(www.antara.co.id, 13-09-2008)
Malang (ANTARA News) - Sedikitnya 15 ribu hektar dari 127 ribu hektar hutan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam kondisi kritis karena penebangan liar.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Malang, Zen Achmad, Sabtu, luas hutan rusak itu berkurang setelah pemerintah setempat secara bertahap merehabilitasi. Awalnya hutan kritis di daerah itu mencapai 35 ribu hektar.
"Untuk mengembalikan lahan hutan kritis ini kita butuh waktu sekitar 10 tahun, dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat di sekitar hutan maupun LSM yang konsen terhadap lingkungan," katanya di Malang.
Ia mengakui, pihaknya tengah mendata ulang seluruh lahan kritis di wilayah Kabupaten Malang dan hasil sementara hutan yang kritis itu berada di Kecamatan Gedangan, Pagak, Bantur dan Kalipare atau wilayah di bagian selatan Kabupaten Malang.
Menurut Zen, kerusakan hutan cukup parah dan tidak terkendali di daerah itu disebabkan adanya reformasi tahun 1998 lalu, dimana masyarakat menebang pohon dengan cara membabi buta untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang berakibat terjadinya bencana tanah longsor dan banjir pada tahun 2007 lalu.
Berdasarkan data yang ada di Dinas Kehutanan Kabupaten Malang, luas hutan di wilayah itu mencapai 127.089 hektar terdiri dari hutan produksi 44.180 hektare, hutan lindung 46.207 hektare, hutan konservasi 28.811 hektare, dan taman hutan raya 7.891 hektare.
Untuk mengembalikan kondisi hutan yang tergolong kritis itu, katanya, pihaknya juga telah menanam tanaman keras seperti mahoni, sengon dan pohon buah-buahan yang umurnya tidak terlalu panjang.
"Kami rencanakan untuk melakukan penghijauan secara besar-besaran pada bulan November mendatang, bertepatan dengan bulan Indonesia Menanam yang dipusatkan di Kecamatan Kalipare, agar target 10 tahun hutan Kabupaten Malang sudah pulih akan tercapai," katanya menambahkan.
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
13 September 2008
Nasional : Belasan Ribu Hektar Hutan Malang Kritis
12 September 2008
Tips dan Trik : Bahaya Asap Dupa dan Ikan Asin
(www.suarapembaruan.com)
Ternyata dunia makin tidak aman. Kini ikan asin dan barbeque pun bisa jadi sumber penyakit. Menurut berbagai penelitian, dua jenis makanan ini juga bisa menjadi penyebab munculnya penyakit kanker nasofaring. Inilah jenis tumor ganas yang muncul di daerah leher dan kepala. Hampir 70 persen dari tumor ganas yang menyerang kepala dan leher adalah kanker nasofaring. Dari segi keganasan berbagai jenis kanker, jenis ini menduduki urutan keempat setelah kanker payudara, kanker serviks (leher rahim), dan kanker paru-paru.
Gawatnya, jenis kanker ini justru tidak menunjukkan gejala yang khas sehingga tidak disadari oleh penderita. Akibatnya, sering pasein datang dalam kondisi stadium lanjut. Dr Budianto Komari, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari RS. Dharmais yang telah menangani beberapa kasus kanker nasofaring di RS ini menyebutkan, antara 60-95 persen pasien datang pada stadium III dan IV. "Nasofaring adalah daerah tersembunyi yang terletak di belakang hidung, berbentuk kubus. Secara sepintas bagian ini memang sulit dilihat, karena berada di pertengahan tengkorak," ujar Budianto.
Apakah kanker nasofaring itu? Kanker nasofaring (Nasopharyngeal Carcinoma), adalah kanker yang menyerang bagian depan nasofaring berbatasan dengan rongga hidung, bagian atas berbatasan dengan tengkorak dan bagian bawah berbatasan dengan langit-langit dan rongga mulut. Nasofaring kaya akan jaringan limfe atau getah bening. Karena sifatnya yang tersembunyi ini pula diagnosis medis hanya bisa dilakukan dengan biopsi atau pengambilan jaringan di area tersebut.
Di Indonesia, kanker nasofaring merupakan tumor ganas terbanyak di bidang THT dan merupakan urutan ke-5 terbanyak untuk tumor ganas di seluruh bagian tubuh dengan angka kematian yang tinggi. Penyebarannya hampir merata di setiap daerah. Di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta ditemukan lebih dari 100 kasus setahun, RS Kanker Dharmais Jakarta terdapat 100 kasus, RS Hasan Sadikin Bandung rata-rata 60 kasus setahun. Di Makassar terdapat 25 kasus, Denpasar 15 kasus, dan Padang 11 kasus.
