(www.cenderawasihpos.com, 13-03-2008)
Dari Kunjungan Anggota Komisi C DPRD Pasaman ke Kab. Jayapura
SENTANI-Drs. Jasman Tanjung yang merupakan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pasaman Barat menilai Pemkab Jayapura telah berhasil memberdayakan masyarakat pesisir menyangkut perikanan. Hal ini diungkapkan saat bertemu langsung dengan Sekda, Ir la Achmady, MMT dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Rahabean Kallem, di aula II Kantor Bupati, Rabu (12/3).Menurut Jasman, kunjungannya ke Kabupaten Jayapura bersama 3 rekannya dalam rangka studi banding dengan melihat beberapa potensi yang telah diberdayakan serta mendengarkan pemaparan tentang cara yang ditempuh dalam keberhasilan tersebut.Kabupaten Jayapura dinilai bisa memberikan contoh untuk daerahnya (Pasaman Barat) bagaimana mengembangkan potensi alam dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat terutama yang tinggal didaerah pesisir.
"Kami melihat Kabupaten Jayapura cukup berhasil meningkatkan dan menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang lebih fokus pada perikanan karena itu kami berharap penerapan serupa bisa kami lakukan,"ungkap Jasman yang mengaku kerukunan dan situasi di Papua jauh berbeda dengan pemberitaan yang didengar selama ini.Yang ingin dicapainya yakni bagaimana memberikan hasil lebih dalam perekonomian masyarakat sehingga perputaran uang tidak hanya sebatas helai kain sarung yang terus menerus tidak mengalami peningkatan."Pemerintah kami sudah berbuat banyak tetapi yang kami lihat belum berkembang sedangkan kami menginginkan lebih," katanya. Hal lain yang juga menjadi perhatian mereka tentang situasi keamanan di Kabupaten Jayapura yang dianilainya cukup kondusif. Menurutnya di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura, banyak terjadi permasalahan dimasyarakat, tapi pemerintah mampu menyelesaikan dengan pola persuasif dan ini pun menjadi point untuk diterapkan didaerahnya. (ade)
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
14 March 2008
Jayapura : Pemkab Dinilai Berhasil Berdayakan Masyarakat Pesisir
12 March 2008
Raja Ampat : Spesies Baru Katak, Kadal, dan Ular Ditemukan di Raja Ampat
"Dilihat dari ciri-cirinya hewan-hewan tersebut belum ditemukan di semua rujukan yang kami miliki," ujar Dr. Purwanto dari Pusat Penelitian Biologi LIPI dalam lokakarya di Jakarta, Selasa (11/3). Namun, pihaknya belum dapat memastikan sebelum identifikasi selesai dilakukan dan resmi dipublikasikan ke dalam jurnal ilmiah.
Katak yang diperkirakan spesies baru diperkirakan masuk ke dalam kelompok jenis katak hijau (Litoria sp. Nov) dan katak Cellulops sp. Nov. Sementara jenis ular yang diduga baru merupakan jenis Stegonotus sp. Nov. Untuk kelompok kadal, masing-masing dari jenis Emoia sp. Nov. dan Spenomorphus sp. Nov. Kelimanya ditemukan di Pulau Waigeo yang merupakan pulau terbesar di Kepulauan Raja Ampat.
Puluhan spesies
Lima kandidat hanya sebagian kecil dan secara keseluruhan ditemukan puluhan kandidat spesies baru yang ditemukan selama ekspedisi ini. Selain kelima hewan tersebut, para peneliti juga menemukan 10 kandidat lainnya dari kelompok serangga, 1 moluska (siput dan sejenisnya), 26 ikan, 1 udang-udangan, 1 jenis laba-laba, dan 7 isolat mikroorganisme.
Para peneliti juga mengumpulkan sampel tumbuh-tumbuhan. Dari taksonomi tumbuh-tumbuhan, ditemukan 2 kandidat spesies baru tumbuhan tingkat tinggi, 3 tumbuhan pipa, 2 paku-pakuan, dan 7 jenis jamur.
