( Cenderawasih Pos, Sabtu 04 Maret 2006 )
Untuk memacu pertumbuhan ekonomi rakyat, sejak tahun lalu dicanangkan revolusi gerakan koperasi, namun sampai saat ini belum menunjuklcan adanya kemajuan, sehingga membuat Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Papua menggagas untuk mewujudkannya.
Bersama dengan Pemda Jayapura, Dekopinwil Papua melakukan terobosan baru untuk mewujukan
tumbuhnya perekonomian rakyat ini dengan melihat potensi yang besar di Danau Sentani yang belum dikelola secara baik. Ketua Dekopinwil Papua, Drs H Sulaeman Hamzah mengatakan, seiring dengan pencanangan kebangkitan ekonomi rakyat ini, baru-baru ini telah dilakukan kerjasama antara Dekopin pusat dengan 17 BUMN dan BUMD sehingga secara nasional ekonomi kerakyatan bangkit lagi "Petani juga diharapkan bangkit untuk memperkuat perekonomian nasional supaya tidak terikat dengan produk dari luar,"ujarnya di Pasar Ikan Hidup, Sentani, kemarin.
Dalam hal ini, Dekopin wilayah Papua menggagas pengembangan usaha perikanan air tawar di Danau Sentani dengan system budidaya dengan keramba. Menurut Sulaeman, Dekopinwil Papua juga akan bekerjasama dengan Pemda Jayapura untuk penggunaan Pasar Ikan Hidup di Sentani guna menghidupkan perekonomian rakyat.
Apalagi, Dekopinwil Papua telah menyiapkan kerjasama itu dengan mendata seluruh potensi yang ada di Danau Sentani, baik petani karamba, sumber daya ikan yang tersedia dan perkiraan produksinya.
"Dalam pengembangan budidaya ikan dengan system keramba ini, petani keramba dapat difasilitasi Dekopinwil Papua dalam rangka produksi dan pemasarannya,"kata Sulaeman.
Diungkapkannya, dari data hasil survey produksi budidaya ikan keramba di Danau Sentani ini, sedikitnya ada sekitar 177 petani, dengan jumlah keramba sebanyak 556 petak dan dengan jumlah ikan siap panen sekitar 18 ton ikan dan juga panen untuk seterusnya dalam 2 bulan ke depan sebanyak 937 ribu ekor siap di panen yakni ikan mas, ikan mujaer dan ikan nila.
"Ini dari hasil survey produksi ikan keramba di Distrik Sentani sebanyak 36 orang dengan jumlah keramba dan 91 petak, di Distrik Sentani Timur sebanyak 64 petani dengan jumlah keramba sebanyak 243 petak, di Distrik Ebungfau sebanyak 58 petani dengan jumlah keramba sebanyak 167 petak dan Distrik Waibu ada sekitar 16 petani dengan keramba sebanyak 55 petak,"ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya menargetkan setiap harinya nanti akan bisa panen sekurang-kurangnya 1 ton ikan dan setiap hari juga akan diiringi dengan pemasukan bibit sebanyak 5.000 ekor ikan yang akan terus berlanjut.
Dari panen ikan ini nantinya, ujar Sulaeman, bisa memenuhi permintaan pasar lokal di Kota Jayapura. Setahun kemudian, pihaknya mengharapkan petani keramba ini dapat menghasilkan 5 ton ikan tiap harinya. "Kami targetkan, pada tahun ke empat petani keramba ini sudah mampu dan mandiri,"ujarnya.
Ditambahkan, pihaknya juga akan menggelar ceramah ekonomi kerakyatan yang langsung dibawakan Ketua Umum Dekopin Pusat, Adi Saseno, di Aula Kantor Bupati Jayapura, Senin (6/3) mendatang yang akan dihadiri instansi terkait di provinsi maupun kabupaten/ kota. Kegiatan ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan sehingga diharapkan secara nasional ekonomi kerakyatan akan bangkit lagi. **
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
05 June 2006
Jayapura : Ketika Dekopinwil Papua Menggagas Pengembangan Budidaya Ikan Keramba Untuk Menghidupkan Ekonomi Rakyat, Akan Gunakan Pasar Ikan Hidup di Se
Jayapura : SKP Jayapura Ajak Masyarakat Sadar Lingkungan Hidup
( Informasi Konservasi Papua, Minggu 04 Juni 2006 )
Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup yang jatuh hari ini, (5/6), SKP (Sekretariat Keadilan dan Perdamaian) Keuskupan Jayapura melakukan kerja bhakti dengan membersihkan pantai Dok II Jayapura, Sabtu
(3/6) akhir pekan kemarin.
