Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

13 January 2012

Manca Negara : Riset Minum Red Wine Sehat Ternyata Palsu


(www.detiknews.com, 12-01-2012)
Connecticut - Peneliti University of Connecticut yang menarik perhatian dunia dengan temuannya bahwa meminum red wine (anggur merah) mempanjang usia, ternyata banyak memalsukan data dalam risetnya. Adalah University of Connecticut sendiri yang membongkar bahwa penelitian mengenai manfaat red wine itu palsu dan mengumumkannya di situsweb resminya.

"Sebuah investigasi atas penyelewengan riset ilmiah telah mendorong University of Connecticut Health Center untuk mengirim surat pemberitahuan kepada 11 jurnal ilmiah yang telah mempublikasikan hasil penelitian anggota fakultas Dipak Das K, Ph.D, seorang profesor pada Departemen Bedah dan Direktur Pusat Penelitian Kardiovaskular." Begitu bunyi pengumuman itu yang dipublikasikan pada Rabu waktu setempat atau Kamis (12/1/2012) WIB.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki catatan ilmiah dan menginformasikan rekan peneliti di seluruh negera," kata Philip Austin, Wakil Presiden sementara untuk urusan kesehatan.

Investigasi itu dipicu oleh tuduhan anonim mengenai penyelewengan penelitian pada tahun 2008. Laporan komprehensif, yang totalnya mencapai sekitar 60.000 halaman, menyimpulkan bahwa Das bersalah atas 145 jumlah fabrikasi dan pemalsuan data.

Sebagai hasil dari investigasi, University of Connecticut Health Center telah membekukan semua penelitian yang didanai eksternal di laboratorium Das dan menolak untuk menerima dana USD 890.000 dalam bentuk hibah federal yang diberikan kepadanya.

Proses pemecatan, sesuai dengan peraturan Universitas, saat ini sedang berlangsung. University of Connecticut Health Center bekerjasama intens dengan Kantor Integritas Riset (ORI) Amerika Serikat selama investigasi internal. Sesuai protokol, University of Connecticut Health Center telah mengirimkan laporan lengkap ke ORI, yang kini melakukan penyelidikan independen.

"Sementara kami sangat kecewa atas pelanggaran menyolok terhadap Kode Etik Universitas. Kami senang sistem pengawasan di tempat telah efektif dan bekerja sebagaimana dimaksud," kata Austin.

Menurut Austin, pihaknya bersyukur bahwa seseorang memilih untuk melakukan hal yang tepat dengan mengingatkan pihak berwenang. Temuan kami merupakan hasil dari investigasi mendalam bahwa, dengan sifatnya, diperlukan waktu yang cukup waktu untuk menyelesaikannya.

Lanjut Austin, penyalahgunaan dalam satu laboratorium tidak mencerminkan kinerja keseluruhan dari lembaga penelitian biomedis University of Connecticut Health Center, yang terus mengejar kemajuan dalam perawatan dan penyembuhan dengan integritas tertinggi.

"Kami menuntut kepatuhan penuh dengan semua standar penelitian dan kebijakan oleh fakultas dan staf kami," tegas Austin.

Das telah menyedot perhatian dalam beberapa tahun terakhir atas temuannya mengenai manfaat resveratol yang ditemukan dalam red wine. Dia telah dipekerjakan oleh University of Connecticut Health Center sejak 1984, dan dianugerahi kedudukan tetap pada 1993.
(es/vit)


Keerom : Senggi Miliki Prospek Pengembangan Ternak Yang Menjanjikan

(www.bintangpapua.com, 12-01-2012)
ARSO—Investor asing mulai melirik wilayah Keerom untuk menanamkan investasinya, baik itu pada bidang pertanian, perkebunan, kehuatan, dan peternakan. Dan pada Selasa (10/1), Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE,MM, langsung mengantarkan investor dari Jerman yang merupakan kali keduanya ke Distrik Senggi untuk melihat langsung lokasi yang akan menjadi wilayah untuk menanamkan sahamnya, khususnya pada bidang pengembangan ternak sapi.

Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE,MM, mengatakan, kedatangan investor asing itu untuk melihat kondisi alam dan geografis Senggi, apakah cocok untuk investasi pengembangan ternak sapi ataukah tidak, dan ternyata sangatlah cocok untuk ternak sapi.


“Kedatangan investor ini merupakan kali keduanya, dan kedua kalinya ini mengirim tenaga ahlinya, untuk melihat keadaan tanah atau topografi secara keseluruhan wilayah Senggi,” ungkapnya saat ditemui disela-sela pertemuan dengan mnasyarakat adat Senggi di Balai Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kampung Senggi, Selasa, (10/1). Bupati menjelaskan, kelak nantinya akan ada sekitar 20 ribu ternak Sapi yang dibudidayakan di wilayah Senggi dan pasti mengalami peningkatan, apalagi direncanakan didirikan pabrik daging di Senggi. Tentunya ini sebuah hal yang menjanjikan bagi masyarakat di wilayah itu, karena selain di rekrut dalam kegiatan investor itu (menjadi tenaga kerja), yang berdampak pada peningkatan ekonominya. Namun kedepan Keerom akan menjadi daerah yang mensuplai kebutuhan daging sapi baik secara skala nasional maupun internasional.


Kata Bupati,  soal infrastruktur jalan dan permasalahan keamanan, itu tanggungjawab pemerintah daerah untuk menyediakannya, sedangkan masalah keamanan, dijamin wilayah Keerom secara keseluruhan aman, sehingga segala investasi dipastikan tidak mengalami gangguan. Apalagi khusus masyarakat Senggi adalah masyarakat yang mencintai kedamaian,”ujarnya.


Pada dasarnya dalam setiap gerakan pembangunan, prinsipnya pemerintah itu sangat membutuhkan investor, karena kenyataannya anggaran pemerintah tidaklah cukup untuk membiayai segala kegiatan pembangunan, yang dalam hal ini persoalan yang dialami oleh masyarakat.


Oleh kerana itu, dirinya telah mengeluarkan kebijakan bahwa, apabila investor mau menanamkan modalnya di Keerom, sebaiknya investor bertemu dengan pemerintah distrik dan instansi teknis yang kaitannya dengan bidang usahanya itu, untuk dilihat wilayah mana yang cocok untuk melaksanakan kegiatan usahanya itu, yang tidak bertentangan dengan tata ruang wilayah yang ada, karena semua tata ruang wajib digunakan sesuai dengan fungsi dan ketentuan yang sudah diatur.   


Selanjutnya, sebelum dirinya menandatangani persetujuan untuk menanamkan investasi itu, hendaknya antara investor dan masyarakat adat pemilik hak ulayat menyelesaikan apa yang menjadi hak masyarakat, seperti pemberian kompensasi dan keterlibatan masyarakat didalam perusahaan itu seperti apa, apakah berupa pemegang modal berupa tanah dan sebagainya, supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian harinya. Jika semua proses selesai, barulah bertemu dengan bupati,”jelasnya.


Menurutnya, dengan cara seperti itu, jelas masyarakat yang punya lahan itu tahu bahwa ini ada keinginan investor untuk masuk di lahan ini untuk berinvestasi. Dan sudah pasti suku-suku yang memiliki dapat diketahui dengan jelas, karena hal ini seringkali menyebabkan masalah didalam pemberian kompensasi bagi pemilik tanah adat.


“Dalam penanam modal investasi, tanah adat tidak boleh dibeli, melainkan menggunakan sistem kontrak. Misalnya, kontrak 30 tahun, maka apa yang bisa dibayarkan pengusaha sebagai rekonsisi/kompensasi atas pengusahaan lahan itu, tapi selebihinya masyarakat adat dilibatkan sebagai pemilik modal meski berupa lahan itu,” jelasnya.


