(www.antara.co.id , 16 September 2007)
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Malaysia telah melarang menu sup sirip hiu pada acara-acara resmi dengan tujuan membantu kelestarian ikan hiu, ungkap berita pada Sabtu.Menteri Azmi Khalid kepada Kantor Berita resmi Malaysia, Bernama, mengemukakan dia telah menjanjikan langkah tersebut kepada Malaysian Nature Society."Dengan menahan diri untuk tidak memakan sup sirip hiu, diharapkan kementerian telah memberi kontribusi langsung maupun tidak langsung terhadap usaha pelestarian spesies hiu," katanya.
"Punahnya mereka akan memulai efek domino, yang pada setiap tahapan dapat berakibat hilangnya atau berlebihannya ikan lain dan spesies-spesies laut sehingga menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem laut," katanya.Penduduk Malaysia sebagian besar adalah etnik Melayu yang beragama Islam namun terdapat juga etnik China dan masyarakat India, demikian AFP.(*)
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
17 September 2007
Manca Negara : Kementerian Malaysia Larang Sup Sirip Hiu
16 September 2007
Manca Negara : Dubai : Wabah Mematikan Jangkiti Unta di Arab Saudi
(www.antara.co.id, 15 September 2007)
Dubai (ANTARA News) - Ribuan unta di Arab Saudi selama sebulan terakhir mati akibat "makanan ternak beracun", dan para peternak mengarahkan kemarahan mereka kepada para pejabat pemerintah.Penduduk di kawasan gurun Teluk tersebut menghargai unta sebagai sesuatu yang bisa membangkitkan kenangan pertempuran maupun prestasi yang pernah dicapai suku Badui.Para peternak yang sudah rugi jutaan dolar karena unta peliharaannya mati, menyalahkan pemerintah."Para pejabat kementerian pertanian masih berpangku tangan terhadap bencana yang baru pertama kali ini," kata Rashed bin Khalaf bin Mithqal, seorang pemilik unta dari wilayah Jazan, sebagaimana dikutip harian Al-Watan.
Pers setempat menyebut kematian unta-unta itu sebagai "tragedi nasional", sejak "penularan" yang tidak terjelaskan tersebut pertamakali menulari unta di Wadi al-Dawasser, sekitar 400 kilometer arah selatan dari ibukota Saudi, Riyadh.Unta yang biasa disebut "kapal gurun" dan dikenal tangguh serta berdaya tahan tinggi itu, dalam jumlah banyak berubah sekarat.Banyak pemilik menghubungkan kematian itu akibat dedak yang dijadikan pakan ternak, sebagai pengganti jawawut yang harganya naik terus."Dedak dari silo milik pemerintah serta penggilingan Khamis Mushayt (terdekat ke Wadi al-Dawasser) adalah penyebab bencana ini," tulis harian Al-Hayat edisi 20 Agustus.Seorang pakar mengatakan kepada harian bisnis Al-Eqtisadiah bahwa unta yang terjangkit tidak dapat mengendalikan gerakan kemudian mengalami pendarahan otak lalu lumpuh total.