Memang kalau kita lihat di sepanjang jalan pinggiran pantai Dok II memang banyak sekali sampah-sampah yang merusak pemandangan pantai Dok II itu sendiri. Dan kebanyakan sampah yang ada disitu adalah banyaknya botol-botol minuman keras, serta pecahan-pecahannya yang banyak kita temui di sepanjang pasir pantai.
Direktur SKP Keuskupan Jayapura, Br Budi Hernawan mengatakan bahwa saat ini lingkungan hidup di Papua sudah tidak nyaman lagi, sehingga di hari lingkungan hidup ini, pihaknya sengaja menggelar pembersihan sampah ini untuk menyadarkan masyarakat. "Kegiatan ini untuk mengajak kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kita yang mulai rusak ini,"kata Budi.
Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin membangkitkan kesadaran masyarakat Kota Jayapura untuk peduli terhadap lingkungan hidup dan menyadari bahwa lingkungan hidup saat ini sudah rusak, sehingga perlu berbuat sesuatu. Kegiatan pembersihan sampah di pantai Dok II Jayapura ini, lanjutnya, juga merupakan pendidikan publik untuk menjaga kebersihan Kota Jayapura ini dari sumpah, apalagi setiap kali ada hujan di Kota Jayapiira ini selaluy tergenang air bahkan ada yang kebanjiran. SKP Keuskupan Jayapura juga akan melakukan penghijauan di beberapa tempat dan menjelang 4 Oktober 2006 akan menggelar lomba karya tulis ilmiah dan penyadaran publik serta advokasi lingkungan.
Sekedar diketahui bahwa kegiatan ini diikuti oleh tokoh pemuda, tokoh masyarakat. Sedangkan dari unsur LSM diikuti oleh Conservation International Indonesai (CI-Papua), WWF, dan YPLHC.
(irwan chalid)
04 June 2006
Jayapura : Warga, Diminta Terus Dukung Upaya Kebersihan
( Cenderawasih Pos, Sabtu 03 Juni 2006 )
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura untuk mengajak masyarakat selalu berbudaya hidup disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungannya, mulai nampak. Terbukti, akhir-akhir ini, masyarakat dengan secara sukarela membersihkan lingkungannya dari masalah sampah, sebut saja daerah Kotaraja dan sekitarnya, daerah perumnas Waena dan Kelurahan Yabansai dan sekitarnya.
Menyikapi itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Jayapura, Luhulima S, mengatakan, Pemkot meminta kepada warga agar perilaku baik tersebut hendaknya terus dipertahankan dan untuk terus mendukung upaya kebersihan lingkungan.
"Kami sampaikan banyak terima kasih kepada warga yang sudah punya kepedulian terhadap lingkungannya tersebut. Kami juga sangat menghargai jerih payahnya masyarakat itu," katanya kepada Cenderawasih Pos, via telepon, Jumat (2/6) kemarin.
Dijelaskannya bila adanya suatu kerjasama yang sangat, baik antara masyarakat dan pemerintah, maka secara otomatis pula akan tercipta suatu sausana kebersamaan, serta saling bahu membahu dalam mengoptimalkan masalah kebersihan lingkungan, terutama mengenai masalah sampah yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat.
Bila kebersamaan tecipta maka persoalan sampah di Kota Jayapura, lambat laun akan dapat ditangani secara baik, sehingga tidak menimbulkan masalah terhadap lingkungan, dalam hal ini pada kesehatan lingkungan masyarakat. "Kalau kesadaran masyarakat sudah mulai nampak dengan jelas, itu kan berarti suatu kemajuan kan. Untuk sadar itu merupakan hal yang sangat luar biasa. Nah untuk itu bersih itu indah,"terangnya.(nls)
03 June 2006
Timika : Pangkoarmatim: Sejak Januari Sekitar 60 Kapal Ikan Ditangkap
( Cenderawasih Pos, Jumat 02 Juni 2006 )
Panglima Komando Armada Timur (Pangkoarmatim) Laksamana Muda TNI Waldi Murad, mengatakan, selama ini jajaran TNI Angkatan Laut di Kawasan Timur Indonesia khususnya di Perairan Papua, telah melakukan pengamanan dan penertiban di laut untuk mengurangi tingkat pencurian ikan dalam bentuk illegal fishing.
TNI AL telah menerjunkan tiga kapal patroli mengawasi Perairan Papua. Sejak Januari 2006, sedikitnya 60 kapal milik perusahaan asing maupun nasional, ditangkap dan puluhan diantaranya telah diadili di pengadilan negeri baik di Timika maupun di Merauke.