Apabila masa kontrak sudah berakhir (30 tahun), lahan itu dikembalikan lagi kepada rakyat, namun jika investor mau memperpanjang usaha dan kontraknya, maka silakan berembuk lagi dengan masyarakat pemilik tanah adat tersebut.


“Kondisi ini, selama ini masyarakat tidak mengerti, sehingga masyarakat selalu dirugikan. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Investor harus menghitung bahwa aset masyarakat adat adalah sumber daya alam (SDA),” pungkasnya. (rhy/roy/lo2)

Keerom : Banjir di Keerom Jadi Perhatian Serius

(www.bintangpapua.com, 12-01-2012)
ARSO—Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Keerom pada Desember 2011 lalu, nampaknya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom. Bahkan, demi menindaklanjuti instruksi Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE,MM, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Keerom, Farel Simamora menindaklanjuti instruksi Bupati dengan mengambil berbagai langkah.

Salah satunya mengusulkan program ke Pemerintah Pusat, agar dapat membantu Pemerintah Kabupaten Keerom di dalam penanggulangan bencana banjir di Keerom, dengan program pembuatan waduk pada tiga sumber sungai utama yang selalu terjadi luapan banjir, seperti Sungai Ubiyau, Sungai Jaifuri dan Sungai Tami.
Dengan dibuatkan waduk buatan, setidaknya disaat terjadi hujan deras, waduk-waduk itu dapat menampung luapan air hujan pada ketiga sungai itu. Yang diharapkan, tidak lagi terjadi banjir di rumah warga dan merusak lahan pertanian warga. “Ya kami tetap melakukan upaya-upaya untuk mengatasi persoalan banjir di Keerom, supaya lahan pertanian dan rumah warga tidak tergenang banjir lagi,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Bupati Keerom,senin Kemarin (9/1).


Ia mengharapkan, adanya perhatian Pemerintah Pusat dalam membantu Pemkab Keerom, demi menyelamtkan kehidupan masyarakat Keerom. Sebab jika banjir terjadi, jelas membuat aktivitas masyarakat terganggu, dan juga menghambat kegiatan pembangunan yang dilaksanakan demi memberdayakan dan memandirikan kehidupan masyarakat di segala aspek kehidupan,”ungkapnya.


Terkait dengan itu, dirinya juga mengharapkan grand desain penanggulangan bencana alam secepatnya diselesaikan, guna dapat diketahui wilayah mana saja yang perlu dilakukan penanganan serius, karena menjadi areal yang rawan terhadap banjir, namun untuk sementara diketahui, wilayah yang rawan banjir adalah Distrik Arso, Distrik Arso Timur dan Distrik Skanto. Tapi disini, di Arso 7, Distrik Arso Timur yang paling parah banjirnya, karena setiap kali hujan deras, pasti terjadi banjir.


“Penyebab banjir adalah selain disebabkan wilayah Keerom curah hujan yang cukup tinggi, tapi juga persoalan lainnya, seperti wilayah Keerom umumnya merupakan daerah rawah, tapi juga daratan wilayah Keerom sangat rendah dari permukaan air laut,” jelas Farel.


Ia mengatakan,  Kondisi ini menyebabkan ketika turun hujan, air hujan tidak optimal terbuang ke air laut melalui sungai-sungai yang ada,melainkan air (baik air laut dan air tawar) terbawa kembali ke daratan, dan ditambah dengan keadaan Keerom yang tanah berawah, akhirnya menyebabkan luapan air hujan selain dari sungai, tapi juga dari dalam tanah yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya banjir tersebut, termasuk luapan air dari dalam saluran-saluran air yang ada.


