Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

05 April 2006

Ambon : Presiden: Papua Bisa Jadi Lumbung Pangan Tanah Air

( Papua Pos, Selasa 04 April 2006 )
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, provinsi Papua bisa menjadi salah satu lumbung pangan terutama padi guna mendukung program swasembada beras di tanah air. "Ternyata Kabupaten Merauke sekarang bisa menjadi lumbung pangan untuk Papua dan tidak hanya terbatas pada padi tetapi juga tebu,"kata Presiden Yodhoyono, seperti dikutip Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng, saat transit di Bandara Pattimura, Laha, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, dalam lawatannya ke Papua, Selasa.

Kunjungan Presiden ke provinsi Papua dengan didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakri, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi serta putra
Presiden, Edhi Baskoro, dengan agenda utama mengawali panen raya padi di Kabupaten Merauke serta berdialog dengan para petani dan masyarakat setempat.

Andi mengatakan, berkembangnya merauke sebagai salah satu lumbung pangan membuktikan keberhasilan salah satu program pokok Presiden yakni revitalisasi pertanian, kehutanan, perkebunan dan peternakan, di Jati Luhur, Jawa Barat, Juni 2004 lalu. Kedepan, ujarnya, dengan didukung luas lahan pertanian serta teknologi tepat guna areal pertanian di wilayah paling ujung Indonesia itu bisa dikembangkan dalam skala besar, sehingga mendukung kebijakan pemerintah untuk tidak lagi mengimpor beras di tahun-tahun mendatang.

Andi juga mengakui, Maluku khususnya Kabupaten Pulau Buru yang tadinya hanya dikenal sebagai
tempat pembuangan tahanan politik dan narapidana politik (tapol/napol), bahkan kini berubah menjadi lumbung pangan bagi daerah ini, di mana Presiden berkenan melakukan panen raya padi di Desa Wainetat, dataran mako, Kecamatan Wainetat, Pulau Buru, 15 Maret lalu.

"Merauke juga begitu. Panen raya padi ini juga sekaligus memperlihatkan bahwa Papua adalah daerah yang terus membangun terutama di sektor pertanian, dan tidak hanya bergelut dengan berbagai insiden seperti yang terjadi di Abepura,"tandasnya.

Malarangeng, menegaskan, Presiden Yudhoyono tidak menutup mata terhadap berbagai insiden yang terjadi di Papua, khususnya yang terakhir di distrik Abepura, namun provinsi itu sangat luas dan terus bergelut dengan berbagai program pembangunan, di mana ternyata salah satu kabupatennya (Merauke-red) telah berubah menjadi lumbung pangan padi dan menyusul tebu.

Presiden Yudhoyono, tandas Malarangeng, bertekad bahwa tahun depan Indonesia tidak lagi mengimpor beras karena hasil produksi di berbagai daerah telah sama bahkan melebihi kebutuhan konsumsi beras secara nasional. "Karena itu kita dorong terus mengembangkan sektor pertanian dan ternyata di Pulau Buru dan Seram dan sekarang Merauke, Papua ternyata bisa menjadi lumbung padi, di mana sangat membanggakan ternyata yang mengolah sawah tidak hanya para pendatang tetapi juga masyarakat lokal,"katanya.

Selain ke Papua, Presiden dan rombongan juga akan bertolak ke Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Bima Nusa Tenggara Timur (NTT) guna melihat sekaligus mendorong program pengembangan peternakan di provinsi itu sehingga menjadi salah satu sentra produksi ternak di tanah air. **

Jayapura : Peduli Lingkungan, RS Dian Harapan Keruk Saluran Air

( Cenderawasih Pos, Rabu 04 April 2006 )
Sebagai wujud kepeduliannya terhadap lingkungan, pihak RS Dian Harapan Waena mengeruk (membersihkan) saluran air yang tersumbat di sepanjang jalan SPG Waena, Selasa (4/4) kemarin. Koordinator pembersihan RS Dian Harapan bernama Daud mengatakan, pengerukan saluran air yang tersumbat tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian pihaknya terhadap linkungan, "Luapan air terus terjadi sehingga jalan menjadi licin,"ungkap Daud kepada Cenderawasih Pos, di sela-sela kegiatan pembersihan, Selasa, (4/4) kemarin.

Dijelaskannya, saluran yang dikeruk tersebut terdapat berbagai macam material sampah, mulai dan botol-botol serta gel as air vit, batang-batang kayu, rumput bekas pembabatan, kantong plastik, lumpur serta sampah rumah tangga lainnya.

Ditambahkan, kegiatan tersebut semata-mata hanya untuk membantu pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan agar jangan sampai air dalam saluaran tersebut, meluap sampai ke rumah-rumah warga. "Kasihan jika luapan air dibiarkan terus menerus, akhirnya bisa menyebabkan jalan menjadi rusak dan bahkan air meluap ke rumah-rumah warga, akibat penyumbatan yang berkepanjangan di dalam saluran yang tidak diangkat itu,"paparnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pemakaman Kota Jayapura, Luhulima S saat dikonfirmasi menyambut positif kegiatan tersebut bahkan langsung memerintahkan stafnya untuk membantu kegiatan pengerukan itu. (nls)

04 April 2006

Jayapura : 2006, Pemkab Jayapura Berikan 1 Juta Bibit Kakao

( Papua Pos, Senin 03 April 2006 )
Anggota DPRD kabupaten Jayapura Yoleinus Karafir mengatakan, penyerahan bibit Kakao untuk dua juta pohon dari pemerintah kepada masyarakat dengan menelan dana Rp 7 miliar harus dilakukan secara baik dan transparan.

