( Cenderawasih Pos, Sabtu 04 November 2006 )
Merebaknya kasus penyakit hewan menular, seperti flu burung, Antrax, rabies dan penyakit hewan menular lainnya, Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura melakukan tindaan pro aktif dengan menyusun satu Raperda, yakni tentang pemeriksaan ulang (Herkeuring) ternak dan bahan asal ternak.
Menurut Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura Ir Terrianus Krey, MMT, selain bahaya penyakit menular tersebut, juga ada bahaya yang dapat tertular lewat ternak dan produknya, seperti residu hormon, antibiotik dan vaksin. Dimana dari sisa zat berbahasa ini dapat menyebabkan gigantisme atau pertumbuhan raksasa, cretinisme atau kerdil, penyimpang sex dan resistensi dan gangguan kesehatan lainnya.
"Untuk mencegah dan menghindari hal tersebut, maka kita perlu menyusun perda sebagai dasar penyelenggaran pelayanan pemeriksaan ulang ternak dan bahan asal,"ungkap Terianus Krey usai mempimpin rapat pembahasan raperda di aula lantai I Kantor Bupari, Jumat (3/11) kemarin.
Diakui bahwa tugas pencegahan penyakit melalui pintu masuk bandara maupun pelabuhan ini memang menjadi tugas dari Karantina Hewan. Namun, dengan terbatasnya petugas karantina dan luasnya garis pantai yang bisa menjadi tempat masuknya perahu-perahu yang membawa ternak dari daerah lain, pencegahan tidak bisa dilakukan semua oleh petugas karantina.
"Oleh karena itu, dengan adanya perda ini nantinya, kita harapkan dapat mengontrol atau mengawasi peredaran produk ternak yang ada di tengah masyarakat,"jelasnya. Menurut Terianus Krey, selain pemeriksaan ulang ternak dan bahan asal ternak ini, melalui Perda ini juga akan dilakukan penarikan retribusi terhadap hewan-hewan ternak yang dilakukan pemeriksaaan ulang. Dengan cara ini, diharapkan bahwa penyebaran penyakit hewan menular di tengah masyarakat ini cepat terdeteksi dan segera ditangani. (tri)
Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua
IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org
05 November 2006
Jayapura : Pemkab Siapkan Raperda Pemeriksaan Ulang Ternak
Jayapura : Motivasi Usaha Karamba Ikan Masih Rendah
( Cenderawasih Pos, Sabtu 04 November 2006 )
Potensi di bidang perikanan yang ada di Kabupaten Jayapura memang cukup besar, terutama untuk budidaya ikan karamba di kawasan Danau Sentani. Namun sejauh ini, motivasi usaha budidaya ikan karamba dari masyarakat ini masih rendah, sehingga belum bisa berkembang seperti yang diharapkan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jayapura Rehabeam Kallem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan bahwa paket bantuan usaha karamba ikan ini sudah banyak diberikan kepada masyarakat. Di sejumlah kampung di danau Sentani ini telah diberikan paket bantuan usaha karamba, supaya masyarakat selanjutnya bisa mandiri dan mengembangkan usahanya.
"Pada kenyataannya, motivasi masyarakat masih rendah. Karena begitu panen ikan dari karamba, mereka kesulitan untuk melanjutkan usahanya kembali,"tutur Rehabeam Kallem. Usaha untuk pendampingan kepada petani karamba ini sudah dilakukan, bahkan dari Dekonpinwil Papua sudah mau membeli dan memasarkan hasil panenan ikan masyarakat. Namun karena, panen ikan dari karamba masyarakat ini tidak serempak karena pertumbuhan ikan yang berbeda, sehingga panen dilakuan sedikit-sedikit, sehingga hasilnya tidak terkumpul. "Motivasi masyarakat perlu untuk ditingkatkan,"ujarnya.
Menurut Rehabeam, pada tahun 2006 ini pihaknya tidak lagi menganggarkan bantuan Karamba ikan. Bantuan paket usaha karamba ikan tahun ini diberikan dari Dinas Perikanan provinsi beberapa kampung, seperti Fuay 8 unit, Ayapo 8 unit, Asei Besar, Asei Kecil, Ifar Besar, Ifale, Hobong masing-masing 6 unit. "Satu unit terdiri dari 4 petak,"jelasnya. (tri)
04 November 2006
Jayapura : Tekan Jumlah Keluarga Miskin, Pemkab Canangkan Tanam Kakao
( Cenderawasih Pos, Jumat 03 November 2006 )
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Jayapura Ir La Achmadi mengungkapkan bahwa untuk menekan jumlah keluarga miskin di Kabupaten Jayapura, Pemerintah Kabupaten Jayapura mencanangkan program wajib tanam kakao kepada masyarakat.
