Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

30 August 2012

Merauke : Beri Disposisi Galian C, Kadis Tamben Merauke akan Dipanggil

(www.bintangpapua.com, 30-8-2012)
MERAUKE – Wakil Bupati Merauke Sunarjo S.Sos berjanji akan memanggil  Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Merauke terkait dengan informasi bahwa Kadis bersangkutan telah mengeluarkan disposisi izin penggalian pasir di wilayah Dalir, Merauke.

Menurut Wabup, selama ini Pemda sudah untuk menutup seluruh aktivitas penambangan pasir melalui SK Bupati yang dikeluarkan, namun jika pihak Distamben mengeluarkan disposisi tersebut  maka ini sangat bertentangan dengan kebijakan Pemerintah daerah.

“Penutupan penggalian ini kan ada SK Bupati sehingga minimal aturan itu berlakunya sederajat. Jadi kalau benar Distamben keluarkan disposisi maka itu sudah menyalahi aturan, bahkan disposisi Bupati pun tidak bisa dipakai karena ini menyangkut dengan SK yang kekuatan hukumnya di atas disposisi,” terangnya kepada wartawan usai menghadiri halal bi halal Pemkab Merauke, Rabu (29/8) kemarin.

Masih dikatakan Wabup, Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Peraturan daerah sendiri juga telah melarang dan menutup aktivitas penambangan galian C atau penggalian pasir di wilayah pesisir pantai. Pasalnya, kegiatan tersebut secara langsung turut berkontribusi bagi kerusakan lingkungan pantai dan abrasi selama ini.

“Kita sudah  lakukan persuasive hingga tindakan represif terhadap pelaku-pelaku penggalian pasir ini tetapi tetap masih ada. Kalau kita sudah pakai UU Lingkungan Hidup itu sanksinya sangat berat,” akunya.
Wabup lantas mengingatkan kepada masyarakat khususnya oknum-oknum yang kerap melakukan penambangan pasir ini, bahwa penggalian pasir secara intens bukan saja merusak lingkungan pantai tetapi juga bisa mendatangkan petaka bagi daerah ini.

Apalagi letak geografis Merauke yang berada di bawah permukaaan laut, sehingga membuat Merauke sulit menampik jika suatu saat terjadi bencana alam.

“Kalau alam sudah murka dengan kita terus mau bagaimana lagi. Maka itu kita harus melindungi diri kita sehingga peran pers disini adalah menggugah kesadaran semua untuk mari menjaga kampung kita, daerah kita dengan satu hati satu tujuan. Jangan kita hanya manis di bibir saja,”tandasnya. (lea/tis/LO1)

17 August 2012

Sarmi : Muara Sungai Orey Dinormalisasi

(www.bintangpapua.com, 17-8-2012)


Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT ketika meninjau lokasi muara sungai orey.
Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT ketika meninjau lokasi muara sungai orey.
SARMI - Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi akan melakukan normalisasi sungai Orey dan beberapa sungai lainya, langkah ini dilakukan sebagai upaya   pemerintah menanggapi banjir akibat luapan air sungai yang melintasi beberapa kawasan pemukiman masyarakat.

“Normalisasi sungai Orey dan Naisimo perlu dilakukan mengingat setiap kali terjadi hujan, kedua sungai ini tidak mampu menampung air yang dibuang dari sungai-sungai kecil lainnya, akibatnya air meluap dan membanjiri kawasan-kawasan pemukiman masyarakat,”ujar Bupati Kabupaten Sarmi, Drs.M.Manibor,M.MT saat menghadiri acara adat (Ritual) makan pinang yang dilakukan oleh pemilik hak ulayat di Muara Sungai Orey beberapa waktu lalu.

