(www.kompas.com, 04-11-2008)
JAKARTA, SELASA - Coba perhatikan perilaku semut di sekitar rumah Anda. Pisang goreng atau kerupuk di atas meja makan yang notebene tidak manis apakah tetap dikerumuni seperti halnya sejumput gula atau sirup yang tumpah.
Kenyataannya sebagian koloni semut bahkan lebih menyukai garam daripada gula. Setidaknya perilaku ini terlihat pada semut-semut yang tinggal di pedalaman yang jauh dari laut.
"Ketertarikan terhadap garam meningkat seiring jarak dari laut," ujar Profesor Robert Dudley, salah satu peneliti dari Universitas California Berkeley, AS. Kesimpulan tersebut diambil setelah Dudley dan koleganya dari Universitas Arkansas Little Rock (UALR) dan Universitas Oklahoma membandingkan sejumlah populasi semut di Amerika.
Mereka mempelajari perilaku semut dari Amerika Tengah, Selatan, dan Utara yang hidup di lokasi berbeda-beda. Semut yang hidup di habitat berjarak 96 kilometer dari garis pantai ternyata lebih suka larutan garam satu persen daripada larutan gula 10 persen.
Kecenderungan ini tampak sekali pada semut pemakan daun daripada semut pamakan daging, seperti semut merah. Semut pemakan daun mungkin membutuhkan asupan garam tambahan lebih banyak karena tidak memperoleh sebanyak semut pemakan daging.
Alasan ini sama halnya dengan seekor bison, kijang, atau badak yang suka menjilat tanah untuk menambah asupan garam. Sementara hewan pemakan daging seperti singa gunung dan srigala tidak melakukannya karena sudah cukup mendapatkan garam dari mangsanya.
WAH, Sumber : PHYSORG
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
04 November 2008
Manca Negara : Amerika : Semut Pedalaman Lebih Suka Garam Daripada Gula
Spesies Katak : Demi Perpanjang Napas
Oreophryne minuta spesies katak terkecil ini ditemukantinggal di hulu Sungai Derewo, di Papua Barat (Foto : www.trubus-online.co.id)
(www.trubus-online.co.id)
Ukuran tubuhnya teramat mungil, cuma seukuran biji kacang tanah, sekitar 9,5 mm. Dialah salah satu katak terkecil di dunia. Tubuh mungil Oreophryne minuta-spesies katak terkecil itu-memang sebuah keharusan jika ingin bertahan hidup. Baginya hanya ada 2 pilihan sulit: hidup atau mati. Itu lantaran mereka tinggal di hulu Sungai Derewo, di Papua Barat, berketinggian 2.000 m dpl. Di daerah setinggi itu kadar oksigen tipis, kelembapan tinggi, dan intensitas matahari tinggi.
Jika memilih hidup, katak itu harus pintar beradaptasi. Jika tidak, minuta itu tentu sudah mati. Namun duduk perkara kerdilnya tubuh katak itu memang belum jelas tersibak. Para ahli menduga perubahan itu wujud pertahanan diri dari kejaran predator. Adaptasi terhadap lingkungan ekstrim boleh jadi menjadi sebab lain.
Katak O. minuta itu ditemukan oleh Prof Dr Djoko T Iskandar dan Stephen Richard pada 2000. Mereka herpetolog alias ahli katak. Djoko dari Institut Teknologi Bandung: Stephen dari Australia. Penemuan spesies baru itu melengkapi temuan katak terkecil lain dari Amerika Selatan dan Madagaskar yang panjangnya antara 9-20 mm.
O. minuta hanya salah satu dari sekitar 45 jenis katak temuan Djoko. Temuan lain yang spektakuler adalah katak primitif asal Kalimantan. Sayang profesor Biosistematik dan Ekologi vertebrata kecil itu menolak menyebutkan lokasi penemuan itu untuk menghindari perburuan liar. Disebut spektakuler lantaran katak itu bertipe Eropa-Asia. Amfibi di Indonesia lazimnya bertipe Asia Tenggara. Secara fisik katak itu bertubuh gepeng, moncongnya tipis, mata menghadap ke depan, dan kaki depan serta belakang ditutupi selaput. 'Katak di Asia umumnya bertubuh gemuk dan tebal moncongnya,' ujar Djoko.