"Upaya dari Pemkab Jayapura untuk menekan angka keluarga miskin yang yang banyak ada di kampung-kampung ini adalah dengan wajib tanam kakao. Untuk saat ini, kita butuhkan 2, 6 juta pohon kakao per tahun untuk menekan jumla keluarga miskin ini,"tutur La Achmadi.
Sesuai data keluarga miskin yang digunakan dalam pendataan raskin baru-baru ini, dari data awal jumlah keluarga miskin sebanyak 13.398 KK , maka data terakhir jumlah penduduk miskin Kabupaten Jayapura saat ini tercatat 22.481 KK. Penyebaran jumlah penduduk miskin ini, memang masih banyak tersebar di kampung-kampung. Dengan kondisi areal lahan yang masih luas, maka untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat ini adalah dengan program wajib tanam kakao.
Menurut La Achmadi dengan adanya dukungan bantuan dari luar baik bibit kakao dari kementrian koperasi maupun bibit padi dari anggota DPR RI yang diserahkan oleh Andri Sukandar, memang perlu disingkronkan dengan program yang sudah dijalankan oleh Pemkab Jayapura. Selain pengembangan kakao, untuk peningkatan ketahanan pangan, juga diperhatikan bahan spesifik lokal maupun beras.
"Selain Sagu dan ubi-ubian, kita juga merencanakan daerah sentra penghasil padi ini di daerah Yapsi, Namblon dan Nimbokrang, yang kita harapkan nantinya dalam mensuplai kebutuhan Kabupaten maupun kota Jayapura,"jelasnya. (tri)
Jayapura : Dinas Perikanan Siap Bangun Cold Storage dan Pabrik Es
( Cenderawasih Pos, Jumat 03 November 2006 )
Untuk membantu peningkatan penghasilan nelayan di daerah pesisir pantai, Dinas Perikananan Kabupaten Jayapura pada 2006 ini akan membangun cold storage dan pabrik es di daerah pantai Depapre. Kepala Dinas Perikananan Kabupaten Jayapura Rehabeam Kallem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos mengungkapkan bahwa kapasistas cold storage yang akan dibangun di daerah pantai Depapre ini, diperkirakan akan mampu menampung sekitar 5 ton ikan hasil tangkapan para nelayan. Dikatakan selain nelayan dari Depapre, cold storage ini juga dapat digunakan untuk menampung ikan hasil tangkapan dari nelayan dari beberapa distrik di pesisir pantai lainnya, seperti Demta, Yokari maupun Ravenirara.
"Pembangunan Cold Storage dan Pabrik Es ini, kita harapkan dapat membantu menstabilkan harga ikan hasil tangkapan nelayan,"ungkap Rebeam Kallem saat ditemui di kantor bupati di Gunung Merah, Kamis (2/11) kemarin.
Menurut Kallem, cold storage ini dapat menstabilkan harga ikan tangkapan dari nelayan. Sebab pada saat musim ikan, dimana hasil tangkapan ikan nelayan cukup melimpah masyarakat tidak perlu khawatir bahwa ikannya tidak akan terjual atau terpaksa dijual dengan harga murah daripada ikan busuk.
Sementara pabrik es yang dibangun ini, diharapkan dapat menyediakan kebutuhan es balok bagi nelayan saat hendak mencari ikan, durasi atau waktu penangkapan ikan tidak terbatas, karena ikan bisa diawetkan dengan pendinginan es. Meski sudah mendekati akhir tahun anggaran, pembangunan cold storage dan pabrik es ini masih terkendala lokasi. "Kita harapkan setelah selesai, dapat segera dibangun,"ujar Rehabeam optimis. (tri)
Jayapura : Masyarakat Diminta Tetap Waspadai Flu Burung, Didik: Gejala-gejalanya Juga Perlu Dipahami
( Cenderawasih Pos, Jumat 03 November 2006 )
Meski sampai saat ini Papua masih dinyatakan bebas flu burung, (Avian Influensa) namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap penyakit tersebut. Pasalnya penyakit yang disebabkan virus tersebut sangat berbahaya dan mematikan, bahkan setiap orang yang terlah terinfeksi sulit disembuhkan.