Selain normalisasi sungai, lanjut bupati, pemerintah daerah juga akan membuka akses jalan belakang Neidam yang nantinya akan disertai dengan pembuatan drainase sebagai saluran pembuangan air dari sungai-sungai yang ada menuju sungai waskey, sehingga aliran air tidak hanya menuju sungai orey dan naisimo.
“Kami dari pihak pemerintah sangat berterima kasih kepada pemilik hak ulayat yakni suku Ambani, Sefa dan Weyasu yang telah ikut membantu dan mendukung program pemerintah demi menolong orang banyak. Dampak pembangunanpun harus kita pikirkan sama-sama,untuk itu maka tanaman-tanaman produktif yang akan digusur melalui kegiatan normalisasi muara sungai orey ini tetap akan mendapat perhatian,” bilang bupati.

Koordinator pelaksana PT.Sentani Indah, Andi Rehabeat,A.Md.T saat mengatakan normalisasi sungai ini mengacu pada kajian teknis yang telah dilakukan bersama instansi teknis dengan tidak melupakan faktor-faktor alam sekitar seperti tanah, air dan lain sebagainya.

“Dalam pelaksanaan normalisasi,kami juga akan membangun talud atau anyaman bronjong pada pinggiran bentaran muara sungai orey ini,guna menahan derasnya air sewaktu banjir mengingat daerah tersebut berpasir,yang mana selalu terjadi pengikisan (Abrasi),”tandas Andi. (cr38/tisLO1)

15 August 2012

Sarmi : Bupati Gagalkan Penyelundupan Kayu

(www.bintangpapua.com, 15-8-2012)


Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT saat menangkap dua truk dengan muatan kayu.
Bupati Sarmi,Drs.M.Manibor,M.MT saat menangkap dua truk dengan muatan kayu.
SARMI-Kesekian kalinya upaya penyelundupan kayu digagalkan oleh Bupati Kabupaten Sarmi Drs.M.Manibor,M.MT, kali ini di Kampung Komra (Biri II), Distrik Pantai Timur, Sabtu  (11/8) malam kemarin dalam perjalanan menuju Sarmi bersama rombongan usai mengikuti lomba mancing di Kampung Armopa, Distrik Bonggo.

“Ini untuk yang kesekian kalinya saya menangkap langsung orang-orang yang hendak melakukan pemuatan kayu ke luar Kabupaten Sarmi. Dan kalau sampai terjadi lagi, bukan hanya kayunya yang ditahan, tapi pelaku-pelakunya juga akan ditahan dan dikenakan sangsi hukum,” tegas Manibor.

Dikatakan bupati selama ini para pelaku yang ditangkap hanya dimintai keterangan sambil diberikan pembinaan. Untuk itu kedepan harus benar-benar ditertibkan, sehingga upaya-upaya penyelundupan kayu seperti ini tidak terjadi lagi.

“Mengingat himbauan saya tidak dihiraukan, maka mulai saat ini harus ada tindakan tegas yang diambil terhadap mereka-mereka yang melakukan pemuatan kayu keluar daerah Sarmi ini. Dan saya akan memerintahkan kepala dinas kehutanan berserta seluruh jajarannya selaku instansi teknis untuk segera menanggapi hal ini,” bilang bupati.

Berbagai program yang dicanakan oleh dinas kehutanan kabupaten Sarmi yang mana salah satunya adalah mendata semua pengusaha lokal guna mengurus ijin pengelolaan kayu, sepertinya belum diwujudnyatakan, sehingga kegiatan pemuatan kayu masih marak terjadi.

