( Cenderawasih Pos, 28 Januari 2005 )
Apa yang diragukan sebelumnya ternyata terbukti. Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara terdakwa Mantan Kapolres Sorong AKBP Faisal AN Cs, gagal mengahadirkan sejumlah jendral termasuk Mantan Wakapolda Papua Brigjen Raziman Tarigan dalam sidang lanjutan kasus tersebut. Akibatnya sidang AKBP Faisal terpaksa ditunda.
Empat saksi yang dipanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU) R. Simon SH dan Andri Kurniawan SH, yang menangani perkara terdakawa Faisal AN dan Aceng Danda, serta JPU Nicolaus Kondomo SH dan Jobu Rayar SH yang akan mengahadirakan empat aaksi dari Mabes Polri Yakni Brigjen Pol. Raziman Tarigan, SH, Brigjen Pol. Toto Sudharto, Kompol Kunto Adjie, Kompol Laode Aries, tidak bisa dihadirkan dimuka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sorong, lantaran kesibukan di Mabes Polri.
Hal ini terungkap dalam persidangan kamis kemarin (28/01) dengan terdakwa Faisal AN dan Aceng Danda. Sama halnya dengan persidangan I Putu Mahasena, Widodo dan Anshar Djohar. Dimana majelis hakim pun sama adalah diketuai Marthen Thosuly SH dibantu hakim anggota Hebin Silalahi SH dan Andi Asmuruf SH.
Dan persidangan dimulai jam 10.15 WIT dengan materi pemeriksaan saksi. Sedangkan terdakwa didampingi PH M Syukur SH, Umar Renboran SH, Lodius Tomasoa SH, Christoffel Tuarima SH dan Alxy Sasube SH.
Dalam persidangan yang disaksikan 100 pengunjung sidang terungkap dari JPU R Simon SH yang membeberkan pada majelis hakim bahwa JPU mengalami kendala yaitu, masalah tempat tinggal para saksi yang ada di Jakarta. Dimana JPU sudah melayangkan pemanggilan yang ketiga kalinya,untuk hadirkan saksi pada hari ini,(kemarin,27/1) dan juga akan mengahadirkan saksi pada tanggal 3 febuari 2005.”Kalau untuk persidangan hari ini mohon maaf pak hakim kami tidak bisa mengahadirkan para saksi karena tempat tinggal sangat jauh. Dan juga alamat dalam BAP juga tidak cocok dalam BAP sehingga bisa pindah kealamat lain, serta juga para saksi bisa saja pindah kealamat yang lain yakni, Bareskrim Mabes Polri untuk membantu JPU dimana menghadirkan para saksi-saksi yang dihadirkan di PN ini,” katanya kepada hakim.
Ditanya hakim saksi-saksi yang dipangil siapa-siapa? Dijawab oleh R Simon SH bahwa yang dipanggil, Brigjen Pol Drs Totok Sudharto, salah satu tim yang ditunjuk Mabes Polri oleh Kapolri sebagai supervisi ke Polda-polda seluruh Indonesia termasuk Raziman Tarigan SH. Dan ini ada surat resmi dari Mabes Polri.
Kemudian hakim meminta sirat dari Mabes Polri, surat itu, dan ditunjuk kepada hakim oleh JPU. Dimana pemberitahuan kepada JPU untuk saksi tidak dapat mengahadiri sidang. Setelah itu hakim Marthen Thosuly SH membacakan surat tersebut. Dimana, isinya Brigjen Pol Raziman Tarigan SH, tidak dapat hadir sebagai saksi dalam perkara bernama Faisal AN dkk do PN Sorong.
Dan juga Tarigan mendapatkan tugas dari Mabes Polri sebagai penyidik kasus yang terjadi di Bareskrim Polri dan sebagai pendamping tamu KTT emergency Asean dan juga sebagai ketua tim supervisi ke Polda-polda dalam rangka menindaklanjuti perintah Kapolri terhadap 100 hari Presidan. Dan juga dikonfirmasikan dengan kedatangan surat panggilan tersebut, ke Jakarta terlambat. Karena alamatnya tidak tepat.