"Memang kalau dibandingkan di daerah lainnya, kita di Papua masih aman, tapi masyarakat diminta tetap waspada terhadap penyakit itu,"ujar Kepala Dinas Peternakan Provinsi Papua drh Didik Radjasa, M.MT kepada Cenderawasih Pos, kemarin.
Selain waspada, lanjut dia, yang perlu dipahami masyarakat adalah gejala-gelaja penyakit tersebut. Bahkan ia mengatakan setiap binatang peliharaan yang mati mendadak perlu diwaspadai. Dan bila kasus itu ditemukan, maka masyarakat diminta segera melaporkannya kepada dinas peternakan setempat.
Sedangkan gejala flu burung pada manusia, adalah mengalami demam tinggi ( 38 derajat celsius), batuk, sakit tenggorokan, pilek, sesak nafas, nyeri otot, pusing atau sakit kepala dan diare. "Kalau masyarakat mengalami gejala-gejala seperti ini maka disarankan supaya memeriksakannya ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,"imbuhnya.
Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya flu burung itu, lanjut Didik, pihaknya terus melakukan sosialisasi hingga ke kabupaten/kota. Tak hanya sosialisasi melalui pertemuan langsung namun itu juga dilakukan melalui media massa, baik elektronik maupun media cetak. "Kami juga terus melakukan sosialisasi, tentunya ini sangat penting supaya masyarakat dapat mengetahuai gejala dan pencegahannya," tandas Didik. (ito
Jayapura : Dari Kunjungan Anggota DPR RI Ir Apri H Sukandar, MDiv di Kabupaten Jayapura, Serahkan Bantuan 25 Ton Bibit Padi, Juga Berencana Bantu Tern
( Cenderawasih Pos, Jumat 03 November 2006 )
Sebagai salah satu anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan wilayah Papua, Ir Apri Hananto Sukandar, M.Div, dalam masa reses dewan ini berkunjung ke Papua, salah satunya di Kabupaten Jayapura. Apa saja yang dilakukan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera (PDS)ini?
Sebagai wakil rakyat yang dipercaya masyarakat Papua untuk duduk di kursi terhormat di DPR RI, Apri Sukandar, nampaknya tidak lantas melupakan amanat masyarakat Papua untuk mengemban aspirasi untuk disampaikan ke pemerintah pusat.
Seperti halnya dalam masa reses ini, Apri Sukandar meluangkan waktunya untuk mengunjungi beberapa Kabupaten di Papua, selain menjaring aspirasi langsung dari masyarakat juga memberikan bantuan terhadap apa yang dibutuhkan kepada masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Jayapura, Apri Sukandar juga menyempatkan diri untuk melihat kondisi langsung warga masyarakat di beberapa distrik, seperti di daerah Besoum, Distrik Nimbokrang maupun beberapa daerah lainnya. Dari hasil kunjungannya tersebut, Apri Sukandar melihat bahwa Kabupaten Jayapura ini cocok sebagai sentra produksi padi, yang layak dikembangkan untuk mendukung atau mensuplai kebutuhan pangan di Kabupaten maupun Kota Jayapura. Bahkan dirinya juga merasa gembira, melihat masyarakat asli Papua yang sudah belajar menanam padi.
Oleh karena itu, dalam pertemuan di Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Jayapura, Kamis (2/11) kemarin, Apri Sukandar secara simbolis menyerahkan bantuan bibit padi varietas unggul secara simbolis kepada perwakilan masyarakat petani dari Distrik Nimbokrang, Namblong, Yapsi/Kaureh. Diharapkan melalui bantuan tersebut dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penyerahan bantuan secara simbolis yang digelar di aula kantor dinas Pertanian, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir La Achmadi, perwakilan dari PT Sang Hyang Sri , Ketua Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Kabupaten Jayapura Evensius Lusi Tolok, Ketua DPC PDS Kabupaten Jayapura Amos Jikwa yang juga anggota dewan, serta petani dan penyuluh pertanian lainnya.
Secara keseluruhan jumlah bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Jayapura yakni sebanyak 25 ton benih padi unggul varitas IR 64 dan Ciherang dari PT Sang Hyang Sri. Bantuan bibit padi tersebut akan disebarkan ke beberapa distrik, yakni 8 ton untuk distrik Namblong, 8 ton untuk distrik Nimbokrang dan 9 ton untuk distrik Kaureh/Yapsi. Direncanakan penyerahan bantuan bibit padi yang saat ini masih ada di kontainer ini, dilakukan pada tanggal 5-7 November 2006 mendatang.
