Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

07 May 2012

Supiori : Bagi Hasil 20%, Pemda Supiori dan Investor Hongkong Sepakati MoU

(www.bintangpapua.com, 7-5-2012)

SUPIORI PT. Merdeka Ocean Indonesia (MOI) leader serta PT. Master Papua Indocentral (MPI) member melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) sistem pembagian hasil laut perikanan sebesar 20 persen dengan Pemda Supiori serta masyarakat nelayan di wilayah operasi sebesar 5 persen.
Penandatangan MoU antara Pemda Supiori oleh Bupati Supiori Fredrik Menufandu SH MH MM. di sasana krida kantor Bupati Supiori, jumat (4/5) pekan lalu, dengan perusahan perikanan yang bermarkas di Hongkong ini dilakukan menyusul disepakatinya sejumlah tawaran atau opsi yang menjadi kewajiban perusahaan selama 25 tahun melakuan kegiatan perikanan di wilayah perairan kabupaten Supiori dan sekitarnya.

Perusahaan ini akan melakukan aktifitas perikanan di seluruh wilayah perairan Supiori, hari ini kami bersepakat untuk tandatangan MoU karena komitmen Pemda dan perusahaan sama, jelas Bupati Fred Menufandu kepada seratusan masyarakat /nelayan Supiori yang menghadiri acara penandatangan MoU tersebut. Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Supiori selama beberapa tahun terakhir terbilang kecil, karena tidak ada upaya-upaya untuk memaksimalkan potensi-potensi serta sumber penghasilan yang dimiliki oleh Supiori. Nah, melalui penandatangan MoU ini, kata Bupati Fred Menufandu, Pemda sangat berharap, di tahun 2013 mendatang PAD Supiori bisa meningkat.

Selain masalah PAD, sambungnya, perhatian yang sungguh-sungguh juga diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketersediaan lapangan kerja yang cukup bagi angkatan kerja di kabupaten Supiori.

Kami sudah mulai melakukan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembukaan lapangan pekerjaan serta mendorong peningkatan PAD. Sekarang semua kembali pada masyarakat. perusahan yang nanti beroperasi ini telah berkomitmen untuk bangun masyarakat Supiori, kata Bupati Fred Menufandu.

Dikatakannya, potensi kelautan dan perikanan di Supiori menjanjikan, dan jika potensi atau kekayaan alam ini tidak dikelola dengan baik dan maksimal, maka kekayaan tersebut hanya menjadi kebanggan yang biasa-biasa saja dan tidak akan pernah mampu menjawab kebutuhan dan harapan membangun Supiori.
â€Å“Potensi yang ada ini jangan hanya jadi kebanggaan saja, tapi bagaimana kita pakai berkat dan anugerah Tuhan di atas pulau ini untuk bangun Supiori, untuk mensejahterakan rakyat Supiori, ajak Bupati Fred Menufandu mengingatkan.

Potensi kelautan dan perikanan Supiori sangat melimpah, perairan Supiori yang langsung menghadap ke lautan pasiifik membuat lautnya kaya akan berbagai jenis ikan, bahkan salah satu ikan termahal di dunia ada di Supiori. Selain ikan, potensi pariwisata Supiori juga menjanjikan, mulai dari wisata pantai sampai wisata selam. Pada saat ini juga perusahaan raksasa Spanyol Repsol Petrolium telah memulai kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di perairan selatan pulau Supiori.

Kita jangan terlalu berharap jadi PNS, kita punya potensi alam yang luar biasa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita, kita kelola, kita cari investor dan kita bawa mereka ke Supiori, kelola potensi ini, buka lapangan kerja, dan pendapatan rumah tangga kita pasti tercukupi, kata Bupati Fred Menufandu.

Acara penandatangan MoU antara Pemda Supiori dengan PT. MOI dan PT. MPI itu disaksikan oleh perwakilan masyaraat nelayan di Supiori. Dalam nota kesepahaman tersebut, Pemda Supior telah menyanggupi untuk menyiapkan lahan yang representatif bagi kegiatan perikanan oleh dua perusahaan tersebut. Perusahaan ini bergerak di bidang pengumpulan dan penangkapan hasl laut. Dalam perkembangannya nanti, perusahan akan membuka pabrik pengolahan hasil laut di Supiori.(hen) (hendrik hay/binpa)

27 April 2012

Supiori : Bom Ikan Marak, Bupati Prihatin

(www.bintangpapua.com, 27-4-2012)
SUPIORI Bupati Kabupaten Supiori, Fredrik Menufandu SH MH MM., meminta kepada seluruh masyarakat supaya menghentikan tindakan yang melanggar undang-undang berupa aksi pengeboman ikan di laut.