Selanjutnya, JPU R Simon SH menambahkan bahwa, saksi tambahan Kunto Adjie, sudah termasuk PTIK dan suratnya sudah dilayankan kepada lembaganya. Selanjutnya Laode Aries, juga dan saksi Laode Aries sebagai Pampres di Jakarta. Dan Muhamad Asri sudah mendapatkan kabar dari Kapolresta sedang naik haji, termasuk Hengky Maskat juga untuk hadir dalam persidangan yang ketiga tertuju dalam BAP.
Bagaimana dengan saksi I Made Mangku Pastika? Kata JPU Simon bahwa, juga sudah dilayangkan sirat ke Polda Bali. Dan DR Rudy Satrio juga sudah dipanggil sebagai saksi. “Jadi hari ini tidak ada saksi yang diajukan, dan diminta dipanggil lagi,”katanya.
Kemudian JPU Simon SH menjelaskan bahwa semua saksi tidak hadir dengan sejumlah alasannya dan untuk tidak kevakuman dalam persidangan ini, maka dipercepat persidangan dengan BAP Kunto Adjie dibacakan saja.
Pernyataan Simon ditolak oleh PH terdakwa Umar Renhoran SH karena Kunto Adjie dan Hengky Maskat, Raziman Tarigan dan I Made Mangku Pastika merupakan pelaku-pelaku yang tahu kasus MV Africa dan mengangkut pemalsuan surat Faisal AN. Setelah mendengarkan hal itu hakim memerintahkan kembali JPU menghadirkan para-saksi-saksi yang telah disebutkan tersebut.
Sementara I Putu Mahasena dkk dalam persidangan dengan Majelis Hakim yang sama dengan terdakwa Faisal AN dkk, juga mengemukakan alasan ketidakhadiran saksi Raziman Tarigan bahwa sedang mendapatkan tugas dari Mabes Polri. (mul)
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
29 January 2007
Sorong : Tarigan Sibuk di Mabes, Sidang Faisal Ditunda
26 January 2007
Jakarta : Kayu Pembalakan Liar Wajib Dimusnahkan
( Cenderawasih Pos, Kamis 25 Januari 2006 )
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menegaskan, kayu barang bukti kasus pembalakan liar dari kawasan taman nasional wajib dimusnahkan. Tindakan itu untuk mencegah kayu masuk ke pasar sekaligus memotong rantai pembalakan liar. "Namun, saya tadi minta Departemen Kehutanan mempelajari bagaimana agar kayu tidak jatuh ke pasar tapi bermanfaat bagi rakyat.
Sekarang sedang kita cari solusinya," ujar Kalla usai rapat koordinasi di gedung Manggala Wanabhakti Departemen Kehutanan kemarin. Sebelumnya, Pemprov Kalimantan Tengah meminta pemerintah pusat mengizinkan penggunaan kayu hasil pembalakan liar di Taman Nasional Sebangau sebanyak 600 ribu potong dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan di Kabupaten Katingan. Kayu berdiameter 30 sentimeter dan panjang empat meter itu terdiri atas kayu Meranti, Jelutung, Jinjit, Pantun, dan Ramin.
Rapat dihadiri Menko Polhukam Widodo Adi Sucipto, Menko Perekonomian Boediono, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Mentan Anton Apriantono, Men LH Rachmat Witoelar, Menperin Fahmi Idris, dan Jaksa Agung Abdulrahman Saleh. Penegasan yang sama disampaikan Menhut Malam Sambat Ka'ban. Menurutnya, barang bukti pembalakan liar harus dimusnahkan karena secara teknis belum ditemukan cara agar kayu tidak merusak industri kayu dan memperburuk citra Indonesia di luar negeri. "Ketika kayu dikeluarkan, harus ada surat asal. Dan ini belum bisa dipecahkan secara teknis," katanya.