Menurut Apri Sukandar, bantuan bibit padi untuk masyarakat Papua ini secara keseluruhan berjumlah 100 ton bibit padi yang diangkut dengan dua kontainer dari Makasar, yang dibagi pada 4 Kabupaten di Papua. Selain Kabupaten Jayapura, bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat petani di Kabupaten Merauke, Mimika dan Sorong yang mempunyai potensi pengembangan padi.
"Kita harapkan dengan adanya bantuan bibit padi varietas unggul ini, dapat meningkatkan produksi padi para petani,"ujar Apri yang mengaku duduk di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, perikanan dan bulog ini.
Melihat kondisi yang ada di Papua, khususnya pada kunjungan yang dimulainya dari Kabupaten Jayapura, Apri mengaku mempunyai harapan untuk mendukung usaha tani masyarakat ini dengan bantuan Unit Pengolah Gabah dan Beras (UPGB), sehingga masyarakat petani tidak perlu repot menangani hasil panenannya. Termasuk di sector perikanan, kehutanan dan sector yang terkait ketahanan pangan lainnya. Bahkan, Apri yang juga duduk sebagai anggota Panitia Anggaran di DPR RI ini, mengakui bahwa dengan politik anggaran, pada APBN Perubahan yang dilakukan pada bulan Desember 2006 mendatang, dirinya berharap bisa memperjuangkan kembali bantuan-bantuan untuk masyarakat di Papua, termasuk Kabupaten Jayapura.
"Melihat kondisi masyarakat di Papua ini, saya berencana untuk datang kembali ke Papua pada bulan Desember, saya berharap bisa membawa bantuan ternak babi bagi kepada masyarakat tidak hanya Kabupaten Jayapura tapi juga kabupaten lain di Papua,"janji Apri yang membawa harapan sejuk bagi masyarakat.
Terkait dengan penyerahan bantuan bibit padi dari anggota DPR RI ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir La Achmadi menyatakan respon baik. Dengan bantuan yang diterima ini, pihaknya akan mensingkronkan dengan program yang ada di Kabupaten Jayapura dalam rangka peningkatan ketahanan pangan. "Kita berharap Kabupaten Jayapura bisa menjadi buffer atau daerah penyangga kebutuhan pangan di Kabupaten dan Kota Jayapura serta daerah lainnya,"ujarnya.**
Honolulu : Ratusan Spesies Akuatik Baru dari Hawaii
( Kompas, Jumat 03 November 2006 )
Penemuan 100 spesies akuatik baru di Hawaii membuktikan masih banyak kehidupan laut yang belum terkuak sampai saat ini. Kehidupan laut yang sangat kaya ditemukan di wilayah French Frigate Shoals, bagian barat laut Hawaii.
"Begitu banyak organisme yang orang-orang katakan, Wow, apakah itu?," kata Joel Martin, seorang zoologis dari Natural History Museum di Los Angeles. Di antaranya terdapat cacing yang tubuhnya berwarna-warni, bintang laut yang berkaki panjang dan berwarna ungu, serta kepiting pertapa yang dikelilingi anemon laut dan memiliki capit berwarna emas.
Sekitar 100 spesies hewan bertulang belakang, cacing, kepiting, dan bintang laut dikoleksi selama ekspedisi tiga minggu. Sekitar 160 spesies rumput laut yang unik juga dibawa para peneliti yang merapatkan kapalnya Minggu (29/10).
"Ini merupakan ekspedisi tersukses dari ukuran (jumlah temuan)," kata Martin. Mungkin lebih banyak spesies baru yang akan teridentifikasi. Sampel spesies sedang dipelajari di Woods Hole Oceanographic Institution, Massachusetts.
Penemuan ini merupakan hasil proyek sensus ekosistem bukit karang bagian dari sensus internasional kehidupan laut.
Afrika : Penyambung Mata Rantai Evolusi Gajah
( Kompas, Jumat 03 November 2006 )
Sebuah fosil berumur 27 juta tahun mungkin merupakan bukti penyambung missing link (mata rantai) evolusi gajah. Para ilmuwan menyimpulkan, mamalia tersebut mungkin keturunan nenek moyang gajah yang menurunkan gajah modern.
