Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

31 January 2008

Sentani : Polres Amankan 7 Truk Kayu Olahan, Diduga Tidak Memiliki Dokumen Lengkap

(www.cenderawasihpos.com, 30 Januari 2007)
SENTANI-Diduga tidak memiliki dokumen lengkap tentang perizinan pengolahan dan penjulalan kayu, 7 truk yang bermutan kayu olahan diamankan oleh Polres Jayapura di pertigaan Kemiri, Sentani, sekitar pukul 24.00, Senin (29/1). Adapun 7 truk yang sempat ditahan masing-masing dengan nomor polisi DS 9794 A, DS 9902 JK, AB 9009 JB, W 9299 UM, DS 9315 AB, DS 9189 A, DS 8192 UA. Ketujuh truk tersebut memuat kayu olahan dari Lereh dan Taja berkisar antara 5-6 kubik kayu olahan.

Polisi juga menahan 9 orang yang diduga terlibat dalam aksi pemuatan kayu tanpa dokumen tersebut, masing-masing Yosep, Agustinus, Sukni, Pajar, Wahyudi, Ade Sarmili, Risal, Iwan Jaya dan Iran.
Kapolres Jayapura saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Michael Irwan Thamsil SIK mengatakan, kejadian tersebut berawal saat petugas menerima adanya laporan warga yang mengatakan jika ada truk yang membawa kayu hasil olahan tanpa memiliki dokumen yang lengkap.
Mendapat laporan tersebut maka petugas langsung melakukan patroli dan hasilnya sekitar pukul 24.00 WIT petugas berhasil menahan 3 truk dan menggiringnya ke Mako Polres. Berselang beberapa jam kemudian, polisi berhasil menahan 4 unit truk lagi.

Kasat menambahkan pula untuk sementara 9 pelaku tersebut kami tahan untuk kepentingan penyidikan selanjutnya. Menurut Kasat, jika terbukti maka kesembilan pelaku tersebut dapat dijerat Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (cr-150).

Sentani : Hari ini Komisi B Tinjau Lokasi Pertambangan di Depapre

(www.cenderawasihpos.com, 30 Januari 2007)
SENTANI-Menindaklanjuti aspirasi dari sejumlah tokoh pemuda dari Tablasupa, Distrik Depapre, tentang perusahaan SIP (Sinar Indah Persada) yang akan melakukan eksploitasi Nikel diwilayah Depapre yang dinilai menyalahi kesepakatan, maka hari ini (30/1). Komisi B DPRD Kabupaten Jayapura akan turun ke lokasi pertambangan tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jayapura yang membidangi anggaran dan pembangunan, Yusak Andato.SE mengatakan akan mengecek langsung ke lokasi pertambangan sekaligus dengar pendapat dengan masyarakat soal rencana pembangunan tambang tersebut.
"Hari ini kami akan turun langsung ke lokasi untuk melihat sejauhmana rencana tersebut, lalu melakukan dengar pendapat dengan warga setempat dengan melibatkan kepala suku tentunya," tutur Yusak.

Turun ke lapangan (Turlap) ini dilakukan karena ada nada protes dari masyarakat sekitar yang menanyakan soal izin pembangunan karena merasa belum ada pemberitahuan ataupun sosialisasi kepada masyarakat langsung.

"Kami hanya mencegah terjadinya cles (gesekan) dilapangan antara warga dengan pengembangnya," tambah Yusak.Karena menurutnya selain pertanyaan izin yang disampaikan, warga juga sempat menyuarakan bahwa akan mengambil tindakan sendiri jika tidak mendapat penjelasan langsung dari pemerintah maupun perusahaan.