“Bahkan uniknya lagi ketika kayu-kayu diangkut dengan mudah keluar sarmi melewati pos penjagaan kehutanan yang terletak di perbatasan Kabupaten Sarmi dengan Kabupaten Jayapura,” jelasnya. (cr-38/tis/LO1)

14 August 2012

Supiori : Gairahkan Perekonomian Rakyat, Pemda Akan Buka Pasar Ikan Asing di Luar Supiori

(www.bintangpapua.com, 14-8-2012)
SUPIORI—Pemerintah Kabupaten Supiori saat ini melirik tiga kabupaten di Provinsi Papua yaitu Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mimika serta Kota Jayapoura untuk dijadikan sebagai daerah tujuan penjualan hasil laut penduduk Supiori berupa ikan asing dan ikan segar, guna peningkatan perekonomian masyarakat Supiori yang mayoritas adalah nelayan. “Tangkapan hasil laut penduduk Supiori setiap harinya cukup  melimpah, namun terkendala pasar. Akhirnya, penduduk kami ini kurang bergairah lagi untuk menghidupkan sector ini. Nah, untuk mendorong sector ini agar menjadi sektor andalan dalam peningkatan pendapatan keluarga serta PAD Supiori, maka sementara ini kami jajaki pembukaan kios di tiga kota, masing-masing Jayapura, Wamena dan Timika.” Ungkap Plt. Sekda Supiori, Drs. Dairi Manulang, M.Si., belum lama ini di Supiori.

Untuk tujuan tersebut, beberapa pekan lalu, Bagian Perekda Setda Kabupaten Supiori telah me-ngirim sejumlah nelayan tradisional asal Supiori ke Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Sumatera Utara untuk melihat sekaligus mempraktekkan teknik pengolahan hasil laut yang lebih modern. Kios yang akan dibangun Pemda Supiori di tiga kota tersebut, sambung Manulang, untuk tujuan penjualan ikan asing, yang merupakan hasil tangkapan dan olahan masyarakat kabupaten Supiori. Sementara itu, Kepala Perekda Setda Kabupaten Supiori, Yulianus Warikar, S.Sos., yang ditemui terpisah membenarkan adanya rencana pembukaan kios di tiga lokasi tersebut. Namun, untuk tujuan tersebut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengirim sedikitnya 20-an nelayan asal Supiori untuk mempelajari teknik-tekni pengawetan ikan. “Memang itu rencana kami, tapi sementara ini kami persiapkan dulu masyarakat atau nelayan kami. Sehingga kios-kios yang nanti di buka itu tidak musiman tetapi kontinyu, produksi bisa terus ada dalam jumlah besar. Kami akan mengirim nelayan ke sana untuk lebih belajar teknik-teknik pengolahan ikan agar menjadi ikan asin yang berkualitas.” Sebut Warikar.

Disebutkannya, dari hasil pengamatan di lapangan, sejauh ini pasar ikan asin asal Supiori yang di suplai ke sejumlah pasar dan pedagang di Biak Numfor terbilang relative kecil, sehingga jumlah ini tidak sebanding dengan permintaan ikan asin asal Supiori yang terus meningkat dari waktu ke waktu. “Ikan asin asal Supiori ini paling di minati masyarakat, karena rasa dan teksturnya bedah dengan ikan asing dari wilayah lain, tetapi, masyarakat atau nelayan kami belum focus ke sana, sehingga produksinya masih sangat kecil, maka itu dengan peluang pasar yang tersedia ini kita dorong terus mereka, kita bina dan berikan ketrampilan serta pelatihan-pelatihan, sehingga mereka menjadi mandiri, akhirnya  mereka mampu meningkatkan taraf hidup mereka.” Ujar Warikar. (hen/don/lo2)

12 August 2012

Sarmi : Kembangkan Pola Konsumsi Pangan Beragam

(www.bintangpapua.com, 12-8-2012)
SARMI – Kader pangan merupakan salah satu lembaga sosial yang berada dan bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam menjalankan perannya untuk dapat memberikan motifasi dalam mengembangkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sarmi, Ny. Fransina Manibor saat membacakan sambutan tertulis Ketua TP PKK Provinsi Papua sebelum membuka secara resmi kegiatan pelatihan kader pangan dan kader gizi posyandu, Jumat (10/8) kemarin. 
“Kita menyadari bahwa berapapun kekayaan yang dimiliki oleh Papua, seperti potensi sumber daya alam yang melimpah ruah, luas dan suburnya juga indah permai, akan sia-sia jika manusia Papua tidak memiliki kecerdasan, keahlian dan ketrampilan untuk menggali, mengelola juga memanfaatkan potensi itu,”ujarnya.
Untuk itu masyarkaat Papua harus bisa mengelola seluruh sumber daya alam sehingga bisa menjadi asupan gizi juga vitamin bagi kesehatan masyarakat Papua. Dan saat ini masyarakat Papua sudah harus siap dan mampu mengembangkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman.

