<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117</id><updated>2012-01-28T09:36:01.708+09:00</updated><category term='Siaran Pers'/><category term='Tips dan Trik'/><category term='Kawasan'/><category term='spesies'/><category term='Pemerintah'/><category term='Pendidikan'/><category term='Conservation International'/><category term='Kerusakan Lingkungan'/><category term='Illegal Logging'/><category term='Nasional'/><category term='Film dan Video'/><category term='Foto dan Gambar'/><category term='YKPM Papua'/><category term='Daftar Berita'/><category term='illegal fishing'/><category term='Publikasi'/><category term='Manca Negara'/><category term='Hukum dan Kebijakan'/><category term='konservasi'/><category term='Lowongan Kerja'/><category term='Web Blog IKP'/><category term='Pemberdayaan'/><category term='Penyakit'/><category term='Spesies Baru / Endemik / Terancam Punah'/><category term='Sumber Daya Alam'/><title type='text'>Info Konservasi Papua</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://konservasipapua.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2117</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6859131151366746769</id><published>2012-01-21T03:26:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T07:28:22.981+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Di Merauke, Harga Beras ‘Mencekik Leher’</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;(www.papuapos.com, 20-01-2012) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;MERAUKE [PAPOS] – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merauke, Beny Malik mengakui jika harga beras di pasar, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelum. Hal itu diakibatkan oleh panen masyarakat mengalami penurunan, sementara permintaan konsumen meningkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kondisi demikian menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikian disampaikan Beny saat ditemui Papua Pos di kantor bupati, Kamis (19/1). Menurutnya, sebagai tindaklanjut dari kenaikan harga beras itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Drs. Daniel Pauta mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada Kantor Bulog yang tembusannya diterima instansi terkait, agar segera dilakukan operasi di pasar guna mengetahui secara pasti harga yang berlaku sekarang. “Memang kenaikan lumayan tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelum,” tandasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harga beras yang berlaku sekarang, demikian Beny, adalah Rp 8.500. Sedangkan harga standard yang berlaku selama ini adalah Rp 5000-Rp 6000. Memang karena kondisi alam dan tidak ada unsur kesengajaan dari para petani. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menanam, namun karena cuaca dan juga mungkin gangguan hama, sehingga panen yang dihasilkan, tidak sesuai tahun kemarin. “Ya, ini juga menjadi suatu perhatian serius dari pemerintah,” katanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ditanya apakah petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merauke akan melakukan operasi pasar, Beny mengungkapkan, pihaknya tidak bisa dengan serta merta mengambil keputusan. Perlunya koordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda Merauke. Jika sudah ada kesepakatan bersama, otomatis operasi pasar tetap dilakukan. “Saya sudah sempat diskusi dengan orang Perekda dan dalam waktu dekat, akan dilakukan pertemuan bersama,” tandasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menyangkut sanksi kepada mereka yang menjual beras dengan harga tinggi, Beny menambahkan, tidak serta merta diberikan tindakan. Harus dilihat terlebih dahulu. Artinya bahwa, jika telah ada subsidi dari pemerintah dan ada oknum yang menaikkan harga beras yang tidak sesuai, disitu otomatis diberikan sanksi. “Kalau sekarang, kita tidak bisa berikan sanksi. Karena kenaikan harga beras itu tidak disengajakan,” tuturnya. [frans]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6859131151366746769?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6859131151366746769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6859131151366746769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/di-merauke-harga-beras-mencekik-leher.html' title='Di Merauke, Harga Beras ‘Mencekik Leher’'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7662346441864764343</id><published>2012-01-20T07:32:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T09:41:29.686+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemberdayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Biak : Wakil Rakyat Harus Mampu Buat Regulasi Penyelamatan Tanah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;(www.bintangpapua.com, 19-01-2012) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Biak &lt;/b&gt;- Dewan Adat Byak (DAB) menilai sebagai wakil rakyat yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan terhormat di DPRD Biak Numfor, belum memiliki kemampuan dalam menyusun sebuah regulasi tentang penyelamatan tanah rakyat. Padahal tanah sebagai bagian dari kosmologi dunia dan ekosistim yang harus diselamatkan sebagai bagian yang telah ada sebelum manusia dijadikan. Sebab dengan adanya regulasi, nantinya masalah tanah tidak meluas menjadi persoalan yang selama ini terjadi ditengah kehidupan masyarakat, bahkan masyarakatpun tidak seenaknya akan menjual dan merusak tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ketua DAB, Yan Piter Yarangga mengatakan, saat ini persoalan tanah sebagai sentral gejolak sosial dimana-dimana, sehingga sebagai orang yang menyandang predikat wakil rakyat, sudah selayaknya mereka bersama pemerintah daerah berupaya membuat suatu regulasi sebagai payung hukum untuk menyelesaikan berbagai persoalan tanah yang semakin marak terjadi di wilayah adat Biak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; “Salah satu syarat utama dengan menyandang predikat wakil rakyat, seharusnya dia sudah memiliki konsep untuk menyusun sebuah regulasi yang nantinya sebagai payung hukum dalam upaya memberikan perlindungan dan penyelamatan tanah, sehingga masyarakat yang selama ini mengklaim dirinya sebagai pemilik tanah ulayat, tidak asal main jual ataupun dirusaki oleh manusia,” kata Yan Piter Yarangga kepada Bintang Papua, Kamis (19/1).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7662346441864764343?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7662346441864764343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7662346441864764343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/biak-wakil-rakyat-harus-mampu-buat.html' title='Biak : Wakil Rakyat Harus Mampu Buat Regulasi Penyelamatan Tanah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2177771700953022782</id><published>2012-01-20T06:13:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T08:14:34.044+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Manokwari : Rawan Banjir Akibat Salah Peruntukan Lahan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;(www.bintangpapua.com, 19-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;MANOKWARI - Beberapa tahun belakangan ini kota Manokwari selalu menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. Yang terbaru, banjir yang terjadi di Kali Wosi, Selasa (17/1) malam lalu berakibat 5 unit rumah di kampung Tanimbar, Transito-Wosi hanyut. Di beberapa wilayah lain, puluhan rumah warga terendam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebab ibukota Provinsi Papua Barat berjuluk kota Injil ini kini menjadi rawan banjir ? Selain faktor cuaca ekstrim berupa curah hujan yang cukup tinggi, menurut wakil bupati&amp;nbsp; Manokwari Roberth KR. Hamar, permasalahan pokoknya&amp;nbsp; adalah kesalahan peruntukan lahan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu menurutnya,&amp;nbsp; perlu dilakukan&amp;nbsp; peninjauan kembali terhadap&amp;nbsp; tata ruang kota Manokwari.&amp;nbsp; Kawasan penyangga terutama yang berada di dataran tinggi serta daerah resapan air yang kini telah beralih fungsi menjadi perumahan, sebaiknya dikembalikan sesuai peruntukkannya.&lt;br /&gt;Demikian pula kawasan konservasi seperti hutan lindung&amp;nbsp; telah banyak diserobot untuk kepentingan yang bisnis dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Harus dibatasi wilayah mana yang dibuka dan wilayah mana yang tidak, akibat pembukaan (kawasan) inilah yang berakibat banjir, “ kata Hammar kepada wartawan, usai menyerahkan bantuan bahan bangunan dan peralatan masak bagi warga korban banjir di kampung Tanimbar, Wosi, Kamis (19/1).