Diduga katak itu masuk Kalimantan melalui Pulau Palawan, Filipina. Yang unik katak itu justru tidak ditemukan di daerah yang lebih dekat jaraknya dari Palawan seperti Sulawesi. Menurut Djoko, Sulawesi bertanah sempit memanjang sehingga bila lahan rusak lebih cepat terasa. Karena tanahnya menyempit, banyak spesies endemik sulit pindah. Itu berbeda dengan daratan Kalimantan yang membulat.
Katak anggota famili Bombinatoridae itu hidup di sungai deras dan dingin bersuhu14-220C. Itulah sebabnya jika ditaruh beberapa jam di dalam ember, katak itu meregang nyawa. 'Katak itu tidak dapat dipelihara di akuarium karena perlu air deras dan oksigen tinggi,' kata doktor Genetika Molekuler dari Universite des Sciences et Techniques du Languedoc Montpellier di Perancis itu. Kulit katak itu mengembang sehingga melebar dan berlipat. Itu untuk mengatasi kekurangan oksigen.
Harap mafhum, paru-paru amfibi yang lebih banyak hidup di air tidak begitu efisien. Sebab perbandingan oksigen di darat dan air kira-kira 140:8. Untuk mengatasinya, katak bercorak semburat abu-abu-kehijauan itu bersifat katatonik alias tak banyak bergerak. Spesies itu berhemat dalam mengkonsumsi oksigen. Ketika ditemukan pun ia diam dan baru bergerak saat permukaan kulit tubuhnya disentuh.
Katak aneh juga ditemukan Djoko di Sulawesi. Aneh lantaran Limnonectes itu larviparity alias melahirkan berudu, bukan telur. 'Mungkin ini terjadi karena betina berusaha menyelamatkan telur dari predator alami dan kondisi ekstrim. Ini fenomena karena katak dianggap tidak memiliki biologi perilaku khusus,' ujar Djoko. Lokasi penemuan katak itu memang berupa daerah kering meski ada genangan-genangan air kecil dan terputus-putus. Nah, kondisi itu menyulitkan induk betina ketika hendak bertelur. Oleh karena itu ia menahan telur diperut hingga menjadi berudu.
Katak-katak yang melahirkan berudu dan bersosok katai tergolong langka. Jenis lainnya adalah katak merah Leptophyrne cruentata yang ditemukan kembali oleh tim yang dipimpin Mirza D Kusrini PhD, herpetolog dari Fakultas Kehutanan IPB. Doktor alumnus James Cook University di Queensland Australia itu menemukannya di dekat air terjun Cibereum, Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Sejak dilaporkan pertamakali oleh DSS Liem, peneliti dari Australia, pada 1970 katak itu seperti menghilang. Saat itu diperkirakan populasinya seratusan ekor.
Tiga puluh tiga tahun kemudian, pada 2003, Mirza menemukan sekitar 3 ekor. Baru pada awal Januari 2007 ditemukan dengan populasi lebih besar 15 ekor. Saat ditemukan katak merah itu menetap di celah batu ditutupi lumut pada dinding batu air terjun Cibereum. Menurut Mirza merosotnya populasi katak merah itu diduga karena areal hutan di dekat habitat aslinya sudah terbuka. Padahal hutan menyediakan lumut sebagai pakan sang katak. Joko yang melacak keberadaan katak itu pada 1980-an menduga debu dari erupsi Gunung Galunggung itu penyebab jebloknya populasi katak yang kini masuk IUCN Redlist 2006.