Dikatakannya lagi, bahwa potensi alamiah sumber daya manusia dari papua pada dasarnya tidak kurang dari daerah lain, namun dalam proses perkembangannya keadaan geografis dan faktor-faktor lingkungan berupa pendidikan, peningkatan kualitas gizi dan lain-lainnya kurang mendukung untuk perkembangan potensi sumber daya manusia.

“Konsumsi makanan bagi seseorang yang rawan kekurangan gizi seperti balita dan ibu hamil dipengaruhi oleh pola konsumsi keluarga dan pola distribusi antara keluarga.Jadi dasar pembentukan manusia harus dimulai sewaktu anak masih dalam kandungan,” tandas Ny.Manibor. (cr38/tis/LO1)

28 July 2012

Merauke :TNW Masuk Dalam 700 Situs Lahan Basah di Dunia

(www.bintangpapua.com, 28-7-2012)

Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Ir Dadang Sugandi
Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Ir Dadang Sugandi
MERAUKE Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Ir Dadang Sugandi mengatakan, selama ini orang yang berada di luar Papua maupun secara khusus di lingkup Kabupaten Merauke sendiri, mengenali Taman Nasional Wasur (TNW) karena identik dengan satwa lindung  di dalamnya, yakni seperti kanguru dan burung cenderawasih. Padahal, kekayaan Taman Nasional Wasur tersebut begitu melimpah, bukan saja terbatas pada satwa lindung yang ada di dalamnya.

Dimana, taman nasional yang berada di beranda ujung Timur NKRI ini, merupakan salah satu situs lahan basah dari 700 lahan basah yang ada di dunia.

Di Indonesia hanya ada enam lahan basah yang masuk dalam situs lahan basah di dunia. Dan Taman Nasional Wasur ini merupakan salah satu lahan basah dari enam lahan basah di Indonesia, dan dari 700 lahan basah di dunia,ungkap Dadang kepada wartawan, kemarin.

Lahan basah sendiri bukan lahan biasa karena memiliki keistimewaan, dimana lahan tersebut menyerupai bubur dan begitu penting seperti tubuh manusia. Sehingga prinsip dari lahan basah itu sendiri, yakni jika di tempat lain mengalami luka, maka luka tersebut akan juga dirasakan oleh bagian yang lain.

Ya, susah lah untuk mengobatinya. Jadi seperti contoh, kita melakukan penggalian di daerah Muting atau di daerah yang agak tinggi untuk kita bikin kolam, pengaruhnya hanya di seputar situ saja. Tetapi lain hal kalau kita menggali di sekitar Sungai Dalir untuk membuang bendungan, itu pengaruhnya bisa sampai ke wilayah perbatasan. Ini terjadi karena semuanya terhubung . Dan ini adalah keunikan dari Taman Nasional Wasur sebagai satu ekosistem yang sangat esensial,jelas Dadang.

Yang lebih unik lagi dari lahan basah ini, tambahnya, dalam waktu satu tahun lahan basah akan mengalami kering selama setengah tahun dan juga mengalami basah dalam waktu setengah tahun.
Ini unik karena saat itu rusa dan ikan akan menapak di tempat yang sama. Pada musim kering rusa menapak di situ, musim basah hidup di situ. Dan ini tentunya memiliki nilai strategis yang luar biasa dari,tutupnya. (lea/tis/LO1)

06 July 2012

Merauke : Pemkab Merauke Berupaya Tingkatkan Produksi Beras

(www.bintangpapua.com, 6-7-2012)
MERAUKE Pemerintah Kabupaten Merauke terus berupaya meningkatkan produksi dan kualitas beras. Hal ini terkait dengan banyaknya permintaan beras dari sejumlah daerah di Papua. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Merauke Ir Bambang Dwiatmoko kepada Bintang Papua, Kamis (5/7) kemarin.

