Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selamat Datang di Blog Info Konservasi Papua

Cari Informasi/Berita/Tulisan/Artikel di Blog IKP

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org

IKLAN PROMO : VIRTUOSO ENTERTAIN " NUMBAY BAND ", info selengkapnya di www.ykpmpapua.org
Info Foto : 1) Virtuoso Entertain bersama Numbay Band saat melakukan penampilan bersama Artis Nasional Titi DJ. 2) Saat penampilan bersama Artis Diva Indonesia, Ruth Sahanaya. 3) Mengiringi artis Papua, Edo Kondologit dan Frans Sisir pada acara "Selamat Tinggal 2012, Selamat Datang 2013" kerjasama dengan Pemda Provinsi Papua di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura. 4) Melakukan perform band dengan Pianis Jazz Indonesia. 5) Personil Numbay Band melakukan penampilan di Taman Imbi, Kota Jayapura. Vitrtuoso Entertain menawarkan produk penyewaan alat musik, audio sound system dan Band Profesional kepada seluruh personal, pengusaha, instansi pemerintah,perusahaan swasta, toko, mal, kalangan akademisi, sekolah, para penggemar musik dan siapa saja yang khususnya berada di Kota Jayapura dan sekitarnya, serta umumnya di Tanah Papua. Vitrtuoso Entertain juga menawarkan bentuk kerjasama seperti mengisi Acara Hari Ulang Tahun baik pribadi maupun instansi, Acara Wisuda, Acara tertentu dari pihak sponsor, Mengiringi Artis dari tingkat Nasional sampai Lokal, Acara Kampanye dan Pilkada, serta Acara-Acara lainnya yang membutuhkan penampilan live, berbeda, profesional, tidak membosankan dan tentunya.... pasti hasilnya memuaskan........ INFO SELENGKAPNYA DI www.ykpmpapua.org

23 September 2008

Manokwari : Tangguh LNG Masih Sesuai Jadwal Beroperasi

(www.radarsorong.com, 22-09-2008)
BINTUNI – “Tangguh LNG sudah pada tahap akhir konstruksi dan sesuai jadwal untuk berproduksi pada akhir tahun,” Demikian tulis Head of Country BP Indonesia Nico Kanter menanggapi pertanyaan wartawan Radar Sorong, Daniel Duwit via Email, Minggu (21/9).

Dijelaskan oleh Nico Kanter bahwa sampai saat ini pekerjaan kontruksi fasilitas proyek Tangguh LNG tak mengalami hambatan, meski sempat akibat serangan jantung seorang pekerja, Darman Naibaho, Assistant Driller, pada salah satu kontraktor BP Indonesia di anjungan pengeboran Ensco 104, Tangguh LNG Rabu, (27/8) dinyatakan tewas.

Dia memastikan bahwa perkembangan Tangguh LNG sudah pada tahap akhir konstruksi dan sesuai jadwal untuk berproduksi pada akhir tahun 2008.
Sementara itu, terkait rencana kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono RI ke Provinsi Papua Barat, dan diberitakan sejumlah media Papua Barat pasca HUT Teluk Bintuni ke-5, 9 Agustus 2008 bahwa kunjungan itu ke Teluk Bintuni untuk melepas ekspor perdana produk Tangguh LNG, kata dia, mereka belum dihubungi.

Hingga pekan kemarin, pihak BP Indonesia dan manajemen proyek Tangguh LNG belum mendapatkan informasi dari istana Presiden soal kunjungan ke Teluk Bintuni, Papua Barat.
“Kami belum dihubungi mengenai rencana kunjungan (Presiden SBY, red) ke Tangguh LNG,” tulisnya dia lagi.