"Sekitar 70 persen sampel merupakan koleksi baru bagi Museum Zoologi dan Herbarim Bogor," kata Purwanto. Selain menumpulkan sampel koleksi dan mengidentifikasi kemungkina penemuan jenis baru, para peneliti juga menguji kandungan zat yang berkhasiat. Mereka juga mempelajari potensi daya dukungnya terhadap kehidupa masyarakat di sekitarnya.(WAH)
Jayapura : 5.000 Anakan Matoa Ditebar di Pegunungan Cycloop
JAYAPURA, SELASA- Kelompok Pencinta Alam Hirosi, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mulai menyebarkan bibit pohon Matoa, sejenis pohon buah-buahan yang khas dari Papua agar dapat bertumbuh dan berkembang subur di wilayah pegunungan Cycloop yang terbentang dari wilayah Kabupaten Jayapura hingga Kota Madya Jayapura.
"Kami telah menerima lima ribu anakan pohon Matoa dari Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua Dra Hanna Hikoyabi untuk disebarluaskan di sepanjang pegunungan Cycloop," kata Ketua Kelompok Pencinta Alam Hirosi, Marshel Suebu,S.Sos di Jayapura, Selasa.
Penyerahan lima ribu anakan pohon itu dilakukan pada Senin (10/3) oleh Hanna Hikoyabi kepada kelompok pencinta alam ini. Menurut rencana, bibit pohon Matoa ini akan ditanam di sepanjang kawasan penyangga pegunungan Cycloop di antaranya seputaran kota Sentani, daerah lingkar utara, Bambar, Kemiri dan Ifar Gunung.
Setiap titik akan ditanam seribu anakan pohon Matoa dan berharap agar masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut ikut membantu memelihara tanaman tersebut sehingga dapat bertumbuh subur. Selain untuk menyangga kawasan pegunungan ini sehingga tidak menimbulkan erosi dan bencana alam banjir serta tanah longsor juga untuk mendatangkan keuntungan bagi masyarakat jika pohon ini sudah berbuah.
Sementara itu, Wakil Ketua II MRP, Dra Hanna Hikoyabi mengatakan, dirinya menaruh kepedulian yang amat tinggi pada pelestarian kawasan pegunungan Cycloop yang pada tahun 2007 lalu terjadi banjir bandang yang melanda kota Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura.
"Kawasan pegunungan Cycloop harus dilestarikan kembali karena penebangan liar di kawasan itu menyebabkan bencana alam banjir bandang yang melanda kota Sentani. Kita tanam anakan pohon Matoa di kawasan pegunungan ini," katanya.
Buah Matoa merupakan buah khas dari tanah Papua yang bentuknya mirip kelengkeng, daging buahnya berasa manis mirip perpaduan antara rambutan dan kelengkeng.(ANT)
KESEMPATAN KERJA
Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Teluk Bintuni adalah kelompok kerja Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan mitra yang dibentuk untuk membantu percepatan pembangunan infrastuktur kampung di Kabupaten Teluk Bintuni. Pokja membutuhkan segera tenaga administrasi (TA), tenaga pengembangan sosial (TS) dan tenaga teknis (TT) honorer selama 6 bulan untuk ditempatkan di Bintuni, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Minimal sarjana S1 dalam bidang administrasi/sekretaris untuk TA, S1 ilmu sosial untuk TS atau bidang ilmu yang sesuai