Bambang mengatakan, dengan potensi produksi beras yang melimpah, secara langsung  Merauke siap menyuplai beras ke kabupaten lain, hanya saja membutuhkan proses yang tidak instan.

Kalau melihat produksi kita yang dituangkan di dalam surat keputusan Bupati Merauke, ya contohnya tahun 2011,2012 dan 2013 totalnya 32 ribu hektar, kalau tonnya kan bisa mencapai sekitar 80 an ribu. Nah, oleh karena itu kita perlu meningkatkan lagi sampai katakanlah 100 ribu, sehingga perlu ada upaya-upaya khusus,akunya.

Selanjutnya ditambahkan mantan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Merauke ini. pihaknya juga tengah berupaya mendorong perluasan lahan untuk memajukan pertanian di Merauke.

Dukungan ini sedang kami lakukan untuk perluasan lahan. Dan kami pun berharap upaya ini dapat berhasil sesuai dengan harapan kita semua,”pungkasnya. (lea/tis/LO1)

04 July 2012

Merauke : Merauke Disiapkan Menjadi "˜Perut" Papua, Kerja Sama Kabupaten se Papua dengan Kabupaten Merauke Dalam Bidang Pangan

(www.bintangpapua.com, 4-7-2012)


Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka MT
Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka MT
MERAUKE - Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka MT membenarkan, bahwa kerja sama pengiriman beras dari Merauke bukan saja akan dilakukan dengan para Bupati di kabupaten pegunungan, melainkan juga seluruh Bupati di Provinsi Papua, dimana sudah terjadi kesepakatan untuk menjadikan Merauke sebagai perutnya Papua.

Ini adalah kesepakatan kami para Bupati di Tanah Papua,ujar Bupati Romanus kepada wartawan usai menghadiri upacara HUT Bhayangkari ke-66 di Mapolres Merauke, Senin (2/7) pagi kemarin.
Para kepala daerah membidik kabupaten terujung Timur NKRI ini sebagai sentral pangan, karena melihat potensi lahan Merauke yang cukup sigap dalam pengembangan pertanian dalam arti lebih luas lagi. Lantas, sambung Bupati Romanus, kunjungan sejumlah Bupati dari pegungan pada Sabtu (30/6) kemarin, dimana ada hal intens yang dibicarakan. Pertama soal pemenuhan kuota beras khusus untuk daerah pegunungan, karena merujuk dari informasi mereka, yakni pada triwulan akhir kerap mengalami kekurangan beras (raskin).

Nah kekurangan raskin di triwulan ini nanti akan disuplai oleh Merauke, sehingga untuk kepentingan itu kami melakukan persamaan persepsi, seperti kami laporkan luas lahan hingga hasil produksi,”terangnya.
Kedua, lanjutnya, pembahasan soal pemenuhan kuota dimana untuk mendapatkan kuota tersebut harus dibicarakan lagi di tataran Menteri BUMN.

â€Å“Ini akan ditindak lanjuti dalam pertemuan terpadu yang difasilitasi oleh Gubernur Provinsi Papua bersama Bupati Merauke dan Bupati-Bupati di pegunungan,”akunya sudah ada beberapa Bupati seperti Keroom dan Yapen Waropen yang juga akan turut di dalamnya.
Ditambahkan, bukan hanya suplay beras namun pertemuan kemarin juga membahas soal penyuplayan daging sapi kedepannya.

