua Pos, Rabu 09 Maret 2005 )
Sagu merupakan makanan produksi di Papua, namun saat ini tanaman tersebut terancam punah akibat tidak adanya pembudidayaan (penanaman) kembali dari masyarakat. Hal itu dapat dilihat secara langsung di kebun-kebun sagu yang ada di daerah ini, dimana pada waktu lalu luas kebun sagu di Papua cukup luas namun saat ini kebun sagu sudah semakin sempit bahkan ada yang sudah dijadikan perkampungan.

Melihat hal itu, maka Pemerintah Provinsi Papua bekerja sama dengan lembaga penelitian pusat telah dilakukan berbagai kegiatan dalam mengantisipasi punah atau habisnya ladang-ladang sagu tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Ir. Leo. A. Rumbarar kepada Papua Pos mengatakan, untuk pembudidayaan tanaman sagu di Papua ini telah dilakukan pemetaan areal yang akan dijadikan pengembangan tanamam sagu, yaitu di bagian utara, selatan dan timur.

Kemudian lanjut Leo, pada bulan April akan ada seminar internasional yang akan diikuti oleh pakar dari seluruh dunia yang memberikan konsentrasi terhadap tanaman sagu dengan sasaran begaimana pengembangan industri sagu kedepan, selain itu juga Gebuernur Provinsi Papua memberikan perhatian kepada pengembangan tanaman sagu oleh masyarakat.

Bahkan kedepan pemerintah akan memberikan perhatian dalam pengembangan sagu dengan menyiapkan alat-alat produksi pengolahan sagu dan putihan sagu. Dan dalam bidang tanaman pemerintah akan membantu masyarakat dalam memberikan perhatian dalam pemupukan dan perluasan areal sagu.

Dikatakan, potensi lahan sagu di Papua cukup luas, namun kebun sagu rakyat yang ada belum teridentifikasi secara riil, tetapi potensi yang sebenarnya cukup luas, sekitar 760.000 ha yang tersebar di seluruh wilayah Papua Timur, Selatan maupun Utara. Oleh sebab itu Gubernur Provinsi Papua mengambil langkah-langkah untuk instansi teknis melakukan budidaya, juga untuk melakukan pengolahan secara profesional yang di back-up dengan pemberian peralatan, kemudian dengan mengadakan gerakan masal bahwa sagu adalah makanan pokok. Sehingga masyarakat tidak lagi tergantung dengan beras atau makanan lainnya.

Selain itu perlu dicarikan pasar yang jelas, sehingga sagu bisa di antar pulaukan dan dapat di jual di pusat-pusat perbelanjaan di seluruh wilayah Indonesia, hal ini yang belum dilakukan sehingga kedepan perlu disampaikan.

Dikatakannya, bahwa pada tahun lalu ada 3 kabupaten di Provinsi Papua yang di berikan bantuan oleh pemerintah Provinsi Papua, yaitu Yapen Waropen, Pupiori dan Jayapura, kemudian tahun ini masih akan di berikan, guna mendorong adanya produksi sagu putih dari pengrajin-pengrajin pengolahan makanan. (RP-02)

Sentani : Penanganan Cyclop Perlu Disosialisasikan

( Cenderawasih Pos, Rabu 09 Maret 2005 )
Keprihatinan terhadap kawasan Cagar Alam Cyclop ini, nampaknya juga menjadi perhatian serius dari pihak dewan. Menurut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Jayapura Achmad Jumadi Kamto, SPd, MPd, masalah penanganan kawasan cagar alam cyclop ini perlu sosialisasi dari sekarang kepada masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

"Ini memang perlu di sosialisasikan dan di komunikasikan secara baik dengan masyarakat, langkah-langkah yang mau di ambil maupun ketentuan yang harus ditaati masyarakat untuk melindungi cagar alam ini,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos.

Diakui bahwa apabila tidak dilakukan sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat sejak sekarang, dikhawatirkan kerusakan yang akan timbul akan semakin luas. Dampaknya, lanjut Jumadi, tidak hanya bagi masyarakat di kawasan kaki Gunung Cyclop saja melainkan seluruh masyarakat di kota maupun kabupaten Jayapura. Pasalnya kawasan Cagar Alam Gunung Cyclop saja melainkan seluruh masyarakat di Kota maupun Kabupaten Jayapura. Pasalnya kawasan Cagar Alam Gunung Cyclop ini merupakan sumber mata air yang dibutuhkan ribuan masyarakat.

