Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

01 August 2006

Manca Negara : Jepang : Struktur Terbesar di Alam Semesta

( Kompas, Senin 31 juli 2006 )
Berbentuk seperti amuba dengan lebar sekitar 200 juta tahun cahaya, objek langit ini diyakini para ilmuwan sebagai struktur terbesar di alam semesta saat ini. Objek tersebut tersusun dari galaksi-galaksi dan gelembung-gelembung gas berukuran raksasa yang disebut alfa Lyman.

Struktur raksasa yang berbentuk kurva bercabang tiga ini terbentuk sekitar 2 miliar tahun setelah terjadinya ledakan Big Bang yang mengawali terbentuknya alam semesta. Masing-masing cabang kurvanya teramati dengan teleskop Subaru dan Keck yang berada di Mauna Kea.

Galaksi-galaksi yang berada di dalamnya berada pada jarak yang saling berdekatan satu sama lain. Rata-rata jarak antara satu galaksi dengan galaksi lainnya empat kali lebih dekat daripada jarak antargalaksi di alam semesta. Beberapa gelembung gasnya ada yang berdiameter hingga 400 ribu tahun cahaya atau dua kali lipat dimater galaksi andromeda.

Para ilmuwan memperkirakan, struktur ini terbentuk ketika bintang-bintang raksasa yang lahir di awal pembentukan alam semesta meledak hebat sebagai supernova sehingga mendorong gas-gas di sekitarnya. Selain itu, teori lainnya menyebutkan bahwa gelembung-gelembung gas raksasa tersebut adalah semacam kokon yang suatu ketika akan melahirkan galaksi-galaksi baru.

"Sesuatu yang sebesar dan serapat ini jarang ditemukan di awal pembentukan alam semesta," kata salah satu peneliti Ryosuke Yamauchi dari Universitas Tohoku, Jepang. Temuan ini dapat memberikan gambaran baru mengenai struktur kosmos pada skala terbesarnya. Struktur yang baru ditemukan ini dan sejenisnya mungkin pemicu terbentuknya struktur gabungan lebih besar seperti yang dapat dilihat sekarang - terdiri atas kluster-kluster galaksi.

Manca Negara : Panama : Laba-laba Betina Menjerit Saat Kawin

( Kompas, Senin 31 Juli 2006 )
Tidak hanya manusia yang mengeluarkan suara saat melakukan hubungan persetubuhan. Laba-laba betina dari jenis Physocylus globosus juga mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi saat kawin. Disebut dengan strindulation, suara melengking tersebut dikeluarkan laba-laba betina sebagai respon tehadap tekanan berirama yang dilakukan laba-laba jantan saat mengawininya. Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk komunikasi kepada pejantannya saat kawin.

Laba-laba betina diketahui mampu menyimpan sperma dari banyak pejantan di tubuhnya. Selain itu, seekor laba-laba betina juga dapat memilih sperma-sperma mana yang akan dipilih untuk membuahi sel telurnya. Tekanan saat kawin merupakan cara yang dilakukan laba-laba jantan untuk merangsang laba-laba betina sehingga kesempatan spermanya membuahi sel telur semakin besar.

"Jantan yang sering menekan betinanya selama kawin memiliki peluang lebih besar untuk memiliki keturunan daripada yang tidak banyak menekan," kata salah satu penelitinya William Eberhard dari Universidad de Costa Rica dan Institut Penelitian Tropis Smithsonian di Panama.

Meskipun demikian, tekanan tersebut dapat melukai laba-laba betina jika terlalu kuat. Saat laba-laba jantan menekan terlalu kuat atau terlalu lama, laba-laba betina juga akan mengeluarkan suara tertentu agar laba-laba jantan meneruskannya tapi lebih ringan. Untuk menghasilkan suara yang melengking, laba-laba betina menggesek-gesekkan bagian pedipalp, organ tambahan yang memajang seperti kaki di dekat mulutnya, dengan chalicera, bagian taringnya yang memiliki permukaan kasar seperti kikir.
Pada laba-laba jantan, alat kelaminnya terletak di ujung pedipalp. Otot di bagian pangkalnya mengatur tekanan berirama alat kelamin jantan. Gerakan inilah yang merangsang laba-laba betina untuk mengeluarkan suara melengking.

Para peneliti mempelajari hubungan antara proses kawin dan suara melengking laba-laba betina dengan mengawinkan 68 ekor laba-laba betina yang masih perawan dengan dua ekor laba-laba jantan. Mereka menemukan bahwa frekuensi tekanan yang dilakukan laba-laba jantan sesuai dengan panjang lengkingan yang dikeluarkan laba-laba betina selama melakukan hubungan seksual.

Strindulation ini semakin sering dilakukan jika laba-laba jantan gagal melakukan tekanan sesuai permintaan sebelumnya. Laba-laba jantan yang menuruti keinginan pasangan kawinnya memiliki lebih banyak peluang untuk membuahi sel telur. Hasil penelitian ini dijelaskan dalam jurnal Animal Behavior.

Para peneliti memperkirakan bahwa gerakan yang menekan tersebut akan mendorong sperma lebih dalam ke tubuh laba-laba betina. Dengan demikian, peluangnya membuahi sel telur semakin besar. "Laba-laba betina mungkin menyukai pejantan yang dapat merangsangnya sehingga mendorongnya untuk membuahi sel telur dengan sperma pejantan yang dapat merangsang lebih baik," ujar Eberhard.

31 July 2006

Tips & Trik Meringankan Derita Si Sakit

( www.sirihmerah.com, Minggu 30 Juli 2006 )
"BEROBAT di zaman sekarang makin mahal saja. Sekali ke dokter spesialis paling tidak seratus ribu. Itu hanya untuk tarif dokter saja, belum lagi obat yang harus ditebus," keluh Ny. Rita Aep (43). Oleh sebab itu, sejak beberapa tahun terakhir Ny. Rita berpaling pada tanaman herbal untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Dua tahun yang lalu ketika di payudaranya ditemukan benjolan ia sempat pergi ke dokter spesialis. Ketika divonis menderita tumor jinak, Ny. Rita sempat gelisah. "Tetangga yang memberi tahu untuk mengompres dan meminum air rebusan handeuleum (daun wungu atau Graptophyllum pictum-red)," cerita Rita. Anjuran sang tetangga diturutinya. "Alhamdullillah benjolan itu terus mengempis dan nyut-nyut-nya tidak terasa lagi," aku Rita.