Hal itu dibeberkan Laksda Waldi Murad ketika ditemui Radar Timika (Group Cenderawasih Pos) di Ruang Very Important Personal (VIP) Bandara Moses Kilangin, Kamis (1/6). Lanjut Laksda Waldi Murad, pengamanan dan penertiban laut di kawasan Timur Indonesia khususnya di Papua termasuk Timika, tidak diketahui oleh masyarakat. Namun selama ini tiga kapal KRI dikerahkan untuk mengamankan perairan Papua dari pencurian ikan oleh kapal-kapal illegal. Menurutnya yang penting dilakukan adalah menambah armada kapal dan personil. "Dengan laut yang begitu luas, tentu membutuhkan peralatan dan personil yang besar, sehingga kita melakukan pembenahan di semua sektor secara perlahan-lahan,"ujamya
Dengan adanya patroli laut terus-menerus, kata Laksda Waldi Murad, diharapkan kapal-kapal tersebut akan jera sehingga menangkap ikan dengan cara yang legal. Menanggapi isu adanya "orang kuat" dibalik penangkapan ikan illegal, menurut Pangkoarmatim, semua akan diproses. Yang salah menurutnya harus dihukum. Yang terpenting menurutnya pengadilan dimana saja berani dan tegas.
"Selama ini PN Timika termasuk tegas,"katanya. Pangkoarmatim dan rombongan tiba di Timika sekitar pukul 10.55 WIT menumpang pesawat Garuda dari Jayapura, setelah menghadiri serah terima jabatan Danlantamal V Papua dari pejabat lama Brigjen TNI Sapardi kepada pejabat baru Brigjen TNI Mar Odir Sumantri Dipraja, SIP, hari Rabu lalu di Jayapura.
Laksda Waldi Murad berada di Timika dalam rangka mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Laut RI Laksamana TNI Slamet Subiyanto yang akan tiba di Timika sekitar pukul 16.30 WIT nanti dari Tual, Maluku Tenggara, dengan pesawat Cassa milik TNI AL
Jayapura : Penangkapan Kapal Ikan Philipina, Mulai di BAP
( Cenderawasih Pos, Jumat 02 Juni 2006 )
Tertangkapnya kapal penangkap ikan asing berbendera Philipina oleh jajaran Satroltas Lantamal V Jayapura, karena diduga melakukan kegiatan penangkapan ikan (ilegal fishing) di wilayah perairan Indonesia (Papua), Rabu (18/ 5) masih ditindaklanjuti.
Saat ini, kasus tersebut sudah masuk dalam tahapan penyidikan oleh penyidik Lantamal V. Berkaitan dengan itu, kapten kapal Ronald Elejen telah menjalani proses pemeriksaan. Bahkan hasil keterangan atau pemeriksaannya telah dilakukan pemberkasan (baca di-BAP-kan).
Selain kapten kapal, kru lainnya yang akan menjalani pemeriksaan adalah kepala mekaniknya. Dalam perkara itu, kapten kapal dijerat dengan Undang-undang perikanan, khususnya mengenai pasal pelanggaran memasuki wilayah perairan negara lain tanpa memiliki dokumen atau izin. Sementara itu, untuk kepentingan sebagai barang bukti, kapal maupun ikan hasil tangkapannya, saat ini masih diamankan di Pelabuhan Porasko, Jayapura.
Menurut Komandan Satroltas Lantamal V Jayapura Mayor Laut (P) Yanni, untuk proses penyidikan, tidak semua kru yang ada di kapal itu menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan hanya dilakukan terhadap pimpinan yakni kapten kapal atau nahkoda, dan pimpinan bagian mekanik serta bagian penangkapan ikan. "Untuk kepentingan proses hukum, kami sudah melakukan pemanggilan terhadap kapten kapal dan pimpinan mekanik untuk menjalani pemeriksaan,. Setelah BAP-nya lengkap, kita akan segera limpahkan ke Jaksa"katanya.
Seperti diketahui, kapal berbendera Philipina bernama Golden Blishing ditangkap KRI Kalakay di wilayah perairan Papua, karena telah memasuki perairan negara lain tanpa memiliki izin. Disamping masuk perairan negara lain, kapal itu juga melakukan kegiatan penangkapan atau pencurian. Setelah tidak diperiksa dan terbukti tidak memiliki izin penangkapan ikan diwilayah perairan Indonesia, kapal itu langsung digiring ke Pelabuhan Porasko Jayapura untuk proses hukum lebih lanjut. (mud)
Jayapura : Kembangkan Potensi Sumber Energi Air Dibutuhkan Investor
( Cenderawasih Pos, Jumat 02 Juni 2006 )
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Paulus Jantewo, BE menyatakan, untuk mengembangkan sumber potensi air menjadi sumber energi listrik, dibutuhkan investor. Sebab, untuk membangun potensi sumber air, sekaligus kepentingan eksplorasi membutuhkan dukungan dana yang sangat besar.