Bupati Fredrik mengatakan hal itu saat melakukan pertemuan dengan salah satu investor China di Biak belum lama ini. Menurut Kapolres penangkapan ikan dengan menggunakan bom di teluk Sorendiweri serta perairan Supiori lainhya masih marak.

Bupati Fred mengatakan, dirinya secara pribadi tidak melegallkan kegiatan kriminal tersebut dan tentunya oknum yang melakukannya akan rugi secara materi dan berurusan dengan proses hukum. Supaya hal itu tidak terjadi, maka aksi pengeboman ikan yang merusak ekosistem laut, terutama terumbu karang harus dihentikan.

Tolong, Pol. PP dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) koordinasikan masalah ini Polisi, bagaimana sampai para pelaku pengeboman ikan itu tidak bisa ditindak,kata Bupati Fred. Untuk menghentikan kegiatan-kegiatan tidak terpuji tersebut, Bupati Fred berharap Dinas Kelautan dan Perikana Supiori untuk tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain sosialisasi, Bupati Fred juga meminta agar DKP Supiori untuk menempatkan petugas pengawas di setiap titik-titik atau lokasi yang biasanya dilakukan aktifita pengeboman.

Kalau bisa, kepala dinas tolong tempatkan petugas pengawas di sana, masyarakat sudah mengeluh jadi kami harus ambil tindakan, terang Bupati. (hen/don/lo2)

26 April 2012

Supiori : Pemda Aspiratif, Investor China Siap Garap Potensi Laut Supiori

(www.bintangpapua.com, 26-4-2012)


 Suasana pertemuan Pemda Supiori dengan Investor China Taipe di Aerotel Irian Biak pekan kemarin.
Suasana pertemuan Pemda Supiori dengan Investor China Taipe di Aerotel Irian Biak pekan kemarin.
SUPIORI Walaupun terkesan penuh kehati-hatian akan kehadiran investor asing maupun nasional yang ingin menggarap potensi Sumber Daya Alam (SDA) Supiori, namun pintu bagi investor di Supiori terbuka lebar. Buktinya, Pemerintah Daerah kabupaten Supiori merestui kehadiran salah satu investor asing asal China Taipe untuk menggarap potensi kelautan dan perikanan Supiori.

Bupati Kabupaten Supiori, Fredrik Menufandu SH MH MM., usai pertemuan dengan Dirut. PT. Merdeka Ocean Indonesia, Mr. Ho Kwok Kwang Polo dan Dirut. PT. Master Papua Indocentral, Mr. Yohanes Ronsumbre yang dilakukan di Aerotel Irian Biak, jumat (20/4) pekan lalu, mengatakan, pertemuan dengan pihak investor dilakukan dalam rangka menyatukan persepsi-persepsi yang berbeda antar Pemda Supiori dengan Investor.
Pertemuan dengan investor tersebut telah dilakukan lebih dari satu kali, selain untuk menyatukan persepsi-persepsi, tujuannya lainnya adalah membicarakan banyak hal yang berhubungan dengan masa depan Supiori dan juga untuk melihat kesungguhan investor berinvestasi di Supiori.

Kami membuka diri untuk investor mana saja (PMA/PMN) yang ingin menggarap potensi-potensi yang ada di Supiori terutama potensi kelautan dan perikanan, namun kita juga harus hati-hati, dan untuk investor yang saat ini, kami sudah temui titik temu,dimana ada sejumlah hak dan kewajiban yang harus kami sama-sama pahami, dan akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) nanti, jelas Bupati Fred sapaan akrabnya. Ya, potensi perikanan yang dimiliki Supiori cukup menjanjikan. Potensi ini bila digarap dengan baik dan sungguh-sungguh, maka income yang bakal diperoleh dari kegiatan kelautan dan perikanan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Supiori.
â€Å“Untuk sementara mereka bisa langsung action di lapangan dengan Rekomendasi Pemda Supiori sambil menunggu finishing regulasi MoU, tegas Bupati Fred.