Secara alamiah, beragam predator juga 'mengurangi' populasinya. Katak tidak mempunyai pertahanan diri yang baik. Kelompok Bufonidae dan beberapa Ranidae melindungi diri dengan kelenjar racun yang menempel di kulit. Pada Bufonidae, kelenjar itu terletak di kelenjar parotoid atau tampak sebagai tonjolan-tonjolan di permukaan kulit. Beruntung racun itu tidak cukup kuat mematikan manusia. 'Katak beracun dikenali dari corak terang dan baunya menyengat,' kata Djoko. Kepercayaan masyarakat yang menyebutkan urine kodok-sebutan di Jawa--membutakan mata belum bisa dibuktikan.
Katak memang belum banyak menarik minat peneliti, apalagi masyarakat awam. 'Bayangkan antara 1923--1990 tidak ada revisi dan penelitian amfibi. Satu-satunya buku amfibi terlengkap ditulis van Kampen, The Amphibia of the Indo Australian Archipelago,' ujar Djoko yang ditabalkan menjadi biologi pertama setelah PN van Kampen-herpetolog Belanda--karena meneliti amfibi di Jawa dan sekitarnya itu.
Jadi, masih banyak misteri kehidupan amfibi yang belum terungkap. Katak O. minuta yang beradaptasi menjadi kecil baru segelintir yang sudah diketahui. Ia memilih bertahan hidup dengan mengubah bentuk tubuh. Itu dilakukan demi memperpanjang napas. (Dian Adijaya S/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan)
Timika : Glenn Fredly Gelar Konser Peduli Lingkungan
(www.radartimika.com, 03-11-2008)
Dampak perubahan ilklim membuat Glenn Fredly optimis menggelar konser peduli lingkungan, tahun ini. Untuk menunjang niatnya itu, suami Dewi Sandra ini sengaja mendirikan Green Music Foundation.
"Saat ini saya merasa dampak perubahan iklim sangat berbahaya. Orang kita cenderung baru bertindak ketika sudah terjadi bencana dengan skala besar. Konser bertema Music For A Better Life ini ingin menggandeng sejumlah musisi untuk turut perduli dengan kondisi lingkungan bangsa kita. Saatnya musisi berbicara,"ujarnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Konser yang akan dihelat pada November tahun ini, akan turut menyumbang sejumlah dana yang disumbangkan bagi kemajuan daerah yang membutuhkan, semisal Sidoarjo dan lainnya. (ANA/jpnn)
Timika : Ribuan Ton Ikan Dilelang
(www.radartimika.com, 03-11-2008)
TIMIKA – Kualitas ribun ton ikan yang ditampung di kapal penampung ikan Taiwan di Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur (Miktim) yang disita sejak Maret 2008 lalu, mulai menurun. Penyebabnya, penyimpanan ikan tersebut tanpa disertai dengan listrik yang memadai.
"Hambatan mendasar masalah bahan bakar minyak dan dana yang makin menipis," kata Kepala Cabang PT Patimangraya, Abdul Karim yang ditemui Radar Timika usai sidang kapal ikan Taiwan di Pengadilan Negeri (PN) Timika, Kamis pekan lalu.
Menurut Karim, untuk menyelamatkan ikan-ikan tersebut, sesuai kesepakatan bersama antar pihak pengusaha kapal, PN Timika dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika, ribuan ton ikan tersebut akan dilelang dalam waktu dekat.
Seperti yang sudah disampaikan dalam sidang Kamis lalu bahwa penundaan sidang putusan kapal ikan disebabkan majelis hakim PN Timika menerima surat permohonan surat pelelangan ikan. "Sehingga setelah proses lelang sudah berakhir baru dilanjutkan dengan agenda putusan dari majelis hakim. Kalau sampai pekan depan berarti kualitas ikan sudah turun karena proses pembekuan ikan selama ini tidak berjalan dengan normal karena kendala BBM," ujar Karim.
Sementara itu para terdakwa melalui penerjemahnya, Lely, ditemui Radar Timika di Jalan Yos Sudarso depan kantor BRI Cabang Timika mengatakan, proses pelelangan perlu dipercepat agar nelayan Taiwan bisa mendapat putusan hukum yang jelas.