“Saya mengharapkan peran aktif masyarakat untuk turut menanggulangi bahaya banjir itu, minimal tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dan penebangan pohon di sembarangan tempat, terutama di daerah-daerah yang di larang dan di lindungi,” tegasnya. (rhy/roy/lo2)

11 January 2012

Nasional : Swasta Harus Ikut Serta Selamatkan Orangutan

 (www.kompas.com, 11-01-2011)
JAKARTA, KOMPAS.com — Sektor swasta seperti industri harus terlibat dalam upaya penyelamatan orangutan. Tantangan penyelamatan orangutan tinggi berkaitan dengan minimnya hutan dan besarnya biaya rehabilitasi.

Demikian diungkapkan Profesor Dr Ir Bungaran Saragih, Chairman Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dalam Indonesia Endangered Species Forum yang diselenggarakan pada Selasa (10/1/2012) di Jakarta.

"Kita harus mengakui bahwa banyak kerusakan hutan terjadi akibat aktivitas bisnis. Jadi, kalangan bisnis juga harus ikut bertanggung jawab," kata Bungaran.

Pelestarian orangutan tergantung pada bagaimana manusia menjaga dan merehabilitasi hutan. Degradasi dan fragmentasi hutan seperti yang terjadi saat ini sangat berpengaruh pada survival orangutan.

Program rehabilitasi orangutan terus berlangsung hingga saat ini. Pemerintah memiliki target untuk melepaskan orangutan yang telah direhabilitasi ke habitat aslinya pada tahun 2015. Namun, target tersebut menyisakan masalah.

"Tidak ada hutan yang cukup memenuhi standar untuk melepaskan orangutan," cetus Bungaran.
Sementara itu, jumlah orangutan yang perlu direhabilitasi yang makin bertambah juga menjadi masalah tersendiri. Tak sedikit biaya yang dibutuhkan.

"Butuh 3.500 dollar AS per orangutan per tahun untuk merehabilitasi," ungkap Bungaran.
Corporate social responsibilty (CSR) menjadi salah satu pilar pertanggungjawaban pihak swasta. Namun, perlu ditegaskan bahwa CSR harus benar-benar bertujuan penyelamatan, bukan sekadar pencitraan.

10 January 2012

Bulog Merauke Targetkan Pembelian Sampai 35.000 Ton

(www.cenderawasihpos.com ,10-12-2012)
MERAUKE- Bulog Sub Devri Merauke akan melakukan pembelian secara besar-besaran dari petani untuk musim panen rendangan 2011/2012 yang diperkirakan panenan tersebut akan berlangsung mulai April mendatang dan masa panen gadu 2012 mendatang. Tentang rencana itu diungkapkan Kepala Bulog Su Devri Merauke, Mansur Siri kepada wartawan di temui di ruang kerjanya, Senin (9/1).

Rencana pembelian beras yang cukup besar dari petani tersebut, lanjut Mansur Siri, karena diprediksi hasil panenan petani akan meningkat berkaitan dengan luas tanam pada musim tanam tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu.   

Diungkapkan Mansur Siri, dengan target pengadaan pembelian  sampai 35.000 ton tersebut, pihaknya bisa memberikan konstribusi ke Bulog Sub Devri lainnya di Papua melalui pengiriman beras dari Merauke. Karena  tahun 2012 ini, beras Bulog Merauke tersebut selain memenuhi kebutuhan di Merauke, juga untuk 3 kabupaten pemekaran di Selatan Papua, yakni Boven Digoel, Mappi dan Asmat termasuk Kabupaten Yahukimo  dilayani dari Merauke. 


‘’Pengadaan yang kita lakukan setiap tahunnya selain untuk memenuhi kebutuhan PNS dan TNI-Polri, juga untuk penyaluran Raskin,’’ katanya.  Pembelian beras di musim rendangan dan gadu 2012 tersebut jauh lebih tinggi dibanding target pembelian 2011 lalu dimana target pembelian hanya 15.000 dengan realisasi 15.700 ton. Mansur Siri mengaku bangga karena pembelian beras oleh Bulog di Merauke sama dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia  yang produksi berasnya lebih tinggi. (ulo/nan)