Biar sudah mengempis, masih ada juga ketakutan terjadi sesuatu di kemudian hari. Rita menuntaskan kesembuhan payudaranya di ujung sayatan dokter bedah lewat operasi. Tumornya yang sudah mengecil diangkat. Namun, jika gangguan kesehatan "bukan gangguan besar" yang harus dituntaskan lewat meja operasi, Rita tetap memercayakan kesehatan keluarganya pada herbal. "Sekarang pun di ginjal saya ada gangguan. Pinggang saya sering terasa sakit jika sudah kambuh. Kalau sudah begini saya merebus daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) untuk saya minum. Biasanya rasa sakitnya hilang," aku ibu rumah tangga ini. Untuk mendapatkan tanaman obat tradisonal, ia tidak mengkhususkan diri menanam herbal. Teras rumahnya sudah dipenuhi dengan barang dagangan berupa sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya. Ia cukup berputar-putar di sekeliling tempat tinggalnya. Selalu saja ada tetangga yang memiliki tanaman obat yang diperlukannya.

Ada juga Ny. Murdiati (50) yang memanfaatkan isi dapurnya untuk mengobati penyakit diabetesnya. Sejak dirinya didiagnosis dokter menderita penyakit diabetes, ia rajin menyetok daun salam di dapurnya. Daun salam tersebut direbus beberapa lembar dan diminum airnya. "Rasa lemas hilang dan kadar gula setelah dicek dokter ternyata membaik," cerita Ny. Murdiati.

Berbeda dengan Letkol (Purn) Soetedja A.S. (62). Untuk memenuhi kebutuhannya akan herbal ia sengaja menanam berbagai jenis tanaman obat di trotoar depan rumahnya. Di trotoar berukuran 1 x 3 meter persegi itu, bersesak-sesak berbagai jenis tanaman obat, mulai dari daun dewa (Gynura segetum (lour) Merr), meniran (Phyllanthus urinaria Linn) hingga tapak dara (Catharanthus roseus). Soetedja A.S juga memanfaatkan lahan sempit di atas selokan yang memisahkan tembok rumahnya dan tetangga. Pemanfaatan lahan terbatas ini sempat mengantarkan rumah Soetedja A.S sebagai pemenang "Rumah Sehat" tingkat kecamatan.

Sebenarnya tak ada penyakit khusus yang diderita mantan perwira ini. Namun ia rajin berkeliling memberi tahu tetangganya tentang jenis dan fungsi tanaman obatnya. "Saya sendiri paling memakai daun mahkota dewa dan meniran untuk menjaga stamina saya" akunya.
Kini, saat orang khawatir terhadap flu burung, ada baiknya mencoba mengonsumsi temulawak dan kunyit.

Menurut farmakolog terkenal yang rajin meneliti herbal Prof. Dr. Siddik, S.Apt., dua jenis tanaman obat asli Indonesia ini tergolong sebagai rhizoma yang memiliki senyawa kimia golongan kurkumin yang berwarna kuning.

"Berdasarkan penelitian di dunia kedokteran modern, diketahui bahwa khasiat temulawak (Sunda: koneng gede-red.) terutama disebabkan oleh dua kelompok kandungan kimia utamanya, yaitu senyawa berwarna kuning golongan kurkuminoid dan minyak atsiri," jelas Profesor Siddik. Dalam dunia fitoterapi, temulawak dikelompokkan sebagai adaptogen, yaitu bahan tidak berbahaya yang dapat mendorong meningkatkan resistensi untuk melawan racun. Secara umum temulawak mempunyai efek menormalkan fungsi jaringan yang terganggu. Namun Siddik menegaskan, temulawak dan kunyit tidak bisa dijadikan sebagai obat penyembuh penyakit flu burung. Karena sifat imuno stimulannya, jenis tanaman obat ini bekerja sebagai tameng atau pelindung, meningkatkan daya tahan tubuh.

Berikut tips ramuan temulawak dan kunyit dari profesor yang acap dipanggil Profesor Jamu ini.
1. Cuci satu siung temulawak atau kunyit, lalu parut.
2. Campur dengan sedikit gula dan asam kawak.
3. Campur dengan sedikit air dan rebus hingga mendidih.
4. Dinginkan dan minum secara teratur.

KEPERCAYAAN masyarakat terhadap herbal sebagai obat alternatif di luar pengobatan modern memang tak pernah lekang oleh zaman. Sempat surut ketika bermacam obat modern ditemukan, namun toh gerakan back to nature (kembali ke alam) membuat pamor herbal naik lagi. Prof. Dr. Siddik, S.Apt., mengakui kembalinya tanaman herbal menjadi primadona ketika masyarakat menyadari bahwa hampir tak ada efek samping yang ditimbulkannya. "Konsumsi saja tanaman yang sudah dikenal sebagai tanaman obat. Tak akan ada efek sampingnya," yakin Siddik.

Untuk membuktikan tak ada efek samping akibat mengonsumsi herbal, Soetedja A.S bahkan melakukan hal yang lebih ekstrem lagi. "Saya pernah menggodok puluhan jenis tanaman obat. Kemudian saya minum. Nggak ada apa-apa tuh," katanya sungguh-sungguh.
Umumnya masyarakat Indonesia memperoleh pengetahuan tentang tanaman obat dengan segala khasiatnya secara turun-temurun.

"Ibu saya biasa membalurkan daun tapak dara jika saya sakit panas. Hal yang sama saya lakukan untuk kedua anak saya," aku Ny. Ratna (40).

Namun pengetahuan yang terbatas membuat banyak penggemar herbal ini meluaskan pengetahuannya lewat buku. Sekarang tak sulit mencari buku-buku panduan tentang itu. Sebut saja Prof. Hembing yang sudah mencetak banyak buku panduan tentang tanaman obat. Juga sebuah produsen tanaman herbal yang dengan ikhlas mau membagikan lembaran-lembaran resep obat tradisionalnya kepada orang yang membutuhkannya.

