( www.orienta.com , Sabtu 08 April 2006 )
Kandungan gizi ikan air tawar cukup tinggi dan hampir sama dengan ikan air laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup. Tingginya kandungan protein dan vitamin membuat ikan yang mudah dibudi dayakan ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak balita. Dibandingkan dengan negara-negara lain, konsumsi ikan per kapita per tahun di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yaitu 19,14 kg. Hal ini sangat disayangkan, terutama mengingat betapa besar peranan gizi ikan bagi kesehatan. Untuk mengatasi masalah rendahnya konsumsi ikan laut akibat harganya yang relatif mahal, perlu upaya pengembangan ikan air tawar.
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet di masa yang akan datang. Ikan dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu ikan air laut, air tawar, dan air payau atau tambak. Ikan yang hidup di air tawar dan air laut sangat banyak, sehingga dibedakan menjadi golongan yang dapat dikonsumsi dan ikan hias. Lingkungan hidup ikan air tawar adalah sungai, danau, kolam, sawah, atau rawa. Jenis ikan air tawar yang umum dikonsumsi adalah sidat, belut, gurame, lele, mas, nila merah, tawes, karper, nilem, tambakan, sepat siam, mujair, gabus, toman, betok, jambal, dan jelawat. Budi Daya Air Tawar Keberhasilan usaha perikanan air tawar ditentukan oleh faktor lingkungan. Tanah liat atau lempung sangat baik untuk pembuatan kolam. Demikian pula untuk tanah beranjangan atau terapan dengan kandungan liatnya 30 persen. Kedua jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor. Faktor lingkungan dapat berpengaruh terhadap cita rasa ikan, misalnya bau tanah atau lumpur. Hal lain yang sangat penting diperhatikan dalam budi daya ikan air tawar adalah mutu air. Sumber air bisa berasal dari air sungai, hujan, atau tanah. Mutu air yang diperlukan untuk budi daya ikan air tawar haruslah memenuhi beberapa persyaratan berikut: oksigen terlarut sekitar 5-6 ppm, karbondioksida terlarut kurang dari 25 ppm, pH antara 6,7-8,6, suhu 25-30oC dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak lebih dari 5oC, serta tidak tercemar bahan kimia beracun, minyak, atau limbah pabrik. Air yang terlalu keruh tidak baik untuk kehidupan ikan karena endapan lumpurnya terlalu tebal dan pekat, sehingga dapat mengganggu penglihatan ikan dalam air dan menyebabkan nafsu makannya berkurang. Semakin banyak dan beragam biota air yang terdapat di dalam perairan, semakin tinggi tingkat kesuburannya. Budi daya ikan air tawar lebih mudah dibandingkan dengan ikan air laut. Sebagai contoh budi daya ikan mas sangat mudah sekali dilakukan karena toleransi terhadap lingkungan sangat tinggi. Meski demikian, dalam kenyataannya perkembangan ketersediaan dan konsumsi ikan air laut lebih besar daripada ikan air tawar. Kendala utama budi daya ikan air tawar adalah diperlukan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Komponen biaya meliputi: persiapan kolam, pemilihan induk, pemijahan, penetasan, dan pendederan. Biaya lain yang dianggap cukup tinggi adalah untuk pakan dan pemeliharaan terhadap hama dan penyakit ikan. Penyimpanan Segar Ikan air tawar umumnya diperdagangkan dalam keadaan masih hidup. Hal ini sangat menguntungkan karena mutunya masih sangat terjaga baik. Dengan alasan kepraktisan, banyak orang membeli ikan air tawar dalam jumlah banyak dan menyimpannya di rumah untuk berbagai keperluan. Namun, ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah mengalami kerusakan. Berbagai jenis bakteri dapat menguraikan komponen gizi ikan menjadi senyawa-senyawa berbau busuk dan anyir, seperti indol, skatol, H2S, merkaptan, dan lain-lain. Beberapa bakteri patogen (penyebab penyakit), seperti Salmonella, Vibrio, dan Clostridium, sering mencemari produk perikanan. Beberapa faktor penyebab kerusakan ikan air tawar adalah: Kadar air cukup tinggi (70-80 persen dari berat daging) yang menyebabkan mikroorganisme mudah tumbuh dan berkembang biak. Secara alami, ikan mengandung enzim yang dapat menguraikan protein menjadi putresin, isobutilamin, kadaverin, dan lain-lain, yang menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Lemak ikan mengandung asam lemak tidak jenuh ganda yang sangat mudah mengalami proses oksidasi atau hidrolisis yang menghasilkan bau tengik. Ikan mempunyai susunan jaringan sel yang lebih