Dari dengar pendapat tersebut Yusak menjelaskan pihaknya sendiri belum mengetahui apakah pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang rencana dibukanya pertambangan ini atau tidak karena itu sekembalinya dari sana apa yang telah menjadi kesepakatan akan disampaikan kepada pemerintah untuk menjadi pertimbangan.(ade)

Jayapura : Potensi Sagu Jayapura Belum Diperhitungkan Keberadaannya

(www.cenderawasihpos.com, 30-01-2008)
Jayapura
, Keinginan memajukan daerah selalu ada pada masing-masing kita, namun keputusan yang diambil untuk membangun terkadang hanya meninggalkan cerita sedih dan air mata.
Tidak sedikit dusun sagu yang hanya tinggal cerita, karena telah ditumbuhi banyak gedung besar. Sisa-sisa pohon sagu masih dapat kita jumpai juga di tepi jalan utama ketika menyusuri ruas jalan Kabupaten Jayapura, yang memasuki Sentani - Depapre dan Genyem.

Sagu dikenal sebagai bahan makan pokok sebagian suku-suku asli di Jayapura, dalam acara penting Papeda (bubur dari tepung sagu, red) merupakan salah satu menu khusus yang disajikan. Beberapa restaurant (rumah makan) terkadang menyiapkan Papeda sebagai tawaran menunya. Selain itu bagi industri makanan dan kue dalam skala Home Industry (Industri Rumah Tangga) di Jayapura menggunakan sagu sebagai bahan dasar dalam usahanya.

Kebutuhan Sagu untuk Jayapura dapat dipenuhi, dari kampung-kampung yang tersebar di sekitar Kabupaten Jayapura, diantaranya Maribu, Depapre, Kemtuk, Kemtuk Gresi dan Genyem.

Namun bila kita membaca Buku Jayapura Dalam Angka 2002 (BPS, 2002 ) yang diterbitkan oleh Pemda Kabupaten Jayapura data Sagu ternyata tidak terekam. Hal ini cukup mengejutkan dan mengundang pertanyaan apakah sagu belum dianggap sebagai potensi yang punya nilai komoditi atau karena kemampuan produksinya masih dalam skala kecil sehingga Pemkab Jayapura sendiri belum melirik potensi ini untuk dikembangkan ?
Padahal, Kabupaten Jayapura dalam prioritas pembangunan pada wilayah pembangunan I (satu) dan II (dua), juga diarahkan pada sektor perdagangan, industri, pariwisata dan pertanian tanaman pangan. Ketika sagu ditempatkan sebagai salah satu komoditas, maka sagu pun diharapkan turut memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Jayapura.

Untuk mendorong pemanfaatan potensi sagu yang ada, semua berpulang pada itikad baik Pemkab Jayapura. Yang mana para penghasil sagu di kampung-kampung perlu diberdayakan sebab potensinya ada di kampung. Beberapa tokoh di kampung Maribu, meminta perhatian Pemkab agar selain menyediakan mesin pemarut sagu untuk mengurangi beban kerja, perlu juga dukungan lain berupa perlindungan dengan aturan, agar adanya bentuk keadilan dalam perdagangan (jual - beli) sagu, mulai dari Produsen - Penadah sampai kepada Konsumen.

Harapan ini tidaklah berlebihan sebab di Maribu, masih ada penghasil tepung sagu yang mengandalkan tekhnologi tradisionalnya untuk menokok sagu. Dari pengalaman mereka, dalam tempo satu minggu penokokan sagu secara tradisional hanya mampu menghasilkan rata-rata 4 - 6 karung tepung sagu dengan kemampuan muat 25 kg (100 - 150 kg, tepung sagu basah).