Sejumlah kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut, sebut Bupati, adalah Pemda Supiori akan mencarikan lokasi strategis untuk pembangunan Factory (pabrik) pengolahan hasil laut dan juga pembangunan dermaga kapal, sementara pihak perusahan dalam perjalanannya berjanji akan membantu Pemda Supiori dalam berbagai hal, seperti pendidikan, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
â€Å“Kami mengharapkan yang paling penting adalah kegiatan perusahaan ini sustanable yaitu mampu menghidupkan atau melayani juga kebutuhan pasar lokal, jelas Bupati.

Sementara itu, Dirut. PT. Master Papua Indocentral, Mr. Yohanes Ronsumbre, dalam pertemuan tersebut, kepada Pemda Supiori, memberikan apresiasi terhadap kepeduliaan dan keseriusan Pemda Supiori terkait keinginan perusahaannya untuk berinvestasi di Supiori.

kami berterimakasih kepada Bupati dan jajarannya yang telah memberikan apresiasi untuk masalah ini, apa yang kami putuskan dan kami sepakati akan tetap menjadi perhatian perusahaan selama ada di Supiori, jelas pilot Garuda Indonesia ini.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Supiori Yan Imbab, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Supiori Theodorus Kmurawak, Kepala Bappeda Supiori Ocktovianus Rumere, Staf Khusus Bupati Supiori Yohanes Korro dan Kabag Kepegawaian Supiori Rafles Ngilamele serta Kepala Sat. Pol. PP Supiori Marthen Kafiar. (hen/don/lo2)

31 March 2012

Supiori : Tahun 2012, Pasokan Air Bersih ke Kepulauan Teratasi

(www.bintangpapua.com, 31-3-2012)


Bupati Supiori, Fredrik Menufandu SH MH MM.
Bupati Supiori, Fredrik Menufandu SH MH MM.
SUPIORI Masyarakat Distrik Kepulauan Aruri, terutama yang mendiami pulau Aruri dan Sowek, bisa tersenyum, pasalnya di tahun 2012 ini, Pemerintah Provinsi Papua melalui APBD Provinsi Papua TA 2012 menganggaran pembangunan proyek air bersih dari Pulau Supiori besar ke pulau aruri menggunaan pipa bawa laut.

Masalah pasokan dan ketersediaan air bersih di wilayah-wilayah kepulauan telah lama dikeluhkan masyarakat. Untuk mendapatkan seember air bersih saja, masyarakat harus mendayung perahu sejauh limaratus sampai satu kilometer dari kampung mereka. Air bersih yang diperoleh juga debitnya sangat terbatas.
Sehingga kalau musim panas tiba, sumur-sumur air bersih di wilayah tersebut juga berkurang debitnya. Saya sudah meloby ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Papua, tahun ini akan dibangun saluran pipa air bersih melewati laut dari Kunef ke Sowek, kata Bupati Supiori, Fredrik Menufandu SH MH MM., menjawab aspirasi masyarakat di Distrik Aruri yang dibacakan kepala Kampung Manggonswan, Piet Kurni, di kampung Manggonswan, selasa (27/3) lalu.

Sebelumnya Piet Kurni kepada bupati Supiori melaporkan, bahwa masalah pasokan air bersih di kampungnya sangat tergantung pada intensitas curah hujan. Jika curah hujan tinggi maka air di setiap sumur yang dibangun masyarakat pun melimpah, namun ketika musim panas, sumur-sumur tersebut nyaris kering.
Masalah pasokan air bersih pun dialami masyarakat di kampung Rayori/Sowek. Di kampung dengan jumlah penduduk terpadat di Supiori ini, pasokan air bersihnya sangat bergantung pada dua sumber mata air dari bukit di tengah-tegah kampung tersebut. namun sejalan dengan kebutuhan pembukaan lahan untuk pembangunan infrastrutur jalan dan pemukiman warga, di kampung tersebut, maka debit air pun semakin berkurang. Bupati Supiori, Fredrik Menufandu yang berkesempatan mengunjungi kampung tersebut pada akhir tahun 2011 pun tergerak. Setidakya untuk menampung air yang keluar dari bukit tersebut, Bupati Fred meminta kepada warga untuk dibangunkan satu bak besar, dengan tujuan, air tersebut dapat tertampung dan mampu mecukupi kebutuhan masyarakat di kampung tersebut.

