Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

13 September 2012

Merauke : Varitas Cilo Sari dan Dea Suci Membuat Petani Lebih Untung

(www.bintangpapua.com, 13-10-2012)



Romoldus Telima, petani Sumber Harapan SP3, Tanah Miring saat beraktivitas di sawahnya.
Romoldus Telima, petani Sumber Harapan SP3, Tanah Miring saat beraktivitas di sawahnya.
MERAUKE – Warga petani padi di Kampung Sumber Harapan SP IV, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, kini mulai meninggalkan bibit padi (varitas) jenis Ampari yang diberikan pemerintah daerah selama ini. Alasannya,  warga petani setempat merasa terbantu dengan kehadiran varitas baru jenis Cilo Sari dan Dea Suci, karena dapat meningkatkan produksi dan kualitas padi.

Adalah Romoldus Teluma (40), salah satu petani setempat yang merasakan hasil memuaskan setelah ia menggunakan varitas Cilo Sari dan Dea Suci ini, dimana selain ekonomis rupanya bibit tersebut dapat meningkatkan kualitas produksi sehingga setiap panen dirinya tidak perlu gali lobang tutup lobang untuk membiayai produksi yang terkadang mencekik petani.

“Dulu menggunakan varitas yang lama, produksi kami selama ini tidak menguntungkan, malah merugi, sehingga istilah gali lobang tutup lobang itu pasti ada. Tetapi sekarang sudah tidak lagi sejak kami gunakan dua varitas ini, dan kami puas karena ada untung dan bisa kembali modal” ungkapnya kepada Bintang Papua, Senin (10/9) kemarin.

Dijelaskan pria asal NTT yang sudah 10 tahun berprofesi sebagai petani padi ini, selain menggunakan dua varitas ini, yang terpenting adalah petani harus betul-betul bekerja sesuai petunjuk.

 “Artinya buat apa kalau kita punya bibit bagus tapi pola kerjanya sembrono atau asal-asalan, justru hasilnya tidak efektif. Makanya saya dalam bekerja saya terapkan pola lain dengan petani lain, sehingga ada yang menganggap saya gila. Tetapi ketika mereka meliat hasil padi saya, langsung mereka semua salut,” ucapnya.
Selanjutnya dibandingkan varitas Ampari, Cilo Sari dan Dea Suci dapat meningkatkan produksi dua kali lipat, dimana dengan menaburkan Cilo Sari dan Dea Suci untuk ukuran lahan 20x50 meter, produksi padi bisa mencapai 2 ton gabah kering.

“Sementara kalau Ampari hanya mencapai 1 ton gabah kering. Dengan peningaktan produksi ini petani lebih sedikit mengalami keuntungan,” tandasnya. (lea/achi/LO1)

Jayapura : Sektor Pertanian Akan Jadi Primadona

(www.bintangpapua.com, 13-9-2012)



Penyerahan bantuan yang diserahkan waikota kepada para petani dan peternak di kawasan Koya Barat
Penyerahan bantuan yang diserahkan waikota kepada para petani dan peternak di kawasan Koya Barat
JAYAPURA—Dalam rencana pembangunan perekonomian Kota Jayapura ke depan, Walikota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM menyatakan bahwa sektor pertanian akan menjadi program primadona. Setidaknya ada tiga alasan yang mendasari mengapa hal tersebut berani ia kemukakan.

“Pertama kontribusinya terhadap penyediaan pangan bagi masyarakat selalu menjanjikan, kedua kontribusinya terhadappenyediaan dan kesempatan kerja serta kesempatan berusaha sangat besar dan terbuka, ketiga strategis dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan,” ucap Walikota dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Bagi Petani Tanaman Sayuran di Kelurahan Koya Barat pada Selasa (11/09) kemarin.

Oleh karenanya Walikota berharap ke depan dapat tercipta pembangunan pertanian yang tangguh yang mampu bertumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri, sementara pemerintah menciptakan iklim yang memungkinkan peran serta petani dalam seluruh proses pembangunan pertanian didaerah.