"Penyerahan bibit kakao sebanyak dua juta pohon tersebut, bersifat bantuan dari pemerintah kepada masyarakat, guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Seiring dengan itu baik pemerintah maupun masyarakat yang menerima bantuan harus memperhatikan program secara serius,"ujarnya saat ditemui Papua Pos di ruang kerjanya, Rabu (29/3) lalu.

Karafir menjelaskan, maksud pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan bantuan bibit kakao kepada masyarakat agar daerah tersebut, bisa dijadikan sebagai salah satu daerah agropolitan di Indonesia. "Pemerintah berharap masyarakat yang menerima bibit kakao dapat mengembangkan tanaman kakao tersebut dengan sungguh-sungguh, guna meningkatkan perekonomian daerah,"jelasnya.

Lanjut dia, untuk daerah seperti Lereh, Genyem, Nimbokrang masyarakat cukup antusias berkebun kakao. Oleh karena itu, pemerintah melalui intansi-intansi terkait harus memberikan penyuluhan secara rutin, kepada petani tentang bagaimana bertanam kakao yang benar. Ditambahkan, pemberian dua juta pohon bibit kakao dilakukan secara bertahap. Tahap pertama diberikan 1 juta pohon bibit kakao pada tahun anggaran 2005, tahap kedua untuk anggaran 2006 diberikan lagi 1 juta pohon bibit kakao.

Lebih jauh dia menjelaskan, peningkatan perekonomian kerakyatan dengan cara menanam kakao yang jadi tanaman agropolitan memang cukup menjanjikan. Tetapi sangat diperlukan perhatian, pola mencapai hasil yang baik ditumbuhkan dari bibit yang baik, perawatan atau pemeliharaan yang baik pula. "Seharusnya pemkab Jayapura memberikan bibit yang berkwalitas, sehingga mempunyai daya saing penjualan kedepannya,"terangya.

Sementara itu, lanjutnya, dengan dibentuknya tim perberdayaan ekonomi kerakyatan oleh dinas pertanian hal ini dinilai cukup baik. Tim pemberdayaan ekonomi tersebut diharapkan dapat secara serius memberikan perhatiannya kepada masyarakat yang bertanam kakao.

Soal tanaman kakao, dijelaskan, pada usia 3 tahun baru dapat menghasilkan buah. Oleh karena itu, sebelum mencapai tiga tahun tim pemberdayaan harus mampu memainkan perannya yakni dapat membimbing petani kakao, menyisipkan tanaman jangka pendek pada perkebunan kakao. Ini dilakukan agar masyarakat dalam jangka 3 tahun, mampu menambah.penghasilan. Sehingga tidak menunggu usia kakao berbuah. Antara pohon kakao yang satu dengan lainnya berjarak dua meter, nah diantara jarak itu dapat ditanami jagung, umbi jalar, dan tanaman lainnya. Dengan demikian maka pola yang demikian selaln mendapat penghasilan juga dapat memanfaatkan areal yang ada. **

Jayapura : Disbun Kembangkan Tanaman Jarak

( Papua Pos, Senin 03 April 2006 )
Dinas Perkebunan Provinsi Papua akan membentuk kelompok kerja (pokja) pengembangan tanaman jarak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat serta pendapatan asli daerah (PAD). Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Leonard Rumbarar mengatakan kepada wartawan di Jayapura, Minggu, program pengembangan tanaman jarak di provinsi ini segera ditindaklanjuti karena tanaman tersebut sebagai komoditi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM).

Sebab, tanaman jarak ini merupakan kebijakan pemerintah untuk dikembangkan diseluruh daerah di tanah air. "Sesuai kesepakatan beberapa menteri beberapa waktu lalu, maka di beberapa daerah perlu dikembangkan tanaman jarak sebagai langkah mengantisipasi krisisnya BBM sebab tanaman ini sebagai pengganti BBM,"katanya.

Dikatakan, untuk pengembangan tanaman jarak ini beberapa pekan lalu diadakan rapat koordinasi dan evaluasi program tahun anggaran 2006 dan rencana program selanjutnya tahun anggaran 2007 di Aula SADP Provinsi Papua di Kotaraja, Jayapura.

Untuk merealisasikan pengembangan tanaman jarak maka akan dibentuk pokja ditingkat kabupaten/kota di Papua dengan melibatkan instansi teknis lainnya. "Tahun 2006 dhnulai dengan studi dasar , sosialisasi dan pengembangan demplot (tempat uji coba, red) tanaman jarak pada lahan kritis, sementara luas arealnya di masing-masing daerah akan ditentukan kemudian,"tambah Rumbarar.

Menjawab pertanyaan, Rumbarar mengaku pasaran tanaman jarak cukup cerah sehingga melibatkan petani unggulan guna menambah peningkatan taraf hidup petani sekaligus peningkatan PAD, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan petani secara baik. **

03 April 2006

Manca Negara : Cekoslovakia : Banjir Merendam Olomouc, Ratusan Ribu Warga Di Evakuasi

( Metrotvnews.com, Minggu 02 April 2006 )
Pemerintah Republik Ceko, Ahad (2/4), telah mengevakuasi sekitar 100 ribu warga di wilayah Olomouc, 250 kilometer sebelah tenggara ibu kota Praha. Hal ini dilakukan setelah ketinggian air di Sungai Morava meluap dan menghancurkan penghalang air yang baru dibuat setahun lalu.