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Selain tata ruang, lanjut Hammar, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) terutama di sepanjang bantaran kali juga perlu ditinjau kembali. Pasalnya, seiring meningkatnya populasi penduduk kota Manokwari, bangunan rumah warga kini sudah memenuhi daerah sepanjang aliran kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2177771700953022782?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2177771700953022782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2177771700953022782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/manokwari-rawan-banjir-akibat-salah.html' title='Manokwari : Rawan Banjir Akibat Salah Peruntukan Lahan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4947357445674350830</id><published>2012-01-20T00:30:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T09:54:37.930+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerusakan Lingkungan'/><title type='text'>Biak : Sampah Cemari Udara, Warga Samofa Palang Jalan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_bjP5Wey4LA/Txi6xJaiAvI/AAAAAAAABpA/RU7aEylXHTk/s1600/ScreenHunter_01+Jan.+20+09.34.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="313" src="http://3.bp.blogspot.com/-_bjP5Wey4LA/Txi6xJaiAvI/AAAAAAAABpA/RU7aEylXHTk/s400/ScreenHunter_01+Jan.+20+09.34.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;(www.bintangpapua.com, 19-01-2012) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Biak &lt;/b&gt;- Kesabaran Warga RT 02 RW 05 Kelurahan Samofa, akhirnya tak terbendung lagi.&amp;nbsp; Ini akibat tumpukan sampah yang sudah sepekan mencemari udara serta mengganggu aktivitas warga setempat, tepatnya yang berdomisili di kompleks TKBM memalang Jalan Raya Condronegoro.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Dua buah bak kontainer sampah yang dipenuhi sampah basah dan kering dan berada di pinggiran ruas jalan raya itu, dibongkar warga, sehingga sampah-sampah berceceran menghalang lalu-lintas. Kendaraan yang menuju arah barat maupun dari arah timur, tidak bisa melewati jalan tersebut, karena selain jalan raya ditutup sampah, warga juga menaruh balok pemalang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pihak keamanan dan aparat pemerintah kelurahan setempat sudah melakukan negosiasi agar warga segera membuka jalan tersebut, namun warga tetap bersikeras menuntut adanya perhatian pemerintah daerah atau instansi terkait agar dapat turun langsung membersihkan sampah-sampah tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Karena sampah ini sudah satu minggu, dan warga sudah tidak tahan karena setiap hari bau sampah mengganggu warga terutama pada saat makan siang,” kata ketua RT 02/RW 5 Kelurahan Samofa, Eddi Meisiri saat ditemui Bintang Papua dilokasi pemalangan, Rabu (18/1).Lanjut kata Meisiri, warga tetap akan melakukan pemalangan hingga pihak kebersihan harus turun langsung mengangkut sampah-sampah tersebut. Begitupula warga secara tegas meminta instansi terkait tidak lagi menaruh bak kontener sampah di lokasi pinggiran ruas jalan itu. “Pemalangan sudah berlangsung dari jam 9 pagi dan ini akan terus dilakukan sampai Dinas Kebersihan datang angkut sampah beserta kedua bak kontener ini. Juga agar pemerintah daerah dapat turun dan membuka mata, jangan hanya duduk didalam kendaraan saja,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Seksi Lingkungan Jalan dan Pasar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKP2) setempat, Marthen Wompere, S.Sos membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, permasalahan sampah sudah sangat memprihatinkan karena hampir dalam sepekan ini armada truk sampah yang beroperasi hanya satu unit saja. Sehingga ia juga meminta kepada warga untuk tetap bersabar, karena permasalahan sampah di daerah ini bukanlah hanya tanggung jawab pihak DKP2 tetapi peran serta masyarakat dan semua pihak yang berada di kota ini. “Kendalanya karena dari empat truk sampah yang dimiliki DKP2, kini yang beroperasi hanya 1 unit, sedangkan yang lainnya rusak sehingga terjadi penumpukan sampah dimana-mana,” katanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Ia juga berharap, terkait permasalahan sampah di daerah ini, perlu secepatnya juga pemerintah daerah dan legislatif menyusun sebuah regulasi sebagai payung hukum dalam mengatasi permasalahan sampah. Meskipun demikian, ia pun menjamin dalam satu hingga dua hari kedepan pihaknya akan melakukan pembersihan sampah, bukan saja yang berada di jalan Condronegoro tetapi sampah yang kini mulai menumpuk di beberapa ruas jalan kota. &lt;i&gt;&lt;b&gt;(pin/don/lo2)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4947357445674350830?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4947357445674350830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4947357445674350830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/biak-sampah-cemari-udara-warga-samofa.html' title='Biak : Sampah Cemari Udara, Warga Samofa Palang Jalan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_bjP5Wey4LA/Txi6xJaiAvI/AAAAAAAABpA/RU7aEylXHTk/s72-c/ScreenHunter_01+Jan.+20+09.34.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8829752474549637552</id><published>2012-01-19T08:44:00.000+09:00</published><updated>2012-01-28T08:45:08.799+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><title type='text'>Kepiting Karapas Coklat Ditemukan di Papua</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kjI2q83Lrg0/TyM2LALnIBI/AAAAAAAABpI/BbVjHyv2YTI/s1600/ScreenHunter_01+Jan.+28+08.23.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://2.bp.blogspot.com/-kjI2q83Lrg0/TyM2LALnIBI/AAAAAAAABpI/BbVjHyv2YTI/s400/ScreenHunter_01+Jan.+28+08.23.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;(www.kompas.com, 19-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/b&gt; — Satu lagi spesies baru dari Indonesia ditemukan. Spesies baru kali ini bernama &lt;i&gt;Macrophthalmus fusculatus&lt;/i&gt;, sejenis kepiting yang punya karapas berwarna coklat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemunya ialah dua staf Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dwi Listyo Rahayu dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Bio Industri Laut di Mataram dan Dharma Arif Nugroho dari UPT Loka Konservasi Biota Laut Ambon. Keduanya bernaung di bawah Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi Listyo Rahayu yang akrab disapa Yoyok, mengatakan bahwa jenis &lt;i&gt;Macrophthalmus fusculatus&lt;/i&gt; memiliki beberapa ciri khas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Spesies ini bentuk karapasnya melebar di bagian posterior (bagian karapas yang terletak di antara kaki kelima), dan bentuk capitnya memanjang," ungkap Dwi lewat surat elektronik kepada &lt;i&gt;Kompas.com&lt;/i&gt;, Rabu (18/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara sepintas jenis ini tampak kusam, berlumpur, dan kotor. Tetapi setelah dibersihkan dari lumpur, maka akan terlihat karapas yang berwarna coklat dengan beberapa kelompok tonjolan-tonjolan kecil (&lt;i&gt;tubercles&lt;/i&gt;), dan capitnya yang halus. Menurut saya terlihat cantik dibawah mikroskop," tambah Yoyok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama spesies ini sendiri diambil dari ciri khas karapas yang berwarna coklat. Secara harafiah, kata bahasa latin &lt;i&gt;fuscus&lt;/i&gt; dalam bahasa Indonesia berarti coklat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Macrophthalmus fusculatus&lt;/i&gt; memiliki ukuran kecil. Diameter karapasnya hanya 4-10 sentimeter. Sementara, habitatnya adalah pada substrat pasir berlumpur di hutan bakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai saat ini hanya ditemukan di hutan bakau di daerah Timika, Papua," kata Yoyok. Meski demikian, terbuka kemungkinan untuk menemukannya di perairan lain seperti Maluku dan Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses identifikasi spesies ini sebagai spesies baru memerlukan waktu cukup lama, 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Macrophthalmus fusculatus &lt;/i&gt;pertama kali dikoleksi pada tahun 2001 ketika saya mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian di Timika, Papua. Pada saat itu biota tersebut diidentifikasi sebagai jenis (species) yang sudah dikenal," tutur Yoyok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Yoyok