Penyuluhan yang dilakukan pemerintah terhadap petani, dikatakannya sebagai salah satu bagian integral dari pembangunan pertanian, dan hal itu pada hakekatnya merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktifitas, pendapatan dan kesejahteraannya. (ds/aj/LO1)

08 September 2012

Merauke : Program MIFEE Tidak Gagal

(www.bintangpapua.com, 8-10-2012)
MERAUKE - Assisten Penataan Ruang dan Pengembangan Wilayah Kementrian Perekonomian, Abdul Kamarzuky mengklaim Program Merauke Integrate Food end Estate (MIFEE) yang sudah berjalan selama tiga tahun  berjalan baik alias tidak gagal. Hanya saja, kata dia,  yang masih bermasalah saat ini adalah masalah ijin pengelolaan hutan. 

“Pengembangan MIFEE  ini kan banyak sangkut sama ijin-ijinya, ijin pengunaan penguasaan hutan dan lain-lain gitu kan. Dengan keluarnya SK Menteri Kehutanan kita sekarang follow up perijinannya, tapi perijinaan itu kan menyangkut tata ruangnnya walaupun Merauke sudah punya RT/RW kabupaten , tapi kan tetap ternyata sebagian besar kawasan itu masih kawasan hutan,” ujar Abdul kepada wartawan saat berkunjung ke Merauke, Rabu (6/9) kemarin.

Menurutnya jika banyak yang menilai MIFEE ini gagal dan tidak berjalan, maka hal tersebut akan dipercepat sehingga MIFEE bisa berjalan dengan baik. Dan Abdul juga membantah jika porsi program MIFEE lebih besar pada program pengembangan Perkebunan di bandingkan Pertanian.

Padahal berdasarkan  data Badan Pengelolaan dan Investasi Kabupaten Merauke ada sekitar 60 Investor yang bakal masuk ke Merauke, bergerak dibidang perkebunan. Sebelumnya juga,banyak kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Papua menolak Program Mife, sebab dapat merusak hutan Merauke.  (lea/achi/LO1)

07 September 2012

Merauke : Kekurangan Air, 1.000 Hektar Tanaman Padi Terancam Puso

(www.bintangpapua.com, 7-10-2012)



Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Merauke Ir. Bambang Dwiatmoko
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Merauke    Ir. Bambang Dwiatmoko
MERAUKE – Akibat kekurangan air, kurang dari 1000 hektar tanaman padi di Kabupaten Merauke terancam puso atau rusak. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Merauke Ir. Bambang Dwiatmoko kepada wartawan, di Kantor Bappeda Merauke  Rabu (6/9) kemarin. Bambang menjelaskan, padi yang terancam puso terjadi di sejumlah darah sentral pangan yakni, Distrik Kurik, Distrik Tanah Miring, dan Distrik Semangga. Dan padi yang terancam puso itu di luar dari target tanam yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Merauke selama ini.


“Dilapangan ada yang terlihat ada kekurangan air ada sementara yang panen, ada sementara yang akan panen, tapi kumulatif sasaran sudah terlampaui sekitar 3000 hektar dari sasaran. Di satu sisi mungkin ada satu dua yang kita lihat kekeringan sebetulnya memang itu tidak direkomendir untuk melanjutkan tanam karena masalah air, tapi mungkin pada waktu itu situasi air seperti memungkinkan sehingga dia tergerak ada yang su tanam hingga tiga kali,” ujarnya.

Menurut Bambang, pada prinsipnya musim gaduh sudah selesai, sehingga Dinas Tanaman Pangan kini mempersiapkan diri memasuki musim tanam periode Oktober-Maret musim tanam 2012- 2013.
“Tetapi masalah kekeringan mengancam pada pertanaman pada tanaman yang baru ditanam,” katanya. Selanjutnya  target tanam 2012 baik musim tanam rendengan maupun gaduh telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, dari 10.300 hektar menjadi 13.000 hektar.  (lea/achi/LO1)

30 August 2012

Merauke : Beri Disposisi Galian C, Kadis Tamben Merauke akan Dipanggil

(www.bintangpapua.com, 30-8-2012)
MERAUKE – Wakil Bupati Merauke Sunarjo S.Sos berjanji akan memanggil  Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Merauke terkait dengan informasi bahwa Kadis bersangkutan telah mengeluarkan disposisi izin penggalian pasir di wilayah Dalir, Merauke.