Dipimpin Jeheskel Shoshani dari Universitas Amara, Eritreia menemukan fosil bagian bawah tulang rahangnya di wilayah utara negara di Benua Afrika tersebut. Fosil gigi yang tersisa memiliki struktur yang merupakan peralihan antara gigi gajah modern dan gajah purba.
"Ini menjadi petunjuk jelas bahwa wilayah Horn of Africa (Tanduk Afrika ) memang pusat evolusi gajah," kata salah satu peneliti William Sanders dari Museum Palontologi Universitas Michigan di Ann Arbor, AS. Tanduk Afrika merupakan wilayah timur laut Afrika atau disebut Semenanjung Somalia.
Spesies gajah purba yang baru ditemukan fosilnya dilaporkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences dengan nama Eritreum elakeghebrekristosi. Ukuran tubuhnya jauh lebih kecil daripada gajah modern, diperkirakan mencapai 1,26 meter dengan berat 500 kilogram.
Gajah Asia dan Afrika yang masih hidup sampai sekarang termasuk dalam ordo Probiscidea. Termasuk dalam ordo tersebut antara lain Stegodon sondari, gajah kerdil yang ditemukan di Flores. Sekitar 24 juta tahun lalu, keturunan Probiscidea bercabang menjadi dua kelompok utama yakni Elephantida, termasuk di dalamnya gajah dan mammoth, dan Mammutida atau mastodon.
Meski demikian, sebelum temuan ini belum ada bukti fosil Probiscidea di sekitar wilayah Horn of Africa yang berusia antara 25 juta tahun hingga 28 juta tahun. Sebagai anggota Elephantida, spesies tersebut tumbuh semakin besar dan berkembang lebih kompleks, misalnya gigi gerahamnya untuk mengunyah makanan.
Ia merupakan fosil spesies tertua yang memiliki gigi bertumbuh miring seperti pada gajah modern. Tidak seperti gigi manusia yang tumbuh vertikel tegak lurus terhadap gusi, gigi gajah tumbuh miring ke arah mulut seperti permukaan roda berjalan.
Selain itu, gigi gajah berganti lima kali sepanjang hidupnya, tidak seperti manusia yang hanya dua kali, gigi susu dan gigi dewasa. Seekor gajah umumnya hanya memiliki dua pasang gigi geraham dua di atas dan dua di bawah.
Gigi baru tumbuh mendorong gigi lama ke depan sampai tanggal. Menurut Sanders, ini merupakan bentuk adaptasi gajah untuk memperpanjang umur dan tumbuh besar. Karena dengan dua buah gigi gerahamnya yang besar dan bertekstur kompleks, gajah punya kesempatan mengunyah makanan dan memperoleh nutrisi lebih banyak. Sebab, jika gigi geraham terakhirnya tanggal, ia akan kelaparan dan berujung pada kematian.
02 November 2006
Tips & Triks : Tahu, Makanan Favorit Yang Keamanannya Perlu Diwaspadai
( http://tipsehat.blogspot.com, Rabu 01 November 2006 )
Peningkatan kualitas sumber daya manusia salah satunya ditentukan oleh kualitas pangan yang dikonsumsinya. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 menyatakan bahwa kualitas pangan yang dikonsumsi harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya adalah aman, bergizi, bermutu, dan dapat terjangkau oleh daya beli masyarakat.Aman yang dimaksud di sini mencakup bebas dari cemaran biologis, mikrobiologis, kimia, logam berat, dan cemaran lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu makanan yang sering dikonsumsi adalah tahu.Tahu merupakan pangan yang populer di masyarakat Indonesia walaupun asalnya dari China. kepopuleran tahu tidak hanya terbatas karena rasanya enak, tetapi juga mudah untuk membuatnya dan dapat diolah menjadi berbagai bentuk masakan serta harganya murah.Selain itu, tahu merupakan salah satu makanan yang menyehatkan karena kandungan proteinnya yang tinggi serta mutunya setara dengan mutu protein hewani. Hal ini bisa dilihat dari nilai NPU ( net protein utility) tahu yang mencerminkan banyaknya protein yang dapat dimanfaatkan tubuh, yaitu sekitar 65 persen, di samping mempunyai daya cerna tinggi sekitar 85-98 persen.Oleh karena itu, tahu dapat dikonsumsi oleh segala lapisan masyarakat. Tahu juga mengandung zat gizi yang penting lainnya, seperti kemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup tinggi. Selain memiliki kelebihan, tahu juga mempunyai kelemahan, yaitu kandungan airnya yang tinggi sehingga mudah rusak karena mudah ditumbuhi