Indonesia sendiri menurut Siddik sangat kaya akan tanaman obat/ herbal. Indonesia adalah negara kedua terbanyak setelah Meksiko yang memiliki kekayaan alam berupa herbal. Setidaknya ada 30.000 jenis tumbuhan, 10.000 di antaranya diindikasikan sebagai tumbuhan obat.
Bahkan, nenek moyang bangsa Indonesia sudah membuat pasangan-pasangan abadi beberapa jenis tanaman obat, hingga diketahui masyarakat modern masa kini. Misalnya saja beras dan kencur sebagai pasangan untuk suplemen penjaga dan peningkat stamina.

Selain tak ada efek kimianya, lebih banyak lagi orang mengonsumsi herbal dengan alasan menyiasati ekonomi yang lemah. Ketakberdayaan kocek menjangkau obat-obatan dari apotek membuat banyak orang beralih pada herbal.

Namun tanaman obat yang sudah diproduksi secara lebih modern menjadi tidak lagi menjadi terlalu murah. Biaya produksi menyebabkan tanaman alam yang bisa dipetik dari pekarangan sendiri ini dan sudah dikemas menjadi relatif mahal. Kendati demikian masih murah dibanding obat-obatan modern.
Diakui Siddik, dibanding masa lalu ketika tanaman obat belum tersentuh sama sekali dalam kemasan modern, para dokter jarang yang mau merekomendasikannya. "Kini banyak dokter yang sudah meresepkan obat dari herbal pada pasiennya," ujar Siddik. Siddik sendiri dikenal sebagai penemu dan pembuat berbagai obat dari herbal. Mulai dari obat pelancar dan penghilang nyeri saat haid hingga temuan senyawa cursil dari tanaman kunyit/kunir dan temulawak (Sunda: koneng gede -red) bagi penderita penyakit hati.

Sebenarnya jika orang cukup jeli, alam telah menyediakan segalanya bagi manusia. Setidaknya itulah yang digambarkan produsen obat dan kosmetik berbahan tradisional, Dra. Titin Iwan. "Alam sendiri telah memberikan tanda-tandanya. Kita saja yang sering tak paham," kata Titin yang telah memproduksi setidaknya 30 jenis tanaman obat dalam bentuk kemasan pil, kapsul, dan cairan. Titin memberi contoh, buah merah asal Papua dikenal khasiatnya untuk meningkatkan stamina dan melancarkan metabolisme darah. Warna buah merah yang juga berwarna merah itu seolah menyiratkan aliran darah. Lalu ada lagi kunyit yang dipercaya untuk mengobati sakit liver atau dikenal awam sebagai penyakit kuning karena kulit dan mata penderita biasanya berwarna kuning.

Herbal juga tak hanya berfungsi sebagai penyembuh. Fungsi lain adalah sebagai kosmetik. "Tak mungkinlah orang tak pernah bersentuhan sama sekali dengan herbal, baik fungsinya sebagai obat atau kosmetik. Hampir dalam setiap kehidupan manusia pernah menggunakannya," tegas Siddik yang pada awal persentuhannya dengan herbal sempat ditertawakan orang. Kini penelitiannya banyak digunakan perusahaan-perusahaan obat besar.

Maka, berterimakasihlah pada alam yang telah memberikan segalanya

Tips & Trik : Aneka Ramuan untuk Sakit Gigi

( www.sirihmerah.com, minggu 30 Juli 2006 )
Banyak tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan gigi. Rasa yang khas dari dari cengkih misalnya, membuat tanaman ini sering dimanfaatkan. Selain cengkih, ada sejumlah tanaman lain yang memiliki khasiat serupa. cengkih memiliki sifat antiseptica (antikuman), carminativa (peluruh angin), rubefaciencia (memanaskan kulit), antispasmodica (menghilangkan kejang), dan analgesik (pati rasa). Karenanya tanaman ini bisa digunakan untuk obat sakit gigi. Selain juga bisa untuk nyeri haid, rematik/pegal linu, masuk angin/mual, suara parau (serak), dan selesma.Demikian pula dengan sirih. Tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini telah dikenal sejak tahun 600 SM. Pada daunnya yang berbentuk bulat telur melebar, elips melonjong, atau bulat telur melonjong dengan pangkal berbentuk seperti jantung dan ujung meruncing pendek ini, terkandung minyak atsiri yang dapat menguap. Di antaranya yang terbesar chavicol dan betlephenol. Aroma khas dari daun dan minyak sirih itu karena kandungan chavicol tadi. Senyawa ini memiliki daya antiseptik yang kuat dan daya bunuh bakterinya bisa sampai lima kali lipat dari fenol biasa. Daun berukuran panjang 6-17,5 cm dan lebar 3,5-10 cm ini juga mengandung allylrocatechol, cineole, caryophyllene, menthone, eugenol, dan methyl ether. Bahkan, ia berisikan vitamin C dan alkaloid arakene yang khasiatnya sama dengan kokain. Beberapa tulisan ilmiah juga menyebutkan, daun sirih mengandung enzim diastase, gula, dan tanin. Namun, daun muda mengandung diastase, gula, dan minyak atsiri lebih banyak ketimbang yang tua, sedangkan tanin relatif sama. Senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam seriawan memang belum terlacak. Yang pasti, dalam beberapa buku kuno India dan Yunani, seperti dikutip Darwis S.N., disebutkan daun yang merupakan bahan utama menginang ini memiliki sifat styptic (menahan perdarahan), vulnerary (menyembuhkan luka kulit), stomachic (obat saluran pencernaan), menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorokan. Berikut ini beberapa ramuan lain pereda gangguan gigi yang dihimpun dari berbagai sumber:
Ramuan 1 Siapkan kunyit satu rimpang dan minyak kayu putih secukupnya. Setelah kunyit dicuci bersih, lalu kupas. Rendam sebentar dalam minyak kayu putih, kemudian tempelkan dalam gigi yang berlubang. Lakukan hingga sakit mereda.Ramuan 2 Siapkan kunyit 10 gram, daun dan akar serai masing-masing 50 dan 25 gr, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan dicuci bersih dan kunyit dipotong-potong, rebus dengan setengah liter air. Biarkan hingga air menjadi satu gelas. Minum untuk tiga kali sehari.Ramuan 3Siapkan kunyit 10 gram, daun meniran 50 gram, buah pinang setengah biji, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan kecuali garam dicuci, tumbuk hingga halus. Jangan lupa garam. Seduh dengan air panas sebanyak satu gelas, lalu saring. Bila sudah hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.Minyak kelapa Siapkan minyak kelapa sebanyak satu sendok teh. Rendam sejumput kapas dalam minyak tersebut, lalu panaskan di atas api selama kurang lebih 2-3 menit. Setelah agak hangat, tempel dengan kapas pada bagian gigi yang berlubang.Biji cengkih Siapkan biji cengkeh sebanyak satu genggam. Setelah disangrai, tumbuk halus hingga menjadi bubuk. Lalu, taburkan pada gigi yang sakit. Lakukan hingga sakit mereda.Getah pohon kamboja Siapkan getah pohon kamboja secukupnya, bisa diambil dari tangkai daun. Teteskan pada gigi yang berlubang atau gusi yang bengkak. Lakukan hati-hati, jangan sampai terkena gigi yang sehat. Harap hati-hati, karena getah kamboja bisa merusak gigi yang sehat.Biji asam Siapkan setengah ons biji asam. Kemudian disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hangus. Setelah hangus, tumbuk halus menjadi bubuk. Gosokkan bubuk tersebut pada bagian gigi yang hitam atau kuning. Lakukan