Mereka yang Berisiko
Siapa saja yang bisa terkena kanker nasofaring? Siapa pun bisa terjangkit. Tapi berdasarkan penelitian para ahli medis, terdapat sejumlah kondisi yang menjadi faktor dominan kemungkinan munculnya kanker nasofaring. Kanker Nasofaring dilaporkan lebih sering menyerang laki-laki dibanding perempuan. Perbandingannya cukup jauh, yakni 2,18 banding 1. Di samping itu, kasus kanker nasofaring lebih sering menyerang mereka yang berusia produktif antara 25-60 tahun.
Dari berbagai sumber terungkap bahwa, ada beberapa faktor risiko penyebab kanker nasofaring, antara lain: Pertama, makan makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan seperti ikan asin. Pada banyak kasus di Tiongkok, kanker nasofaring disebabkan dari makan ikan asin. Dari penelitian diketahui bahwa pada ikan asin ditemukan zat nitrosamin, yang dikenal sebagai salah satu zat yang memicu terjadinya beberapa penyakit kanker atau bisa dikatakan nitrosamin bersifat karsinogenik.
Kedua, Kanker Nasofaring ditemukan di Asia Selatan. Ada ras-ras tertentu yang relatif mudah terkena kanker ini. Di antaranya adalah ras Mongoloid. Masyarakat di daerah Tiongkok bagian selatan, Hong Kong, Thailand dan Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Di Amerika Utara, kejadian kasus ini hanya kurang dari satu di antara 100.000 penduduk. Sementara di Tiongkok bagian selatan ada 40-50 kasus di antara 100.000 penduduk.
Ketiga, faktor keturunan. Dalam keluarga dengan riwayat terkena kanker-terutama kanker nasofaring-besar kemungkinan untuk terkena kanker nasofaring. Keempat, kebiasaan buruk dan lingkungan. Misalnya, merokok dan mengonsumsi alkohol. Kedua hal ini memungkinkan risiko terkena kanker membesar. Sedangkan, yang dimaksud dengan lingkungan adalah ventilasi yang kurang baik, pembakaran dupa, kontak dengan zat karsinogen seperti pada pekerja pabrik bahan kimia, atau menghirup asap knalpot. Di Hongkong, asap dupa diduga menjadi penyebab utama penyakit ini.
Gejala kanker nasofaring mudah dikenali, tapi jarang mendapat perhatian. Misalnya benjolan atau pembesaran di kelenjar leher. Sekitar 98 persen dari kanker nasofaring ditandai dengan gejala ini. Sayangnya pasien sering tidak segera memeriksakan benjolan atau pembesaran di salah satu organ tubuhnya karena tidak merasa sakit. Padahal, justru benjolan yang tak sakit itu yang berbahaya, bukan karena infeksi.
Secara umum, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai. Pertama, pembesaran kelenjar leher. Gejala ini paling sering ditemukan. Pembesaran ini teraba keras dan tak nyeri. Berikutnya, mimisan ringan (keluar darah lewat hidung) atau sumbatan hidung. Ini terjadi jika kanker masih dini. Juga gejala di telinga. Ini merupakan gejala dini yang timbul karena tempat asal tumor dekat muara tuba Eustachius (saluran penghubung hidung-telinga). Gejalanya berupa telinga berdenging atau berdengung, rasa tidak nyaman di telinga, sampai nyeri.
Di samping itu, perhatikan juga gejala pada mata dan saraf, dapat terjadi sebagai gejala lanjut karena nasofaring berhubungan dekat dengan rongga tengkorak tempat lewatnya saraf otak. Gejala dapat berupa nyeri kepala, nyeri di bagian leher dan wajah (neuralgia trigeminal), pandangan kabur, penglihatan dua (diplopia). Yang lainnya, adalah gejala metastasis/menyebar atau gejala di leher.
Pengobatan
Jika terlanjur mengidap penyakit ini, masih adakah harapan untuk sembuh? Prinsipnya, jika penyakit kanker ditemukan dan diobati pada stadium yang semakin dini, harapan untuk sembuh akan semakin besar. Standar terapi untuk kanker nasofaring stadium III dan IV a dan IV b (dimana sebagian besar pasien datang pada stadium ini) saat ini adalah dengan menggunakan kombinasi radioterapi dan obat kemoterapi. Hasil terapi ini cukup baik dan pada beberapa pasien bisa sembuh. Hanya saja menurut banyak laporan studi di beberapa Jurnal Ilmiah, terapi ini juga memberikan efek samping yang sedang sampai berat kepada pasien yang menjalaninya.
Efek samping lainnya adalah: mual, muntah, rambut rontok, gangguan ginjal, anemia yang bisa menyebabkan pasien merasa sangat letih, serta mucositis (sariawan yang berat) sehingga pasien mengalami kesulitan menelan, biasanya efek ini dikarenakan radioterapi, dan akan diperberat dengan pemberian obat kemoterapi secara bersamaan.
Menurut D. Zakifman Jack SpPD KHOM, dari RS Kanker Dharmais, efek-efek samping itu kini seharusnya sudah berkurang jauh. Salah satu obat yang mempunyai efek samping minimal adalah nimotuzumab (TheraCIM).
