Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

09 May 2006

Jayapura : Dinas Pertanian Serahkan Bibit Kakao 1000 Batang

( Papua Pos, Senin 08 Mei 2006 )
Kepala Dinas Pertanian dan Hotikultura Kabupaten Jayapura, Ir LA Achamady M,MT mengatakan dalam upaya mengingkatkan pemberdayaan ekonomi melalul tanaman agropolitan dikawasan kabupaten Jayapura, pihaknya melakukan monitoring ke masyarakat Kemtuk Gresi dan Nimbontong.
Dari hasil monitoring yang dilakukan di dua distrik tersebut diserahkan pula sekitar 1000 bibit pohon Kakao. Setelah bibit diserahkan masyarakat cukup senang dan mereka berjanji akan meningkatkan perekonomiannya melalui tanaman agropolitan.

Sebenarnya ujar dia, bibit yang akan diserahkan ditargetkan sebanyak 2.150, namun dikarenakan bibit tersebut belum seluruhnya siap ditanam sehingga yang diserahkan hanya 1000 bibit. Pemberian bibit Kakao sebanyak 2.150 batang ini adalah kekurangan dari program wajib tanam Kakao 2 juta pohon kepada masyarakat atas sumbangan dari pemkab Jayapura. Sehingga kekurangan dari 2 juta pohon tersebut hanya tinggal 1.150 pohon lagi. "Kita akan realisasikan 1.150 bibit dalam waktu dekat, paling lambat bulan depan,"ucapnya saat ditemui Papua Pos di Kantor Bupati Jayapura, Jumat (5/5)lalu. Keseluruhan 2 juta pohon kakao pada program wajib kakao tahun 2005 itu, bibitnya berasal dari Jember yang verietasnya telah teruji keunggulannya dalam menghasilkan buah. Bibit dua juta bibit Kakao ini bersumber dari APBD kabupaten Jayapura tahun 2005 dengan luas daerah yang harus ditanami sebanyak 320 Ha lagi.

Total keseluruhan areal tanah yang kosong untuk pengembangan tanaman Kakao 320 Ha akan ditanami bibit sebanyak 320.000 bibit lagi dengan hitungan rasiortalnya bahwa dalam luas tanah satu hektar akan dapat ditanami 1000 bibit dengan jarak tanam dari satu pohon kepohon lain adalah 1 meter persegi.
Upaya dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi melalui tanaman agropolitan tersebut maka pemkab Jayapura akan menerima 1 juta bibit Kakao dari pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi dalam waktu dekat. * *

06 May 2006

Jayapura : Dinas Pertambangan Sudah Lakukan Survei Sumber Air

( Cenderawasih Pos, Jumat 05 Mei 2006 )
Permintaan anggota Dewan Komisi D DPRP Longginus Sanggur, S.Sos agar Dinas Pertambangan Provinsi Papua melaku­kan survei sumber air, mendapat tanggapan Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Papua, Paulus Jantewo, BE.

Menurut, Paulus Jantewo, apa yang dikatakan anggota DPRP itu sangat terlambat, sebab dinas pertambangan sudah sejak beberapa tahun lalu melakukan survei di bebe­rapa daerah. Selain melakukan sur­vei, dinas pertambangan juga telah melakukan pengeboran air di bawah permukaan tanah, dan hasilnya su­dah dimanfaatkan masyarakat, meskipun belum maksimal.

"Kita perlu perjelas dulu apa yang dimaksudkan dengan survei sumber air tersebut. Kalau, yang dimaksud dengan survei air di atas permukaan tanah, maka itu menjadi tugas dinas pekerjaan umum. Tapi kalau survey itu yang dimaksudkan dengan sum­ber air di bawah permukaan tanah, ya memang itu menjadi tugas kami,"ungkapnya saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, dari hasil survei yang dilakukannya, ada beberapa daerah yang memang memiliki potensi sum­ber air, seperti di Kabupaten Jayapura khususnya di Sentani dan di Supiori. Sebenarnya masih banyak daerah lain yang memiliki potensi sumber air, namun tidak semua sum­ber air itu memiliki kualitas yang baik yang bisa dikonsumsi untuk kebutuhan masyarakat.