Alamku : Hari Lingkungan Hidup Sedunia

( Cenderawasih Pos, Selasa 30 Juni 2006, Alamku Edisi XXXVII )
Hari lingkungan hidup sedunia bukan hanya diperingati dengan menyelenggarakan acara-acara berbau lingkungan, tetapi meru­pakan momen untuk mengingatkan kita apa yang sudah kita lakukan untuk lingkungan sekitar kita, kota ataupun negara dimana kita tinggal.

Masing-masing kita pasti punya hari ulang tahun, seperti sesuatu yang diperingati tiap tahun, hari lingkungan hidup sedunia menjadi sesuatu yang membuat kita mengintrospeksi diri juga sekeliling kita; apakah yang terjadi selama satu tahun yang lalu dan apakah yang akan kita buat untuk tahun berikutnya.

Senator Amerika Gaylord Nel­son, sang penggagas Hari Lingku­ngan Hidup sedunia tidak akan mengira sebelumnya bahwa gaga­sannya dalam memperhatikan daerah sekelilingnya akan diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kita tidak perlu menjadi seperti seorang Gaylord Nelson untuk berjasa pada lingkungan, karena sewaktu beliau mengungkapkan gagasannyapun dia tidak akan menyangka bahwa di kemudian hari gagasannya diperingati sebagai hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Menanam pohon di pinggir jalan sekitar rumah kitapun merupakan aksi untuk menjaga lingkungan sekitar kita tetap sejuk. Karena selain sebagai perindang waktu siang, pohon juga menghasilkan oksigen yang sangat berguna bagi kita. Satu pohon besar menghasilkan 1 kg oksigen/hari, sementara kebutuhan manusia kira-kira 0,5 kg/hari. Di Papua sementara ini kita tidak perlu kuatir akan hal itu, tapi apakah di masa depan kita tidak perlu kuatir dengan kondisi sekarang dimana pohon-pohon di Papua juga mulai dieksploitasi secara berlebihan.

Kita semua pasti tidak akan mau jika hutan, daerah pemukiman kita yang indah di tanah Papua ini tinggal kenangan. Mari kita selamatkan lahan hijau di tanah Papua ini! Jangan hanya hasil bumi saja yang kita banggakan. Semua SDA di Papua dari pantai, hutan, danau, sungai bisa kita banggakan, kita manfaatkan dengan benar dan kita jadikan kekhasan tanah Papua yang tidak semua daerah memilikinya. Lestarikan Alam Papua kita tercinta.(Devi)

30 July 2006

Jayapura : Kembangkan Tanaman Jarak, Dinas Perkebunan Siapkan 340 Ha Lahan

( Papua Pos, Sabtu 29 Juli 2006 )
Dinas pertanian provinsi Papua, mulai tahun 2006 ini akan mengembangkan tanaman jarak sebagai salah satu komoditi strategis. Tak tanggung-tanggung untuk menyukseskan program tersebut, dinas perkebunan saat ini sudah menyiapkan lahan, sekitar 340 Ha. "Sudah ada lahan seluas 340 Ha untuk mengembangkan tanamam jarak, pada tiga kabupaten masing-masing Jayapura, Biak, dan Jayawijaya,"ujar kepala dinas perkebunan provinsi, Ir, Leo Rumbarar kepada Papua Pos baru-baru ini di Kotaraja.

Menurutnya, program penamanam jarak yang akan dilaksanakan pada tiga kabupaten tersebut, kini hanya tinggal menunggu kuncuran dana saja. "Untuk pembiayaan program tersebut dana diperoleh dari APBD provinsi sebesar 10 milyar rupiah, dan dekosentrasi bantuan departemen senilai 22 milyar rupiah, tapi dana-dana itu belum dicairkan."ungkapnya.

Sebagai langkah sebelum proyek tersebut berjalan, pihaknya akan melakukan sosialiasi-sosialisasi kepada masyarakat pada tiga kabupaten percontohan tersebut. Hal tersebut memang harus dllakukan sebelumnya, agar
masyarakat mengerti benar manfaat tanaman jarak, jika dikembangkan. 'Tanaman jarak itu mempunyai nilai jual yang tinggi, sebab berfungsi sebagai salah satu bahan pembuatan minyak untuk kendaraan,"jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat pada tiga kabupaten. tersebut untuk memberikan dukungan sehingga program ini bisa berjalan. "Program penanaman jarak di tiga kabupaten tersebut merupakan tahap I, kalau pro­gram tersebut berjalan dengan baik, kemungkinan akan dikem­bangkan lagi, "jelasnya. **

29 July 2006

Jayapura : Tak Sesuai Master Plan, Drainase Minta DiBongkar, DPRP Dalam Waktu Dekat Akan Turun Ke lapangan

( Papua Pos, Jumat 28 Juli 2006 )
Pembangunan drainase di kelurahan Entrop, tepatnya dibelakang Rumah Potong hewan sepanjang 400 M dengan dana ratusan juta rupiah oleh Bina Cipta Karya PU Provinsi Papua tahun anggaran 2006, yang dinilai tidak sesuai dengan master plan diminta DPRP supaya dibongkar oleh kontraktor dan kembali dikerjakan seperti master plan yang ada. "Walaupun sudah terlanjur dikerjakan, jika memang tidak sesuai dengan master plan yang ada, apalagi dikerjakan bengkok-bengkok, kami dari komisi D DPRP yang membidangi pembangunan meminta secara tegas kepada kontraktor supaya drainase segera dibongkar dan kembali dikerjakan sesuai dengan master plan,"tegas anggota Komisi D DPR Papua Marthen Marey, SH menjawab Papua Pos diruang kerjanya, Jumat (28/7).