Menurut Jantewo, kehadiran investor untuk membangun potensi sumber tenaga air itu sangat penting, bahkan menjadi keharusan juga proyek itu mau dikembangkan di Papua, termasuk para investor untuk mengunakan sumber tenaga air tersebut. "Untuk apa PLTA itu dibangun, jika pemanfaatannya tidak ada. Kalau potensi sumber tenaga air itu mau dibangun, maka harus ada yang mau memanfaatkannya, terutama kalangan pengusaha,"katanya, kemarin.
Sebab jika dibandingkan dengan PLN, maka pengunaan sumber potensi energi air itu jauh lebih efisien dan lebih murah. Hanya saja kalau berpikir soal potensi air, maka langkah awal yang harus dipenuhi adalah memerlukan investasi yang cukup besar. Mengenai berapa besarnya investasi itu sangat tergantung, dengan daya yang akan dibangun.
Menurut dia, makin besar daya yang akan dibangun, maka investasi yang diperlukan makin besar juga. Namun untuk kepentingan pemanfaatan jangka panjang, potensi energi air jauh lebih menguntungkan.
Sebab, banyak hal yang bisa dimanfaatkannya, seperti air itu bisa diarahkan ke bidang pertanian, perikanan dan bidang lainnya. " Intinya jika energi air ini dapat dibangun atau dikembangkan di Papua, akan memiliki banyak fungsi (multifungsi) bagi kehidupan masyarakat,"katanya.
Selain itu lanjut dia, air dari hasil eksplorasi itu juga bisa dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat. Sebab, kalau semuanya hanya mengharapkan dari sumber potensi pegunungan seperti di cyclop, maka pada waktu tertentu akan habis, akibat rusaknya lingkungan di daerah penyangga.
"Disinilah kehebatan dari pemanfaatan sumber potensi energi air itu, bila dibangun dengan baik. Sebab di papua ini tidak akan mungkin yang namanya terjadi krisis air, karena tidak ada musim kemarau. Sehingga untuk kepentingan pemanfaatan sumber energi air, tidak ada masalah,"ujarnya. (mud)
Jayapura : Di Holtekamp Bakal Dibuka 500 Ha Areal Tambak
( Cenderawasih Pos, Jumat 02 Juni 2006 )
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Jayapura Ir. Jan Piet Nerokouw, MP mengatakan, pihaknya merencanakan membuka tambak di wilayah Holtekamp seluas 500 Ha. Rencana pembuatan areal tambak ini katanya sudah dilaporkan kepihak departemen kelautan dan perikanan, bahkan pada kunjungan utusan Dirjen Budidaya Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan tanggal 30 Mei
2006 lokasi tersebut sudah ditinjau.
Kunjungan yang dilakukan pihak departemen kelautan dan perikanan ini merupakan rangkaian monitoring dan evaluasi penggunaan DAK dan dana reboisasi tahun ini. Mereka dari Dirjen Budidaya Perikanan yang dipimpin langsung Direktur Perbenihan DR Agus. Hanya untuk kepastian pembukaan areal tambak yang terbesar ini harus menjadi perhatian yang serius dari pihak Pemerintah Kota Jayapura dengan membentuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Sebenarnya pihak departemen meminta supaya segera membuat RTRW, namun itu kami akan upayakan tahun 2007 selesai. Dan yang kami akan lakukan sekarang adalah melakukan peninjauan tentang pembuatan kanal dari laut dengan pembuangan di Kali Buaya. Dalam monitoring ini kami akan lakukan dengan Dinas PU dan Bapeda,"katanya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/6) kemarin. Dikatakan meskipun baru tahap perencanaan namun dipastikan rencana pembuatan ratusan hektar tambak ini. Di Nafri juga akan dibuat sekitar 4 Ha sudah terealisasi tahun 2007. "Kami akan berupaya menyelesaikan persyarakat pihak pusat supaya segera mengucurkan dana dan pembukaan tambak segera dilakukan, tentunya diharapkan paling lambat 2007,"tandasnya.
Menururnya, pembukaan areal tambak ini lebih banyak melibatkan masyarakat lokal. Hal itu akan dilakukannya supaya masyarakat lokal dapat diberdayakan dan bisa meningkatkan pendapatannya pula. "Kalau ini sudah ditindaklanjuti nanti maka diharapkan masyarakat lokal yang terlibat langsung dan sebagai pengelola di lapangan,"kata Nerokouw. (ito)
02 June 2006
Merauke : PN Merauke Gelar Sidang Perdana Kasus Kayu Ilegal
( Cenderawasih Pos, Kamis 01 Juni 2006 )
Karena diduga mengangkut kayu olahan tanpa dilengkapi dokumen yang sah berupa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH), seorang pengusaha di Merauke berinisial Kr mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Merauke.