Menurut Wabup, selama ini Pemda sudah untuk menutup seluruh aktivitas penambangan pasir melalui SK Bupati yang dikeluarkan, namun jika pihak Distamben mengeluarkan disposisi tersebut  maka ini sangat bertentangan dengan kebijakan Pemerintah daerah.

“Penutupan penggalian ini kan ada SK Bupati sehingga minimal aturan itu berlakunya sederajat. Jadi kalau benar Distamben keluarkan disposisi maka itu sudah menyalahi aturan, bahkan disposisi Bupati pun tidak bisa dipakai karena ini menyangkut dengan SK yang kekuatan hukumnya di atas disposisi,” terangnya kepada wartawan usai menghadiri halal bi halal Pemkab Merauke, Rabu (29/8) kemarin.

Masih dikatakan Wabup, Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Peraturan daerah sendiri juga telah melarang dan menutup aktivitas penambangan galian C atau penggalian pasir di wilayah pesisir pantai. Pasalnya, kegiatan tersebut secara langsung turut berkontribusi bagi kerusakan lingkungan pantai dan abrasi selama ini.

“Kita sudah  lakukan persuasive hingga tindakan represif terhadap pelaku-pelaku penggalian pasir ini tetapi tetap masih ada. Kalau kita sudah pakai UU Lingkungan Hidup itu sanksinya sangat berat,” akunya.
Wabup lantas mengingatkan kepada masyarakat khususnya oknum-oknum yang kerap melakukan penambangan pasir ini, bahwa penggalian pasir secara intens bukan saja merusak lingkungan pantai tetapi juga bisa mendatangkan petaka bagi daerah ini.

Apalagi letak geografis Merauke yang berada di bawah permukaaan laut, sehingga membuat Merauke sulit menampik jika suatu saat terjadi bencana alam.

“Kalau alam sudah murka dengan kita terus mau bagaimana lagi. Maka itu kita harus melindungi diri kita sehingga peran pers disini adalah menggugah kesadaran semua untuk mari menjaga kampung kita, daerah kita dengan satu hati satu tujuan. Jangan kita hanya manis di bibir saja,”tandasnya. (lea/tis/LO1)

17 August 2012

Sarmi : Muara Sungai Orey Dinormalisasi

(www.bintangpapua.com, 17-8-2012)


Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT ketika meninjau lokasi muara sungai orey.
Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT ketika meninjau lokasi muara sungai orey.
SARMI - Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi akan melakukan normalisasi sungai Orey dan beberapa sungai lainya, langkah ini dilakukan sebagai upaya   pemerintah menanggapi banjir akibat luapan air sungai yang melintasi beberapa kawasan pemukiman masyarakat.

“Normalisasi sungai Orey dan Naisimo perlu dilakukan mengingat setiap kali terjadi hujan, kedua sungai ini tidak mampu menampung air yang dibuang dari sungai-sungai kecil lainnya, akibatnya air meluap dan membanjiri kawasan-kawasan pemukiman masyarakat,”ujar Bupati Kabupaten Sarmi, Drs.M.Manibor,M.MT saat menghadiri acara adat (Ritual) makan pinang yang dilakukan oleh pemilik hak ulayat di Muara Sungai Orey beberapa waktu lalu.

Selain normalisasi sungai, lanjut bupati, pemerintah daerah juga akan membuka akses jalan belakang Neidam yang nantinya akan disertai dengan pembuatan drainase sebagai saluran pembuangan air dari sungai-sungai yang ada menuju sungai waskey, sehingga aliran air tidak hanya menuju sungai orey dan naisimo.
“Kami dari pihak pemerintah sangat berterima kasih kepada pemilik hak ulayat yakni suku Ambani, Sefa dan Weyasu yang telah ikut membantu dan mendukung program pemerintah demi menolong orang banyak. Dampak pembangunanpun harus kita pikirkan sama-sama,untuk itu maka tanaman-tanaman produktif yang akan digusur melalui kegiatan normalisasi muara sungai orey ini tetap akan mendapat perhatian,” bilang bupati.