Rapat kemarin membicarakan realisasi program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) dua juta hektare pada 2007. Salah satu keputusannya adalah percepatan tender pengadaan bibit pada Maret 2007 dan penyiapan anggaran Rp 4,2 triliun dari APBN. Menurut Ka'ban, reboisasi dalam program Gerhan akan dilaksanakan di atas lahan seluas 900 ribu hektare dan ditopang dengan penanaman hutan tanaman rakyat 500 ribu hektare dan pengayaan 240 ribu hektare. Selain itu, dilaksanakan silvikultur intensif dan tanaman rakyat intensif sehingga totalnya mencapai 1,8 juta hektare.
"Selebihnya adalah reboisasi yang dilakukan Perum Perhutani sebesar 200 ribu hektare sehingga dapat tercapai target dua juta hektare pada tahun ini," terang Ka'ban. Untuk meningkatkan keberhasilan, pemerintah akan menggandeng masyarakat dan perguruan tinggi untuk melaksanakan program tersebut. Menurut Wapres Jusuf Kalla, tender bibit akan dilaksanakan di daerah dan diberikan pada masyarakat setelah diverifikasi oleh mahasiswa pertanian dan kehutanan.
"Setelah itu bibit ditanam oleh masyarakat ditempat yang telah ditentukan dan masyarakat mendapatkan biaya penanaman dan pemeliharaan selama dua tahun," terangnya. Selain menyoroti kegagalan Dephut merealisasi target reboisasi sejuta hektare pada 2005-2006, Wapres Jusuf Kalla juga menyoroti peningkatan jatah produksi tebangan yang terus meningkat sejak 2003. Tahun ini jatah tebangan mencapai 9 juta batang. Meski demikian, MS Ka'ban menilai peningkatan jatah tebangan tidak berpengaruh karena realisasi produksi tebangan hanya 30 persen dari target yang ditetapkan atau sekitar 282 ribu batang. Untuk memerangi ekspor kayu hasil pembalakan liar, Dephut telah menjalin kerjasama dengan Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. "Negara yang membeli kayu dari negara bukan produsen kayu harus ikut mengawasi dan memberikan tekanan pada negara yang mengolah kayu ilegal," tegasnya. (noe)
Manca Negara : Jepang : Hiu Aneh Terekam Kamera Video
( Kompas, Kamis 25 Janurari 2007 )
Seekor hiu langka yang memiliki bentuk tubuh seperti belut dan tidak seperti hiu pada umumnya berhasil direkam seorang staf di sebuah taman laut Jepang beberapa waktu lalu. Rekaman videonya dalam keadaan hidup tergolong sangat jarang karena hiu jenis ini umumnya hanya menjelajahi wilayah perairan yang tidak terjangkau penyelam di kedalaman 600 meter hingga 1.000 meter.
Hiu aneh sepanjang 1,6 meter yang mulutnya penuh gigi tajam dan panjang pertama kali dilaporkan nelayan lokal berada di sekitar pelabuhan pada hari Minggu (21/1). Informasi tersebut kemudian disampaikan ke Taman Laut Awashima di Shizouka, Tokyo bagian selatan. Saat ditemukan dan direkam staf taman laut, hiu tersebut dalam kondisi yang mengenaskan meski masih kuat berenang dan membuka rahangnya. Begitu tertangkap, dapat dipastikan bahwa ia jenis hiu rumbai (Chlamydoselachus anguineus) yang terkenal sebagai fosil hidup karena saking primitifnya dengan struktur tubuh yang nyaris tidak berubah sejak zaman prasejarah.
"Kami kira ia mendekati permukaan laut karena sakit atau alasan lain yang menyebabkannya terbawa ke perairan dangkal sehingg lemah," ujar salah seorang staf taman laut. Karena kondisi tubuhnya semakin memburuk, hiu rumbai tersebut mati beberapa jam setelah ditangkap. Hiu rumbai yang memangsa hiu lain dan hewan laut lainnya sebenarnya beberapa kali dilaporkan tertangkap jaring nelayan tapi jarang terlihat dalam keadaan hidup-hidup.