Terdakwa yang sehari-harinya membangun kapal nelayan tersebut, oleh Jaksa Penuntut Umum, I Wayan Sutarjana, SH dinilai melanggar Pasal 50 ayat (3) huruf h UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Pada sidang perdana dengan pembacaan surat dakwaan, terdakwa didampingi pengacaranya Roland Wattimuri, SH. Dari dakwaan JPU tersebut, terungkap penangkapan kayu olahan sebanyak kurang lebih 3 meter kubik dengan berbagai ukuran itu berhasil dilakukan pihak Kepolisian Polres Merauke saat terdakwa mengangkut kayu olahan dengan sebuah truk dari Kampung Senayu Distrik Semangga tujuan Lampu Satu Merauke.
Saat truk berada di Jalan Gak Merauke, pemilik tidak dapat memperlihatkan dokumen yang sah berupa SKSHH, tapi hanya berupa surat keterangan pengangkutan kayu rakyat yang jenis dan ukuran kayu berbeda.
Sebelum pembacaan dakwaan tersebut, Majelis Hakim yang diketuai Mathius, SH dengan Anggota Beauty WSP, SH dan Ina Rahman membacakan surat perintah penahanan terdakwa untuk jangka waktu 30 hari.
Pengacara terdakwa Roland Wattimuri, SH, langsung akan mengajukan surat penangguhan penahanan terdakwa, namun oleh Ketua Majelis Hakim menyampaikan bahwa pengajuan surat penangguhan tersebut mempunyai masa tenggang untuk diajukan setelah surat perintah dikeluarkan.
Sidang dilanjutkan Selasa depan untuk mendengarkan eksepsi dari PH terdakwa. Terdakwa sendiri menolak jika dirinya disebut melakukan illegal logging. Bahkan ia menilai, dirinya hanyalah sebagai korban kebijakan pemerintah. Sebab, menurut terdakwa, pada saat itu dirinya sudah berulang-ulang mengurus SKSHH ke instansi yang berwenang mengeluarkan dokumen tersebut namun tidak dikeluarkan sebab pada itu sendiri untuk sementara SKSHH tidak dikeluarkan. (ulo)
Manca Negara : Amerika : Demi Pasangan, Katak Túngara Jantan Mengubah Pita Suaranya
( Kompas, Kamis 01 Juni 2006 )
Katak tropis túngara jantan (Physalaemus pustulosus) memiliki jaringan serat lebih tebal di pita suaranya sehingga dapat merayu katak betina dengan suara yang kompleks. Demikian kesimpulan para peneliti dari Institut Penelitian Tropis Smithsonian di Panama yang dimuat dalam jurnal Nature edisi 4 Mei.
Katak túngara jantan menarik perhatian katak betina dengan mengeluarkan suara panjang dan pendek di daerah yang basah dan kubangan air selama musim hujan. Katak jantan pada awalnya mungkin hanya menghasilkan suara panjang, namun katak betina lebih tertarik pada katak yang mengeluarkan suara pendek.
Untuk mencari hubungan tersebut, para ilmuwan mengambil jaringan berserat di batang tenggorokan katak jantan melalui pembedahan ringan. Katak yang tidak memiliki bagian ini ternyata tidak dapat menghasilkan suara pendek lagi.
Katak tetap dapat menghasilkan suara panjang dan mencoba mengeluarkan suara-suara pendek. Namun, suara yang dihasilkan tidak sebaik suara pendek yang sebelumnya dapat dikeluarkannya.
"Dengan mengambil struktur di batang tenggorokan, kami mengurangi kemampuan seekor katak menghasilkan suara yang kompleks," kata peneliti utamanya, Dr Mike Ryan dari Universitas Texas, Austin. Mulai sekarang, lanjut Ryan, "Kami tahu bahwa terdapat struktur yang menjadi penentu suara tertentu."
"Percobaan ini menunjukkan bahwa jaringan berserat menghasilkan suara kompleks katak túngara jantan," kata peneliti lainnya Dr Marcos Gridi-Papp dari Universidade Estadual Paulista, Brazil. Namun, ini juga menunjukkan bahwa suara kompleks merupakan respon atas sikap tertariknya katak betina mengingat katak betina telah memperlihatkan rasa tertarik sebelumnya.
"Di samping membentuk perilaku katak jantan, ketertarikan katak betina juga mempengaruhi anatomi alat penghasil suara katak jantan. Hal tersebut mendorong pertumbuhan jaringan berserat yang lebih tebal untuk menghasilkan suara kompleks," kata Gridi-Papp.
"Hubungan yang sederhana antara jaringan berserat dan panggilan yang kompleks ini merupakan gejala evolusi kemampuan akustik yang dapat kami pelajari," kata Gridi-Papp. Perlu dilakukan penelitian pada spesies lain dalam satu genus untuk memahami mengapa hal tersebut muncul pada katak túngara namun tidak pada spesies lainnya.
