Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

03 January 2006

Temulawak Bisa Turunkan Kolesterol

( Kompas, Senin 02 Januari 2006 )
Ekstrak temulawak teruji secara klinis mampu menurunkan kolesterol. Konsumsi ekstrak temulawak itu terbukti tidak menimbulkan efek samping yang berarti, baik gejala klinis, kimia darah, maupun urine. Selain itu, tidak menimbulkan tukak lambung dan memacu nafsu makan.

Daun jambu biji juga ternyata terbukti secara klinis dapat mempercepat peningkatan trombosit pada penderita demam berdarah dengue (DBD). Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus DBD pada musim hujan, penggunaan ekstrak daun jambu biji ini bermanfaat sebagai terapi untuk mengatasi demam berdarah.

Uji klinis obat bahan alam perlu dikembangkan di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati untuk memperoleh fitofarmaka, obat herbal yang teruji klinis lengkap. Pada tahun ini kami menguji klinis sembilan tanaman, kata Sampurno, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Rabu (28/12), di Jakarta.

Menurut Soegeng Soegijanto dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Tanah Air. Selama ini penggunaan ekstrak daun jambu biji dalam pengobatan DBD, terutama untuk meningkatkan jumlah trombosit, banyak diperbincangkan masyarakat awam maupun kalangan kedokteran, tetapi belum ada penelitian klinisnya.

Hasil uji klinis awal pada 44 anak di bangsal penyakit tropik dan infeksi Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Surabaya, menunjukkan, ekstrak daun jambu biji dalam bentuk sirup mempercepat jumlah trombosit lebih dari 100.000/ul pada penderita DBD tingkat satu dan dua. Jika tanpa ekstrak daun jambu biji peningkatan trombosit butuh waktu 33,6 jam, pasien yang mengonsumsi ekstrak daun jambu biji hanya perlu waktu 13,6 jam.

Adapun ekstrak temulawak, kata Suwijiyo Pramono dari Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, setelah melalui uji klinis terbukti berkhasiat sebagai peluruh cairan empedu sehingga dapat menurunkan kolesterol.
Hasil uji klinis awal terhadap 80 penderita hiperkolesteremia yang tidak dapat dikendalikan dengan diet menunjukkan, sediaan kapsul ekstrak rimpang temulawak terpurifikasi dapat menurunkan kadar kolesterol darah sebesar 18,25 persen. (EVY)

Tips & Trik : Teh Hijau Bisa Atasi Kanker

( Republika, Senin 02 Januari 2006 )
Ekstrak teh hijau terbukti mampu membantu perbaikan kondisi pasien leukimia lymphocytic kronis (CLL). Meski hasil penelitian menunjukkan fakta demikian, kalangan ilmuwan tetap beranggapan perlu ada penelitian lanjutan. ''Hasil penelitian Mayo Clinic, Amerika Serikat itu menambah bukti khasiat teh hijau bagi pengobatan kanker,'' ujar Tait Shanafelt, penulis laporan penelitian kepada BBC.

Teh hijau, lanjut Shanafelt, sudah lama dikabarkan dapat mencegah terjadinya kanker. Dari penelitian Mayo Clinic terlihat ada agen khusus pada teh hijau yang memiliki kemampuan tersebut. ''Temuan ini sekaligus memberi harapan bagi pasien CLL.''

Penyakit CLL disebut leukimia kronis karena progresnya lebih lamban ketimbang leukimia akut. Beberapa pasien didapati tetap hidup berdekade lamanya dengan penyakit tersebut. Sampai sekarang, obat penyembuhannya belum diketemukan

Dalam penelitian Mayo Clinic, empat pasien CLL diterapi dengan mengonsumsi tablet ekstrak teh hijau. Tablet itu mengandung epigallocatechin gallate, antioksidan yang diperkirakan dapat memerangi sel kanker. ''Dalam beberapa bulan saja pertumbuhan sel kanker pada tiga dari empat pasien CLL tadi terlihat melambat,'' cetus Shanafelt.

Sementara itu, pasien keempat juga menunjukkan perbaikan kondisi. Hanya saja, tidak terlalu signifikan secara klinis. ''Perlu penelitian lanjutan untuk mengungkap kemungkinan adanya efek samping. (rei )

07 October 2005

Artikel : Pemetaan berbasis masyarakat di desa Papasena I dan desa Kwerba Mamberamo

Salah satu metode dalam kegiatan Multidisciplinary Landscape Assessment atau MLA
(CII Papua Program, 05 Oktober 2005)
Penulis, Yoseph Watopa, Mamberamo Field Coordinator CII Papua Program

Pengertian
Pemetaan partisipatif atau pemetaan berbasis masyarakat pada intinya adalah sama. Masyarakat kampung membuat peta untuk menggambarkan tempat dimana mereka hidup. Orang-orang yang hidup dan bekerja ditempat tersebutlah yang m
emiliki pengetahun mendalam mengenai wilayahnya. Merekalah yang mampu membuat peta secara detail dan akurat mengenai sejarah, tata guna lahan, pandangan hidup atau harapan untuk masa depan. Dengan kata lain pemetaan masyarakat merupakan cara yang praktis untuk mengumpulkan informasi tentang persepsi masyarakat local terhadap sumberdaya alam dan tempat-tempat khusus yang terdapat di sekitar wilayah desa dalam suatu model geografis.
Dengan demikian pemetaan berbasis masyarakat memberikan suatu penjelasan mengenai tata ruang secara tradisional yang dimiliki oleh komunitas masyarakat adat diwilayah tertentu.