Manca Negara : Selandia Baru : Pemulangan Biawak Biru dari Selandia Baru
( Kompas, Kamis 25 Januari 2007 )
Satu lagi kasus satwa langka selundupan asal Indonesia yang dipulangkan dari negara lain. Hari ini, Rabu (24/1), biawak biru (Varanus macraei) tiba di Indonesia dari Selandia Baru melalui Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya, satwa langka berukuran hampir satu lengan orang dewasa itu akan dikarantina sementara di Taman Safari Indonesia. "Karantina sementara umumnya dua minggu," kata Ketua Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta Samedi ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.
Selama karantina sementara, Direktorat Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan akan memutuskan penanganan lanjut, dikembalikan ke habitat aslinya atau dipelihara di penampungan khusus.
Menurut Samedi, beberapa ekor satwa selundupan bergenus sama, Varanus, yang dipulangkan dari salah satu negara di kawasan Balkan, pada tahun 2006 akhirnya dikembalikan ke habitat aslinya. Informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington, Selandia Baru, menyebutkan bahwa biawak biru tersebut diselundupkan dari Papua. Sebelum akhirnya dapat dipulangkan, pihak Kementerian Pertanian dan Kehutanan (MAF) Selandia Baru sudah bersiap memusnahkannya.
Sesuai dengan ketentuan biosekuriti di sana, semua jenis satwa yang masuk ke Selandia Baru, baik ilegal ataupun tidak, terancam punah atau tidak, wajib dimusnahkan. "Proses negosiasinya panjang," kata staf penerangan, sosial, dan budaya KBRI Selandia Baru Tri Purnajaya melalui telepon. Negosiasi pemulangan dibantu Team Leader Aquarium, Exotic Bird Education Auckland Zoological Park John Perrot. Selama di Selandia Baru, biawak biru atau dikenal juga blue tree monitor itu ditampung di Kebun Binatang Auckland.
Di pasar internasional, harga biawak biru muda ditawarkan 1.800 dollar AS per ekor dan Indonesia menjadi semacam "supermarket" satwa langka. Di Indonesia jenis biawak yang mampu memanjat pohon ini sebarannya mencakup pulau-pulau kecil di Maluku Utara atau sebagian kecil Papua. (GSA)
Manca Negara : Inggris : Lima Telur Komodo Perawan Menetas
( Kompas, Kamis 25 Januari 2007 )
Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, lima dari tujuh butir telur komodo perawan bernama Flora di kebun binatang Chester, Inggris akhirnya menetas. Anak komodo ini sangat unik karena berasal dari induk yang tidak pernah kawin dengan pejantan manapun.
Cangkang-cangkang telur di inkubator telah mulai retak sejak seminggu lalu setelah masa pengeraman selama delapan bulan dan menetas Selasa (23/1). Anak-anak komodo memiliki tubuh berwarna hitam bergaris kuning berukuran antara 40 centimeter hingga 45 centimeter dan berat hingga 125 gram. Kevin Buley, kurator di KB Chester, menyatakan naga-naga kecil tersebut dalam keadaan sehat dan kelihatan menikmati menu makanannya, jangkerik dan belalang.
"Kami belum memutuskan nama untuknya karena ingin memilih yang terbaik - mengingat seekor komodo bisa hidup lebih dari 40 tahun," ujar Buley. Lahirnya lima komodo di kebun binatang ini memberikan harapan baru bagi para ilmuwan untuk mencegah kepunahan hewan langka yang hanya tersisa sekitar 4.000 ekor di habitat aslinya, Pulau Komodo, Indonesia. Apalagi telah terbukti bahwa naga Komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia saat ini mampu berkembang biak tanpa kawin atau parthenogenesis.
