Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

28 December 2006

Sorong : Raja Ampat Sebagai Kawasan Konservasi Laut

( Media Indonesia, Rabu, 27 Desember 2006 )
Dua organisasi internasional bidang konservasi menyambut baik komitmen Pemda Sorong dan masyarakat Kabupaten Raja Ampat yang menetapkan enam kawasan penting sebagai Kawasan Konservasi Laut (KKL) pada Jumat (15/12).Dua organisasi tersebut ialah Conservation International (CI) Indonesia dan The Nature Conservancy (TNC). Regional Vice President CI Indonesia Jatna Supriatna mengatakan, keenam kawasan tersebut yaitu Kofiau, Misool Timur Selatan, Waigeo Selatan, Teluk Mayalibit, Wayag, Sayang-Piai, dan Ayau, dengan luas lebih dari 550.000 ha atau 30%dari total luas wilayah Kabupaten."Keenam wilayah ini ditetapkan oleh Bupati Raja Ampat, Marcus Wanma, setelah masyarakat adat Raja Ampat memberikan mandatnya kepada pemerintah daerah untuk mengelola kawasan-kawasan tersebut bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.Menurut dua organisasi internasional itu menilai, penetapan keenam KKL ini sangat strategis bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat yang luas perairan lautnya tujuh kali lipat luas daratan. KKL itu juga memiliki pulau dengan keanekaragaman hayati dan ekosistem bagus.


CI dan TNC menyambut baik inisiatif Pemerintah dan masyarakat Raja Ampat yang menetapkan beberapa wilayahnya sebagai kawasan konservasi. "Kami akan melanjutkan kerjasama yang sudah baik selama ini dengan masyarakat setempat termasuk Dewan Adat, pemerintah daerah dan pusat dalam menfasilitasi proses penetapan kawasan dimaksud untuk menuju tahapan pengelolaan KKL yang efektif sehingga memberi manfaat ekonomi pada masyarakat Raja Ampat dalam jangka panjang." papar Jatna Supriatna.

Sementara itu Country Director TNC Indonesia, Rili Djohani, mengatakan, hasil survey keanekaragaman hayati yang dilakukan baik oleh CI maupun TNC pada tahun 2001 dan 2002 menunjukkan perlunya jejaring kawasan konservasi laut multi-guna di Raja Ampat untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem laut yang dapat menjamin keberlanjutan sektor perikanan subsisten dan komersial jangka panjang."Enam KKL yang baru saja ditetapkan merupakan langkah awal yang strategis untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat," ungkap Riri. (RO/OL-04)

20 December 2006

Publikasi : Enewsletter WWF-Indonesia Program Region Sahul Papua - Edisi IV / 2006 Bahasa Indonesia

Topik Bahasan
  • TransFly Ecoregion : Wilayah penting suku besar Malind Anim dalam tata ruang di Selatan Papua
  • Inisiatif penyediaan data dan informasi spatial New Guinea
  • Pilot Project CBSFM di Jayapura : Pengalaman Pengelolaan Hutan oleh Kopermas di Tanah Papua
  • Pilot Project CBSFM di Jayapura : 3 kampung belajar bersama untuk memetakan wilayah adat dan sumber daya alamnya
  • Pemetaan Partisipatif di Asmat : Penuh Tantangan dan Kesungguhan Hati
  • Konservasi Penyu Belimbing : 115 Ha wilayah Pantai Saubeba dan Warmandi area bebas peneluran Penyu Belimbing
  • Taman Nasional Teluk Cenderawasih : Melibatkan Masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam
  • Taman Nasional Teluk Cenderawasih : Speed boat untuk Menunjang aktifitas Konservasi di Teluk Cenderawasih
Untuk informasi lebih lanjut atau untuk mendapatkan elektronik newsletter ini silahkan menghubungi : Lie Tangkepayung (njtangkepayung@wwf.or.id ) atau Mardiana Warnares (mwarnares@wwf.or.id )
© 2007 WWF- Indonesia Region Sahul
Kantor Program WWF-Indonesia Region Sahul Papua
Jl. Raya Waena-Sentani No.1 Jayapura Papua Indonesia.
Telepon +62 967 574205 Faximile +62 967 574204

Jayapura : Stop Illegal Logging diPapua, Menhut: Semua Orang Asing yang Ada di Kawasan Hutan Harus Dikejar

