(kompas, 21 Agustus 2007)
Jakarta, Tim Biologi Ekspedisi Widya Nusantara (Ewin) yang menjelajahi Kepulauan Raja Ampat, khususnya Waigeo dan Taman Wisata Alam Sorong Papua Barat memperoleh beberapa spesies baru."Dari total 554 tanaman yang dikumpulkan dari dua area konservasi ini ditemukan beberapa spesies yang diduga baru termasuk spesies Cyrtosperma dan 72 spesies koleksi baru Kebun Raya Indonesia," kata Deputi Ilmu Kebumian LIPI Herry Harjono dalam jumpa pers menyambut HUT LIPI ke-40 di Jakarta, Senin (20/8).

"Semua spesies yang dikumpulkan dari penjelajahan tim biologi konservasi ini akan menambah koleksi kebun raya Indonesia, baik untuk Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi dan Kebun Raya Bali di Bedugul," katanya.Sementara itu hasil eksplorasi tim botani EWIN ke Kepulauan Raja Ampat yakni lebih dari 500 nomor ditemukan terdiri atas 50 famili tumbuhan tingkat tinggi, yakni 164 nomor koleksi paku-pakuan, 195 nomor jenis jamur, 19 nomor jenis lumut, dan 11 nomor galls."Beberapa jenis merupakan koleksi baru herbarium, dan dugaan spesies baru seperti Osmoxylon sp nov," katanya.
Sedangkan studi tim zoologi juga mendeskripsikan jenis-jenis baru dan rekor baru fauna seperti 28 jenis burung, 60 jenis ikan, 12 jenis amfibi, 32 jenis reptilia, 24 jenis moluska, serta berbagai serangga yang tiga jenis di antaranya spesies baru dan tiga jenis catatan baru.Sedangkan dari 124 nomor spesimen dalam 22 jenis mamalia yang ditemukan, empat jenis catatan baru yaitu Pterupus conspicillatus, Macroglossus minimus, Synconycteris australis dan Asseliscus tricuspidatus yang belum pernah dijumpai di waigeo dan satu jenis kuskus Waigeo Spilocuscus papuensis yang menjadi koleksi baru Museum Zoologicum Bogoriense.Tim kedua yang akan berangkat ke Raja Ampat dalam rangkaian ekspedisi ini, ujar Herry, adalah tim laut yang terdiri dari peneliti oseonografi dan biologi laut.