Pemetaan dalam kegiatan MLA
MLA merupakan metode penelitian multidisi
plin yang dikembangkan oleh CIFOR (Center for International Forestry Research) untuk melakukan survei persepsi masyarakat lokal tentang bentang alam (lansekap) hutan dan keaneka ragaman hayati yang terdapat di dalamnya dan hubungannya dengan kebutuhan, pemilihan dan sistem nilai masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan penelitian multidisiplin karena melibatkan ahli sosial ekonomi, anthropologi, biologi hutan, botani, tanah dan etnobiologi dalam satu tim peneliti dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada proses penyusunan metodologi dan pelaksanaan penelitian. Langkah awal yang dilakukan dalam MLA adalah menggambar bersama dengan penduduk desa, suatu peta lanskap dengan mencantumkan nama lokal dari sungai-sungai dan tempat-tempat, serta lokasi di mana sumber-sumber utama ditemukan menurut masyarakat setempat. Tujuan pembuatan peta ini adalah untuk membangun suatu pemahaman bersama tentang wilayah yang akan diteliti, dan digunakan sebagai pendukung bagi semua aktivitas lain dari MLA. Ini sebabnya mengapa peta digambar pada hari-hari pertama. Peta tersebut akan menjadi penunjuk kepada lokasi-lokasi berdasarkan tipe lahan seperti sungai, gunung, rawa, telaga, sungai kecil, kebun, bekas kebun, bekas kampung dan hutan untuk melakukan survey petak. Seperti dijelaskan diatas peta tersebut berisi sebaran sumber daya alam (seperti tempat kasuari bermain pada musim tertentu, dammar, rawa sagu, sagu tanam dll), daerah sacral, lokasi berburu atau dearah mencari, Manfaat lain yang diperoleh dari kegiatan pemetaan ini adalah sebagai alat komunikasi diantara masyarakat yang terlibat untuk mengingat lokasi-lokasi tertentu yang menjadi milik mereka dan alat komunikasi kepada pihak luar serta menjadi bukti yang dapat berbicara tentang sebaran sumber daya alam yang mereka miliki.

Proses Pemetaan
Pemetaan dilakukan oleh masyarakat di atas sebuah peta dasar hasil foto citra satelit. Peta dasar tersebut berisi sungai besar Mamberamo, beberapa sungai yang bermuara ke sungai Mamberamo, dan beberapa telaga besar. Peta dasar tersebut dibuatkan copian ke dalam kertas kalkir menjadi beberapa lembar peta yang akan diberikan kepada masyarakat. Penggambaran peta diawali dengan menentukan orientasi peta oleh masyarakat dan dilanjutkan dengan pemberian nama sungai-sungai besar dan arah aliran sungai. Kemudian dilanjutkan dengan sungai-sungai kecil yang berair dan telaga-telaga disekitar sungai. Kegiatan ini memerlukan waktu yang lama karena masyarakat akan mengenali sungi-sungai tersebut satu demi satu. Selanjutnya mereka diminta untuk menggambarkan lokasi-lokasi khusus (seperti lokasi bekas kampung, bekas kebun, dll).

Setelah semua digambarkan kegiatan pemetaan dilanjutkan dengan menggambarkan lokasi-lokasi sumberdaya tertentu atau lokasi-lokasi yang menjadi tempat masyarakat melakukan kegiatannya sehari-hari (berkebun, berladang, berburu, mencari gaharu atau dammar dll). Selain itu tempat-tempat tertentu yang bersifat khusus atau sacral juga digambarkan didalam peta dtersebut. Keseluruhan proses pembuatan peta tersebut tidak diselesaikan dalam satu kali pertemuan namun beberapa kali pertemuan, kemudian peta tersebut akan digabungkan terlebih dahulu menjadi satu peta dan kemudian ditempelkan di tempat-tempat terbuka sehingga mudah untuk dilihat oleh masyarakat dan mendapat masukan untuk perbaikan oleh anggota masyarakat lainnya.
Penggambaran obyek di peta dilakukan dengan memberikan tanda atau warna tertentu untuk masing-masing obyek atau legenda yang digambarkan.

Keterlibatan masyarakat
Masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang bentangan alam atau landscape (Ijdoprelaurli dalam bahasa Papasena) yang mereka tempati sehingga mereka sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan peta. Pemetaan sumber daya alam wilayah desa dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan berpatokan pada copian peta dasar hasil pemotretan citra satelit dan mereka mengisi bagian yang kosong pada peta dasar. Ada empat kelompok yang dibentuk untuk membuat peta tersebut yaitu kelompok laki-laki tua, laki-laki muda, perempuan tua dan perempuan muda. Masing-masing kelompok mengeluarkan peta yang hampir sama.