Koordinator pelaksana PT.Sentani Indah, Andi Rehabeat,A.Md.T saat mengatakan normalisasi sungai ini mengacu pada kajian teknis yang telah dilakukan bersama instansi teknis dengan tidak melupakan faktor-faktor alam sekitar seperti tanah, air dan lain sebagainya.

“Dalam pelaksanaan normalisasi,kami juga akan membangun talud atau anyaman bronjong pada pinggiran bentaran muara sungai orey ini,guna menahan derasnya air sewaktu banjir mengingat daerah tersebut berpasir,yang mana selalu terjadi pengikisan (Abrasi),”tandas Andi. (cr38/tisLO1)

15 August 2012

Sarmi : Bupati Gagalkan Penyelundupan Kayu

(www.bintangpapua.com, 15-8-2012)


Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT saat menangkap dua truk dengan muatan kayu.
Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT saat menangkap dua truk dengan muatan kayu.
SARMI-Kesekian kalinya upaya penyelundupan kayu digagalkan oleh Bupati Kabupaten Sarmi Drs.M.Manibor,M.MT, kali ini di Kampung Komra (Biri II), Distrik Pantai Timur, Sabtu  (11/8) malam kemarin dalam perjalanan menuju Sarmi bersama rombongan usai mengikuti lomba mancing di Kampung Armopa, Distrik Bonggo.

“Ini untuk yang kesekian kalinya saya menangkap langsung orang-orang yang hendak melakukan pemuatan kayu ke luar Kabupaten Sarmi. Dan kalau sampai terjadi lagi, bukan hanya kayunya yang ditahan, tapi pelaku-pelakunya juga akan ditahan dan dikenakan sangsi hukum,” tegas Manibor.

Dikatakan bupati selama ini para pelaku yang ditangkap hanya dimintai keterangan sambil diberikan pembinaan. Untuk itu kedepan harus benar-benar ditertibkan, sehingga upaya-upaya penyelundupan kayu seperti ini tidak terjadi lagi.

“Mengingat himbauan saya tidak dihiraukan, maka mulai saat ini harus ada tindakan tegas yang diambil terhadap mereka-mereka yang melakukan pemuatan kayu keluar daerah Sarmi ini. Dan saya akan memerintahkan kepala dinas kehutanan berserta seluruh jajarannya selaku instansi teknis untuk segera menanggapi hal ini,” bilang bupati.

Berbagai program yang dicanakan oleh dinas kehutanan kabupaten Sarmi yang mana salah satunya adalah mendata semua pengusaha lokal guna mengurus ijin pengelolaan kayu, sepertinya belum diwujudnyatakan, sehingga kegiatan pemuatan kayu masih marak terjadi.

“Bahkan uniknya lagi ketika kayu-kayu diangkut dengan mudah keluar sarmi melewati pos penjagaan kehutanan yang terletak di perbatasan Kabupaten Sarmi dengan Kabupaten Jayapura,” jelasnya. (cr-38/tis/LO1)

14 August 2012

Supiori : Gairahkan Perekonomian Rakyat, Pemda Akan Buka Pasar Ikan Asing di Luar Supiori

(www.bintangpapua.com, 14-8-2012)
SUPIORI—Pemerintah Kabupaten Supiori saat ini melirik tiga kabupaten di Provinsi Papua yaitu Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mimika serta Kota Jayapoura untuk dijadikan sebagai daerah tujuan penjualan hasil laut penduduk Supiori berupa ikan asing dan ikan segar, guna peningkatan perekonomian masyarakat Supiori yang mayoritas adalah nelayan. “Tangkapan hasil laut penduduk Supiori setiap harinya cukup  melimpah, namun terkendala pasar. Akhirnya, penduduk kami ini kurang bergairah lagi untuk menghidupkan sector ini. Nah, untuk mendorong sector ini agar menjadi sektor andalan dalam peningkatan pendapatan keluarga serta PAD Supiori, maka sementara ini kami jajaki pembukaan kios di tiga kota, masing-masing Jayapura, Wamena dan Timika.” Ungkap Plt. Sekda Supiori, Drs. Dairi Manulang, M.Si., belum lama ini di Supiori.