Sementara terkait sikap BP Indonesia dan atau operator proyek Tangguh LNG terkait keinginan sejumlah pihak untuk renegosiasi kontrak karya Tangguh LNG, kata dia, ”renegosiasi kontrak Tangguh dengan Fujian kini sedang dalam pembahasan oleh pemerintah,”
Sebagai perusahaan, BP terikat oleh perjanjian kerahasiaan (confidentiality agreement) yang tertuang di dalam kontrak-kontrak yang ada. (dan)

22 September 2008

Fak-Fak : KP Punai Sempat Berlabuh di Kaimana

(www.radarsorong.com, 22-09-2008)
KAIMANA-Kapal Patroli milik Mabes Polri KP Punai Telah beberapa hari sempat berlabuh di pelabuhan Kaimana dan tepat Sabtu malam kapal tersebut sudah mulai beroperasi untuk operasi Pukat.
Menurut Kasat Polair Polres Kaimana AKP.A.R Sriwutubun kepada Kaimana Pos pertelepon selulernya mengatakan bahwa kedatangan KP Punai ini dalam rangka melakukan operasi pukat dan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari Mabes Polri yang sasarannya yaitu kapal-kapal ikan yang beroperasi ilegal dan juga tidak menutup kemungkinan juga kapal-kapal yang mengangkut kayu-kayu Illegal karena pelanggaran-pelanggaran itu termasuk tindak pidana perairan.

Berdasarkan pantauan Kaimana Pos Sabtu (20/9) sore, kapal patroli ini berlabuh bersebelahan dengan Kapal barang yang juga berlabuh di dermaga. Sehingga jika dilihat sekilas, keberadaan kapal ini tidak dapat terlihat dengan jelas. Informasi yang diperoleh dari kru kapal yang enggan namanya dikorankan, KP Punai ini awalnya dari Sorong, lalu ke Kaimana dan selanjutnya akan menuju Timika.

Lebih lanjut Sriwutubun katakan bahwa untuk di perairan Kabupaten Kaimana belum ditemukan pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana. “namun kami tetap berkoordinasi dengan pihak mereka untuk memberikan masukan mengenai tempat sasaran operasi berdasarkan informasi dari masyarakat untuk kemudian ditindaklanjuti. Oleh karena keterbatasan prasarana yang tidak memungkinkan kami dapat menjangkaunya,”ungkap orang nomor satu dijajaran Polair.

Dia menambahkan, personil KP Punai berjumlah 20 orang termasuk didalamnya kru kapal dan pemeriksa. Operasi ini meliputi perairan selatan Papua sampai dengan Aru dibawah kendali pusat dengan tetap berkoordinasi dengan wilayah. “ketika dalam patroli, mereka menemukan pelanggaran, proses selanjutnya akan dilaporkan kepada pusat kemudian kasusnya akan dilimpahkan ke wilayah untuk diproses lebih lanjut beserta barang bukti yang ditemukan,tergantung wilayah terdekat dan kondisi cuaca, disitulah mereka diproses lebih lanjut, tukasnya. (nic)

21 September 2008

Video : Profil CI Indonesia - Mamberamo Program


Klik disini apabila tidak bisa menampilkan video

20 September 2008

Biak : 230 Sapi Bibit Disebar ke Masyarakat

(www.cenderawasihpos.com, 19-09-2008)
BIAK-Pengembangan Kawasan Peternakan Desa di wilayah Kabupaten Biak Numfor terus ditindaklanjuti. Setelah mendatangkan sejumlah ternak lalu disebarkan ke masyarakat, kali ini giliran 230 sapi bibit yang didatangkan Dinas Peternakan Kabupaten Biak Numfor.
Sapi bibit sebanyak itu didatangkan langsung dari Seram Provinsi Maluku. Dalam pendistribusiannya dilakukan secara merata ke semua distrik yang ada di wilayah Biak Numfor mulai Kamis, (18/9) kemarin.