Keempat peta awal tersebut kemudian digabungkan menjadi satu. Kegiatan ini merupakan suatu proses yang rumit karena peta-peta dasar hanya memiliki sedikit titik-titik referensi (sungai Mamberamo, sungai Tariku dan sungai Taritatu; serta beberapa danau/ telaga), sedangkan setiap kelompok kemudian menambahkan sungai-sungai kecil yang berlainan di wilayah mereka bersama dengan tempat-tempat dan sumber-sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Proses penggabungan semua informasi tersebut melibatkan banyak anggota masyarakat untuk beberapa hari dan kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan pengecekan silang dan memperbaiki informasi. Kegiatan ini telah menunjukkan pengetahuan mereka yang mendalam tentang wilayah mereka.

Selanjutnya, beberapa pemuda desa menawarkan diri untuk menyempurnakan gambar peta terakhir. Hal ini merupakan aspek baru dari proses pemetaan. Peta tersebut memuat banyak simbol berwarna-warni yang mewakili berbagai sumber daya alam yang ada, dari dataran rendah berawa dekat desa hingga ke puncak gunung yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mencapainya. Masyarakat sangat bangga dengan produk tersebut, dan dipertimbangkan sebagai hasil yang penting dan berguna.

Peta hasil kerja masyarakat ini oleh mereka akan dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk menilai kebijakan pembangunan yang akan berdampak bagi lokasi-lokasi sumber daya alam mereka. Karena selain memuat sumber daya alam dan lokasi pencaharian mereka sehari-hari, peta ini juga memuat daerah-daerah yang menurut mereka adalah sacral dan khusus bagi kehidupan religius dan masa depan generasi mereka.

06 October 2005

Salah satu metode dalam kegiatan Multidisciplinary Landscape Assessment atau MLA
(CII Papua Program, 05 Oktober 2005)
Penulis, Yoseph Watopa, Mamberamo Field Coordinator CII Papua Program

Pengertian
Pemetaan partisipatif atau pemetaan berbasis masyarakat pada intinya adalah sama. Masyarakat kampung membuat peta untuk menggambarkan tempat dimana mereka hidup. Orang-orang yang hidup dan bekerja ditempat tersebutlah yang memiliki pengetahun mendalam mengenai wilayahnya. Merekalah yang mampu membuat peta secara detail dan akurat mengenai sejarah, tata guna lahan, pandangan hidup atau harapan untuk masa depan. Dengan kata lain pemetaan masyarakat merupakan cara yang praktis untuk mengumpulkan informasi tentang persepsi masyarakat local terhadap sumberdaya alam dan tempat-tempat khusus yang terdapat di sekitar wilayah desa dalam suatu model geografis.
Dengan demikian pemetaan berbasis masyarakat memberikan suatu penjelasan mengenai tata ruang secara tradisional yang dimiliki oleh komunitas masyarakat adat diwilayah tertentu.

Pemetaan dalam kegiatan MLA
MLA merupakan metode penelitian multidisiplin yang dikembangkan oleh CIFOR (Center for International Forestry Research) untuk melakukan survei persepsi masyarakat lokal tentang bentang alam (lansekap) hutan dan keaneka ragaman hayati yang terdapat di dalamnya dan hubungannya dengan kebutuhan, pemilihan dan sistem nilai masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan penelitian multidisiplin karena melibatkan ahli sosial ekonomi, anthropologi, biologi hutan, botani, tanah dan etnobiologi dalam satu tim peneliti dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada proses penyusunan metodologi dan pelaksanaan penelitian.

Langkah awal yang dilakukan dalam MLA adalah menggambar bersama dengan penduduk desa, suatu peta lanskap dengan mencantumkan nama lokal dari sungai-sungai dan tempat-tempat, serta lokasi di mana sumber-sumber utama ditemukan menurut masyarakat setempat. Tujuan pembuatan peta ini adalah untuk membangun suatu pemahaman bersama tentang wilayah yang akan diteliti, dan digunakan sebagai pendukung bagi semua aktivitas lain dari MLA. Ini sebabnya mengapa peta digambar pada hari-hari pertama. Peta tersebut akan menjadi penunjuk kepada lokasi-lokasi berdasarkan tipe lahan seperti sungai, gunung, rawa, telaga, sungai kecil, kebun, bekas kebun, bekas kampung dan hutan untuk melakukan survey petak. Seperti dijelaskan diatas peta tersebut berisi sebaran sumber daya alam (seperti tempat kasuari bermain pada musim tertentu, dammar, rawa sagu, sagu tanam dll), daerah sacral, lokasi berburu atau dearah mencari, Manfaat lain yang diperoleh dari kegiatan pemetaan ini adalah sebagai alat komunikasi diantara masyarakat yang terlibat untuk mengingat lokasi-lokasi tertentu yang menjadi milik mereka dan alat komunikasi kepada pihak luar serta menjadi bukti yang dapat berbicara tentang sebaran sumber daya alam yang mereka miliki.