"Untuk di Supiori yang daerahnya sulit mencari air bersih, kami sudah melakukan eksplorasi dan pengebo­ran air di bawah permukaan tanah. Hanya saja, hasil dari pengeboran itu, distribusi airnya belum meluas. Se­bab, untuk melakukan pengeboran air di bawah permukaan tanah membutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara alokasi yang diberikan dinas pertambangan sangat terbatas,"ujarnya. (mud)

Merauke : PT Korindo Akan Buka Lahan Kebun Singkong 40.000 Ha

( Cenderawasih Pos, Jumat 05 Mei 2006 )
PT. Korindo Group melalui anak perusahaannya PT. Indosawit Lestari berencana akan membuka kebun singkong di Merauke seluas 40.00 ha sekaligus dengan Pabrik Tepung Tapiokanya dengan investasi sebesar $ 24,858 juta lebih atau sekitar Rp 460 miliar. Tentang rencana tersebut dipaparkan Direktur Utama PT. Indosawit Lestari, Lestuni dihadapan Pemerintah Kabupaten Merauke, segenap Muspida dan pejabat teras Pemerintahan Kabupaten Merauke. Rapat paparan tersebut dipimpin langsung Bupati Merauke Drs. Johanes Gluba Gebze, berlangsung di Operation Room Kantor Bupati, Kamis kemarin. Dan paparan yang disampaikan, terungkap, perusahaan tersebut berencana akan melakukan pembangunan perkebunan melalui 2 tahap. Tahap pertama, seluas 20.000 ha akan mulai pembangunan tahun 2007 seluas 5.000 ha, tahun 2008 seluas 5000 ha dan tahun 2009 seluas 10.000. Sedangkan tahap kedua akan dibangun seluas 20.000 ha.

Dengan luas pembangunan lahan yang akan digunakan tersebut, menurut Lestuni, total tenaga kerja yang akan digunakan sebanyak 12.770 orang dengan rincian pimpinan perusahaan 3 orang, pekerja TKI 12.749 orang dan pekerja TKA sebanyak 18 orang. Sedangkan investasi diperkirakan mencapai Rp 460 miliar, terdiri dan investasi kebun singkong sebesar 245 miliar, sedangkan investasi pabrik tepung tapioka dengan kapasitas 800 ton/jam sebesar Rp 215 miliar. Pihak perusahaan memperkirakan dengan luasan itu, akan diproduksi singkong batangan 540.000 ton dan tepung tapioka 135.000 ton pertahunnya.

Dalam perekrutan tenaga kerja untuk kebutuhan pem­bangunan kebun singkong dan pabrik tapioka, pihak perusa­haan mengaku akan memperioritaskan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja lokal dengan pola kemitraan.

Sementara itu, Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze menyatakan sangat menyambut baik dengan rencana tersebut. Karena dengan masuknya perusahaan ini akan membuka lapangan kerja yang seluas-seluasnya. Namun Bupati mengingaikan agardalam melakukan usahanya itu tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

Sedangkan masalah lain bisa diakomodir oleh Pemerintah daerah. Terkait dengan rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Merauke membentuk tim survey untuk melakukan penelitian letak tanah yang cocok untuk perkebunan singkong di Merauke tersebul. (uto)

Jayapura : Dinas Pertambangan Diminta Lakukan Survei Sumber Air

( Cenderawasih Pos, Jumat 05 Mei 2006 )
Anggota Komisi D DPRP Longginus Sanggur,S.Sos minta agar Dinas Pertambangan melakukan survei untuk mendapatkan sumber - sumber air, selain pemanfaatannya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.

"Kami di komisi D DPRP siap mengalokasikan sejumlah dana untuk membiayai kegiatan survei sumber -sumber air, mengingat dengan data dari hasil survei itu tentunya selain digunakan untuk pmenuhan kebutu­han masyarakat, juga data tersebut dapat digunakan untuk pengadaan pembangkit listrik tenaga air,"katanya kepada Cenderwasih Pos, kemarin.

Meski daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak baik itu hutan terutama sumber air, tetapi akibat tidak adanya survei yang baik sehingga pemanfaatan SDA.yang ada ini tidak maksimal.

"Coba dibayangan jika sumber -sumber air yang terseber luas di daerh ini dimanfaatkan secara optimal apakah itu untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air bersih ataukah untuk pembuatan pambangkit listrik tenaga air, tentunya akan bermanfaat besar bagi masyarakat,"tandasnya.