( Cenderawasih Pos, Selasa 19 Desember 2006 )
Indikasi masih adanya kejahatan pembalakan liar atau kegiatan illegal logging di Indonesia, khususnya di Papua, merupakan salah salu masalah kehutanan yang menjadi perhatian pemerintah hingga 2009."Cukong-cukong kayu ini akan terus dikejar karena telah merugikan negara dan masyarakat. Kegiatan pembakalan harus dibasmi dan sama sekali tidak diperkenankan, karenanya ini menjadi salah satu program prioritas kami hingga tahun 2009 mendatang,"kata Menteri Kehutanan MS Ka'ban saat memberikan sambutan pada acara pencanangan rehabilitasi di Rinawen Buper, Waena, Senin (18/12) kemarin.

Selain pembasmian pembalakan liar, hal lain yang menjadi perhatian peme­rintah kata Ka'ban adalah kebijakan penuntasan pembagian kewenangan pengelolaan hutan yang masih terus dipersoalkan selama ini. Bahkan tentang itu merupakan salah satu program prioritas Departemen Kehutanan dari lima pro­gram hingga tahun 2009 mendatang. Meski mengakui itu tidak mudah, namun pihaknya akan melihat itu. "Penyelesaian konflik tentang kewenangan yang terjadi selama ini akan menjadi program prioritas kami. Batasan-basatan kewenangan antara pusat, daerah dan masyarakat harus diperjelas, sehingga pengelolaan hutan ini benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,"paparnya.

Dikatakan, perlunya pembagian kewenangan ini secara jelas mengingat masyarakat merasa dirugikan akibat kurang jelasnya batasan-batasan kewenangan. Kewenangan pengelolaan hasil hutan selama ini masih ditangani langsung oleh pihak pusat se­hingga kebijakan itu dinilai merugikan masyarakat setempat yang ada di daerah. Sekadar diketahui, empat pro­gram prioritas lainnya yang dimaksud Ka'ban adalah rehabilitasidan konservasi lahan-lahan kritis, pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat pemilik hutan, gerakan revitalisasi industri kehutanan dan gerakan pembasmian kegiatan pembalakan hutan (cukong kayu).

Sementara, disinggung soat maraknyu illegal logging di Papua. bahkan.masih terjadi selama ini seperti adanya temuan para pegusaha Papua dan pejabat Pemda Papua di China belum lama ini, Ka'ban berkelit dan mengatakan, kalau kayu-kayu itu asalnya dari Papua New Guinea (PNG). Meski disinggung soal label Papua yang masih melekat pada kayu log yang ditemukan di China itu, dia langsung berlalu dan jalan. "Kalau kayu itu (di China) adalah kayu dari PNG," ujarnya singkat.

Ka'ban lagi-Iagi tidak memberikan jawaban secara jelas saat disinggung soal izin-izin kayu yang terkesan merugikan masya­rakat Papua. Pertayaan yang diajukan Cenderawasih Pos itu tidak dipedulikan lalu menoleh ke wartawan lainnya dan berlalu ke mobilnya.

Kerja sama rehabilitasi lahan dan konservasi Departemen Kehutanan dengan DPD KNPJ Provinsi Papua dilakukan dalam penandatanganan Meomerandum of Understanding (MoU) di Rinawen, Bumi Perkemahan Waena, Senin (18/12) kemarin. Pe­nandatanganan itu dilakukan oleh Ketua DPD KNPI Provinsi Papua M. Rifai Darus, SH dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan Perhutanan Ir. Darori, MM. Acara penandatanganan itu disaksikan Menhut Ka'ban dan Kadishut Provinsi Papua Ir Marthen Kayoi.

Acara penandatangan yang dijadwalkan pukul 07.00 WIT molor hinggal pukul 11.45 WIT atau molor 5 jam lebih. Usai penandatangan dilanjutkan de­ngan pencanangan rehabilitasi dan konservasi lahan kritis ini ditandai penanaman pohon kayu marbau (kayu besi) oleh Menteri Kehutanan MS Ka'ban. Pencangan itu diguyur hujan se­hingga Ka'ban terpaksa menggunakan payung.