Pada terapi kombinasi radioterapi dengan nimotuzumab, efek samping yang sering muncul, menurut Zakifman, tergolong ringan yaitu mual, muntah ringan, mucositis ringan, dan rasa tidak enak di daerah tenggo-rokan. Efek samping ini lebih dikarenakan pemberian radioterapinya. [S-26]
Nasional : Presiden Harap Pertemuan Poznan Dorong "Bali Roadmap"
(www.antara.co.id, 12-09-2008)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan konferensi perubahan iklim yang akan berlangsung di Poznan, Polandia, Desember mendatang dapat mendorong proses negosiasi yang telah dirintis pada Peta Jalan Bali (Bali Roadmap).
"Kita harus memastikan proses untuk menghadapi perubahan iklim dalam jalur yang tepat untuk itu harus berkonsentrasi pada perkembangan yang akan terjadi di Poznan, Desember mendatang," kata Presiden Yudhoyono dalam "teleconference" dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen di Istana Negara Jakarta, Jumat malam.
Presiden menambahkan, pengalaman konferensi di Bali dapat menjadi pelajaran penting untuk mengurangi celah dari berbagai kepentingan yang hadir dalam pertemuan tersebut.
"Kunci keberhasilan antara lain persiapan yang baik, komunikasi serta adanya kepemimpinan, dan saya yakin saat konferensi di Poznan, ketiga hal itu dapat terwujud," ujarnya.
Presiden menekankan meskipun proses negosiasi baru akan berlangsung pada Januari 2009 sehingga hanya ada empat pertemuan sejak konferensi di Bali, Desember 2007 lalu, namun dengan perhatian dan kerjasama yang dilakukan antara semua pihak, proses kesepakatan atas penanganan perubahan iklim bisa tercapai tanpa menunggu Januari 2009.
Pada bagian lainnya, Kepala Negara juga mengatakan bahwa negara berkembang harus mengambil inisiatif untuk melakukan stabilisasi dari efek gas rumah kaca dan memastikan tidak ada penundaan dari komitmen yang dihasilkan pada Protokol Kyoto.
"Kita harus melanjutkan usaha-usaha untuk membahas isu perubahan iklim dengan melibatkan para menteri di bidang perdagangan dan keuangan, pembiayaan global dan juga sistem perdagangan memegang peranan penting untuk menyadarkan publik tentang perlunya penanganan krisis iklim yang mulai terjadi," katanya.
Sementara itu Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal seusasi "teleconference" yang berlangsung lebih kurang satu jam itu mengatakan bahwa hal utama yang dibicarakan dalam pembicaraan paralel antara Sekjen PBB, Presiden Yudhoyono, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen adalah bagaimana menjaga momentum yang dihasilkan dari pertemuan Bali berlanjut pada pertemuan di Poznan dan akhirnya di Kopenhagen pada 2009 mendatang.
"Ada kepedulian di kalangan pemimpin bahwa proses cukup tersendat sejak pertemuan di Bali, dan Presiden mengimbau agar proses ini berlanjut sehingga momentumnya tetap terjaga. Apa yang dirasakan Presiden Yudhoyono juga dirasakan yang lain," katanya.
Masih menurut Dino, Presiden juga mengemukakan ide bahwa proses konsultasi antara Sekjen PBB dengan Kepala Pemerintahan lebih diaktifkan agar mencapai tujuan yang diinginkan.
Menanggapi tentang pembicaraan teleconference yang berlangsung tertutup Dino mengatakan bahwa hal itu adalah bagian dari strategi pertemuan dan hasil dari pertemuan Jumat malam (12/9) itu akan dipublikasikan secara resmi oleh Sekjen PBB beberapa waktu mendatang.
Ketika ditanya apakah ada perhatian Presiden Yudhoyono tentang keterlibatan negara-negara maju dalam perundingan perubahan iklim, Dino mengatakan bahwa Kepala Negara mengimbau negara maju menepati komitmen sebagaimana yang selalu dituntut oleh negara berkembang dan dijanjikan oleh negara maju antara lain transfer teknologi dan pembiayaan.
Dino mengatakan, Indonesia juga mengharapkan keterlibatan AS lebih aktif dalam proses negosiasi pada pemerintahan baru mendatang siapapun presiden terpilih.(*)
Nasional : Sebagian LNG Tangguh untuk Domestik
(www.suarapembaruan.com, 12-09-2008)
[JAKARTA] Badan Pengatur Hulu (BP) Migas akan mengalihkan 300.000 metrik ton liqufied natural gas (LNG/ gas alam cair) Tangguh yang merupakan pengalihan (divert ion) volume LNG ke Sempra, Amerika Serikat.
"LNG ini akan memasok kebutuhan bahan bakar pa- brik pupuk Pupuk Iskandar Muda (PIM) atau Pupuk Kalimantan Timur (PKT)," ujar Deputi Finansial dan Ekonomi BP Migas Djoko Harsono di Jakarta, Kamis (11/8).