Untuk itu dirinya meminta agar dinas terkait dalam hal Dinas Pertambangan segera menyiapkan perencanaan survei sumber - sumber air bukan malah setiap tahunnya mengusulkan perencanaan sumur bor yang pemanfaatannya belum maksimal dirasakan oleh masyarakat. ''Mengingat saat ini ada pembahasan RAPBD maka dinas teknis harus segera menyiapakan perencanaan tersebut sehingga kita dapat alokasikan sejumlah anggaran untuk kegiatan survei tersebut,"pungkasnya. (and)

05 May 2006

Jayapura : DKP Akan Bersihkan Drainase

( Cenderawasih Pos, Kamis 04 Mei 2006 )
Guna mencegah terjadinya banjir di Kota Jayapura, Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Jayapura akan mengeruk,mengangkat dan membersihkan sampah yang di sejumlah drainase. Kepala DKP Kota Jayapura, Luhu lima, saat dikonfirmasi menjelaskai, salah satu penyebab seringnya air meluap ke jalan raya adalah karena drainase yang ada tersumbat sampah sehingga mengalami pendangkalan.

"Contohnya di daerah Polimak, Dok V dan sekitarnya, Kotaraja dan sekitarnya serta Kelurahan Yabansai. Umumnya sebagian besar tertutup dengan sampah,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di Kantor Walikota Jayapura, Rabu, (3/5) kemarin.

Dikatakannya, bila pengerukan tersebut, tidak segera dilakukan, maka dampak selanjutnya akan berakibat fatal bagi masyarakat. Dijelaskannya, kegiatan pengerukan itu, pihaknya akan mengajak instansi teknis yang berkompeten. Instansi teknis tersebut antara lain Dinas Tata Kota, Bapedalda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Trantib.

"Kalau kita kerja sendiri kan pasti lama karena pengerukan yang kami akan lakukan adalah secara manual yaitu, memakai alat sederhana,"tandasnya. Disinggung mengenai bagaimana kepedulian masyarakat, terhadap lingkungannya, kata dia, pada dasarnya, mulai terbentuk rasa ke­pedulian masyafakat untuk memelihara kebersihan lingkungannya.

Terkait dengan itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat, jika melakukan kegiatan pembersihan, khususnya pada pengangkutan ma­terial sampah pada saluran-saluran yang ada, maka pihaknya mengharapkan agar masyarakat dapat menginformasikan kegiatannya itu se­hingga masyarakat dapat dibantu de­ngan armada (truk) pengangkut sam­pah. (nls).

Jayapura : 2006, Dinas Perkebunan Canangkan Penanaman Tanaman Jarak

( Cenderawasih Pos, Kamis 04 Mei 2006 )
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Ir Leonard Rumbarar mengungkapkan, pada anggaran 2006 ini, pihaknya akan melakukan penanaman tanaman jarak dengan luas 100 hektar. Penanaman tanaman jarak di Provinsi Papua ini adalah untuk pertama kalinya dan didanai langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Rencana pengadaan tanaman jarak sudah final, tinggal direalisasikan di masing-masing kabupaten. Diharapkan penanaman tanaman jarak ini bisa memberikan hasil yang positif,"ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu kemarin.

Dikatakan, penanaman tana­man jarak yang akan didanai oleh APBN ini diserahkan langsung ke
masing-masing kabupaten/kota. Hal ini dimaksudkan, karena kabupaten/kota dinilai mengenal dengan baik tentang kondisi daerahnya.

Kebijakan pemerintah untuk melakukan penamanam tanaman jarak di sejumlah provinsi termasuk Papua dimaksudkan untuk mengantisipasi kekurangan bahan bakar minyak. Pasalnya, jarak ini bisa dikelola menjadi bahan bakar minyak penganti BBM.

"Kami berharap perkebunan tanaman jarak ini banyak melibatkan masyarakat setempat sehingga dapat membantu pendapatan mereka. Khususnya di sektor ekonomi dan pendapatan keluarga mereka sehingga lebih sejahtera,"tandasnya. (ito)

04 May 2006

Merauke : Nahkoda dan KKM Mitra 808 Dituntut 6 Bulan Kurungan

( Cenderawasih Pos, Rabu 03 Mei 2006 )
Karena dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penangkapan ikan di Laut Arafura tanpa memiliki surat Ijin berlayar, Nahkoda KM Mitra 808 Hsu Fu Ghing (60) dan KKM Mitra 808 Huang Ho Chuan (31), akhirnya dituntut Jaksa Penuntut Umum Yafet Ruben Bonai, SH yang diwakili jaksa lainnya AR Kartono, SH, 6 bulan pidana kurungan, di PN Merauke, Selasa kemarin.