“Bantuan sapi bibit kepada masyarakat ini diberikan secara bergulir. Mereka akan memeliharanya sampai berkembang biak, setelah itu hasilnya akan dibagi dengan pemerintah lalu kembali diberikan kepada masyarakat yang belum mendapatkannya,” jelas Kepala Dinas Peternakan Absalom Rumkorem, S.Pt, MM kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Dikatakan pemberian ternak sapi bibit kepada masyarakat merupakan salah satu komitmen dalam memacu peningkatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan khususnya di bidang peternakan. Pasalnya, dalam program pengembangan peternakan kawasan desa tidak hanya sapi bibit yang diadakan namun jenis sapi lainnya sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

“Kami berharap sapi bibit ini dan berbagai jenis ternak lainnya dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatannya. Tentunya tujuan bagaimana kesejahteraan mereka bisa lenih baik kedepan,” tandas Rumkorem.(ito)

18 September 2008

Papua : Penipisan Salju di Papua Diabaikan

(www.sinarharapan.co.id, 17-09-2008)
Jakarta – Dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun, setelah penelitian terakhir tahun 1994 mengenai penipisan salju di Papua, ternyata tidak ada pembaruan data. Padahal indikator penting dari pemanasan global adalah fenomena penipisan salju di Papua.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Ekspedisi Glacier Carstensz (CGE) tahun 1972. Dari penelusuran riset sekunder kegiatan CGE, diketahui bahwa penelitian pertama dilakukan sekitar tahun 1850. Pada tahun itu diperkirakan lapisan es mencapai Lembah Kuning dan Meren, yang merupakan daerah terdekat larinya air lelehan salju Pegunungan Jaya dan Carstenzs.

Pegunungan Carstensz (foto : www.sinarharapan.co.id)

Kemudian tahun 1936, Jean Jacques Dozy, seorang geolog dari Belanda, melakukan pemetaan bijih emas di sekitar wilayah tersebut. Hasil pemetaan pada lapisan es, menunjukkan hilangnya salju di Lembah Meren dan Kuning. Lalu pada tahun 1942, melalui foto udara dari Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), lapisan es di Lembah Meren dan Kuning jelas menghilang.

Tahun 1972, penelitian CGE yang dilakukan oleh tim dari Australia memperlihatkan adanya penipisan lapisan es, hingga hanya tersisa lapisan es di sekitar puncak Pegunungan Jaya. Sementara daerah Carstensz masih sebagian besar dipenuhi salju. Wilayah sadel tinggi yang dikenal sebagai New Zealand Pass, pada penelitian CGE hingga tahun 1974, juga dinyatakan hilang. New Zealand pass sendiri diketahui pernah memiliki lapisan salju yang menghubungkan area Carstenz dan wilayah es bagian barat Pegunungan Papua bernama Northwall Firn.

World Wildlife Fund (WWF) disinyalir pernah melakukan penelitian serupa, sekitar tahun 1993. Namun laporan adanya penelitian tersebut masih sulit dibuktikan sehingga belum diketahui kesahihan data dari WWF tersebut.

Wahyu Hantoro, ilmuwan paleogeologi dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPG-LIPI), menyatakan pernah melakukan penelitian seperti itu dalam kaitan kebutuhan PT Freeport Indonesia (PTFI). Penelitian dilakukan tahun 1994. “Ini dalam kaitan mencari bukti korelasi penipisan salju dan keberadaan Freeport,” jelasnya, ketika ditemui SH baru-baru ini. Dari hasil penelitian Wahyu, diperkirakan lapisan salju di Papua akan hilang sekitar tahun 2025 mendatang.
Sayangnya, fenomena tersebut tak dapat terus diikuti secara valid keilmuan, sebab setelah Wahyu Hantoro melakukan penelitian, praktis hampir tak ada lagi penelitian serupa yang dilakukan. Padahal ini berarti, telah sepuluh tahun lebih fenomena penipisan lapisan salju di Papua tak terdeteksi secara ilmiah.

Hal ini juga tak lepas dari minimnya ilmuwan yang mendalami lapisan salju (glaciology) di Indonesia. Hery Haryanto, Deputi Ilmu Kebumian LIPI, mengakui selain perlu effort besar untuk mencapai ke sana, penelitian tersebut dianggap “kering” dana, sehingga sedikit ilmuwan yang mau melakukannya. Hingga saat ini dapat dikatakan, tak ada sama sekali ahli glaciology di Indonesia, sementara lapisan salju di Papua terus menipis dan hilang. (sulung prasetyo)

17 September 2008

Manca Negara : Amerika : Lapisan Es Terus Mencair, Beruang Kutub Terancam

(www.kompas.com, 17-09-2008)

WASHINGTON, RABU Lapisan es di laut Kutub Utara tampaknya telah mencapai tingkat paling rendah sepanjang tahun 2008 dan tingkat paling rendah kedua yang tercatat sejak kelahiran era satelit. Demikian pengamatan US National Snow and Ice Data Center.