"Jangan mereka terus diperalat, kan mereka ke sini juga punya surat-surat lengkap. Kasihan dan prihatin sekali dengan kehidupan mereka selama di Timika. Ya, mereka sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, hanya memilih pasrah pada hukum yang ada," kata Lely.
Lely meminta ketegasan dari Kejari Timika untuk segera menandatangi surat permohonan lelang ikan agar prosesnya bisa berjalan lancar. Imbasnya, putusan hukum terhadap para terdakwa bisa dipercepat.(ino)
Merauke : Bincang-Bincang Dengan Kadinas Tanaman Pangan, Laduani Tentang Peringatan Hari Pangan Se-Dunia
Aneh, Dikatakan Lumbung Pangan Nasional Tapi Masih Makan beras Impor
(www.cenderawasihpos.com, 03-11-2008)
Hari ini, Senin (3/11), merupakan hari Pangan Se-Dunia. Peringatan hari pangan di Merauke bertemakan, "Pemerintah dan Masyarakat bertekad mewujudkan Kabupaten Merauke sebagai Lumbung Pangan Dunia dan menghapus Raskin serta BLT" ini dipusatkan di Kampung Sermayam Indah, Distrik Tanah Miring. Apa saja yang dilakukan?
Laporan Yulius Sulo, Merauke
----------------------------
SEBAGAI Kabupaten yang memiliki potensi luar biasa dibidang pertanian dengan lahan pertanian seluas 1,9 juta ha yang belum digarap, tampaknya tekad Pemerintah Kabupaten Merauke tersebut untuk menjadikan daerah Selatan Papua sebagai sebagai lumbung pangan dunia bisa terwujud apabila didukung oleh seluruh stakeholder yang ada baik Pemerintah Pusat, Provinsi maupun masyarakat Kabupaten Merauke sendiri.
''Jadi sangat aneh kalau kita Kabupaten Merauke yang diharapkan sebagai lumbung pangan nasional dan lumbung pangan dunia masih makan beras dari luar (impor),'' kata Laduani.
Karena itu, lanjut Laduani, sudah menjadi kesepakatan bersama untuk menangani program-program khususnya menyangkut ketahanan pangan dengan memasuki kampung-kampung yang selama ini menerima Raskin. ''Karena Pak Bupati sering katakan sudah saatnya kita alergi makan beras impor. Berarti kita harus menghasilkan pangan untuk kebutuhan kita sendiri,'' jelasnya.
Dan terbukti, lanjut Laduani, beberapa kampung lokal yang sudah dimasuki program dari Dinas Tanaman Pangan pada musim tanam tahun 2007/2008 telah menghasilkan panen yang cukup memuaskan. Dengan keberhasilan tersebut, Dinas Tanaman Pangan melalui musim tanam 2008/2009 akan kembali memasuki beberapa kampung lokal untuk jenis padi-padian dan umbi-umbian serta kacang-kacangan.
''Sekarang ini kami sedang menghitung, berapa luasan yang kita buka untuk mengatasi pangan kampung-kampung lokal itu. Seperti di Kampung Baad kemarin, ternyata hanya membutuhkan kurang lebih 25 ha. Dengan 25 ha itu, masyarakat Kampung Baad sekarang ini tidak perlu mendatangkan beras dari luar lagi,'' jelasnya.
termasuk di Kampung Sanggase yang membutuhkan kurang lebih 40 ha. Dengan satu kali musim tanam, masyarakat di Kampung Sanggase tersebut tidak perlu mendatangkan beras dari luar. ''Begitu juga kampung-kampung lokal lain seperti Sinegi, Wayau, Kaiza, Koa, Poha dan kampung-kampung lokal lainnya,'' terangnya. Termasuk kampung-kampung lokal yang ada di sekitar Okaba, Illwayab dan Kimaam. ''Sedikitnya setiap kampung minimal 50 ha kita buka sehingga masyarakat tidak perlu mendatangkan beras dari luar,'' jelasnya.