Namun, Djoko tidak menyebutkan volume pasokan dan harga jual LNG Tangguh ke dua perusahaan pupuk tersebut. Proses negosiasi harga masih berjalan dan belum mencapai keputusan.
Selain untuk dalam negeri, ada kemungkinan LNG dijual ke perusahaan migas PTT Thailand.
"Harga untuk dalam negeri bisa lebih murah dibandingkan ekspor," ujarnya.
Pemerintah berhak mengalihkan 50 persen dari volume ekspor LNG Tangguh ke Sempra jika harga dinilai tidak menguntungkan. Semula BP Migas telah meneken kontrak ekspor LNG Tangguh ke Sempra sebesar 3,6 juta metrik ton.
Akan tetapi, kemudian BP Migas mengalihkan ekspor dan berhasil menjual 1 juta metrik ton ke perusahaan gas Korea, Kogas dengan harga US$ 20 per mmbtu.
Kemudian, akan menjual 500 ribu metrik ton ke Tokyo Gas. Namun, diungkapkan Djoko harga masih dalam proses negosiasi. LNG Tangguh rencananya akan melaku- kan pengiriman pertama pada Januari 2009. Akan tetapi, BP Migas belum juga memutuskan kepada siapa pengiriman pertama LNG diberikan.
Ekspor LNG Tangguh termasuk proyek lapangan gas terbesar ketiga setelah Bontang dan Arun. Selain ke Sempra, LNG Tangguh memiliki komitmen kontrak penjualan ke Fujian, Tiongkok dan K-Power, Korea Selatan yang harganya sedang dinegosiasi ulang.
Tidak Murah
Saat ini pemerintah didesak untuk mengutamakan pemanfaatan gas alam ke dalam negeri. Namun, pemanfaatan gas alam ke dalam negeri diutarakan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas terkendala oleh infrastruktur sehingga kebijakan pemerintah berorientasi ekspor. Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, dana pembangunan infrastruktur gas kota tidak murah. Apabila pembiayaan diserahkan kepada pemerintah daerah, pemerintah daerah tidak akan sanggup.
Pemerintah telah menganggarkan pembangunan gas kota sejak 2008 untuk sembilan kota, yaitu Lhokseumawe, Jambi, Prabumulih, Semarang, Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Bontang, dan Sorong.
Sementara itu, fraksi-fraksi pendukung pemerintah tak merasa gentar dengan tantangan FPDIP DPR untuk menggelar debat terbuka soal LNG Tangguh guna menuntaskan tuduhan bahwa kontrak LNG Tangguh ke Provinsi Fujian, Tiongkok merugikan negara.
"Sebagai fraksi pendukung pemerintahan, FPD DPR tak merasa gentar dengan tantangan FPDI-P untuk melakukan debat terbuka, silakan saja," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana.
Sedangkan, anggota Komisi I DPR dari FPG DPR Yorris Raweyai juga mendukung rencana renegoisasi ulang kontrak LNG Tangguh. "Sebagai wakil dari Papua, saya hanya memperjuangkan aspirasi rakyat yang menuntut pemerintah pusat bersikap adil," katanya. [DLS/M-6]
Jayapura : Membangun Tanpa Mengganggu Hutan Lorenz
(www.suarapembaruan.com, 12-09-2008)
[JAYAPURA] Kawasan Hutan Lorenz harus dijaga dan dilindungi. Untuk itu, dalam melaksanakan pembangunan di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, dibutuhkan kearifan dan kebijakan yang mendukung sekaligus dapat menjaga kawasan hutan tersebut.
"Untuk itu, kami akan bekerja sama dengan pihak swasta merencanakan tata ruang wilayah di Kabupaten Nduga, agar ke depan tetap memperhatikan pembangunan yang lestari dan berkelanjutan, tanpa mengganggu kawasan hutan Lorenz," kata Bupati Nduga, Hans Maniagasi kepada SP, di Jayapura, baru-baru ini.
Dikatakan, dengan Undang-Undang Nomor 6/2008 tertanggal 4 Januari 2008, Kabupaten Nduga dibentuk bersama dengan beberapa kabupaten lain di Papua. Kabupaten ini memiliki 8 distrik dengan jumlah penduduk 73.696 jiwa.
Dia optimistis untuk ke depannya daerah ini akan maju, apalagi ibu kota kabupaten ini berada lebih dekat ke arah Kabupaten Asmat, terutama melalui sungai ke arah pantai. Untuk itu, dia akan melakukan koordinasi dalam pembangunan pelabuhan di sungai tersebut.
Wilayah Nduga sebenarnya merupakan pintu masuk ke Pegunungan Tengah Papua. Jika akses terbuka, maka seluruh pegunungan tengah Papua akan terbuka dari arah pantai melalui Kabupaten Nduga. Bermodal akses dekat dengan pantai ini, dia yakin ke depan Kabupaten Nduga akan menjadi daerah jasa, terutama dalam mendatangkan berbagai barang kebutuhan. Selain itu, Nduga juga merupakan daerah tu- juan wisatawan menuju ka-wasan pegunungan tengah Papua.