Untuk itu, kata politikus partai Golkar ini, dalam waktu dekat pihaknya dari Komisi D akan segera turun kelapangan untuk mengecek pembangunan drainase tersebut. Jika memang betul sesuai dengan laporan. masyarakat. Pihaknya akan memanggil pihak PU Cipta Karya dan Kontraktornya untuk menanyakan mengapa sampai terjadi demikian.

"Maaf, saya belum bisa pastikan kapan' turun kelapangan, tetapi dalam waktu dekat kita akan realisasikan. Apalagi pembangunan drainase tersebut dikerjakan PU provinsi, sudah menjadi .tugas Komisi D DPRP melakukan kon­trol dan lokasinya di kota. Di kota saja kontraknya sudah demikian, bagaimana lagi proyek-proyek yang di daerah pedalaman,"katanya.

Kalau mau membangun, kerjakanlah yang bagus dan rapi. Jangan sampai kontraktornya hanya cari untung. Apalagi kalau hanya gara-gara tiang telepon.Itu kan bisa dikordinasikan dengan pihak Telkom supaya tiangnya dipindahkan. Kontraktor jangan hanya cari enaknya dan. mikirkan keuntungan, tanpa ada rasa tanggungjawab bagaimana supaya pembangunan drainase tersebut benar-benar tertata rapi, indah dan enak dipandang mata. Uang untuk pembangunan drainase itu adalah uang rakyat, wajar saja jika rakyat menuntut supaya pembangunan drainase dikerjakan kontraktor dengan baik Kan sayang uang rakyat sudah cukup besar untuk pembangunan drainase tersebut, tetapi hasilnya tidak memuaskan, kan rakyat pasti kecewa."Apapun alasannya, kami minta supaya kontraktor membongkar kembali drainase dan kembali mengerjakannya sesuai dengan master plan,"tegasnya.

Tak lupa pula ia mengingatkan pihak instansi teknis terkait agar lebih serius bekerja dan pengawas proyek tidak hanya duduk diam dibelakang meja tinggal terima laporan, tidak tahu kondisi dilapangan bagaimana yang sesungguhnya. Jadi kalau sampai berubah dari master plan, itu keterlaluan dan kesalahan ada pada konsultassi pengawas proyek pembuatan drainase. Ini jelas sangat merugikan masyarakat yang ada disekitar drainase. "Saya berharap pelaksana proyek harus memperhatikan keinginan masyarakat dilingkungan pembangunan drainase tersebut, karena dana pembangunannya adalah dari rakyat. Sekecil apapaun dana yang dipakai dalam pembangunan harus dipertanggungjawabkan kepada rak­yat, "ujarnva. .**

Jayapura : Tenaga Penyuluh Pertanian di Yahukumo Perlu Ditambah

( Papua Pos, Jumat 28 Juli 2006 )
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Ir. Abraham Werimon mengaku merasa kagum melihat tanah Distrik Pasema, kabupaten Yahukimo yang begitu subur. Semua jenis tumbuhan yang ditanam di Pasema tumbuh dengan subur, seperti daun bawang, jagung, singkong, pisang, sawi, tomat dan lain-lainnya tumbuh dengan . subur.

Demikian dikemukakan Kadis Pertanian Ir. Abraham Werimon kepada Papua Pos.di Hotel Matoa, Sabtu (29/7) pagi. Hanya sekarang persoalannya sekarang adalah masalah transportasi, dimana disana (Yahu­kimo) sarana transportasi hanya mengandalkan pesawat udara, sehingga masyarakal kesulitan untuk memasarkan hasil pertanian mereka ke daerah yang lain. Yang lebih membanggakan lagi ujar Werimon, animo masyarakat setempat untuk bertani cukup tinggi. Tidak ada bedanya seperti yang ada di Jayapura, saudara-saudara kita dari Pegunungan cukup respek untuk bertani.

Hanya tadi masalah transportasi, sehingga kalau masyarakat ingin lebih ditingkatkan lagi bercocok tanam, dikuatirkan hasilnya tidak bisa dipasarkan keluar dari wilayah Yahukimo.Alhasil, kata dia penduduk di Yahukimo menanam tanaman hanya sebatas untuk dikonsumsi atau hanya sebatas kebutuhan saja.

Dikatakan, dari 34 Distrik di Yahukimo, 7 Distrik statusnya sudah devinitif. Disetiap Distrik Dinas Pertanian menempatkan satu orang tehaga penyuluh. Tenaga penyuluh ini menurut dia masih kurang'dan perlu ditambah. Untuk itu kata dia, pemerintah provinsi Papua dan pemerintah daerah setempat agar memprioritaskan penempatan PNS di kabupaten Yahukimo sebagai tenaga penyuluh. Tenaga penyuluh sangat diperlukan di Kabupaten Yahukimo sebagai tenaga pendamping bagi para petani yang ada di Yahukimo. Jangan setelah ada kasus kelaparan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, baru semua sibuk dan saling menyalahkan."Kalau kita ingin komitmen membangun masyarakat, maka kita harus lebih serius bekerja,"katanya. **

Jayapura : Program Dinas Perikanan, Tidak Tepat Sasaran

( Papua Pos, Jumat 28 Juli 2006 )
Tempat Pelelangan Ikan di Hamadi dinilai mubazir. Hingga kini pemanfaatnya tidak jelas Setiap tahun biaya operasional selalu dialokasikan oleh pemda provinsi Papua melalui APBD. Padahal, kalau saja dimanfaatkan secara baik, ada manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Akhirnya, apa yang terjadi, harga ikan maupun benih jika di Papua, lebih tinggi harganya, karena ada permainan dari spekulir-spekulir yang mencari keuntungan dari masyarakat. Ini juga terjadi karena program dari Dinas Perikanan, 'tidak' tepat sasaran bahkan tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Demikian dikatakan Wakil Kepala Dinas Perikanan Provinsi Papua, Marthinus Ayomi, SH, kepada Papua Pos Rabu (26/7), diruang kerjanya. "Contoh kasus, tempat pelelangan ikan di Hamadi, mubazir. Kalau kita manfaatkan baik-baik, ada manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masy-arakat. Kalau bisa difungsikan secara baik, hasil masyarakat akan kita tampung, kita beli, ada harga yang bagus uhtuk melayani masyarakat" ujarnya."

