( Metrotvnews.com, Sabtu 28 Oktober 2006 )
Pemerintah Negara Bagian California, Amerika Serikat akan memberikan hadiah sebesar US$ 300 ribu bagi siapa saja yang menangkap pelaku pembakaran hutan di wilayah tersebut. Hingga, Sabtu (28/10), kebakaran hutan di wilayah tersebut masih berlangsung dan telah menyebabkan empat petugas pemadam kebakaran tewas. Kejadian tersebut adalah tragedi terburuk yang terjadi di California dalam lima tahun terakhir.
Kebakaran mulai terjadi hari Kamis (26/10) di pinggir Jalan Raya Esperanza, Cabazon, California. Pihak penyelidik sendiri saat ini sedang meneliti apakah kebakaran itu berhubungan dengan kebakaran yang terjadi di lembah pekan lalu. Unit pemadam kebakaran Riverside mengatakan telah terjadi sejumlah kebakaran yang tidak lazim dalam beberapa bulan terakhir di wilayah tersebut. Sebelumnya, sejumlah warga sempat melaporkan mereka melihat dua orang tidak dikenal meninggalkan lokasi kebakaran sesaat sebelum api mulai membakar hutan.
Sementara itu, Pimpinan Lembaga Kehutanan AS John Miller menyatakan seluruh sumber daya di wilayah Riverside, California dan pemerintah federal akan dikerahkan untuk mencari pelaku pembakaran. (**)
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
29 November 2006
Manca Negara : Amerika : Yang Menyerahkan Pelaku Pembakaran Hutan Akan Diberi Hadiah
28 November 2006
Manca Negara : Amerika : Kebakaran Hutan Di California, 3 Tewas
( Metrotvnews.com, Jumat 27 Oktober 2006 )
Sedikitnya tiga petugas pemadam kebakaran tewas ketika memadamkan api yang membakar kawasan hutan seluas empat hektare di dekat daerah Cabazon, Negara Bagian California, Amerika Serikat. Sementara dua petugas lainnya masih dalam kondisi kritis.
Kebakaran yang melandan Negara Bagian California telah meluas hingga 27 kilometer ke arah barat laut daerah Palm Spring. Pemerintah setempat telah memerintahkan agar segera dilakukan evakuasi terhadap warga di daerah Twin Pines dan Poppet Ranch. Hingga kini, akibat kebakaran hutan, sebanyak 700 warga telah dievakuasi dan pemerintah setempat telah menurunkan 700 pemadam kebakaran. (**)
27 November 2006
Manca Negara : Amerika : Badai Tropis Paul Di California Mereda
( Metrotvnews.com, Kamis 26 Oktober 2006 )
Badai tropis Paul yang menerjang kawasan resor Los Cabos di Baja California sudah mereda. Sekitar 100 penduduk yang dievakuasi di Cabo San Lucas telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka merasa lega setelah sebelumnya terancam badai Paul, badai ketiga yang mengancam kawasan itu pada musim ini. Para wisatawan juga dapat kembali menikmati indahnya kawasan pantai ini. Badai diperkirakan akan semakin melemah ketika bergerak ke arah Meksiko, yakni pada kecepatan 13 kilometer per jam.
Namun, Pusat Studi Badai Nasional Amerika Serikat di Miami memperkirakan, badai ini masih akan menimbulkan hujan yang mengakibatkan banjir. Sebelumnya, lebih dari seribu warga di kawasan wisata terkenal, Los Cabos Meksiko, dievakuasi setelah terjadi badai tropis Paul. Badai Paul berkekuatan 175 kilometer per jam ini menewaskan seorang nelayan dan turis Amerika. (***)
18 November 2006
Jakarta : Tumbuh-tumbuhan Sejenis Buah Merah Ditemukan di Papua
(Kompas, 17 Nopember 2006)
Awalnya hanya berniat mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan pangan untuk menopang ketahanan pangan masyarakat Papua, para peneliti tanpa sengaja menemukan beberapa jenis tumbuhan pandan baru. Temuan ini merupakan hasil eksplorasi tumbuh-tumbuhan bahan pangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bekerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) di Serui, Papua pada bulan September hingga Oktober 2006.