Dia mengaku saat ini tidak ada prasarana wilayah di kabupaten baru itu, mulai dari prasarana pendidikan, puskesmas, dan kantor distrik mulai rusak, sehingga tidak bisa digunakan, termasuk Kantor Distrik Keniam yang akan menjadi pusat ibukota kabupaten baru ini.
Pekerjaan ini tentu berat. Hampir semua sekolah di Kabupaten Nduga tidak jalan, karena guru banyak tinggal di kota, termasuk hanya ada 1 Sekolah Menengah Pertama di Distrik Yigi yang beroperasi dan memiliki sekitar 100 murid, namun gurunya hanya 1 orang, yang dibantu guru SD di daerah tersebut. Sedangkan, untuk SLTA tidak ada.
"Sementara kami tidak bisa bekerja di Keniam, karena tidak ada fasilitas sama sekali dan kantor distrik rusak berat, sehingga kami saat ini masih membuka kantor sekretariat di Wamena sambil mempersiapkan di sana," ujarnya.
Dia berjanji akan berupaya keras menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan tugas pokoknya dalam satu tahun, yakni mempersiapkan organisasi pemerintahan dan mekanisme pelaksanaannya, memfasiltasi pembentukan legislatif yang akan bersamaan dengan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden pada tahun 2009 dan menyiapkan pemilihan bupati definitif. [154]
Teminabuan : Kembangkan Hutan Lindung, Pemkab Gandeng Swasta
(www.radarsorong.com, 11-09-2008)
TEMINABUAN- Perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Sorong Selatan dilaksanakan di berbagai sektor. Selain sektor kesehatan, pendidikan dan perekonomian juga pelaksanaan pembangunan di sektor kehutanan. Untuk sektor kehutanan, Pemkab Sorsel akan mengembangkan kawasan hutan lindung. Dalam pengembangannya, Pemkab berencana akan bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun dengan pihak swasta dalam mengembangan potensi hutan lindung di Kabupaten Sorsel tersebut. Hal ini disampaikan Bupati Sorsel, Drs Otto Ihalauw kepada Radar Sorong belum lama ini.
Dikatakan, Pemkab Sorsel telah memprogramkan pelaksanaan pembangunan kawasan hutan lindung. Ada beberapa titik yang telah ditandai sebagai kawasan hutan lindung di Kabupaten Sorsel yang tentunya akan dilakukan kerjasama dengan beberapa pihak baik pemerintah pusat maupun dengen pihak sawsta.
Lebih lanjut dikatakan kawasan hutan lindung tersebut merupakan instruksi langsung dari Menteri Kehutanan untuk dilakukan pelestarian satwa-satwa yang ada. Apalagi daerah Kabupaten Sorsel memiliki luas wilayah yang sangat besar yang terbagi dalam 14 distrik. Dimana setiap distrik yang ada di Kabupaten Sorsel memiliki satu sampai lebih kawasan hutan lindung sehingga tidak bisa dilakukan penebangan atau aktifitas apapun di dalam kawasan hutan lindung tersebut.(mus)
Merauke : Diduga Ilegal, Ratusan Batang Papan Kayu Olahan Disita
(www.cenderawasihpos.com, 11-09-2008)
MERAUKE- Diduga ilegal, ratusan batang dan lembar papan kayu atau tepatnya sekitar 4 meter kubik kayu olahan berhasil disita petugas Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke. Hal ini disampaikan Kabid Produksi dan Konservasi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke Ir Freddy Latumahina.
Menurutnya, 4 meter kubik kayu olahan yang disita itu ditangkap Senin (8/9) sekitar pukul 00.30 WIT oleh petugas Pos Kehutanan di Kuprik Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, saat kayu tersebut sedang diangkut dengan mengggunakan truk.
Penangkapan dan penyitaan kayu olahan ini dilakukan karena Surat Keterangan Angkut Hasil Kayu Hutan (SKAHK) yang dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan dan Kehutanan Kabupaten Merauke saat dicek ternyata sudah digunakan.
''Surat keterangan angkut tersebut dikeluarkan dan hanya 1 kali digunakan. Tidak boleh lebih dan kalau itu yang terjadi berarti sudah melanggar aturan karena hal tersebut sudah diterangkan dalam surat,'' jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/9) kemarin.
Sebenarnya, lanjut dia, surat keterangan angkut berdasarkan tanggal berlakunya masih berlaku. Karena surat itu dikeluarkan tanggal 6 September 2008 dan berlaku 2 hari mulai 7-8 September. Namun saat mengangkut kayu 1 kali dan melalui Pos pemeriksaan telah dimatikan oleh petugas dengan memberi cap dan tandatangan.