Distrik Kepulauan Aruri terdiri dari sembilan kampung yaitu kampung Imbirsbari, Wonggeina, Aruri, Yamnaisu, Rayori, Mburwandi, Manggonswan, Insumbrei dan Ineki. Luas Distrik Kepulauan Aruri, adalah 136 Km2. Untuk memasok air bersih melalui jalur pipa bawah laut dari kampung Kunef di Distrik Supiori Selatan diperkirakan sejumlah kampung di Distrik Kepulauan Aruri bisa mencapai puluhan kilometer.
Bupati Fred mengatakan, debit air yang akan melayani ke Distrik Kepulauan Aruri melalui pipa bawah laut ini kapasitasnya besar yaitu adalah 10.000 liter per detik. Jumlah debit air yang besar ini melebihi kebutuhan masyarakat di Distrik Kepulauan Aruri yang hanya membutuhkan 5 ribu liter per detik. (hen/don/lo2)

21 February 2012

Supiori : Garap Potensi Laut Supiori, Repsol Mulai Sosialisasi Eksplorasi

(www.bintangpapua.com, 21-2-2012)
SUPIORI Setelah berhasil menggenggam ijin eksplorasi dari Pemerintah Pusat, Perusahaan raksasa Spanyol, yang bergerak di bidang tambang gas dan minyak bumi (Migas), Repsol, dijadwalkan pada tanggal 27 Februari 2012 mendatang akan melakukan tatap muka dengan Pemda dan segenap masyarakat Supiori dalam rangka mensosialisasikan ekplorasi seismig migas di Supiori.

Plt. Sekda Supiori, Drs. MPP. Dairi Manulang, M.Si., di ruang kerjanya kepada media ini mengatakan, perusahaa raksasa milikii Spanyol tersebut sebelum melakukan serangkaian kegiatan pertambangan di laut lepas Supiori, terlebih dahulu akan diilakukan eksplorasi. Dalam eksplorasi tersebut, ada hal-hal yang harus dan perlu diketahui baik oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat disekitar lokasi tersebut.

Nah, sosilisasi yang akan dilakukan itu, tujuanya langsung ke masyarakat, apa saja yang mereka butuh saat eksplorasi dan lain sebagainya, mereka akan sampaikan langsung kepada masyarakat, seperti pelarangan sementara kepada nelayan untuk tidak mendekati lokasi eksplorasi dan sebagainya, jelas Manulang.
Sedangkan menyinggung sikap Pemerintah Daerah terhadap kegiatan eksplorasi tersebut, kata Manulang, perusahaan tersebut merupakan perusahan asing yang kegiatannya terfokus pada pertambangan Minyak dan Gas. Perusahaan ini telah memperoleh ijin eksplorasi dari Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertambangan Energi RI, dan pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah tentu harus siap menerima, apalagi peran pemerintah dan masyarakat nantinya sebagai penerima manfaat.

Selain Repsol yang telah siap melakukan eksplorasi seismig di laut Supiori, sambung Manulang, pihaknya juga tengah mempelajari tawaran investasi dari salah satu perusaan asing asal Hongkon Jepang, yang ingin menanamkan modalnya di bidang perikanan laut. Kehadiran perusahaan ini juga memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Supiori, dan Papua umumnya, karena selain membutuhkan tenaga kerja yang realtif besar yakni 1000 tenaga kerja, perusahaan ini juga mempunya komitmen yang cukup bagus bagi pembangunan Supiori.

Kami sedang pelajari Mou-nya, ada beberapa hal yang perlu kami sepakati, yaitu masalah tenaga kerja, Bupati menginginkan agar tenaga kerja yang direkrut memprioritaskan orang-roang asli Supiori dan asli Papua, dan juga pembinaan keahlian kepada mereka di bidang perikanan, ungkap Sekda.

Salah satu hal yang juga menjadi syarat penting Pemda Supiori, sambungnya, adalah masalah lingkungan. Untuk hal ini, Pemda Supiori akan sangat serius, mengingat banyak perusahaan asing maupun nasional yang tidak begitu peduli dengan masalah liingkungan. Bupati kata Sekda, menginginkan agar ketika perusahaan-perusahaan ini beroperasi, tetap menjaga kestabilan lingkungan sekitar sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak negatif di kemudian hari.