Di utara Ceko, pihak berwenang juga telah mengevakuasi penduduk dari Kota Hresko yang terletak dekat perbatasan dengan Jerman. Evakuasi dilakukan setelah sungai di wilayah tersebut meluap akibat hujan dan salju yang mencair. (**/BEY)

02 April 2006

Tips & Trik : Mengusir Flu

( cybermed.cbn.net.id, Sabtu 01 April 2006 )
Musim hujan berkepanjangan seperti saat ini mudah mengundang serangan flu. Parahnya lagi, serangan flu kerapkali disertai demam dan sakit kepala yang sangat mengganggu. Risiko terserang flu biasanya meningkat pada lansia (berusia lebih dari 65 tahun) atau pengidap penyakit kronis, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabtes, paru-paru, asma.Nah jika Anda enggan 'disambangi' flu, lakukan beberapa cara berikut:
1. Kuatkan tubuh Anda. Tubuh yang sehat dan pikiran tenang merupakan benteng utama Anda terhadap flu, tegas Frances Slater, prisiden Association for Professionals ini Infection COntrol and Epidemiology, sebuah kelompok pencegahan infeksi yang bergiat di Washington, D.C., Amerika Serikat. Redakan stres Anda, tidurlah yang cukup (8 jam, tapi bagi sebagian orang tidur lelap tanpa terbangun selama 6 jam sudah cukupmemuaskan), dan berolahraga secara teratur.
2. Cuci tangan. Kebanyakan penularan virus flu terjadi akibat kontak jabat tangan. Sering-seringlah mencuci tangan setiap kali Anda berjabat tangan atau berkunjung ke tempat umum, apalagi jika hendal memegang makanan. Disarankan mencuci tangan menggunakan air hangat yang mengalir selama 15 detik, lebih baik lagi bila menggunakan sabun antiseptik. Setiap kali usai berkunjung di tempat umum, misalnya mal atau pasar, cuci tangan lebih teliti. Selain bagian telapak tangan dan sela-sela jari tangan.
3. Cukup minum. Selama 'musim' flu, usahakan Anda minum dalam jumlah yang mencukupi. Biasanya sekitar 2.000 ml. Namun bisa lebih, terutama jika Anda berada di lingkungan yang lebih banyak menguras cairan tubuh, misalnya berada terus-menerus dalam ruangan ber-AC, melakukan aktivitas fisik yang berat, berada di bawah terik matahari. Jangan sampai Anda kekurangan minum.
4. Perkaya asupan nutrisi Diantara minuman yang Anda habiskan, sebagian dianjurkan berupa jus buah segar. Selain menyegarkan, jus buah berlimpah vitamin C serta betakaroten, yang merupakan antioksidan kuat pelawan flu yang ampuh. Hindari makanan awetan/olahan/instan yang telah banyak mengalami kerusakan gizi, kecuali makanan olahan tradisional dengan cara fermentasi seperti tempe dan yogurt. Utamakan makanan segar. Tanaman jejamuan yang rasanya pahit umumnya bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, seperti daun pepaya, daun sambiloto, batang brotowali, pare. Mengkonsumsi jamu pait-paitan ini terbukti sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas dan mencegah flu.

Jayapura : Teluk Youtefa Terus Dicemari Sampah

( Cenderawasih Pos, Sabtu 01 April 2006 )
Teluk Youtefa kini terus dicemari sampah dari sampah rumah tangga. Anggota Komisi C DPRD Kota Jayapura Pdt. Char­les Simaremare, S.Th mengatakan, teluk Youtefa saat ini masih tetap dipenuhi sampah. Setiap kali hujan banyak sampah yang hanyut terbawa air melalui kali Acai, hal ini tidak lain karena disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Untuk itu lanjutnya, masyarakat diminta agar dapat membuang sampah pada tempat sampah dan tidak membuangnya ke kali atau drainase. Ia menilai, bahwa banjir terjadi selama ini tidak hanya disebabkan saluran air yang dangkal, namun juga tidak terlepas dari sampah-sampah rumah tangga yang menyumbat got. "Semua komponen masyarakat harus sadar bahwa membuang sampah ke saluran air atau kali akan berdampak yang lebih merugikan mas­yarakat sendiri. Selain akan menimbulkan banjir juga akan mencemari laut, khususnya teluk You­tefa,"ujarnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Terkait dengan itu, kata Anggota DPRD dari PDS ini bahwa keseriusan pemerintah untuk menggalakkan kebersihan ini perlu ditindak lanjuti dan dipertahankan. Disisi lain, juga perlu dukungan dari semua komponen masyarakat dan dunia usaha dengan tidak membuang sampah sembarangan. "Ke depan diharapkan pencemaran yang terjadi di teluk Youetafa dapat diminimalisir mengingat teluk tersebut dijadikan nelayan untuk mencari ikan. Nah kalau sampah banyak tentu saja akan mengganggu mata pencaharian mereka, khususnya masya­rakat yang ada di Kampung Enggros dan Tobati," imbuhnya. (ito)

Jayapura : Di Danau Sentani, DKP Akan Kembangkan Budidaya Kerambah Ikan

( Cenderawasih Pos, Sabtu 01 April 2006 )
Sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rakyat melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, berbagai terobosan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua, khususnya melalui Instansi Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Provinsi Papua. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pada TA 2006 ini, DPK Provinsi akan merencanakan pembuatan sebanyak 200 kerambah ikan.
Kepala Dinas DPK Provinsi Papua, Ir. Astiler Maharadja mengungkapkan, pembuatan 200 kerambah ikan di Danau Sentani itu baru sebatas rencana saja, karena untuk merealisasikannya tergantung ketersediaan anggaran.