"Meskipun tujuan utama eksplorasi adalah untuk mengindetifikasi potensi sumber daya pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian dan pisang, namun tim eksplorasi juga berhasil menemukan keberadaan 14 taksa keluarga tanaman pandan (Pandanaceae)," ujar Dr Y Purwanto, Peneliti Herbarium LIPI, Jakarta, Kamis (16/11). Sebagian besar merupakan rekaman baru kekayaan sumberdaya pandan di Indonesia,
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa eksplorasi yang mengkhususkan pada keanekaragaman suku Pandanaceae di Pulau Yapen belum pernah dilakukan sebelumnya. Maka hampir seluruh jenis yang ditemukan adalah rekaman baru kecuali Sararanga sinuosa yang kehadiraannya telah dilaporkan sebelumnya oleh Beccari pada tahun 1875.
Selain itu, terdapat dua taksa yang kemungkinan merupakan jenis baru yang termasuk marga Freycinetia. Selama ini masyarakat hanya mengenal jenis buah merah (Pandanus conoideus) dari Papua yang dikenal berkhasiat sebagai obat atau suplemen yang menyehatkan tubuh.
Dengan ditemukannya 14 taksa suku pandan yang lain di Pulau Yapen tersebut, kini terbuka upaya penelitian dan pengembangan bahan pangan, buah-buahan, atau obat-obatan baru. Selain mengembangkan tumbuh-tumbuhan untuk menopang ketahanan pangan, masyarakat Papua bisa mengembangkan pertanian dan industri olahan farmasi.
Sumber: Antara, Penulis: Wah
Jayapura : Isu Tsunami, Warga Dok IX Panik, Bahkan di Manokwari Warga Sudah Mengungsi
( Cenderawasih Pos, Jumat 17 November 2006 )
Warga Dok IX, Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, khususnya yang betempat tinggal di pinggir laut, sejak tengah malam hingga Kamis (16/11) dini hari, mengalami kepanikan yang luar biasa. Hal ini menyusul adanya isu Tsunami yang akan melanda Kota Jayapura. Kepanikan serupa juga dirasakan masyarakat Manokwari. Bahkan sebagian warga Manokwari khususnya yang bermukim di dekat pantai sudah mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman sambil mengamankan barang-barang mereka.
Kepanikan warga Dok IX itu, terjadi pukul 00:00 WIT hingga pukul 04:00 WIT. Para warga memadati sepanjang jalan Tanjung Ria Base G, terutama warga menumpuk di depan Kantor P dan P Provinsi Papua hingga di depan Jalan Pasar Inpres Dok IX, dengan membawa barang seadanya.
Seorang anggota polisi bernama Sueb warga Dok IX Depan Kantor Dinas P dan P Provinsi Papua saat ditemui Cenderawasih Pos pagi harinya, menjelaskan bahwa isu tsunami itu diterima warga akan terjadi pukul 03:00 WIT, tapi sejak tengah malam masyarakat sudah mulai waspada dengan keluar dari rumahnya yang ada di pinggir laut.
Isu ini berawal dari adanya informasi bahwa di Jepang terjadi gelombang besar yang akan berlanjut ke daerah lainnya, termasuk di Jayapura. Mengetahui berita yang belum pasti itu masyarakat yang berada di pinggir laut menjadi terpengaruh dan meninggalkan rumahnya.
Pihak kepolisian yang mengetahui hal tersebut berusaha mencoba menenangkan masyarakat dengan mengatakan bahwa tsunami tidak ada, tapi masyarakat tidak langsung percaya dengan tetap bertahan di tempat-tempat yang dianggapnya aman. "Sampai pagi tidak ada tsunami dan masyarakat kembali ke rumahnya masing-masing,"jelas Sueb.
Kapolsekta Jayapura Utara AKP Piet Yan Karel Pariaribo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan adanya kepanikan warga Dok IX dengan isu Tsunami yang akan melanda Kota Jayapura.
"Malam itu, masyarakat sudah banyak meninggalkan rumahnya menjauhi daerah laut,"katanya kepada Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis, (16/11), kemarin.
Menurutnya, pihaknya sendiri mengetahui adanya masyarakat yang panik itu setelah ada telepon ke Mapolsekta Jayapura Utara dari seorang warga bernama Rudy yang menyatakan bahwa pukul 03:00 WIT akan terjadi Tsunami. "Rudy yang memberikan informasi itu kepada polisi,"ungkapnya.
Beberapa orang warga yang berhasil dimintai keterangan kepolisian mengaku bahwa informasi Tsunami itu berasal dari intel Polda Papua, tapi mereka juga tidak tahu dengan pasti siapa orang tersebut dan apakah ia benar-benar seorang polisi atau hanya mengaku-ngaku saja.