Usai pencanangan itu dilanjutkan dengan penanaman secara serentak 2000 pohon bibit kayu merbau. Kerja sama ini akan ditindaklanjuti pada rehabilitasi lahan-lahan kritis pada tahun-tahun yang akan datang. Pencanangan rehabilitasi dan konser­vasi ini akan terus ditindak­lanjuti.

Sekadar diketahui, lahan kritis di Papua saat ini menurut Marthen Kayoi berjumlah 3,6 juta Ha, sedangkan total lahan kritis di Indonesia 59,3 juta Ha. "Kerja sama ini harus ditindak­lanjuti secara terus-menerus, jangan ganti menteri lalu kerja sama ini tidak jalan lagi. Disisi lain, juga saya minta supaya KNPI Provinsi Papua benar-benar menindaklanjuti program ini dengan baik dan jangan hanya dalam bentuk seremonial seperti ini," papar Ka'ban.

Menhut juga mengatakan, ke depan nanti hasil hutan harus dimanfaatkan rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat sendiri. Hal itu dikatakan karena maraknya pembalakan hutan selama ini, sementara masyarakat sebagai pemilik tidak merasakan dari hasil hutan tersebut. "Kedepan hasil hutan harus dirasakan masyarakat dan untuk kesejahteraannya,"tandasnya.

Sementara itu Ketua KNPI Provinsi Papua M Rifai Darus mengatakan, pemuda siap akan mendukung kebijakan peme­rintah dalam berbagai pembangunan. Karenanya penanda­tangan MoU dibidang rehabi­litasi dan konservasi ini akan terus ditindaklanjuti kedepan de­ngan menggeraknya semua komponen pemuda yang ada di Papua.

"Kami melihat banyak pro­gram pemerintah selama ini hanya jalan di tempat, termasuk rehabilitasi. Terkait dengan itu pemuda melihat perlu ikut mengambil bagian, termasuk melibatkan masyarakat adat,"paparnya. "Kebijakan pembangunan di Papua harus mengedepankan pendekatan kasih karena selama ini masyarakat mendapat perlakuan yang kurang adil di sektor kehutanan secara khusus soal pengelolaan hasil hutan,"lanjutnya lagi,

Seusai di Buper dilanjutkan dengan pertemuan tertutup di ruang kerja gubernur yang diikuti sejumlah pejabat terkait dan para pejabat eselon I dari Departemen Kehutanan. Usai pertemuan, Menteri Kehutanan MS Ka'ban kepada Cenderawasih Pos mengatakan, bawa pihaknya menggelar pertemuan terbatas itu dalam rangka mensinergikan kebijakan yang terkait dengan penegakan hukum menyangkut pemberantasan kejahatan illegal logging di Papua.

Dikatakan, pengalaman lalu yang menunjukkan tingginya kasus illegal logging di Papua harus ditangani secara baik agar ke depan pelan tetapi pasti para pembalak liar yang beroperasi di Papua harus di hukum dan dihentikan kegiatannya. Pemerintah, khususnya pihaknya selaku departemen teknis;terkait akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberantas il­legal logging di daerah ini. "Pemerintah akan berusaha terus sampai pada titik maksimal bahwasanya kejahatan yang dilakukan para pembalak harus berhasil diberantas,"katanya serius.

Untuk itu, Menteri meminta agar orang asing yang tinggal di sejumlah wilayah di hutan Papua harus dikejar dan diwaspadai, ja­ngan sampai melakukan pembalakan liar ataupun melakukan tindakan terpuji terhadap hutan di Papua.

"Dan, kita minta supaya semua orang asing yang ada di dalam kawasan hutan di Papua itu harus dikejar," tukasnya lagi dengan mimik serius. Dikatakan juga bahwa seiring dengan gencarnya upaya pembe­rantasan illegal logging oleh pemerintah sejak beberapa tahun terakhir ini, Menteri menilai adanya penurunan frekwensi terhadap kasus illegal logging. "Sebenarnya harus diakui ada jumlah yang menurun khususnya dari frekwensi illegal logging, tapi berapa nilainya itu saya kira tidak seperti dulu lagi. Tapi pada prinsipnya pemerintah berupaya supaya kejahatan illegal loging di Papua bisa berhenti, itu targetnya,"paparnya mantap.

Soal berapa banyak kayu yang sudah dicuri dari Papua oleh pembalak-pembalak liar itu, Menteri Ka'ban mengaku lupa dengan angka persisnya, namun ia memastikan sudah cukup banyak Negara dirugikan karena illegal logging ini pada masa beberapa tahun yang lampau.