Meskipun berada sedikit di atas catatan rendah minimum yang ditetapkan pada 16 September 2007, musim tahun ini memperkuat kecenderungan negatif kuat pada lapisan es laut selama musim panas yang diamati selama 30 tahun terakhir, demikian antara lain isi laporan yang disiarkan Selasa (16/9) waktu setempat atau Rabu WIB.

Sebelum tahun lalu, catatan rendah sebelumnya untuk September ditetapkan tahun 2005. Pusat data tersebut akan mengeluarkan analisis mengenai kemungkinan penyebab di balik kondisi es laut Kutub Utara tahun ini selama pekan pertama Oktober.

Pada Maret, ketika Kutub Utara mencapai lapisan es laut maksimumnya selama musim dingin, beberapa ilmuwan dari NASA dan pusat data pendukung NASA melaporkan lapisan es yang lebih tua dan tebal terus menyusut. Menurut data microwave satelit yang diproses NASA, es abadi itu yang dulu menutupi 50-60 persen Kutub Utara musim dingin saat ini hanya menutupi kurang dari 30 persen. Es laut abadi adalah lapisan es yang berusia panjang yang tetap ada bahkan ketika es laut musiman yang berusia pendek mencair hingga batas minimum selama musim panas.

Para ilmuwan NASA telah mengamati lapisan es Kutub Utara sejak 1979. NASA mengembangkan kemampuan untuk mengamati lapisan itu dan konsentrasi es laut dari udara selama sensor microwave pasif. Es tersebut menyusut hingga batas minimumnya pada 12 September 2008, ketika es itu menutupi wilayah seluasa 4,52 juta kilometer persegi, dan kini tampaknya berkembang, saat Kutub Utara mulai memasuki musim dingin, kata National Snow and Ice Data Center.

Satu terusan di Northwest Passage, jalur laut yang telah lama diinginkan antara Eropa dan Asia, terbuka pada 2007 dan 2008. Pada tahun ini juga terjadi pembukaan Northern Sea Route yang melewati Samudra Kutub Utara di sepanjang pantai Siberia.

Ice Center tersebut bulan lalu menyatakan terjadi pencairan es mendasar di Laut Chukchi di lepas pantai Alaska, Eastern Siberian Sea, di lepas pantai Rusia timur, salah satu habitat populasi terbesar beruang kutub di dunia. Karena beruang kutub menggunakan gumpalan es terapung sebagai landasan untuk berburu anjing laut, mereka terpaksa berenang menempuh jarak yang lebih jauh ketika es mencair sehingga sangat mungkin mereka akan kelelahan dan terancam mati tenggelam.

Es kutub merupakan satu faktor dalam pola cuaca dan iklim global. Perbedaan antara udara dingin di kutub dan udara hangat di sekitar Khatulistiwa mengirim udara dan arus hangat, termasuk arus pekat. Es laut membantu menahan udara dingin di sekitar Kutub Utara karena warna putihnya memantulkan sinar matahari. Ketika es laut menghilang, air gelap yang baru terbuka menyerap lebih banyak sinar matahari sehingga mempercepat dampak pemanasan. ONO
Sumber : Ant

Manca Negara : Brazil : Eureka, Inilah "Semut dari Mars"

(www.kompas.com, 16-09-2008)
JAKARTA, SELASA — Semut spesies baru yang ditemukan di hutan Amazon ini hidup di bawah tanah dan buta selama hidupnya. Para ilmuwan yang menemukannya yakin semut tersebut masih keturunan langsung semut purba yang pertama kali menghuni Bumi.