Memang tak dapat disangkali, dari sisi waktu, banyak hari yang dibutuhkan tetapi dari segi kwalitas dan jumlah tepung yang dihasilkan, pengolahan secara tradisional jauh lebih baik. Tetapi, harga beli rata-rata sama yaitu antara Rp. 80.000,- sampai Rp. 100.000,- . Dari hasil penjualan sagu, biasanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi lainnya termasuk biaya kesehatan dan menyekolahkan anak.
Perda Pemda Jayapura No. 3 tahun 2000 tentang Pelestarian Kawasan Hutan Sagu yang telah diterbitkan, mengapa tidak dijadikan sebagai salah satu acuan membangun daerah khususnya sektor per-sagu-an, sebab pada Bab IV yang membahas Pemanfaatan dan Pengelolaan pada pasal 6 (1) dengan jelas menyebutkan "Hutan sagu dapat dijadikan sebagai obyek wisata dan atau obyek penelitian", sesungguhnya sagu mempunyai sisi nilai ekonomis lain selain untuk konsumsi rumah tangga dan industri rumah tangga. Potensi tersedia, kapasitas dimiliki, fasilitas ada, ... tunggu apa lagi? (tin)

30 January 2008

Sentani : Curah Hujan Tinggi, Waspadai Longsor

(www.cenderawasihpos.com, 29 Januari 2008)
SENTANI-Tingginya curah hujan akhir-akhir ini ternyata menimbulkan kekhawatiran tersendiri dikalangan masyarakat di Kabupaten Jayapura akan terjadinya longsor. Kekhawatiran yang sama diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura, Amos Hokoyoku.
Amos mengungkapkan dengan tingginya curah hujan tersebut tidak menutup kemungkinan akan terjadi tanah longsor.Ini berhubungan dengan luasnya lahan kritis di Kabupaten Jayapura yang mencapai ribuan hektar.

"Yang jelas jika terjadi hujan deras yang intensitasnya tinggi maka dilokasi lahan kritis akan terjadi pengikisan tanah akibat resapan tanah tidak berfungsi dengan baik.Dari itu bisa, menimbulkan tanah longsor maupun banjir," tuturnya kepada Cenderawasih Pos kemarin.
Diakui jika masyarakat yang tinggal dipinggiran lokasi lahan kritis maupun dipinggiran lereng gunung tidak mau mengindahkan himbauan tentang pelestarian alam, maka tidak menutup kemungkinan bisa berakibat fatal. Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat yang selama ini tinggal disekitar lokasi cagar alam Cyclop untuk tidak lagi membuat rumah maupun membentuk pemukiman di lereng Cyclop karena dapat menimbulkan pengikisan tanah akibat pembukaan lahan tanpa mengkaji dampak lingkungannya.

Dari data yang dimiliki jumlah penduduk yang tinggal dilokasi lahan kritis yang tersebar diseluruh lokasi jumlahnya tidak sedikit yakni mencapai 5000 jiwa.Jika tidak dipaswadai maka Amos menggambarkan bisa terjadi musibah. "Curah hujan ini harus diwaspadai dan tidak hanya itu masayarakat juga kami minta untuk menghentikan melakukana pembukaan lahan-lahan perkebunan baru karena dampaknya sangat berpengaruh tidak hanya sepihak melainkan dapat merugikan masyarakat lain," tandasnya.(ade)

25 January 2008

Manca Negara : Paris : Kutub Utara Kehilangan Es Seluas 10 Kali Pulau Jawa

(www.kompas.com, 24-01-2008)
PARIS, KAMIS
- Sepanjang dua tahun terakhir, wilayah Arktik di Kutub Utara kehilangan lapisan es seluas dua kali wilayah Prancis atau sepuluh kali luas Pulau Jawa. Demikian hasil pengukuran yang dilakukan National Centre for Scientific Research (CNRS) yang berbasis di Paris, Prancis.

Pada pengukuran yang dilakukan pada September 2007, lapisan es di Arktik hanya seluas 4,13 kilometer persegi atau turun dari 5,3 kilometer persegi dari setahun sebelumnya. Artinya, lapisan es yang hilang mencapai 1,17 kilometer persegi. Luas Pulau Jawa sendiri sekitar 130.000 kilometer persegi.

"Tahun 2008 menjadi tahun kritis bagi setiap tingkatan, pelelahan ini mencapai jutaan berikutnya pada musim panas tahun 2008," kata Jean-Claude Gascard, direktur lembaga tersebut seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/1). Gascard memimpin misi ekspedisi ilmiah Damocles menggunakan kapal Tara untuk menjelajahi Perairan Arktik selama 16 bulan berturut-turut.