Untuk lebih jelasnya, saat ini jajaran Polsekta Jayapura Utara tengah mengumpulkan informasi siapa sebenarnya orang yang telah membuat keresahan masyarakat dengan menyebarkan akan terjadi tsunami di Kota Jayapura. "Penyebar isu tsunami masih belum diketahui orangnya,"pungkasnya.
Warga Manokwari Juga Panik
Kepanikan akibat isu Tsunami juga ternyata di Manokwari. Masyarakat Kota Manokwari terutama yang bermukim di pinggiran pantai, dini hari hingga Kamis pagi (16/11) panik luar biasa akibat beredarnya informasi atau isu akan terjadinya tsunami dan gempa tektonik.
Sejak mendengar pemberitahuan tentang tsunami tersebut, warga pantai seperti di kompleks Borobudur, Fanindi Kelurahan Padarni hingga Airkuki Sanggeng dan Wosi berhamburan meninggalkan rumah dan berlari ke ketinggian.
Dari pantauan Koran (Grup Cenderawasih Pos) ini dini hari kemarin di kompleks Borobudur, warga bergegas dan memenuhi ruas Jalan Jenderal Sudirman. Begitu pula, warga Fanindi Pantai dan Airkuki terkonsetrasi di Jalan Yos Sudarso. Warga juga membawa serta barang-barang berharga dan tas. Informasi akan adanya tsunami benar-benar membuat warga pantai ketakutan. Sebaliknya warga yang rumahnya berada di ketinggian hanya waspada, keluar dari rumah takut terjadi gempa tektonik. Namun ada juga sebagian warga yang tidak mengetahui informasi dan tenang-tenang saja.
Kepanikan luar biasa ini berawal dari pemberitahuan yang secara tiba-tiba disampaikan pada saat sedang tertidur lelap, dini hari. Aparat keamanan dibantu Infokom keliling memberitahukan warga. Pemberitahuan juga disampaikan melalui telepon langsung ke rumah-rumah warga. ''Saya kaget ada telepon pagi-pagi yang memberitahukan akan terjadi tsunami dan gempa,'' tukas salah seorang warga Sanggeng kepada koran ini.
Kondisi yang dialami warga terutama yang bermukim di pantai ini memang dimaklumi. Karena mereka pernah menjadi korban amukan gelombang tsunami dari gempa tektonik Baik tahun 1996 lalu. Saat itu puluhan rumah hanyut di bawa air, tak terhitung harta benda. Kemudian lagi, rangkaian bencana alam yang terjadi di tanah air,seperti tsunami Aceh, gempa Jawa Tengah dan Aceh.
Di tengah kepanikan, warga yang bertempat tinggal di pantai mengamankan barang-barangnya. Kondisi ini berlangsung hingga pukul 10.00 WIT. Bahkan ada sebagian warga yang sudah mengungsikan anggota keluarga dan barang-barangnya ke rumah kerabatnya yang berada di agak ketinggian dan dirasa aman dari terjangan gelombang tsunami. Ada juga anak-anak kecil dan barang diamankan di tepi jalan.
Kabar akan adanya tsunami ini ternyata bukan hanya isu semata. Walaupun dalam skala kecil, namun hal yang tak biasa terjadi pada pasang surut atau permukaan air laut. Fenomena ini menjadi pemandangan menarik warga. Pasang surut yang tak biasanya ini paling nyata terlihat di pantai Borobudur yang merupakan kawasan pemukiman nelayan. Di sini, tiba-tiba air permukaan air laut surut hingga beberapa meter dari garis pantai.
Namun hanya berselang sekitar 2 menit,tiba-tiba permukaan air laut naik hingga mencapai kurang lebih 30 cm. ''Itu, itu, air naik lagi, ini tidak biasanya terjadi,'' tandas Arman-salah seorang warga Borobudur. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Manokwari, Kompol Bedjo bersama anggotanya menempatkan diri melihat kepanikan warga Borobudur. Ia berharap agar warga tetap tenang namun waspada. Dikatakannya informasi yang disebarkan ke masyarakat tentang waspada tsunami resmi dari BMP di Jakarta, bukan mengada-ada. Kabag Ops sempat memperlihatkan faximile dari BMG. ''Pemberitahuan yang kami sampaikan bukan mengada-ada, tapi ini buktinya,'' tukasnya sambil memperlihatkan fax.
Kepanikan warga panikan makin berkurang setelah melihat tidak adanya lagi keanehan pada pasang surut air laut. Meski masih diselimuti perasaan was-was, warga kembali mengangkat barang-barangnya ke rumah.