Dipilihnya Danau Sentani untuk tempat budidaya kerambah ikan, karena tempatnya sangat cocok dan banyak warga yang berminat mengembangkan usaha tersebut. " Tapi sebelum melangkah ke arah itu, kita perlu mengadakan pertemuan dengan para warga setempat guna membicarakan lebih komprehensif terhadap rencana itu. Sebab jangan sampai program mau jalan, tapi warga tidak mau untuk terlibat dalam budidaya kerambah tersebut,"kata Astiler saat dihubungi via telpon, kemarin.

Menurut Astiler, untuk pengembangan budidaya kerambah ikan tidaklah sulit, sebab untuk mencari pakannya tidak susah dan tidak membutuhkan penanganan yang ekstra. Untuk rencana ke depan, jenis ikan yang paling tepat untuk dibudidayakan adalah jenis ikan Nila, karena pertumbuhannya sangat cepat.

Berapa biaya yang akan dibutuhkan untuk pengembangan budidaya sebanyak 200 kerambah ikan. Dijelaskah, untuk 1 keram­bah ikan, membutuhkan biaya sekitar Rp 30 juta dengan ukuran 4 x 4 m. Sehingga kalau pembu­atan kerambah itu sebanyak 200 tempat, maka totalnya membu­tuhkan dana Rp 6 miliar.

"Untuk membiayai pembuatan kerambah itu, ya kita upayakan dari dana APBD. Sebab ini semua semata-mata untuk kepentingan warga masyarakat agar kehidupan ekonominya bisa lebih baik lagi,"harapnya. (mud)

Jayapura : Disbun Akan Bentuk Pokja Pengembangan Tanaman Jarak

( Cenderawasih Pos, Sabti 01 April 2006 )
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Papua Ir. Leonard Rumbarar me­ngatakan, pengembangan tanaman jarak di Papua akan segera ditindaklanjuti. Tanaman jarak sendiri akan dikembangkan sebagai komoditi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Pegembangan tanaman jarak ini merupakan kebijakan yang diambil pemerintah pusat, dan tidak hanya dilakukan di Papua, namun hal yang sama dilakukan di sejumlah daerah lainnya.

"Sesuai dengan kesepakatan beberapa menteri beberapa waktu yang lalu disepakati dibeberapa daerah dikembangkan tanaman jarak, tahun 2006 ini. Kebijakan ini akan diambil sebagai langkah untuk mengantisipasi kritisnya BBM, sebab tanaman ini bisa diproses sebagai pengganti BBM,"ujarya pada rapat koordinasi dan evaluasi program tahun anggaran 2006 dan 2007 belum lama ini di Aula SDAP Kotaraja.

Dikatakan, komitmen program pengembangan jarak di Papua sangat strategis untuk direalisasikan oleh karena itu, perlu ditindaklanjuti dengan membentuk Pokja provinsi, kabupaten dengan melibatkan lintas sektor (instansi terkait).

"Tahun 2006 perlu ditindaklanjuti dengan basilene survey/studi, sosialiasi, dan pengembangan diplot tanaman jarak pada lahan kritis. Sementara untuk luas arealnya di masing-masing daerah akan ditentukan kemudian,"tandasnya.

Disinggung soal pemasaran dan pengelolaan hasil produksi tanaman jarak ini, Leo Rumbarar mengatakan kalau itu tetap akan dipikirkan dan menjadi perhatian dari pemerintah daerah sendiri. Ia mengatakan, kalau pengembangan tanaman jarak ini akan melibatkan masyarakat. "Program ini tentunya juga bertujuan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya peningkatan pendapat bagi para petani,"tandasnya. (ito)