Freddy menjelaskan, surat izin tersebut diberikan kepada Marthen Saifullah yang memang memiliki ijin penebangan dan penangangkutan. Namun saat ditangkap, truk dikendarai bernama Asun. ''Jadi kita belum periksa keduanya, apakah kayu itu milik Marthen atau Asun. Karena waktu pengangkutan pertama, mobil tersebut dibawa sopir bernama Darmo sedangkan pegangkutan kedua saat ditangkap itu dibawa lagi oleh Asun,'' jelasnya.
Saat ditanyai petugas pada Pos pemeriksaan, sambung Freddy, Asun memberi keterangan kalau hanya sempat melihat tanggal surat izin tersebut yang masih berlaku. ''Jadi kalau itu kayu milik Marthen, siapa yang suruh saat itu mempergunakan surat izin itu dua kali. Kalau misalnya kayu itu milik Asun berarti yang bersangkutan selain menyalahi aturan izin tebang juga izin angkut. Tapi ini belum kita dapatkan karena Asun katanya lagi ke Jagebob,'' tambah Freddy. (ulo)
Jayapura : Anwar: Air Sulit Disuplai Karena Kemarau, Terkait Susahnya Mendapatkan Air Bersih di Sentani
(www.cenderawasihpos.com, 11-09-2008)
SENTANI-Menanggapi keluhan warga Sentani Kota, (Cepos,10/9) kemarin, tentang sulitnya air bersih akibat air PDAM yang jarang mengalir ditanggapi Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura Much Anwar.
"Kami terpaksa melakukan penggiliran suplai air bagi masyarakat Sentani, karena memang saat ini debit air sedang menurun, akibat musim kemarau yang terjadi saat ini," jelas Anwar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/9).
Meski dilakukan penggiliran, namun pihaknya membantah jika pergiliran itu dilakukan hingga berhari-hari.
Pasalnya pembagian daerah pergiliran hanya dua tempat disepanjang Sentani yakni wilayah Sentani Kota dan wilayah pasar. Sehingga suplai air dilakukan terhitung 24 jam, Untuk pasar dan Sentani Kota yang berganti yang tergilir setiap harinya.
Hal ini terpaksa dilakukan PDAM karena memang saat ini terjadi penurunan debit air di bak penampungan, sehingga air menjadi kehilangan tekanan. Sebab jika dipaksakan mengaliri semua pelanggan maka kemungkinan ada pelanggan yang nanti tidak mendapat supali air. Untuk itulah maka pihaknya terpaksa melakukan pergiliran supali air bersih.
Namun Much Anwar mengatakan pula bahwa walaupun debit air saat ini berkurang, namun menurutnya diatas kertas debit air yang berada di bak penampungan sementara PDAM mampu untuk mengaliri seluruh pelanggan yang ada di Sentani.
Hanya saja kondisi untuk saat ini banyak pelanggan yang tidak menggunakan meteran air, sehingga terjadi kebocoran yang sangat besar sekali. Sebab kemungkinan ada pelanggan yang sudah tidak mempunyai meteran tidak mematikan air saat bak-bak penampungan telah penuh, sehingga air terus mengalir tanpa henti-hentinya.
Untuk itu saat ini pihaknya telah melakukan meterisasi bagi setiap pelanggan, agar mencegah terjadinya kebocoran. Diakuinya saat ini memang pihaknya tidak bisa melakukan meterisasi secara serempak karena keterbatasan cadangan financy, untuk itu pihaknya akan melakukannya secara bertahap.
Dikatakan pula jika nantinya ada pelanggan yang tidak mau rumahnya dipasang meter maka pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penyegelan.(jim)
Merauke : Disnak-Satpol PP Akan Sidak Daging Ilegal
(www.cenderawasihpos.com, 11-09-2008)
GUNA memberikan perlindungan kepada konsumen untuk mendapatkan daging ASUH (aman, sehat, utuh dan halal), maka dalam waktu dekat ini Dinas Peternakan dan Kehewanan Kabupaten Merauke dengan melibatkan Satpol PP akan melakukan Sidak (Pemeriksaan mendadak) ke pasar-pasar atau tempat penjualan daging.
''Dalam waktu dekat kita akan kerjasama dengan Satpol PP untuk melakukan sidak daging ilegal,'' kata Kepala Dinas Peternakan dan Kehewanan Kabupaten Merauke Ir Bambang Dwiatmoko, ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut Bambang, Sidak yang akan dilakukan ini untuk melindungi konsumen agar mendapatkan daging yang benar-benar aman, sehat, utuh dan halan untuk dikonsumsi. ''Jadi tidak hanya aman, tapi daging itu sehat, utuh dan halal untuk dikonsumsi,'' jelasnya.
Selain sidak untuk daging illgel itu, lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan pemantauan stok dan harga berbagai kebutuhan komunitas peternakan di bulan puasa dan pada saat menjelang lebaran mendatang. ''Kita sudah mengambil langkah-langkah dengan melakukan pertemuan dengan para pedagang atau pemasok dari luar ke Merauke,'' jelasnya.