Sebelumnya Bupati Lani Jaya Befa Yigibalon SE, M.Si mengakui pihaknya berniat kerja sama dengan Pemkab Merauke dalam hal pengiriman beras. Namun untuk memulai kerja sama itu, Pemkab Lani Jaya perlu melakukan peninjauan langsung ke Merauke, guna memastikan hasil produksi petani yang ada.
Kalau berdasarkan informasi yang kami peroleh, hasil produksi pertanian (padi) mencapai 65 ribu hingga 70 ribu hectare,katanya.

Menurutnya, stok yang disediakan memang cukup untuk didistribusikan ke wilayah pegunungan, bahkan ke luar Papua dalam hal ini Surabaya. Namun yang menjadi persoalan pelik adalah akses transportasi untuk proses pendistribusian.

Walaupun produksi melimpah tapi tidak didukung dengan akses transportasi, kan sama saja. Jadi in yang nantinya akan kami bahas lebih detil soal transportasi sehingga mempercepat proses distribusi,ungkapnya. (lea/tis/LO1)

26 June 2012

Supiori : Pemda Tondano Beri Bibit Mahoni dan Cempaka Putih Bagi Supiori

(www.bintangpapua.com, 26-6-2012)
SUPIORI Sebagai bentuk keakraban dan memperkokoh kerjasama antar Pemerintah Daerah di berbagai bidang salah satunya adalah pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tondano Provinsi Sulawesi Utara, menyumbangkan masing-masing 400 bibit pohon Mahoni dan cempaka putih bagi Pemerintah Kabupaten Supiori Papua, melalui mahasiswa/i Supiori yang tengah menempuh pendidikan di Tondano.

Kabag Umum Setda Kabupaten Supiori, Yotam Wakum SH., di ruang kerjanya, pekan kemarin, mengatakan, ada sekitar 50-an mahasiswa asal Supiori yang tengah menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Tondano. Melalui mereka inilah, Pemda Tondano menyumbangkan bibit pohon. â€Å“Ini bentuk keakraban dan kerjasama antara Pemda Supiori dan Tondano, lebih khusus di bidang pendidikan, banyak anak-anak kami yang sekarang bersekolah di sana, dan baru saja di bulan april lalu, kami membeli satu asrama bagi mereka, jelas Wakum.

Dari pantauan media ini, para mahasiswa/i asal Supiori ini telah berada di Supiori dan saat ini mulai melakukan penanaman bibit-bibit pohon yang disumbangkan tersebut. (hen/don/lo2)

21 June 2012

Mimika : PLN Timika Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Batubara

(www.bintangpapua.com, 21-6-2012)
TIMIKA PLN Rayon Mimika Berencana bangun pembangkit listrik berkapasitas 28 mega watt tahun ini. Pembangunan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik dikawasanb PLN Timika.
Hal itu di ungkapkan  Kepala Rayon PLN Mimika, Papua. Samuel Farwas ketika di konfirmasi Bintang Papua terkait rencana pembuatan pembangkit listrik tersebut, selasa 19 ini 2012.

Dia mengatakan,pembangikit listrik tersebut akan dibangun pada bulan agustus dan direncanakan rampung awal januari tahun depan (2013). Kata dia, pembangkit listrik terbut akan dibangun  di kampung Ayuka distrik Mimika Timur dan Jauh dari tempat keramaian atau kota supaya tidak tercemar dengan polusi yang akan mengakibatkan tercemarnya udara di kota,katanya.

Tahun ini PLN cabang rayon timika akan bangun pembangkit listrik bertenaga batu bara, bahan bakarnya kapasitas 4 x 7 mega watt, 28 MW. Diperkirakan sekitar bulan Agustus itu sudah pencanangannya pada tahapan pertama pembangunan PLTU di ped sebelas.Pembangunan tersebut akan di bangun jauh dari perkotaan dan pemukiman masyarakat,agar aktivitas yang di jalankan tidak terganggu.