01 April 2006

Tips & Trik : 7 Gaya Hidup Mencegah Penyakit

( cybermed.cbn.net.id, Jumat 31 Maret 2006 )
Agar sehat, masyarakat butuh dua hal: pemerintah yang bijak dan tertib berpola hidup sehat. Untuk memahami pola hidup sehat, orang tak perlu menjadi dokter. Wawasan sehat diperoleh dari membaca, mendengar dan menyaksikan uraian kesehatan. Berikut ini beberapa di antaranya.Orang suka bilang, "Saya tidak takut sakit karena saya punya uang untuk menyembuhkanya". Pikiran itu tidak sepenuhnya benar. Strategi yang bijak seyogianya bukanlah itu. Lalu bagaimana?Tidak semua kesembuhan bisa dibeli dengan uang, selain tidak semua penyakit bisa sembuh tanpa menyisakan kecacatan atau kelemahan. Sikap kita terhadap ancaman penyakit, arifnya berikthiar agar jangan sampai jatuh sakit dan itu masih mungkin kita lakukan. Ada cerita seorang miliader rela menyerahkan separuh hartanya untuk mengembalikan kondisi jantungnya yang sudah telanjur sakit. Sayang, seluruh hartanya pun tak sanggup mereparasi penyakit jantungnya karena sudah rusak, Uang sebanyak apa pun tak mungkin memulihkannya. Dari situ kita belajar bahwa untuk sehat perlu investasi, bukan sekadar ongkos.Penyakit sendiri ada dua kelmpok. Yang bisa dicegah dan sebetuknya tak perlu terjadi, dan kelompok penyakit yang harus diterima saja (kelainan gen, cacat bawaan), tetapi bisa dijinakkan. Tubuh seseorang bisa menghadapi keduanya sekaligus.Namun, seberap pun besar ancaman penyakit, asal tahu caranya tak perlu penyakit merongrong secara ekonomi, jasmani, maupun rohani. Cita-cita ideal itu, bukan mustahil bisa kita raih.Semua penyakit yang bisa dicegah sesungguhnya tak perlu terjadi kalau kita mau berikthiar. Namun, lebuh separuh penyakit yang muncul sehari-hari adalah jenis yang sesungguhnya tak perlu terjadi. Hanya lantaran kita kurang memahami kiatnya, termasuk memahami nutrisim mencegah infeksi, dan membiarkan lingkungan merusak tubuh, yang tak perlu terjadi itu ternyata merongrong kita.Salah satu ikthiar itu ialah sikpa ketaatan menjalankan pola hidup sehat. Kiat sehat paling populer dilakukan dengan menjalani tujuh kebiasaan pribadi (nadra B. Bellock dan Lester Breslow): (1) kebersihan pribadi (2) cukup tidur; (3) makan memadai; (4) tak lupa sarapan; (5) menjaga berat badan ideal; (6) teratur bergerak badan; (7) jauhi rokok.1. Kebersihan PribadiBahkan di negara maju pun soal mencuci tangan yang benar masih perlu ditata ulang. Mengapa? Karena dari cuci tangan yang tidak benar berpotensi melahirkan banyak masalah kesehatan. Tanpa membasuh tangan dengan benar, kita menjadi sakit yang sebetulnya tak perlu terjadi.Tak cukup tersentuh air belaka, membasuh tangan yang benar perlu sabun. Kebanyakan kita, alih-alih membasuh tangan secara sehat, sering-sering menyentuh penganan atau langsung duduk di meja makan sebelum tangan terbasuh sempurna.Bila tangan tak bersih, penyakit perut (faecal-oral) muncul. Termasuk terancam kasus SARS, flu burung, influenza (bisa jadi berasal daari jemari yang menyentuh tombol lift, pegangan pintu, gagang telepon, perabotan di tempat umum, uang, bersalaman). Jemari tangan perlu dibuat steil dari kemungkinan tercemar seperti itu.Kuman dan virus dari mana-mana umumnya berasal dari luar memasuki tubuh lewat makanan, minuma, liang hidung (mengupil), menggigit jari, menyuap makanan tanpa sendok, Atau makanan dan minuman sendiri (jajanan, restoran, warung nasi) sudah tercemar bibit penyakit sejak awal lantaran pembuat atau penyajinya tidak higienis (rata-rata berasal dari makanan-minuman jajanan mentah atau tidak panas).Bibit penyakit juga bisa berasal dari pakaian, sepatu, sandal, rambut, setelah berpergian keluar rumah. Terlebih bila baru kembali dari tempat-tempat umum, pasar, rumah sakit, mal, kendaraan umum. Itu sebab penting membersihkan diri setiap kali habis berpergian. Menukar pakaian luar dan tidak membawanya ke kamar tidur.Pulang daru berpergian biasakan sandal dan sepat ditinggalkan di luar kamar, kalau perlu langsung menyiram rambut (jika tidak mau keramas) karena di bagian-bagian itulah segala bibit penyakit dari udara, lantai, kemungkinan sudah melekat.Perlu membasuh tangan sampai lengan, dan permukaan kulit yang bersentuhan dengan apa saja selama di luar rumah, serta membasuh muka, termasuk membersihkan liang hidung dengan air sabun. Pada bagian-bagian itu kemungkinan bibit penyakit selama berada di luar rumah sudah menempel.Dengan cara itu serangan flu jenis apa saja serta ancaman semua penyakit saluran pernapasan maupun pencernaan bisa digagalkan. Ongkos menyembuhkan flu atau mencret memang tak seberapa, tetapi aktivitas harian kita jadi terganggu. Itupun kalau tak sampai komplikasi ke paru-pari, sinusitis, congek atau dehidrasi, sehingga harus masuk rumah sakit. Tak ada ampun bila SARS dan flu burung yang menyerang.2. Cukup tidurKebutuhan tidur rata-rata sekitar 7-8 jam. Bahkan kuantitas semata, lebih mengejar kualitas tidur. Susah tidur atau tak bisa tidur merupakan bagian daru sejumlah penyakut. Bisa sebab penyakit fisik, lebih sering sebab penyakit jiwa. Namun, karena