Parthenogenesis pada Komodo baru dua kali diketahui. Selain Flora, sebelumnya seekor komodo betina bernama Sungai di KB London juga menjadi ’orangtua tunggal’ bagi keturunannya yang lahir April 2006. Saat ini, KB Chester masih menanti nasib dua butir telur yang masih berada di inkubator.
20 January 2007
Jayapura : Bapedalda Godok Kurikulum Pengendalian Lingkungan
( Cenderawasih Pos, Jumat 19 Januari 2007 )
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Papua, mulai mempersiapkan konsep kurikulum muatan lokal tentang pengendalian lingkungan yang berkelanjutan. Konsep ini akan dikonsultasikan ke pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua, selanjutnya ke gubernur untuk mendapat persetujuan.
Kepala Bapedalda Provinsi Papua Drs DF Dimara mengatakan, berbagai kegiatan telah dibuat pihaknya untuk memperoleh masukan tentang perlunya penyusunan kurikulum muatan lokal ini. Baik dari komponen masyarakat maupun guru sendiri dari berbagai sekolah.
"Konsepnya sudah ada, tinggal disempurnakan, namun tentunya juga akan dikoordinasikan kepada pihak Dinas P dan P Provinsi Papua. Diharapkan ini benar-benar ditindaklanjuti di masing-masing sekolah nantinya,"ujarnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/1).
Dikatakan, jika telah disetujui dan ditindaklanjuti, maka kurikulum ini akan digunakan mulai dari tingkat TK, SD, SLTP dan SMA/ SMK dengan metode atau materi yang berbeda. Perlunya pemahaman tentang pengendalian dan pencegahan kerusakan lingkungan diajarkan di sekolah sejak dini, supaya ada kesadaran dari anak didik untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
"Pemberlakuannya tentunya ada kesepakatan kebijakan daerah untuk dijadikan sebagi kurikulum muatan lokal, lalu diajarkan di masing-masing sekolah sesuai metode yang disiapkan," katanya. (ito)
Jayapura : Masyarakat Minta Pemkot Jayapura, Tangani Sampah
( Papua Pos, Jumat 19 Januari 2007 )
Masyarakat Kota Madya Jayapura, meminta pemerintah kota (Pemkot) secepatnya menangani sampah yang berserakan di berbagai tempat, baik di jantung ibukota provinsi itu maupun wilayah sekitarnya seperti Kotaraja dan Abepura karena musim hujan sudah tiba yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan warga.
"Kami minta Pemkot Jayapura serius menangani sampah-sampah yang lagi berserakan di berbagai tempat. Ketika turun hujan, sampah-sampah itu terbawa banjir dan menutupi berbagai saluran air dan selokan lainnya di berbagai distrik,"kata seorang ibu rumah tangga, Lucina Oliva di Jayapura, Rabu.
Dia mengatakan, jika Pemkot Jayapura tidak segera menangani sampah-sampah yang berserakan ini maka tidak tertutup kemungkinan akan terjadi dampak buruk bagi kesehatan masyarakat, apalagi pada saat ini sedang terjadi musim hujan yang rentan terhadap penyebaran diare.
Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka sebaiknya Pemkot Jayapura melalui Dinas Kebersihan Kota secepatnya mengangkut sampah-sampah itu untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pantauan di berbagai sudut kota Jayapura dan sekitarnya, tumpukan sampah busuk bertebaran di berbagai tikungan jalan raya dan lorong-lorong kota Jayapura yang merupakan ibukota Provinsi Papua sementara warga masyarakat setempat yang melintasi jalan dan lorong-lorong itu terpaksa harus menutupi hidung mereka karena bau sangat menusuk bidung.
Tumpukan sampah busuk yang menyengat hidup warga setempat itu tidak hanya berapa sisa makanan dari berbagai rumah makan dan perumahan penduduk juga sampah dari pasar-pasar umum dan pertokoan. "Sampah-sampah ini tertumpuk di berbagai sudut jalan, baik di jantung kota Jayapura maupun beberapa wilayah sekitarnya seperti Kotaraja dan Abepura sejak Natal Desember 2006. Hingga kini petugas kebersihan belum secara tuntas menangani sampah yang telah membusuk itu,"kata salah seorang warga, Anastasia K.