mikroba. Untuk memperpanjang masa simpan, kebanyakan industri tahu yang ada di Indonesia menambahkan pengawet. Bahan pengawet yang ditambahkan tidak terbatas pada pengawet yang diizinkan, tetapi banyak pengusaha yang nakal dengan menambahkan formalin.Selain itu, banyak juga menambahkan pewarna methanyl yellow. Formalin dan metahnyl yellow merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang penggunaannya dalam makanan menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999.FormalinFormalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.Pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki penampakan makanan. Penambahan bahan pewarna makanan mempunyai beberapa tujuan, di antaranya adalah memberi kesan menarik bagi konsumen, menyeragamkan dan menstabilkan warna, serta menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan penyimpanan.Secara garis besar pewarna dibedakan menjadi dua, yaitu pewarna alami dan sintetik. Pewarna alami yang dikenal di antaranya adalah daun suji (warna hijau), daun jambu/daun jati (warna merah), dan kunyit untuk pewarna kuning. Kelemahan pewarna alami ini adalah warnanya yang tidak homogen dan ketersediaannya yang terbatas, sedangkan kelebihannya adalah pewarna ini aman untuk dikonsumsi.Jenis yang lain adalah pewarna sintetik. Pewarna jenis ini mempunyai kelebihan, yaitu warnanya homogen dan penggunaannya sangat efisien karena hanya memerlukan jumlah yang sangat sedikit. Akan tetapi, kekurangannya adalah jika pada saat proses terkontaminasi logam berat, pewarna jenis ini akan berbahaya. Selain itu, khusus untuk makanan dikenal pewarna khusus makanan (food grade). Padahal, di Indonesia, terutama industri kecil dan industri rumah tangga, makanan masih sangat banyak menggunakan pewarna nonmakanan (pewarna untuk pembuatan cat dan tekstil).Pewarna pada tahuPenelitian yang dilakukan oleh Mena (1994) menemukan bahwa tahu yang beredar di pasar tradisional Jakarta 70 persen mengandung formalin dengan kadar 4.08-85.69 ppm (part per million). Penelitian Tresniani (2003) di Kota Tangerang menunjukkan terdapat 20 industri tahu yang terdiri dari 11 industri tahu kuning dan sembilan industri memproduksi tahu putih. Kandungan formalin tahu berkisar dari2-666 ppm, sedangkan kandungan methanyl yellow-nya hanya terdapat pada tiga jenis tahu yang semuanya diperoleh dari pasar, yaitu berkisar antara 3.41-10.25 ppm.Penelitian yang lain dilakukan oleh Melawati (2004) terhadap lima sampel tahu Sumedang yang diambil langsung dari produsen tahu yang terletak di Jalan Mayor Abdurrahman (tiga pabrik) dan Jalan 11 April (dua pabrik) semuanya menunjukkan hasil negatif atau semuanya tidak mengandung formalin. Hal ini bisa dimengerti karena produsen tidak perlu menambahkan pengawet karena tahu yang diproduksinya habis hanya dalam tempo satu hari.
Tahu kalau tidak diawetkan hanya tahan disimpan selama dua hari bila direndam dalam air sumur atau air keran yang bersih. Beberapa cara pengawetan yang biasa dilakukan adalah:
Tahu direbus selama 30 hari kemudian direndam dalam air yang telah dimasak, daya simpannya bisa menjadi empat hari.
Tahu direbus, kemudian dibungkus plastik dan disimpan di lemari es, memiliki daya tahan delapan hari;
Tahu diawetkan dengan direndam natrium benzoat 1.000 ppm selama 24 jam dapat mempertahankan kesegaran selama tiga hari pada suhu kamar;
Tahu direndam dalam vitamin C 0,05 persen selama empat jam dapat mempertahankan tahu selama dua hari pada suhu kamar;
Tahu direndam dalam asam sitrat 0,05 persen selama delapan jam akan segar selama dua hari pada suhu kamar.
Tips memilih tahuTahu yang mengandung formalin dapat ditandai dengan:
Semakin tinggi kandungan formalin, maka tercium bau obat yang semakin menyengat; sedangkan tahu tidak berformalin akan tercium bau protein kedelai yang khas; Tahu yang berformalin mempunyai sifat membal (jika ditekan terasa sangat kenyal), sedangkan tahu tak berformalin jika ditekan akan hancur;
Tahu berformalin akan tahan lama, sedangkan yang tak berformalin paling hanya tahan satu dua hari.