2. Minimal D3 arsitek bangunan dengan minimal 5 tahun pengalaman kerja konstruksi untuk posisi tenaga teknis (TT)
3. Berpengalaman minimal 3 tahun kerja pada bidangnya untuk posisi TA dan 5 tahun untuk posisi TS.
4. Memiliki pengalamanan bekerja di lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Papua
5. Memiliki kemampuan berorganisasi dan inisatif untuk bekerja sendiri
6. Mampu membuat rencana kerja dan menulis laporan dengan baik secara rutin
7. Dapat menggunakan komputer (word, excel) dan internet, dan Auto Cad untuk TT.
8. Diutamakan calon yang dapat berbahasa Inggris
9. Bersedia tinggal di kampung sesuai dengan kebutuhan untuk TS dan TT selama masa kontrak
10. Sehat jasmani (surat keterangan dari dokter) dan berkelakuan baik.
Lamaran berserta a) biodata terbaru; b) photokopi KTP; c) fotokopi ijazah terakhir; d) dua orang referense; dan d) pas photo (3x4 cm) selambat-lambatnya tanggal 20 Maret 2008 ke: pokja_ptb@yahoo.com atau ke : Pokja Pembangunan Teluk Bintuni, Kotak Pos Kotak Pos 98364
Bintuni, Papua Barat
Disarankan untuk memasukkan lamaran lewat internet. Pokja menawarkan kompensasi/gaji yang menarik. Hanya calon yang memenuhi persayaratan akan dipangil untuk wawancara di tempat yang akan ditentukan kemudian
Tips & Trik : Jambu Biji Usir Nyamuk
(www.kompas.com, 11-03-2008)
Di rumah Anda banyak nyamuk? Jangan risau, Anda tidak perlu pusing-pusing lagi mengusir nyamuk yang sering menjengkelkan. Cobalah memakai jambu biji merah. Karena selain berguna bagi penderita demam berdarah, jambu biji merah ternyata juga ampuh untuk mengusir nyamuk.
Caranya, letakan beberapa jambu biji merah yang sudah masak di dalam rumah Anda. Aroma jambu biji yang menyengat membuat nyamuk-nyamuk tak berani lagi datang. Dijamin rumah Anda bebas dari nyamuk. (Ati Purba, Serpong) Sumber: Tabloid Rumah
11 March 2008
Manca Negara : Mesir : Enam Spesies Baru Kelelawar Purba dari Mesir
JAKARTA, SENIN - Dari hasil penggalian purbakala di Mesir selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengidentifikasi enam fosil kelelawar yang diperkirakan berasal dari spesies baru. Kelelawar-kelelawar tersebut hidup sebelum 35 juta tahun lalu.
Keenam spesies diidentifikasi para pakar biologi yang menganalisis 33 fosil gigi dan rahang dari beberapa periode penggalian sejak tahun 1960-an. Fosil-fosil tersebut ditemukan di wilayah El Faiyum, sebuah oasis berjarak 80 kilometer barat daya Kairo.
"Keragaman dalam temuan ini sangat mengejutkan; Kami tidak mengira akan menemukan jenis kelelawar sebanyak ini," ujar Gregg F Gunell, peleontolog dari Universitas Michigan, AS yang memimpin penelitian tersebut. Maaing-masing diperkirakan hidup di Epos Eocene antara 56-34 juta tahun lalu.
Evolusi
Meski primitif, kelelawar-kelelawar tersebut telah memiliki ciri mirip microbat, kelompok kelelawar modern berukuran kecil yang menggunakan radar suara (sonar) untuk navigasi dan berburu mangsa. Kemampuan yang membuat kelelawar lihai terbang di kegelapan ini disebut echolocation.
Di antara spesies baru, salah satunya memiliki ukuran tubuh sangat besar, bahkan, mungkin kelelawar microbat terbesar. Bentangan sayapnya diperkirakan mencapai 60 centimeter. Bandingkan dengan kelelawar megabat yang memiliki bentangan sayap sekitar semeter. Megabat atau kelelawar buah yang hanya ditemukan di kawasan tropis mengandalkan sensor bau untuk berburu mangsa daripada echolocation.
Hal tersebut menunjukan bahwa kelelawar modern juga berkembang dari kawasan Afrika. Sampai sekarang, banyak ilmuwan yang mengasumsikan bahwa kelelawar modern berkembang di belahan Bumi utara. Fosil kelelawar jarang ditemukan di Afrika dan hanya beberapa di Maroko, Tanzania, dan Mesir.