Manca Negara : Amerika : Makin Banyak Spesies yang Terancam Punah
( Kompas, Kamis 01 Juni 2006 )
Beruang kutub dan kuda nil untuk pertama kalinya tercatat sebagai spesies yang terancam punah oleh badan keanekaragaman dunia. Kedua hewan itu masuk dalam Daftar Merah Spesies Terancam, yang dipublikasikan oleh World Conservation Union (IUCN), bersama dengan sekitar 1.600 spesies lainnya.
Selain itu, berbagai jenis hiu serta ikan-ikan air tawar di Eropa dan Afrika yang dahulu tidak masuk daftar, kini tercatat akibat populasinya yang semakin kecil.
Menurut IUCN, menurunnya keanekaragaman spesies ini akan terus meningkat bila tidak diambil tindakan secara global untuk menghambatnya.
"Daftar Merah 2006 menunjukkan tren yang jelas, yakni keanekaragaman hayati menghilang dengan cepat, bukan melambat," ujar direktur jenderal IUCN, Achim Steiner.
Secara keseluruhan, 16.119 spesies masuk dalam Daftar Merah tahun ini, yang merupakan survey paling mendetail dan bisa dipercaya mengenai kondisi tanaman dan hewan di Bumi. Survey mencakup lebih dari sepertiga dari semua spesies yang ada, atau sekitar satu dari tiga amfibi yang ada, seperempat pohon coniferus, dan satu di antara empat mamalia.
"Semakin banyak spesies yang kami daftar, makin banyak pula spesies terancam yang kami temukan," kata Jean-Christophe Vie, wakil koordinator program spesies IUCN. "Dan karena untuk mendata seluruh spesies butuh usaha lebih besar, maka angka 16.000 ini mungkin hanya menunjukkan sebagian kecil saja dari masalah sebenarnya."
Iklim, perusakan, dan perburuan
Beruang-beruang kutub secara khusus terpengaruh oleh hilangnya es di kutub, yang oleh IUCN disebut sebagai pengaruh perubahan iklim. Hewan-hewan ini membutuhkan es untuk bisa berburu anjing laut dan hewan lain. Tanpa es, kemampuan berburu mereka akan turun. Ada pula bukti bahwa gua-gua es yang menjadi tempat membesarkan anak mulai mencair tahun ini.
Beruang kutub terdaftar sebagai Vulnerable to Extinction atau spesies yang terancam punah, berdasar perkiraan bahwa populasi mereka akan turun 50 persen hingga 100 persen dalam waktu 50 hingga 100 tahun mendatang. Di wilayah tropis, kuda nil masuk daftar merah untuk pertama kali karena populasi hewan ini di Republik Demokrasi Kongo turun secara pesat hingga sekitar 95 persen dalam satu dekade.
Situasi politik negara yang bergejolak menyebabkan kurangnya pengawasan terhadap perburuan kuda nil, yang seringkali dibantai untuk diambil daging dan giginya. "Konflik regional dan ketidakstabilan politik di beberapa negara Afrika telah menciptakan situasi sulit bagi banyak penduduk, dan akibatnya pada kehidupan liar sungguh merusak," kata ilmuwan IUCN Jeffrey McNeely.
Penurunan populasi kuda nil di Kongo ini menyebabkan jenis hewan itu masuk dalam daftar terancam walau populasi di negara Afrika lain, termasuk populasi terbesar di Zambia, berkembang cukup baik.
Sementara itu, jenis kuda nil kerdil yang kurang dikenal juga terancam karena banyaknya penebangan liar serta sedikitnya perlindungan terhadap mereka di beberapa negara Afrika Barat. Ini menyebabkan status mereka meningkat dari Vulnerable (beresiko punah) menjadi Endangered (terancam punah).
Menurunnya populasi karena kerusakan habitat ini dialami oleh banyak sekali hewan. Yang bisa ditemukan di Indonesia antara lain kerusakan hutan di banyak tempat yang mengancam populasi orangutan, harimau, gajah, dan banyak lainnya.
Ancaman di udara dan kepedihan di air
Selain hewan-hewan darat, banyak jenis burung kini mengalami peningkatan ancaman punah yang lebih besar. Di samping karena wabah flu burung, kerusakan habitat dan kondisi lingkungan yang tidak sehat telah menjadi ancaman utama bangsa unggas.
Termasuk dalam daftar merah IUCN untuk pertama kalinya adalah burung godwit ekor hitam, jenis yang populer di kalangan pengamat burung Inggris dan Eropa. Spesies ini digolongkan sebagai Nyaris Terancam Punah.