Pers setempat memuat foto bangkai-bangkai unta tergeletak di gurun.Pemerintah telah mengirim sampel beku dari unta mati untuk di ujicoba di laboratorium di Prancis.Menteri pertanian Fahd bin Abdul Rahman Balghnaim kepada Al-Watan, Kamis, mengatakan bahwa berdasarkan hasil awal, dedak itu mengandung jamur beracun.Ali Khalaf al-Hassawi, dokter hewan dari kementerian pertanian, mengemukakan hal itu disebabkan "cara yang keliru dalam menyimpan dedak."Dua pekan setelah awal kasus tersebut, Balghnaim angkat bicara dengan mengumumkan bahwa sudah dua ribu unta yang mati, kemudian angka itu diubahnya menjadi 2.500.Perhitungan yang dilakukan AFP berdasarkan laporan media menunjukkan bahwa setidak-tidaknya sudah lima ribu unta yang tewas sedangkan ribuan lainnya jatuh sakit.Negara itu pada tahun 2005 memiliki sekitar 862 ribu unta.(*)
15 September 2007
Sentani : Amdal TPA Waibron Sudah Dipersiapkan
(www.cenderawasihpos.com, 14 September 2007)
SENTANI - Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan perekonomian di Kota Sentani, permasalahan sampah juga perlu untuk mendapatkan perhatian serius. Meski Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Waibron, sudah dipersiapkan, namun sampai saat ini pembangunan TPA tersebut belum terealisasi.Kepala Bapedalda Kabupaten Jayapura Drs Nicolas Yaung saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kajian awal tentang Amdal pembangunan TPA Waibron ini sudah selesai dipersiapkan. Dikatakan bahwa dari hasil kajian awal dan akhir terhadap Amdal, lokasi TPA Waibron ini layak dijadikan tempat pembuangan sampah akhir. “Kajian Amdalnya sudah selesai, tinggal akses sarana jalan untuk masuk ke lokasi TPA,”ungkap Nicolas Yaung saat ditemui di Gunung Merah, Rabu (12/9) kemarin.
Lebih lanjut menyangkut sarana jalan masuk ke lokasi TPA Waibron ini memang masih ada perbedaan pendapat. Dimana masyarakat setempat menghendaki agar akses jalan masuk ke TPA Waibron ini menggunakan jalan setapak yang ada, atau membangun jalan baru di jalan setapak tersebut. Sementara dari pihak Prasda rencananya akan membangun jalan yang sudah ada, dengan sedikit meratakan bukit yang ada.“Masyarakat setempat selain diminta dilibatkan sebagai tenaga kerja untuk pengolahan sampah di TPA Waibron, mereka juga meminta agar truk-truk yang mengangkut sampah ini mengunakan jalur khusus, bukan jalan yang biasa dilewati atau banyak pemukiman penduduk,”tutur Yaung. (tri)
Manca Negara : Bangkok : Jadi Markas Perlindungan Hewan Asia
(www.antara.co.id, 14 September 2007)
Bangkok (ANTARA News) - Masyarakat Perlindungan Hewan Dunia (WSPA), yang berpusat di London, menetapkan markasnya untuk kawasan Asia di Bangkok, Thailand."Ambisi kami adalah menciptakan dunia dengan hewan dianggap memiliki kepekaan, butuh dimengerti serta dilindungi hukum," kata Direktur Jenderal WSPA Peter Davies kepada surat kabar setempat.Davies mengatakan, WSPA memilih Bangkok sebagai markasnya di Asia, karena negara kerajaan itu memperhatikan kesejahteraan hewan, sesuai dengan ajaran Budhisme.Sebagian besar masyarakat Thailand mengamalkan ajaran Budhisme, yang melarang pembunuhan dan penyiksaan terhadap hewan.
Akibatnya, Thailand memililki banyak permasalahan sosial, yang berhubungan dengan hewan, seperti, banyak anjing berkeliaran dan menyebabkan banyak masyarakanya terjangkiti penyakit rabies."Setiap negara di dunia memiliki banyak anjing berkeliaran dan anjing tidak diinginkan," kata Davies.Ia menambahkan, dibutuhkan pendidikan kepada warga tentang masalah kesejahteraan dan kesehatan hewan. Selain itu, juga perlu dilakukan pendataan pada pemilik anjing, demikian DPA.(*)
14 September 2007
Jayapura : Kesal, Warga Buang Sampah ke Jalan
(www.cenderawasihpos.com, 13 September 2007)
JAYAPURA-Kondisi ruas Jalan Sosial Padang Bulan, Kelurahan Hedam, Distrik Jayapura, tidak seperti biasanya. Jalan tersebut, Rabu (12/9), kemarin, dipenuhi sampah, akibatnya arus lalulintas sedikit macet. Selidik punya selidik, sampah yang berhamburan di ruas jalan itu, ternyata sengaja dibuang oleh beberapa warga yang berdomisili RT. 02/RW.7, Kelurahan Hedam, Distrik Heram.Salah seorang warga setempat bernama Bambang mengatakan aksi beberapa warga RT02/RW7 yang membuang sampah ke jalan itu, karena kesal sebab ada warga di luar RT02/RW7 yang setiap hari membuang sampah di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang berada di pinggir ruas jalan utama itu.