dan rekannya terus mengumpulkan spesimen-spesimen organisme yang masuk genus &lt;i&gt;Marcophthalmus&lt;/i&gt; dari Papua dan Lombok. Sejak tahun 2008, pengamatan secara lebih detail dimulai. Hasil pengamatan dan perbandingan dengan koleksi genus &lt;i&gt;Macrophthalmus &lt;/i&gt;di Raffles Museum of Biodiversity Research di Singapura menunjukkan bahwa kepiting karapas coklat ini spesies baru. &lt;i&gt;Macrophthalmus fusculatus &lt;/i&gt;positif dinyatakan sebagai spesies baru pada tahun 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama penemuan spesies &lt;i&gt;Macrophthalmus fusculatus&lt;/i&gt; ini, Yoyok dan rekannya juga menemukan 14 spesies lain dari genus &lt;i&gt;Macrophthalmus&lt;/i&gt;, di antaranya spesies &lt;i&gt;Macrophthalmus abbreviatus&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Macrophthalmus sulcatus&lt;/i&gt; &lt;i&gt;malaccensis&lt;/i&gt; yang eksistensinya di Indonesia baru diketahui kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan jenis &lt;i&gt;Macrophthalmus&lt;/i&gt;. Genus yang bercirikan tubuh pipih dan tangkai mata panjang ini diketahui hanya hidup di wilayah Indo-Pasifik Barat, mulai Laut Merah, Samudra Hindia, dan perairan Jepang. Penemuan organisme yang berhabitat di wilayah pesisir ini mempertegas bahwa hutan bakau dan wilayah pesisir perlu dijaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Yoyok dan Dharma Arif Nugroho dipublikasikan di jurnal internasional taksonomi, Zootaxa, Kamis (12/1/2012).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8829752474549637552?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8829752474549637552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8829752474549637552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/kepiting-karapas-coklat-ditemukan-di.html' title='Kepiting Karapas Coklat Ditemukan di Papua'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kjI2q83Lrg0/TyM2LALnIBI/AAAAAAAABpI/BbVjHyv2YTI/s72-c/ScreenHunter_01+Jan.+28+08.23.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3239588280007098517</id><published>2012-01-19T00:30:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T09:23:35.245+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerusakan Lingkungan'/><title type='text'>Waropen : Sampah di Pesisir Pantai Waropen Memprihatinkan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;(www.bintangpapua.com, 18-01-2012) &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;WAROPEN -&lt;/strong&gt; Menyinggung tentang masalah sampah yang terus bertebaran di tepian pantai, sementara saat ini belum ada lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga menjadi kendala serta keresahan bagi masyarakat Kabupaten Waropen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Waropen, Wem Y Nussy kepada Bintang Papua di Botawa menyampaikan, sebagai wakil rakyat dirinya menilai bahwa persoalan tersebut sangat tidak sesuai bagi masyarakat Waropen yang mendiami pesisir pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Dimana hampir seluruh masyarakat memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, sementara dalam laut tersebut telah tersebar sampah plastik dan lain sebagainya. Untuk itu sebagai wakil rakyat saya merasa bahwa kurang adanya perhatian dari Pemerintah Daerah,” ungkapnya kepada Bintang papua, Selasa (17/1).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3239588280007098517?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3239588280007098517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3239588280007098517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/waropen-sampah-di-pesisir-pantai.html' title='Waropen : Sampah di Pesisir Pantai Waropen Memprihatinkan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8958696429138775983</id><published>2012-01-18T14:09:00.000+09:00</published><updated>2012-01-18T10:20:52.722+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Jual-beli karbon itu bohong, kata pakar</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;(www.antaranews.com, 17-01-2012) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Jakarta (ANTARA  News) - Perdagangan karbon antara negara yang memiliki potensi menyerap  karbon dengan negara penghasil emisi karbon seperti Amerika Serikat  rekaan belaka, kata Pakar Lingkungan dari Universitas Indonesia,  Mohammad Hasroel Thayib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amerika membakar minyak dan  menghasilkan karbon dioksida (CO2) banyak. Bagaimana logikanya itu  (karbondioksida) bisa melewati laut ribuan mil?" kata Hasroel kepada  Antara News, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagang karbon adalah salah satu cara untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasroel menilai perdagangan karbon hanya skenario negara-negara penghasil emisi karbon untuk menghambat industri di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam  ilmu kimia dasar disebutkan kalau karbondioksida itu lebih berat  dibanding oksigen. Bagaimana karbondioksida yang dihasilkan itu bisa  naik ke udara?" kata Hasroel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpandangan, keberadaan  karbondioksida di atmosfer terjadi karena sinar kosmik yang memecah  nitrogen. bukan buangan dari bawah atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sinar kosmik itu  proton dan neutron. Begitu terkena nitrogen yang ringan, kena intinya,  berubah dia (nitrogen)!" kata mantan peneliti Badan Tenaga Atom Nasional  (BATAN) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbondioksida di atmosfer besifat alami dan  mendukung kehidupan Bumi dari suhu dingin (minus 18 derajat celcius).  "Tidak usah takut dengan karbondioksida karena akan larut ketika hujan,"  kata Hasroel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasroel menandaskan satu pernyataan ilmiah harus konsisten dengan pernyataan ilmiah sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernyataan  ilmiah sebelumnya (bilangan avogadro) mengatakan kalau CO2 itu berat,  SO2 itu berat. Tidak mungkin dia penyebab efek rumah kaca," tegasnya  Hasroel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8958696429138775983?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8958696429138775983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8958696429138775983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/nasional-jual-beli-karbon-itu-bohong.html' title='Nasional : Jual-beli karbon itu bohong, kata pakar'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8991884814422256686</id><published>2012-01-17T09:31:00.000+09:00</published><updated>2012-01-28T09:36:01.722+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Denmark : Makhluk Setengah Hewan Setengah Tumbuhan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2SNDtCGXTN8/TyNBbvIQv-I/AAAAAAAABpQ/wsF9bdoqBMQ/s1600/ScreenHunter_02+Jan.+28+09.26.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="http://2.bp.blogspot.com/-2SNDtCGXTN8/TyNBbvIQv-I/AAAAAAAABpQ/wsF9bdoqBMQ/s400/ScreenHunter_02+Jan.+28+09.26.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;(www.kompas.com, 17-01-2012) &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;COPENHAGEN, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Penemuan spesies baru &lt;em&gt;Mesodinium chamaeleon &lt;/em&gt;mengagetkan para ilmuwan. Spesies ini menarik perhatian karena karakteristiknya setengah hewan setengah tumbuhan. Ilmuwan yang semula menganggap bahwa tak mungkin ada makhluk di antara hewan dan tumbuhan pun harus berpikir ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mesodinium chamaeleon &lt;/em&gt;sebenarnya adalah organisme sel tunggal. Karakteristik yang membuatnya bisa dikatakan hewan adalah adanya &lt;em&gt;cilia&lt;/em&gt;, organ sel yang digunakan untuk bergerak. Adanya organ memungkinkan spesies ini bergerak secara aktif mencari makan seperti layaknya hewan.&lt;br /&gt;Sementara itu, karakteristik yang membuatnya dikatakan tumbuhan ialah adanya simbiosis dengan alga.