longgar, sehingga mikroba dapat dengan mudah mengggunakannya sebagai media pertumbuhan. Sifat ikan yang sangat mudah rusak ini akan diperberat lagi oleh kondisi penanganan pascapanen yang kurang baik. Kerusakan mekanis dapat terjadi akibat benturan selama penangkapan, pengangkutan, dan persiapan sebelum pengolahan. Gejala yang timbul akibat kerusakan mekanis ini antara lain memar (karena tertindih atau tertekan), sobek, atau terpotong. Kerusakan mekanis pada ikan ini tidak berpengaruh nyata terhadap nilai gizinya, tetapi cukup berpengaruh terhadap penampilan dan penerimaan konsumen. Pada dasarnya penanganan dan pengolahan ikan bertujuan untuk mencegah kerusakan atau pembusukan. Upaya untuk memperpanjang daya tahan simpan ikan segar adalah melalui penyimpanan dalam lemari pendingin atau pembeku, yang mampu menghambat aktivitas mikroba atau enzim. Setiap penurunan suhu 8oC menyebabkan kecepatan reaksi metabolisme berkurang menjadi kira-kira setengahnya. Oleh karena itu, makin rendah suhu penyimpanan ikan, makin panjang daya simpannya. Penyimpanan dingin dalam lemari es (refrigerator) hanya mampu memperpanjang umur simpan ikan hingga beberapa hari, sedangkan dalam lemari pembeku (freezer) akan membuat awet hingga berbulan-bulan, tergantung suhu yang digunakan. Penyimpanan pada suhu rendah (pendinginan dan pembekuan) tidak dapat membunuh semua mikroorganisme, tetapi menghambat pertumbuhannya. Oleh karena itu, ikan yang akan disimpan pada suhu rendah harus dibersihkan terlebih dahulu untuk mengurangi jumlah mikroorganisme awal yang ada pada bahan tersebut. Proses pembersihan tersebut dikenal dengan istilah penyiangan, yaitu pembuangan bagian kulit, insang, dan bagian dalam ikan (jeroan). Bagian-bagian tersebut perlu dibuang karena merupakan sumber utama mikroba pembusuk pada penyimpanan ikan. (Prof. DR. Ir. Made Astawan, MS. Dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB)
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
09 April 2006
Tips & Trik : Ikan Air Tawar Kaya Protein dan Vitamin
Tips & Trik : Sehat dengan Air Putih
( www.orient.com Sabtu 08 April 2006 )
Tahukah Anda bahwa air memegang peranan yang penting agar tubuh kita dapat berfungsi dengan baik? Sekitar 70 persen tubuh manusia berisi cairan dan manusia hanya bisa bertahan selama kira-kira satu minggu tanpa air, sehingga nampaknya sangat beralasan jika kita dianjurkan untuk banyak minum air putih. Mungkin banyak orang yang masih bertanya-tanya apa sih alasannya air itu baik bagi tubuh. Berikut adalah beberapa alasannya: 1. Air dapat menyejukan Di tengah hari yang begitu panas kadang tanpa terasa kita berkeringat. Keringat dapat dengan cepat menguap dari kulit. Keringat dapat menjadi suatu peringatan bagi kita untuk meningkatkan minum air. Jika kita tidak memiliki cukup air untuk memproduksi cukup keringat, volume darah kita akan menurun sehingga sistem sirkulasi bermasalah. Gejalanya antara lain pusing, merasa sakit atau mengalami kesulitan bernapas. 2. Mengumpulkan zat-zat makanan Air membantu memindahkan zat-zat makanan melalui aliran darah ke berbagai bagian tubuh berbeda, dimana mereka butuhkan. Juga beberapa zat makanan yang larut dalam air sehingga dapat diserap dengan air. 3. Mempermudah proses pembuangan Jika kita kekurangan air maka akan mudah terjadi sembelit. Urusan ke kamar mandi pun akan membuat frustasi dan bahkan sakit ketika kotoran mengeras, sehingga susah untuk dikeluarkan akibatnya terjadilah wasir dan berbagai gangguan pencernaan lainnya. 4. Menjaga agar kulit tetap halus Karena setiap sel mengandung air, maka mereka sangat mengandalkan air. Jadi jika pasokan air sangat baik maka penampilan kulit pun akan terlihat sehat. Tetapi ketika pasokan air tidak mencukupi, kita cenderung terlihat lebih lelah dan jika terjadi dehidrasi, maka kulit nampak lebih mengkerut. 5. Bebas dari batu ginjal Batu ginjal terjadi ketika sisa bahan yang tidak terpakai atau komponen lain yang melalui ginjal bergabung dengan komponen sampah lain. Sehingga terbentuklah kristal kecil seperti pasir dan tumbuh sebesar batu jika kekurangan air. Jika kita banyak minum kerikil tersbeut akan tersapu oleh air. Sebagian besar orang menunggu sampai haus untuk minum segelas air tetapi haus adalah tanda awal dehidrasi. Pusing, sakit kepala, pegal-pegal dan rasa sakit adalah indikator kekurangan air.
