
(WWF Indonesia – Program Sahul Papua, enewsletter Edisi I/2007 Bahasa Indonesia)
Sorong, Pantai Jamursba Medi bersama Pantai Warmon di Papua adalah tempat bertelurnya penyu laut terbesar di dunia yaitu Penyu Belimbing (Leatherback seaturtle) atau nama ilmiahnya adalah Dermochelys coriacea. Penyu berukuran raksasa ini rata-rata mencapai panjang 180 cm dengan berat rata-rata 500 kg. Karena berbagai tekanan dan ancaman di laut lepas maupun di pantai tempatnya bertelur mengakibatkan penyu ini terus mengalami penurunan populasi dan saat ini termasuk dalam status terancam punah (endangered species) menurut klasifikasi IUCN. Ancaman dan tekanan terhadap Penyu Belimbing di pantai maupun di perairan dapat terjadi secara alamiah oleh satwa pemangsa seperti babi hutan dan biawak yang memakan telur penyu dan abrasi pantai oleh gelombang tinggi maupun yang terjadi secara disengaja oleh manusia berupa pengambilan telur dan salah tangkap (by catch) oleh armada penangkap ikan tuna yang menggunakan jala besar. Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada akhir bulan Januari Tahun 2007, WWF-Indonesia bersama, NMFS-NOAA (National Marine and Fisheries Service - National Oceanic Atmospheric Administration) dan BKSDA Papua II (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) melakukan survey udara untuk mendapatkan gambaran secara lebih luas mengenai keberadaan dan penyebaran populasi Penyu Belimbing di sepanjang pantai-pantai di utara Papua. Survey ini berlangsung selama tiga hari dengan mengambil rute terbang dari Kota Sorong sampai Jayapura dengan singgah di Manokwari dan Biak untuk mengisi bahan bakar pesawat.
Penerbangan pada hari pertama difokuskan pada pengamatan sepanjang Pantai Jamursba Medi (kurang lebih 20 km) dan Warmon (kurang lebih 4 km) di Kepala Burung Papua (Vogelkop). Di atas pantai Jamursba Medi nampak bekas-bekas jejak dan sarang Penyu Belimbing yang tampak seperti jejak bulldozer di atas pasir. Setelah melakukan penghitungan sarang dengan dua kali melintas di atas pantai didapatkan hasil sebanyak 25 sarang teramati. Sedang di pantai Warmon yang terletak sekitar 35 km sebelah timur Jamursba Medi didapatkan jumlah 157 sarang teramati. Rendahnya jumlah sarang teramati di pantai Jamursba medi lebih disebabkan oleh tidak sedang musim bertelur di pantai ini (Pantai Jamursba Medi memiliki musim peneluran penyu belimbing mulai pada bulan Maret hingga Oktober dengan puncak musim peneluran pada Bulan Juli).
Pada hari kedua dan ketiga, pengamatan dilanjutkan menyusuri lekuk dan garis pantai bagian kepala burung terus memotong sisi pantai utara kepulauan Yapen, Pulau Biak dan pulau-pulau kecil sekitarnya sampai bagian daratan Pulau Papua (New Guinea) dari sisi Waropen terus ke timur melintasi muara Sungai Mamberamo dan seluruh garis pantai utara sampai di Jayapura.
Sorong, Pantai Jamursba Medi bersama Pantai Warmon di Papua adalah tempat bertelurnya penyu laut terbesar di dunia yaitu Penyu Belimbing (Leatherback seaturtle) atau nama ilmiahnya adalah Dermochelys coriacea. Penyu berukuran raksasa ini rata-rata mencapai panjang 180 cm dengan berat rata-rata 500 kg. Karena berbagai tekanan dan ancaman di laut lepas maupun di pantai tempatnya bertelur mengakibatkan penyu ini terus mengalami penurunan populasi dan saat ini termasuk dalam status terancam punah (endangered species) menurut klasifikasi IUCN. Ancaman dan tekanan terhadap Penyu Belimbing di pantai maupun di perairan dapat terjadi secara alamiah oleh satwa pemangsa seperti babi hutan dan biawak yang memakan telur penyu dan abrasi pantai oleh gelombang tinggi maupun yang terjadi secara disengaja oleh manusia berupa pengambilan telur dan salah tangkap (by catch) oleh armada penangkap ikan tuna yang menggunakan jala besar. Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada akhir bulan Januari Tahun 2007, WWF-Indonesia bersama, NMFS-NOAA (National Marine and Fisheries Service - National Oceanic Atmospheric Administration) dan BKSDA Papua II (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) melakukan survey udara untuk mendapatkan gambaran secara lebih luas mengenai keberadaan dan penyebaran populasi Penyu Belimbing di sepanjang pantai-pantai di utara Papua. Survey ini berlangsung selama tiga hari dengan mengambil rute terbang dari Kota Sorong sampai Jayapura dengan singgah di Manokwari dan Biak untuk mengisi bahan bakar pesawat.
Penerbangan pada hari pertama difokuskan pada pengamatan sepanjang Pantai Jamursba Medi (kurang lebih 20 km) dan Warmon (kurang lebih 4 km) di Kepala Burung Papua (Vogelkop). Di atas pantai Jamursba Medi nampak bekas-bekas jejak dan sarang Penyu Belimbing yang tampak seperti jejak bulldozer di atas pasir. Setelah melakukan penghitungan sarang dengan dua kali melintas di atas pantai didapatkan hasil sebanyak 25 sarang teramati. Sedang di pantai Warmon yang terletak sekitar 35 km sebelah timur Jamursba Medi didapatkan jumlah 157 sarang teramati. Rendahnya jumlah sarang teramati di pantai Jamursba medi lebih disebabkan oleh tidak sedang musim bertelur di pantai ini (Pantai Jamursba Medi memiliki musim peneluran penyu belimbing mulai pada bulan Maret hingga Oktober dengan puncak musim peneluran pada Bulan Juli).
Pada hari kedua dan ketiga, pengamatan dilanjutkan menyusuri lekuk dan garis pantai bagian kepala burung terus memotong sisi pantai utara kepulauan Yapen, Pulau Biak dan pulau-pulau kecil sekitarnya sampai bagian daratan Pulau Papua (New Guinea) dari sisi Waropen terus ke timur melintasi muara Sungai Mamberamo dan seluruh garis pantai utara sampai di Jayapura.