"Afrika mungkin memainkan peran penting sebagai inkubator evolusi hewan-hewan baru," ujar Gunnnel. Ia memperkirakan kelelawar mulai menyebar ke Afrika sekitar 50 juta tahun lalu sebelum akhirnya berevolusi menjadi kekelawar modern.(NG/WAH)
10 March 2008
Manca Negara : Antartika : Ikan Kod Antartika Tidur di Musim Dingin
Saat musim dingin tiba dan di mana-mana gelap, ikan kod akan turun ke dasar laut yang sangat dingin. Ikan-ikan tersebut akan mengurangi makanannya sedikit demi sedikit, detak jantungnya mulai melemah, dan akhirnya tidur panjang selama beberapa bulan. Jika pada hewan-hewan darat dikenal dengan hibernasi, perilaku serupa pada ikan disebut torpid. Torpid menjadi siklus biologi ikan kod yang dilakukan berulang setiap tahun. Temuan ini dilaporkan tim peneliti Inggris dan Autsralia dalam jurnal PLoS edisi online.
"Ikan tersebut menjadi 20 kali lebih pasif pada musim dingin daripada musim panas," ujar Keiron Fraser, salah satu peneliti dari British Antarctic Survey. Para peneliti memantau aktivitas ikan kod dengan memasang alat ukur detak jantung di badan ikan-ikan liar dan melacak pergerakannya selama setahun menggunakan penanda akustik.
Sampai sekarang, mereka belum mengetahui faktor yang memicu perubahan metabolisme tubuh ikan tersebut. Perubahan suhu tidak dapat menjelaskan karena suhu rata-rata di Antartika hanya bervariasi dari 1 derajat Celcius pada musim panas hingga -1,8 derajat Celcius pada musim dingin. Pemanasan hingga dua derajat Celcius di laboratorium juga tidak meningkatkan detak jantungnya. Berkurangnya mangsa mungkin juga bukan faktor pemicunya. Sebab, di sekitarnya relatif masih banyak sumber makanan sehingga tidur panjang bukan dimaksudkan untuk itu.
"Mungkin mereka predator visual, dan pada musim dingin yang gelap mereka tentu tak dapat melihat," ujar Fraser. Di Semenanjung Antartika tempat ikan kod hidup, sinar Matahari bersinar hampir 24 jam pada musim panas, namun hanya 3 jam pada musim dingin. Penelitian berikutnya akan memeplajari apakah ikan cod juga mengubah struktur kimi tubuhnya untuk hidup lama tanpa makanan. Hal tersebut mungkin juga akan mengungkap rahasia tidur panjang untuk mempertahankan hidupnya selama musim dingin.(NG/WAH)
09 March 2008
Teminabuan : Mesin Penggilingan Sagu Diberdayakan
(www.radararsorong.com 08-03-2008)
TEMINABUAN- Upaya Pemkab Sorong Selatan melalui Dinas Pertanian untuk meningkatkan sektor tersebut maka telah dilakukan uji coba mesin penggilingan sagu baru-baru ini. Dan kini direncanakan program tersebut akan diwujudkan dalam waktu yang tidak lama lagi. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sorsel, Dance Nauw, SP, M.Si kepada Radar Sorong baru-baru ini. ”Mesin penggilingan sagu ini merupakkan suatu wujud dari program pemerintah melalu Dinas Pertanian untuk mengembangkan sektor pertanian sagu, yang kedepannya akan diberdayakan kepada masyarakat,”ujar Dance Nauw di Halaman Kantornya seraya menambahkan dinasnya telah melakukan uji coba terhadap mesin penggilingan sagu tersebut.
Bahkan uji coba tersebut dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Sorsel, Ir Herman Tom Dedaida, M.Si.Dijelaskan, bahwa pelaksanaan uji coba satu buah unit mesin penggilingan sagu ini merupakan suatu perencanaan program yang telah dilakukan oleh Pemkab Sorsel melalui Dinas Pertanian yang bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma lain Manado sehingga kedepannya pihaknya akan melakukan program untuk diberdayakannya para petani sagu dengan menggunakan teknologi ini. Tentunya dengan sasaran bagi masyarakat ekonomi lemah yang ada di seluruh distrik yang ada di Kabupaten Sorsel. ”Ini merupakan program Pemkab melalui instansinya dalam pemberdayaan peningkatan di sektor pertanian masyarakat,”ujar Kadis Pertanian.(mus)
07 March 2008
Raja Ampat : Kapal Pendidikan Konservasi Papua
Bupati Kab. Raja Ampat, potong pita sebagai tanda beroperasinyaKapal Pendidikan Lingkungan Kelautan . Foto : doc/CII-R4
(Conservation International Indonesia - Raja Ampat)
Setelah menempuh perjalanan selama tujuh hari dari Benoa-Bali, akhirnya Kapal Pendidikan Lingkungan Kelautan yang diberi nama “Kalabia” tiba di perairan Kabupaten ratusan pulau. Kapal pendidikan lingkungan kelautan untuk anak-anak yang disponsori oleh Conservation International dan The Nature Conservancy diresmikan pengoperasiannya oleh Bupati Kab.Raja Ampat,di kampung Saonek,distrik Waigeo Selatan, kab.Raja Ampat ( 28/2 ).