08 April 2006
Jayapura : Koya Punya Potensi Pengembangan Ikan Air Tawar
( Papua Pos, Jumat 07 April 2006 )
Walikota. Jayapura Drs. M.R. Kambu, M.Si mengungkapkan kelurahan Koya, Distrik Muara Tami saat ini punya potensi yang besar untuk pengembangan ikan tawar. Menurut Walikota, potensi yang dimiliki kelurahan Koya untuk pengembangan ikan air tawar tersebut bisa dilihat dengan banyak tambak-tambak yang berada di kelurahan tersebut. "Selain pertanian dan peternakan, kelurahan Koya sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ikar air tawar,"ujar Walikota kepada wartawan di kolam pemancingan Agro Bina Wisata Permata Hijau Koya, kemarin.
Pengembangan ikan air tawar tersebut kini sudah mulai menunjukan hasilnya untuk peningkatan ekonomi warga setempat, dimana hasil budidaya ikan air tawar tersebut dipasok untuk memenuhi kebutuhan ikan di Kota Jayapura. "Kebutuhan ikan dari Koya ini untuk Kota Jayapura cukup tinggi, sehingga hasil panen ikan tersebut seluruhnya dipasok ke Jayapura, baik untuk kebutuhan masyarakat sendiri maupun untuk rumah-rumah makan,"ungkap Walikota.
Melihat tingginya permintaan masyarakat terhadap ikan air tawar tersebut, pihaknya tetap meminta kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan produksinya agar kebutuhan ikan di Kota Jayapura dapat tercukupi. "Untuk itu, pengelolaan ikan air tawar tersebut harus dikelola secara lebih baik lagi, sehingga peningkatan produksi ikan dapat bertambah terus,"ujar Walikota.
Pengelolaan ikan air tawar tersebut, tenyata menciptakan peluang bisnis lain, dimana adanya usaha kolam-kolam ikan pemancingan yang akhir-akhir terus bertumbuh, tentunya dapat menarik warga dari Kota Jayapura untuk menjadi tempat tersebut sebagai tempat rekreaksi.
Dengan adanya kolam-kolam ikan tersebut, masyarakat Kota Jayapura tidak hanya memancing, tapi juga bisa membeli ikan air tawar itu secara langsung tempat pemancingan. Disisi lain, secara tidak langsung usaha tersebut meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dapat menambah. Dan sebagai salah satu bentuk pengembangan ekonomi masyarakat sekitar.
Sementara itu kepala dinas perikanan Kota Jayapura Ir. Jan Piet Nerekouw menyatakan Walikota berharap agar usaha masyarakat ini terus digalakan, sehingga tetap kolam-kolam pemancingan tersebut menjadi tempat pembudidayaah ikan air tawar untuk memenuhi kebutuhan ikan di Kota Jayapura. "Kami akan terus memberikan pendampingan-pendampingan kepada mereka untuk mengembangkan usaha itu, sehingga nantinya daerah Koya ini menjadi pemasok utama ikan air tawar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Jayapura," ujar Nerekouw.
Pembudiyaan ikan air tawar ini menjadi salah satu pengembangan usaha ekomoni masyarakat, selain pada sektor pertanian. **
Manca Negara : Jerman : Bagaimana Lalat Berjalan di Langit-langit?
( Kompas, Jumat 07 April 2006 )
Seekor lalat bisa terbang dengan bebas dan hinggap di manapun, termasuk di permukaan langit-langit. Pernah bertanya-tanya mengapa lalat tidak jatuh ketika berjalan di permukaan langit-langit? Para ilmuwan di Max Planck Institute, Stuttgart, Jerman mempelajari kemampuan yang juga dimiliki tokoh James Bond ini. Tim yang dipimpin Stanislav Gorb menggunakan sensor-sensor optik untuk mengukur kekuatan menapak setiap kaki lalat saat berjalan bebas di permukaan halus langit-langit.