Hampir seluruh wilayah Arktik mengalami pengurangan terus-menerus. Dalam 20 tahun terakhir, sudah 40 persen lapisan yang meleleh dengan rata-rata dari 1,5 meter hingga tiga meter.

Kenaikan suhu atmosfer yang membuat musim panas lebih menyengat menjadi biang semakain cepatnya pelelahan lapisan es di Arktik. Para peneliti mencatat suhu udara sudah mencapai 10 derajat Celcius pada ketinggian antara 500 hingga 1000 meter.

Bahkan, pada musim panas 2007, wilayah Northwest Passage, untuk pertama kalinya menjadin perairan terbuka. Padahal, wilayah tersebut dikenal sebagai daratan es yang senantiasa menghubungkan Eropa dan Asia sejak pengamatan dilakukan pada tahun 1978. Kementrian Lingkungan Kanada mengatakan kondisi tersebut berlangsung lima minggu dan sempat dilalui 100 kapal.(AFP/WAH)

23 January 2008

Sentani : Lahan Kritis di Kab.Jayapura Capai Ribuan Hektar

(www.cenderawasihpos.com, 22-01-2008)
SENTANI-Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura, Ir Amos Hokoyoku mengatakan, lahan kritis di wilayah Kabupaten Jayapura yang terjadi karena faktor alam maupun akibat campur tangan manusia sudah cukup memprihatinkan, mengingat lokasinya sudah mencapai ribuan hektar."Cukup ironis memang karena sudah mencapai ribuan hektar," singkat Amos saat ditemui diruang kerjanya, Senin (21/1)Data yang disampaikan untuk Kabupaten Jayapura luas lahan kritis berjumlah 236.459 Ha, untuk cagar alam Cyclops mencapai 9374 Ha, didalam kawasan cagar alam seluas 2703 Ha dan kawasan penyangga seluas 6771 Ha.

Dua hal yang menurutnya sebagai penyebab timbulnya lahan kritis yakni pembukaan lahan tanpa timbal balik dengan penanaman kembali dan pengambilan material (batu) dimana menyebabkan pengikisan tanah dan menutup pori-pori tanah hingga merusak fungsi penyerapan air.Untuk wilayah Sentani lokasi yang paling parah menurut Amos Hokoyoku adalah kawasan cagar alam Cyclop dan pinggiran danau Sentani."Di Sentani (termasuk Distrik Ebungfau) sudah mencapai 7964 Ha, Distrik Sentani Barat 11.621 Ha dan Sentani Timur 8580 Ha tetapi langkah-langkah pencegahan juga telah kami lakukan," lanjut Amos.

Dikatakan bentuk pencegahan tersebut berupa penghijauan disekitar kawasan penyangga serta membentuk petugas satuan tugas (Satgas) yang berjumlah 60 orang dengan peran melakukan penjagaan (pengamanan) serta menertibkan mereka yang melakukan pengikisan lahan."Tugas ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan semua pihak. Untuk itu peran masyarakat untuk ikut menjaga serta melestarikan hutan sangat mendukung terciptanya iklim yang sehat dan kualitas hutan yang bagus," tandasnya.(ade)

Merauke : Tahun ini, Dolog Merauke Targetkan Beli 15.000 Ton Beras Petani

(www.cenderawasihpos.com, 22-01-2008)
MERAUKE- Sepanjang tahun 2008, Perum Bulog Sub Devisi Regional Merauke akan menargetkan pembelian beras dari petani sebanyak 15.000 ton. Rencana tersebut merupakan yang tertinggi ditargetkan pihak Bulog Merauke selama ini.Tentang rencana itu, diungkapkan Kepala Bulog Merauke Sub evri Merauke Drs. H Yurianto, kepada Cenderawasih Pos, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/1) kemarin.Menurut Yurianto, dengan rencana pembelian beras lokal itu, pihaknya pada tahun ini tidak mempunyai rencana untuk mendatangkan beras dari luar.