”Berlayar sambil Belajar,” di Kalabia. Itulah motto pendidikan lingkungan kelautan yang tertulis di badan kapal Kalabia. Nama Kalabia oleh penutur bahasa Ma’ya yakni etnis Ma’ya penghuni pulau-pulau Raja Ampat berarti ikan hiu berbentuk kadal yang berjalan dengan siripnya ketika mencari makan di atas karang-karang. Sedangkan penduduk suku Biak-Raja Ampat mengenalnya dengan nama ”Mandemor,” sementara kebanyakan orang menyebutnya dengan istilah ”walking shark.” Lingkungan akademik,khususnya para pakar ikan sering memanggil Kalabia dengan istilah ”Bamboo Shark, atau Hemiscylliidae.”
Kapal Pendidikan Konservasi dengan nama Kalabia. Foto : doc/CII-R4
Kalabia merupakan ikan endemik yang hidup diperairan laut teluk Cenderawasih, kepulauan Raja Ampat dan Kaimana di sekitar teluk Triton. Kalabia sekaligus melambangkan kebanggaan penduduk Papua di Propinsi Papua Barat yang memiliki tingkat keaneragaman hayati laut yang terkaya di dunia.
Selain itu, sebanyak 30 orang anak secara maksimum dapat berpartisipasi di atas kapal dari 3 hari program pendidikan di satu kawasan. Kapal yang sarat dengan media belajar itu,dilengkapi dengan dua kapal tender yang bisa digunakan untuk membawa anak-anak snorkling dan menjangkau kawasan hutan manggrove. Perpustakaan,peralatan audio dan video merupakan fasilitas lain yang tersedia diatas kapal. Fasilitas support kapal sangat mendukung untuk tetap merasa home,misalnya tersedia 16 tempat tidur untuk penumpang dan delapan tempat tidur untuk awak kapal, toilet,ruang meeting kecil, gudang dan dapur. Kelengkapan media belajar pendidikan konservasi seperti masker,snorkel,boneka dan beragam media bantu belajar menambah kelayakan dari sebuah kapal pendidikan lingkungan bergengsi.
Kalabia menandakan dimulainya upaya yang serius untuk menyelamatkan biota-biota laut endemik yang sangat langkah dan tidak dijumpai di tempat lain di belahan bumi. Biota-biota laut endemik itu dan kekayaan alam laut Raja Ampat serta bentangan laut Papua di Propinsi Papua Barat merupakan asset kekayaan seluruh orang Papua dan masa depannya. Program pendidikan Lingkungan di kapal Kalabia diarahkan untuk membentuk perubahan perilaku yang pro kepada konservasi. Karena itu, anak-anak merupakakan target jangka panjang apabila kita hendak membicarakan isu perubahan perilaku konservasi bagi ketersediaan sumber-sumber alam secara berkelanjutan,artinya diharapkan generasi Papua masa datang akan sungguh-sungguh berkomitmen pada pembangunan yang berwawasan ekologi,sehingga pemanfaat sumber-sumber daya alam itu akan berpihak pada dukungan ekologi yang berkelanjutan, ujar Alberth Nebore, Raja Ampat Program Manager.
Sementara itu, dalam sambutan peresmian kapal Kalabia, bupati kab. Raja Ampat mengatakan, ”hari ini, kab.Raja Ampat melangkah lebih maju. Kehadiran kapal Pendidikan kelautan menunjukan bahwa betapa pentingnya laut dan keanekaragaman hayati perairan itu dijaga. Karena masyarakatlah yang akan menikmati seluruh kekayaan alam laut yang ada di kab.Raja Ampat ini.”