Sebagai golongan serangga, lalat memiliki enam buah kaki, tiga di sisi kanan dan tiga di sisi kiri tubuhnya. Setiap kakinya memiliki permukaan yang akan menempel di langit-langit dengan kekuatan adhesif tertentu. Para peneliti menemukan, dua kaki saja telah menghasilkan kekuatan adhesif yang menopang tubuhnya. Cukup satu kaki di setiap sisi tubuhnya saja yang menempel di permukaan langit-langit.
Prinsip seperti ini kemudian diuji menggunakan pita polimer sintetis. Ini dilakukan untuk memodelkan kekuatan adhesif antara permukaan kaki lalat dengan langit-langit selama berjalan. "Berjalan di langit-langit berbeda dengan berjalan di permukaan tanah karena gaya grafitasi Bumi cenderung menarik badan lalat untuk terpisah dari langit-langit," kata Dr. Gord. Jika dikombinasikan dengan pemahaman mengenai struktur permukaan mikro, hasil penelitian ini dapat dikembangkan untuk membuat mesin yang dapat berjalan di langit-langit.
Salah satu kuncinya adalah mengembangkan struktur mikro suatu polimer yang dapat menghasilkan gaya adhesi untuk kakinya. Hasil penelitian yang dilakukan Dr. Gorb disampaikan dalam Annual Meeting of the Society for Experimental Biology pada 5 April.
Manca Negara : Amerika : Munculnya Tumbuhan Berbunga Memicu Perkembangan Semut
( Kompas, Jumat 07 April 2006 )
Munculnya tanaman-tanaman berbunga sekitar 100 juta tahun lalu memicu ledakan perkembangan semut. Satu spesies saat itu mungkin menghasilkan keturunan hingga 11.800 spesies semut yang menghuni muka Bumi sampai saat ini.
Sejarah evolusi berkembangnya semut masih belum banyak diketahui oleh para ilmuwan. Setelah mengalisis fosil semut yang terperangkap dalam resin, para peneliti menemukan bahwa nenek moyang semut modern telah muncul sejak 140 hingga 168 juta tahun lalu. Meskipun demikian, persebaran semut-semut ini berlangsung sangat lambat.
Keadaan ini berubah ketika tumbuhan berbunga atau angiosperma mulai menghasilkan bunganya. "Suatu peristiwa terjadi 100 juta tahun lalu dan semut mulai berkembang secara luar biasa," kata peneliti pendamping Corrie Moreau dari Universitas Harvard. Saat itulah, lanjut Moreau, untuk pertama kalinya terbentuk hutan angiosperma.
Sisa-sisa tumbuhan tersebut menghasilkan banyak sampah di tanah sehingga membentuk habitat baru yang kompleks. Kondisi tersebut menguntungkan bagi semut untuk berkembang menjadi spesies-spesies baru sesuai lingkungannya.
Kecenderungan ini masih terlihat sampai sekarang. Keragaman semut paling banyak terjadi pada sisa-sisa tumbuhan yang telah mati dan di dalam tanah. Kanopi yang dibentuk oleh daun-daunnya juga menyediakan tempat berlindung baru bagi semut. Salah satunya menghasilkan keturunan spesies Cephalotes astratus yang memiliki kemampuan meluncur di udara untuk kembali ke batang pohon saat tubuhnya terjatuh dari pohon.
Serangga lainnya juga memanfaatkan perkembangan tumbuhan berbunga ini untuk membentuk keturunan spesies-spesies baru. Mereka juga hidup di antara sisa-sisa tumbuhan yang mati untuk mencari sumber makanan.
Tumbuh-tumbuhan berbunga telah memberikan sumber penghidupan yang besar bagi serangga-serangga tersebut. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal Science edisi 7 April. Sampai sekarang, semut menghasilkan 15 hingga 20 persen biomassa dari seluruh hewan di dunia. Sebagai hewan pengurai, mereka menjaga siklus ekologi tanah dengan memangsa sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Beberapa ilmuwan yakin, semut lebih banyak melakukan proses penguraian di tanah daripada cacing tanah.
07 April 2006
Jayapura : PTPN II Tanjung Morawa Arso Diusik Ketenangannya, Dituduh Cemari Lingkungan
( Papua Pos, Kamis 06 April 2006 )
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Tanjung Morawa, salah satu BUMN penghasil CPO (Minyak Kelapa Sawit) di Papua yang terdapat di Arso kabupaten Keerom, saat ini mulai resah setelah adanya pemanggilan dari pihak Kepolisian Keerom, yang menuduh PTPN telah melakukan pencemaran lingkungan.