Target pembelian sebanyak 15.000 ton itu dengan melihat realisasi pembelian beras dari petani Merauke yang telah mencapai 12.500 ton.‘’Realisasi tersebut mengalami over target yang sebelumnya hanya direncanakan 5.000 ton dengan melihat kondisi yang ada. Namun sampai akhir Desember 2007, ternyata kita mampu membeli beras petani sebanyak 12.500 ton atau terjadi peningkatan 2 kali lipat dibanding pengadaan tahun 2006,’’ jelasnya. jelas Mantan Kadolog Sorong ini menjelaskan, Penyerapan yang lebih baik di tahun 2007 itu dikarenakan cuaca yang cukup baik disamping aktivitas penyerapan yang lebih aktif dilakukan pihaknya. ‘’Dari segi kualitas, umumnya bagus. Kita berharap tahun ini dan seterusnya dapat dipertahankan bahkan bisa ditingkatkan lagi,’’ harapnya. Disinggung soal stok, Yurianto mengungkapkan, terhitung 1 Januari jumlah stok yang dimiliki pihaknya sebanyak 7.144 ton. Jumlah tersebut bisa bertahan hingga 5,3 bulan kedepan.‘’Kondisi tersebut aman terutama dalam menghadapi musim paceklik. Ketersediaan stok yang cukup aman ini juga dapat memberikan sterisasi harga beras di Kabupaten Merauke. Harga beras preminiumpun sampai hari ini masih berkisar Rp 4.500 perkilonya,’’ tambahnya. (ulo)

22 January 2008

Sarmi : Dongkrak Ekonomi Warga, Bupati Galakkan Tanam Kakao

(www.cenderawasihpos.com, 21-01-2008)
SARMI-Untuk mendongkrak ekonomi masyarakat Lokal di Kabupaten Sarmi, salah satu program yang dilakukan oleh Bupati Kabupaten Sarmi Drs Eduard Fonataba adalah melalui Program gerakan dan pemberdayaan masyakarat (GERBANG SARMIKU), dimana Pemerintah daerah memfasilitasi masyarakat Lokal, dengan menyediakan fasilitas seperti bibit Kakao dan bibit pisang raja, serta Mangga Golek.Dalam program tersebut, setiap kepala keluarga (KK) diwajibkan untuk menanam tanaman-tanaman tersebut sebagai Home Industry.“

Kami sudah menyediakan rumah bagi masyarakat Lokal, sebagai penunjang ekonomi, kami terus gerakan setiap KK untuk menanam 500 pohon Kakao, serta 25 Pisang Raja, serta 5 pohon Mangga. Jika berhasil, kelak bisa mendongkrak pendapatan rumah tangga mereka,”kata Bupati saat berbincang dengan wartawan di kediamannya, usai acara Tost 2007/2008, belum lama ini.Bupati Fonataba menambahkan, jika satu KK sudah berhasil menanamkan tanaman-tanaman seperti yang diprogramkan, maka dirinya menargetkan, di tahun 2015, setiap masyarakat lokal di Kabupaten Sarmi sedikit-demisediit tingkat kesejahteraannya meningkat. Sehingga kelak tingkat kemiskinan di Kabupaten Sarmi berkurang.“ Kami akan terus menggalakan budaya tanam Kakao, pisang Raja dan Mangga golek di tahun 2008, sebagai salah satu cara untuk mendokrak ekonomi rakyat Sarmi, terutama masyarakat Lokal,”katanya.(cak)