Seorang mahasiswa program studi biologi evolusi Universitas Texas, AS, Christian Rabeling, menemukannya pertama kali di hutan hujan Empresa Brasileira de Pasquisa Agropecuaria di Manaus, Brasil, tahun 2003. Ia adalah satu-satunya koloni semut yang hidup di bekas pohon yang membusuk di dalam tanah.

Maka, pantas kalau penemunya memberi nama Martialis heureka yang artinya semut dari Mars saking unik dan anehnya. Semut tersebut tak lagi menggunakan indera penglihatan dan tak membutuhkan pigmen atau pewarna tubuh karena telah beradaptasi dengan lingkungan yang gelap gulita. Sebagai gantinya, ia memiliki tubuh memanjang dan capit yang panjang yang diduga untuk meraba dan menangkap mangsa.

Martialis heureka tidak hanya tercatat sebagai spesies baru, tapi juga membentuk kelompok genus tersendiri, bahkan subfamili baru. Subfamili terakhir ditemukan tahun 1967. Saat ini semut terbagi dalam 21 subfamili.

Sampel DNA yang diambil dari kakinya menunjukkan bahwa semut dari Mars menempati pangkal pohon evolusi semut. Dari sifat genetikanya, semut diperkirakan mulai muncul sejak 120 juta tahun lalu dari nenek moyang yang sama dengan tawon. Para ilmuwan meyakini semut segera tersebar ke dalam habitat yang berbeda-beda, di tanah, dedaunan, dan sebagainya.

"Penemuan ini mendukung pendapat bahwa semut predator yang buta dan hidup di dalam tanah muncul di awal evolusi," ujar Rabeling. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti nenek moyang semut buta dan hidup di tanah. Namun, saat mulai berevolusi, semut telah beradaptasi dengan lingkungan tanah hutan tropis.

Rabeling mengatakan, Martialis heureka memberi petunjuk bahwa rahasia evolusi semut mungkin masih tersembunyi di balik hutan hujan tropis. Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga memberikan informasi baru untuk mempelajari lebih mendalam keragaman hayati serangga, khususnya semut. WAH Sumber : LIVESCIENCE

Manca Negara : Makhluk Renik Tahan Radiasi Ruang Angkasa

(www.kompas.com, 16-09-2008)
JAKARTA, SELASA — Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan Matahari berbahaya jika terpapar langsung ke tubuh manusia. Namun, beberapa jenis hewan mungkin tahan. Misalnya, hewan renik yang sering disebut beruang air (Tardigrada).

Menurut laporan yang dilansir jurnal Current Biology terbaru, beruang air merupakan hewan pertama yang terbukti tahan hidup dalam ruangan hampa dan terpapar langsung radiasi Matahari di luar angkasa. Beruang air merupakan hewan multisel (bersel banyak), tak bertulang belakang, dan berukuran sekitar satu milimeter. Hewan tersebut hidup di hampir semua sudut ekosistem di belahan dunia.

Sejak lama hewan tersebut diketahui memiliki ketahanan tinggi terhadap lingkungan yang kering. Tubuhnya tahan meskipun kehilangan air hampir 100 persen. Saat mengalami dehidrasi seperti itu, beruang kutub akan melakukan dormansi (tidur panjang) sehingga metabolisme berhenti untuk sementara waktu. Pada kondisi dormansi tersebut, hewan ini menyesuaikan struktur selnya sampai tersedia kembali air dan kembali aktif.

Setahun lalu, Ingemar Jonsson, seorang pakar ekologi dari Universitas Kristianstad Swedia, membawa 3.000 ekor organisme renik tersebut dalam perjalanan 12 hari ke luar angkasa. Tujuannya mempelajari peluangnya hidup di lingkungan ekstrem luar angkasa.

"Temuan kami memastikan bahwa ruang hampa yang menyebabkan dehidrasi ekstrem dan radiasi kosmis bukan masalah bagi beruang air," ujar Jonsson. Namun, radiasi ultraviolet Matahari tetap merusak sel-sel tubuh hewan tersebut walaupun sebagian di antaranya tetap dapat bertahan hidup.