Maskep PTPN II 2 Arso Amsar Iswan mengatakan, pihaknya tanpa dasar yang jelas mendapat panggilan dari pihak Polres Persiapan Keerom dengan dalih pencemaran lingkungan. "Lah, Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) kita sudah ada kok sejak 6 April tahun 1995 dengan nomor 055/ Sel/ PKL-RPL/ BA/ IV/95. Panggilan pihak kepolisian kepada kami atas tuduhan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan perusahaan kami sangat tidak berdasar. Karena tanpa laporan pengaduan. Apa itu sebuah prosedur kepolisian,"ucapnya kesal ketika ditemui Papua Pos diruang kerjanya, Rabu (5/6) kemarin.
Menurutnya, pihaknya telah menyampaikan adanya pemanggilan ini langsung ke induk perusahaan yang berdomisili di Tanjung Morawa Medan. Dan menanggapi itu dari PTPN II Tanjung Morawa langsung mengirim surat Amdal yang dikeluarkan Bapedalda melalui faksimile. Serta dilampirkan pula berkas yang bertautan dengan Amdal tersebut.
Setelah PTPN II Arso menanyakan keabsahan Amdal mereka ke Bapedalda Keerom, ternyata pihak Bapedalda setelah memeriksa seluruh berkas, menyatakan keabsahan surat tersebut secara resmi adalah sah.
Dengan adanya pengakuan resmi tersebut, selanjutnya untuk lebih menyakinkan bahwa hasil olahan TBS (Tandan Buah Segar) sawit menjadi CPO tersebut tidak mencemari lingkungan, maka pihaknya juga telah menyerahkan sample hasil akhir pengolahan kelapa sawit tersebut. Menariknya, merasa tuduhan yang dilontarkan tidak jelas salah satu oknum kepolisian Keerom yang tidak perlu disebutkan namanya, meminta jatah atau upeti setiap bulannya dengan nominal yang cukup besar. Hal ini jelas membuat pihak PTPN terbebani. "Jelas kami tidak bisa menyanggupi nominal yang diminta karena cukup besar,"tegas Amsar Iswan. **
Merauke : Merauke Akan Jadi Daerah Pertanian Padi dan Tebu
( Cenderawasih Pos, Kamis 06 April 2006 )
Potensi lahan yang sangat berpotensi di Kabupaten Merauke sangat cocok untuk pengembangan pertanian. Luas lahan pertanian padi dan perkebunan yang belum dimanfaatkan sebanyak 2,3 juta hektar.
Karena lahan maha luas dan memiliki potensi pengembangan pertanian tersebut, maka menurut Menteri Pertanian Anton Apriantono, di Kabupaten Merauke akan dikembangkan untuk padi dan tebu. "Jadi untuk Merauke, kita akan kembangkan dua yang utama yakni padi dan tebu. Tapi kita juga akan lihat kemungkinannya untuk sawit dan karet. Tapi yang dua itu sudah yakin,"terangnya.
Tentunya, kata Anton, untuk pengembangan padi dan tebu serta potensi untuk pengembangan lain akan melibatkan investor dari luar. "Tentu kita sangat mengharapkan keterlibatan dari investor untuk program pemerintah ini,"jelasnya.
Menurut Menteri Pertanian, luas lahan pertanian yang berpotensi yang belum dimanfaatkan seluas 2,3 juta ha. Bahkan dengan lahan yang sangat luas tersebut apabila dikembangkan menjadi lahan pertanian padi maka akan menjadi lumbung padi harapan bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, menurut menteri, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan membuat perencanaan yang lebih matang untuk selanjutnya disampaikan ke Presiden. Untuk pengembangan tebu, menurut Menteri pertanian akan direncanakan antara 100-120 ribu ha.