Disinggung menyangkut wacana pihak pemerintah daerah yang berencana untuk memindahkan masyarakat yang menurut laporan sekitar 6.000 jiwa penduduk ini. Menurut Jumadi bahwa upaya-upaya penanganan penduduk maupun cagar alam cyclop ini jangan dilakukan secara gegabah. Yang terpenting menurut Jumadi, perlu sosialisai dan komunikasi yang baik pihak pemerintah, sehingga antara masyarakat penghuni kawasan Cyclop, masyarakat adat dan pemerintah sendiri ada satu pemahaman terlebih dulu terhadap kelestarian alam.

"Perlu kesadaran dari masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Oleh karena itu dinas-dinas atau pihak terkait perlu melakukan sosialisasi yang baik,"paparnya. (tri)

09 March 2005

Tips & Trik : Murbei bisa dibuat Teh

(www.republika.co.id, 8 Maret 2005)
Murbei (Morus alba L) dikenal sebagai makanan utama ulat sutera. Namun, kegunaan tanaman yang berasal dari Cina dan dinamai sangye ini tidak terbatas dimanfaatkan oleh peternak ulat sutera. Dari sisi medis tanaman yang dikenal oleh orang Sumatra sebagai kerta, atau kitau ini, juga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Untuk keperluan mengobati penyakit, yang digunakan adalah bagian daun, ranting, buah, dan kulit akarnya. Pada iptek.net.id disebutkan daun murbei berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit demam karena flu dan malaria, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, rematik, darah tinggi (hipertensi). Juga untuk penyakit kencing manis (diabetes mellitus), kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah), sakit kulit bisul, radang mata merah, memperbanyak air susu ibu (ASI), muntah darah, dan batuk darah akibat darah panas.

Kulit akar murbei bisa menyembuhkan sakit gigi, tidak datang haid, batuk berdahak, sesak napas (asma), muka bengkak (ederna), kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan cacingan. Sementara buahnya berkhasiat menyembuhkan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung berdebar (palpitasi), kencing manis, rasa haus dan mulut kering, sukar tidur (insomnia), batuk berdahak, pendengaran berkurang dan penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus), tuli, tujuh keliling (vertigo), hepatitis kronis, dan sembelit pada orang tua.

Ranting murbei memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit rematik, tangan dan kaki terasa sakit, sakit pinggang (lumbago), kram pada tangan dan kaki, tekanan darah tinggi, dan menyuburkan pertumbuhan rambut. Untuk pengobatan ini ada dua cara yang bisa digunakan.
Dengan cara diminum dan sebagai obat luar. Jika diminum, pilih bagian tanaman murbei lalu dibersihkan dan dikeringkan. Jika yang digunakan akar ambil sebanyak 10-15 gram. Jika yang pakai daun, ambil seberat 5-10 gram, direbus, disaring, kemudian diminum.

Sedangkan untuk pemakaian luar daun murbei yang masih segar dilumatkan sampai halus kemudian ditempelkan pada bagian kulit yang sakit (terkena gigitan serangga atau luka). Tanaman murbei bisa dibuat teh. Mengkonsumsi teh murbei secara teratur bisa memperkuat daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, dan membuat awet muda. Teh murbei tidak mengandung zat racun tehine maupun peptisida karena daun murbei yang digunakan adalah daun murbei alami yang biasanya dijadikan makanan ulat sutra.

Kalau di Jawa disebut murbei atau besaran, di Vietnam dinamakan may mon atau dau tam. Di Inggris tanaman ini memiliki banyak nama, di antaranya morus leaf, morus bark, morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark, mulberry twigs, white mulberry, dan mulberry. Bunga murbei termasuk kategori bunga majemuk yang berbentuk tandan. Sedangkan buahnya mengandung air dan rasanya enak. Tanaman murbei tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian lebih dari 100 meter di atas permukaan laut. Agar bisa tumbuh dengan baik murbei membutuhkan sinar matahari yang cukup. ( jar/berbagai sumber )

08 March 2005

Sentani : Ancaman Kerusakan Kawasan Gunung Cyclop Perlu Diseriusi, Chris Tokoro : Perkebunan dan Penebangan Liar Perlu Ditertibkan

( Cenderawasih Pos, Senin 07 Maret 2005 )
Ancaman kerusakan kawasan Cagar Alam Cyclop, nampaknya juga mendapatkan perhatian serius dari Kepala Distrik Sentani Drs. K Tokoro, MSi. Perubahan dan kerusakan lingkungan yang telah terjadi ini, sudah terasa dan dikhawatirkan kalau tidak ditangani secara serius akan menggangu kehidupan masyarakat Sentani yang tinggal dikawasan kaki Gunung Cyclop.