BMG Minta Warga Tetap Waspada dan Tenang
Kepala Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kabupaten Manokwari, George Leskona meminta warga tetap tenang namun waspada terhadap informasi adanya gelombang tsunami atau gempa tektonik. Pihaknya akan terus memantau perkembang gempa yang terjadi di Kepulauan Kuril, Rusia dengan kekuatan 8,1 Skala Rigter, berpusat pada titik koordinat 46,7 LU, 153,5 BT. ''Kita akan terus pantau perkembangannya. Kalau ada perkembangan signifikan pasti akan kami sampaikan secepatnya,'' kata Leskona.
Ditemui Manokwari Pos di kantornya, Kamis (16/11) kemarin, gempa yang terjadi di Jepang bagian utama dan juga dirasakan di Papua sekitar pukul 22.10 WIT itu, sangat berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan pengamatan BMG Jepang, gempa berkekuatan 8,1 itu bisa memunculkan gelombang tsunami setinggi 2 meter teutama di perairan Jepang dan Lautan Pasifik. ''Tsunami 2 meter itu memang terjadi di Jepang,'' tandanya.
Tsunami itu sampai ke wilayah perairan Indonesia, utamanya di pantai utama Papua, Biak, Nabire dan Jayapura, wilayah Irian Jaya Barat,Manokwari dan Sorong serta Sulawesi Utara, Manado dan Bitung. Namun, sesuai perkiraan yang sampai di perairan Papua tinggi gelombang hanya mencapai 20-30 cm. ''Dan ini memang benar, terjadi perubahan permukaan air,'' ujarnya.
Gelombang Pasang 2 Meter di Biak
Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi dan Geofisika Klas 1 Biak, Bambang Hermanto kepada Cenderawasih Pos Kamis kemarin mengungkapkan, gempa yang terjadi di daerah Kuris Jepang atau 46,7 derajat Lintang Utara dan 153,5 derajat Bujur Timur terjadi sekitar pukul 20.14 WIT dengan kekuatan 8,5 SR.
Diakui meski gempat tersebut berakibat terjadinya gelombang tsunami di sepanjang pantai utara Papua dini hari, namun gelombang pasang yang tingginya kurang dari 2 meter yang terjadi Biak pukul 02.59 WIT, tidak sampai menimbulkan bencana.
Sementara itu Kepala Stasiun Radio Pantai Klas III Biak, Jopy Tetelepta yang ditemui secara terpisah juga mengakui bahwa gelombang pasang yang terjadi di sepanjang Pantai Utara Papua akibat gempa di Jepang tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan masyarakat."Dari komunikasi kami melalui radio komunikasi dengan beberapa kapal dilaporkan bahwa kondisi di perairan pantai utara cukup aman dan tidak
ada laporan mengenai kerusakan,"terangnya.
Saat mendapatkan informasi tentang gempa yang terjadi di Jepang, Jopy Tetelepta mengatakan pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan petugas mercusuar di Pulau Mapia untuk memantau keadaan. "Menurut laporan petugas dari sana, situasi di Pulau Mapia aman dan gelombang cukup tenang,"tambahnya.(api/lm/nat)
Jayapura : Masyarakat Diharap Ikut Kendalikan Kerusakan Lingkungan
( Cenderawasih Pos, Jumat 17 November 2006 )
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Jayapura, Drs Yan Hendrik Hamadi mengatakan, pengendalian dan pencegahan kerusakan lingkungan perlu keterlibatan masyarakat secara menyeluruh.
Dikatakan, tingkat kerusakan lingkungan saat ini sudah cukup memprihatinkan. Hal itu dapat dilihat dari tingkat kerusakan wilayah hutan atau konservasi, terjadinya longsor dan banjir setiap kali hujan dan mendangkalnya kali akibat sampah dan material yang dibawa dari daerah hulu.
"Tanpa ada keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan maka program apapun yang kami lakukan
akan sia-sia. Oleh karena itu masyarakat harus mempunyai kesadaran supaya ikut mengambil bagian dalam pengelolaan lingkungan ini," ujarnya kepada Cenderawasih Pos via hand phone (HP), kemarin.
Apapun yang dilakukan pemerintah, tidak akan memberikan hasil yang baik apabila masyarakat tidak mendukungnya. Bahkan kondisi kerusakan dan dampak lingkungan bakal makin kritis jika semua pihak tidak ikut mengambil bagian dalam penanganannya.
"Coba lihat saja, jalan infeksi untuk memberikan saluran air atau mengeruk kali yang dangkal justru tidak ada. Nah kalau sudah demikian semuanya serba salah, karena itu perlu ada dukungan dari masyarakat. Kalau membangun minimal meninggalkan jalan infeksi,"tandasnya.