Untuk membuka lahan pada kampung-kampung lokal tersebut selain Pemerintah yang membuka langsung lahan dengan cara mengolah lahan, juga dilakukan pendampingan langsung kepada masyarakat melalui tenaga PPL yang diturunkan ke setiap kampung-kampung.
''Jadi selain tenaga PPL kita juga buat gerakan tanam massal. Kalau ada lahan yang akan ditanami diatas 100 ha, itu Bupati hadir. Sedangkan dibawah 100 Ha itu mungkin Sekda atau asisten atau saya yang hadir,'' jelasnya. Ditambahkan, gerakan tanam massal yang akan dilakukan itu tak lain untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada petani untuk lebih terdorong bahwa apa yang dilakukan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.(*)
03 November 2008
Nasioal : Harimau Sumatera Tewas Terjerat Jaring Babi
(www.kompas.com, 02-11-2008)
TAPAKTUAN, MINGGU - Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) ditemukan dalam keadaan tewas akibat terperangkap jaring babi di desa Panton Luas Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (2/11). Harimau betina yang panjang tubuhnya mencapai dua meter dan tinggi satu meter ditemukan di ladang milik M Nasir yang berada di pengunungan Panton Luas atau sekitar satu kilometer dari permukiman penduduk desa Panton Luas.
Staf Yayasan Leuser Internasional (YLI), Helmidi (38) mengatakan harimau dewasa tersebut diperkirakan tewas karena kehabisan nafas akibat bagian perut dan leher terjerat perangkap babi yang terbuat dari kawat dan besi. Menurut dia, harimau berusia dewasa itu terperangkap ketika hendak memangsa beruk yang telah tergantung dalam perangkap tersebut.
"Harimau itu ditemukan oleh seorang warga yang hendak ke kebun, melihat seekor harimau yang terperangkap ia melaporkan kepada tokoh masyarakat setempat," kata Helmidi.
Didampingi dua rekannya, Anhar dan Ilyas, Ia mengatakan satwa yang biasa dipanggil "nenek" oleh masyarakat sekitar itu terperangkap sejak Sabtu (1/11) sekitar pukul 22.00 WIB dan baru diketahui mati sekitar pukul 06.30 WIB.
"Tadi malam warga yang sedang berada di kebun durian sempat mendengar suara auman harimau, namun warga tidak ada yang berani mendekat," katanya. Bangkai harimau itu saat ini telah dikubur di sekitar lokasi jeratan, penguburan satwa itu turut disaksikan unsur Muspika Samadua, staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan puluhan warga desa Panton Luas.
WAH Sumber : Antara
Manca Negara : Rusia : Macan Tutul Paling Langka Terekam Kamera
(www.kompas.com, 02-11-2008)
MOSKWA, MINGGU - Salah satu spesies kucing besar jenis macan tutul paling langka di dunia berhasil ditangkap dan diabadikan dalam foto sebelum dilepaskan kembali di Russia minggu lalu. Macan tutul timur jauh (Panthera pardus orientalis) atau macan Amur itu ditengarai berasal dari habitat yang berisi sekitar 25-40 ekor di daratan rendah sebelah tenggara Russia.
Hasil pemeriksaan macan tutul yang diberi nama Alyona itu menunjukkan kondisi fisiknya sehat dengan berat 39 kilogram. Usia macan tutul betina itu berkisar antara 8-10 tahun dan dilepaskan dalam keadaan tanpa menderita luka-luka.
Macan tutul tersebut ditangkap tim ilmuwan dari Asosiasi Pemeliharaan Satwa Liar (Wildlife Conservation Society/ WCS) dan Akademi Institut Biologi dan Pertanahan Russia di Primorsky Krai yang berada di perbatasan China-Rusia. Ilmuwan tersebut melanjutkan pemeriksaan contoh darah dan elektrokardiogram (EKG) untuk mengungkap kesehatan dan informasi genetika yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu melakukan penagkaran.