Oleh JPU, kedua terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 110 ayat 2 Jo Pasal 40 ay at 2 UU RI Nomor 21 tahun 2002 tentang Perikanan Pasal 55 ayat (I) kel KUHP. Kedua terdakwa juga diperintahkan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Meski dinyatakan terbukti, namun Jaksa penuntut menyatakan barang bukti berupa kapal Mitra 808, 50 ton ikan campuran, I set jaring ikan, 1 bundel dokumen dan 27 paspor dikembalikan kepada nahkoda yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut.

Sebelum pembacaan tuntutan tersebut, JPU membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan kedua terdakwa. Memberatkan karena terdakwa tidak mematuhi aturan pelayaran dalam kegiatan pelayaran di laut. Sedangkan meringankan, karena belum pernah dihukum dan mengakui perbuatannya. Seperti yang terungkap dalam tuntutan tersebut, KM Mitra 808 yang dinahkodai terdakwa Hsu Fu Ching ditangkap oleh KRI Untung Suropati 872 pada Sabtu 25 Februari 2006 sekitar pukul 15.15 1 WIT.

Saat itu, kapal berbendera Indonesia dengan membawa 27 ABK tersebut sedang melakukan penangkapan ikan di Laut Arafura dengan menurunkan jarring ikan jenis Insang Hanyut (Gilrnet).

Saat dilakukan penangkapan oleh petugas Nahkoda mengakui telah melakukan penangkapan ikan tanpa dilengkapi surat Ijin Penangkapan Ikan (S1PI) yang sah sebagaimana yang dialur dalam Pasal 7 ayat 2 huruf a UU RI No 31 tahun 2004 tentang Perikanan, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sidang yang diketuai Ketua Pengadilan Negeri Merauke Eduard Manalik, SH, dengan hakim anggota Wakil Ketua PN Merauke FX Supriyadi, SH dan Ina Rahman, SH dibantu Panitera Pengganti A. Fordatkosu itu ditunda dalam waktu yang belum ditentukan untuk mendengarkan putusan majelis hakim. (ulo)

Nabire : Di Nabire Ribuan Kayu Disita Polisi

( Cenderawasih Pos, Rabu 03 Mei 2006 )
Diduga memalsukan Surat Keterangan sahnya Hasil Hutan (SKSHH), serta lampiran lainnya atas pengangkutan 3000 M3 kayu jenis merbau dan campuran, yang hendak dikirim ke luar Papua dari Nabire. Suwanta alias Ook selaku direktur PT. Ska Dwi Perkasa, ditahan petugas Kepolisian, setelah sempat melarikan diri dari Nabire namun tertangkap diBiakJumat(28/4).

Direktur Reskrim Polda Papua AKBP Drs. Paulus Waterpauw kepada Papua Pos kemarin mengatakan, kasus ini terungkap setelah tim dari Dit Reskrim Polda Papua, diturunkan untuk melakukan penyelidikan atas dugaan adanya praktek illegal logging yang dilakukan oleh perusahaan kayu tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan berupa pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen ribuan kayu yang hendak dikirim keluar Papua. Ternyata diketahui kalau dokumen yang dilampirkan seperti SKSHH dan dokumen lainnya semua palsu.

Terkait hal ini, Waterpauw menduga ada oknum dari dinas Kehutanan yang terlibat. Pasalnya dokumen SKSHH itu dikeluarkan oleh dinas kehutanan. Sementara itu dalam proses penyelidikan yang dilakukan, diakui Waterpauw, sempat mengalami kendala lantaran masyarakat adat setempat menghadang petugas yang mencoba masuk ke lokasi industri untuk melakukan pemeriksaan.

Situasi seperti ini, kata Waterpauw, digunakan oleh tersangka Ook untuk melarikan diri. "Jadi waktu kayu-kayu yang dianggap illegal itu hendak dibawa petugas dari tempat industri, masyarakat setempat yang sudah dikondisikan oleh perusahaan memprotes dan melarang petugas masuk. Dalam kondisi seperti itu ternyata digunakan oleh tersangka untuk melarikan diri dengan menggunakan pesawat ke Biak,"akunya.