aktifitas pekerjaan atau mengabdi pada hiburan dan kepuasan diri (begadang nonton TV), orang cenderung menjadi kurang tidur.Tidur bagian penting dari tubuh untuk memulihkan energi, selain mengganti bagian tubuh yang aus atau rusak. Bukan sekadar tidur malam ,sekarang terungkap kalauorang juga butuh tidur siang, Studi mutakhir mengungkap itu. Selain menambah bugar, tidur siang bikin panjang umur juga. Selain oleh penyakit, tidur menjadi tidak sehat juga bila alas tidur dan bantal tidak memenuhi standaar kesehatan. Gangguan punggung, leher, sehingga bangun tidur tidak bugarm bisa gara-gara kasur tidur atau bantal yang sudah tak memenuhi syarat.Untuk memperoleh tidur yang sehat, biasakan jam tidur yang terjadwal. Tubuh kita bisa disetel untuk semua jadwal kegiatan harian, sehingga tertib kerja mesinnya, termasuk jadwal bangun tidur, waktu makan, waktu jeda, dan aktivitas seks juga.3. Makan tiga kali sehariKesehatan kita ditentukan oleh apa yang kita makan juga. Bukan saja frekuensi, kecukupan tubuh akan semua zat gizi erlu terpenuhi porsinya. Semakin bervariasi menu harian, semakin memadai kecukupan zat gizi. Tubuh membutuhkan sekitar 40-an jebis zat gizi. Sebagian bersifat esensial atau tak bisa disediakan oleh tubuh, melainkan harus berasal dari makanan.Kita butuh makan tiga kali sehari. Namun, bila pola makan harian kita bolak-balik hanya itu-itu saja lagi (monodiet), kecukupan tubuh akan semua zat gizi tidak terpenuhi.Bukan pula porsi masing-masing zat gizi perlu tepat, kualitas menu juga ikut menentukan terpenuhi tidaknya kecukupan gizi tubuh kita. Bila menu harian tergolong ampas (junk food, menu siap saji), dan konsumsi itu berlangsung terus, lama-kelaman tubuh akan kekurangan gizi. Gejala orang modern kurang gizi terjadi sekarang ini, Itu maka produk suplemen makanan -minman sehat semakin banjir ditawarkan. Kalau saja kita tak keliru memilih menu.Selain asap rokok, menu yang salah bisa menjadi penyebab kanker terbesar. Menu yang bijak itu proposional untuk masing-masing zat gizi yang tubuh butuhkan, dari bahan pilihan yang segar., tanpa pengawet, penyedap, pewarna, pemanis buatan (berbahaya), dan dikonsumsi tidak secara berlebihan.Jadi tak cukup sekadar memenuhi nilai gizi saja bila menunya mengandung zat berbahaya. Apalah sayur mayur yang kita konsumsi tidak tercemar pestisida yang disemprotkan, sehingga orang perlu memilih tanaman organik yang bebas pestisida. Apakah dikulit buah yang kita gerogot tidak tersisa bahan kimia pengawet. Apa zat warna, penyedap, dan pengawetnya tidak berbahaya, dan dalam takaran yang diperkenankan?
Selain itu paakah men kita diolah secara benar? Apa kita gemar makan acar, ikan asin, beras putih (sosoh), air yang mengandung nitrat tinggi, atau oncom, kacang-kacangan yang tercemar jamur pembuat aflatoxin?Bahaya menu mewah kaerna berisi lemak tinggi, tepung dan gula berlebihan, boros garam, tetapi rendah karbohidrat serta kurang serat, selain bahaya bumbu, penyedap, pengawet, dan pewarna serta zat kimia berbahaya lainnya.Menu mewah juga berasal dari menu olahan, buatan pabrik yang tampak lebih memikat, lezat, tetapi bertabiat jahat buat kesehatan. Menu restoran siap saji, cenderung menjadikan lemak sebagai sumber kalori.Lebih separuh porsi kalori diberikan oleh lemak dalam menu harian orang modern. Padahal, sehatnya jumlah kalori yang terbesar diperoleh dari karbohidrat (nasi, ubi, jagung, ketela). Selain itu, menu restoran dan menu mewah umumnya cenderung bukan barang segar. Selain kelewat lama diolah, bahan bakunya sudah lama disimpan, diawetkan, dan rusak oleh proses pemanasan selama dimasak.
Sampai usia lanjut tubuh memang terys membutuhkan protein. Protein hewani maupun protein nabati. Oleh karena protein hewani yang berasal dari daging merah (sapi, kambing, babi) banyak lemaknya, protein, lebih sehat diperoleh dari ikan (ayam, kelinci, kalkun yang tergolong daging putih). Ikan laut lebih baik dari ikan tawar, karena selain protein, minyak ikan omega-3 dan omega-6 dari laut dalam (deep sea) berkualitas sebagai antikolesterol juga.
Menu mewah cenderung memilih daging impor yang lebih mahal, meski tidak menyehatkan karena lebih banyak kandungan lemaknya. Dalam sehari, menu mewah rata-rata berisi sperlima ekor ayam potong atau daging yang setera, dan itu tidak menyehatkan.
Konsumsi gula orang modern cenderung terus meningkat, rata-rata 25 kg/kapita/tahun. Orang Amerika, Australia, dan Kuba bahkan mencapai 60 kg/kapita/tahun. Konsumsi gula berlebihan jelas tidak menyehatkan karena bikin kegemukan (obesitas), memperberat kencing manis dan penyakit metabolik lainnya yang tergolong sebagai "penyakit peradaban", yakni jantung, kanker, kelainan usus diverticulitis, maupun kanker perut.
Selain kelewat manis, menu mewah juga boros garam dapur. Rata-rata konsumsi garam dapur menu kita
sepupuh kali lipat kebutuhan tubuh. Bisa jadi itu sebabnya kasus hipertensi meningkat di kalangan pemuja menu mewah, selain berbuntut kencing manis juga. Kita tahu kegemukan memicu munculnya diabetes, selain bangkitnya kanker payudaram prostat, atau usus.