Proses Pemetaan
Pemetaan dilakukan oleh masyarakat di atas sebuah peta dasar hasil foto citra satelit. Peta dasar tersebut berisi sungai besar Mamberamo, beberapa sungai yang bermuara ke sungai Mamberamo, dan beberapa telaga besar. Peta dasar tersebut dibuatkan copian ke dalam kertas kalkir menjadi beberapa lembar peta yang akan diberikan kepada masyarakat. Penggambaran peta diawali dengan menentukan orientasi peta oleh masyarakat dan dilanjutkan dengan pemberian nama sungai-sungai besar dan arah aliran sungai. Kemudian dilanjutkan dengan sungai-sungai kecil yang berair dan telaga-telaga disekitar sungai. Kegiatan ini memerlukan waktu yang lama karena masyarakat akan mengenali sungi-sungai tersebut satu demi satu. Selanjutnya mereka diminta untuk menggambarkan lokasi-lokasi khusus (seperti lokasi bekas kampung, bekas kebun, dll).

Setelah semua digambarkan kegiatan pemetaan dilanjutkan dengan menggambarkan lokasi-lokasi sumberdaya tertentu atau lokasi-lokasi yang menjadi tempat masyarakat melakukan kegiatannya sehari-hari (berkebun, berladang, berburu, mencari gaharu atau dammar dll). Selain itu tempat-tempat tertentu yang bersifat khusus atau sacral juga digambarkan didalam peta dtersebut. Keseluruhan proses pembuatan peta tersebut tidak diselesaikan dalam satu kali pertemuan namun beberapa kali pertemuan, kemudian peta tersebut akan digabungkan terlebih dahulu menjadi satu peta dan kemudian ditempelkan di tempat-tempat terbuka sehingga mudah untuk dilihat oleh masyarakat dan mendapat masukan untuk perbaikan oleh anggota masyarakat lainnya.
Penggambaran obyek di peta dilakukan dengan memberikan tanda atau warna tertentu untuk masing-masing obyek atau legenda yang digambarkan.

Keterlibatan masyarakat
Masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang bentangan alam atau landscape (Ijdoprelaurli dalam bahasa Papasena) yang mereka tempati sehingga mereka sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan peta. Pemetaan sumber daya alam wilayah desa dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan berpatokan pada copian peta dasar hasil pemotretan citra satelit dan mereka mengisi bagian yang kosong pada peta dasar. Ada empat kelompok yang dibentuk untuk membuat peta tersebut yaitu kelompok laki-laki tua, laki-laki muda, perempuan tua dan perempuan muda. Masing-masing kelompok mengeluarkan peta yang hampir sama.

Keempat peta awal tersebut kemudian digabungkan menjadi satu. Kegiatan ini merupakan suatu proses yang rumit karena peta-peta dasar hanya memiliki sedikit titik-titik referensi (sungai Mamberamo, sungai Tariku dan sungai Taritatu; serta beberapa danau/ telaga), sedangkan setiap kelompok kemudian menambahkan sungai-sungai kecil yang berlainan di wilayah mereka bersama dengan tempat-tempat dan sumber-sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Proses penggabungan semua informasi tersebut melibatkan banyak anggota masyarakat untuk beberapa hari dan kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan pengecekan silang dan memperbaiki informasi. Kegiatan ini telah menunjukkan pengetahuan mereka yang mendalam tentang wilayah mereka.

Selanjutnya, beberapa pemuda desa menawarkan diri untuk menyempurnakan gambar peta terakhir. Hal ini merupakan aspek baru dari proses pemetaan. Peta tersebut memuat banyak simbol berwarna-warni yang mewakili berbagai sumber daya alam yang ada, dari dataran rendah berawa dekat desa hingga ke puncak gunung yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mencapainya. Masyarakat sangat bangga dengan produk tersebut, dan dipertimbangkan sebagai hasil yang penting dan berguna.

Peta hasil kerja masyarakat ini oleh mereka akan dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk menilai kebijakan pembangunan yang akan berdampak bagi lokasi-lokasi sumber daya alam mereka. Karena selain memuat sumber daya alam dan lokasi pencaharian mereka sehari-hari, peta ini juga memuat daerah-daerah yang menurut mereka adalah sacral dan khusus bagi kehidupan religius dan masa depan generasi mereka.

08 September 2005

Tips & Trik : Pemutih Gigi

( Kompas, Rabu 07 September 2005 )
Kalau boleh memilih, kita semua pasti lebih suka memiliki gigi putih menawan. Tak heran kalau hampir semua kemasan produk pasta gigi dilengkapi tulisan, "Memutihkan Gigi".

Biar nggak salah dalam memutihkan gigi, simak penjelasan berikut ini :
Bahan kimia apa sih yang digunakan untuk memutihkan gigi ?Pemutih yang dijual bebas atau digunakan oleh dokter gigi biasanya menggunakan bahan peroxide. Bahan ini akan masuk ke lapisan gigi dan membersihkan noda. Sedang pasta gigi tidak mengandung zat pemutih, ia hanya membersihkan kotoran, tetapi tidak akan mengubah warna email gigi. Kini beberapa produk pasta gigi mengandung dosis kecil peroxide.