Sementara itu, Bupati Merauke Drs. Johanes Gluba Gebze mengungkapkan, dari luasan pertanian yang ada saat ini di Kabupaten Merauke yang baru digarap untuk pertanian padi-padian sebanyak 15.845 ha lahan pertanian sawah. Dari luasan tersebut, hasilnya telah mampu memberikan swadaya pangan bagi masyarakat Kabupaten Merauke. Bahkan sebagian telah mampu dikirim ke daerah lainnya seperti Timika, Wamena dan daerah lainnya. Bahkan hingga panen raya tahun 2006 itu dilakukan, stok beras yang masih tersisa di gudang Bulog masih mencapai 4.000 ton. Sementara untuk kebun tebu, Kreps perusahaan asal India, dalam waktu dekat ini akan menanamkan investasinya untuk lahan seluas 40 ribu ha. (ulo)
06 April 2006
Jayapura : Atasi Konflik Kehutanan Dibentuk Tim Peneliti, Dari Kegiatan Lokalatih Kehutanan di Hotel Ratna Sentani
( Cenderawasih Pos, Rabu 05 April 2006 )
Adanya perbedaan kepentingan dalam pengelolaan sumber daya hutan di Papua, sering menimbulkan konflik antara pemerintah dan masyarakat pemilik hak ulayat Terkait hal tersebut, CIFOR (Centre for International Forestry Research), bekerja sama dengan LSM baik Foker LSM, WWF dan elemen masyarakat lainnya, Selasa (4/4) kemarin menggelar kegiatan lokalatih di hotel Ratna Sentani.
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Habel M Suwae, ini juga melibatkan sejumlah tokoh masyarakat di tiga distrik yang ada, yang terkait dengan masalah kehutanan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan bahwa kebijakan kehutanan yang dijalankan saat ini selain mendatangkan keuntungan namun juga masih ada kerugian. Menurut Agus Adrianto, salah satu peneliti di CIFOR, melalui kegiatan lokalatih ini metodelogi riset aksi partisipatif konflik kehutanan masyarakat di Papua ini, diharapkan terbentuk tim untuk melakukan riset dan_hasilnya dapat diajukan sebagai usulan kongkret dalam pengelolaan hutan.
Oleh karena itu, tim yang akan dibentuk akan melibatkan dari pihak masyarakat, pemda, Bappedalda selaku ekonomi khususnya di bidang kehutanan. Diharapkan bahwa ke depan pengelolan kehutanan ini mengutamakan peranan masyarakat yang mendapatkan dampak langsung dari pengelolan hutan. Disam-ping itu, masyarakat juga diharapkan untuk memahami upaya penanganan kelestarian hutan supaya tetap terjaga. (tri)
Manokwari : Vonis Percobaan Rumadas, Jaksa Resmi Banding, Kemarin Sampaikan Akta Banding ke Pengadilan
( Cenderawasih Pos, Rabu 05 April 2006 )
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), April R Ligua SH dan Arnolkada Awom SH, yang menangani perkara dengan tervonis Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Irian Jaya Barat (IJB), Ir ML Rumadas, tidak hanya ucap. Pernyataan, bahwa akan mengajukan banding terhadap vonis Kadishut IJB itu ditindaklanjuti. Enam hari setelah sidang vonis Rumadas, Senin (3/4) tim JPU resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Papua.
Apris Ligua, kemarin menyerahkan Akta Permintaan Banding ke Pengadilan Tinggi melalui Pengadilan Negeri Manokwari. "Saya baru serahkan akta permintaan banding tadi,"tukas Apris kepada Manokwari Pos (group Cenderawasih Pos) kemarin.
Tuntutan majelis hakim yang diketui I Gede Putu Hariadi SH MH yang menjatuhkan vonis 6 bulan dengan 10 bulan massa percobaan kepada terdakwa kasus pembalakan hutan secara liar, Ir ML Rumadas dinilai tidak memenuhi rasa keadilan. Vonis ini jauh dari tuntutan JPU, yang menuntut terdakwa selama 5 tahun dan denda Rp 1 M. "Hal yang paling krusial adalah, vonis yang dijatuhkan hakim tidak memenuhi rasa keadilan sehingga kami menyatakan naik banding,"tukas Apris.
Banding ini diharapkan segera ditindaklanjuti Pengadilan Tinggi. Selain hukum yang terbilang ringan, JPU juga beralasan, akibat perbuatan Kadishut IJB ini timbul masalah lain, yakni pengrusakan hutan. Dimana Rumadas selaku Kadishut IJB telah mengeluarkan izin IPKMA (izin pengusahan kayu masyarakat adat) kepada 76 Kopermas. "Pemerintah juga sudah menyerukan untuk pemberatasan praktek illegal logging.Kalau vonis yang dijatuhkan demikian, maka bagaimana mungkin dapat membuat jera masyarakat atau pihak lain. Pokoknya, tidak sesuai dengan keinginan pemerintah," tukasnya.