"Kami warga RT02/RW7 sudah sepakat untuk tidak membuang sampah lagi di TPS itu, namun, setiap hari pasti ada sampah, ini yang membuat warga marah dan menghamburkan sampah di tengah jalan,"ujarnya kepada wartawan di tempat itu, Rabu, (12/9).Senada dengan itu, Wakil Ketua Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Kelurahan Hedam, Distrik Heram, David K Pulalo menyatakan, hal itu dilakukan warga sebagai aksi protes kepada warga yang sering membuang sampah di TPS itu, yang kedua ingin menyampaikan kepada semua pihak bahwa yang namanya ruas jalan utama itu tidak boleh ada penumpukan sampah, apalagi ada TPS."Kami sudah tulis larangan bahwa stop membuang sampah di TPS itu dan warga RT02/RW7 sudah sepakat, tapi malah warga yang berada di tempat jauh membuang sampah di TPS itu," tandasnya.Menurutnya, pihaknya telah menetapkan aturan pada wilayah itu, untuk itu siapapun harus mengikutinya, demi menjaga ketertiban, kenyamanan, keamanan dan kebersihan wilayah itu.
"Tidak baik jika sampah berserakan di pinggir jalan utama. Jika bersih kan orang puas melihatnya. Sesuai hasil rapat semua warga RT02/RW7 bahwa, tidak boleh lagi membuang sampah di tempat itu," katanya.Di tempat yang sama, Kepala Kelurahan Hedam, Distrik Heram, Max M Olua, S.Sos, menyatakan, pihaknya akan menelusuri kenapa aksi itu terjadi. Tapi menurutnya, aksi itu merupakan aksi spontan dari warga. Terkait dengan itu, dirinya berharap supaya permasalahan itu tidak terjadi lagi dan menjadi perhatian serius instansi teknis terkait.(nls).
13 September 2007
Jakarta : Ecology of Papua , Buku Terakhir Seri Ekologi Indonesia
JAKARTA, SELASA - Setelah sekitar 10 tahun disusun, buku "Ecology of Papua" yang merupakan seri keenam dan buku terakhir dari seri ekologi Indonesia akhirnya diterbitkan. Buku yang merupakan kumpulan tulisan puluhan pakar ekologi dari seluruh dunia dan diedit Andrew J. Marshall dan Bruce M. Beehler diluncurkan di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (10/9) malam.Seluruh kontributor buku berasal dari 14 negara dan 59 insitusi. Mereka adalah para peneliti yang berpengalaman selama bertahun-tahun bekerja di lapangan dan tinggal di Papua. Sayang tak banyak peneliti lokal yang muncul, dari sekian banyak, tak kurang dari 10 peneliti asli Indonesia.
Sementara itu editor lainnya Andrew J. Marshall, berharap buku tersebut dapat menjadi acuan dan bermanfaat bagi para peneliti Indonesia dan internasional, serta para pelaku konservasi dan pejabat pemerintah di Papua dan Papua Barat. Marshall adalah lulusan Harvard University yang telah meneliti di Indonesia sejak tahun 1996. Ia mengatakan tujuan utama penyusunan buku ini adalah memberikan informasi bagi para perencana pembangnan di Papua.
"Ecology of Papua" dibagi dalam dua volume masing-masing setebal 1467 halaman. Buku ini merupakan hasil kerja sama natar Conservation International dengan Universitas Cendrewasih dan Arnold Arbetum of Harvard University dan didukung Grdon and Betty Moore Foundation, BP, dan Tangguh Partners. Buku yang diterbitkan Periplus Internasional ini telah tersedia dengan harga masing-masing sekitar Rp 450.000.