Lanjut mantan Kadistrik Jayapura Selatan ini, pengendalian kerusakan lingkungan perlu dukungan masyarakat adat. Yakni, dengan tidak menjual tanah adat khususnya di wilayah-wilayah konservasi.Terkait dengan peran aktif masyarakat dalam pengendalian lingkungan ini, Bapedalda Kota Jayapura, hari ini, Jumat (16/11) akan menggelar dialog interaktif halo warga kota.(ito)
17 November 2006
FakFak : Dishut Benarkan PT. AI Telah Bergerak Tanpa Izin
( Cenderawasih Pos, Kamis 16 November 2006 )
Tudingan terhadap PT. Arfak Indra (PT. AI) yang telah melakukan perambahan hutan dengan pengoperasian alat berat tanpa mengantongi izin dari Dirjen Kehutanan, dibenarkan Kasubdin Produksi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dis. Hutbun) Kabupaten Fakfak, Ir. Sofyan Syukur, kepada Fakfak Expres.
Bahkan kegiatan perambahan hutan dengan mengoperasikan alat berat tanpa izin tersebut kini pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Fakfak telah menerima surat pemberitahuan dari masyarakat yang menyesesalkan aksi PT. AI tersebut.
Menurutnya, Ir, Sofyan Syukur, bahwa kegiatan PT. AI dengan mengoperasikan alat berat tersebut ternyata telah melanggar aturan karena selama ini belum ada izin dari Dirjen Kehutanan untuk perusahaan HPH tersebut untuk mengoperasikan alat – alat berat nya dilokasi perambahan hutan.
Selama ini kata dia, pihak perusahaan HPH PT. AI baru mengantongi rekomendasi pengurusan izin pemasuk dan penggunaan alat dimanan rekomendasi tersebut hanya digunakan untuk kepengurusan izin penggunaan dan pengoperasia sedangkan izin untuk pemasukan dan pengoperasian di lokasi penebangan belum diterbitkan hingga saat ini.
Dengan rekomendasi yang dikantongi PT. AI tersebut tidak berarti pihak perusahaan dapat menggunakannya untuk memasukan alat berat ke lokasi penebangan maupun untuk mengoperasikannya. “Dengan rekomendasi yang ada ini belum bisa untuk digunakan melakukan kegiatan apapun dengan alat berat yang ada ataupun memasukannya ke lokasi penebangan”, tandas Ir. Sofyan Syukur, kepala Fakfak Expres.
Atas pengoperasian alat – alat tersebut yang diperoleh informasi melalui surat dari masyarakat, maka Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Fakfak, telah menurunkan petugasnya ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
Dan setelah petugas Dinas Kehutanan dan Perkebunan itu melaksanakan tugas diketahui bahwa alat – alat berat PT. AI telah melakukan kegiatan ini terlihat dari berpindahnya alat tersebut dari lokasi pertama. Untuk menindak lanjuti hasil temuan tersebut, pihak Dinas Hutbun, telah melakukan peneguran dan meminta kejelan dari pihak PT. AI, dimana menurut, perusahaan HPH tersebut dilakukan pengoperasian alat berat untuk membuka badan jalan koridor dengan alasan permintaan masyarakat.
Namun alasan tersebut kata Sofyan Syukur, tetap saja tidak diterima karena untuk melakukan pemasukan alat berat dilokasi penebangan maupun untuk pengoperasiannya dibutuhkan adanya izin dari Dirjen Kehutanan.
Untuk itu, Dinas Hutbun tetap akan mengambil tindakan pembinaan terhadap PT. Ai yang telah mengoperasikan alat berat untuk perambahan hutan di lokasi kerjanya di Budidhi yang masuk dalam lokasi HPHnya. (ric)
Merauke : Gubernur Beberkan 7 Kebijakan Baru, Untuk Penataan dan Pengelolaan Hutan di Provinsi Papua
( Cenderawasih Pos, Kamis 16 November 2006 )
Dalam rangka pengelolaan dan penataan pembangunan hutan berkelanjutan di Provinsi Papua, Gubernur Barnabas Suebu akan menerapkan 7 kebijakan baru. Tujuh kebijakan baru itu yakni pertama, kepemilikan hutan dikembalikan kepada rakyat karena status hutan di Papua merupakan hutan adat yang dimiliki oleh masyarakat adat berdasarkan marga secara turun temurun dan dalam pemanfaatannya berdasarkan kearifan lokal (menebang, menanam, memelihara dan menjaga kelestarian hutan) untuk keturunannya. Kedua, terhadap HPH yang tidak aktifdan tidak mempunyai industri akan dicabut sedangkan HPH yang akan akan diverifikasi untuk ditata kembali.