Ditanya berapa orang pusat dan daerah yang ia ketahui terlibat dalam illegal logging di Papua, ia hanya mengatakan banwa hal itu sangat tergantung dari polisi dan jaksa, sebab itu bukanlah tugas, dan wewenangnya. Meski begitu ia akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Pemda. "Tapi sekarang ini kita berusaha terus dan soal para pelaku illegal logging yang lolos di Pengadilan akan kita koordinasikan dengan Pemerintah Daerah supaya yang menjadi sasaran para cukong-cukong itu,"tandasnya seraya bergegas ke mobil. (ito/ta)

Sorong : Danau Ayamaru Obyek Wisata Menarik, Perlu Dikelola Investor

( Papua Pos, Kamis 19 Desember 2006 )
Salah satu obyek wisata di Kabupaten Sorong Selatan yang sampai saat ini masih menjadi lahan tidur (lahan belum tergarap,red) adalah Danau Ayamaru. Danau ini memang unik dan pemandangannya pun sangat menarik apalagi danau tersebut terbentang luas bagaikan laut bebas yang sangat menyenangkan.

Disamping itu, danau tersebut juga masih menyimpan kekayaan berupa habitat air seperti ikan, udang dan lainnya yang masih utuh. Obyek wisata yang sangat menjanjikan kiranya dapat dikelola secara. professional oleh para investor sehingga dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten Sorsel dan juga memberikan pendapatan/ penghasilan bagi masyarakat Sorsel khususnya masyarakat Ayamaru.

Apalagi danau tersebut terbentang luas di antara 2 Distrk Ayamaru dan Ayamaru Utara yang jika dikelola dengan baik maka akan memberikan PAD maupun tambahan bagi masyarakat di dua distrik tersebut.

Seperti di ungkapkan oleh Kepala Distrik Ayamaru Utara, Samuel Jitmau bahwa danau Ayamaru Utara yang merupakan satu bagian dari danau Ayamaru ini memang menjadi kebanggaan orang Ayamaru.

Katanya, ada sebagian warga yang mencari nafkah di danau tersebut misalnya menangkap ikan dan udang, namun mereka menangkap dengan cara-cara sederhana sehingga hasil danau itu masih tergolong utuh.
"Danau Ayamaru memang kaya dengan ikan dan udang, masyarakat biasanya tiap pagi dan sore hari pergi menjala dan memancing, tapi hanya sebatas mencukupi kebutuhan makan dan minum sehari-hari.

Jadi terus terang danau Ayamaru itu kekayaannya sangat banyak,"ungkapnya saat berbincang-bincang dengan Fajar Papua di Teminabuan Sabtu (14/01). Ia menuturkan, danau tersebut jika dikelolah dengan baik maka hasilnya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah setempat, ia bahkan menyebutkan jika danau tersebut di kelolah secara professional oleh para pengusaha akan keuntungannya akan berlipat ganda yang penting katanya, harus memberikan keuntungan juga bagi masyarakat sekitar. (/fpblf)

Jayapura : Pengelolaan Lingkungan Perlu Keseragaman

( Cenderawasih Pos, Selasa 19 Desember 2006 )
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Papua, Drs D F Dimara, MM mengatakan, keseragaman pemahaman dan pelaksanaan standar pelayanan minimal di bidang pengelolaan lingkungan hidup, perlu menjadi perhatian serius oleh pemerintah kabupaten/kota, khususnya yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

Hal ini sangat penting supaya kebijakan pengendalian dampak lingkungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan tepat. Pasalnya dikhawatirkan jika pengelolaan lingkungan hidup dan pengendaliannya itu salah sasaran maka akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.

"Standar pelayanan minimal di bidang lingkungan hidup ini perlu ada keseragaman, ini sangat penting agar setiap program yang dibuat tidak sia-sia,”ujarnya saat membuka acara sosialiasi standar pelayanan minimal bidang ling­kungan hidup di Kota Jayapura, Senin (18/12) kemarin.