Hadir dalam peluncuran tersebut Jatna Supriatna, Regional Vice President Conservaton International Indonesia, Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi, Presiden Direktur BP Indonesia John C. Minge, Endang Sukara dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pejabat Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan, Kementrian Negara Lingkungan Hidup, serta Rektor Universitas Cendrawasih dan Universitas Negeri Papua.
Jayapura : Ekspor Papua Masih Andalkan Non Migas
(www.cenderawasihpos.com, 12 September 2007)
JAYAPURA-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Ir. J.A. Djarot Soetanto mengungkapkan, ekspor Papua sampai Mei 2007 masih mengandalkan ekspor non migas yang berasal dari PT Freeport Indonesia. “Sama seperti April 2007, pada Mei 2007 semua nilai ekspor Papua adalah ekspor non migas PT Freeport Indonesia di Timika berupa bijih tambang dan konsentrat (HS 26),” ungkap Djarot kepada Cenderawasih Pos, Selasa (11/9).
Djarot mengungkapkan, tidak ada nilai ekspor dari golongan barang yang lain baik yang berasal dari sumber daya kelautan maupun sumber daya kehutanan yang merupakan potensi sumber daya alam yang bisa diperbaharui di Provinsi Papua. Meski demikian, lanjut Djarot, secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Papua terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan jika dibandingkan dengan nilai ekspor periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor kumulatif periode Januari-Mei 2007 mencapai sebesar Rp 1.941,79 US$ lebih tinggi 70,80 persen dibanding nilai ekspor kumulatif Januari-Mei 2006 lalu, yang hanya mencapai Rp 1.491,16 juta US$.
Menurutnya, peningkatan ini memang bukan merupakan peningkatan yang terbesar, jika dibanding periode-periode yang lebih pendek seperti Januari-Maret, namun masih lebih besar jika dibandingkan dengan periode sebelum April dimana periode Januari-Maret 2007 mengalami peningkatan 57,42 persen dibanding Januari-Maret 2006 dan periode Januari-Februari yang meningkat hanya 51,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2006. Sedangkan, nilai impor kumulatif Januari-Mei 2007 ini mengalami penurunan 6,21 persen dibandingkan nilainya pada periode yang sama tahun lalu, dari 312,55 juta US$ menjadi 293,15 juta US$. Djarot mengatakan, peningkatan nilai kumulatif ekspor sampai Mei 2007 yang terus melaju sementara peningkatan nilai kumulatif impor yang datar mengakibatkan nilai ekspor netto kumulatif periode Januari-Mei 2007 mengalami peningkatan sebesar 99,99 persen disbanding periode yang sama tahun 2006 dari 824,34 juta US$ menjadi 1.648,64 juta US$.
“Jadi, laju ekspor dan impor dari dan ke Provinsi Papua selama periode Januari-Mei 2007 menunjukkan trend berbeda. Nilai ekspor mengalami peningkatan, sedang nilai impor mengalami penurunan, sehingga kondisi ekspor netto tetap mengalami surplus seperti bulan sebelumnya. Nilai ekpor Mei mengalami peningkatan dari 363,89 juta US$ menjadi 450,63 juta US$ atau naik 23,84 persen. Hal ini disebabkan adanya kenaikan ekspor non migas berupa bijih tambang dan konsentrat, sedangkan impor mengalami penurunan 58,50 persen dari 82,11 juta US$ menjadi 34,08 juta US$, karena didorong turunnya impor migas yang dilakukan Freport untuk proses produksi. (bat)
12 September 2007
Tips & Trik : Sirih Merah Atasi Diabetes Melitus dan Tumor
Tanaman Sirih Merah memang bagus untuk dipajang sebagai tanaman hias. Tapi diam-diam, juga ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit serius. Antara lain, Diabetes Melitus, jantung koroner dan tumor. Nah lo. Bagaimana menggunakannya? Bagaimana cara memperbanyaknya? Berikut artikel yang layak Anda baca. Warga Karangjati, Yogyakarta, ini sudah dua tahun lamanya menderita penyakit diabetes melitus (DM). Berbagai cara pengobatan, baik medis maupun tradisional, telah dijalaninya tapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Bambang Sadewo, seorang praktisi kesehatan dan produsen jamu, yang menyarankan minum ekstrak sirih merah. Sedikit demi sedikit penderitaannya pun jauh berkurang.