Tahu yang memakai pewarna buatan dapat ditandai dengan cara melihat penampakannya. Jika tahu memakai pewarna buatan, warnanya sangat homogen/seragam dan penampakan mengilap. Sedangkan jika memakai pewarna kunyit, warnanya cenderung lebih buram (tidak cerah). Jika kita potong tahunya, maka akan kelihatan bagian dalamnya warnanya tidak homogen/seragam. Bahkan, ada sebagian masih berwarna putih.**
Merauke : Lagi, TNI AL Tangkap Kapal Tanker Asing, Saat ini Dalam Penyitaan Lanal Merauke
( Cenderaasih Pos, Rabu 01 November 2006 )
Setelah sebelumnya, jajaran Angkatan Laut melalui kapal Patroli yang disiagakan di teritorial laut Indonesia berhasil menangkap kapal tanker asing berbendera Honduras yang memuat 2.213 ton solar beberapa waktu lalu, Angkatan Laut kembali berhasil menangkap kapal tanker yang memuat 1.250 ton solar di Perairan Arafura.
Kapal itu bernama MT Viva
Kapal tanker asal Thailand yang dinahkodai warga negara Indonesia bernama Mulyadi itu, ditangkap KRI Karel Satsuitubun (KST)-256 pada 7 Oktober 2006 lalu. Kini, kapal tanker tersebut dalam penyitaan Lanal Merauke di Merauke dengan penjagaan ketat untuk proses hukum selanjutnya.
Danlanal Merauke Letkol Laut Pelaut Ken Tri Basuki, saat ditemui kemarin membenarkan penangkapan kapal asing MT Viva asal Thailand tersebut. Danlanal mengungkapkan kronologi penangkapan kapal tanker asal Thailand itu, bermula dari kecurigaan petugas patroli yang mendeteksi adanya kapal tanker tersebut.
Saat didekati oleh KRI KST, kapal tanker tersebut berusaha kabur dari perairan Indonesia menuju Laut Australia. Karena berusaha kabur, kapal Patroli semakin mengejar dan akhirnya tanker tersebut ditangkap. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tanker tersebut berlayar dan melakukan pengisian BBM dari Singapura sejak 26 Juli 2006 lalu dengan tujuan negara tetangga PNG.
Sesuai faktur pengisian, kapal tersebut berangkat dari Singapura dengan membawa 1.250 ton bahan bakar solar, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata yang didapati di atas tanker itu tinggal 451,292 ton solar. ‘’Sebagiannya sudah dijual kepada kapal-kapal penangkap ikan illegal di sekitar perairan Indonesia yang dilalui sejak berangkat dari Singapura. Sementara tanker ini tidak memiliki surat-surat atau ijin dari Pemerintah Indonesia. Tanker asing ini melakukan penjualan secara ilegal di teroterial Laut Indonesia,’’ tandas Danlanal Ken Tri Basuki.
Diatas kapal itu ditemukan 13 ABK kapal berwarga negara Thailand dan seorang warga Indonesia yang menjadi nahkoda kapal tersebut. Danlanal berharap, apabila dilimpahkan ke pengadilan nantinya, dapat dihukum secara maksimal sesuai pelanggaran yang telah dilakukan karena sudah merugikan negara dengan melakukan penjualan bahan bakar minyak secara illegal.
Harapan ini, terkait dengan putusan Hakim Pengadilan Negeri Merauke sebelumnya atas MT Star-VII yang telah melakukan penjualan BBM solar sebanyak 10 kali secara illegal di perairan Indonesia namun oleh Hakim Pengadilan Negeri Merauke hanya memberi denda Rp 300 juta. ‘’Tapi, syukur bahwa masih ada peluang untuk membuktikan bahwa kapal tanker tersebut telah merugikan negara dengan adanya banding ke Pengadilan Tinggi,’’ terangnya. (ulo)
01 November 2006
Manca Negara : Korea Selatan : Seekor Gajah di Korea Bisa Berbicara
( Kompas, Selasa 31 Oktober 2006 )
Ia bukanlah Dumbo Si Gajah Terbang, tokoh kartun Disney yang juga mampu berbicara layaknya manusia. Namun, seekor gajah jantan berusia 16 tahun di Korea Selatan dapat mengeluarkan suara yang mirip dengan empat kata dalam bahasa Korea yang berarti duduk, tidak, ya, dan berbaring.