Untuk tujuan tersebut, beberapa pekan lalu, Bagian Perekda Setda Kabupaten Supiori telah me-ngirim sejumlah nelayan tradisional asal Supiori ke Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Sumatera Utara untuk melihat sekaligus mempraktekkan teknik pengolahan hasil laut yang lebih modern. Kios yang akan dibangun Pemda Supiori di tiga kota tersebut, sambung Manulang, untuk tujuan penjualan ikan asing, yang merupakan hasil tangkapan dan olahan masyarakat kabupaten Supiori. Sementara itu, Kepala Perekda Setda Kabupaten Supiori, Yulianus Warikar, S.Sos., yang ditemui terpisah membenarkan adanya rencana pembukaan kios di tiga lokasi tersebut. Namun, untuk tujuan tersebut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengirim sedikitnya 20-an nelayan asal Supiori untuk mempelajari teknik-tekni pengawetan ikan. “Memang itu rencana kami, tapi sementara ini kami persiapkan dulu masyarakat atau nelayan kami. Sehingga kios-kios yang nanti di buka itu tidak musiman tetapi kontinyu, produksi bisa terus ada dalam jumlah besar. Kami akan mengirim nelayan ke sana untuk lebih belajar teknik-teknik pengolahan ikan agar menjadi ikan asin yang berkualitas.” Sebut Warikar.

Disebutkannya, dari hasil pengamatan di lapangan, sejauh ini pasar ikan asin asal Supiori yang di suplai ke sejumlah pasar dan pedagang di Biak Numfor terbilang relative kecil, sehingga jumlah ini tidak sebanding dengan permintaan ikan asin asal Supiori yang terus meningkat dari waktu ke waktu. “Ikan asin asal Supiori ini paling di minati masyarakat, karena rasa dan teksturnya bedah dengan ikan asing dari wilayah lain, tetapi, masyarakat atau nelayan kami belum focus ke sana, sehingga produksinya masih sangat kecil, maka itu dengan peluang pasar yang tersedia ini kita dorong terus mereka, kita bina dan berikan ketrampilan serta pelatihan-pelatihan, sehingga mereka menjadi mandiri, akhirnya  mereka mampu meningkatkan taraf hidup mereka.” Ujar Warikar. (hen/don/lo2)

12 August 2012

Sarmi : Kembangkan Pola Konsumsi Pangan Beragam

(www.bintangpapua.com, 12-8-2012)
SARMI – Kader pangan merupakan salah satu lembaga sosial yang berada dan bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam menjalankan perannya untuk dapat memberikan motifasi dalam mengembangkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sarmi, Ny. Fransina Manibor saat membacakan sambutan tertulis Ketua TP PKK Provinsi Papua sebelum membuka secara resmi kegiatan pelatihan kader pangan dan kader gizi posyandu, Jumat (10/8) kemarin. 
“Kita menyadari bahwa berapapun kekayaan yang dimiliki oleh Papua, seperti potensi sumber daya alam yang melimpah ruah, luas dan suburnya juga indah permai, akan sia-sia jika manusia Papua tidak memiliki kecerdasan, keahlian dan ketrampilan untuk menggali, mengelola juga memanfaatkan potensi itu,”ujarnya.
Untuk itu masyarkaat Papua harus bisa mengelola seluruh sumber daya alam sehingga bisa menjadi asupan gizi juga vitamin bagi kesehatan masyarakat Papua. Dan saat ini masyarakat Papua sudah harus siap dan mampu mengembangkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman.