"Burung ini mengikuti dua spesies Inggris lain yang masuk dalam daftar merah, yakni burung corncrake dan layang-layang merah," kata Grahame Madge, juru bicara Royal Society for the Protection of Birds (RSPB).
Untuk pertama kalinya pula, daftar merah memasukkan data-data komprehensif mengenai kondisi hewan-hewan laut. Di sana terlihat bahwa ikan-ikan hiu dan pari - anggota grup ikan elasmobranch - lenyap dalam laju yang mengerikan di seluruh dunia.
Sekitar 20 persen dari 547 spesies yang disurvey berada dalam populasi yang tidak sehat dan mengancam kelestarian mereka. Hiu malaikat (angel shark) bahkan dinyatakan punah dari Laut Utara, dan berada dalam kondisi Sangat Terancam Punah di seluruh dunia.
"Situasi menyedihkan yang dihadapi hiu-hiu dan ikan-ikan pari ini hanyalah ujung gunung es dari keseluruhan masalah," kata Craig Hilton-Taylor dari IUCN Red List Unit.
"Jadi sungguh sangat penting untuk mengambil tindakan konservasi, seperti pengaturan wilayah-wilayah bebas pengambilan ikan dan batasan-batasan penangkapan sebelum semua terlambat."
Di wilayah Mediterania, ikan-ikan air tawar menghadapi nasib yang lebih buruk dibanding rekan-rekannya di laut. Lima puluh enam persen dari 252 spesies endemik di Mediterania terancam punah, menurut IUCN. Sedangkan di Afrika Timur, seperempat ikan air tawar beresiko punah.
Secerah harapan
Namun tidak semua yang tercantum dalam laporan ini berisi kesedihan. Catatan optimis yang pertama adalah kenyataan bahwa jumlah spesies yang masuk dalam daftar merah tidaklah berbeda jauh dari daftar sebelumnya di bulan November 2004, yang menyatakan ada 15.589 spesies terancam.
Selain itu, jumlah spesies yang diyakini telah punah sejak 500 tahun terakhir tidak bertambah. Ini adalah suatu fakta bahwa usaha konservasi bukan sesuatu yang sia-sia.
Beberapa spesies bahkan turun kelasnya menjadi jenis yang tidak lagi terancam punah, seperti elang ekor putih yang populasinya bertambah lagi.
Sayang sekali cerita sukses itu tidak banyak, dan pesan utamanya tetap merupakan peringatan bahwa keanekaragaman di Bumi terus menurun. Dan semuanya tergantung pada kita, apakah kita akan membiarkan itu semua musnah bersama Bumi ini.
Manca Negara : Amerika : Ekosistem Bumi Terancam!
( Kompas Kamis 01 Juni 2006 )
Manusia telah merusak Bumi dengan kecepatan yang tidak diduga sebelumnya. Hal ini meningkatkan resiko kerusakan alam yang bisa mengakibatkan munculnya penyakit, kekeringan, atau "zona mati" di lautan, demikian disebutkan dalam sebuah laporan internasional hari Rabu (30/1). Penelitian yang melibatkan 1.360 ahli dari 95 negara ini menyebutkan bahwa naiknya populasi manusia selama 50 tahun terakhir telah meningkatkan pencemaran dan eksploitasi berlebih terhadap dua pertiga sistem ekologi yang menjadi tumpuan kehidupan.
"Aktivitas manusia telah merusakkan fungsi alami Bumi dan kemampuan eskosistemnya sehingga barangkali tidak akan ada yang tersisa bagi generasi mendatang," ungkap laporan Millennium Ecosystem Assessment.
Disebutkan, sepuluh hingga 30 persen mamalia, burung, dan jenis-jenis amfibi telah terancam punah. Ini adalah tanda menurunnya dukungan bagi kehidupan di planet kita. "Selama 50 tahun terakhir, manusia telah mengubah ekosistem secara lebih cepat dan meluas dibanding waktu lain dalam sejarah. Pertumbuhan permintaan makanan, air, kayu, serta, dan bahan bakar belum pernah sebanyak jangka waktu itu," demikian laporan menyebutkan. "Ini mengakibatkan hilangnya keanekaragaman kehidupan di Bumi."
Dicontohkan, sejak tahun 1945, semakin banyak tanah yang berubah menjadi lahan pertanian atau pemukiman dibandingkan sepanjang abad 18 dan 19. Mengenai hal itu, sekretaris jenderal PBB, Kofi Annan mengatakan penelitian ini menunjukkan bagaimana aktivitas manusia bisa menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala luas di seluruh dunia. Ia menyebutkan juga bagaimana unsur-unsur dasar kehidupan di Bumi mulai rusak dengan kecepatan yang memprihatinkan.