Pasta gigi yang mengandung pemutih efektif nggak ?Not very well, karena gigi kita hanya kontak dengan bahan kimia itu saat kita menggosok gigi. Lagipula tercampur oleh air liur dan air saat kita berkumur. Butuh waktu yang lama untuk melihat hasil yang diinginkan.

Kalau produk pemutih gigi ?Beberapa produk dapat digunakan sendiri dengan cara yang sangat mudah. Kita bisa memilih peroxide dalam berbagai bentuk: Stips, Jel, Pulpen dan bantalan atau busa pelindung. Peroxide berbentuk strip, sangat kecil, hampir tidak kelihatan. Digunakan dua kali sehari selama 30menit dalam periode dua minggu. Yang bentuk jel, oleskan pada gigi dengan sikat kecil dua kali sehari dalam dua minggu. Pemutih berbentuk pulpen hampir sama. Sedangkan 'busa pelindung' bentuknya seperti bantalan yang diletakkan diantara gigi setelah gigi dioleskan peroxide. Alat ini bisa dibeli di dokter gigi atau toko obat. Semua jenis pemutih tadi cukup efektif memutihkan gigi, tetapi jika tak cocok bisa berakibat iritasi pada gusi.

Bagimana dengan dokter gigi ?Dokter gigi akan menggunakan peroxide dalam dosis lebih banyak, terkadang memakai laser untuk mempercepat pemutihan. Bantalan atau busa pelindung yang digunakan juga disesuaikan dengan kondisi gigi tiap orang. Selain itu dokter akan menjaga agar gusi kita tidak iritasi dibanding kalau kita menggunakan pemutih sendiri di rumah. Pemutihan yang dilakukan di dokter gigi mungkin yang paling aman dan efektif, tapi tentu saja harganya mahal.

Gigi yang ditambal bisa diputihkan?Pemutih gigi tidak akan bekerja pada mahkota gigi atau gigi yang ditambal. Kita hanya bisa memutihkan gigi alami saja.

Apakah hasilnya bertahan lama ?Warna putih pada gigi akan pudar dalam sebulan, apalagi kalau sering minum kopi, teh, red wine, atau mengkonsumsi makanan yang meninggalkan noda pada gigi. Satu hal lagi, kalau kita merokok, gigi akan lebih cepat berubah warna.

Apa efek samping memutihkan gigi ?Pemutihan lama-lama akan membuat gigi lebih sensitif dan peroxide akan membuat gusi iritasi. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa kekuatan email gigi akan berkurang karena penggunaan bleaching atau pemutih secara berkala. Orang yang memiliki gigi sensitif dan penyakit gigi, serta gigi berlubang, tidak disarankan untuk melakukan pemutihan. (*/AN)

01 September 2005

Tips & Trik : Hipertensi, Hindari Vitamin C Effervescent

( Cenderawasih Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Siapa tak kenal vitamin C ? Hampir semua orang pernah mengkonsumsinya. Salah satunya, mengatasi sariawan. Yang mungkin kurang disadari, vitamin yang satu ini memiliki beberapa efek samping bagi tubuh. Memang, beberapa jenis obat-obatan diduga memilikt efek samping obat (ESO). Termasuk vitamin C. Menurut Dra. Budi Suprapti MSi Apt, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi vitamin C. Di antaranya, faktor usia user (pengguna). Anak-anak rupanya lebih rentan terkena ESO dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem metabolisme anak belum sempurna.

Perhatikan pula keadaan patologik atau kondisi tubuh. Misalnya, ada tidaknya gangguan saluran cerna, diabetes mellitus ataupun hipertensi pada orang yang akan mengonsumsi vitamin C. "Keadaan ini harus benar-benar diperhatikan, demi keselamatan pasien,"ujarnya dalam temu ilmiah Manajemen Efek Samping Obat di GSG RSAL dr. Ramelan Surabaya, beberapa waktu lalu.

Banyak orang berpikir, vitamin C sebagai obat bebas sah-sah saja dikonsumsi kapanpun. Karena itu, dianjurkan untuk mengetahui ESO dari vitamin C. Misalnya, vitamin C mempunyai sifat mengiritasi saluran cerna. Selain itu, bersifat sebagai bahan pereduksi yang dapat mempengaruhi tes gula darah. "Sehingga, penderita dia­betes mellitus harus berhati-hati terhadap efek samping vitamin ini," Ingat Prapti.