Ketiga, mengoptimalkan 4 unit industri perkayuan (Wapoga Mutiara Industri, Kodeco, Korindo, PT Gizanda) dengan pengaturan rasionalisasi suplay bahan baku dengan kapasitas industri terpasang. Keempat, menghentikan pemasaran logs keluar Provinsi Papua (mencengah penyelundupoan, illegal logging dan optimalisasi industri perkayuan). Kelima, pengembangan hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat.
Keenam, pengembalian industri kayu rakyat dan terakhir pengembangan dan pengolahan hasil hutan bukan kayu, ecoturisme dan jasa lingkungan (clean development mechanisme and carbon trade).
Tentang tujuh kebijakan baru yang akan diterapkan itu disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze, ketika membuka Rapat koordinasi Pembangunan Kehutanan se-Provinsi Papua yang berlangsung di Merauke, kemarin.
Gubernur juga mengatakan meskipun Papua kaya akan hasil hutan, namun kekayaan dari pengelolaan hasil hutan tersebut belum memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan masyarakat kampung di Papua.Indikatornya, kondisi masyarakat Papua yang bermukim di dalam dan di sekitar hutan masih berada di bawah garis kemiskinan dan tidak berdaya.
Padahal hasil sumber daya hutan banyak dieksploitir dan mampu mendatangkan devisa negara yang cukup banyak. Selain kemiskinan yang masih melanda masyarakat di dalam dan sekitar hutan tersebut, menurut Gubernur, degradasi hutan menjadi lahan kritis juga semakin meluas (parah).
Sampai saat ini, diperkirakan degradasi lahan kritis mencapai luas kurang lebih 3,6 juta ha. Degradasi ini akan terus bertambah seiring dengan masih terjadi penebangan liar (illegal logging) serta terjadinya erosi dan banjir, adanya kebutuhan lahan dalam skala besar untuk keperluan pembangunan non kehutanan, kapasitas industri pengolahan kayu yang belum optimal karena supply bahan baku belum kontinyu sehingga menurut Gubernur diperlukan kebijkan pengelolaan yang lebih baik dan terpadu untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
‘’Dari berbagai data permasalahan itu, dapat memberikan gambaran yang negatif bagi performance pengelolaan sumber daya hutan tropis di Provinsi Papua, terhadap kelestarian daya hutan. Oleh karena itu, pesan saya agar dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam hutan tropis di Provinsi Papua senantiasa konsisten menggunakan kriteria yang telah disepakati berbagai stakeholder termasuk masyarakat internasional dalam pengelolaan hutan lestari,’’ pesannya. (ulo)
Wamena : Perindag Jayawijaya Tertibkan Penyaluran BBM, Pemilik Kendaraan Diwajikan Miliki Kupon
( Cenderawasih Pos, Kamis 16 November 2006 )
Hasil rapat kordinasi Pemkab Jayawijaya dengan instansi terkait tentang penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Kabupaten Jayawijaya (Cepos 13/11) terus ditindak lanjuti. Salah satunya dengan digunakankan kupon isi bensin bagi pemilik kendaraan. Plt. Bupati Jayawijaya Nicolas Jigibalom, S. Sos menunjuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Jayawijaya selaku instansi teknis ditunjuk langsung untuk menangani permasalahan ini.
Kasubdin Perdagangan Markus Way ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos di ruang kerjanya Rabu (15/11) kemarin membenarkan hal itu. Bentuk kesepakatan untuk mendapatkan BBM subsidi bagi masyarakat itu kini sudah mulai dijalankan.” Masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan BBM subsidi itu,”tegas Markus.
Dalam penyaluran BBM kepada warga semua itu diatur dimana setiap warga yang ingin memperoleh jatah BBM diberikan sebuah kupon dengan kriteria kendaraan roda dua mendapat 5 liter, kendaraan roda 4 jenis bensin mendapat 20 liter dan roda 4 jenis solar mendapat 30 liter.
“Untuk mendapatkan kupon setiap warga yang mempunyai kendaraan bermotor harus menyerahkan foto copi stnk yang nantinya akan ditukar dengan kupon sesuai dengan jenis kendaraan yang dimiliki,” ujar Markus panjang lebar.