Raja Ampat : Kapal TNI AL Tangkap Kapal Berbendera Hongkong
(www.kompas.com, 06-03-2008)
WAMENA, KAMIS-Kapal patroli TNI Angkatan Laut (AL) di perairan Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Rabu (5/3) berhasil menangkap kapal asing berbendera Hong Kong dengan nama lambung MV Jin Feng yang diduga sedang membawa hasil tambang nikel ke luar wilayah perairan Papua Barat.
Dari Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (6/3), ANTARA melaporkan, patroli laut yang dilancarkan Gugus Keamanan Laut wilayah Timur (Guskamlatim) TNI AL di wilayah perairan Papua Barat yang semakn gencar dilakukan pada beberapa pekan terakhir ini akhirnya berhasil membekuk dan menggiring kapal MV Jin Feng berbendera Hong Kong.
Kapal asing berbendera Hong Kong yang digiring kapal patroli TNI AL itu tidak dapat menghindar dari incaran kapal patroli TNI AL dan dari hasil penyelidikan dan penyidikan sementara, kapal asing MV Jin Feng terbukti tidak mengantongi kelengkapan administrasi izin masuk ke wilayah perairan Nusantara. Berselang beberapa jam kemudian, kapal patroli Guskamlatim TNI AL itu menangkap lagi kapal penarik (tugboat) dan tongkang yang memasuki wilayah perairan Papua Barat secara illegal.
Komandan Guskamlatim TNI AL, Laksma TNI Sugeng Supriyanto mengakui kalau kapal patroli Guskamlatim telah berhasil menangkap kapal asing berbendera Hong Kong yang diduga membawa ribuan ton nikel keluar wilayah perairan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. "Benar, kapal patroli TNI AL telah berhasil mengamankan kapal asing berbendera Hong Kong yang masuk ke perairan Provinsi Papua Barat secara illegal namun saya belum menerima laporan secara rinci atas kasus tersebut," katanya.
TNI AL tidak akan mentolerir kapal-kapal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia secara illegal, apakah itu kapal berbendera asing ataukah kapal-kapal Indonesia. Apa yang dilakukan TNI AL semata-mata demi tegaknya hukum di wilayah teritori Indonesia dan tegaknya kedaulatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.(ANT/ROY)
Jayapura : Budidaya Ikan Hias Bisa Tingkatkan Pendapatan Masyarakat
(www.cenderawasihpos.com, 06-03-2008)
SENTANI-Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Bina Program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura, Ir Raymond Pelupessy mengungkapkan budidaya ikan hias untuk wilayah Kabupaten Jayapura memang belum banyak ditekuni masyarakat, padahal jika ditekuni mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Yang kami ketahui hanya wilayah Demta dan Depapre yang ada budidaya ikan hias, sedangkan daerah pesisir lainnya lebih cenderung pada budidaya ikan keramba," jelas Raymond yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/5). Dari beberapa jenis ikan yang saat ini sering muncul di wilayah Danau Sentani dan bisa dijadikan obyek budidaya, jenis ikan Hemu Kaskado dan Ikan Pelangi merupakan dua jenis yang paling mudah untuk dibudidayakan.
Hanya menurutnya berdasar pantauan langsung, masyarakat belum memahami aspek ekonomisnya dimana jika diseriusi bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan.
Disamping itu faktor lain yang menurutnya menjadi indikator sehingga masyarakat kurang menseriusi budidaya ikan hias ini adalah permintaan pasar yang kurang, karena itu pihaknya terus berusaha menghoptimalkan fungsi pasar ikan hidup yang berada di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur.
Ia juga menjelaskan, jika masyarakat ingin menseriusi budidaya ikan hias ini, pihaknya siap membantu dengan memberikan pandangan dan hal-hal yang perlu dilakukan dalam budidayanya di samping tempat khusus yang sudah disiapkan dalam pasar ikan hidup.(ade)
06 March 2008
Tips & Trik : Wortel Dapat Kurangi Resiko Kanker
(www.sehatbugar.info)
Wortel (Daucus Carota) merupakan jenis sayuran terpopuler kedua di dunia setelah
kentang, selain mempunyai kandungan vitamin A yang tinggi (12.000 Satuan Internasional/SI) wortel juga berkhasiat menyembuhkan beberapa jenis penyakit.