Farwas menambahkan, mesin pembangkitnya didatangkan dari Jayapura dan Bali. Mesin yang didatangkan dari jayapura berkapasitas 2,1 mega watt telah ada, sedangkan yang didatangkan dari bali sebesar 2,9 mw masih dalam perjalanan dan akan tiba di Timika beberapa minggu kedepan.Dia juga mengharapkan kepada seluruh pengguna jasa PLN untuk dukungan agar apa yang di harapkan cepat pada sasaran tanpa ada gangguan dan hambatan,harapnya. (CR-34/tis/LO1)

14 June 2012

Merauke : Akibat Angin Tenggara dan Masuk Musim Kemarau, Suhu di Merauke 20 Derajat Celcius

(www.bintangpapua.com, 14-6-2012)
Merauke Beberapa malam ini warga di Kabupaten Merauke dan sekitarnya merasakan udara dingin yang tidak biasanya, dimana suhu dingin ini dirasakan beda oleh tubuh tidak seperti dingin di malam-malam sebelumnya. Rupanya, dingin tersebut diakibatkan oleh musim kemarau akan melanda wilayah Merauke.
Kepala BMKG Stasion Mopah Merauke, George Mahubessy membenarkan, saat ini Merauke tengah memasuki musim kemarau. Dan musim ini akan berlangsung hingga Nopember mendatang.

Sekarang ini kita sudah masuki musim kemarau sehingga mengakibatkan cuaca di malam hari maupun siang hari udaranya cerah. Dan udara yang cerah itu biasanya menimbulkan udara yang sangat dingin karena sudah tidak ada lagi pantulan panas dari bumi,tutur George kepada Bintang Papua, Selasa (12/6) siang.
Dijelaskannya berdasarkan hasil observasi BMKG ihwal,  kondisi cuaca saat ini, dimana bumi di siang hari yang menerima panas dan akan dilepaskan pada malam hari tidak ada satu awan pun yang melindungi. Lantas kondisi demikian membuat panas akan lari ke luar sehingga tidak ada pantulan panas ke bumi dan akhirnya menyebabkan udara dingin yang luar biasa tidak seperti di waktu lainnya.

Namun ditambahkan George, selain musim kemarau inti dari udara dingin yang dirasakan saat ini sebenarnya juga diakibatkan adanya angin tenggara yang berasal dari Australia. Kronologisnya, Australia sedang mengalami musim dingin, dan akibat musim itu membuat angin yang dari sana (Australia) melintasi ke Merauke. Untuk sifat angin itu sendiri adalah kering dan dingin, namun karena didukung oleh cuaca Merauke yang cerah sehingga membuat suhu udara di daerah ini semakin dingin.

Sudah tercatat sekarang suhu minimum di Merauke 20 hingga 21 derajat celcius. Dan ini memang rasanya dingin sekali tidak seperti biasanya,ungkapnya.

Sementara itu meski akan dalam kondisi musim kemarau, namun peluang hujan dengan intensitas sangat rendah tetap akan terjadi. Menurutnya, selama ini khalayak selalu mengklaim bahwa musim kemarau identik dengan tidak adanya hujan, padahal hujan akan tetap turun namun di bawah dari tingkat normal untuk menanam tanaman atau padi yaitu hujan di bawah 100 mm.

Kalau hujan diatas 100 mm itu kami anggap normal untuk bercocok tanam. Tetapi kalau di bawah 100 bisa-bisa tanaman mati,terangnya. (lea/tis/LO1)

07 May 2012

Supiori : Bagi Hasil 20%, Pemda Supiori dan Investor Hongkong Sepakati MoU

(www.bintangpapua.com, 7-5-2012)

SUPIORI PT. Merdeka Ocean Indonesia (MOI) leader serta PT. Master Papua Indocentral (MPI) member melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) sistem pembagian hasil laut perikanan sebesar 20 persen dengan Pemda Supiori serta masyarakat nelayan di wilayah operasi sebesar 5 persen.
Penandatangan MoU antara Pemda Supiori oleh Bupati Supiori Fredrik Menufandu SH MH MM. di sasana krida kantor Bupati Supiori, jumat (4/5) pekan lalu, dengan perusahan perikanan yang bermarkas di Hongkong ini dilakukan menyusul disepakatinya sejumlah tawaran atau opsi yang menjadi kewajiban perusahaan selama 25 tahun melakuan kegiatan perikanan di wilayah perairan kabupaten Supiori dan sekitarnya.