Mengapa? Karena menu mewah (yang rata-rata diolah high refined diet) akan mengubah flora (kuman penghuni) usus, dan merusak zat-zat pencernaan, sehingga berubah menjadi pemicu kanker (karsinogenik). Hal yang sama terjadi bila kita sering sembelit.
Bila tinja berada lebih maka di dalam usus, bakter usus berpeluang mengubah zat di sana menjadi karsiogenik. Kekurangan serat (fiber) dalam menu harian orang modern membuat rata-rata orang jadi sembelit dan tinggi angka kanker ususnya.
Menu berlemak tinggi juga mengubah komposisi bakteri usus, sehingga berubah menjadi zat karsiogenik sang pencetus kanker usus. Menu berlemak tinggi juga mengubah keseimbangan hormon seks di dalam tubuh, sehingga tubuh lebih sensitif terhadap cetusan kanker payudara.
Kita tahu, menu harian modern cenderung memakai campuran bahan kimia seperti formalin, pemanis buatan, sakarin, aspartam, penyedap buatan, selain zat warna (tekstil rhodamin B), yang berefek buruk terhadap kesehatan. Efeknya mungkin tidak langsung nyata, melainkan karsinogenik bersifat kumlatif setelah sekian puluh tahun dikonsumsi.
Kesehatan kita ditentukan oleh isi meja makan keluarga, selain oleh kebiasaan jajan atau memilih menu restoran. Kasus penyakit peradaban dagu berlipat (double chin), gara-gara lebih doyan menu restoran ketimbang menu rumah, Sesungguhnya semakin sederhana dan alami suatu menu, semakin harus dipilih karena menyehatkan.4. Sarapan seperti menu pangeranBetul. Sarapan mestinya lebih lengkap dari sekadar mengisi perut belakan. Mengapa? Tubuh membutuhkan kelengkapan zat gizi agar kerja mesin tubuh seharian berlangsung optimal. Kekurangan protein, mineral, dan zat gizi esensial yang tubuh butuhkan dari sarapan, tak tergantikan oleh makan siang dan makan malam kalau sarapan seadanya.
Agar tubuh bugar, sarapan memang perlu lengkap dan memadai (menu seimbang). Kinerja harian akan rendah saja bila tidak sarapan atau sarapan ala kadarnya saja, termasuk prestasi anak di sekolah.5. Menjaga berat badan idealBerat badan dipertahankan agar senantiasa ideal. Parameter kelebihan atau kekurangan makan dilihat dari naik-turunnya berat badan. Untuk mengetahui berat badan ideal dapat dihitung dengan formula Body Mass Index. BMI = Berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M). Indeksnya berkisar 22-25. Lebih dari 25 dinilai gemuk dan kurang dari 20 dinilai kurus.
Seseorang akan menjadi gemuk kalau kelebihan kalori. Kelebihan kalori belum tentu berarti sudah kecukupan zat gizi bila menu tidak tergolong menu seimbang. Gemuk tetapi kurang gizi sering terjadi kini. Sudah disebut kalau kalori terbanyak dalam menu mewah diperoleh dari lemak (gorengan, gajih, santan), sedangkan dari menu tradisional diperoleh dari kelebihan makan nasi (ubi, ketelah, jagung, sagu).6. Bergerak badan teraturTidak perlu berolahraga khusus, cukup bergerak badan. Jalan kaki masih tergolong yang terbaik. Bukan jalan kaki santai, melainkan tergopoh-gopoh (brisk walking), dengan laju 100 meter/menit atau 6 km/jam, selama 4-50 menit, 5-6 kali seminggu. Atau kalau menu dihitung nilai aerobiknya, diukur dari denyut nadi. Dinilai cukup bila tercapai nilai 6-80 persen dari (220-umur), dengan memperhatikan kondisi, dan ada tidaknya penyakit (jantung, diabetes).
Olahraga dan bergerak badan tidak menyembuhkan pembuluh darah yang sudah telanjur berkarat lemak (ateroklerosis), calon penyumbat pipa pembuluh koroner atau otak. Proses karat lemak itu sudah berlangsung sejak usia muda, berpuluh-puluh tahun apabila lemak darah (profil lipid) di biarkan tinggi (kolesterol).7. Tidak merokokAsap rokok tergolong karsinogenik kuat. Orang modern beresiko kena kanker dari asap rokok dan menu mewah. Tidak ada cara mengurangi risiko terkena kanker dari rokok kecuali berhenti merokok. Tidak juga dengan memilih rokok jenis mild.
Buat jantung, asap rokok ikut merusak pembuluh darah jantung, penambah tinggi hipertensi, dan efek bagusnya hanya memberi rasa segar (stimulasi otak). Merokok termasuk salah satu risiko terkena jantung koroner maupun stroke.
Perokok pasif sama berat, kalau bukan lebih berat dibanding perokok aktif. Perlu ditata ruang khusus merokok di setiap tempat-tempat umum. Kita juga tercemar ribuan zat dan gas di udara. Asap dan jelaga batu bara bila memasuk dengan campuran sulfur, asap mobil, gas CO, tumah hitam (timbel), selain ozon, dan hujan asam (akibat cemaran belerang).
Jadi, kalau ketaatan menjalani pola hidup sehat sudah tinggi sejak muda, dan sekarang pun belum terlambat memulainya, baik penyakit yang tak perlu terjadi maupun sekiranya membawa bakat terkena penyakut metabolik dan degeratif, tak perlu sampai menimpa diri kita. Berkat kencing manis dan darah tinggi mungkin tak perlu muncul. Begitu juga jika berbakat asam urat.
Dengan berpola hidup sehat sepanjang hayat, ada bonus umur lebih panjang dihadiahkan bagi hidup kita. Bukan saja tidak mati prematur dan bisa meraih umur yang lebih panjang, melainkan juga seperti cita-cita orang di negara maju kini, selain berumur panjang juga tetap sehat (healthy aging).