Terkait dengan itu, kata Dimara, sumber daya manusia khusus­nya di bidang aparatur pengelo­laan lingkungan hidup yang berkualitas perlu menjadi perha­tian serius. Di sisi lain, kerja sama antar daerah dalam memberikan pelayanan pengelolaan lingku­ngan hidup adalah sangat penting, Sekadar diketahui, selain pemateri dari Bapedalda Provinsi Papua juga nadir Deputi Tata Lingkungan Hidup; Ir Arie D. Djoekardi, MA dan Ir. Indra Soekarjo. Kegiatan ini diikuti 65 orang dari kalangan LSM, perguruan tinggi, Bapedalda dan Bappeda dari kabupaten/kota Se-Provinsi Papua dan instansi teknis terkait lainnya. (ito)

15 December 2006

Jayapura : BP Migas dan Irian Potroleum Akan Survey di Manokwari, Diduga Dataran Sururey Mengandung Migas

( Cenderawasih Pos, Kamis 14 Desember 2006 )
Kabupaten Manokwari tepatnya di dataran Distrik Sururey dan sekitarnya diperkirakan mengandung potensi migas (minyak dan gas alam). Dugaan ini mengundang BP Migas bekerja sama dengan Irian Petroleum Ltd merencanakan akan melakukan survey sesmik di sekitar Distrik Sururey, Didiho dan Testega serta di wilayah Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni.

BP Migas bersama Irian Petroleum Ltd, Rabu (13/13) bertempat di ruang rapat bupati, mempresentasikan rencana kegiatan sesmik tersebut dihadapan Bupati Manokwari Drs Dominggus Mandacan serta para kepala instansi. Hadir Kepala Perwakilan BP Migas Wilayah Papua Maluku, Edmon Simorangkir. Sedangkan dari pihak Irian Petroleum yang merupakan anak perusahaan China National Oil and Gas Exploration and Developmen Coorporation (CNODC), presiden direkturnya Li Lanzhong dan Manajer Human Relation Helmy Bustami.

Dipaparkan Kepala Perwakilan BP Migas Wilayah Papua-Maluku, Edmon Simorangkir, kawasan yang akan menjadi sasaran sesmik diduga memiliki kandung migas sehingga pihaknya bekerjasama dengan Irian Petrolium akan turun untuk melakukan survei lapangan. Sesmik diperkirakan memakan waktu selama setahun, mulai November 2006 dan diperkirakan berakhir Desember 2007.

Wilayah yang menjadi tujuan sesmik yakni Distrik Sururey, Didiho dan Testega di Kab Manokwari serta di Distrik Merdey Kab Teluk Bintuni. Lokasi sesmik diperkirakan seluas 1.580 km dan dibagi dalam 3 blok (2 blok di Manokwari dan 1 blok di Kab Teluk Bintuni). ''Tim akan mencari data bawah permukaan dengan metode sesmik yang nantinya data diproses dan dianalisa sehingga dapat diperkirakan ada atau tidaknya kandungan minyak dan gas di dalamnya,'' papar Simorangkir dihadapan Bupati dan pejabat Pemkab Manokwari.(lm)

Jayapura : Pemkot Terus Berdayakan Petani Ikan

( Cenderawasih Pos, Kamis 14 Desember 2006 )
Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura untuk memberdayakan masyarakatnya, salah satunya adalah memberikan bantuan usaha bagi petani ikan baik petani budidaya ikan tawar maupun petani nelayan. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kota Jayapura, Ir Piet Nerekouw mengatakan, bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat petani budidaya ikan yang selama ini menjalankan usahanya.

Dikatakannya, bantuan tersebut merupakan anggaran belanja tambahan (ABT) APBD 2006 Kota Jayapura serta anggaran dari provinsi. Bantuan tersebut berupa oven asar ikan bagi masyarakat budi daya ikan di Koya Koso dan ibu-ibu nelayan khususnya yang mengalami musibah kebakaran di eks Pasar Hamadi, empat motor ketinting, dua motor tempel (motor jhonson) serta 2 kulbox atau friser untuk menampung ikan.

"Bantuan dari ABT kota diprioritaskan bagi ibu-ibu di Pasar Hamadi yang tempat jualannya terbakar waktu itu, juga masyarakat Koya Koso yang waktu itu juga mengalami bencana banjir. Sementara bantuan motor ketinting yang sumber anggarannya dari provinsi diberikan kepada masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai yaitu mulai dari Dok 9 sampai ke tiga kampung di Skow. "Bantuan ketinting itu dikhususkan bagi kelompok nelayan yang selama ini penangkapan ikannya tidak ramah lingkungan yaitu menggunakan bahan peledak,"paparnya.