Gajah bernama Kosik yang tinggal di taman hiburan Everland itu mengeluarkan kata-kata tersebut dengan cara meletakkan belalai di mulutnya dan menggoyangnya saat menghembuskan napas. Namun, belum dapat dipastikan apakah Kosik mengetahui arti dari kata-kata yang diucapkannya.
"Sulit bagi saya untuk mempercayainya ketika mengetahui pertama kali," kata Kim Jong-gap, pawang yang menangani Kosik selama 10 tahun. Ia mendengar suara Kosik yang mirip dengan ucapan untuk pertama kalinya pada 2 tahun lalu.
"Saya tahu Kosik mengatakan sesuatu, lalu saya menyadari bahwa ia menirukan kata-kata saya," katanya. Telah ada penelitian yang menunjukkan bahwa gajah dapat menirukan suara, namun baru kali ini ada klaim bahwa Kosik dapat meniru suara manusia.
Dalam sebuah penelitian yang dimuat jurnal Nature setahun lalu, para peneliti menemukan bahwa gajah dapat belajar menirukan suara dalam hal ini suara truk. Kali ini, hasil pengukuran spektogram menunjukkan bahwa frekuensi suara yang dikeluarkan Kosik saat mengucapkan kata-kata tersebut mirip dengan suara pawangnya.
"Kami menduga Kosik belajar bicara karena ia menghabiskan waktu yang lama bersama pawangnya," kata Kwon Su-wan, kepala taman hiburan. Pihaknya akan mempelajari lebih lanjut melibatkan pawang, dokter hewan, dan para ilmuwan untuk memastikan apakah Kosik memahami arti dari kata-kata yang diucapkannya.
Kosik memamerkan kemampuannya di depan publik mulai hari Sabtu (9/9) dalam taman hiburan yang terletak di Yongin, sekitar 48 kilometer sebelah Selatan Seoul.
Manca Negara : Amerika : Gajah Bisa Bercermin
( Kompas, Selasa 31 Oktober 2006 )
Gajah juga dapat mengenali bayangan dirinya yang ada di balik cermin. Sebelumnya hanya manusia, kera, dan lumba-lumba yang diketahui memiliki kemampuan ini. "Ini mungkin ciri baru yang secara independen muncul pada hewan berbadan besar, otak kompleks, kehidupan sosial kompleks, dan kemampuan berempati serta tenggang rasa," kata Diana Reiss, seorang peneliti senior dari Wildlife Conservation Society di Brooklyn, New York, AS.
Mereka dapat melakukannya meskipun setiap jenis hewan tersebut memiliki ukuran otak berbeda. Dalam penelitian itu, para peneliti menghadapkan sebuah cermin raksasa di hadapan tiga ekor gajah Asia betina di kawasan Kebun Binatang Bronx. Penelitian-penelitian sebelumnya rata-rata menggunakan cermin kecil sehingga gajah tidak dapat melihat anatomi permukaan tubuhnya secara lengkap.
Cermin tersebut memiliki sisi masing-masing 2,5 meter. Mereka menggunakan bahan plastik untuk membuat cermin agar tidak mudah pecah jika sewaktu-waktu gajah menyeruduk, kebiasaan yang dilakukannya apabila melihat benda asing.
Ternyata, gajah-gajah tersebut tidak melakukannya. Sebaliknya, mereka kelihatan senang dan penasaran mencari bayangan dirinya dengan mengitari ke balik cermin. Bahkan salah satu gajah bisa meraih tanda silang di atas kepalanya dengan belalai. Padahal tanda tersebut hanya dapat terlihat olehnya dengan cermin. Dua gajah lainnya gagal melakukan hal tersebut. "Mungkin mereka melihat tanda di kepalanya tapi tidak peduli," ujar Joshua Plotnik, salah satu peneliti dari Universitas Emory Atlanta, AS. Pengujian yang sama saat dilakukan pada simpanse sebelumnya juga menunjukkan separuh di antaranya tidak bisa melakukannya. Penelitian selanjutnya akan difokuskan untuk melihat kapan kemampuan ini muncul pertama kali pada gajah. Pada manusia, kemampuan ini telah muncul sejak bayi berusia 18 bulan.