Atasi Aneka Penyakit
Setelah seminggu mengonsumsi sirih merah dalam bentuk kapsul, Susmiarto merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. Namun, pagi harinya rasa nyeri di kedua kakinya berkurang drastis. Tanda-tanda kesembuhan ini sangat melegakan hatinya karena luka mulai mengering dan berangsur-angsur sembuh.
Kesembuhan juga dialami Siska Ribowo, di Jakarta, yang mengidap tumor di bagian payudara. Beruntung, ibu penggemar tanaman hias mendapatkan info tentang khasiat sirih merah. Atas saran herbalisnya, ia pun mengonsumsi sirih merah dalam bentuk rebusan selembar daun segar per hari. Dua gelas air direbus sampai tinggal satu gelas. Air rebusan ini dibagi tiga dan diminum 3 kali sehari sebelum makan. Kini, ia terbebas dari ancaman tumor yang menurut diagnosis dokter sangat mungkin menjadi ganas atau kanker.
Khasiat tanaman cantik bernama sirih merah (Piper crocatum) ini memang mencengangkan banyak orang. “Selain DM dan tumor, sirih merah juga berkhasiat menyembuhkan penyakit jantung koroner, asam urat, hipertensi, peradangan organ tubuh (paru, ginjal, hati, dan pencernaan), serta luka yang sulit sembuh,” ujar Bambang Sadewo.
Segudang khasiat sirih merah itu disebabkan sejumlah senyawa aktif yang dikandungnya, antara lain flavonoid, alkoloid, polevenolad, tanin, dan minyak asiri. Senyawa flavonoid dan polevenolad bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, dan anti- inflamasi. Sedangkan senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Tanaman Pot
Pamor sirih merah sebagai herba yang berkhasiat memang baru terdengar dua tahun belakangan ini. Awalnya, tanaman berdaun hijau dengan semburat pink ini banyak dijadikan tanaman hias. Adalah Bambang Sadewo, pemilik Klinik Herbal Center, Yogyakarta, yang mempelopori penggunaan sirih merah sebagai obat. Bagi yang ingin sibuk, sirih merah kini tersedia dalam bentuk ekstrak, tunggal maupun dengan campuran herba lainnya yang dijual dengan harga Rp 60.000/60 kapsul. Dalam bentuk segar, manfaat sirih merah juga dapat diperoleh dengan merebus sejumlah daun sirih segar yang cukup tua. Sirih ini tidak sulit dibudidayakan. Bahkan dalam pot pun dapat tumbuh subur. Ia tidak menyukai panas maupun air yang berlebihan. Media tanamnya sederhana, yakni campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Tanaman disiram satu kali sehari, sedangkan untuk menghindari panas yang terlalu terik atau guyuran air hujan berlebihan, pot bisa dipindah ke tempat yang aman.
Sirih merah dapat diperbanyak melalui cangkok. Medianya, kompos daun bambu yang dibungkus plastik bening. Semprot media cangkok satu kali sehari, dalam waktu 2—4 minggu, anakan sirih merah sudah bisa dipisahkan dari tanaman induknya.