"Kami sungguh senang dengan tertangkapnya Alyona dan berharap pada analisis selanjutnya yang diperoleh dari informasi biomedis menunjukkan kondisi yang sehat," tutur ilmuwan senior IBS dan manajer proyek WCS-IBS Alexey Kostyria. Informasi tersebut menjadi dasar upaya yang sedang dilakukan ilmuwan yakni mempertimbangkan untuk memindahkan sejumlah macan tutul ke kawasan lain untuk meningkatkan keragaman genetikanya.
Strategi itu pernah diterapkan pada populasi macam di Florida, dimana satwa dari Texas dipindah ke daerah itu untuk meningkatkan populasi satwa. Saat ini, macan Florida telah meningkat populasinya dari 10 ekor menjadi 100 ekor.
Lebih dari 100 tahun lalu, populasi macan tutul timur jauh telah berkurang dan habitatnya telah hancur. Jerat kamera dan survei snow-tracking mengindikasikan populasi itu masih stabil 30 tahun terakhir, namun kematian per ekor macan tutul terus terjadi. Populasi macan tutul betina di alam diperkirakan tak lebih dari 10-15 ekor.
Jika perkawinan sejenis dan penyakit tetap dalam pengawasan, WCS mempertimbangkan penangkaran sebagai potensi besar untuk meningkatkan tingkat survival dan penyelamatan habitat baik itu di Rusia maupun di timur laut China. Satwa macan tutul itu telah terdaftar di CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) yang melindungi satwa dari perdangan ilegal bulu binatang dan tujuan medis.
MYS Sumber : AP
Nasional : Pangeran Charles Tanam Pohon Bulian di Jambi
(www.kompas.com, 02-11-2008)
BUNGKU, MINGGU - Putra mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles tiba di kawasan Hutan Restorasi Ekosistem Indonesia, di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Minggu (2/11). Sekitar pukul 14.00 WIB, ia langsung meninjau pembibitan tanaman langka dan menanam pohon kayu bulian.
Selanjutnya, Pangeran Charles didampingi Menteri Kehutanan MS Kaban dan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin yang tiba di kawasan Hutan Harapan Rainforest tersebut melalui jalan darat dari Bandara STS Jambi, mengunjungi permukiman Suku Anak Dalam dan Suku Bathin Sembilan.
Kedua komunitas merupakan suku asli tertinggal yang telah menetap di dalam hutan sejak ratusan tahun, yang hingga kini masih mengandalkan hutan sebagai tempat tinggal dan mencari makan.
Menhut MS Kaban menyampaikan kepada Pangeran Charles, bahwa kawasan Hutan Restorasi yang berada di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan seluas 101.000 hektar akan dijadikan model pengelolaan restorasi pertama di Indonesia. Sampai saat ini sudah ada 10 perusahaan di Indonesia yang mengajukan izin untuk mengelola kawasan Hutan Restorasi.
"Kami akan memproses dan meneliti di mana saja yang akan diberikan menjadi kawasan Restorasi terutama hutan-hutan yang masih produktif," papar Menhut MS Kaban.
WAH Sumber : Antara
Nasional : Indonesia Apresiasi Perhatian Inggris Terhadap Hutan Indonesia
(www.kompas.com, 02-11-2008)
BATANGHARI, MINGGU - Indonesia bangga atas perhatian pemerintah Kerajaan Inggris terhadap hutan, khususnya di Provinsi Jambi yang mulai mengalami kerusakan parah akibat aksi pembalakan liar beberapa tahun terakhir ini.
"Kita harus bangga karena masih ada negara asing seperti Inggris yang mau memperhatikan hutan di Indonesia," Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Minggu (2/11) saat mendampingi Pangeran Charles meninjau Hutan Restorasi di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Perhatian serius pemerintah Inggris terhadap hutan terlihat kehadiran langsung Pangeran Charles pada peresmian Hutan Harapan, merupakan hutan yang direstorasi (dikembalikan seperti semula) seluas 101 ribu ha berada di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
Gubernur berharap, dengan adanya Hutan Harapan, yang terletak di dua kabupaten yakni Kab. Batanghari dan Sarolangun, dapat dijaga dan jangan ada lagi yang merusak.