Benih ikan di Papua ini, katanya, jauh lebih tinggi harganya dari harga yang sebenarnya. Karena apa? Menurutnya, ada spekulir di Papua. Kalau sudah jatuh ke tangan calo, harga ikan tak lagi yang sesungguhnya. "Kita harap sesuai dengan standar yang kita sudah perhitungkan dari masyarakat. Tetapi karena jatuh ke calo, diakan cari untung. Kalau diambil langsung dari nelayan dan pelaku sendiri, saya kira kita bisa atur harganya," imbuh Ayomi.

Karena itu, menurutnya, kalau dinas Perikanan kerja benar-benar, ada keunggulan-keunggulan di didapatnya seperti perikanan -perikanan darat seperti budidaya. Kata dia, potensi laut cukup, sumber daya cukup, tapi karena program yang dinas Perikanan buat tidak kena sasaran, ada kepentingan disana, sehingga tidak menghasilkan apa-apa.

"Infrastruktur kita bangun, sarana kita bangun, sampai diseluruh kabupaten ada TPI, ada balai benih ikan, balai laut, pelabuhan pendaratan dan pelelangan ikan. Dengan rnemanfaatkan ada inves­tor, ada pabrik es, pelayanan ke masyarakat harus terjalin dengan baik, masyarakat tidak makan ikan yang kwalitas ikannya sudah turun, gatal-gatal,"tambahnya. Hal ini akibat dari program dinas yang tidak tepat, tidak kena pada sasaran.

Ayomi yakin, Gubernur Suebu punya rencana besar, karena tidak hanya berharap dari APBD saja, tetapi punya pengalaman sehingga bisa menggaet investor, uang yang banyak juga dari bank dunia untuk mendukung pembangunan dan membangun daerah Papua, termasuk sektor-sektor kemakmuran dengan program-pro­gram yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. **

28 July 2006

Jayapura : Pagi ini, Presiden Panen Ubi di Yahukimo, Kemarin, SBY Disambut Ribuan Warga Kota Jayapura

( Cenderawasih Pos, Kamis 27 Juli 2006 )
Dijadwalkan pagi ini, Kamis (27/7) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ibu Hj Ani Yudhoyono akan melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo. Salah satu agenda orang nomor satu di Indonesia ini, adalah melakukan panen ubi jalar (hipere) di Kabupaten Yahukimo, pukul 09.15 WIT.

Terkait dengan itu, sejak kemarin Presiden dan Ibu negara telah tiba di Jayapura. Dengan menumpang pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-500 pesawat orang nomor satu di tanah air itu, tiba di Bandar Udara Sentani sekitar pukul 16.15 WIT. Di Airport. Presiden SBY dan rombongan disambut tarian selamat datang dan langsung menyalami Gubernur Barnabas Suebu, SH yang datang bersama Ny Mary Suebu. Selain itu juga ikut menjemput Mantan Gubernur yang juga Dirjend PUM DR Sodjuangon Situmorang, M.Si Ketua DPRP Drs John Ibo, MM dan Ketua MRP Agus Alua serta Muspida lainnya.

Setelah istirahat beberapa saat lamanya di VIP Room bandara Sentani, Presiden dan Ibu Hj Ani Yudhoyono langsung masuk ke mobil BMW berkaca anti peluru yang didatangkan langsung dari Jakarta dengan plat Indonesia 1 yang konon harganya mencapai Rp 2,5 miliar. Tak hanya itu mobil ini juga dipesan khusus.

Ikut dalam rombongan Presiden dan Ibu Hj Ani Yudhoyono Menteri Kesehatan Fadilah Supari, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa serta sejumlah rombongan lainnya sedangkan Mendagri Mohammad Ma'ruf dan Panglima TNI Djoko Suyanto sudah tiba sebelumnya.

Sepanjang jalan dari bandara Sentani hingga Gedung Negara tempat dimana orang nomor satu di Indonesia itu menginap, ratusan bahkan ribuan warga kota dan siswa sekolah baik SD, SMP hingga SMA dengan bendera merah putih di tangan berjejer di pinggir jalan sembari meneriakkan yel-yel. Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono terlihat tak henti-hentinya melempar senyum dan melambaikan tangan. Sesekali mereka berteriak bapak..., ibu.... I Love You.

Tiba di Gedung Negara, Presiden dan Ibu Hj Ani Yudhoyono disambut Walikota Jayapura Drs MR Kambu M.Si dan Ny WW Kambu serta sejumlah pejabat lainnya. Presiden dan rombongan istirahat sejenak di VIP Room Gedung Negara bersama para penjemputnya kurang lebih 20 menit dan setelah para penjemput ini pulang ke tempatnya masing-masing untuk memberikan kesempatan kepada Presiden dan Ibu Negara untuk beristirahat. Tak ada acara istimewa yang dilakukan oleh Presiden dan Ibu negara karena memang mereka hanya mampir nginap dan istirahat.