Pada Selasa (16/1) baru terlihat dua unit truk pengangkut sampah melintasi kota Jayapura membawa sampah-sampah ke tempat pembuangan akhir. Dua unit truk saja, lanjutnya tidaklah cukup untuk mengangkut begitu banyak tumpukan sampah. Apalagi, ketika turun hujan, sampah-sampah ini berserakan terbawa banjir yang menggenangi kota. Dia mengatakan, hingga memasuki Januari 2007 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Madya Jayapura belum memberikan perhatian serius pada persoalan sampah karena mereka masih sibuk mengurus proyek- proyek pembangunan yang bernilai miliaran rupiah yang lebih cepat mendatangkan keuntungan bagi diri, keluarga dan kelompok mereka daripada harus sibuk mengurus sampah yang tidak mendatangkan uang. Malahan, lanjutnya jumlah kendaraan operasional pengangkut sampah pun hanya dapat dihitung dengan jari.
Setiap lima hingga tujuh minggu barulah muncul sebuah kendaraan pengangkut sampah yang melintasi jalan raya tanpa memuat setumpuk sampah pun. Seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Kelurahan Hedam, Distrik Abepura, Veronika Mambrasar mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah di berbagai tikungan jalan raya, pasar dan kompleks pertokoan karena sangat mengganggu kenyamanan hidup warga setempat.
"Telah dua bulan lamanya sejak November 2006 tumpukan sampah yang membusuk ini tidak diangkut petugas kebersihan Pemkot Jayapura padahal setiap keluarga di sini wajib membayar iuran sampah sebesar Rp 10 ribu per bulan," katanya.
Menurut dia, para petugas kebersihan kota sudah tidak lagi bekerja mengangkut sampah. Hal itu mungkin disebabkan pemerintah kurang memperhatikan upah mereka. Upah para buruh pengangkut sampah sangatlah kecil dan berdasarkan informasi, setiap petugas kebersihan menerima Rp 300 ribu per bulan sambil mengharapkan belas kasihan dari .warga masyarakat yang memberi mereka uang saku ketika sedang memungut sampah.
"Pemeritah juga telah mewajibkan setiap keluarga di kota memberikan iuran sampah Rp 2500 perbulan dan pada beberapa RT dan RW diwajibkan iuran sampah sebesai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per bulan per keluarga namun hingga kini sampah-sampal terus tertumpuk dan membusuk,"katanya.**
Jayapura : Pembangunan Harus Berwawasan Lingkungan
( Papua Pos, Jumat 19 Januari 2007 )
Pelaksanaan seluruh program pembangunan yang dilaksanakan baik oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta harus memperhatikan lingkungan yang ada di sekitar tempat pembangunan tersebut, karena kemungkinan resiko yang bisa terjadi tidak hanya akan dirasakan oleh pihak tertentu yang melaksanakan pembangunan saja, tetapi akan dirasakan oleh semua pihak, termasuk juga masyarakat yang ada di sekitarnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) kota Jayapura Drs. Jan Hendrik Hamadi, kepada wartawan di kantor walikota, Kamis (18/1) kemarin. Dikatakannya, pihak swasta yang menjalankan usahanya harus memperhatikan lahan konservasi, dan hutan lindung karena selama ini lebih banyak lahan yang digunakan untuk oleh pihak swasta untuk menjalankan berbagai usahanya daripada yang digunakan oleh pemerintah."Semua pihak harus memperhatikan lingkungan ketika melaksanakan pembangunan, dengan memperhatikan advis (rekomendasi) yang kami berikan, sehingga semua proses pembangunan yang dilaksanakan akan lebih aman bagi lingkungan,"jelasnya.