Tips dan Trik : Penelitian: Perempuan Hamil Sebaiknya Stop Minum Kopi

(www.antara.co.id , 21-01-2008)
Jakarta (ANTARA News) - Perempuan yang sedang hamil harus secara serius mempertimbangkan saran "berpuasa" minum kopi, setelah penelitian terbaru menyebutkan bahwa konsumsi kafein - bahkan dalam taraf yang moderat - bisa meningkatkan potensi terjadinya keguguran kehamilan.Badan Standar Makanan Inggris pernah menetapkan batas konsumsi kopi perempuan hamil adalah 300 mg atau sekitar empat cangkir per hari.Namun kemudian sebuah penelitian di Amerika mendapati bahwa 200 mg kafein membuat resiko keguguran dua kali lebih besar dibandingkan resiko perempuan yang tidak menyeruput kopi.Seperti dikutip ANTARA News dari siaran resmi lembaga penelitian Kaiser Permanente, zat kafein tiap harinya dikonsumsi oleh perempuan hamil.

Zat itu banyak terdapat di kopi, teh, soda, dan coklat hangat. Penelitian ini mencari keterkaitan langsung antara ciri-ciri kehamilan seperti mual, muntah, dan keogahan semasa hamil dengan dampak langsung seperti keguguran kehamilan.Menurut ketua tim peneliti, De-Kun Li, MD, Ph.D., penelitian ini mengamati pola konsumsi kafein 1.063 perempuan hamil di San Francisco, mulai Oktober 1996 hingga Oktober 1998.Perempuan yang tidak mengubah pola konsumsinya, yakni 200 mg atau lebih per hari, ternyata punya peluang dua kali lebih besar untuk keguguran daripada mereka yang tidak mengkonsumsi kafein.Sementara perempuan yang cuma meminum kurang dari 200 mg (2 cangkir kopi) sehari berpotensi keguguran 40 persen lebih tinggi dibanding mereka yang sama sekali tidak mengasup kafein.Inti dari hasil penelitian ini adalah bahwa perempuan hamil seharusnya berhenti mengkonsumsi kafein selama kehamilan, karena penelitian sudah membuktikan ada kaitan langsung dan kuat antara konsumsi kafein dengan resiko keguguran, kata Li.

Mengapa kafein berbahaya buat perempuan hamil?Jawabannya adalah bahwa kafein bisa menembus dinding plasenta dan masuk ke tubuh janin. Sementara itu janin kesulitan mengolah kafein akibat keterbatasan kemampuan metabolisme janin.Kafein juga sangat berbahaya bagi keselamatan janin karena zat ini mempengaruhi perkembangan sel, menghambat arus darah di tali pusat, sehingga ujungnya bisa berakhir fatal karena proses pembangunan janin yang tidak sempurna.(*)

21 January 2008

Biak : Produksi Bibit Rumput Laut di Biak Mencapai 5 Ton

(www.cenderawasihpos.com, 21 Januari 2008)
BIAK-Potensi budidaya rumut laut di Kabupaten Biak Numfor nampaknya sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Itu dapat dilihat dari dari budidaya rumput laut yang dilakukan masyarakat selama ini, meskipun belum lama namun sudah mengasilkan 5 ton. Jumlah sebanyak itu masih difokuskan untuk bibit dan telah disuplai ke Kabupaten Yapen dan Supiori.Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Daniel Bonsafia, mengungkapkan budidaya rumput laut yang dilakukan oleh masyarakat masih terfokus untuk kebun bibit. Hal itu sangat penting sebagai suplai bibit rumput laut ke sejumlah kabupaten lainnya yang ada di Papua.“Budidaya rumput laut yang kami lakukan selama ini masih terfokus pada penyedian bibit, dan kami telah menghasilkansekitar 5 ton bibit.