&lt;em&gt; Mesodinium chamaeleon&lt;/em&gt; "menelan" alga, membiarkannya tetap utuh dan berfotosintesis. &lt;em&gt;Mesodinium chamaeleon&lt;/em&gt; juga membawa alga bergerak dan mengubah penampakan dirinya seperti warna alga, yakni merah atau hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ojvin Mooestrap, peneliti dari Universitas Copenhagen, Denmark, yang menemukan spesies itu seperti dikutip &lt;em&gt;New Scientist&lt;/em&gt;, Jumat (13/1/2012), menyatakan, "Pembagian antara hewan dan tumbuhan benar-benar tidak ada." Mooestrap mengungkapkan, banyak organisme mungkin gabungan di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mesodinium chamaeleon&lt;/em&gt; ditemukan di Pantai Niva, Denmark. Spesimen lainnya juga ditemukan di lepas pantai Finlandia dan Rhode Island. Temuan organisme setengah tumbuhan cukup jarang. Selain &lt;em&gt;Mesodinium chamaeleon&lt;/em&gt;, organisme yang punya ciri hampir sama ialah &lt;em&gt;Mesodinium rubrum&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk simbiosis yang dilakukan &lt;em&gt;Mesodinium chamaeleon &lt;/em&gt;dengan menelan alga disebut endosimbiosis. Bentuk simbiosis ini ialah yang terpenting dalam evolusi. Dua miliar tahun lalu, organisme sel tunggal menelan bakteri dan memperbudaknya sebagai pabrik energi. Akibat proses ini, terciptalah mitokondria yang pada organisme multisel dikenal sebagai pabrik energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mesodinium chamaeleon&lt;/em&gt; mencerminkan bagaimana endosimbiosis berkembang. Penemuannya dipublikasikan di &lt;em&gt;Journal of Eukaryotic Microbiology&lt;/em&gt; baru-baru ini.                            &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8991884814422256686?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8991884814422256686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8991884814422256686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/manca-negara-denmark-makhluk-setengah.html' title='Manca Negara : Denmark : Makhluk Setengah Hewan Setengah Tumbuhan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2SNDtCGXTN8/TyNBbvIQv-I/AAAAAAAABpQ/wsF9bdoqBMQ/s72-c/ScreenHunter_02+Jan.+28+09.26.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7155316805005374902</id><published>2012-01-17T03:16:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T09:16:46.341+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Manokwari : Green Peace Siap Investigasi Kasus Kayu Log PT MAM</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;(www.bintangpapua.com, 16-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Manokwari &lt;/strong&gt;- Lembaga pemerhati lingkungan&amp;nbsp; internasional Green Peace mensinyalir ada praktek mafia kehutanan di balik kasus kayu log milik PT Mambaramo Alas Mandiri yang beberapa waktu lalu di tahan Bea Cukai Manokwari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Green Peace pun menilai ada hal yang aneh terkait keputusan membawa kembali kayu log dimaksud ke kabupaten Waropen, dengan alasan di Manokwari tidak ada tempat yang cukup luas untuk bisa dilakukan&amp;nbsp; penghitungan ulang kubikasi kayu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Green Peace akan datang ke Manokwari guna&amp;nbsp; melakukan investigasi lebih jauh terhadap kasus itu, termasuk menelusuri asal muasal kayu serta&amp;nbsp; proses hukum yang telah dilakukan aparat berwenang di Manokwari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Dalam waktu dekat kami akan turun ke lokasi (Manokwari), “ ungkap forest campaiger Green Peace and team leader Papua program, Richardten Charles Tawaru, dikonfirmasi via Ponsel, Jumat (13/1).&lt;br /&gt;Charles mempertanyakan keputusan instansi terkait membawa kembali tumpukan kayu log yang sudah berstatus barang bukti itu ke Waropen hanya demi kepentingan pengukuran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7155316805005374902?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7155316805005374902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7155316805005374902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/manokwari-green-peace-siap-investigasi.html' title='Manokwari : Green Peace Siap Investigasi Kasus Kayu Log PT MAM'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7845108268281068144</id><published>2012-01-16T09:30:00.000+09:00</published><updated>2012-01-18T09:36:46.653+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film dan Video'/><title type='text'>Video : Katak Bersuara Kucing</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/ZLPJIGJWfzA" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7845108268281068144?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7845108268281068144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7845108268281068144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/video-katak-bersuara-kucing.html' title='Video : Katak Bersuara Kucing'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/ZLPJIGJWfzA/default.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6275272003696230</id><published>2012-01-16T02:00:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T07:59:14.784+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Keerom : Pemkab Susun Kajian Lingkungan Hidup Strategis</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;(www.bintangpapua.com, 15-01-2012) &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;ARSO &lt;/strong&gt;- Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Keerom, Ir. Frans Tanga, mengatakan, untuk saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom melalui pihaknya sedang menyusun kajian lingkungan hidup strategis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak lain merupakan perintah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Sehingga disini sudah kewajiban setiap pemerintah daerah di dalam membuat kajian terhadap penyelamatan lingkungan di wilayahnya masing-masing-masing,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Menurutnya, kajian itu sangat diperlukan sebagai patokan di dalam mengendalikan berbagai hal yang mengancam lingkungan alam beserta isinya, seperti penebangan liar, berbagai macam limba beracun, yang tentunya dampaknya merugikan makluk hidup dan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Sebagai contoh saja, apabila hutan ditebang sembarangan dan tidak ada reboisasi (penghijauan kembali) terhadap lahan kritis, maka itu berbuntut pada bahaya banjir dan bahaya pemanasan global semakin terbuka lebar.“Contoh lainnya, misalnya limba beracun tidak dikendalikan, efeknya kehidupan ekosistem makluk menjadi terancam,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Bupati,Jumat (13/1).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, didalam upaya penyelamatan lingkungan, pemerintah hanya berfungsi melakukan pengendalian dan pengawasan saja, sementara yang lebih berperan utama adalah masyarakat sendiri.&lt;br /&gt; Misalnya, masyarakat jangan melakukan penebangan pohon secara sembarangan, tidak membuang limbah hasil produksi rumah tangga dan produksi industri di sembarangan tempat, karena itu menimbulkan pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; “Untuk tahun anggaran (TA) 2012 ini, kami melaksanakan program kegiatan yang sama, yakni, pengawasan dan pengendalian serta lingkungan hidup,” tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Menyoal lahan-lahan kritis di wilayah Keerom, kata Frans Tanga, bahwa memang sejauh ini ada lahan-lahan kritis di wilayah Keerom, namun wilayah mana saja yang terjadi lahan kristis, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Khusus persoalan reboisasi lahan kritis, tentunya pihaknya memprogramkan kesana, tetapi apabila lahan kritis itu berada pada areal kawasan hutan, maka itu bukan tanggungjawab pihaknya melainkan tanggungjawab pihak kehutanan, karena pihaknya yang bertanggungjawab dalam lahan kritis yang berada pada wilayah yang bukan kategori hutan.&lt;em&gt;&lt;strong&gt; (rhy/don/lo2) &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6275272003696230?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6275272003696230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6275272003696230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/keerom-pemkab-susun-kajian-lingkungan.html' title='Keerom : Pemkab Susun Kajian Lingkungan Hidup Strategis'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1668003349844164785</id><published>2012-01-15T03:52:00.000+09:00</published><updated>2012-01-18T08:58:53.246+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><title type='text'>Bondol Jayawijaya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vIkhjJszEYc/TxX8sXP6obI/AAAAAAAABng/liEybxCS-1k/s1600/2012-01-14+Bondol+Jayawijaya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://4.bp.blogspot.com/-vIkhjJszEYc/TxX8sXP6obI/AAAAAAAABng/liEybxCS-1k/s400/2012-01-14+Bondol+Jayawijaya.