Sorong : “Sapi Mati, Belum Tentu Antrax”
(www.radarsorong.com, 11 September 2007)
SORONG- Banyaknya sapi piaraan warga yang mati akibat diserang wabah baru yang terjadi di Distrik Ayamaru Kabupaten Sorsel sejak seminggu terakhir ini membuat warga lainnya yang juga memelihara sapi di Kota Sorong tentunya merasa was-was atas wabah tersebut. Kasubdin Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sorong, Mulyono menanggapi masalah tersebut mengaku belum mengetahui penyebabnya apakah penyakit anthrax atau bukan masih belum pasti. Hal ini karena dalam menentukan suatu penyakit harus melalui uji laboratorium. ”Semua gejala yang ditimbulkan oleh sapi piaraan yang mati itu belum tentu sapi tersebut terinfeksi virus anthrax.
Seperti contohnya kalau orang panas tinggi itu belum tentu orang tersebut sakit malaria, begitu juga dengan gejala yang ditunjukkan oleh sapi yang mati ini,”ujarnya kepada Radar Sorong kemarin di ruang kerjanya. Diterangkan, bahwa dari mulai maraknya penyakit anthrax pada sapi dan binatang lainnya ternyata sampai sekarang di Papua khususnya Kota Sorong dan sekitarnya sama sekali belum tertular virus anthrax tersebut dan kalau bisa jangan sampai. Karena untuk virus anthrax mempunyai sifat dan gejala seperti sifat dan terjadinya akut pada semua hewan berdarah panas yang disebabkan oleh bakteri yang dapat membentuk berspora-spora tahan bertahun-tahun di tanah, untuk masa inkubasi 1-5 hari. Kemudian untuk gejalanya yaitu mati mendadak, pendarahan keluar dari hidung dan anus, suhu tubuh hewan panas tinggi, kesulitan bernapas, sempoyongan dan sangat lemah. Sedangkan untuk penyebaran virus anthrax antar hewan dapat terjadi melalui udara atau melalui angin.
“Untuk pengendalian dan pencegahan yaitu hewan yang mati karena anthrax atau yang dicurigai sebaiknya dikubur, penguburan sedalam 2 meter dan kalau bisa ditutup dengan batu dan dipagar. Semua material yang terinfeksi tanah dan alas seperti rumput harus dibakar, semua hewan yang rentan terinfeksi dijauhkan dari daerah infeksi. Pemberian vaksinasi dosis tunggal, vaksinasi minimal 3 bulan setelah kasus terakhir pengobatan hewan dengan penicillin,”jelasnya seraya menambahkan bahwa bahaya penyakit anthrax selain kepada hewan yang dapat menyebabkan kematian juga dapat mengenai manusia. Maksudnya, apabila manusia memakan daging sapi atau binatang lainnya yang menderita virus anthrax maka orang tersebut dapat langsung meninggal dunia dalam kurun waktu yang tidak lama yaitu satu sampai dua hari setelah memakan daging tersebut.
Untuk itulah, pihaknya perlu menghimbau kepada masyarakat agar jangan sembarangan menyebarkan informasi yang belum jelas seperti adanya virus anthrax karena sampai saat ini belum ada uji laboratorium dan belum dapat dipastikan apakah sapi itu terinfeksi virus anthrax atau tidak. Untuk warga yang memiliki binatang piaraan seperti sapi agar menjaga kebersihan baik binatang itu sendiri maupun kandangnya.(yan)
10 September 2007
Karang di Kepulauan Pef, Raja Ampat
Kondisi laut dan karang disekitar Kepulauan Pef di Kabupaten Raja Ampat, Irian Jaya Barat. (Foto Dok. Conservation International)
09 September 2007
Sentani : CPA Hiroshi Lakukan Kerja Bakti
(www.cenderawasihpos.com, Sabtu 08 September 2007)
SENTANI - Club Pencinta Alam (Hirosi) memang sangat komitmen dalam masalah kelestarian lingkungan, dengan mengandeng para pemuda remaja untuk terlibat dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam rangka Pekan Kebersihan Dunia 3-9 September 2007 ini, CPA Hirosi mengelar kegiatan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan. "Kerja bakti ini merupakan wujud nyata komitmen kami terhadap lingkungan alam, serta upaya untuk mendorong warga masyarakat untuk pada kebersihan lingkungan,"ungkap Ketua CPA Hirosi Marshal Suebu, S Sos saat ditemui usai kegiatan di jalan bandara, Jumat (7/9) kemarin.