07 January 2012

Nasional : Kebun Kelapa Sawit Ekspansi ke Hutan Konservasi

 (www.kompas.com, 06-01-2012)
PONTIANAK, KOMPAS.com - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, mencurigai salah satu perusahaan perkebunan sawit melakukan perluasan perkebunan sawit di kawasan hutan Taman Wisata Gunung Melintang atau hutan konservasi di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

"Penemuan masuknya perluasan sawit oleh pihak perkebunan swasta berinisial X, secara tidak sengaja kami lakukan ketika melakukan pemantauan titik api di tahun 2011," kata Kepala BKSDA Kalbar Djohan Utama Perbatasari di Pontianak, Kamis (5/1/2012).


Ia menjelaskan, pada saat pihaknya melakukan pemantauan titik api menggunakan helikopter sehingga terlihatlah perluasan perkebunan sawit oleh perkebunan X itu masuk di kawasan hutan konservasi.


"Kalau dilihat dalam peta sudah jelas perluasan perkebunan sawit itu masuk di kawasan hutan Taman Wisata Gunung Melintang di Sajingan Besar, tetapi dalam beberapa hari lagi kami akan turun ke lapangan guna memastikan kebenarannya," kata Djohan.


Menurut Kepala BKSDA Kalbar, perkebunan sawit X itu memiliki izin perluasan sawit sekitar 7.000 hektare dan sudah masuk ke kawasan hutan lindung tersebut sekitar 100 hekatre.


Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Unggung Cahyono perintahkan setiap kepolisian resor memetakan masalah dan kerawanan dampak perluasan perkebunan sawit di propinsi itu.


"Saya sudah instruksikan pada para kepala Polres untuk melakukan pemetaan masalah terkait banyaknya polemik yang muncul antara pihak perkebunan sawit dengan masyarakat setempat," katanya.


Data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar, mencatat sejak tahun 2008 hingga 2011 tercatat sekitar 280 konflik antara masyarakat yang berusaha mempertahankan tanahnya agar tidak digarap oleh pihak investor dibidang pengembangan perkebunan sawit di propinsi itu. Sementara, sepanjang 2011 saja sudah terjadi 60 konflik antara masyarakat dan pihak perkebunan sawit di Kalbar.


Kepala Divisi Riset dan Kampanye Walhi Kalbar Hendrikus Adam menyatakan, pengembang perkebunan sawit di Kalbar sudah jelas termasuk pelanggar hak asasi manusia (HAM) berat karena dengan segala upaya termasuk menggunakan kekerasan terhadap masyarakat yang berusaha mempertahankan haknya, berupa tanah agar tidak dirampas.

06 January 2012

Manca Negara : Skotlandia : Ikan tanpa wajah dan otak ditemukan

(www.antaranews.com, 05-01-2012)
Jakarta (ANTARA News) - Sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa  ada seekor ikan tanpa wajah dan otak ditemukan untuk pertama kalinya di Skotlandia.

Spesies ini dapat dianggap sebagai  perwakilan modern dari binatang pertama yang mengalami evolusi  tulang belakang.

Pemerintah Skotlandia memuji temuan itu. WWF Skotlandia mengatakan temuan itu memberi arti pentingnya  perlindungan yang lebih baik atas lingkungan laut.

Organisasi yang melakukan penelusuran itu antara lain  Scottish Natural Heritage dan Edinburgh's Heriot-Watt University,melakukan pengambilan gambar dan video bawah laut dan menggunakan akustik dan gambar 3D untuk penelitian itu.

Di sekitar pantai barat, kerang kipas ditemukan. yang tumbuh hingga 48 cm panjangnya, kerang itu merupakan kerang laut terbesar yang ada di Skotlandia.

Di Tankerness wilayah Orkney, pemerintah mengatakan bahwa seekor ikan amphioxus prasejarah tanpa wajah dan otak ditemukan.