Seperti yang dilansir dari situs BBC News baru-baru ini Dr Kirsten Brandt dan beberapa peneliti dari University of New Castle menemukan adanya senyawa yang bisa menurunkan resiko perkembangan kanker dalam sayuran berwarna oranye itu.
Hasil penelitian mereka yang dipublikasikan dalam the Journal of Agricultural and Food Chemistry edisi 5 Februari 2005 menyebutkan, umbi akar yang tumbuh baik di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.200 di atas permukaan laut itu mengandung komponen pestisida alami yang disebut falcarinol (C17H24O).
Dari penelitian tim Dr Brandt terhadap 24 tikus dengan tumor pra-kanker itu diperoleh kesimpulan bahwa falcarinol dapat mengurangi resiko perkembangan kanker hingga sepertiga dari biasanya.
Kesimpulan itu dibuat karena setelah 18 minggu tikus-tikus yang mengkonsumsi wortel dan suplemen falcarinol dalam pakan mereka perkembangan tumornya sepertiga lebih kecil jika dibandingkan dengan tikus yang hanya mendapatkan pakan biasa.
Falcarinol bukan senyawa kimia yang berbahaya dan dalam jumlah tertentu punya kemampuan merangsang mekanisme tubuh untuk melawan kanker.
Akibat fatal dari mengkonsumsi falcarinol hanya akan terjadi kalau seseorang memakan 400 kilogram wortel sekali makan.
Dr Brandt menjelaskan, penelitian tentang falcarinol dalam wortel dilakukan setelah dipublikasikannya berbagai studi terkini mengenai senyawa tersebut.
Selama ini para peneliti mengetahui bahwa wortel merupakan bahan makanan yang sangat bagus untuk kesehatan dan dapat menurunkan resiko kanker tetapi kita belum tahu unsur mana yang memiliki efek khusus itu.
Ia menyebutkan, setelah mengetahui keberadaan dan pengaruh falcarinol pada perkembangan kanker, para ilmuwan akan melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kuantitas falcarinol yang tepat untuk mengurangi resiko perkembangan kanker secara optimal.
Mengingat varietas, bentuk, warna dan ukuran wortel yang beragam kata Dr Brandt, peneliti juga masih harus melakukan penelitian untuk menemukan jenis wortel yang memiliki efek paling baik untuk mengurangi resiko kanker.
Sebentar lagi mungkin tidak ada lagi yang menyarankan orang untuk mengkonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari, tetapi menyarankannya untuk mengkonsumsi wortel dengan jumlah tertentu.
Namun karena penelitian itu menggunakan wortel mentah, peneliti belum bisa merekomendasikan apakah mengkonsumsi wortel matang dan jus wortel juga akan memberikan efek yang sama.
Dr Brandt hanya menyarankan agar konsumen memakan sebuah wortel kecil bersama aneka sayur dan buah yang lain setiap hari.
Untuk mengurangi resiko kanker dan penyakit serius lainnya dia juga menyarankan agar orang setidaknya mengkonsumsi lima porsi sayur dan buah berbeda setiap hari sebagai bagian dari makanan yang sehat dan berimbang.
Tapi orang seharusnya tidak berfikir bahwa makan wortel sehari dapat meniadakan efek coklat dan burger.
Ke depan katanya penelitian itu diharapkan bisa menjadi jalan bagi penemuan obat anti kanker generasi baru sekaligus memberikan tip pada produsen wortel tentang metode terbaik menanam wortel.
Dr Brandt juga mengatakan bahwa pihaknya akan memperluas spektrum penelitian serupa pada jenis sayuran yang lain.
Pemanfaatan aneka bahan makanan alami dalam pengobatan sudah dilakukan sejak dulu dan tidak sedikit yang berhasil sehingga bapak kedokteran Hippocrates pun mengatakan “biarkan makanan menjadi obat bagimu.”