Pemakaian dosis besar juga akan meningkatkan produksi oksalat urin. Ini memacu terbentuknya batu ginjal. "Efeknya memang tidak langsung, tapi baru terasa 5 sampai 10 tahun mendatang," ungkap staf pengajar Farmasi FK Unair ini. Sedangkan vitamin C dalam sediaan effer­vescent atau obat yang dilarutkan dalam air, mengandung natrium bikarbonat dalam jumlah besar. Hal ini memungkinkan gangguan keseimbangan elektrolit. "Yang begini, berbahaya bagi penderita hipertensi."jelas Prapti. (kit)

Tips & Trik : Hipertensi, Hindari Vitamin C Effervescent

( Cenderawasih Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Siapa tak kenal vitamin C ? Hampir semua orang pernah mengkonsumsinya. Salah satunya, mengatasi sariawan. Yang mungkin kurang disadari, vitamin yang satu ini memiliki beberapa efek samping bagi tubuh. Memang, beberapa jenis obat-obatan diduga memilikt efek samping obat (ESO). Termasuk vitamin C. Menurut Dra. Budi Suprapti MSi Apt, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi vitamin C. Di antaranya, faktor usia user (pengguna). Anak-anak rupanya lebih rentan terkena ESO dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem metabolisme anak belum sempurna.

Perhatikan pula keadaan patologik atau kondisi tubuh. Misalnya, ada tidaknya gangguan saluran cerna, diabetes mellitus ataupun hipertensi pada orang yang akan mengonsumsi vitamin C. "Keadaan ini harus benar-benar diperhatikan, demi keselamatan pasien,"ujarnya dalam temu ilmiah Manajemen Efek Samping Obat di GSG RSAL dr. Ramelan Surabaya, beberapa waktu lalu.

Banyak orang berpikir, vitamin C sebagai obat bebas sah-sah saja dikonsumsi kapanpun. Karena itu, dianjurkan untuk mengetahui ESO dari vitamin C. Misalnya, vitamin C mempunyai sifat mengiritasi saluran cerna. Selain itu, bersifat sebagai bahan pereduksi yang dapat mempengaruhi tes gula darah. "Sehingga, penderita dia­betes mellitus harus berhati-hati terhadap efek samping vitamin ini," Ingat Prapti.

Pemakaian dosis besar juga akan meningkatkan produksi oksalat urin. Ini memacu terbentuknya batu ginjal. "Efeknya memang tidak langsung, tapi baru terasa 5 sampai 10 tahun mendatang," ungkap staf pengajar Farmasi FK Unair ini. Sedangkan vitamin C dalam sediaan effer­vescent atau obat yang dilarutkan dalam air, mengandung natrium bikarbonat dalam jumlah besar. Hal ini memungkinkan gangguan keseimbangan elektrolit. "Yang begini, berbahaya bagi penderita hipertensi."jelas Prapti. (kit)

Tips & Trik : Besi Juga Padatkan Tulang

( Cenderawasib Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Sudah banyak yang tahu, kalsium membantu tulang menjadi kuat. Namun, menurut Tufts University Health & Nutrition Letter, ada bahan lain yang juga berperan dalam pembentukan tulang. Bahan tersebut adalah besi. Dikatakan, besi berperan penting untuk kesehatan tulang karena membantu memproduksi kolagen di dalam tulang.

Meski begitu, efektivitas besi bergantung; pada asupan kalsium. Menurut pakar institusi tersebut, zat ini hanya efektif untuk menguatkan tu­lang ketika kalsium yang dikonsumsi berjumlah 800-1.200 miuigram.

Hal tersebut dibuktikan pada sebuah penelitian terhadap wanita menopause. Dalam studi tersebut diketahui, wanita yang mengkonsumsi sekitar 18 miligram zat besi dalam satu hari dengan asupan kalsium yang memadai, kepadatan tulangnya cukup baik. (jpnn)

Tips & Trik : Besi Juga Padatkan Tulang

( Cenderawasib Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Sudah banyak yang tahu, kalsium membantu tulang menjadi kuat. Namun, menurut Tufts University Health & Nutrition Letter, ada bahan lain yang juga berperan dalam pembentukan tulang. Bahan tersebujt_ adalah besi. Dikatakan, besi berperan penting untuk kesehatan tulang karena membantu memproduksi kolagen di dalam tulang.

Meski begitu, efektivitas besi bergantung; pada asupan kalsium. Menurut pakar institusi tersebut, zat ini hanya efektif untuk menguatkan tu­lang ketika kalsium yang dikonsumsi berjumlah 800-1.200 miuigram.

Hal tersebut dibuktikan pada sebuah penelitian terhadap wanita menopause. Dalam studi tersebut diketahui, wanita yang mengkonsumsi sekitar 18 miligram zat besi dalam satu hari dengan asupan kalsium yang memadai, kepadatan tulangnya cukup baik. (jpnn)

Tips & Trik : Hipertensi, Hindari Vitamin C Effervescent

( Cenderawasih Pos, Rabu 31 Agustus 2005 )
Siapa tak kenal vitamin C ? Hampir semua orang pernah mengkonsumsinya. Salah satunya, mengatasi sariawan. Yang mungkin kurang disadari, vitamin yang satu ini memiliki beberapa efek samping bagi tubuh. Memang, beberapa jenis obat-obatan diduga memilikt efek samping obat (ESO). Termasuk vitamin C. Menurut Dra. Budi Suprapti MSi Apt, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi vitamin C. Di antaranya, faktor usia user (pengguna). Anak-anak rupanya lebih rentan terkena ESO dibandingkan orang dewasa. Sebab, sistem metabolisme anak belum sempurna.