Perusahaan ini akan melakukan aktifitas perikanan di seluruh wilayah perairan Supiori, hari ini kami bersepakat untuk tandatangan MoU karena komitmen Pemda dan perusahaan sama, jelas Bupati Fred Menufandu kepada seratusan masyarakat /nelayan Supiori yang menghadiri acara penandatangan MoU tersebut. Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Supiori selama beberapa tahun terakhir terbilang kecil, karena tidak ada upaya-upaya untuk memaksimalkan potensi-potensi serta sumber penghasilan yang dimiliki oleh Supiori. Nah, melalui penandatangan MoU ini, kata Bupati Fred Menufandu, Pemda sangat berharap, di tahun 2013 mendatang PAD Supiori bisa meningkat.

Selain masalah PAD, sambungnya, perhatian yang sungguh-sungguh juga diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketersediaan lapangan kerja yang cukup bagi angkatan kerja di kabupaten Supiori.

Kami sudah mulai melakukan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembukaan lapangan pekerjaan serta mendorong peningkatan PAD. Sekarang semua kembali pada masyarakat. perusahan yang nanti beroperasi ini telah berkomitmen untuk bangun masyarakat Supiori, kata Bupati Fred Menufandu.

Dikatakannya, potensi kelautan dan perikanan di Supiori menjanjikan, dan jika potensi atau kekayaan alam ini tidak dikelola dengan baik dan maksimal, maka kekayaan tersebut hanya menjadi kebanggan yang biasa-biasa saja dan tidak akan pernah mampu menjawab kebutuhan dan harapan membangun Supiori.
â€Å“Potensi yang ada ini jangan hanya jadi kebanggaan saja, tapi bagaimana kita pakai berkat dan anugerah Tuhan di atas pulau ini untuk bangun Supiori, untuk mensejahterakan rakyat Supiori, ajak Bupati Fred Menufandu mengingatkan.

Potensi kelautan dan perikanan Supiori sangat melimpah, perairan Supiori yang langsung menghadap ke lautan pasiifik membuat lautnya kaya akan berbagai jenis ikan, bahkan salah satu ikan termahal di dunia ada di Supiori. Selain ikan, potensi pariwisata Supiori juga menjanjikan, mulai dari wisata pantai sampai wisata selam. Pada saat ini juga perusahaan raksasa Spanyol Repsol Petrolium telah memulai kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di perairan selatan pulau Supiori.

Kita jangan terlalu berharap jadi PNS, kita punya potensi alam yang luar biasa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita, kita kelola, kita cari investor dan kita bawa mereka ke Supiori, kelola potensi ini, buka lapangan kerja, dan pendapatan rumah tangga kita pasti tercukupi, kata Bupati Fred Menufandu.

Acara penandatangan MoU antara Pemda Supiori dengan PT. MOI dan PT. MPI itu disaksikan oleh perwakilan masyaraat nelayan di Supiori. Dalam nota kesepahaman tersebut, Pemda Supior telah menyanggupi untuk menyiapkan lahan yang representatif bagi kegiatan perikanan oleh dua perusahaan tersebut. Perusahaan ini bergerak di bidang pengumpulan dan penangkapan hasl laut. Dalam perkembangannya nanti, perusahan akan membuka pabrik pengolahan hasil laut di Supiori.(hen) (hendrik hay/binpa)