Dengan jaringan syaraf berada di belakang punggungnya, ikan itu tampak tidak memiliki wajah dan otak.
.(yud)

19 November 2011

Sarmi : Bawang Merah Cocok Ditanam di Sarmi

(www.bintangpapua.com, 19-11-2011)


Agustinus yaas kepala kampung tanjung batu
Agustinus yaas kepala kampung tanjung batu
SARMI - Seorang Petugas Penyuluh Lapangan dijumpai pula oleh Bintang Papua di lokasi. Sarahsang Paley mengaku sudah 4 bulan tinggal bersama warga kampung untuk memberikan penyuluhan. Sarahsang juga mengkoordinir kelompok tani yang terdiri dari mama-mama kampung Tanjung Batu.

Ada 2 kelompok tani yang masing-masing berjumlah 6 orang. Tanaman bawang dipilih karena tanahnya cocok, tidak terlalu sulit menanamnya, dan bisa cepat dipanen, kata Sarahsang ditemui di Balai Kampung Tanjung Batu, Distrik Sarmi Timur, Kamis (17/11)..

Tanaman bawang merah, menurut Sarahsang, hanya memerlukan 2 bulan siap dipanen sehingga cocok bagi masyarakat karena cepat menghasilkan.

Di Sarmi, bawang basah perkilo mencapai harga Rp 20 ribu. Sedangkan yang bawang merah kering capai Rp 30 ribu perkilo. Dengan harga yang tinggi, kelompok tani jadi semangat untuk terus menanam bawang, kata Sarahsang.

Untuk tahap awal ini, seluruh pengadaan bibit, lanjut Sarahsang, diberikan oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian dan Tanaman Pangan. Bibit awal merupakan bantuan dari pemerintah. Namun, kami sudah sudah ajarkan pembibitan. Jadi tidak tergantung lagi, ujar Sarahsang.

Ada 58 kepala keluarga dan 312 jiwa di Kampung Tanjung Batu. Kepala Kampung Tanjung Batu Agustinus Yaas mengaku sangat terbantu dengan adanya PPL mengembangkan hasil pertanian yang potensial. Ia meminta dinas terkait untuk memperhatikan PPLnya.

Di Tanjung Batu semuanya swadaya masyarakat, karena bantuan dari Respek Mandiri pertanian kami tidak dapat. Jadi kami minta dinas memperhatikan kebutuhan PPL. Seperti bu Sarahsang, sudah 4 bulan di kampung meninggalkan suami dan anak,” kata Agustinus ditemui di Balai Kampung.
Kalau ada keluhan dari masyarakat, dinas harus lihat di lapangan, pintanya. (che/aj/LO1)

11 November 2011

Sarmi : Kampung Tanjung Batu Panen Bawang Perdana

(www.bintangpapua.com, 19-11-2011)
Panen bawang di tanjung batu
Panen bawang di tanjung batu
SARMI - Kelompok Kerja Wanita Tani Irwe Tanjung Indah di Kampung Tanjung Batu, Distrik Sarmi Timur berhasil memanen bawang merah. Bawang merah yang dihasilkan dari tanah seluas 125 meter persegi mencapai 295 kg. Ini merupakan panen perdana bawang merah yang ditanam oleh mama-mama kampung Tanjung Batu. Bestianus Yaas, salah seorang anggota kelompok tani mengaku baru pertama kali menanam bawang merah.

Sebelumnya, Besti hanya menanam sayur-sayuran. Dalam menanam bawang merah, Ia dan kelompok taninya dibimbing langsung oleh Petugas Penyuluh Lapangan dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Pemkab Sarmi.
â€Å“Tidak ada kesulitan dalam menanam bawang. Panen ini membuat kami puas dan akan terus menanam bawang, kata Besti ditemui saat sedang menimbang bawang merah di teras Balai Kampung Tanjung Batu, Distrik Sarmi Timur, Kamis (17/11).

Selain bawang, lanjut Besti, ia dan kelompok taninya menanam cabe, terong, kacang panjang, dan kacang tanah. Semua hasil pertanian tersebut sudah mereka jual ke pasar baru di Sarmi.