Warga yang antri untuk mengambil kupon berjalan dengan tertib karena mendapat pengamanan dari pihak kepolisian Jayawijaya. Demikian juga saat mengambil jatah BBM di Premium Solar Packed Dealer (PSPD) Anwarudin berjalan dengan tertib. Meski masih ada beberapa kendaraan yang belum mendapatkan jatah BBMnya, namun semua dapat diatasi dengan baik.
Sampai dengan hari ini kupon yang sudah pihaknya salurkan sebanyak 700 lembar dengan perincian kendaraan roda 4 yang menggunakan bahan bakar bensin sebanyak 220 lembar, kendaraan roda 4 yang menggunakan bahan bakar solar 80 lembar dan kendaraan roda 2 sebanyak 375 lembar.
Selain pembagian jatah BBM kepada masyarakat, juga disediakan stok BBM guna mengantisipasi dalam keadaan darurat/emergency.” Setiap harinya kita menyediakan BBM sekitar 10.000 liter, 8.675 liter untuk konsumsi masyarakat dan sisanya 1.325 liter untuk keadaan darurat dan jatah kupon itu berlaku selama 2-3 hari, kalau BBM kendaraannya habis mereka kembali kesini untuk mengambil kupon,”ujarnya.
Setelah semua kendaraan itu didata secara lengkap, dalam jangka waktu 3-6 bulan kedepan pihaknya akan buatkan kartu tetap, sehingga bagi masyarakat yang ingin mendapatkan jatah BBMnya sudah terjadwal secara teratur dan berlangsung dengan tertib.
Pembagian kupon itu sendiri ada yang pro dan kontra. Pihak yang pro lebih banyak dari pada yang kontra, hal itu dinilai wajar karena selama ini ada kepentingan oknum-oknum tertentu (pihak kontra) yang “bermain” di PSPD, mereka menimbun BBM itu kemudian dijual dengan harga mahal.
“Saya sangat bersyukur dengan pembagian BBM bersubsidi ini, karena selama ini saya saya belum pernah merasakannya, “ujar salah seorang PNS yang namanya enggan dikorankan ketika ditemui Cenderawasih Pos saat mengurus kupon di dinas Perindag Jayawijaya, kemarin. (jk)
Manca Negara : Spanyol : Serangga Penyerbuk Dorong Evolusi Bentuk Bunga
( Kompas, Senin 16 Oktober 2006 )
Selain berwarna-warni, mahkota bunga tampil dengan berbagai bentuk. Namun, secara umum, mahkota bunga dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni yang berbentuk simetri radial, misalnya bunga lili, dan simetri bilateral, misalnya anggrek.
Dari bukti-bukti fosil bunga yang pernah ditemukan dan sifat genetika tumbuhan menunjukkan bahwa simetri radial merupakan sifat dasar yang dibawa sejak zaman purba. Sedangkan bentuk simetri bilateral muncul secara acak di berbagai jenis tumbuhan kemudian.
Para peneliti berusaha mempelajari mengapa beberapa jenis tumbuhan memilih bentuk simetri bilateral dalam proses seleksi alam. Tim yang dipimpin Jose Gomez dari Universitas Granada Spanyol mempelajari tumbuhan herba Erysimum mediohispanicum yang tumbuh di daerah selatan Spanyol.
Tumbuhan ini dipilih sebab memiliki bunga ganda yang berbentuk simetri radial maupun bilateral. Gomez dan para peneliti lainnya mengamati jenis serangga yang membantu penyerbukan bunganya dan mengamati dimensi bunga dengan teknik morfometri geometri.
Dari 2000 kali pengamatan yang berselang satu menit terlihat bahwa serangga yang paling sering datang adalah kumbang Meligethes maurus. Sekitar 80 persen dari total kunjungan dilakukan kumbang yang berukuran kecil tersebut..
Mereka juga menemukan bahwa bunga yang berbentuk simetri bilateral lebih sering dikunjungi kumbang daripada yang simetri radial. Selain itu, tumbuhan yang memiliki bunga berbentuk simetri bilateral menghasilkan biji dan tunas lebih banyak.
Ini menunjukkan bahwa keturunan yang memiliki bunga simetri bilateral akan lebih banyak daripada yang simetri radial. Serangga juga cenderung memilih mendatangi bunga yang berbentuk simetri bilateral. Hal tersebut merupakan faktor yang mendorong evolusi bunga. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal American Naturalist.
Yang masih menjadi pertanyaan sekarang, mengapa kumbang memilih bunga yang bilateral? "Mungkin karena bentuk yang bilateral lebih mudah didarati serangga," ujar Gomez.