Pada dasarnya, kami sangat respon, kami punya kekayaan alam yang cukup melimpah, mulai dari darat, laut sampai udara, semua ini kalau dimaksimalkan, maka keuangan daerah ini akan sangat kuat untuk menopang kebutuhan pembangunan Supiori, tapi jangan sampai mengganggu kestabilan lingkungan, jelas Sekda.

Dijelaskannya, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Supiori Fredrik Menufandu SH MH MM, telah memberikan sein yang positif kepada para investor asing maupun nasional untuk menanamkan modalnya di Supiori dalam rangka menggarap potensi Supiori seperti tambang Migas, hasil laut berupa ikan dan pariwisata.

Bupati pada dasarnya sangat wellcome kepada Investor, kami ingin kalau bisa di tahun ini ada Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Supiori, karena manfaatnnya besar, selain devisa kepada daerah dan masyarakat Supiori, lapangan kerja juga akan terbuka lebar, harapnya. (hen/don/lo2)
Comments

21 January 2012

Di Merauke, Harga Beras ‘Mencekik Leher’

(www.papuapos.com, 20-01-2012)
MERAUKE [PAPOS] – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merauke, Beny Malik mengakui jika harga beras di pasar, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelum. Hal itu diakibatkan oleh panen masyarakat mengalami penurunan, sementara permintaan konsumen meningkat.
 
Kondisi demikian menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.
Demikian disampaikan Beny saat ditemui Papua Pos di kantor bupati, Kamis (19/1). Menurutnya, sebagai tindaklanjut dari kenaikan harga beras itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Drs. Daniel Pauta mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada Kantor Bulog yang tembusannya diterima instansi terkait, agar segera dilakukan operasi di pasar guna mengetahui secara pasti harga yang berlaku sekarang. “Memang kenaikan lumayan tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelum,” tandasnya. 


Harga beras yang berlaku sekarang, demikian Beny, adalah Rp 8.500. Sedangkan harga standard yang berlaku selama ini adalah Rp 5000-Rp 6000. Memang karena kondisi alam dan tidak ada unsur kesengajaan dari para petani. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menanam, namun karena cuaca dan juga mungkin gangguan hama, sehingga panen yang dihasilkan, tidak sesuai tahun kemarin. “Ya, ini juga menjadi suatu perhatian serius dari pemerintah,” katanya. 


Ditanya apakah petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merauke akan melakukan operasi pasar, Beny mengungkapkan, pihaknya tidak bisa dengan serta merta mengambil keputusan. Perlunya koordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda Merauke. Jika sudah ada kesepakatan bersama, otomatis operasi pasar tetap dilakukan. “Saya sudah sempat diskusi dengan orang Perekda dan dalam waktu dekat, akan dilakukan pertemuan bersama,” tandasnya. 


Menyangkut sanksi kepada mereka yang menjual beras dengan harga tinggi, Beny menambahkan, tidak serta merta diberikan tindakan. Harus dilihat terlebih dahulu. Artinya bahwa, jika telah ada subsidi dari pemerintah dan ada oknum yang menaikkan harga beras yang tidak sesuai, disitu otomatis diberikan sanksi. “Kalau sekarang, kita tidak bisa berikan sanksi. Karena kenaikan harga beras itu tidak disengajakan,” tuturnya. [frans]

20 January 2012

Biak : Wakil Rakyat Harus Mampu Buat Regulasi Penyelamatan Tanah

(www.bintangpapua.com, 19-01-2012)
Biak - Dewan Adat Byak (DAB) menilai sebagai wakil rakyat yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan terhormat di DPRD Biak Numfor, belum memiliki kemampuan dalam menyusun sebuah regulasi tentang penyelamatan tanah rakyat. Padahal tanah sebagai bagian dari kosmologi dunia dan ekosistim yang harus diselamatkan sebagai bagian yang telah ada sebelum manusia dijadikan. Sebab dengan adanya regulasi, nantinya masalah tanah tidak meluas menjadi persoalan yang selama ini terjadi ditengah kehidupan masyarakat, bahkan masyarakatpun tidak seenaknya akan menjual dan merusak tanah.