Jonsson menduga beruang air tetap mengalami kerusakan DNA saat terpapar radiasi tersebut. Hanya saja, gen yang dimilikinya mungkin memiliki kemampuan memperbaiki bagian tubuh yang rusak dengan cepat. Mungkin terdapat molekul khusus yang mengatur pemulihan tersebut.

Jika benar demikian, penelitian terhadap beruang air akan memberikan informasi berharga untuk mengembangkan pengobatan terhadap penyakit-penyakit turunan. Pada riset selanjutnya, para ilmuwan ditantang untuk mengetahui mekanisme di balik kemampuan beruang kutub mengatasi radiasi.

"Pengetahuan apa pun mengenai pemulihan kerusakan genetika merupakan pusat ilmu kedokteran," ujar Jonsson. Terapi radiasi untuk pengobatan kanker saat ini masih menghadapi masalah karena sel-sel yang sehat ikut berisiko rusak karena terpapar.

WAH Sumber : Xinhua

16 September 2008

Nasional : Di Balik Kasus Padi Super Toy

(www.kompas.com, 15-09-2008)
Oleh Suyamto
Belakangan ini kita disuguhi berita tentang pro dan kontra padi Super Toy.Di satu pihak, petani dirugikan karena tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Tetapi, kita perlu memberi penghargaan kepada petani/masyarakat yang kreatif mengutak-atik padi agar menjadi tanaman yang lebih baik.

Di balik itu semua, sebelum disebar ke masyarakat, ada tata cara dan aturan yang harus diikuti sebelum melepas varietas dan menyertifikasi benih.

Proses pembuatan

Varietas unggul adalah varietas tanaman yang resmi dilepas pemerintah (Menteri Pertanian). Varietas itu memiliki keunggulan dalam hasil atau sifat lainnya. Untuk dapat menghasilkan varietas unggul, dilakukan serangkaian penelitian dan pengujian.

Varietas unggul dapat dihasilkan melalui penyilangan antartetua terpilih sesuai target/sifat yang diinginkan. Cara ini umum dilakukan di balai-balai penelitian. Cara penyilangannya pun dilakukan melalui kaidah-kaidah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penyilangan disebut galur dan jumlahnya bisa ribuan. Galur-galur itu lalu diobservasi, diseleksi, diuji daya hasil pendahuluan, diuji daya hasil lanjutan/uji multilokasi. Akhirnya, beberapa galur harapan akan terpilih dan diusulkan menjadi calon varietas unggul.

Selain persilangan, pemuliaan tanaman dapat dilakukan dengan radiasi (seperti dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional/Batan), atau menggunakan bioteknologi modern (marka molekuler, transfer gen, dan lainnya). Hasil kegiatan ini juga masih berupa galur, kemudian mengikuti proses seperti diuraikan di awal. Dari situ akan terpilih beberapa galur harapan yang siap diusulkan menjadi varietas unggul.

Mengapa varietas unggul harus dilepas pemerintah?

Pelepasan varietas merupakan pengakuan pemerintah sekaligus jaminan bagi masyarakat pada suatu varietas baru hasil pemuliaan atau introduksi. Aturan pelepasan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 37/Permentan/OT.140/8/2006 tentang Pengujian, Penilaian, Pelepasan, dan Penarikan Varietas.

Dalam aturan itu dinyatakan, varietas akan dilepas bila memiliki keunggulan tertentu serta tidak merugikan masyarakat dan lingkungan. Permentan ini merupakan implementasi UU No 12/1992 tentang Budidaya Tanaman dan Peraturan Pemerintah No 44/1994 tentang Perbenihan Tanaman.

Calon varietas berupa galur/hibrida/mutan/transgenik/ varietas lokal yang diusulkan untuk dapat dilepas harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu stabil dalam karakter, seragam (homogen), serta memiliki keunggulan yang nyata dibanding dengan varietas unggul yang telah dilepas sebelumnya.