Menurutnya, penanaman pohon harus menjadi prioritas untuk dilakukan karena dengan banyaknya pohon akan membuat udara menjadi sehat, karena banyaknya produksi oksigen, dan untuk mencapai hal tersebut juga harus didukung oleh semua pihak termasuk juga masyarakat sehingga akan membuat lingkungan yang merupakan tempat hidup manusia ini akan lebih terpelihara.
"Kami harapkan masyarakat juga aktif menjaga lingkungannya, untuk menghindari kemungkinan yang akan terjadi yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan," terangnya.**
17 January 2007
Jayapura : CPA Hirosi Buka Sekolah Alam
( Cenderawasih Pos, Selasa 16 Januari 2007 )
Club Pencinta Alam (CPA) Hirosi, Senin (15/1) kemarin, telah membuka Sekolah Alam. Sekolah ini diresmikan oleh Bupati Jayapura yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kehutanan Drs Alberth Pahelerang, Senin kemarin.
Ketua CPA Hirosi Marcel Suebu, SH mengatakan bahwa keberadaan Sekolah alam ini terbuka untuk umum . "Tidak hanya bagi anggota CPA saja, tapi bagi semua pelajar, mahasiswa, instansi swasta maupun masyarakat umum bisa belajar di sekolah alam yang kita bangun di lahan yang rehabilitasi ini, "ungkap Marcel yang belum lama ini menerima penghargaan piala Kalpataru dari Presiden RI ini.
Menurut Marcel, Sekolah Alam yang secara resmi baru dibuka kemarin ini memiliki 3 komponen dasar dalam pendidikan yang akan diatur dalam kurikulum tersendiri. Tiga komponen dasar materi pendidikan tersebut, yakni menyangkut pengembangan pendidikan pencinta alam, seni budaya dan yang ketiga adalah olahraga kesehatan dan rohani.
Oleh karena itu, selain .kegiatan tentang upaya pelestarian lingkungan, di komplek Sekolah ( Alam tersebut juga menjadi pusat ( kelompok wanita tani Reayrabho dan Doyo Hirosi tempat latihan karate. Sebab, dalam sekolah Alam ini pendidikan tidak hanya dilakukan oleh para senior CPA hirosi, melainkan melibatkan sejumlah tenaga teknis dari berbagai dinas instansi terkait. Seperti halnya dari Bapedalda, Kehutanan, Pertanian dan instansi.terkait lainnya. Selain berencana untuk membangun pondok belajar dan sarana lainnya, menurut Marcel, pihaknya juga berencana membuat situs atau rute wisata sepajang 5 km di lahan yang digarap anak-anak CPA Hirosi. (tri)
16 January 2007
Jayapura : Kasus Illegal Logging Tersangka DG Wajib Lapor di Polda
( Papua Pos, Senin 15 Januari 2007 )
Tersangka Kasus Illegal Logging, DG yang juga Pimpinan dari PT. Mansinam Global Mandiri yang beralamat di kawasan Abepura, Kota Raja ini direncanakan hari ini (Senin 15/1) akan memenuhi panggilan Polda Papua,untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, terkait dengan adanya dugaan keterlibatan dirinya dalam penimbunan sisa-sisa limbah kayu log.
Penasehat Hukumnya (PH) tersangka, Steve Waramori, SH ketika ditemui di Abepura, Ahad (14/1) kemarin membenarkan adanya rencana kehadiran kliennya ke Mapolda Papua. "Sesui dengan perjanjian bahwa setiap hari Senin, klien kami akan melaporkan diri ke Mapolda Papua terkait dengan kasus yang menimpa dirinya dan besok adalah hari pertama kami melapor,"kata Waramori, kemarin.
Terkait dengan penangguhan penahan terhadap kliennya, Steve Waramori mengatakan, hal tersebut telah dijamin dalam aturan dan ketentuan hukum, dengan demikian setiap warga negara mempunyai hak untuk meminta penangguhan penahanan, termasuk klien kami, jelasnya.