Menurut Marshal, kegiatan ini diikuti sekitar 107 anggota CPA dan didukung dari kelompok Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) yang diketuai oleh Fransisco Weriditi yang juga sekretaris dari CPA Hirosi. Untuk pelaksana kegiatan kerja bakti membersihkan jalan bandara ini, dipimpin dari kelompok kepompong atau setaraf kelas 1 SMA, yang merupakan jenjang pendidikan yang dijalankan oleh CPA Hirosi.
"Kami pilih lokasi di jalan Bandara, karena merupakan pintu masuk bagi setiap tamu. Kebersihan di jalan bandara ini akan menjadi citra baik bagi daerah,"ujar Marshall yang mengaku kebersihan di jalan bandara ini sering diabaikan, bahkan tumpukan sampah sering tergenang di selokan saat terjadi hujan. (tri)
Manokwari : BP Indonesia, Komitmen Bangun DAV Proyek Tangguh
(www.cenderawasihpos.com, 8 September 2007)
Manokwari, Indonesia memiliki komitmen besar untuk membangun kawasan yang terkena dampak langsung (DAV) proyek LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Melalui Porgram ISP (Integrated Social Progran/Program Sosial Terpadu),BP Indonesia punya 14 kegiatan yang sudah dan tengah dilaksanakan pada masyarakat di 9 kampung yang terkena dampak langsung.Manager Papua Affair (Manajer Urusan Papua) BP Indonesia, Erwin Maryoto kepada wartawan di Manokwari menuturkan, dengan resiko besar, BP masuk dan beroperasi di Papua mempertaruhkan nama besar dan reputasinya sebagai perusahaan minyak gas dunia.
Dengan demikian kehadirannya harus diikuti keberhasilan dalam program-program sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Memang diakui masih ada pihak yang merasa belum diperhatikan,namun pihak perusahaan akan terus berupaya melakukan sesuatu bermanfaat.Bersama Pemkab Teluk Bintuni,BP Indonesia juga akan membangun wilayah utara yang selama ini warganya merasa kurang mendapat perhatian dibanding masyarakaat di wilayah selatan.Pejabat BP Indonesia yang sudah bertugas di Bintuni sejak proyek Tangguh mulai dirintis ini menuturkan, pembangunan rumah warga di Tanah Merah Distrik Babo adalah sebagai kompensasi atas relokasi perkampung warga. Rumah warga Tanah Merah digusur karena di tempat itu dibangun kilang LNG Tangguh.
Sebagai gantinya, BP membangunkan rumah rumah di lokasi lain dilengkapi fasilitas umum. ‘’Kami merelokasi perkampungan penduduk karena kampung lamanya dibangun kilang. Namun, BP bersama-sama pemerintah daerah akan memperhatikan dan membangun wilayah utara,’’tuturnya.Bupati Teluk Bintuni lanjut Erwin menyarankan, agar BP Indonesia lebih memperhatikan pembangunan pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan, pembangunan rumah guru menjadi salah satu perhatian selain fasilitas public lainnya. ‘’BP sangat berkomitmen untuk membangun daerah yang terkena dampak langsung.BP tidak mau membangun jalan darat karena dikuatirkan nantinya muncul perkampung baru yang tidak terkontrol,’’ paparnya.
Program di sector kesehatan,BP Indonesia melalui Program ISP punya beberapa kegiatan,diantaranya, pengobatan malaria dengan juru malaria kampung, program air bersih dengan penyediaan air bersih.Juga ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan keterampilan seperti di sector perikanan,menjahit dan lainnya.(lm)