Disinggung stok telur yang sampai saat ini pasokannya masih diawasi langsung oleh Dinas Peternakan dengan system kuota, Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke ini mengakui konsumsi telur di Merauke terus mengalami peningkatan terutama pada saat menjelang hari keagamaan seperti bulan puasa dan menjelang lebaran nanti. Namun hal itu sudah diantipasi pihaknya dengan pengadaan stok.
Meski kebutuhan meningkat, namun menurut Bambang, untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidak terlalu memasok telur dari luar sebanyak tahun-tahun lalu. ''Karena telur hasil produksi peternak lokal kita sudah mulai meningkat sekitar 20 persen. Jadi itu yang akan menutupi peningkatan kebutuhan konsumsi saat bulan puasa dan menjelang lebaran nanti,'' katanya. (ulo)
11 September 2008
Jayapura : Masyarakat Sentani Kota Kesulitan Air Bersih, Terpaksa Manfaatkan Air Sungai
(www.cenderawasihpos.com, 10-09-2008)
SENTANI-Sulitnya mendapatkan air bersih selama beberapa minggu terakhir ini dikeluhkan oleh warga RT 02,RW II, Distrik Sentani Kota. Pasalnya, air PDAM yang merupakan satu-satunya yang mensuplay air bersih kepada warga sering sekali tak mengalir.
"Karena air PDAM jarang mengalir, kami terpaksa mengambil air dari sungai dengan berjalan cukup jauh. Saya betul-betul kecewa dengan pelayanan PDAM," jelas Ny. Alfrida saat sedang mengambil air di salah satu sungai dekat rumahnya di Sentani.
Menurutnya, dia juga heran air PDAM tidak mengalir, padahal tiap bulan dirinya rutin membayar. "Saya sangat heran sekali dengan pelayanan PDAM saat ini, padahal setiap bulan saya rutin membayar tagihan air bersih," ujarnya.
Jika mereka (PDAM red) mempunyai problem terkait fasilitas instalasi air bersih bagi masyarakat mestinya dibeberkan di media, agar masyarakat bisa memaklumi permasalahan yang mereka hadapi.
Namun jika terlihat vakum seperti begini justru masyarakat bertanya-tanya bahkan perusahaan yang menangani air bersih itu tidak luput dari caci maki warga. Apalagi keluhan ini tersuarakan dari warga kota yang berdomisili tidak jauh dari sumber air.
Sementara salah seorang IRT lagi bernama Else Wally mengatakan bahwa pipa PDAM yang tersambung ke rumahnya kadang mengalir hanya sehari, dan macet lagi hingga 2 sampai 3 hari. Dengan kondisi seperti itu, dirinya bersama kelompok IRT lainnya terpaksa memanfaatkan air sungai yang berada di belakang rumahnya untuk mencuci dan mandi.
Namun sayang air sungai tersebut sudah sangat tercemar, pasalnya disepanjang aliran sungai tersebut terdapat puluhan kandang babi, yang mempunyai pembuangan ke aliran sungai tersebut. Bukan hanya itu saja, beberapa warga masyarakat juga membuang limbah rumah tanggah dan toiletnya ke aliran sungai tersebut.(jim)
10 September 2008
Jayapura : Wajar, Kontrak LNG Tangguh Direvisi
(www.cenderawasihpos.com, 09-09-2008)
JAYAPURA-Sinyalemen Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tentang adanya 50 di antara 70 kontrak ekspor gas alam cair (LNG) yang diteken sejak awal 2000 berpotensi merugikan negara, sehingga harus direnegosiasi ulang, tak luput dari perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana (purn) Fredy Numberi. Bahkan Numberi atas nama pemerintah tidak dapat memungkiri kenyataan tersebut.
"Pemerintah Pusat menilai adanya aspek kerugian yang diderita oleh negara saat diberikan kontrak tersebut dengan didasarkan kepada harga LNG yang naik dan beberapa pertimbangan lainnya,"ungkapnya kepada wartawan, di sela-sela pembukaan Temu Ilmiah Persatuan Mahasiswa Tehnik Indonesia (PTMI) dan Musyawarah Nasional VIII, di Aula Fakultas Ekonomi Uncen, Waena Senin (8/9)
Dijelaskan, dengan harga minyak dunia yang terus meningkat, karakter pasar LNG cenderung naik penggunannya. "Harga minyak yang mahal mendorong banyak negara menyubstitusi sebagian kebutuhan bahan bakarnya ke gas, termasuk negara konsumen LNG dari Indonesia. Karena itu, renegosiasi sangat beralasan," katanya.
Kembali ia mengatakan, selain menghindari potensi kerugian negara, renegosiasi kontrak LNG dapat memperkuat likuiditas pemerintah. Harapannya, permasalahan ini tidaklah menjadi prokontra oleh masyarakat banyak, karena semata-mata untuk kepentingan masyarakat. "Kita kepingin dalam konteks pembicaraan pembagunan perekonomian bangsa dan menguntungkan bangsa haruslah kita berbicara dengan baik-baik diperbaiki," tambahnya.