Perhatikan pula keadaan patologik atau kondisi tubuh. Misalnya, ada tidaknya gangguan saluran cerna, diabetes mellitus ataupun hipertensi pada orang yang akan mengonsumsi vitamin C. "Keadaan ini harus benar-benar diperhatikan, demi keselamatan pasien,"ujarnya dalam temu ilmiah Manajemen Efek Samping Obat di GSG RSAL dr. Ramelan Surabaya, beberapa waktu lalu.

Banyak orang berpikir, vitamin C sebagai obat bebas sah-sah saja dikonsumsi kapanpun. Karena itu, dianjurkan untuk mengetahui ESO dari vitamin C. Misalnya, vitamin C mempunyai sifat mengiritasi saluran cerna. Selain itu, bersifat sebagai bahan pereduksi yang dapat mempengaruhi tes gula darah. "Sehingga, penderita dia­betes mellitus harus berhati-hati terhadap efek samping vitamin ini," Ingat Prapti.

Pemakaian dosis besar juga akan meningkatkan produksi oksalat urin. Ini memacu terbentuknya batu ginjal. "Efeknya memang tidak langsung, tapi baru terasa 5 sampai 10 tahun mendatang," ungkap staf pengajar Farmasi FK Unair ini. Sedangkan vitamin C dalam sediaan effer­vescent atau obat yang dilarutkan dalam air, mengandung natrium bikarbonat dalam jumlah besar. Hal ini memungkinkan gangguan keseimbangan elektrolit. "Yang begini, berbahaya bagi penderita hipertensi."jelas Prapti. (kit)

18 August 2005

Manca Negara Australia : Darah Buaya Penghasil Antibiotik Baru Yang Ampuh

(www.mediaindo.co.id, 17 Agustus 2005)
Ilmuwan di Australia utara yang beriklim tropis sedang mengumpulkan darah buaya dengan harapan dapat mengembangkan antibiotika yang ampuh bagi manusia, setelah sejumlah percobaan memperlihatkan sistem kekebalan reptil dapat membunuh virus HIV.
Sistem kekebalan buaya jauh lebih kuat ketimbang yang dimiliki manusia, mencegah penularan yang mengancam kehidupan setelah pertarungan memperebutkan wilayah kekuasaan yang liar yang kerap mengakibatkan hewan-hewan itu memiliki luka-luka menganga dengan banyak anggota tubuh yang terpotong.
"Mereka saling menghilangkan anggota tubuh di antara satu dan lainnya dan kendati kenyataannya mereka hidup dalam lingkungan yang penuh dengan mikroba, mereka dapat sembuh dengan amat cepat dan biasanya hampir selalu tanpa infeksi," kata ilmuwan AS Mark Merchant, yang sedang mengambil contoh-contoh darah buaya di Northern Territory.
Sejumlah pengkajian awal sistem kekebalan tubuh buaya pada 1998 mendapati bahwa beberapa protein (antibodi) dalam darah reptil membunuh bakteri yang resisten terhadap penisilin, seperti Staphylococcus aureus atau golden staph, kata ilmuwan Australia Adam Britton, Selasa.
Sistem kekebalan tubuh buaya juga menjadi pembunuh yang lebih kuat bagi virus HIV ketimbang sistem kekebalan tubuh manusia.
"Jika anda mengujicoba virus HIV dan menambahkan serum buaya ke dalam tabung yang memuat virus itu, akan ada dampak yang lebih besar ketimbang bila diberikan serum manusia. Serum buaya dapat membunuh jumlah organisme virus HIV yang lebih besar," kata Britton dari Taman Buaya Darwin, taman pariwisata dan pusat penelitian.
Britton mengatakan sistem kekebalan tubuh buaya bekerja dengan cara yang berbeda dengan sistem kekebalan manusia dengan menyerang secara langsung bakteri yang dalam waktu cepat infeksi terjadi di dalam tubuh.
"Buaya memiliki sistem kekebalan tubuh yang dapat digambarkan melekat pada bakteri dan merobek-robek bakteri serta menghancurkannya. Sama halnya dengan mengarahkan pistol ke kepala bakteri dan dan menarik pelatuknya," katanya.
Selama 10 hari terakhir, Britton dan Merchant dengan hati-hati mengumpulkan darah dari buaya yang dipelihara maupun buaya liar, juga jenis buaya di air asin maupun air tawar. Setelah menangkap seekor buaya dan mengikat moncongnya yang kuat, kedua ilmuwan itu mengekstrak darah dari pembuluh darah besar di belakang kepala buaya.
"Bagian itu dinamakan sinus, tepat di belakang kepala, dan (pengambilan contoh darah) dilakukan dengan amat mudah hanya meletakkan jarum di belakang leher dan menusuk bagian yang disebut sinus itu, kemudian anda akan dapat memperoleh darah dalam jumlah yang banyak dengan mudah," kata Britton.
Ilmuwan itu berharap dapat mengumpulkan cukup darah buaya untuk diisolasikan menjadi antibodi yang sangat kuat dan pada akhirnya dapat dikembangkan menjadi antibiotika yang dapat dimanfaatkan bagi manusia.
"Kita mungkin dapat memperoleh antibiotika yang dapat dikonsumsi secara oral, yang juga berpotensi menjadi antibiotika bagi luka-luka, misalnya luka akibat penyakit kencing manis (diabetes) dan pasien yang mengalami luka bakar yang kerap kulit mereka terkena infeksi maupun hal lain yang semacam itu," kata Merchant.
Kendati demikian, sistem kekebalan buaya mungkin juga menjadi amat kuat bagi manusia dan mungkin perlu disintesakan untuk keperluan konsumsi manusia.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapai pada sesuatu tahap yang dapat dipasarkan," kata Britton. (Ant/OL-03).