Dikatakannya lagi, bahwa potensi alamiah sumber daya manusia dari papua pada dasarnya tidak kurang dari daerah lain, namun dalam proses perkembangannya keadaan geografis dan faktor-faktor lingkungan berupa pendidikan, peningkatan kualitas gizi dan lain-lainnya kurang mendukung untuk perkembangan potensi sumber daya manusia.

“Konsumsi makanan bagi seseorang yang rawan kekurangan gizi seperti balita dan ibu hamil dipengaruhi oleh pola konsumsi keluarga dan pola distribusi antara keluarga.Jadi dasar pembentukan manusia harus dimulai sewaktu anak masih dalam kandungan,” tandas Ny.Manibor. (cr38/tis/LO1)

28 July 2012

Merauke :TNW Masuk Dalam 700 Situs Lahan Basah di Dunia

(www.bintangpapua.com, 28-7-2012)

Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Ir Dadang Sugandi
Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Ir Dadang Sugandi
MERAUKE Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Ir Dadang Sugandi mengatakan, selama ini orang yang berada di luar Papua maupun secara khusus di lingkup Kabupaten Merauke sendiri, mengenali Taman Nasional Wasur (TNW) karena identik dengan satwa lindung  di dalamnya, yakni seperti kanguru dan burung cenderawasih. Padahal, kekayaan Taman Nasional Wasur tersebut begitu melimpah, bukan saja terbatas pada satwa lindung yang ada di dalamnya.

Dimana, taman nasional yang berada di beranda ujung Timur NKRI ini, merupakan salah satu situs lahan basah dari 700 lahan basah yang ada di dunia.

Di Indonesia hanya ada enam lahan basah yang masuk dalam situs lahan basah di dunia. Dan Taman Nasional Wasur ini merupakan salah satu lahan basah dari enam lahan basah di Indonesia, dan dari 700 lahan basah di dunia,ungkap Dadang kepada wartawan, kemarin.

Lahan basah sendiri bukan lahan biasa karena memiliki keistimewaan, dimana lahan tersebut menyerupai bubur dan begitu penting seperti tubuh manusia. Sehingga prinsip dari lahan basah itu sendiri, yakni jika di tempat lain mengalami luka, maka luka tersebut akan juga dirasakan oleh bagian yang lain.

Ya, susah lah untuk mengobatinya. Jadi seperti contoh, kita melakukan penggalian di daerah Muting atau di daerah yang agak tinggi untuk kita bikin kolam, pengaruhnya hanya di seputar situ saja. Tetapi lain hal kalau kita menggali di sekitar Sungai Dalir untuk membuang bendungan, itu pengaruhnya bisa sampai ke wilayah perbatasan. Ini terjadi karena semuanya terhubung . Dan ini adalah keunikan dari Taman Nasional Wasur sebagai satu ekosistem yang sangat esensial,jelas Dadang.

Yang lebih unik lagi dari lahan basah ini, tambahnya, dalam waktu satu tahun lahan basah akan mengalami kering selama setengah tahun dan juga mengalami basah dalam waktu setengah tahun.
Ini unik karena saat itu rusa dan ikan akan menapak di tempat yang sama. Pada musim kering rusa menapak di situ, musim basah hidup di situ. Dan ini tentunya memiliki nilai strategis yang luar biasa dari,tutupnya. (lea/tis/LO1)

06 July 2012

Merauke : Pemkab Merauke Berupaya Tingkatkan Produksi Beras

(www.bintangpapua.com, 6-7-2012)
MERAUKE Pemerintah Kabupaten Merauke terus berupaya meningkatkan produksi dan kualitas beras. Hal ini terkait dengan banyaknya permintaan beras dari sejumlah daerah di Papua. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Merauke Ir Bambang Dwiatmoko kepada Bintang Papua, Kamis (5/7) kemarin.

Bambang mengatakan, dengan potensi produksi beras yang melimpah, secara langsung  Merauke siap menyuplai beras ke kabupaten lain, hanya saja membutuhkan proses yang tidak instan.