Lanjutnya, pihaknya juga yakin bahwa dari LNG tangguh sendiri akan mau diajak bicara mengenai perbaikan tersebut. Itu semua semata harus dilandasi asumsi/kontribusi ke masa depan Papua dalam mendapatkan hasilnya.
Ia juga berpesan agar pihak pemerintah daerah tidak mengkotak-kotaknya, sehingga ada asumsi bahwa gas alam tangguh untuk Papua Barat dan Freeport untuk Papua. "Tidak bisa kita membangun negeri ini dengan cara mengkotak-kotakkan perusahaannya. Itu semua harus di-share ke seluruh tanah Papua, supaya semuanya dapat merasakan dan menerapkannya ke bidang pendidikan, perekonomian, kesehatan," tegasnya.
Dan semua itu, lanjut Numberi, Presiden SBY sendiri sudah memberikan concern (perhatian.red) kepada seluruh wilayah Papua dengan membikin program kemajuan kedepan, seperti halnya peningkatan pendidikan, peningkatan gizi/ kesehatan, peningkatan perekonomian Papua melalui cara dana yang memadai dari pemerintah. "Pemerintah Pusat berkeinginan kepada pengusuha yang ada di Papua itu hanya memberikan bantuan kepada salah satu daerah konsesi (pemilik wilayah.red) saja akan tetapi harus semua daerah (overall.red) ikut merasakannya," tandasnya.
Sehingga nantinya akan terjadi komunikasi yang terjalin dengan baik dari para anak-anak negeri Papua. Mereka merasakan dari bagian Tangguh ataupun Freeport dan beberapa perusahaan yang akan melakukan penanaman modal di tanah Papua.
Numberi menegaskan bahwa Presiden sudah memberikan arahan dan wapres sendiri telah mendorongnya, untuk tangguh melakukan perbaikan kontrak adalah kegiatan positif supaya kita semua mendapatkan hal yang terbaik.
Menyoal mengenai ilegal fishing yang ada di Indonesia, Menteri ini berkata bahwa pihaknya telah melakukan penghapusan izin terhadap izin kurang lebih 1600 perusahaan. "Kami konsen kepada pemberian izin kepada 400 perusahaan industri saja, sehingga peningkatan ekonomi terhadap masyarakat di sekitar perusahaan tersebut juga naik," jelasnya menjawab pertanyaan masih adakah ilegal fishing di Indonesia.
Sekedar diketahui, Temu Ilmiah Persatuan Mahasiswa Tehnik Indonesia (PTMI) dan Musyawarah Nasional VIII ini juga dihadiri Gubernur Papua, Barnabas Suebu, SH dan beberapa Anggota Muspida Provinsi Papua, seperti Wakapolda Papua, Brigjen Pol Prasetyo, Danlantamal X, Brigjen TNI (Mar) Giyarto, serta beberapa dekan fakultas yang ada di Uncen.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Papua, mengajak secara pribadi para peserta temu ilmiah dan Munas ke VIII PTMI untuk makan malam sebelum acara penutupan Munas tersebut di gedung negara.
Sementara itu, Apolo Safanpo, ST, MT Penanggung Jawab kegiatan yang juga pembantu dekan III Fakultas Tehnik Uncen mengatakan pihaknya sangat bangga atas berlangsungnya pembukaan kegiatan tersebut dengan baik.(ind)
Nasional : Pabrik Biofuel Pertama Berbahan Tetes Tebu Dibuka di Gresik
(www.kompas.com, 09-09-2008)
SURABAYA, SELASA - Dalam rangka penyediaan energi alternatif terbarukan, PT Rajawali Nasional Indonesia bekerjasama dengan PT Choi Biofuel mendirikan industri biofuel pertama di Indonesia. Bahan baku utama industri biofuel ini berasal dari limbah tebu atau tetes.
Pembangunan pabrik biofuel berkapasitas 50.000 kilo liter per tahun tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Gresik di atas lahan tanah seluas enam hektar. Diperkirakan, pabrik bahan bakar alternatif tersebut membutuhkan sekitar 150.000 ton limbah pabrik gula per tahun.
Selama ini industri MSG memanfaatkan sekitar 60 persen mulasis sebagai bahan baku. "Namun, tahun demi tahun pabrik MSG diperkirakan akan terus berkurang karena orang mulai menyadari bahaya MSG," kata G.H. Choi CEO Odicorp, salah satu pemegang saham PT Choi Biofuel, Selasa (9/9) di Surabaya.
Menurut Choi, di beberapa negara seperti Jepang dan Korea, industri MSG berbahan baku tetes tebu sudah berhenti total. Karena itu, ke depan persediaan bahan baku limbah tebu untuk memproduksi bahan bakar alternatif dipastikan akan mencukupi.
Nilai investasi dari pabrik biofuel ini berkisar 36.000 US dollar. Pembangunan industri energi alternatif tersebut diperkirakan selesai pertengahan tahun 2010. Seluruh bahan baku industri biofuel akan disuplai PT Rajawali Nusantara Indonesia.