Bila kerusakan tidak segera di atasi, maka di masa depan akan banyak penyakit muncul. Panasnya danau-danau besar di Afrika karena perubahan iklim misalnya, akan bisa menyebabkan tersebarnya penyakit kolera. Sedangkan buangan pupuk dari pertanian yang masuk ke laut akan menyebabkan timbulnya zona mati di sepanjang pesisir. Disebutkan, penebangan hutan juga bakal mempengaruhi curah hujan. Dan dalam titik tertentu, kurangnya hujan akan mempengaruhi kondisi lahan di suatu wilayah. Oleh karenanya, penelitian ini mendesak pada berbagai pihak agar mengubah konsumsi terutama berkaitan dengan bahan bakar dan limbah yang ditimbulkan. Diperlukan juga adanya pendidikan lebih baik mengenai lingkungan, serta cara baru untuk mengolah kekayaan alam. (Rtr/wsn)
01 June 2006
Manca Negara : Inggris : Bagaimana Kaki Katak Melekat?
( Kompas, Rabu 31 Mei 2006 )
Meskipun basah, kaki katak dapat menempel di permukaan daun atau dahan tanpa terpeleset. Bagaimana mekanisme tersebut bekerja berhasil dipecahkan para peneliti, kuncinya pada struktur permukaan jari kakinya.
Sekilas, katak yang memiliki tubuh berlendir seharusnya kesulitan ketika kakinya menempel di permukaan karena licin. Namun, kenyataannya amfibi darat tersebut sangat lincah melompat dari dahan ke dahan tanpa terjatuh atau mengalami selip.
Gabungan peneliti dari Inggris dan Jerman berusaha mengungkapnya dengan mengamati katak pohon. Penelitian sebelumnya memperkirakan hal tersebut dipengaruhi kerapatan lendir yang menyebabkan gaya adhesi (tarik-menarik) antara kaki lendir di kaki katak dengan permukaan benda.
Namun, penelitian terakhir menunjukkan bahwa terdapat gaya lain yang mempengaruhinya. Katak pohon diketahui memiliki bintil-bintil kecil di permukaan jari-jarinya. Saat kaki katak menapak, bagian tersebut akan bersentuhan langsung dengan permukaan benda sehingga menghasilkan gaya gesekan.
Pola heksagonal
"Jari-jari kakinya tersusun dari struktur rapi dari sel-sel berbentuk heksagonal yang dipisahkan ruang di antaranya," kata Dr. Jon Barnes, penulis laporan penelitian yang juga ahli hewan dari Universitas Glasgow. Bayangkan saat kakinya menekan permukaan daun, lanjut Barnes, maka setiap selnya akan menekuk ke arah terdekat.
Jika diamati lebih teliti, setiap sel dilapisi bintil-bintil berskala nanometer. Saat itulah terbentuk gaya gesekan yang akan menahan permukaan kakinya selip. Bahkan, kontak langsung seperti ini tetap terjadi meskipun permukaan kaki katak dilapisi lendir.
Untuk melihat bagaimana mekanisme ini bekerja, tim peneliti mengukur tebal lendir. Mereka menemukan, lendir yang melapisi permukaan jari-jari kaki katak hanya setebal 100 nanometer.
Lendir setipis ini tidak menghambat permukaan jari-jari kaki melakukan kontak secara langsung ke permukaan benda. Lendir tersebut juga tidak terlalu pekat sebagaimana perkiraan sebelumnya.
"Kami menemukan bahwa cairan tersebut hanya 1,6 kali lebih pekat daripada air," kata Barnes. Jadi, lendir di tubuh katak relatif sangat cair dibandingkan dengan sirup yang ribuan kali kerapatan air.
Menurutnya, gaya gesek yang dihasilkan dari kontak inilah yang lebih mempengaruhi mekanisme menempelnya kaki katak dibandingkan kerapatan lendirnya. Lendir yang sangat pekat justru akan menghambat gerakan katak saat melompat.
Temuan yang dilaporkan dalam jurnal Interface ini mungkin dapat ditiru untuk merekayasa bahan antiselip, misalnya untuk permukaan ban basah. Namun, menurut Barnes masih sulit untuk diwujudkan terutama terhambat masalah ukuran.
Mobil jelas lebih besar daripada katak pohon dan apa yang bekerja pada skala mikro belum tentu bekerja pada skala makro. Kecuali, para peneliti berhasil melipatgandakan ukuran permukaan buatan yang bersifat seperti kaki katak 100 kali lipat lebih besar.
"Anda mungkin dapat melakukannya, namun tidak ada jaminan untuk itu. Meskipun demikian, saya rasa mungkin dapat dimanfaatkan terutama pada alat-alat berukuran kecil," ujar Barnes.