Namun untuk pemasarannya, anggota kelompok tani lainnya Pilora Marau Yaas, mengaku masih kesulitan dalam hal transportasi dari kampung ke pasar yang jaraknya sekira 20 km.

Kami harus pikul dulu hasil-hasil kebun ke jalan besar. Baru disitu tunggu taksi lewat untuk dikirim ke pasar. Kadang taksi juga tidak lewat, jadi bawang, sayuran, tidak jadi dijual, kata Pilora yang biasa dipanggil dengan ibu Desa itu.

Hal senada dikeluhkan juga oleh Kepala Kampung Tanjung Batu Agustinus Yaas. Masalah transportasi menjadi kendala kampung untuk pemasaran hasil pertanian warganya. Agustinus berharap pemerintah segera membantu warganya.

Untuk kampung sendiri, beberapa waktu lalu Pemkab Sarmi melalui Kabag Pemerintahan menjanjikan 2 motor untuk operasional setelah balai ini diresmikan Gubernur Papua bulan lalu. Kalau kendaraan itu ada, kami bisa bantu angkut hasil pertanian ke pasar,” kata Agustinus. (che/aj/LO1)

05 April 2011

Spesies Kuda Laut Mini Ditemukan

(www.kompas.com, 20-02-2011)

Spesies baru kuda laut mini

KOMPAS.com — Spesies baru kuda laut berhasil ditemukan. Kuda laut ini unik sebab berukuran hanya beberapa milimeter. Selain itu, spesies baru ini juga tidak memiliki struktur sirip di bagian dorsal atau punggung.

Spesies baru kuda laut ini dinamai Hippocampus paradoxus. Keberadaannya baru disadari setelah spesimen kuncinya disimpan lebih dari satu dasawarsa di South Australian Museum di Adelaide.

Ralph Foster, manajer koleksi di museum tersebut, mengatakan, "Spesies ini diketahui dari sebuah spesimen yang telah berada di museum sejak 1995. Saya menemukannya di rak pada 2006 dan menyadari ada yang tidak biasa."

Foster kemudian menganalisis dengan menggunakan CT Scan untuk mendapatkan citra tiga dimensi rangka hewan itu. Cara ini biasa digunakan ilmuwan untuk menentukan karakteristik taksonomi penting berdasarkan sistem rangkanya.

Setelah menganalisis, Foster menentukan bahwa spesimen tersebut memang spesies baru kuda laut. Spesies ini unik sebab berukuran mini, hanya beberapa milimeter, serta tidak memiliki sirip dorsal atau punggung.

"Penelitian membedakan dengan jelas spesimen dari semua spesies kuda laut yang ada," kata Foster. Karena itu, spesies ini dinamai paradoxus sebab ciri-cirinya aneh dan kontradiktif dengan spesies-spesies lain.

"Spesies ini mungkin tidak pernah atau setidaknya jarang ditemukan sebelumnya," tutur Foster. Hal itu mungkin berkaitan dengan habitat spesies yang terpencil ataupun minimnya survei.

Kedalaman tempat spesimen ini ditemukan termasuk zona Mesophotic. Zona tersebut biasanya di luar jangkauan scuba diver, yang biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui kemungkinan adanya spesies baru.

"Dugaan saya, kemungkinan spesies ini umum pada habitat pilihannya. Namun, dibutuhkan syarat-syarat sangat spesifik untuk membuatnya terdistribusi merata, kecuali Anda menemukan habitat tepat," ucap Foster.

Saat ini telah ditemukan 230.000 jenis kehidupan laut, termasuk kuda laut. Jumlah tersebut diperkirakan hanya 30 persen jumlah sebenarnya. Ilmuwan menduga banyak spesies akan punah sebelum ditemukan sebab banyak laut telah dirusak.