Diharapkannnya, bantuan yang diberikan itu, setidaknya dapat meningkatkan mutu dan kualitas ikan yang dipasarkan atau dijual ke masyarakat. Untuk program pemberdayaan nelayan ikan ke depan, pihaknya merencanakan akan mendirikan sebuah koperasi nelayan yang bertugas selain menampung dan menyalurkannya ke pasaran, juga sebagai tempat penyaluran kredit usaha bagi nelayan. (nls)

Manca Negara : China : Ditemukan, Mamalia yang Pertama Terbang

( Kompas, Kamis 14 Desember 2006 )

Mamalia ternyata menjelajahi angkasa setidaknya 70 juta tahun lebih awal dari dugaan semula. Sebuah fosil yang ditemukan di China membuktikan hal itu. Fosil tersebut menunjukkan bahwa mamalia sudah mencoba terbang bersamaan -- atau lebih dahulu -- dibanding burung, demikian diungkapkan tim peneliti dalam journal Nature.
Hewan seukuran bajing ini diperkirakan hidup setidaknya 125 juta tahun lalu. Mereka menggunakan selaput berlapis bulu untuk melayang di udara. Menurut para peneliti, makhluk ini sangat unik, sehingga dimasukkan dalam order baru mamalia.

Tim peneliti gabungan AS-China menamainya Volaticotherium antiquus, yang berarti "hewan melayang purba". Mereka termasuk keluarga kuno yang sudah punah dan tidak berkerabat dengan mamalia terbang modern seperti kelelawar atau marsupial terbang.

Pemakan serangga malam hari
Fosil Volaticotherium antiquus ditemukan di Mongolia Dalam, wilayah China. Lapisan batuan tempatnya digali berumur setidaknya 125 juta tahun, dari era Mesozoic, saat ketika dinosaurus menguasai daratan. Dengan panjang 12-14cm dan bobot sekitar 70 gram, hewan ini hampir sama ukuran dan bentuknya dengan bajing terbang dunia modern. Ia memiliki selaput kulit yang membentang antara kaki depan dan kaki belakangnya.

Selaput ini, digabungkan dengan kecilnya bobot hewan itu, menjadi petunjuk bahwa Volaticotherium adalah penerbang yang lincah, walau mungkin tidak cukup tangkas untuk bisa menangkap mangsanya sembari melayang.

Hewan-hewan ini memiliki kaki-kaki panjang seperti mamalia terbang jaman sekarang. Tulang belulangnya menunjukkan adanya ekor yang kaku, yang mungkin dipakai sebagai pengendali ketika melayang.

Para peneliti meyakini hewan ini adalah pemanjat pohon, aktif di malam hari, dan giginya yang tajam menunjukkan bahwa mereka adalah pemakan serangga. Penemuan ini menempatkan Volaticotherium antiquus sebagai mamalia terbang paling awal yang diketahui. Dr Jin Meng, palaeontolog dan penulis laporan ini meyakini bahwa hewan tersebut hidup antara 130 dan 165 juta tahun lalu.

Dibanding jenis burung yang terbang paling awal, Archaeopteryx, hidup sekitar 150 juta tahun lalu, Volaticotherium antiquus bisa jadi lebih dahulu bermain-main di udara. Catatan mengenai keberadaan kelelawar paling awal yang bisa mengendalikan cara terbangnya, berangka tahun 51 juta tahun lalu. Sedangkan sebelum temuan ini, mamalia terbang paling awal yang diketahui adalah sejenis pengerat yang hidup 30 juta tahun lalu pada periode akhir Oligocene

Manca Negara : Jerman : Kampanye Bela Hak Reproduksi Badak di Berlin

( Kompas, Kamis 14 Desember 2006 )
Sebuah kelompok penyayang binatang di Berlin, Jerman menggelar kampanye untuk membela hak reproduksi badak. Mereka menolak rencana pembangunan sebuah menara roda raksasa, dekat kebun binatang Berlin, yang diyakini akan menggangu hidup keseharian badak, termasuk kehidupan seksual binatang yang dilindungi itu.