"Apabila tidak ditangani secara serius dengan peraturan dan pelaksanaan yang sungguh-sungguh, kerusakan Gunung Cyclop ini akan menjadi ancaman serius bagi kota Sentani,"ujarnya saat ditemui seusai melantik Mabigus Kwaran Sentani di aula distrik, Sabtu (5/3) kemarin.

Di ungkapkan, perubahan kerusakan lingkungan ini sudah terasa dengan hampir semua sungai yang ada kering airnya, dan meluap saat terjadi hujan. Bahkan meski hujan sebentar, namun air minum terlihat sudah kabur atau keruh oleh endapan lumpur. Hal ini menurutnya, akibat aktivitas penebangan hutan dan pembukaan kebun secara liar di kawasan Cagar Alam Gunung Cyclop.

Secara khusus, di distrik Sentani sendiri melarang bagi masyarakat untuk membuka lahan dan bermukim disebelah atas jalan baru yang ad di kaki Gunung Cyclop. "Tidak ada yang boleh membangun dan berkebun di sebelah atas jalan baru,"tegasnya.

Lebih lanjut Chris, mengharapkan agar pemilik tanah disekitar kaki Gunung Cyclop ini tidak mengijinkan masyarakat yang tidak jelas identitasnya untuk berkebun dan menebang pohon dikawasan kaki Gunung Cyclop. Awal dari kegiatan liar seperti perkebunan dan penebangan hutan untuk pembukaan lahan ini, menurut Chris, kesalahan dari pemilik tanah dimana memberikan ijin kepada orang-orang yang datang untuk menempati kaki gunung berkebun, akhirnya di kota dikaki gunung banyak yang tidak mempunyai identitas jelas bermukim disana.

Sementara upaya pemantauan yang telah dilakukan menurut Chris sejauh ini dikendalikan melalui masalah perijinan. Dikatakan bahwa pihaknya sangat selektif dalam memberikan ijin pembangunan disekitar kawasan kaki Gunung Cyclop.

"Beberapa pembangunan disana tidak ada IMB, kalau penduduk asli silahkan saja, sebab mau tinggal dimana lagi, namun begitu tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku tentang kawasan cagar alam Cyclop,"jelasnya. (tri)

03 March 2005

Tips & Trik : Makan Ikan Dapat Perpanjang Usia Lima Tahun

(Sumber : Media Indonesia)
Pola makan yang kaya akan ikan, buah-buahan serta sayur-sayuran dapat membantu orang-orang di negara kaya untuk memperpanjang usia mereka lima tahun di atas usia rata-rata, demikian laporan satu hasil penelitian ilmiah yang diumumkan Jumat.

Para dokter berupaya mempopulerkan pola makan yang disebut sebagai Polymeal yang terinspirasi oleh gaya makan dari wilayah kawasan laut tengah kepada masyarakat menengah atas di Amerika Serikat, AS.

Dengan menggunakan komputer para ahli telah memperhitungkan populasi orang dewasa di AS yang terkena penyakit jantung akan berkurang sebanyak 76% apabila menjalani pola makan itu.

Para wanita akan memiliki usia lima tahun diatas rata-rata panjang usia hidup dan bagi laki-laki umur mereka akan diperpanjang 6,6 tahun dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak mengikuti pola diet tersebut.

Hal itu diperoleh berdasarkan penelitian yang membuktikan pola makan yang terdiri dari ikan, sayur dan buah-buahan menurunkan tekanan darah.

Diet gabungan tiga bahan makanan tersebut telah diteliti yang terdiri dari ikan yang dikonsumsi empat kali seminggu, coklat murni 100gr perhari, buah-buahan dan sayur-sayuran sebanyak 400gr per hari, bawang putih 2,7 gr serta kacang almond 68 gr per hari.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada majalah Kedokteran Inggris edisi Sabtu oleh Oscar Franco seorang peneliti di pusat penelitian kesehatan Erasmus di Rotterdam.
Para peneliti menganjurkan pola makan tersebut yang dibuktikan lebih aman, lebih enak dari pola makan polypill.

Polypill adalah pola menu makan yang diperkenalkan tahun lalu yaitu pola diet empat sehat namun dengan tambahan yang menyertakan obat-obatan yang dapat mengatasi kelebihan kolesterol dan unsur-unsur lainnya yang menjadi penyebab penyakit jantung.

Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu dinegara-negara maju selain juga menunjukkan peningkatan pesat jumlah penderitanya di negara-negara berkembang. (AFP/Ant/O-2)

01 March 2005

Jayapura : Ikan Paus Raksasa Terdampar di Skouw Mabo

( Papua Pos, Senin 28 Febuari 2005 )
Masyarakat Skouw Mabo distrik Muara Tami, Sabtu pagi (26/2) dikejutkan oleh penemuan se-ekor ikan Paus raksasa berkelamin betina yang terdampar dipesisir pantai Skouw Mabo.

Menurut keterangan Ondoafi Skouw Mabbo, Yanes Maikel Mallo kepada Papua Pos, Minggu siang (27/) bahwa asal mula ditemukannya ikan Paus raksasa dengan ukuran panjang 10 meter 70 centi, dengan diameter badan kurang lebih 3 meter. Pertama kali ditemukan warga masyarakat yang hendak pergi ke dusun (kampung) lewat pantai.

Saat mengetahui ada ikan paus dengan ukuran sangat besar, warga yang pertama kali melihat langsung berlari menuju kampung dan melapor peristiwa penemuan ikan Paus itu kepada warga yang lain, lalu warga beramai-ramai melapor peristiwa itu kepada Ondoafi.

“Pertama kali ada warga masyarakat yang hendak mau ke dusun (kampung) sekitar pukul 07.00 WP lewat pantai melihat ikan Paus itu. Lalu mereka ke kampung dan melapor kepada saya,”kata Ondoafi Skouw Mabo Yanes Mallo menceritakan asal mula ditemukannya ikan Paus yang sudah terdampar selama dua hari itu.

Lebih lanjut Maikel menceritakan, setelah menerima laporan, bersama-sama masyarakat kampung pergi menuju pantai, ingin melihat terdamparnya ikan paus tersebut.

“Setelah menerima laporan saya bersama warga kampung langsung pergi ke pantai melihat sekaligus mencek kebenaran soal ikan Paus itu,”aku Maikel Mallo sambil menunjuk kearah ikan paus yan terbaring kaku dibibir pantai Skouw Mabo.

Maikel menambah kalau penemuan ikan Paus yang sudah mengeluarkan bau tak sedap itu, bukan yang pertama kali. Sebelumnya pada tahun 2004 pernah juga ditemukan ikan Hiu yang terdampar dengan ukuran kecil. Dibawah tahun 2004, tepatnya tahun 1986 juga warga Skouw menemukan ikan Paus.

“Jadi penemuan ikan paus ini bukan yang pertama, sebelumnya tahun 1986, masyarakat kampung Skouw pernah menemukan ikan Paus namun ukurannya juga tidak terlalu besar,”terang Mallo kepada wartawan.

“Ikan Paus yang ditemukan warga tahun 1986 itu, sedang berputar-putar dipinggir Rep (bahasa orang Papua, pertemuan antara laut yang dangkal dan dalam-red). membuat masyarakat sempat panik, terutama para nelayan yang tidak bisa kelaut mencari ikan,”kata Mallo mengenang kembali peristiwa penemuan ikan Paus ditahun 1986, sembari menambahkan ikan Paus itu oleh warga disepakati untuk dibunuh. Dan akhirnya seorang polisi menembak ikan Paus dimaksud hingga mati, lalu dikuburkan masyarakat kampung Skouw.

Kembali pada penemuan ikan Paus oleh masyarakat Skouw Mabo, Sabtu kemarin (26/2), Yanes Mallo mengakui setelah melihat keberadaan ikan Paus itu dipantai, bersama seluruh warga langsung bergegas hendak menolong ikan Paus itu kembali ke laut.

“Setelah melihat langsung ke pantai, kami bergegas ingin menolong ikan Paus itu kembali kelaut. Namun, berat dari ikan Paus tersebut di taksir sekitar 3 ton (3000 KG) lebih membuat masyarakat tak mampu mengangkatnya,”kata Maikel menjelaskan.

Karena tidak bisa di tolong untuk kembali ke laut, ikan Paus tersebut semula masih dalam keadaan hidup saat ditemukan pertama kali, akhirnya tidak bernyawa lagi saat kembali dilihat masyarakat pada hari minggu (27/2) pagi.

“Saat ditemukan nampak ikan Paus masih hidup, ini nampak dari ekornya yang masih bisa digerak-gerak-an. Karena masyarakat sulit mengangkatnya ke laut dalam, hari minggu pagi saat dilihat kembali sudah mati dan menimbulkan bau yang tak sedap,”ungkap Mallo.