Calon varietas unggul harus diuji melalui serangkaian pengujian di laboratorium maupun lapangan. Pengujian lapangan dilakukan dalam satu atau dua musim, di beberapa lokasi pengembangan. Jumlah lokasi pengujian disesuaikan jenis tanamannya. Untuk padi, paling tidak 16 lokasi dalam dua musim tanam.

Untuk calon varietas transgenik, selain memenuhi ketentuan sesuai prosedur baku, juga harus memenuhi ketentuan keamanan pangan dan keamanan hayati. Agar dapat dilepas sebagai varietas unggul, varietas lokal harus memenuhi ketentuan, selain menjadi varietas yang sudah berkembang di masyarakat dan mempunyai keunggulan, juga telah dibudidayakan lebih dari lima tahun waktu panen.

Setelah melalui proses seleksi dan pengujian, calon varietas terpilih diajukan ke Badan Benih Nasional (BBN). Penilaian layak tidaknya calon varietas itu dilepas sebagai varietas unggul dilakukan Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V), tim ini di bawah BBN.

Apabila disetujui, Ketua BBN mengusulkan pelepasan varietas kepada Menteri Pertanian untuk dapat diterbitkan SK Pelepasan Varietas. Apabila telah dilepas, varietas siap dikomersiilkan dan dikembangkan kepada masyarakat.

Sertifikasi benih

Peredaran atau distribusi benih adalah rangkaian penyebaran benih di suatu wilayah di mana benih yang dapat diedarkan atau disalurkan kepada masyarakat adalah benih bina yang varietasnya telah dilepas oleh pemerintah dan wajib diberi label/besertifikat. Benih (contoh padi nonhibrida) dibagi beberapa kelas benih yakni benih penjenis (BS) dengan label kuning, benih dasar (BD) dengan label putih, benih pokok (BP) dengan label ungu dan benih sebar (BR) dengan label biru. Benih penjenis diproduksi oleh pemulia/lembaga yang memiliki varietas unggul, sementara BD, BP, dan BR diproduksi Balai Benih, BUMN, swasta, maupun penangkar benih. Kelas-kelas benih itu tidak berlaku untuk varietas hibrida.

Sertifikasi benih dilakukan untuk menjamin mutu benih yang beredar, sertifikat benih ini dikeluarkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) yang ada di tiap provinsi dan/atau oleh produsen benih sendiri jika sudah menerapkan sistem manajemen mutu (SMM). Jadi, BPSB tidak akan memberikan sertifikat/label benih varietas-varietas yang belum dilepas.

Suyamto Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan; Ketua Tim Penilai dan Pelepas Varietas, Deptan

Video : Kegiatan MLA di Mamberamo - Papua



Video tentang kegiatan MLA yang dilakukan CI Indonesia - Mamberamo Program di Mamberamo – Papua

14 September 2008

Manokwari : Program Gerhan Atasi Lahan Kritis, Pemprov Papua Barat lewat Dinas

(www.radarsorong, 13-09-2008)
Kehutanan dan Perkebunan kembali memprogramkan kegiatan penanaman sejuta pohon. Kepala Dinas
Hutbun Papua Barat Ir.Hans Arwam mengatakan, Gerhan (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan) ini dimaksudkan untuk mengurangi lahan kritis di provinsi ini.

Dalam kurun waktu 2004-2007, menurut Arwam, penanaman Gerhan di Provinsi Papua Barat baru terealisasi 7.462 Ha. Bila dibandingkan dengan luasan lahan kritis, areal yang dapat direhabilitasi baru sebesar sekitar 0,714 %.

‘’Jelas, ini menjadi tugas berat agar lahan-lahan kritis dapat ditanami dengan berbagai jenis tanaman,’’ tandasnya. Dishutbun Jumat (12/9) bertempat di Swiss-belhotel Manokwari mensosialisasikan Gerhan Penanaman Sejuta Pohon kepada kalangan akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, kaum perempuan dan organisasi pemuda lainnya. Sebagai narasumber, Penasehat Menteri Kehutanan RI Dr.Ir Elisa Togu.