Sebelumnya, grup penanam modal setempat berencana mendirikan monumen roda raksasa setinggi 175 meter dengan biaya mencapai 120 juta euro. Diharapkan bangunan ini akan menyerap minat wisatawan untuk datang ke Berlin di tahun 2008. Bangunan ini pun ditargetkan akan melebihi monumen observasi the London Eye yang diklaim sebagai menara observasi tertinggi di dunia, dengan tinggi 135 meter.

Namun, para penyayang binatang ini menolak rencana tadi. Mereka menilai, bagian dari monumen yang berbentuk roda raksasa dengan cahaya berpendar akan menghambat program pengembangbiakan badak. "Kami khawatir, hewan dilindungi ini tidak akan berkembang biak lagi. Hal ini akan menghambat program perlindungan hewan tersebut," demikian pernyataan itu diungkapkan dalam salah satu bagian siaran pers mereka.

1997 berhasil menemukan 13 penampakan Baiji di sepanjang Sungai Yangtze. Seorang nelayan juga mengaku melhat seekor Baiji pada tahun 2004.

Populasi Baiji turun drastis sejak tahun 1980-an saat China memulai reformasi pasar bebas yang telah memajukan perekonomiannya sampai sekarang. Saat itu jumlah Baiji di alam diperkirakan tinggal 400 ekor. Pertumbuhan industri yang begitu tinggi harus dibayar dengan kepunahannya.

Meski demikian, tim ekpedisi tetap berharap dapat melihatnya di hari terakhir dengan mengamati aliran dekat kawasan industri Wuhan, di mana baiji terakhir dilihat atau pada kesempatan berikutnya. Kementrian Agrikultur China yang mendanai ekspedisi ini berharap konservasi baiji dapat mengangkat citranya sebagai
simbol China, seperti panda, yang populasinya tumbuh kembali.

Populasi baiji diperkirakan telah muncul di Yangtze sejak 20 juta tahun lalu. Penduduk lokal di China memuliakannya sebagai simbol Dewa Sungai Yangtze

Manca Negara : China : Lumba-lumba Baiji Mungkin Punah

( Kompas, Kamis 14 Desember 2006 )
Nasib lumba-lumba putih yang hidup di Sungai Yangtze mungkin telah berakhir. Suatu tim ekspedisi internasional yang mencoba mencarinya di sepanjang sungai paling timur daratan China selama enam minggu tidak menemukan satu pun.

Bahkan tim tersebut di akhir ekspedisi, Rabu (13/12), menyatakan bahwa spesies yang dikenal dengan nama lokal Baiji itu dinyatakan punah secara fungsional. Polusi, perburuan liar, dan trafik lalu lintas air yang semakin padat di sepanjang sungai mungkin menjadi penyebab utama kepunahannya.

"Mungkin masih ada satu atau dua ekor namun mereka tidak akan tahan hidup lama," ujar August Pfluger, seorang ekonom Swiss yang beralih menjadi naturalis. Pria yang tergabung dengan 29 ilmuwan dan kru dari China, AS, dan empat negara lainnya telah menjelajah sejauh 1.600 kilometer untuk mencari bukti-bukti keberadaan Baiji.

Ekpedisi serupa yang dilakukan pada tahun 1997 berhasil menemukan 13 penampakan Baiji di sepanjang Sungai Yangtze. Seorang nelayan juga mengaku melhat seekor Baiji pada tahun 2004. Populasi Baiji turun drastis sejak tahun 1980-an saat China memulai reformasi pasar bebas yang telah memajukan perekonomiannya sampai sekarang. Saat itu jumlah Baiji di alam diperkirakan tinggal 400 ekor. Pertumbuhan industri yang begitu tinggi harus dibayar dengan kepunahannya.

Meski demikian, tim ekpedisi tetap berharap dapat melihatnya di hari terakhir dengan mengamati aliran dekat kawasan industri Wuhan, di mana baiji terakhir dilihat atau pada kesempatan berikutnya. Kementrian Agrikultur China yang mendanai ekspedisi ini berharap konservasi baiji dapat mengangkat citranya sebagai simbol China, seperti panda, yang populasinya tumbuh kembali.
Populasi baiji diperkirakan telah muncul di Yangtze sejak 20 juta tahun lalu. Penduduk lokal di China memuliakannya sebagai simbol Dewa Sungai Yangtze.