Untuk 5 ton bibit ini kamu suplai ke Kabupaten Yapen dan Supiori,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos belum alama ini.Menurutnya, dalam pengelolaan budidaya rumput laut ini pihaknya telah membentuk 80 kelompok. Setiap kelompok diberikan bantuan sebesar Rp 20 juta untuk menjalankan usaha budidaya rumput lautnya tersebut. Merekapun (kelompok) terus mendapat bimbingan dan pendampingan perugas lapangan Dinas Peternakan Kabupaten Biak Numfor.Selain budidaya rumput laut, pengembangan ekonomi kerakyatan sektor perikanan ini juga dikembangkan budidaya keramba. Untuk budidaya ikan keramba ini lebih banyak terfokus di wilayah kepualaun Padaedo. “Kami berupaya mengembangkan setiap potensi yang ada, khususnya untuk budidaya rumput laut dan keramba,” tandas Bonsafia.(ito)

19 January 2008

Sentani : Diduga Ilegal, 6 Kubik Kayu Olahan Disita

(www.cenderawasihpos.com, 19 Januari 2008)
SENTANI-Diduga tidak memiliki dokumen lengkap alias ilegal, sebanyak 6 kubik katu olahan yang akan di bawa ke Jayapura dari Kampung Skori, disita petugas Polres Jayapura, Jumat (18/1). Selain menyita kayu, seorang pria bernama Hardono juga ikut diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, kasus ini berawal ketika pelaku membawa kayu hasil olahan dari Kampung Skory dan hendak menjualnya di sejumlah somel yang berada di Jayapura. Namun sesampainya di Kemiri, Sentani truk yang dipakai untuk mebawa kayu tersebut langsung dihentikan oleh petugas yang sudah mencurigai keberadaan truk tersebut.Handono alias Aco sopir yang mengendarai truk tersebut langsung dihentikan oleh petugas, setelah memeriksa dokumen izin penjulalan kayu hasil olahan tersebut, ternyata pelaku tidak memilikinya, maka saat itujuga pelaku bersama barang bukti langsung digiring ke Mako Polres Jayapura untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jayapura saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut, dan untuk kepentingan pemeriksaan selanjutnya maka pelaku langsung diamankan di rutan Polres Jayapura. "Untuk kepentingan pemeriksaan maka pelaku sementara kita amankan di rutan Polres Jayapura," tegas Kasat.Kasat menambahkan pula berdasarkan kasus tersebut pelaku dapat dijerat Undang-Undang 78 pasal 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ancaman 5 tahun penjara. "Pelaku juga dijerat dengan Undang-Undang 78 Tahun 1999 tentang Kehutanan," tegas Kasat saat ditemui diruang kerjanya Jumat kemarin. (cr-150).

Manca Negara : Beijing : Peneliti Cari Petunjuk Perubahan Iklim di Antartika

(www.antara.co.id, 18-01-2008)
Beijing (ANTARA News) - Beberapa ilmuwan yang sedang mencari petunjuk mengenai perubahan iklim telah mulai mengeksplorasi satu danau yang berada jauh di bawah lapisan es Kutub Selatan (Antartika). Meskipun sebanyak 150 danau telah ditemukan di bawah lapisan es di wilayah itu, percobaan awal telah mengungkapkan bahwa Danau Ellsworth memiliki kedalaman sekitar 350 kaki, sehingga danau tersebut menjadi tempat yang ideal untuk menyelidiki kehidupan mikroba dan menemukan catatan iklim, kata para peneliti itu."Kami sangat tertarik pada Danau Ellsworth karena danau tersebut kelihatannya telah terkucil dari permukim selama ratusan ribu tahun," kata Martin Siegert dari University of Edinburgh, seperti dikutip Xinhuanet.

Selain itu, pengukuran sebelumnya telah menunjukkan bahwa danau itu mungkin berkaitan dengan yang lain yang mungkin mengalirkan es dari lapisan es Antartika ke samudra dan memberi sumbangan pada kenaikan permukaan air laut, katanya."Jika survei tersebut berjalan lancar, tahap selanjutnya, pengeboran danau itu dan penjelajahan serta pengambilan contoh air danau," kata Andy Smith, ahli glasiologi di British Antartic Survey yang memimpin studi itu. "Inggris dapat melakukan ini pada 2012." (*)