Untung saja, lanjut dia, ada kerja sama yang baik dengan Polres Biak sehingga tersangka akhirnya bisa ditangkap di Biak. "Setelah ditangkap di Biak, selanjutnya berdasarkan permintaan dari kami (Dit Reskrim Polda Papua) tersangka diterbangkan ke Jayapura, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," katanya menambahkan bahwa tersangka resmi ditahan sejak Sabtu (29/4) di ruang tahanan Polda Papua, dan dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan jo pasal 50 huruf f UU No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Lebih jauh dijelaskan Waterpauw, untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 saksi. Dimana peme­riksaan dilakukan di Polres Nabire mengingat tempat kejadian perkaranya disana serta memudahkan pemeriksaan terhadap saksi. "Ada 9 saksi yang sudah dimintai keterangan awal oleh tim yang ditugaskan kesana, 3 diantaranya saksi dari Dinas Kehutanan Nabire termasuk Kepala Dinasnya juga sudah diperiksa,"jelasnya

Ketika ditanyakan apakah dari pemeriksaan 9 saksi, ada yang mengarah kepada tersangka. Waterpauw mengatakan belum ada. Meski demikian, pihaknya akan terus mendalami pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut. "Pemeriksaan terhadap mereka pastinya akan terus kita dalami,"tegasnya.

Terkait dengan barang bukti, Waterpauw mengatakan hingga kini ribuan kubik kayu yang hendak dikirim telah disita petugas dari kapal. Sementara sisanya masih berada di lokasi industri dan belum dilakukan penyitaan. **

Jayapura : Atasi Banjir, Perlu Ada Tindakan Pencegahan

( Cenderawasih Pos, Rabu 03 Mei 2006 )
Fenomena banjir yang kini terus menghantui warga kota khususnya saat hujan deras, disikapi serius, Kepala Bapedalda Kota Jayapura Drs K Watori. Dikatakan, pengendalian dan pencegahan banjir di kota ini perlu ada dukungan dari komponen masyarakat. Pasalnya, banjir yang terjadi juga tidak terlepas dari ketidak seriusan masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan pe­ngendalian. Oleh karena itu, ia menilai yang perlu mendapat dukungan dari masyarakat adalah tindakan-tindakan yang sifatnya pengendalian.

"Sebenarnya masalah banjir dan dampak lingkungan lainnya, perlu dukungan dari masyarakat. Misalnya membuang sampah pada tempatnya dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan di daerah hulu,"ujarnya kepada Cenderawasih Pos usai mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan di Lapangan Brimobda Papua, Selasa (2/5) kemarin.

Dikatakan, yang dilakukan selama ini hanya berupa tindakan pengen­dalian, sementara tindakan-tindakan pencegahan sangat jarang. Pada hal, kata Watori, yang perlu menjadi perhatian adalah tindakan berupa pencegahan. Dicontohkan, kegiatan di daerah-daerah hulu khususnya bagi tangkapan air, semua kegiatan di sana harus dihentikan. "Kalau memang kita tidak mau banjir maka tindakan pencegahan yang perlu menjadi perhatian semua pihak," tandasnya.

Watori mengakui kalau sistem penerapan hukum untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan ini tidak maksimal. Hal ini yang mem­buat masyarakat melakukan aktivitas semaunya tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. (ito)

Manca Negara : China : Demi Memerangi Polusi, Beijing Uji Coba Bus Ramah Lingkungan