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(sumb&lt;/b&gt;e&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;r : www.kutilang.or.id, 14-01-2012) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Snow Mountain Munia&amp;nbsp; (&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Western Alpine Mannikin)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Lonchura montana &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;(Junge, 1939)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Deskripsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kecil (11 cm.). Mahkota dan muka hitam, dada bungalan dan kedua sisi tubuh berpalang.&lt;br /&gt;Mirip dengan Bondol dada-coklat dan Bondol dada-hitam, ciri khas yang  membedakan adalah warna bungalan pada bagian dada. Selain itu persebaran  tempat hidup juga menjadi ciri pembeda ketiga jenis Bondol (pipit) yang  sangat mirip ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Persebaran dan ras&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hanya diketahui hidup di Pegunungan Jayawijaya, di barat Ngarai Baliem, Pulau papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Tempat hidup dan Kebiasaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hidup dalam kawanan kecil di daerah padang rumput berlumut di dataran  tinggi Pegunungan Jayawijaya pada rentang ketinggian antara 2100 – 4100  mdpl., meski lebih mudah dijumpai pada ketinggian di atas 3000 mdpl.  Bersarang pada rerumputan di tepi daerah perairan dan memakan biji gulma  di daerah padang rumput.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Status&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (&lt;b&gt;LC&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;Perdagangan Internasional: –&lt;br /&gt;Perlindungan:&lt;b&gt; &lt;/b&gt;–&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Galeri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ibc.lynxeds.com/photo/snow-mountain-mannikin-lonchura-montana/three-adults-fern-leaves" target="_blank"&gt;Internet Bird Collection&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1668003349844164785?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1668003349844164785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1668003349844164785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/bondol-jayawijaya.html' title='Bondol Jayawijaya'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vIkhjJszEYc/TxX8sXP6obI/AAAAAAAABng/liEybxCS-1k/s72-c/2012-01-14+Bondol+Jayawijaya.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5661782056071424158</id><published>2012-01-15T01:00:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T07:55:16.693+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Keerom : Kakao di Keerom Mulai Diserang Hama, Juga Ditemukan Virus yang Belum Diketahui Namanya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;(www.bintangpapua.com, 14-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;ARSO- &lt;/strong&gt;Kepala Dinas Perkabunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom, Ir.Joko Susilo mengatakan, Perkebunan Kakao&amp;nbsp; milik petani&amp;nbsp; mulai diserang Hama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti Kakao petani di Daerah Distrik Skanto dan Arso dan juga pihaknya telah menemukan semacam Virus yang menyerang mulai dari daun kakao, lalu menyerang&amp;nbsp; batang,&amp;nbsp; kemudian sampai ke akarnya.&lt;br /&gt;“ Terkait dengan adanya kakao terserang hama, kami bekerja sama dengan para penyuluh melakukan pengecekan di lapangan dan setelah dilakukan pengecekan,&amp;nbsp; maka selanjuknya dilaporkan ke Bupati,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (13/1).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia mengatakan, Kakao juga sudah terkena semacam Virus, hanya saja&amp;nbsp; saat ini nama virusnya belum diketahui namanya yang pasti. Dengan adanya hama penyakit yang telah ditemukan,maka pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Kabupaten Jayapura dan Kota&amp;nbsp; Jayapura sebagai penghasil kakao untuk melakukan penaganan hama dan penyakit secara bersama-sama lintas kabupaten,&amp;nbsp; karena hama penyakit bersifat penyerangannya cepat berkembang. Karena itu&amp;nbsp; apabila dalam suatu daerah memberantas hama dan daerah tetangga tidak melakukan,&amp;nbsp; maka hama tetap akan menyebar dimana-mana,&amp;nbsp; sehingga perlu&amp;nbsp; adanya kordinasi penanggulangan hama penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga telah melaporkan ke Dinas Perkebunan Provinsi Papua tentang adanya gangguan hama penyakit di Kabupaten Keerom.&amp;nbsp; “Inilah upaya yang dilakukan dinas Perkebunan Kabupaten Keerom untuk mencegah hama penyakit di Kabupaten Keerom,”tandasnya. (rhy/don/lo2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5661782056071424158?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5661782056071424158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5661782056071424158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/keerom-kakao-di-keerom-mulai-diserang.html' title='Keerom : Kakao di Keerom Mulai Diserang Hama, Juga Ditemukan Virus yang Belum Diketahui Namanya'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1678025948285757861</id><published>2012-01-14T15:23:00.000+09:00</published><updated>2012-01-18T08:48:16.736+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Merauke : Keragaman Hayati TN Wasur</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JAd_nt2GulM/TxYHg2NO_XI/AAAAAAAABn8/1lXd_HeNeoY/s1600/tnwasur-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://3.bp.blogspot.com/-JAd_nt2GulM/TxYHg2NO_XI/AAAAAAAABn8/1lXd_HeNeoY/s400/tnwasur-4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(http://www.btnwasur.blogspot.com) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taman Nasional Wasur mempunyai  keunikan dan peran yang sangat strategis. Keunikan kawasan ini adalah  adanya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang cukup tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tipe Ekosistem :Terdapat 6 (enam) tipe ekosistem di kawasan Taman Nasional Wasur yaitu :&lt;br /&gt;a. Ekosistem Rawa Berair Payau Musiman, terdapat di daerah Rawa Taram, Rawa Kitar-kitar hingga daerah Waam dan Samleber.&lt;br /&gt;b. Ekosistem Rawa Berair Tawar Permanen, terdapat di daerah Danau Rawa Biru, Ukra, Maar dan Kankania.&lt;br /&gt;c. Ekosistem Pesisir Berair Tawar, terdapat di  &lt;span class="fullpost"&gt;  daerah Mbo, Okilur, Rawa Pilmul dan Rawa Badek.&lt;br /&gt;d. Ekosistem Daratan Berair Tawar, terdapat di sepanjang jalan Trans Irian.&lt;br /&gt;e. Ekosistem Pesisir Berair Payau - Asin, terdapat di daerah sekitar pemukiman sektor pantai kecuali Kampung Kondo.&lt;br /&gt;f. Ekosistem Daratan Berair Payau, terdapat di Kampung Wasur, Rawa Ndalir dan Kampung Sota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flora  : secara umum jenis vegetasi di dalam kawasan TN Wasur dikelompokkan  dalam 10 (sepuluh) kelas hutan yaitu Hutan Dominan Melaleuca sp, Hutan  Co-Dominan Melaleuca sp - Eucalyptus sp, Hutan Jarang, Hutan Pantai,  Hutan Musim, Hutan Pinggir Sungai, Hutan Bakau, Sabana, Padang Rumput  dan Padang Rumput Rawa. Adapun vegetasinya didominasi oleh Melaleuca sp,  Asteromyrtus symphiocarpa, Eucalyptus sp, Acacia sp, Alstonia  actinopilla, Dilenia alata, Baksia dentata, Graminae sp, Pandannus sp,  Cycas sp, Amorphopalus sp, Anggrek dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauna : Keanekaragaman jenis fauna di Kawasan TN Wasur terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Mamalia&lt;br /&gt;Berdasarkan  hasil survey yang dilakukan terdapat 34 spesies dari 80 spesies mamalia  yang terdidentifikasi. Mamalia besar di kawasan TN Wasur adalah  kangguru lapang (Macropus agilis), Kangguru hutan/biasa (Darcopsis  veterum) dan Kangguru Tanah (Thylogale brunii). Disamping itu terdapat  mamalia lain yaitu musang hutan (Dasyurus spartacus), Kuskus berbintik  (Spilocuscus Petaurus breviceps) dikenal masyarakat setempat sebagai  tupai dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Aves (Burung)&lt;br /&gt;TN Wasur memiliki  keanekaragaman burung yang telah tercatat 403 species dengan 74 species  diantaranya endemik Papua dan diperkirakan terdapat 114 species yang  dilindungi. Jenis-jenis burung tersebut antara lain : Garuda Papua  (Aquila gurneyei), Cenderawasih (Paradisea apoda novaguineae), Kakatua  (Cacatua sp), Mambruk (Crown pigeons), Kasuari (Cassowary), Elang  (Circus sp.), Alap-alap (Accipiter sp.) dan lain-lain. Disamping itu  lahan basah yang dimiliki TN Wasur merupakan tempat yang sangat penting  bagi burung migran dari Australia dan New Zealand seperti : Bagau  abu-abu/Ndarau (Cranes Trans-fly), Pelikan, Ibis (Stra-necked, Glossy  dan White), Boha (Magpie geese), Burung Pantai (Plovers, Australian  Pratincole) dan Paruh sendok (Royal spoonbills).