Kalau Kadishut IJB, Ir ML Rumadas, M Si mengeluarkan izin IPKMA dengan alasan menindaklanjuti SK Gubernur Papua, menurut Kasi Intelejen Kejati Manokwari hal ini sangatlah salah. Sebab, antara Provinsi Papua dan Provinsi IJB sudah terpisah. "Maka tidak benar kalau dia mengeluarkan izin IPKMA berdasarkan SK Gubernur Papua,"paparnya.
Dengan akta banding ini maka Apris berharap hakim Pengadilan Tinggi Papua dapat melihat dan memeriksa secara jeli fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Dalam akta banding sudah cukup jelas, bahwa Kadishut IJB, Ir ML Rumadas punya peranan dalam mengeluarkan 76 izin IPKMA, dimana beberapa diantaranya juga sedang diperkarakan di pengadilan. " Ya, kita harapkan Pengadilan Tinggi lihat fakta, saya kira sudah jelas,"imbuhnya lagi. (lm)
Jayapura : Konsep Pembangunan Harus Berwawasan Lingkungan
( Cenderawasih Pos, Rabu 05 April 2006 )
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Papua, Drs DF Dimara, MM mengatakan, kerusakan lingkungan dari tahun ke tahun akibat pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan, terus terjadi.
Oleh karena itu, ia berharap agar konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan ini benar-benar menjadi perhatian serius dari pengambil kebijakan. "Konsep pembangunan di Papua diharapkan dapat menjadi perhatian dalam kebijakan konsep pembangunan yang berkelanjutan, baik di tingkat pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan masyarakat pada umumnnya. Ini sangat penting karena dengan semakin majunya pembangunan di suatu daerah maka tentu dampaknya terhadap lingkungan juga akan bertambah,"katanya kepada Cenderawasih Pos belum lama ini. Oleh karena itu, lanjut dia, perlu ada ketegasan masing-masing kabupaten/kota dalam menerapkan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Tak hanya pemerintah namun masyarakat juga diharapkan ikut memperhatikan dan mendukung tindakan-tindakan yang sifatnya pengendalian.
Dikatakan, untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih besar, perlu ada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh semua komponen masyarakat. "Tindakan-tindakan yang sifatnya pencegahan sudah kami lakukan dengan menggalang atau bekerjasama dengan semua stake holder. Kerja sama ini sangat penting karena pemerintah tidak bisa melakukan tindakan pencegahan ini sendiri sudah kami lakukan dengan menggalang atau bekerjasama dengan semua stakeholder. Kerjasama ini sangat penting karena pemerintah tidak bisa melakukan pencegahan ini sendiri, perlu ada dukungan dari berbagai pihak,"ujarnya.
Sekadar diketahui, Rancangan Peraturan Daerah (Raperdasus) sudah dibahas Bepedalda Provinsi dan tinggal diajukan. Raperda akan mengatur tentang pengelolan lingkungan dan Suber Daya Alam (SDA) secara baik. (ito)
Jayapura : Kelola Kayu Secara Illegal Dituntut 2 Tahun Penjara
( Papua Pos, Rabu 05 April 2006 )
H. Madjang (60) dan Hatong (43) dituntut 2 tahun penjara potong masa tahanan, serta denda Rp 10 juta subsidair 3 bulan kurungan oleh Jaksa penuntut umum, Rina Frieska SH dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jayapura, Selasa (4/4) kemarin.
Selain dituntut hukuman kurungan dan denda, dalam persidangan yang diketuai Ikhsan SH, kedua terdakwa juga dituntut untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 1000. Menurut JPU berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, baik dari pemeriksaan saksi, pemeriksaan alat bukti surat, maupun pemeriksaan terhadap terdakwa, maka perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa dianggap telah memenuhi unsur-unsur pasal 78 ay at (7) jo pasal 50 ay at (3) huruf h Undang-undang RI No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan.
Adapun yang menjadi pertimbangan JPU dalam memberikan tuntutan antara lain hal memberatkan, terdakwa tidak mengindahkan kebijakan pemerintah. Sedangkan hal meringankan, kedua terdakwa mengakui perbuatannya secara terus terang dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, terdakwa berlaku sopan dan menyesali perbuatannya. Atas tuntutan ini, kedua terdakwa meminta keringanan hukuman. "Saya minta hukumannya kalau bisa diringankan,"pinta H. Madjang.