Sementara itu, Bupati Batanghari, Syahirsah mengatakan, siap untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan restorisasi hutan pada Hutan Harapan di wilayahnya.
"Dengan segala sumber daya manusia yang ada pemerintah Kab. Batanghari siap menjaga pelaksanaan program pengembalian hutan untuk menjadi seperti semula," tuturnya.
Pangeran Charles, setibanya di kawasan Hutan Restorasi Ekosistem Indonesia, di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB langsung meninjau pembibitan tanaman langka dan menanam pohon kayu bulian.
Selanjutnya, Pangeran Charles didampingi Menteri Kehutanan MS Kaban dan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin yang tiba di kawasan Hutan Harapan Rainforest tersebut melalui jalan darat dari Bandara STS Jambi, mengunjungi permukiman Suku Anak Dalam (SAD) dan Suku Bathin Sembilan.
WAH Sumber : Antara
02 November 2008
Manca Negara : Siberia : Ngengat Vampir Ditemukan di Siberia
(www.kompas.com, 02-11-2008)
SIBERIA, SELASA - Ini bukanlah sekadar rumor menjelang Haloween di akhir Oktober. Para peneliti serangga baru-baru ini menemukan kumpulan ngengat vampir di Siberia. Penemuan ini mengejutkan karena ngengat umumnya hanya makan sari buah dan bukan darah manusia.
Namun, hanya ngengat jantan yang memperlihatkan perilaku aneh tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku ini mungkin ada kaitannya dengan alasan seksual.
Bentuk fisiknya hanya sedikit berbeda pada pola sayap dengan spesies ngengat Calyptra thalactri yang biasa hidup di kawasan Russia. Entomolog dari Universitas Florida, Jennifer Zaspel malah memprediksi ngengat tersebut berkembang dari ngengat pemangsa buah.
"Kami melihat perubahan dari pemangsa atau penghisap nektar atau sari buah menjadi penusuk buah hingga kulit dan penghisap darah," ujarnya. Namun, untuk memastikan perbedaan ngengat tersebut dengan ngengat biasanya harus dilakukan studi genetika untuk melacak kapan perilaku tersebut mulai berkembang dalam kehidupannya.
Yang menjadi pertanyaan berikutnya mengapa perilaku tersebut muncul? Dengan fakta hanya ngengat jantan yang melakukannya, Zespel yakin pejantan berupaya mendapatkan garam lebih banyak. Garam yang dibutuhkan tubuh mungkin ditransfer ke ngengat betina saat kawin.
Kandungan mineral dari asupan darah juga bermanfaat untuk menambah gizi bagi larva muda yang hanya makan daun. Mineral yang dibutuhkan terutama menambah pasokan sodium yang tidak banyak diperoleh dari daun.
WAH
Sumber : National Geographic News
Nasional : 36 Ekor Penyu Dilepas di Perairan Senggigi Lombok
(www.kompas.com, 01-11-2008)
MATARAM, JUMAT - Sedikitnya 36 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) dikembalikan ke habitatnya di perairan kawasan obyek wisata Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (31/10) pagi. Penyu yang dilepas itu termasuk barang bukti yang ditangkap aparat Polisi Air Kepolisian Daerah NTB, Rabu lalu sekitar pukul 12.00 wita
"Tersangka yang menangkap penyu sudah ditahan di Mabes Polda NTB, dan kini sedang dimintai keterangan," ujar AKBP Agoes Doeta Soepranggono, Dirpolair Polda NTB, sebelum petugas melepas penyu-penyu itu.
Dari 39 ekor yang berhasil disita, hanya 36 ekor yang dilepas, sisanya tiga ekor mati karena mengalami dehidirasi. Bripka Lalu Asmara bersama tiga rekannya, menyita penyu itu ketika berpatroli 29 Oktober lalu di perairan Dusun Ketangga, Desa Pemongkong, Lombok Timur. Penyu-penyu itu bersama satu kapal motor disembunyikan di seputar teluk yang ditumbuhi tanaman mangrove.