"Kuda laut adalah hewan yang sangat sensitif terhadap polusi dan kerusakan habitat. Bisa jadi jenis yang baru diidentifikasi sudah punah dari alam liar," kata Chris Brown dari Weymouth Sea Life Park.

Nasional : Ditemukan, Dua Spesies Baru Ular Berbisa

(www.kompas.com, 04-04-2011)

Ular pit viper bermata merah yang diyakini spesies jenis baru

KOMPAS.com - Para ilmuwan menemukan spesies baru ular berbisa dari keluarga pit viper di Asia Tenggara. Penemuan ini adalah hasil ekspedisi mengoleksi ular dari beberapa negara, yakni Vietnam, Laos, Kamboja dan Thailand.

Salah satu spesiesnya dinamai Cryptelytrops rubeus karena warna matanya yang merah delima. Spesies ini memiliki habitat di dekat kota Ho Chi Minh, dataran rendah di selatan Vietnam dan sebelah timur dataran tinggi Langobian di Kamboja.

Sementara spesies lain adalah Cryptelytrops cardamomensis yang memiliki mata berwarna hijau. Spesies tersebut ditemukan di pegunungan Cardamom dan berhabitat di wilayah tenggara Thailand dan tenggara Kamboja.

Dua spesies itu diyakini jenis baru setelah ilmuwan melakukan analisa genetik selama 12 tahun, melihat perbedaan fisik dan persebaran geografis dari variasi ular berbisa yang sebelumnya dikelompokkan dalam jenis ular berbisa mata besar (Cryptelytrops macrops).

Anita Malhotra dari Bangor University, salah satu anggota tim yang terlibat penelitian mengatakan, "Dua spesies itu memiliki perbedaan dalam komponen genetik mitokondria dan inti dan secara geografis terpisah, ada di pegunungan yang berbeda."

Malhotra mengatakan bahwa spesimen ular Cryptelytrops rubeus, terutama sangat sedikit dan hanya beberapa orang saja yang pernah melihat spesies tersebut. "Kami hanya punya sangat sedikit informasi sejujurnya," tandas Malhotra.

Malhotra mengatakan, bahwa ada kemungkinan spesies tersebut ini terancam punah. Hasil penelitian Malhotra dan timnya dipublikasikan di jurnal Zootaxa yang terbit 4 Februari 2011 lalu.Sumber :National Geographic, Mongabay

Dua Spesies Baru Ikan Pari dari Amazon

(www.kompas.com, 04-04-2011)

KOMPAS.com — Para biolog berhasil menemukan dua spesies ikan pari air tawar baru dari hutan Amazon. Kedua pari tersebut secara informal disebut sebagai pari panekuk karena penampakannya yang mirip panekuk berukuran raksasa.

Kedua spesies tersebut berukuran cukup besar, dinamai Heliotrygon gomesi dan Heliotrygon rosai. Spesimen Heliotrygon gomesi ditemukan di wilayah hutan hujan tropis dekat Iquitos, Peru.

Famili ikan jenis tersebut, terdiri dari ikan pari air tawar di wilayah tropis yang disebut New World, memang dikenal berukuran cukup besar. Ikan pari air tawar bisa mencapai ukuran diameter 1,5 meter saat dewasa.

Penemuan itu dipublikasikan di jurnal Zootaxa edisi 24 Februari 2011. Peneliti sangat terkesan dengan hasil penelitian tersebut. Penemuan ini membuktikan bahwa hutan Amazon belum sepenuhnya tereksplorasi dan terdokumentasi.

Nathan Lovejoy dari Universitas Toronto mengatakan, "Hal terpenting yang diberitahukan penelitian ini adalah masih adanya ikan-ikan besar lain di Amazon yang belum ditemukan dan dideskripsikan."

Selain unik karena bentuknya yang mirip panekuk, ikan pari ini juga berbeda karena ukurannya yang relatif besar, memiliki celah pada bagian perutnya, dan struktur seperti duri di ekornya.