Manca Negara : Spanyol : Serangga Penyerbuk Dorong Evolusi Bentuk Bunga
( Kompas, Senin 16 Oktober 2006 )
Selain berwarna-warni, mahkota bunga tampil dengan berbagai bentuk. Namun, secara umum, mahkota bunga dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni yang berbentuk simetri radial, misalnya bunga lili, dan simetri bilateral, misalnya anggrek.
Dari bukti-bukti fosil bunga yang pernah ditemukan dan sifat genetika tumbuhan menunjukkan bahwa simetri radial merupakan sifat dasar yang dibawa sejak zaman purba. Sedangkan bentuk simetri bilateral muncul secara acak di berbagai jenis tumbuhan kemudian.
Para peneliti berusaha mempelajari mengapa beberapa jenis tumbuhan memilih bentuk simetri bilateral dalam proses seleksi alam. Tim yang dipimpin Jose Gomez dari Universitas Granada Spanyol mempelajari tumbuhan herba Erysimum mediohispanicum yang tumbuh di daerah selatan Spanyol.
Tumbuhan ini dipilih sebab memiliki bunga ganda yang berbentuk simetri radial maupun bilateral. Gomez dan para peneliti lainnya mengamati jenis serangga yang membantu penyerbukan bunganya dan mengamati dimensi bunga dengan teknik morfometri geometri.
Dari 2000 kali pengamatan yang berselang satu menit terlihat bahwa serangga yang paling sering datang adalah kumbang Meligethes maurus. Sekitar 80 persen dari total kunjungan dilakukan kumbang yang berukuran kecil tersebut..
Mereka juga menemukan bahwa bunga yang berbentuk simetri bilateral lebih sering dikunjungi kumbang daripada yang simetri radial. Selain itu, tumbuhan yang memiliki bunga berbentuk simetri bilateral menghasilkan biji dan tunas lebih banyak.
Ini menunjukkan bahwa keturunan yang memiliki bunga simetri bilateral akan lebih banyak daripada yang simetri radial. Serangga juga cenderung memilih mendatangi bunga yang berbentuk simetri bilateral. Hal tersebut merupakan faktor yang mendorong evolusi bunga. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal American Naturalist.
Yang masih menjadi pertanyaan sekarang, mengapa kumbang memilih bunga yang bilateral? "Mungkin karena bentuk yang bilateral lebih mudah didarati serangga," ujar Gomez.
Manca Negara : Amerika : Jaring Laba-laba Sambung Tulang dan Otot
( Kompas, Senin 16 Oktober 2006 )
Jaring laba-laba dapat dipakai untuk menyambung otot (tendon) atau memulihkan ligamen yang rusak. Selain sangat kuat, serat alami ini tidak menyebabkan infeksi. Penggunaan serat untuk aplikasi medis sebenarnya telah diceritakan sejak sekitar 2.000 tahun lalu. Di antaranya untuk melawan infeksi, mencegah pendarahan, dan menutup luka.
Meski demikian, para ilmuwan belum menemukan bukti bahwa jaring laba-laba dapat membunuh kuman. Sejauh ini, hasil percobaan pada hewan menunjukkan bukti-bukti awal bahwa jaring laba-laba tidak menghasilkan respon kekebalan terlalu besar sehingga dapat diterima tubuh.
Para peneliti di Universitas Tufts, Massachusetts telah membuktikan bahwa jaring laba-laba dapat dirangkai untuk memulihkan jaringan penyambung tulang (ligamen) yang rusak. Percobaan ini berhasil pada ligamen jenis ACL (anterior cruciate ligament) yang biasanya rusak pada penderita cedera lutut.
"Kami juga melihat potensi jaring laba-laba untuk tendon buatan," kata Randolph Lewis dari Universitas Wyoming, AS. Para ilmuwan telah memanfaatkannya untuk membuat benang operasi untuk menutup luka bekas operasi, mata, atau, menyambung jaringan syaraf.
Namun, Lewis dan para peneliti lainnya belum dapat menghasilkan jaringan yang siap pakai. Untuk menghasilkan material seperti jaring laba-laba dalam jumlah besar, Lewis memanfaatkan alfalfa, tumbuhan semak yang biasa dipakai sebagai pakan kuda di Amerika. Sedang peneliti lainnya coba membuat protein jaring laba-laba dalam susu kambing.
Mereka dapat menghasilkan jaring di luar tubuh laba-laba dengan cara menyisipkan gen yang dimiliki laba-laba ke sel yang menjadi targetnya. Penelitian terakhir yang sedang dilakukan Lewis dilaporkan dalam jurnal Chemical Reviews.