Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

Foto Pilihan : Serangga Papua

Foto Pilihan : Serangga Papua
Serangga Papua jenis Diptera (sumber info : http://www.papua-insects.nl/insect%20orders/Diptera/Diptera%20families.htm)

Foto Pilihan : Anggrek Cimbidium

Foto Pilihan : Anggrek Cimbidium

11 January 2012

Nasional : Swasta Harus Ikut Serta Selamatkan Orangutan

 (www.kompas.com, 11-01-2011)
JAKARTA, KOMPAS.com — Sektor swasta seperti industri harus terlibat dalam upaya penyelamatan orangutan. Tantangan penyelamatan orangutan tinggi berkaitan dengan minimnya hutan dan besarnya biaya rehabilitasi.

Demikian diungkapkan Profesor Dr Ir Bungaran Saragih, Chairman Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dalam Indonesia Endangered Species Forum yang diselenggarakan pada Selasa (10/1/2012) di Jakarta.

"Kita harus mengakui bahwa banyak kerusakan hutan terjadi akibat aktivitas bisnis. Jadi, kalangan bisnis juga harus ikut bertanggung jawab," kata Bungaran.

Pelestarian orangutan tergantung pada bagaimana manusia menjaga dan merehabilitasi hutan. Degradasi dan fragmentasi hutan seperti yang terjadi saat ini sangat berpengaruh pada survival orangutan.

Program rehabilitasi orangutan terus berlangsung hingga saat ini. Pemerintah memiliki target untuk melepaskan orangutan yang telah direhabilitasi ke habitat aslinya pada tahun 2015. Namun, target tersebut menyisakan masalah.

"Tidak ada hutan yang cukup memenuhi standar untuk melepaskan orangutan," cetus Bungaran.
Sementara itu, jumlah orangutan yang perlu direhabilitasi yang makin bertambah juga menjadi masalah tersendiri. Tak sedikit biaya yang dibutuhkan.

"Butuh 3.500 dollar AS per orangutan per tahun untuk merehabilitasi," ungkap Bungaran.
Corporate social responsibilty (CSR) menjadi salah satu pilar pertanggungjawaban pihak swasta. Namun, perlu ditegaskan bahwa CSR harus benar-benar bertujuan penyelamatan, bukan sekadar pencitraan.