Manca Negara Australia : Darah Buaya Penghasil Antibiotik Baru Yang Ampuh

(www.mediaindo.co.id, 17 Agustus 2005)
Ilmuwan di Australia utara yang beriklim tropis sedang mengumpulkan darah buaya dengan harapan dapat mengembangkan antibiotika yang ampuh bagi manusia, setelah sejumlah percobaan memperlihatkan sistem kekebalan reptil dapat membunuh virus HIV.
Sistem kekebalan buaya jauh lebih kuat ketimbang yang dimiliki manusia, mencegah penularan yang mengancam kehidupan setelah pertarungan memperebutkan wilayah kekuasaan yang liar yang kerap mengakibatkan hewan-hewan itu memiliki luka-luka menganga dengan banyak anggota tubuh yang terpotong.
"Mereka saling menghilangkan anggota tubuh di antara satu dan lainnya dan kendati kenyataannya mereka hidup dalam lingkungan yang penuh dengan mikroba, mereka dapat sembuh dengan amat cepat dan biasanya hampir selalu tanpa infeksi," kata ilmuwan AS Mark Merchant, yang sedang mengambil contoh-contoh darah buaya di Northern Territory.
Sejumlah pengkajian awal sistem kekebalan tubuh buaya pada 1998 mendapati bahwa beberapa protein (antibodi) dalam darah reptil membunuh bakteri yang resisten terhadap penisilin, seperti Staphylococcus aureus atau golden staph, kata ilmuwan Australia Adam Britton, Selasa.
Sistem kekebalan tubuh buaya juga menjadi pembunuh yang lebih kuat bagi virus HIV ketimbang sistem kekebalan tubuh manusia.
"Jika anda mengujicoba virus HIV dan menambahkan serum buaya ke dalam tabung yang memuat virus itu, akan ada dampak yang lebih besar ketimbang bila diberikan serum manusia. Serum buaya dapat membunuh jumlah organisme virus HIV yang lebih besar," kata Britton dari Taman Buaya Darwin, taman pariwisata dan pusat penelitian.
Britton mengatakan sistem kekebalan tubuh buaya bekerja dengan cara yang berbeda dengan sistem kekebalan manusia dengan menyerang secara langsung bakteri yang dalam waktu cepat infeksi terjadi di dalam tubuh.
"Buaya memiliki sistem kekebalan tubuh yang dapat digambarkan melekat pada bakteri dan merobek-robek bakteri serta menghancurkannya. Sama halnya dengan mengarahkan pistol ke kepala bakteri dan dan menarik pelatuknya," katanya.
Selama 10 hari terakhir, Britton dan Merchant dengan hati-hati mengumpulkan darah dari buaya yang dipelihara maupun buaya liar, juga jenis buaya di air asin maupun air tawar. Setelah menangkap seekor buaya dan mengikat moncongnya yang kuat, kedua ilmuwan itu mengekstrak darah dari pembuluh darah besar di belakang kepala buaya.
"Bagian itu dinamakan sinus, tepat di belakang kepala, dan (pengambilan contoh darah) dilakukan dengan amat mudah hanya meletakkan jarum di belakang leher dan menusuk bagian yang disebut sinus itu, kemudian anda akan dapat memperoleh darah dalam jumlah yang banyak dengan mudah," kata Britton.
Ilmuwan itu berharap dapat mengumpulkan cukup darah buaya untuk diisolasikan menjadi antibodi yang sangat kuat dan pada akhirnya dapat dikembangkan menjadi antibiotika yang dapat dimanfaatkan bagi manusia.
"Kita mungkin dapat memperoleh antibiotika yang dapat dikonsumsi secara oral, yang juga berpotensi menjadi antibiotika bagi luka-luka, misalnya luka akibat penyakit kencing manis (diabetes) dan pasien yang mengalami luka bakar yang kerap kulit mereka terkena infeksi maupun hal lain yang semacam itu," kata Merchant.
Kendati demikian, sistem kekebalan buaya mungkin juga menjadi amat kuat bagi manusia dan mungkin perlu disintesakan untuk keperluan konsumsi manusia.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapai pada sesuatu tahap yang dapat dipasarkan," kata Britton. (Ant/OL-03).