Manokwari : Pemusnahan Unggas Berlanjut

( Cenderawasih Pos, Jumat 31 Maret 2006 )
Sambil menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel kotoran ayam yang dikirim ke laboratorium Vetriner Maros Sulsel, tim penanggulangan virus flu burung (Avian Influensa) terus melakukan pemusnahan terhadap unggas yang berada di radius 100 hingga 500 meter dari lokasi ditemukannya ayam mati akibat terserang virus tersebut. Selain itu, tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dampak virus yang sekaligus dapat menyerang manusia.

Koordinator penanggulangan flu burung (Avian Influensa) Kabupaten Manokwari Nimrod Kambu, S. Sos yang dikonfirmasi Manokwari Pos mengatakan untuk memotong rantai penularan virus tersebut ke unggas yang lain dan terutama kepada manusia, pihaknya melalui intstansi terkait terus melakukan pemusnahan unggas yang belum sempat ditemukan beberapa waktu yang lalu. Pihaknya berharap kepada masyarakat agar melaporkan ke instansi terkait bila menemukan gejala-gelaja virus tersebut.

Pihaknya mengharapkan pihak laboratorium segera melakukan pemeriksaan dan menyampaikan hasilnya kepada tim. " Langkah selanjutnya tergantung dari hasil pemeriksaan di laboratorium. Tapi yang pasti pemerintah daerah tidak diam. Pemerintah daerah terus mengambil langkah untuk memutus rantai penularan virus tersebut,"tuturnya.

Bila hasil pemeriksaan sampel di laboratorium menyebutkan 50 persen dari jumlah sampel terkena virus tersebut maka akan dilakukan pemusnahan secara menyeluruh di Kabupaten Manokwari. Untuk diketahui, dugaan adanya flu burung ditemukan warga di daerah Swapen, Manokwari. Pemusnahan dilakukan juga terhadap ayam-ayam yang ada di Manokwari Kota. "Selain kita musnahkan ayam didalam kota, juga kita mengejar ayam yang ada di Prafi yang beberapa hari lalu dikirim kesana, setelah kita temukan aparat langsung memusnahkan di tempat,"tuturnya (sr)

Jayapura : Cegah Banjir, TNI Bersihkan Saluran

( Cenderawasih Pos, Jumat 31 Maret 2006 )
Masalah banjir yang dalam dua hari terakhir dikhawatirkan warga Jalan SPG Kelurahan Waena dan Kelurahan Yabansai Distrik Abepura, langsung disikapi pihak Detasemen Kesehatan dan pihak Den Intel Kodam XVII Trikora di Waena dengan membersihkan sampah-sampah yang berserahkan atau tertimbun pada drainase mata Jalan SPG, sampai perumahan Korem 172/PRY Abepura.

Bukan itu saja pengangkutan material sampah itu, juga meliputi dari, mata Jalan SPG sampai di depan Toko Topas Perumnas I Kelurahan Waena yang selama ini rawan banjir. "Pengangkutan sampah itu, kami lakukan dikiri kanan jalan SPG ini, serta sepanjang saluran dari mata jalan SPG ini, ke Toko Topas Waena ini,"terang Kepala Gudang Detazemen Kesehatan Kodam XVII Trikora di Waena, Serma Supamo, kepada Cenderawasih Pos, disela-sela pengakutan sampah tersebut, Rabu, (29/3), lalu.

Dikatakannya, jika pengangkutan sampah disepanjang saluran tersebut tidak segera diselesaikannya, maka sangat dikhawatirkan, terjadinya banjir yang akan menggenangi rumah warga, serta tempat kerjanya, termasuk tempat kerja Den Intel yang bersebelahan dengan kantor tersebut.
Dijelaskan, tujuan dari pengangkutan material sampah-sampah itu, tidak lain sebagai suatu wujud kepedulian pihaknya, terhadap kondisi lingkungan yang mana selalu adanya genangan air di jalan raya, yang juga kemungkinan besar bisa masuk pada rumah warga tersebut.

"Ya ini juga tidak lain, untuk ikut berpartisipasi dalam membantu Pemerintah Kota Jayapura, dalam program kerjanya khusus pada penanganan masalah kebersihan kota. Kami lihat dalam saluran ini banyak sekali material sampah yang ada, mulai dari pasir, batu, kertas, kantong plastik, botol, dan material lainnya, yang mana sudah hampir membusuk didalam saluran,"ujarnya.(nls)