Penyu-penyu yang panjang karapasnya 43 cm dan 92 cm rata-rata berusia 10 tahun dan 30 tahun itu, menurut salah seorang tersangka, Jepri, ditangkap di perairan Teluk Maci, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Rencananya penyu itu dibawa ke Benoa, Bali.
Jepri bersama empat temannya mengaku, disuruh dan diberi uang operasional oleh pengusaha sebesar Rp 5 juta. Keuntungan penjualan penyu itu dibagi antara pengusaha tersebut dan Jepri. Sesuai ketentuan pasal 21 ayat 2 a dab b Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Jepri dincam hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.
Menurut Windia Adnyane, Peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali, pihaknya mengambil sample darah penyu untuk kemudian melakukan penelitian dan rekam jejak untuk diketahui asal penyu-penyu itu.
Rute perjalanan
Dari pantauan selama ini, Samudera Hindia merupakan rute lalu lintas penyu. Setelah bertelur di Sukamade, Jawa Timur, penyu mencari makanan ke perairan yang terletak sekitar 80 miles beach di Australia. Setelah setahun dan dua tahun kemudian, dalam perjalanan dari dan ke tempat bertelur itu, ada penyu-penyu yang singgah di beberapa pulau karang di Kawasan Timur Indonesia seperti Pulau Komodo, kemudian Kepulauan Tengah, Matalaa, Sepake (Sulawesi) dan Sepekan (Madura).
Dalam perjalanan itu pula, acapkali penyu-penyu itu tertangkap secara tidak sengaja oleh pancing para nelayan yang menggunakan kapal besar, yang dilengkapi pancing rawe panjang, trawl dan gillnet. Hasil pantauan menyebutkan tak kurang 10.000 ekor penyu per tahun yang tertangkap secara tidak sengaja.
"Kalau yang tertangkap menggunakan pancing J (J hook), pasti mati dan dibuang," ujar Windia. Karenanya, untuk menyelematkan penyu dari kematian, para nelayan kini berupaya menggunakan pancing yang berbentuk bundar ( circle hook). Pancing ini dengan teknologi tertentu bisa dilepas dari mulut penyu-penyu itu. Khaerul Anwar
Nasional : Arifin Panigoro: RI Punya Kesempatan Luas Kembangkan Energi
www.suarapembaruan.com, 01-11-2008)
[BANDUNG] Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya energi dan pangan yang melimpah. Namun, pada saat yang bersamaan kemampuan pasokan energi dan pangan dalam negeri terus menurun.
Hal ini merupakan tantangan bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi sumber daya alam dalam negeri dan melakukan ekspansi usaha di tingkat global.
"Kesempatan sangat banyak. Ini bukan hanya sekadar bisnis karena ini merupakan masalah ketahanan energi dan pangan nasional," ujar Pendiri PT Medco Energi Internasional Tbk, Arifin Panigoro di Bandung, Jumat (31/10).
Menurutnya, pengembangan energi terbarukan harus menjadi dasar pengembangan energi nasional. Untuk memenuhi kebutuhan BBM, Pertamina harus impor dan mengeluarkan valas sebesar US$ 1 miliar per bulan.
Produksi etanol nasional sangat besar sekitar 30 juta ton. Apabila permintaan BBM itu digantikan dengan etanol maka kebutuhan bahan bakar nasional bisa terpenuhi. Data Departemen Kehutanan di Indonesia terdapat sekitar 77,8 juta hektare lahan kritis atau ekuivalen 40 persen daratan Indonesia.
Menurutnya, Rehabilitasi lahan kritis itu dapat diarahkan pada perbaikan kualitas lingkungan alam dan penyediaan sumber energi terbarukan yang berbasis selulosa.
"Indonesia bisa kembangkan berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan energi tanpa harus terbentur konflik antarkeduanya," katanya. [DLS/M-6]