( Sinar Harapan, Rabu 03 Mei 2006 )
Pemerintah Kota Beijing sejak awal pekan ini menguji coba sistem transportasi umum yang ramah lingkungan. Caranya dengan memasang sistem pengereman baru pada 50 unit bus yang dapat mengurangi polusi udara. Bahkan, sistem pengereman baru tersebut dapat menghemat pemakaian bahan bakar hingga 30 persen.
Menurut harian China Daily, Selasa (3/1), 50 bus yang dilibatkan dalam uji coba tersebut akan dipasangi teknologi kendaraan hibrida hidrolik. Sistem tersebut menyerap energi yang dilepaskan saat kendaraan mengerem. Teknologi tersebut juga melepaskan energi saat mesin kendaraan dinyalakan atau ketika memacu kecepatan.
Menurut Wakil Presiden Chargeboard Electric Vehicle Co Ltd, Hu Shenglong, teknologi tersebut dapat menghemat konsumsi bensin hingga 30 persen, selain itu mengurangi kadar emisi antara 20-70 persen.
Uji coba akan berlangsung selama satu atau dua tahun. Namun, bila berjalan sukses pemerintah Beijing akan memasang teknologi tersebut ke seluruh armada bus yang berjumlah 18.000 unit. Pemasangan teknologi kendaraan baru tersebut merupakan salah satu dari langkah-langkah strategis Beijing dalam kampanye mengatasi polusi udara sebelum 2008.
Maklum, di tahun tersebut Beijing menjadi tuan rumah pesta olahraga bergengsi Olimpiade yang diikuti ribuan olahragawan dari mancanegara. Pemerintah Kota Beijing juga telah mengujicobakan bus berbahan bakar gas yang tidak bertimbal.
Selain itu, pemerintah setempat akan membangun jalur khusus bus cepat di zona-zona tertentu. Jalur tersebut akan membuat bus umum berjalan lebih efisien dan menarik minat masyarakat dan turis untuk menggunakan transportasi umum.
Upaya pemerintah Beijing dalam mengampanyekan lingkungan yang bersih tidak sia-sia. Menurut dinas perlindungan lingkungan Beijing, udara di atas kota tersebut berwarna biru bersih selama 234 hari di tahun 2005. Kalah dengan DalianKendati demikian, Beijing justru mengalami penurunan peringkat dalam daftar 10 kota paling layak huni di China pada 2005. Ironisnya, salah satu penyebab penurunan peringkat karena Beijing masih bermasalah dengan polusi.
Berdasarkan daftar yang dipublikasikan harian China Daily Selasa lalu, ibu kota China tersebut turun peringkat dari posisi ketiga pada tahun 2004 menjadi posisi 15 pada tahun lalu. Penyebab anjloknya peringkat Beijing karena parahnya lalu lintas, naiknya harga rumah, dan buruknya polusi.
Daftar yang dikeluarkan lembaga survei Horizon Group justru menempatkan Dalian, yang terletak di sebelah timur laut China, sebagai peringkat utama kota yang paling layak huni. Survei tersebut melingkupi beberapa bidang seperti lalu lintas, lingkungan hidup, kesejahteraan sosial, dan keamanan. Anjloknya peringkat Beijing dalam daftar tersebut dapat memalukan para perencana kota Beijing. Padahal, mereka telah menghabiskan anggaran miliaran dolar Amerika Serikat (AS) untuk mempercantik kota tersebut menjelang Olimpiade 2008.
Namun, pimpinan Komite Olimpiade Internasional yakin Beijing siap menjadi tuan rumah yang baik dengan menghabiskan banyak anggaran pembangunan dan perbaikan fasilitas olahraga, bandar udara, transportasi, dan infrastruktur lain.
Sementara itu, Xianmen yang terletak di sebelah tenggara dan Mianyang di sebelah barat daya China menempati peringkat kedua dan ketiga sebagai kota yang paling layak huni. Sedangkan jantung ekonomi China, Shanghai, justru menempati peringkat keenam.
Namun, China masih menghadapi beberapa tantangan utama seperti masih kurangnya sarana perumahan, sulitnya penyediaan lapangan kerja, rendahnya kualitas air bersih, dan polusi umum. Survei yang dilakukan Horizon Group tersebut juga mengungkapkan meningkatnya kesenjangan sosial antara kaum yang berada dengan mereka yang kurang mampu.
Padahal, China tengah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dan meningkatnya jumlah konsumen. "Para investor dan kelompok berpendapatan tinggi menunjukkan tingginya tingkat kepuasan," demikian penilaian Horizon.
"Namun, kelompok-kelompok berpenghasilan rendah pada umumnya kecewa karena meningkatnya harga rumah dan sulitnya mendapatkan pekerjaan," lanjut penilaian tersebut. Survei Horizon melibatkan 3.434 warga kota dan 1.604 investor di penjuru China. (ap/ant/afp/ren)

Manca Negara : Amerika : Pluto Lebih Dingin dari Dugaan

( Kompas, Rabu 03 Mei 2006 )
Semua orang pasti tahu bahwa Pluto adalah tempat yang dingin dan gelap. Namun planet itu ternyata juga lebih dingin dari bulannya yang bernama Charon, demikian menurut hasil pengukuran suhu planet tersebut baru-baru ini.

Tidak seperti Pluto, Charon tidak memiliki atmosfer, sehingga temperatur permukaannya diperkirakan tergantung pada susunan geologi dan reflektifitasnya. Perbedaan ini menimbulkan dugaan bahwa Pluto dan Charon memiliki komposisi berbeda.