Direncanakan, hari ini Kamis 27 Juli Presiden dan Ibu Negara akan menuju Wamena dengan Hercules khusus C-130 TNI AU dan selanjutnya ke Yahukimo dengan menggunakan helicopter kepresidenan. Pada pukul 09.15 WIT Presiden dan ibu negara akan panen ubi jalar di Yahukimo. Dan setelah itu akan kembali ke Wamena dan akan menuju Kurima masih wilayah Kabupaten Yahukimo. Dalam perjalanannnya ke Kurima, Presiden direncanakan akan mampir di SD dan SMP untuk peninjauan dan penyerahan bantuan. Kegiatan Presiden di Kurima adalah penanaman seribu pohon dalam rangka gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan. Setelah itu, Presiden juga akan apel bersama tim interdep, TNI dan Polri, dokter para medis dan bupati se-Papua. Malamnya, Presiden akan tatap muka dengan Muspida dan tokoh masyarakat Jayawijaya dan Jumat paginya akan kembali lagi ke Jayapura.

Tempat yang Dukunjungi Dinyatakan Aman
Sementara itu, kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo yang akan dikunjungi sudah dipastikan siap menerima kunjungan presiden. Untuk memastikan itu, Selasa kemarin, Panglima Marsekal TNI Djoko Suyanto didampingi Pangdam XVII/ Trikora, Mayjen TNI George Toisutta, Plt. Bupati Jayawijaya Nikolas Jigibalom, S.Sos, Bupati Pegunungan Bintang Welington Wenda bersama unsur pimpinan TNI, Polri dan rombongan yang lain sudah meninjau langsung sejumlah lokasi tersebut.

Sekitar pukul 10.00 WIT rombongan Panglima Marsekal TNI Djoko Suyanto tiba di bandara Wamena. Setelah beristirahat sejenak di ruang VIP, kemudian menuju ke Distrik Kurima melalui jalan darat. Iring-iringan kendaraan menuju Distrik Kurima dikawal ketat pasukan pengamanan presiden (paspampres), TNI dan Polri. yang dapat ditempuh melalui jalan darat dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sejalan dengan kunjungan ke Distrik Kurima, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyempatkan diri untuk melihat dari dekat SMP Negeri 3 Megapura dan SD. St. Michael, Kampung Hepuba yang rencananya akan dikunjungi bapak Presiden RI.

Setibanya di Kurima Panglima dan rombongan meninjau puskesmas, para dokter, tenaga medis dan kesiapan panitia menyambut kedatangan presiden. Boleh dibilang semua persiapan itu sudah tertata rapi. Selain Distrik Kurima, Presiden rencananya juga akan mengunjungi daerah Pasema dan Tangma untuk melihat kehidupan masyarakat di dua tempat tersebut.

Usai dari Kurima rombongan kemudian menuju ke Mess Kodim 1702 Wamena yang terletak di jalan Bhayangkara, yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat menginap/beristirahat Presiden.

Setelah itu, rombongan kemudian melakukan peninjauan ke kebun Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Gunung Susu. Di lokasi ini rencananya Presiden akan menyaksikan pameran, melakukan penanaman pohon dan berdialog dengan warga masyarakat. Rombongan kemudian bertolak menuju Batalyon 756 Wimane Sili. Di tempat ini Presiden rencananya akan melaksanakan sholat Jumat dan makan siang bersama.

Usai dari kunjugan Batalyon 756 WMS, rombongan Panglima Marsekal TNI Djoko Suyanto kemudian kembali ke bandara Wamena dan selanjutnya berangkat menuju Jayapura untuk menjemput kedatangan Presiden di Bandara Sentani Jayapura.

Sementara itu Plt. Bupati Jayawijaya Nikolas Jigibalom, S. Sos yang diwawancarai wartawan terkait dengan kunjungan Presiden RI di wilayahnya mengemukakan, seluruh aparatur pemerintah yang meliputi pejabat pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Jayawijaya menyatakan siap untuk menyambut kedatangan Presiden. "Ini merupakan satu kehormatan bagi kami rakyat Papua, secara khusus masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah, meski kami berada di pelosok pedalaman bapak Presiden berkenan untuk mengunjungi daerah kami,"tegasnya.

"Hal ini menjadi peristiwa yang sangat bersejarah buat kami orang pedalaman, dan tidak akan pernah dilupakan, semoga bapak Presiden sangat terkesan dalam kunjungan kerjanya di Jayawijaya dan Yahukimo,"tandasnya.

Di Dekai, Masyakat Juga Siap Sambut Presiden
Sementara itu dari Dekai, Kabupaten Yahukimo, dilaporkan meski sejak awal Bupati Yahukimo Ones Pahabol, SE, MM merencanakan bahwa kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mestinya ke Dekai, Pangma dan Pasema, namun kenyataannya, presiden kemungkinan hanya berkunjung ke Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo.

Terkait dengan rencana kedatangan presiden tersebut, sudah 3 bulan terakhir ini pemerintah Kabupaten Yahukimo menyiapkan segalanya untuk menyambut kunjungan presiden, khususnya di daerah Dekai. Bahkan hingga tadi malam pukul 22:00 WIT (berita ini dibuat), di Dekai masih melakukan persiapan-persiapan. Bahkan masyarakat yang berasal dari distrik-distrik di Kabupaten Yahukimo telah berkumpul di Dekai dalam 2 Minggu terakhir ini, setelah dimobilisasi Pemkab Yahukimo.

Antusias, masyarakat dari semua distrik tersebut untuk melihat Presiden sangat tinggi. Hal itu, dapat dilihat (dibuktikan) masyarakat terus melakukan latihan tari-tarian adat masing-masing distrik. Seluruh masyarakat tersebut juga sudah mempersiapkan pesta adat bakar batu. Meski tadi siang (kemarin) Bupati Yahukimo telah mengumumkan bahwa sangat kecil kemungkinan presiden akan datang ke Dekai, namun masyarakat tetap menunggu kehadiran Presiden di Dekai. Begitu juga panitia kunjungan Presiden di kabupaten Yahukimo terus mempersiapkan segalanya. Misalnya pembuatan panggung sudah, pembuatan tenda-tenda, pemasangan umbul-umbul, termasuk juga tempat-tempat yang awalnya direncanakan sebagai tempat menginap (bermalam) Presiden dan rombongan.

Masyarakat sangat mengharapkan dapat bertemu dengan Presiden dan akan kecewa jika tidak dapat bertemu dengan Presiden yang mereka pilih dalam pemilihan umum (Pemilu) yang lalu. Dalam menyambut kunjungan Presiden ke Yakuhimo, ada 4 tempat yang disiapkan, masing-masing, Bupati Yahukimo siap di Kurima, Wakil Bupati Yahukimo siap di Tangma, Asisten I Pemkab Yahukimo di Pasema, dan Sekda Yahukimo di Dekai. Serta di masing-masing tempat sudah disiapkan baliho-baliho ucapan selamat datang Presiden Rebuplik Indonesia termasuk juga telah di pasang bendera-bendera.