Rencana Pagi Ini Dikubur
Sementara ikan Paus raksasa yang sudah mengeluarkan bau tak sedap itu, menurut rencana pagi ini, Senin (28/2) oleh warga masyarakat kampung Skouw Mabo akan dikubur. Menurut Yanes Maikel Mallo, selaku Ondoafi, pihaknya akan meminta bantuan Walikota Jayapura lewat Kadistrik Muara tami mencari alat berat (Eksavator) untuk mengangkat bangkai ikan Paus untuk dikubur.

“Karena sudah bau dan tidak bisa dikubur masyarakat karena beratnya (ikan Paus), kami akan meminta bantuan alat berat dari perusahaan disekitar sini lewat pak Walikota, agar secepatnya masyarakat bisa mengubur bangkai ikan paus itu,”ungkap Yanes Maikel Mallo.

Bisa Bertanda Baik dan Buruk
Terdamparnya se-ekor ikan Paus berukuran besar dipesisir pantai Skouw Mabo oleh masyarakat kampung Skouw Mabo, menurut adat warga setempat bisa bertanda baik dan buruk. “Menurut adat masyarakat sini (Skouw Mabo) dengan terdamparnya ikan Paus, bisa pertanda baik dan buruk,”kata Yanes Maikel Mallo.

Terdamparnya ikan Paus dipesisir pantai Skouw Mabo, mengingatkan kembali masyarakat setempat akan kejadian serupa yang terjadi tahun 1986,”saat itu ada se-ekor ikan Paus yang juga sempat terdamapar beberapa hari. Ikan Paus itu berputar disekitar pantai , hal itu membuat takut masyarkat. Karena merasa takut, diputuskan agar dibunuh. Dan lewat bantuan seoang polisi ikan Paus itu dibunuh dan dikubur masyarakat,”kata Yanes mallo mengisahkan peristiwa serupa terdamparnya ikan Paus tahun 1986.

Ondoafi yang cukup akrab itu mengatakan dengan diketemukannya ikan Paus yang terdampar dipantai, hal ini pertanda kalau akan timbul sesuatu kejadian. “Menurut kepercayaan atau adat masyarakat, ini menjadi satu tanda akan terjadi sesuatu, bisa hal yang baik atau hal yang buruk,”ucap Mallo.

Itu sebabnya sebagai tetua adat (Ondoafi) Skouw Mabo Maikel Mallo mengutarakan bahwa masyarakat akan menggelar ritual upacara adat dan doa bersama. Sehingga masyarakat bisa hidup tenang, tanpa memikirkan hal-hal yang tidak diinginkan. “Masyarakat kampung akan berdoa agar tidak terjadi apa-apa,”katanya.

Perubahan Musim
Sementara itu, dari kaca mata ilmu pengetahuan, terdamparnya ikan paus bisa disebabkan karena pergantian musim. Demikian hal ini diutarkan. Yohanis Yopi Epa mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapangan) Fakultas Mipa, jurusan Geografi Uncen.

Menurut Yohanis Epa, perubahan musim bisa menjadi penyebab terdamparnya ikan Paus. “Yang saya ketahui berdasarkan ilmu pengetahuan perubahan musim bisa menjadi salah satu penyebab,”ungkapnya.

Saat ini musim angin barat, sehingga ombak sangat besar beda kalau musim angin timur, cuaca dilaut teduh. Dan hal ini turut mempengaruhi para nelayan yang ingin melaut,”sambung salah satu warga Skouw Mabo saat melihat ikan Paus kemarin, Minggu (27/2).

Menurut Yohanis Epa yang pernah ikut terdamparnya ikan Paus di Kabupaten Biak Numfor, saat ditemukan masyarakat disalah satu kecamatan menurut pangakuan sebagian warga yang masih percaya pada adat dan mitos para tua-tua adat kalau akan ada sesuatu bencana yang terjadi.

Dan terbukti, bencana dahsyat gempa dan tsunami yang melanda masyarakat di Biak menelan korban puluhan ribu orang terjadi berselang beberapa hari kemudian.

Terlepas dari semua pandangan masyarakat, telebih menyimak peristiwa-peristiwa besar yang belakangan ini terjadi dan sudah banyak merenggut banyak nyawa manusia dan harta benda. Sebagai orang beriman kita harus berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan semoga ini tidak ada hal yang tidak baik yang terjadi,” tambah Maikel Mallo, Ondoafi Skouw Mabo. (RP-04)