Padahal dahulu keduanya sering disebut "planet ganda" karena mereka berukuran hampir sama - diameter Charon kira-kira separuh dari Pluto - dan mengorbit satu sama lain pada jarak hanya 18.000 kilometer. Namun para astronom tidak mengetahui temperatur masing-masing karena kebanyakan teleskop tidak memiliki resolusi panjang gelombang thermal untuk membedakan suhu keduanya.

Kini para peneliti berhasil mengukurnya menggunakan konfigurasi resolusi tertinggi dari delapan teleskop gelombang mikro di Hawaii yang disebut Submillimeter Array. Mereka memasang teleskop-teleskop itu sejauh mungkin satu sama lain sehingga jarak terlebar antara dua teleskop mencapai 500 meter lebih.

Menggunakan konfigurasi yang menghasilkan resolusi tinggi itu mereka mendapatkan bahwa Charon memiliki suhu 53° di atas absolute zero (-273°C), sedangkan Pluto 10° lebih dingin dari bulan itu. Menurut anggota tim peneliti Mark Gurwell dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts, AS, perbedaan tersebut mungkin dikarenakan permukaan keduanya yang tidak sama. Permukaan Pluto sebagian besar berupa nitrogen beku, sementara Charon ditutupi air beku, yang mencair pada temperatur lebih tinggi dibanding nitrogen.

Keduanya berada jauh dari Matahari sehingga terlalu dingin bagi air beku untuk bisa mencair atau menguap. Pluto berada 30 kali lebih jauh dari Matahari dibanding Bumi, yakni sekitar 4,8 milyar kilometer, dan hanya menerima 1/1000 cahaya Matahari yang diterima Bumi. Namun sedikit pancaran sinar Matahari itu bisa menguapkan nitrogen beku, menciptakan atmosfer tipis di Pluto.

"Sebagian panas yang seharusnya menghangatkan permukaan Pluto, terpakai untuk menguapkan nitrogen," kata Gurwell. "Ini seperti keringat pada manusia: penguapan keringat dari kulit akan menimbulkan efek mendinginkan karena uap membawa serta panas dari tubuh."

Tidak diketahui secara pasti mengapa Charon tidak memiliki nitrogen di permukaannya. Bulan itu mungkin pernah memilikinya, seperti Pluto, namun hilang setelah nitrogen itu menguap. Daya tarik gravitasi Charon yang lebih kecil sepertinya tidak cukup kuat mempertahankan atmosfer nitrogen di sana.

Kemungkinan lain, Charon mungkin memang tidak pernah memiliki nitrogen sebanyak Pluto, dan mungkin merupakan objek yang terbentuk di wilayah lain tata surya sebelum tertangkap gaya tarik planet itu. Artinya, Charon bukan bagian dari Pluto yang terpecah ketika sebuah objek angkasa menabraknya.

Sejauh ini sangat sulit menjawab pertanyaan mengapa keduanya berbeda. Harapan para astronom untuk memecahkan teka-teki itu ada pada wahana New Horizons milik NASA yang akan diluncurkan tanggal 17 Januari mendatang. Wahana ini bakal meneliti Pluto dari jarak dekat, meski untuk mencapai planet tersebut perlu satu dekade.

03 May 2006

Jayapura : Abe Pantai Kini Terapkan Sistem Pengolahan Sampah

( Papua Pos, Selasa 02 Mei 2006 )
Permasalahan sampah dikota Jayapura kini terus menjadi kendala. Hal ini disebabkan sampai sekarang, belum adanya system pengolahan sampah yang baik. Alhasil, yang menjadi sasaran tempat pembuangan sampah adalah kali, seperti teluk Youtefa berubah menjadi tempat sampah besar dengan sampah-sampah yang dibiarkan mengendap di dasar laut maupun mengambang dipermukaan.

Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah kini disikapi oleh Distrik Abepura dengan hadirnya tempat pengolahan sampah di wilayah RW 05, Abe Pantai. Dimana, di tempat itu, jenis-jenis sampah yang memerlukan waktu lama untuk terurai seperti plastik, kaleng dan besi dilebur untuk kemudian dijual ke pabrik-pabrik di Surabaya. Dari jalan raya, tak nampak terlihat aktivitasnya. Namun, begitu masuk kedalam halaman maka berbagai bentuk bahan seperti botol plastik, besi tua, kaleng minuman ringan dan lainnya menggunung di halaman rumah yang berpagar tinggi itu.