Ketua DAB, Yan Piter Yarangga mengatakan, saat ini persoalan tanah sebagai sentral gejolak sosial dimana-dimana, sehingga sebagai orang yang menyandang predikat wakil rakyat, sudah selayaknya mereka bersama pemerintah daerah berupaya membuat suatu regulasi sebagai payung hukum untuk menyelesaikan berbagai persoalan tanah yang semakin marak terjadi di wilayah adat Biak.


“Salah satu syarat utama dengan menyandang predikat wakil rakyat, seharusnya dia sudah memiliki konsep untuk menyusun sebuah regulasi yang nantinya sebagai payung hukum dalam upaya memberikan perlindungan dan penyelamatan tanah, sehingga masyarakat yang selama ini mengklaim dirinya sebagai pemilik tanah ulayat, tidak asal main jual ataupun dirusaki oleh manusia,” kata Yan Piter Yarangga kepada Bintang Papua, Kamis (19/1).

Manokwari : Rawan Banjir Akibat Salah Peruntukan Lahan

(www.bintangpapua.com, 19-01-2012)
MANOKWARI - Beberapa tahun belakangan ini kota Manokwari selalu menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. Yang terbaru, banjir yang terjadi di Kali Wosi, Selasa (17/1) malam lalu berakibat 5 unit rumah di kampung Tanimbar, Transito-Wosi hanyut. Di beberapa wilayah lain, puluhan rumah warga terendam. 

Apa penyebab ibukota Provinsi Papua Barat berjuluk kota Injil ini kini menjadi rawan banjir ? Selain faktor cuaca ekstrim berupa curah hujan yang cukup tinggi, menurut wakil bupati  Manokwari Roberth KR. Hamar, permasalahan pokoknya  adalah kesalahan peruntukan lahan. 


Karena itu menurutnya,  perlu dilakukan  peninjauan kembali terhadap  tata ruang kota Manokwari.  Kawasan penyangga terutama yang berada di dataran tinggi serta daerah resapan air yang kini telah beralih fungsi menjadi perumahan, sebaiknya dikembalikan sesuai peruntukkannya.
Demikian pula kawasan konservasi seperti hutan lindung  telah banyak diserobot untuk kepentingan yang bisnis dan lainnya.


“Harus dibatasi wilayah mana yang dibuka dan wilayah mana yang tidak, akibat pembukaan (kawasan) inilah yang berakibat banjir, “ kata Hammar kepada wartawan, usai menyerahkan bantuan bahan bangunan dan peralatan masak bagi warga korban banjir di kampung Tanimbar, Wosi, Kamis (19/1).


Selain tata ruang, lanjut Hammar, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) terutama di sepanjang bantaran kali juga perlu ditinjau kembali. Pasalnya, seiring meningkatnya populasi penduduk kota Manokwari, bangunan rumah warga kini sudah memenuhi daerah sepanjang aliran kali.

Biak : Sampah Cemari Udara, Warga Samofa Palang Jalan

(www.bintangpapua.com, 19-01-2012)
Biak - Kesabaran Warga RT 02 RW 05 Kelurahan Samofa, akhirnya tak terbendung lagi.  Ini akibat tumpukan sampah yang sudah sepekan mencemari udara serta mengganggu aktivitas warga setempat, tepatnya yang berdomisili di kompleks TKBM memalang Jalan Raya Condronegoro. 

Dua buah bak kontainer sampah yang dipenuhi sampah basah dan kering dan berada di pinggiran ruas jalan raya itu, dibongkar warga, sehingga sampah-sampah berceceran menghalang lalu-lintas. Kendaraan yang menuju arah barat maupun dari arah timur, tidak bisa melewati jalan tersebut, karena selain jalan raya ditutup sampah, warga juga menaruh balok pemalang. 


Meskipun pihak keamanan dan aparat pemerintah kelurahan setempat sudah melakukan negosiasi agar warga segera membuka jalan tersebut, namun warga tetap bersikeras menuntut adanya perhatian pemerintah daerah atau instansi terkait agar dapat turun langsung membersihkan sampah-sampah tersebut. 