Kadishutbun mengatakan, luas hutan di Provinsi Papua Barat mencapai 9.769,686,81 ha terdiri dari masing-masing fungsi tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota. Aksi Gerhan sejalan dengan hasil pertemuan internasional tentang perubahan iklim global. Sehingga diharapkan semua pemerintah kabupaten/kota mau mendukung kegiatan penting ini. Terutama mengalokasikan dana. Jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam program Gerhan yakni reboisasi hutan lindung, pengembangan hutan rakyat, agroforestry, rehabilitasi hutan mangrove, pembuatan hutan kota dan kegiatan pengayaan tanaman reboisasi. Tahun lalu, Gerhan dipusatkan di Kampung Guintuy Distrik Warmare.

Menurutnya, gerakan rehabilitasi hutan dan lahan tidak saja dilaksanakan satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) bersama masyarakat dan LSM, tapi para pengusaha hasil hutan mempunyai kewajiban terlibat langsung. ‘’Pengusaha hasil hutan dapat melaksanakan persemaian, pembibitan, pembuatan sumber daya genetik, penanaman plasma nutfah, pembuatan hutan cadangan pangan dan lainnya,’’ jelas mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unipa Manokwari ini.(lm)

13 September 2008

Timika : Karantina Musnahkan Hewan dan Tanaman

(www.papuapos.com, 13-09-2008)
TIMIKA(PAPOS)- Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Kabupaten Mimika, Jumat (12/9) kemarin, memusnahkan 2 ekor Ayam jantan dan 104 bibit jeruk jenis Sultom yang didatangkan dari Malang Jawa Timur. Pasalnya, hewan dan tumbuhan tersebut tidak memiliki dokumen kesehatan dan tidak dilengkapi CPPD (Citrus Pein Phloin Degeration).


Pemusnahan hewan dan tumbuhan tersebut dilakukan di sekitar halaman Kantor Balai Karantina Hewan, sekitar pukul 10.00 Wit, Jumat (12/9) kemarin. Sebelumnnya juga telah dilakukan pemusnahan sebanyak 7 ton daging Ayam potong yang berlokasi di mile 38 diarea PT Freeport Indonesia.

Hewan dan tumbuhan yang dimusnahkan tersebut didatangkan tanggal 27 Agustus 2008 dari Malang, Jawa. Pemusnahan dilakukan karena tidak memiliki dokumen-dokemen kesehatan dan tidak dilengkapi CPPD (Citrus Pein Phloin Degeration).

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika, Abdulrahman,SP kepada wartawan usai pemusnahan Jumat 12/9 mengatakan, Balai Karantina Hewan akan terus melakukan pengawasan terkait masuknya hewan dan bahan pertanian di pelabuhan dan bandara, walaupun jumlahnya yang dimasukkan hanya sedikit.

Menurut Rahman, pemusnahan dilakukan merupakan sebuah komitmen dari Karantina Hewan guna membeaskan Timika dari berbagai penyakit, pemusnahan dilakukan sudah ke empat kali dilakukan oleh Karantina Hewan.

Disampaikan Rahman, sebelumnya juga dilakukan pemusnahan 7 ton Ayam potong yang dilaksanakan di mile 38 milik PT Hero. Ayam potong milik PT Hero tersebut disebabkan karena ayam potong tersebut dalam kondisi membusuk . Ayam potong tersebut busuk (beku) karena freceer mengalami kerusakan, sehingga tak layak untuk dikonsumsi.

"Dalam pemusnahan Ayam potong milik PT.Hero tersebut, disaksikan oleh Perwakilan Dinas Peternakan, Pengelola Bandara dan petugas Karantina serta disaksikan oleh beberapa wartawan,"ungkap Rahman.

Balai Karantina melakukan pengawasan didukung atas SK Gubernur Papua terkait pelarangan memasukkan unggas ke Papua. Sejauh ini pengawasan masuknya unggas atau tumbuhan ke Timika perlu mendapat dukungan serta peran serta dari lembaga atau instansi terkait lainnya serta masyarakat umum.
Juga diharapkan kepedulian masyarakat bisa ada temuan menyangkut unggas atau tumbuhan yang ilegal.(husyen)