Ketika dimintai keterangan, apakah kliennya benar-benar terlibat dan berbuat pelanggaran sehigga sempat bermalam di hotel pledoi Mapolda Papau. Pengacara ternama ini enggan berkomentar, bahkan dirinya mengatakan bahwa semuanya akan dilihat di pengadilan nanti.
"Kita tunggu saja sampai dipengadilan," katanya singkat. Nampkanya kasus yang menimpa ketua Tim Partai Koalisi, Papua Baru untuk memenangkan Pasangan Gubernur Barnabas Suebu beberapa waktu lalu ini, cukup menarik dan mendapat simpatisan, pasalnya disebut-sebut juga ada seorang perwira Polisi di Jajaran Polda Papua yang berpangkat Kompol siap mempertaruhkan Jabatannya sebagai jaminan atas penangguhan penahanan tersangka DG. Kendati tersangka DG telah di 'bebaskan' sementara, namun menurut Steve Waramori, SH Penasehat Hukumnya, proses hukum tetap berjalan. **
15 January 2007
Manca Negara : China : Kawin Suntik Harimau Siberia
( Kompas, Minggu 14 Januari 2007 )
Kawin suntik atau teknik inseminasi buatan tidak hanya cocok untuk mengawinkan sapi atau ternak lainnya. Di China, sejumlah peneliti memanfaatkannya untuk menangkarkan hewan-hewan yang sudah terancam punah, sebelumnya panda sekarang harimau Siberia.
Kantor Berita Xinhua melaporkan, ini merupakan usaha pertama yang dilakukan untuk mencegah kepunahan kucing besar spesies Panthera tigris altaica ini. Saat ini, diperkirakan hanya tersisa sekitar 400 ekor harimau yang hidup secara alami di China dan Russia.
Penangkaran harimau Siberia dilakukan di Henghedaozi Feline Breeding Center yang terletak di Provinsi Heilongjang. Untuk pertama kalinya, Sabtu (13/1), seekor harimau Siberia betina berumur empat tahun disuntik sperma dari harimau jantan sehat yang lebih tua.
Program kawin suntik ini diharapkan dapat mendongkrak populasi harimau Siberia lebih besar lagi. Di tempat penangkaran yang berdiri sejak tahun 1986 itu, awalnya hanya terdapat delapan ekor harimau Siberia, tapi kini telah berkembang biak menjadi sekitar 700 ekor.
Selain harimau Siberia, teknik kawin suntik telah sukses meningkatkan populasi panda raksasa. Selama tahun 2006 saja, teknik ini menghasilkan 34 kelahiran dan 30 di antaranya bertahan hidup sampai sekarang.
13 January 2007
Manca Negara : India : Burung Nazar Langka Sukses Ditangkarkan
( Kompas, Jumat 12 Januari 2007 )
Untuk pertama kalinya, seekor burung nazar (burung bangkai) langka lahir di penangkaran. Keberhasilan ini disambut baik sejumlah pecinta lingkungan sebagai upaya meningkatkan populasinya. Burung bangkai oriental berpunggung putih (Gyps benegalensis) merupakan salah satu dari tiga spesies burung bangkai yang sudah sangat terancam punah di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Populasinya di alam turun hingga 97 persen dalam dua puluh tahun terakhir.
"Anak burung lahir pada saat tahun baru. Menangkarkan merupakan satu-satunya harapan saat populasi burung bangkai begitu rendah," ujar Vibhu Prakash, ilmuwan di Bombay Natural History Society. Anak burung tersebut lahir di pusat penangkaran di Kota Pinjore, bagian utara negara bagian Haryana, India.
Menurut Prakash, pada dekade 1980-an, masih ada sekitar 40 juta ekor burung bangkai dari tiga spesies berbeda yang sudah terancam punah ini. Jumlahnya terus menurun karena banyak yang mati dipicu pencemaran dan berkurangnya sumber makanan baginya di Asia. Obat-obatan jenis meloxicam yang banyak dipakai di peternakan di india terbukti berdampak buruk bagi spesies-spesies burung bangkai ini.