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pisces (Ikan)&lt;br /&gt;Kawasan  TN Wasur merupakan lahan basah yang luas, dimana banyak kehidupan  aquatik yang menjadi komponen penting bagi keanekaragaman hayati dalam  kawasan. Teradapat 39 jenis ikan dari 72 jenis yang ada, yang 32 jenis  diantaranya terdapat di Rawa Biru dan 7 jenis terdapat di Sungai Maro  seperti Scleropages jardinii, Cochlefelis, Doiichthys, Nedystoma,  Tetranesodon, Iriatherina dan Kiunga dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Reptil dan Ampfibi&lt;br /&gt;Hasil  survey terdapat 26 jenis reptil yaitu 2 jenis buaya (Crocodylus porosus  dan Crocodylus novaguineae), 3 jenis biawak (Varanus sp.), 4 jenis  kura-kura, 5 jenis kadal (Mabouya sp.), 8 jenis ular (Condoidae, Liasis,  Pyton) dan 1 jenis bunglon (Calotus jutatas) dan 3 jenis katak; katak  pohon (Hylla crueelea), katak pohon irian (Litoria infrafrenata) dan  katak hijau (Rona macrodon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Insekta (Serangga)&lt;br /&gt;Yang  tercatat di TN Wasur terdapat 48 jenis, diantaranya : Rayap  (Tumulitermis sp. dan Protocapritermis sp.), Kupu-kupu (Ornithoptera  priamus), semut (Formicidae, Nytalidae, Pieridae) dan lain-lain. Selain  jenis fauna asli, di dalam kawasan TN Wasur juga terdapat jenis-jenis  fauna eksotik seperti : rusa (Cervus timorensis), Sapi (Bos sp.) serta  bermacam-macam spesies ikan seperti :betik (Anabas testudineus), gabus  (Crassis auratus), Mujair (Orechromis mossambica) dan Tawes (Cyprinus  carpio).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1678025948285757861?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1678025948285757861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1678025948285757861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/merauke-keragaman-hayati-tn-wasur.html' title='Merauke : Keragaman Hayati TN Wasur'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JAd_nt2GulM/TxYHg2NO_XI/AAAAAAAABn8/1lXd_HeNeoY/s72-c/tnwasur-4.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-9054411633971937647</id><published>2012-01-14T14:17:00.000+09:00</published><updated>2012-01-13T07:49:32.161+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><title type='text'>Spesies : Kangguru Pohon, Dendrolagus Inustus  Dan Dendrolagus Pulcherrimus</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7MkRGAE_d7U/Tw9d-GEH_iI/AAAAAAAABmM/LYud2NbuAbY/s1600/kangguru+pohon+inustus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="291" src="http://4.bp.blogspot.com/-7MkRGAE_d7U/Tw9d-GEH_iI/AAAAAAAABmM/LYud2NbuAbY/s400/kangguru+pohon+inustus.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dendrolagus inustus, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Foto : www.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ons&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;i&gt;rvation.org)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(IKP, 13-01-2012)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kanguru pohon merupakan salah satu hewan mamalia yang telah dikenal oleh masyarakat Papua. Hewan ini dilindungi oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan SK Menteri Pertanian nomor 247/Kpts/ Um/4/1975. Ada empat jenis kanguru pohon yang tergolong endemik di Papua yaitu: Dendrolagus ursinus, &lt;i&gt;Dendrolagus inustus, Dendrolagus dorianus&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Dendrolagus goodfelowi&lt;/i&gt; (Petocz, 1994). Menurut Menzies (1991) dan Flannery (1995) hanya dua jenis yang dapat ditemui di kawasan Kepala Burung (Daerah Vogelkop, Papua Barat) yaitu &lt;i&gt;D. inustus&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;D. ursinus&lt;/i&gt;. Menurut masyarakat setempat nama lokal kanguru pohon cenderawasih adalah “semai” atau “unijo” (bahasa Hattam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tambahan Redaksi IKP : empat jenis kanguru pohon yang tergolong endemik di Papua men&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;apat tambahan satu jenis lagi spesies langka yaitu &lt;span class="caption"&gt;Jenis Kangguru &lt;i&gt;Dendrolagus pulcherrimus&lt;/i&gt;, Kangguru Emas Mantel Pohon yang merupakan spesies baru yang ditemukan di Pegunungan Foja, Mamberamo tahun 2005 silam oleh tim &lt;/span&gt;d&lt;span class="caption"&gt;ari &lt;/span&gt;c&lt;span class="caption"&gt;ons&lt;/span&gt;e&lt;span class="caption"&gt;rvation Int&lt;/span&gt;e&lt;span class="caption"&gt;rnational In&lt;/span&gt;d&lt;span class="caption"&gt;on&lt;/span&gt;e&lt;span class="caption"&gt;sia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jdsNnHc6d_k/Tw9haZb20GI/AAAAAAAABmU/bky_TQgvntE/s1600/Dpulcherrimus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-jdsNnHc6d_k/Tw9haZb20GI/AAAAAAAABmU/bky_TQgvntE/s400/Dpulcherrimus.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;i&gt;Dendrolagus pulcherrimus, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Foto : www.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ons&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;i&gt;rvation.org)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-9054411633971937647?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9054411633971937647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9054411633971937647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/spesies-kangguru-pohon-inustus.html' title='Spesies : Kangguru Pohon, Dendrolagus Inustus  Dan Dendrolagus Pulcherrimus'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7MkRGAE_d7U/Tw9d-GEH_iI/AAAAAAAABmM/LYud2NbuAbY/s72-c/kangguru+pohon+inustus.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6020393557528936897</id><published>2012-01-13T15:20:00.000+09:00</published><updated>2012-01-12T22:44:16.945+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Papua Niugini : Katak "Ting-ting" Vertebrata Paling Mungil</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-m1rK-x55vk4/Tw7fdY0K-fI/AAAAAAAABl8/B7TuDYwE2z4/s1600/2012-01-12+si+katak+ting-ting%252C+Paedophryne+dekot%252C+berukuran+hanya+7%252C7+mm+dan+dinobatkan+sebagai+vertebrata+terkecil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://2.bp.blogspot.com/-m1rK-x55vk4/Tw7fdY0K-fI/AAAAAAAABl8/B7TuDYwE2z4/s400/2012-01-12+si+katak+ting-ting%252C+Paedophryne+dekot%252C+berukuran+hanya+7%252C7+mm+dan+dinobatkan+sebagai+vertebrata+terkecil.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;(www.kompas.com, 12-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PAPUA NIUGINI, KOMPAS.com&lt;/b&gt; — Christopher Austin dari  Museum of Natural Science di Lousiana State University dan mahasiswanya,  Eric Rittmeyer, menemukan katak kecil yang sekaligus dinobatkan sebagai  vertebrata (hewan bertulang belakang) paling mungil. Katak itu kemudian  disebut &lt;i&gt;Paedophryne dekot&lt;/i&gt;—dekot berarti "amat kecil" dalam bahasa setempat, Daga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak  itu sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 2009 di hutan Papua Niugini,  tetapi peneliti baru memublikasikannya tahun ini. Ukuran katak itu  hanya 7,7 mm, mengalahkan vertebrata terkecil sebelumnya, ikan &lt;i&gt;Paedocypris progenetica &lt;/i&gt;dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Austin  mendeteksi adanya satwa ini saat mendengarkan nyanyian unik di malam  hari berbunyi "ting-ting". Saat dicari, ternyata nyanyian unik itu  berasal dari katak yang ditemukan. Pengambilan katak cukup sulit. Austin  harus mencoba lima kali sampai akhirnya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Austin, dikutip &lt;i&gt;Livescience&lt;/i&gt;,  Rabu (11/1/2012), menuturkan, "Kami belum mengetahui apa yang mereka  makan, kami juga hanya tahu sedikit tentang ekologinya. Mereka mungkin  memakan invertebrata sangat kecil di daun kering, seperti tungau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genus &lt;i&gt;Paedophryne &lt;/i&gt;memang dikenal sebagai genus katak dengan anggota katak-katak mungil. Katak lain dalam genus ini adalah &lt;i&gt;Paedophryne swiftorum&lt;/i&gt; yang ditemukan tahun lalu. Penemuannya juga dipublikasikan di jurnal &lt;i&gt;PLoS ONE&lt;/i&gt;, Rabu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Austin, katak mungil sebenarnya hal yang umum, menunjukkan bagaimana  evolusi bekerja. "Ini bukan keanehan. Ini sebenarnya fenomena yang cukup  umum yang kita jumpai pada golongan katak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak-katak mini  biasanya berukuran tak lebih dari 13 mm. Mereka mendiami habitat lembab  dan tersembunyi di dasar hutan. Habitat itu memberi kelembaban yang  dibutuhkan oleh umumnya jenis katak.                              &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="left"&gt;&lt;div class="left pt_5 c_abu01_kompas2011 font13"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;LiveScience&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6020393557528936897?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6020393557528936897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6020393557528936897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/manca-negara-papua-niugini-katak-ting.html' title='Manca Negara : Papua Niugini : Katak &quot;Ting-ting&quot; Vertebrata Paling Mungil'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-m1rK-x55vk4/Tw7fdY0K-fI/AAAAAAAABl8/B7TuDYwE2z4/s72-c/2012-01-12+si+katak+ting-ting%252C+Paedophryne+dekot%252C+berukuran+hanya+7%252C7+mm+dan+dinobatkan+sebagai+vertebrata+terkecil.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3860607144071117186</id><published>2012-01-13T02:15:00.000+09:00</published><updated>2012-01-13T00:36:13.090+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Riset Minum Red Wine Sehat Ternyata Palsu</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lPNDmRlxPCI/Tw750X4iDsI/AAAAAAAABmE/kE9EpQLNJQA/s1600/ScreenHunter_04+Jan.+13+00.15.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="259" src="http://1.bp.blogspot.com/-lPNDmRlxPCI/Tw750X4iDsI/AAAAAAAABmE/kE9EpQLNJQA/s320/ScreenHunter_04+Jan.+13+00.15.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(www.detiknews.com, 12-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Connecticut &lt;/b&gt; -                 Peneliti University of Connecticut yang menarik  perhatian dunia dengan temuannya bahwa meminum red wine (anggur merah)  mempanjang usia, ternyata banyak memalsukan data dalam risetnya. Adalah  University of Connecticut sendiri yang membongkar bahwa penelitian  mengenai manfaat red wine itu palsu dan mengumumkannya di situsweb  resminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebuah investigasi atas penyelewengan riset ilmiah  telah mendorong University of Connecticut Health Center untuk mengirim  surat pemberitahuan kepada 11 jurnal ilmiah yang telah mempublikasikan  hasil penelitian anggota fakultas Dipak Das K, Ph.D, seorang profesor  pada Departemen Bedah dan Direktur Pusat Penelitian Kardiovaskular."  Begitu bunyi pengumuman itu yang dipublikasikan pada Rabu waktu setempat  atau Kamis (12/1/2012) WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memiliki tanggung jawab untuk  memperbaiki catatan ilmiah dan menginformasikan rekan peneliti di  seluruh negera," kata Philip Austin, Wakil Presiden sementara untuk  urusan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investigasi itu dipicu oleh tuduhan anonim  mengenai penyelewengan penelitian pada tahun 2008. Laporan komprehensif,  yang totalnya mencapai sekitar 60.000 halaman, menyimpulkan bahwa Das  bersalah atas 145 jumlah fabrikasi dan pemalsuan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  hasil dari investigasi, University of Connecticut Health Center telah  membekukan semua penelitian yang didanai eksternal di laboratorium Das  dan menolak untuk menerima dana USD 890.000 dalam bentuk hibah federal  yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemecatan, sesuai dengan  peraturan Universitas, saat ini sedang berlangsung. University of  Connecticut Health Center bekerjasama intens dengan Kantor Integritas  Riset (ORI) Amerika Serikat selama investigasi internal. Sesuai  protokol, University of Connecticut Health Center telah mengirimkan  laporan lengkap ke ORI, yang kini melakukan penyelidikan independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara  kami sangat kecewa atas pelanggaran menyolok terhadap Kode Etik  Universitas. Kami senang sistem pengawasan di tempat telah efektif dan  bekerja sebagaimana dimaksud," kata Austin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Austin,  pihaknya bersyukur bahwa seseorang memilih untuk melakukan hal yang  tepat dengan mengingatkan pihak berwenang. Temuan kami merupakan hasil  dari investigasi mendalam bahwa, dengan sifatnya, diperlukan waktu yang  cukup waktu untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut Austin, penyalahgunaan  dalam satu laboratorium tidak mencerminkan kinerja keseluruhan dari  lembaga penelitian biomedis University of Connecticut Health Center,  yang terus mengejar kemajuan dalam perawatan dan penyembuhan dengan  integritas tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menuntut kepatuhan penuh dengan semua standar penelitian dan kebijakan oleh fakultas dan staf kami," tegas Austin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Das  telah menyedot perhatian dalam beberapa tahun terakhir atas temuannya  mengenai manfaat resveratol yang ditemukan dalam red wine. Dia telah  dipekerjakan oleh University of Connecticut Health Center sejak 1984,  dan dianugerahi kedudukan tetap pada 1993.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; (es/vit)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3860607144071117186?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3860607144071117186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3860607144071117186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/manca-negara-riset-minum-red-wine-sehat.html' title='Manca Negara : Riset Minum Red Wine Sehat Ternyata Palsu'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lPNDmRlxPCI/Tw750X4iDsI/AAAAAAAABmE/kE9EpQLNJQA/s72-c/ScreenHunter_04+Jan.+13+00.15.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5475183627787809234</id><published>2012-01-13T02:00:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T08:04:34.948+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemberdayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Keerom : Senggi Miliki Prospek Pengembangan Ternak Yang Menjanjikan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;(www.bintangpapua.com, 12-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;ARSO—&lt;/strong&gt;Investor asing mulai melirik wilayah Keerom untuk menanamkan investasinya, baik itu pada bidang pertanian, perkebunan, kehuatan, dan peternakan. Dan pada Selasa (10/1), Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE,MM, langsung mengantarkan investor dari Jerman yang merupakan kali keduanya ke Distrik Senggi untuk melihat langsung lokasi yang akan menjadi wilayah untuk menanamkan sahamnya, khususnya pada bidang pengembangan ternak sapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE,MM, mengatakan, kedatangan investor asing itu untuk melihat kondisi alam dan geografis Senggi, apakah cocok untuk investasi pengembangan ternak sapi ataukah tidak, dan ternyata sangatlah cocok untuk ternak sapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; “Kedatangan investor ini merupakan kali keduanya, dan kedua kalinya ini mengirim tenaga ahlinya, untuk melihat keadaan tanah atau topografi secara keseluruhan wilayah Senggi,” ungkapnya saat ditemui disela-sela pertemuan dengan mnasyarakat adat Senggi di Balai Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kampung Senggi, Selasa, (10/1).Bupati menjelaskan, kelak nantinya akan ada sekitar 20 ribu ternak Sapi yang dibudidayakan di wilayah Senggi dan pasti mengalami peningkatan, apalagi direncanakan didirikan pabrik daging di Senggi. Tentunya ini sebuah hal yang menjanjikan bagi masyarakat di wilayah itu, karena selain di rekrut dalam kegiatan investor itu (menjadi tenaga kerja), yang berdampak pada peningkatan ekonominya. Namun kedepan Keerom akan menjadi daerah yang mensuplai kebutuhan daging sapi baik secara skala nasional maupun internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kata Bupati,&amp;nbsp; soal infrastruktur jalan dan permasalahan keamanan, itu tanggungjawab pemerintah daerah untuk menyediakannya, sedangkan masalah keamanan, dijamin wilayah Keerom secara keseluruhan aman, sehingga segala investasi dipastikan tidak mengalami gangguan. Apalagi khusus masyarakat Senggi adalah masyarakat yang mencintai kedamaian,”ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya dalam setiap gerakan pembangunan, prinsipnya pemerintah itu sangat membutuhkan investor, karena kenyataannya anggaran pemerintah tidaklah cukup untuk membiayai segala kegiatan pembangunan, yang dalam hal ini persoalan yang dialami oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana itu, dirinya telah mengeluarkan kebijakan bahwa, apabila investor mau menanamkan modalnya di Keerom, sebaiknya investor bertemu dengan pemerintah distrik dan instansi teknis yang kaitannya dengan bidang usahanya itu, untuk dilihat wilayah mana yang cocok untuk melaksanakan kegiatan usahanya itu, yang tidak bertentangan dengan tata ruang wilayah yang ada, karena semua tata ruang wajib digunakan sesuai dengan fungsi dan ketentuan yang sudah diatur.