Sekedar diketahui, semestinya di Dekai selain akan dilaksanakan pesta adat dan lainnya, yang paling menjadi pehatian masyarakat, pertama pencangan pembangunan di Yahukimo, kedua peletakan batu pertama pambangunan pelabuhan Logbon, ketiga diharapkan Presiden memberikan motivasi kepada masyarakat Yahukimo dalam rangka ikut serta melaksanakan pembangunan dan keempat pemberian nama Jalan. Agenda ini disiapkan karena di Yahukimo pembangunan dimulai dari nol (hutan), sehingga perlu adanya pencanangan pembangunan.(ta/jk/api)

27 July 2006

Manca Negara : Inggris : Laba-laba Bisa 'Terbang' Ratusan Kilometer

( Kompas, Rabu 26 Juli 2006 )
Saat akan berpindah ke tempat yang sangat jauh, seekor laba-laba akan menembakkan benangnya ke udara untuk menangkap aliran angin. Laba-laba dapat melayang di udara hingga ratusan kilometer bahkan menyeberangi lautan. Bagaimana mereka bisa terbang sejauh itu?

Tim peneliti dari Rothamsted Research, Inggris menyusun model matematika untuk menggambarkan fenomena yang disebut balooning ini. Model ini dapat menjelaskan bagaimana aliran angin dapat mendorong hewan berkaki delapan itu melayang di udara hingga ratusan kilometer.

"Dengan melakukan beberapa modifikasi, kami telah menguak misteri yang membingungkan para ilmuwan selama 200 tahun," kata Dr. Dave Bohan dari Rothamsted. Model yang dikembangkan sebelumnya dapat menjelaskan bagaimana laba-laba dapat melayang hingga sejauh 200 meter. Namun, temuan ini belum dapat menjelaskan mengapa Charles Darwin melihat laba-laba yang melayang di udara saat berada di atas kapal Beagle yang berjarak 100 kilometer dari pantai Amerika Selatan.

Selama 20 tahun terakhir, penjelasan matematis mengenai fenomena ballooning ini dijelaskan dengan model Humphrey. Namun, tim peneliti Rothamsted menemukan bahwa model ini tidak cukup untuk menjelaskan beberapa hal, misalnya bagaimana gerakan laba-laba saat di udara.

Aerodinamis
Kebanyakan laba-laba berukuran kecil yang sedang mencari daerah kekuasaan baru atau mencari pasangan kawin akan melemparkan jaring ke udara dan menggunakannya sebagai semacam parasut untuk melompat ke tempat baru. Aktivitas ini akan berlangsung selama musim gugur dan musim panas. Jarak lompatannya mungkin terbatas namun adakalanya sangat jauh.

Para ilmuwan menggambarkan bahwa benang laba-laba bersifat padat seperti tangkai yang digantungi laba-laba. Karena sangat fleksibel, benang laba-laba dapat meliuk-liuk saat terhempas angin sehingga mempengaruhi sifat aerodinamikanya. Hempasan angin dapat mendorong benang dan laba-laba yang menggantung di bawahnya hingga ke jarak yang tidak dapat diperkirakan.

Untuk memastikan proses tersebut, tim peneliti berencana mendemonstrasikan hal tersebut dengan meletakkan laba-laba di terowongan angin. Mereka berharap dapat melihat bagaimana mekanisme yang dijalankan laba-laba untuk "menangkap" angin sehingga dapat dibuat model yang lebih akurat.

"Laba-laba sangat menarik untuk dipelajari karena hewan tersebut merupakan salah satu predator utama dalam bidang pertanian," kata Bohan. "Jika dapat dipahami bagaimana dan mengapa mereka berpindah, kami dapat mengembangkannya sebagai agen pengendali biologis untuk mengatasi hama di lingkungan pertanian."

Manca Negara : Italia : Danau Raksasa Terlihat di Titan

( Kompas, Rabu 26 Juli 2006 )
Wahana Cassini berhasil menangkap bercak hitam berukuran raksasa di dekat Kutub Utara bulannya Saturnus, Titan. Dilihat dari ukuran dan bentuknya, ini mungkin danau raksasa berisi hidrokarbon cair. Sejumlah alur yang menyerupai cabang aliran terlihat keluar maupun masuk ke kubangan raksasa tersebut. Saluran-saluran ini memiliki bentuk yang sepertinya menunjukkan bekas aliran cairan.

Beberapa bercak yang menyerupai danau dan bekas aliran-aliran cairan hanya tampak berwarna hitam dalam citra radar wahana yang mulai mendekati Titan sejak 1 Juli 2004. Artinya, sinyal radar tidak dipantulkan sehingga permukaan di sana sangat halus.

Pada beberapa citra radar terlihat lingkaran di dalamnya yang mungkin menunjukkan endapan saat cairan tersebut menguap. Danau di permukaan Titan mungkin diisi cairan hujan yang terjadi saat badai yang berlangsung musiman.

Kandungan metana di atmosfer Titan cukup stabil mengingat terdapat cairan hidrokarbon jenis metana dan etana di bawah permukaan Titan yang beku. Namun, kandungan air di sana hampir dikatakan tidak ada. Karena alasan itulah, para peneliti menduga bahwa yang mengisi danau di permukaan Titan adalah cairan metana atau etana.

Anggota tim peneliti Cassini akan mengambil gambar daerah tersebut sekali lagi saat wahana melayang di atasnya kembali. Mereka akan memastikan apakah yang wilayah tersebut benar-benar danau yang berisi hidrokarbon cair. Jika benar, Titan bakal menjadi satu-satunya benda langit selain Bumi yang memiliki danau di permukaannya.

Penelitian di Titan merupakan bagian proyek Cassini-Huygens. Proyek senilai 3,2 miliar dollar AS ini merupakan hasil kerja sama Badan Antariksa AS (NASA), Badan Antariksa Eropa (ESA), dan Badan Antariksa Italia (ASI).