“Karena sampah ini sudah satu minggu, dan warga sudah tidak tahan karena setiap hari bau sampah mengganggu warga terutama pada saat makan siang,” kata ketua RT 02/RW 5 Kelurahan Samofa, Eddi Meisiri saat ditemui Bintang Papua dilokasi pemalangan, Rabu (18/1). Lanjut kata Meisiri, warga tetap akan melakukan pemalangan hingga pihak kebersihan harus turun langsung mengangkut sampah-sampah tersebut. Begitupula warga secara tegas meminta instansi terkait tidak lagi menaruh bak kontener sampah di lokasi pinggiran ruas jalan itu. “Pemalangan sudah berlangsung dari jam 9 pagi dan ini akan terus dilakukan sampai Dinas Kebersihan datang angkut sampah beserta kedua bak kontener ini. Juga agar pemerintah daerah dapat turun dan membuka mata, jangan hanya duduk didalam kendaraan saja,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Lingkungan Jalan dan Pasar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKP2) setempat, Marthen Wompere, S.Sos membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, permasalahan sampah sudah sangat memprihatinkan karena hampir dalam sepekan ini armada truk sampah yang beroperasi hanya satu unit saja. Sehingga ia juga meminta kepada warga untuk tetap bersabar, karena permasalahan sampah di daerah ini bukanlah hanya tanggung jawab pihak DKP2 tetapi peran serta masyarakat dan semua pihak yang berada di kota ini. “Kendalanya karena dari empat truk sampah yang dimiliki DKP2, kini yang beroperasi hanya 1 unit, sedangkan yang lainnya rusak sehingga terjadi penumpukan sampah dimana-mana,” katanya. 


Ia juga berharap, terkait permasalahan sampah di daerah ini, perlu secepatnya juga pemerintah daerah dan legislatif menyusun sebuah regulasi sebagai payung hukum dalam mengatasi permasalahan sampah. Meskipun demikian, ia pun menjamin dalam satu hingga dua hari kedepan pihaknya akan melakukan pembersihan sampah, bukan saja yang berada di jalan Condronegoro tetapi sampah yang kini mulai menumpuk di beberapa ruas jalan kota. (pin/don/lo2)

19 January 2012

Kepiting Karapas Coklat Ditemukan di Papua

 (www.kompas.com, 19-01-2012)
JAKARTA, KOMPAS.com — Satu lagi spesies baru dari Indonesia ditemukan. Spesies baru kali ini bernama Macrophthalmus fusculatus, sejenis kepiting yang punya karapas berwarna coklat.

Penemunya ialah dua staf Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dwi Listyo Rahayu dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Bio Industri Laut di Mataram dan Dharma Arif Nugroho dari UPT Loka Konservasi Biota Laut Ambon. Keduanya bernaung di bawah Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

Dwi Listyo Rahayu yang akrab disapa Yoyok, mengatakan bahwa jenis Macrophthalmus fusculatus memiliki beberapa ciri khas.

"Spesies ini bentuk karapasnya melebar di bagian posterior (bagian karapas yang terletak di antara kaki kelima), dan bentuk capitnya memanjang," ungkap Dwi lewat surat elektronik kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2012).

"Secara sepintas jenis ini tampak kusam, berlumpur, dan kotor. Tetapi setelah dibersihkan dari lumpur, maka akan terlihat karapas yang berwarna coklat dengan beberapa kelompok tonjolan-tonjolan kecil (tubercles), dan capitnya yang halus. Menurut saya terlihat cantik dibawah mikroskop," tambah Yoyok.

Nama spesies ini sendiri diambil dari ciri khas karapas yang berwarna coklat. Secara harafiah, kata bahasa latin fuscus dalam bahasa Indonesia berarti coklat.

Macrophthalmus fusculatus memiliki ukuran kecil. Diameter karapasnya hanya 4-10 sentimeter. Sementara, habitatnya adalah pada substrat pasir berlumpur di hutan bakau.

"Sampai saat ini hanya ditemukan di hutan bakau di daerah Timika, Papua," kata Yoyok. Meski demikian, terbuka kemungkinan untuk menemukannya di perairan lain seperti Maluku dan Sulawesi.

Proses identifikasi spesies ini sebagai spesies baru memerlukan waktu cukup lama, 10 tahun.

"Macrophthalmus fusculatus pertama kali dikoleksi pada tahun 2001 ketika saya mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian di Timika, Papua. Pada saat itu biota tersebut diidentifikasi sebagai jenis (species) yang sudah dikenal," tutur Yoyok.