14 December 2006

Merauke : Di Merauke, 56 Kapal Penangkap Ikan Ilegal Ditangkap, Sejak Januari Hingga Nopember 2006

( Cenderawasih Pos, Rabu 13 Desember 2006 )
Pelanggaran atau penangkapan ikan secara ilegal di sekitar Perairan Arafura tampaknya cukup tinggi. Pasalnya, sejak Januari hingga akhir Nopember 2006, total kapal penangkap ikan ilegal yang berhasil ditangkap dan digiring ke Merauke sebanyak 56 kapal.

''Jumlah kapal illegal yang berhasil kita tangkap dengan dioperasikannya KRI di sekitar perairan Arafura sebanyak 56 kapal,'' ungkap Danlanal Merauke Letkol Laut (P) Ken Tri Basuki, kemarin. Menurut Danlanal, jika nantinya ada KRI khusus melakukan operasi dan pengawasan di sekitar Laut Arafura, maka kemungkinan Laut di kawasan tertimur Indonesia itu akan aman dari pencurian ikan baik oleh kapal-kapal asing maupun kapal milik Indonesia sendiri.

Hampir seluruh dari kapal yang ditangkap tersebut disidangkan dan diberi hukuman sesuai dengan pelanggaran yang dibuatnya. Sebagian diantaranya dirampas dan sebagian dengan denda uang. Menurut Danlanal, terbukanya daerah sekitar Laut Arafura selama ini memungkinkan bagi kapal-kapal asing untuk melakukan penangkapan ikan secara illegal. Apalagi, selama I ini kawasan Arafura tidak didukung dengan sarana prasarana kapal (KRI) karena masih terbatasnya prasarana tersebut.

Diakuinya, Laut Arafura merupakan sumber ikan yang paling Top (ikan paling laku) di dunia. Tak heran, sebagian besar kapal-kapal asing berusaha untuk datang melakukan penangkapan di sekitar Laut Arafura.
''Kapal-kapal ikan di dunia larinya ke sini (Arafura) untuk mencari. Dan tidak hanya kapal asing tapi juga kapal-kapal berbendera Indonesia juga berusaha untuk menagkap secara ilegal,'' terangnya.

Karena potensi ikan laut sangat besar, maka menurut Danlanal, juga rawan terhadap penangkapan ikan secara illegal. Oleh karena itu, perlu dijaga melalui pengawasan atau patroli secara intensif sehingga kekayaan laut Indonesia tidak dikuras begitu saja oleh negara asing tanpa memberikan konstribusi bagi negara. (ulo)

13 December 2006

Manca Negara : Amerika : Fosil Plesiosaurus Kecil Ditemukan di Antartika

( Kompas, Selasa 12 Desember 2006 )

Selasa - Tulang belulang seekor anak plesiosaurus telah ditemukan di sebuah pulau di Antartika, demikian diungkapkan para peneliti, Senin (11/12). Semasa hidupnya, sekitar 70 juta tahun lalu, hewan sepanjang 1,5 meter itu menyerupai Nessie, monster legendaris yang konon menghuni Loch Ness.

Fosil tersebut merupakan salah satu yang paling lengkap dari jenisnya yang pernah ditemukan. Ia akan dipamerkan hari Rabu di Museum Geologi Sekolah Pertambangan dan Teknologi di South Dakota. Plesiosaurus muncul selama jutaan tahun di perairan (yang dulu) hangat sekitar Antartika. Hewan yang bisa mencapai panjang lebih dari 10 meter ini memiliki sirip berbentuk wajik, sehingga mereka bisa "melayang" di air seperti penguin.

Menurut para ilmuwan yang menemukannya, bagian perut hewan itu terawetkan dengan baik, termasuk bagian rusuk dan batu-batu perut yang mungkin dipakai untuk mengambang atau membantu pencernaan. Menurut cerita, para penggalinya harus berjuang melawan dinginnya suhu dan angin yang bertiup kencang hingga 110 km/jam. Sedangkan untuk membawa fosil itu dibutuhkan helikopter karena beratnya fosil.

Tulang belulangnya sendiri ditemukan di wilayah yang ditutupi abu vulkanik. Hal ini memunculk
an dugaan bahwa plesiosaurus muda itu terbunuh akibat letusan gunung, baik secara langsung, atau akibat debu yang jatuh ke lautan.