Kalau melihat produksi kita yang dituangkan di dalam surat keputusan Bupati Merauke, ya contohnya tahun 2011,2012 dan 2013 totalnya 32 ribu hektar, kalau tonnya kan bisa mencapai sekitar 80 an ribu. Nah, oleh karena itu kita perlu meningkatkan lagi sampai katakanlah 100 ribu, sehingga perlu ada upaya-upaya khusus,akunya.

Selanjutnya ditambahkan mantan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Merauke ini. pihaknya juga tengah berupaya mendorong perluasan lahan untuk memajukan pertanian di Merauke.

Dukungan ini sedang kami lakukan untuk perluasan lahan. Dan kami pun berharap upaya ini dapat berhasil sesuai dengan harapan kita semua,”pungkasnya. (lea/tis/LO1)

04 July 2012

Merauke : Merauke Disiapkan Menjadi "˜Perut" Papua, Kerja Sama Kabupaten se Papua dengan Kabupaten Merauke Dalam Bidang Pangan

(www.bintangpapua.com, 4-7-2012)


Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka MT
Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka MT
MERAUKE - Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka MT membenarkan, bahwa kerja sama pengiriman beras dari Merauke bukan saja akan dilakukan dengan para Bupati di kabupaten pegunungan, melainkan juga seluruh Bupati di Provinsi Papua, dimana sudah terjadi kesepakatan untuk menjadikan Merauke sebagai perutnya Papua.

Ini adalah kesepakatan kami para Bupati di Tanah Papua,ujar Bupati Romanus kepada wartawan usai menghadiri upacara HUT Bhayangkari ke-66 di Mapolres Merauke, Senin (2/7) pagi kemarin.
Para kepala daerah membidik kabupaten terujung Timur NKRI ini sebagai sentral pangan, karena melihat potensi lahan Merauke yang cukup sigap dalam pengembangan pertanian dalam arti lebih luas lagi. Lantas, sambung Bupati Romanus, kunjungan sejumlah Bupati dari pegungan pada Sabtu (30/6) kemarin, dimana ada hal intens yang dibicarakan. Pertama soal pemenuhan kuota beras khusus untuk daerah pegunungan, karena merujuk dari informasi mereka, yakni pada triwulan akhir kerap mengalami kekurangan beras (raskin).

Nah kekurangan raskin di triwulan ini nanti akan disuplai oleh Merauke, sehingga untuk kepentingan itu kami melakukan persamaan persepsi, seperti kami laporkan luas lahan hingga hasil produksi,”terangnya.
Kedua, lanjutnya, pembahasan soal pemenuhan kuota dimana untuk mendapatkan kuota tersebut harus dibicarakan lagi di tataran Menteri BUMN.

â€Å“Ini akan ditindak lanjuti dalam pertemuan terpadu yang difasilitasi oleh Gubernur Provinsi Papua bersama Bupati Merauke dan Bupati-Bupati di pegunungan,”akunya sudah ada beberapa Bupati seperti Keroom dan Yapen Waropen yang juga akan turut di dalamnya.
Ditambahkan, bukan hanya suplay beras namun pertemuan kemarin juga membahas soal penyuplayan daging sapi kedepannya.

Sebelumnya Bupati Lani Jaya Befa Yigibalon SE, M.Si mengakui pihaknya berniat kerja sama dengan Pemkab Merauke dalam hal pengiriman beras. Namun untuk memulai kerja sama itu, Pemkab Lani Jaya perlu melakukan peninjauan langsung ke Merauke, guna memastikan hasil produksi petani yang ada.
Kalau berdasarkan informasi yang kami peroleh, hasil produksi pertanian (padi) mencapai 65 ribu hingga 70 ribu hectare,katanya.

Menurutnya, stok yang disediakan memang cukup untuk didistribusikan ke wilayah pegunungan, bahkan ke luar Papua dalam hal ini Surabaya. Namun yang menjadi persoalan pelik adalah akses transportasi untuk proses pendistribusian.

Walaupun produksi melimpah tapi tidak didukung dengan akses transportasi, kan sama saja. Jadi in yang nantinya akan kami bahas lebih detil soal transportasi sehingga mempercepat proses distribusi,ungkapnya. (lea/tis/LO1)