Pak Sudar nama pemilik usaha tersebut, pria asli bojonegoro ini mengaku telah menekuni usaha sejak 2002 lalu. Kemudian, bersama dua orang teman seprofesinya mencoba mengadu peruntungannya di Sorong, Papua. Terakhir, pada tahun ini diririya baru memulai usaha yang sama di Jayapura. "Pertama saya buka usaha ini di Jawa lalu pindah ke Sorong. Kalau disini (Abepantai), kita baru buka.

Tenaga pengumpulnya, kata dia, berasal dari pemuda-pemuda kampungnya yang belum mendapatkan pekerjaan disana. Awalnya, saat datang ke Jayapura, ia membawa sekitar 50 pemuda yang digaji berdasarkan hasil perhitungan bahan yang didapatkan. Bahkan, saat ini anak-anak dan pemuda Abe Pantai pun turut mengumpulkan botol-botol Vit serta benda-benda berbahan dasar plastik dan kaleng lainnya yang terapung di teluk Youtefa. "Mereka kita sebut pasukan perahu, soalnya anak-anak itu pakai perahu keliling teluk untuk mengumpulkan plastik dan kaleng,"kata Sudar seraya tertawa.

Akan tetapi, imbuhnya, jangan dipandang remeh para pasukan perahu kita ini. Biasanya setiap hari anak-anak Abe Pantai yang masih belia itu kerap datang dengan membawa berkarung-karung bahan olahan baik plastik dan kaleng."Malah kemarin, dalam sehari mereka bisa bawa sekitar lima ratus kilo," ungkap Sudar.

Ia menerangkan, setiap bahan-bahan yang dibawa, diberi uang pengganti yang besarannya berbeda. Untuk plastik Rp 900/Kg, alumunium (termasuk kaleng minuman ringan) Rp. 8000/Kg, besi tua Rp 1.100/Kg, kuningan Rp 16.000/Kg dan tembagaRp. 27.000/Kg. "Tapi kita tidak terima botol Baygon atau botol-botol plastik sejenisnya, karena botol baygon bisa merusak hasil leburan,"ujar Sudar.

Proses pengolahannya cukup sederhana, jelas Sudar, bahan-bahan yang diperoleh para pengumpul ditimbang di halaman. Lalu dibakar diatas tungku yang menggunakan kayu besi sebagai bahan bakarnya. Kemudian, hasil leburannya dituang ke dalam cetakan-cetakan. "Kalau plastik ya, langsung meleleh. Besi yang agak lama pembakarannya," katanya seraya menunjukkan tungku pembakaran.
Hingga kini, periode Januari sampai April, ia telah mengirimkan ke Surabaya bahan-bahan yang berhasil diolah dengan total berat sekitar 20 ton berbentuk berbagai bahan mulai dari leburan plastik, alumni (leburan alumunium), aki dan besi. Katanya, bahan-bahan itu akan didaur ulang kembali oleh pabrik-pabrik yang ada disana.

Menurutnya, warga sekitar sangat banyak membantu hingga usahanya ini dapat berjalan lancar. Terlebih lagi, ketua RW 05 Kampung Nafri, William Sagisolo yang memberikan arahan pada para anak-anak yang sekarang turut aktif mengumpulkan bahan plas­tik untuk memenuhi uang jajannya.

"Saya sangat senang dengan adanya usaha ini, selain sekarang teluk Youtefa jadi bersih. Anak-anak juga bisa cari jajannya sendiri,"kata William. Apalagi kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan penanganan permasalahan sampah kota Jayapura.

Hal senada dikatakan Kadistrik Abepura, Semuel Mehue, SE, mengatakan, usaha pengolahan sampah itu benar-benar sejalan dengan program distrik. Tak hanya sampah di teluk yang diproyeksikan menjadi kawasan wisata ini bersih namun masyarakat setempat pun bisa diberdayakan melalui usaha tersebut. "Saya senang dan setuju ada usaha pengolahan sampah, sekarang pantai-pantai bisa bersih,"ujar Kadistrik.

Saking tertariknya, rencana Kadistrik, dalam waktu dekat ia akan turun langsung mengecek keberadaan tempat usaha ini. Dan, proses ijin pengusaha itu akan dibantu pengurusannya. Pasalnya, katanya, sampai saat ini pengusaha belum melaporkan usahanya itu. "Justru kita terima kasih, saya sendiri ingin sekali pergi lihat langsung ke Abe Pantai,"imbuhnya. **