Selanjutnya persidangan akan dilakukan tanggal 18 April mendatang, dengan agenda putusan oleh majelis hakim. Sekedar diketahui, kedua terdakwa harus duduk di kursi pesakitan atas dakwaan telah mengolah, mengangkut dan membawa hasil hutan tanpa seijin dari pihak yang berwenang. Yang mana dilakukan keduanya dengan cara sebagai berikut, sekitar bulan November 2004 bertempat di kampung Masso Distrik Arso, H. Madjang mulai mengelola hasil hutan. Dimana sebelumnya, dia bertemu pemilik hak ulayat bernama Petrus Syau untuk meminta ijin mengelola hasil hutan.
Setelah diberi ijin, selanjutnya H. Madjang memberikan tanggung jawab kepada Hatong sebagai pengawas lapangan dalam hal ini untuk mengawasi operator mesin chain shaw. Setelah Kayu diambil dari hutan, kemudian kayu diolah jadi balok, Selanjutnya kayu balok tersebut diangkut dengan menggunakan truk lalu dibawa ke Abe. Dari hasil pemeriksaaan petugas Kepolisian terhadap perusahaan kayu ini, ternyata berjalan tanpa ijin dari pihak yamg berewenang. ***
05 April 2006
Ambon : Presiden: Papua Bisa Jadi Lumbung Pangan Tanah Air
( Papua Pos, Selasa 04 April 2006 )
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, provinsi Papua bisa menjadi salah satu lumbung pangan terutama padi guna mendukung program swasembada beras di tanah air. "Ternyata Kabupaten Merauke sekarang bisa menjadi lumbung pangan untuk Papua dan tidak hanya terbatas pada padi tetapi juga tebu,"kata Presiden Yodhoyono, seperti dikutip Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng, saat transit di Bandara Pattimura, Laha, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, dalam lawatannya ke Papua, Selasa.
Kunjungan Presiden ke provinsi Papua dengan didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakri, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi serta putra
Presiden, Edhi Baskoro, dengan agenda utama mengawali panen raya padi di Kabupaten Merauke serta berdialog dengan para petani dan masyarakat setempat.
Andi mengatakan, berkembangnya merauke sebagai salah satu lumbung pangan membuktikan keberhasilan salah satu program pokok Presiden yakni revitalisasi pertanian, kehutanan, perkebunan dan peternakan, di Jati Luhur, Jawa Barat, Juni 2004 lalu. Kedepan, ujarnya, dengan didukung luas lahan pertanian serta teknologi tepat guna areal pertanian di wilayah paling ujung Indonesia itu bisa dikembangkan dalam skala besar, sehingga mendukung kebijakan pemerintah untuk tidak lagi mengimpor beras di tahun-tahun mendatang.
Andi juga mengakui, Maluku khususnya Kabupaten Pulau Buru yang tadinya hanya dikenal sebagai
tempat pembuangan tahanan politik dan narapidana politik (tapol/napol), bahkan kini berubah menjadi lumbung pangan bagi daerah ini, di mana Presiden berkenan melakukan panen raya padi di Desa Wainetat, dataran mako, Kecamatan Wainetat, Pulau Buru, 15 Maret lalu.
"Merauke juga begitu. Panen raya padi ini juga sekaligus memperlihatkan bahwa Papua adalah daerah yang terus membangun terutama di sektor pertanian, dan tidak hanya bergelut dengan berbagai insiden seperti yang terjadi di Abepura,"tandasnya.
Malarangeng, menegaskan, Presiden Yudhoyono tidak menutup mata terhadap berbagai insiden yang terjadi di Papua, khususnya yang terakhir di distrik Abepura, namun provinsi itu sangat luas dan terus bergelut dengan berbagai program pembangunan, di mana ternyata salah satu kabupatennya (Merauke-red) telah berubah menjadi lumbung pangan padi dan menyusul tebu.
Presiden Yudhoyono, tandas Malarangeng, bertekad bahwa tahun depan Indonesia tidak lagi mengimpor beras karena hasil produksi di berbagai daerah telah sama bahkan melebihi kebutuhan konsumsi beras secara nasional. "Karena itu kita dorong terus mengembangkan sektor pertanian dan ternyata di Pulau Buru dan Seram dan sekarang Merauke, Papua ternyata bisa menjadi lumbung padi, di mana sangat membanggakan ternyata yang mengolah sawah tidak hanya para pendatang tetapi juga masyarakat lokal,"katanya.
Selain ke Papua, Presiden dan rombongan juga akan bertolak ke Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Bima Nusa Tenggara Timur (NTT) guna melihat sekaligus mendorong program pengembangan peternakan di provinsi itu sehingga menjadi salah satu sentra produksi ternak di tanah air. **