Namun, Yoyok dan rekannya terus mengumpulkan spesimen-spesimen organisme yang masuk genus Marcophthalmus dari Papua dan Lombok. Sejak tahun 2008, pengamatan secara lebih detail dimulai. Hasil pengamatan dan perbandingan dengan koleksi genus Macrophthalmus di Raffles Museum of Biodiversity Research di Singapura menunjukkan bahwa kepiting karapas coklat ini spesies baru. Macrophthalmus fusculatus positif dinyatakan sebagai spesies baru pada tahun 2011.

Bersama penemuan spesies Macrophthalmus fusculatus ini, Yoyok dan rekannya juga menemukan 14 spesies lain dari genus Macrophthalmus, di antaranya spesies Macrophthalmus abbreviatus dan Macrophthalmus sulcatus malaccensis yang eksistensinya di Indonesia baru diketahui kali ini.

Penemuan ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan jenis Macrophthalmus. Genus yang bercirikan tubuh pipih dan tangkai mata panjang ini diketahui hanya hidup di wilayah Indo-Pasifik Barat, mulai Laut Merah, Samudra Hindia, dan perairan Jepang. Penemuan organisme yang berhabitat di wilayah pesisir ini mempertegas bahwa hutan bakau dan wilayah pesisir perlu dijaga kelestariannya.

Penelitian Yoyok dan Dharma Arif Nugroho dipublikasikan di jurnal internasional taksonomi, Zootaxa, Kamis (12/1/2012).

Waropen : Sampah di Pesisir Pantai Waropen Memprihatinkan

(www.bintangpapua.com, 18-01-2012)
WAROPEN - Menyinggung tentang masalah sampah yang terus bertebaran di tepian pantai, sementara saat ini belum ada lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga menjadi kendala serta keresahan bagi masyarakat Kabupaten Waropen.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Waropen, Wem Y Nussy kepada Bintang Papua di Botawa menyampaikan, sebagai wakil rakyat dirinya menilai bahwa persoalan tersebut sangat tidak sesuai bagi masyarakat Waropen yang mendiami pesisir pantai.

“Dimana hampir seluruh masyarakat memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, sementara dalam laut tersebut telah tersebar sampah plastik dan lain sebagainya. Untuk itu sebagai wakil rakyat saya merasa bahwa kurang adanya perhatian dari Pemerintah Daerah,” ungkapnya kepada Bintang papua, Selasa (17/1).

18 January 2012

Nasional : Jual-beli karbon itu bohong, kata pakar

(www.antaranews.com, 17-01-2012)
Jakarta (ANTARA News) - Perdagangan karbon antara negara yang memiliki potensi menyerap karbon dengan negara penghasil emisi karbon seperti Amerika Serikat rekaan belaka, kata Pakar Lingkungan dari Universitas Indonesia, Mohammad Hasroel Thayib.

"Amerika membakar minyak dan menghasilkan karbon dioksida (CO2) banyak. Bagaimana logikanya itu (karbondioksida) bisa melewati laut ribuan mil?" kata Hasroel kepada Antara News, Selasa.

Perdagang karbon adalah salah satu cara untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global.

Hasroel menilai perdagangan karbon hanya skenario negara-negara penghasil emisi karbon untuk menghambat industri di Indonesia.

"Dalam ilmu kimia dasar disebutkan kalau karbondioksida itu lebih berat dibanding oksigen. Bagaimana karbondioksida yang dihasilkan itu bisa naik ke udara?" kata Hasroel.

Dia berpandangan, keberadaan karbondioksida di atmosfer terjadi karena sinar kosmik yang memecah nitrogen. bukan buangan dari bawah atmosfer.

"Sinar kosmik itu proton dan neutron. Begitu terkena nitrogen yang ringan, kena intinya, berubah dia (nitrogen)!" kata mantan peneliti Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) itu.

Karbondioksida di atmosfer besifat alami dan mendukung kehidupan Bumi dari suhu dingin (minus 18 derajat celcius). "Tidak usah takut dengan karbondioksida karena akan larut ketika hujan," kata Hasroel.

Hasroel menandaskan satu pernyataan ilmiah harus konsisten dengan pernyataan ilmiah sebelumnya.

"Pernyataan ilmiah sebelumnya (bilangan avogadro) mengatakan kalau CO2 itu berat, SO2 itu berat. Tidak mungkin dia penyebab efek rumah kaca," tegasnya Hasroel.