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya, sebelum dirinya menandatangani persetujuan untuk menanamkan investasi itu, hendaknya antara investor dan masyarakat adat pemilik hak ulayat menyelesaikan apa yang menjadi hak masyarakat, seperti pemberian kompensasi dan keterlibatan masyarakat didalam perusahaan itu seperti apa, apakah berupa pemegang modal berupa tanah dan sebagainya, supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian harinya. Jika semua proses selesai, barulah bertemu dengan bupati,”jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dengan cara seperti itu, jelas masyarakat yang punya lahan itu tahu bahwa ini ada keinginan investor untuk masuk di lahan ini untuk berinvestasi. Dan sudah pasti suku-suku yang memiliki dapat diketahui dengan jelas, karena hal ini seringkali menyebabkan masalah didalam pemberian kompensasi bagi pemilik tanah adat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; “Dalam penanam modal investasi, tanah adat tidak boleh dibeli, melainkan menggunakan sistem kontrak. Misalnya, kontrak 30 tahun, maka apa yang bisa dibayarkan pengusaha sebagai rekonsisi/kompensasi atas pengusahaan lahan itu, tapi selebihinya masyarakat adat dilibatkan sebagai pemilik modal meski berupa lahan itu,” jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Apabila masa kontrak sudah berakhir (30 tahun), lahan itu dikembalikan lagi kepada rakyat, namun jika investor mau memperpanjang usaha dan kontraknya, maka silakan berembuk lagi dengan masyarakat pemilik tanah adat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Kondisi ini, selama ini masyarakat tidak mengerti, sehingga masyarakat selalu dirugikan. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Investor harus menghitung bahwa aset masyarakat adat adalah sumber daya alam (SDA),” pungkasnya. (rhy/roy/lo2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5475183627787809234?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5475183627787809234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5475183627787809234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/keerom-senggi-miliki-prospek.html' title='Keerom : Senggi Miliki Prospek Pengembangan Ternak Yang Menjanjikan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-9057794806247790356</id><published>2012-01-13T00:30:00.000+09:00</published><updated>2012-01-20T08:07:32.855+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerusakan Lingkungan'/><title type='text'>Keerom : Banjir di Keerom Jadi Perhatian Serius</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;(www.bintangpapua.com, 12-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;ARSO—&lt;/strong&gt;Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Keerom pada Desember 2011 lalu, nampaknya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom. Bahkan, demi menindaklanjuti instruksi Bupati Keerom, Yusuf Wally,SE,MM, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Keerom, Farel Simamora menindaklanjuti instruksi Bupati dengan mengambil berbagai langkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya mengusulkan program ke Pemerintah Pusat, agar dapat membantu Pemerintah Kabupaten Keerom di dalam penanggulangan bencana banjir di Keerom, dengan program pembuatan waduk pada tiga sumber sungai utama yang selalu terjadi luapan banjir, seperti Sungai Ubiyau, Sungai Jaifuri dan Sungai Tami.&lt;br /&gt; Dengan dibuatkan waduk buatan, setidaknya disaat terjadi hujan deras, waduk-waduk itu dapat menampung luapan air hujan pada ketiga sungai itu. Yang diharapkan, tidak lagi terjadi banjir di rumah warga dan merusak lahan pertanian warga.“Ya kami tetap melakukan upaya-upaya untuk mengatasi persoalan banjir di Keerom, supaya lahan pertanian dan rumah warga tidak tergenang banjir lagi,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Bupati Keerom,senin Kemarin (9/1).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Ia mengharapkan, adanya perhatian Pemerintah Pusat dalam membantu Pemkab Keerom, demi menyelamtkan kehidupan masyarakat Keerom. Sebab jika banjir terjadi, jelas membuat aktivitas masyarakat terganggu, dan juga menghambat kegiatan pembangunan yang dilaksanakan demi memberdayakan dan memandirikan kehidupan masyarakat di segala aspek kehidupan,”ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; Terkait dengan itu, dirinya juga mengharapkan grand desain penanggulangan bencana alam secepatnya diselesaikan, guna dapat diketahui wilayah mana saja yang perlu dilakukan penanganan serius, karena menjadi areal yang rawan terhadap banjir, namun untuk sementara diketahui, wilayah yang rawan banjir adalah Distrik Arso, Distrik Arso Timur dan Distrik Skanto. Tapi disini, di Arso 7, Distrik Arso Timur yang paling parah banjirnya, karena setiap kali hujan deras, pasti terjadi banjir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt; “Penyebab banjir adalah selain disebabkan wilayah Keerom curah hujan yang cukup tinggi, tapi juga persoalan lainnya, seperti wilayah Keerom umumnya merupakan daerah rawah, tapi juga daratan wilayah Keerom sangat rendah dari permukaan air laut,” jelas Farel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan,&amp;nbsp; Kondisi ini menyebabkan ketika turun hujan, air hujan tidak optimal terbuang ke air laut melalui sungai-sungai yang ada,melainkan air (baik air laut dan air tawar) terbawa kembali ke daratan, dan ditambah dengan keadaan Keerom yang tanah berawah, akhirnya menyebabkan luapan air hujan selain dari sungai, tapi juga dari dalam tanah yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya banjir tersebut, termasuk luapan air dari dalam saluran-saluran air yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Saya mengharapkan peran aktif masyarakat untuk turut menanggulangi bahaya banjir itu, minimal tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dan penebangan pohon di sembarangan tempat, terutama di daerah-daerah yang di larang dan di lindungi,” tegasnya. (rhy/roy/lo2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-9057794806247790356?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9057794806247790356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9057794806247790356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/keerom-banjir-di-keerom-jadi-perhatian.html' title='Keerom : Banjir di Keerom Jadi Perhatian Serius'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6646268967992981203</id><published>2012-01-11T20:12:00.000+09:00</published><updated>2012-01-14T20:21:29.589+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Swasta Harus Ikut Serta Selamatkan Orangutan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-H731dpwdXGc/TxFkHdnKhYI/AAAAAAAABmc/hO243MSjGmA/s1600/2012-01-11+Orangutan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://2.bp.blogspot.com/-H731dpwdXGc/TxFkHdnKhYI/AAAAAAAABmc/hO243MSjGmA/s320/2012-01-11+Orangutan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;(www.kompas.com, 11-01-2011)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Sektor swasta seperti industri  harus terlibat dalam upaya penyelamatan orangutan. Tantangan  penyelamatan orangutan tinggi berkaitan dengan minimnya hutan dan  besarnya biaya rehabilitasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikian diungkapkan Profesor Dr Ir  Bungaran Saragih, Chairman Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF),  dalam Indonesia Endangered Species Forum yang diselenggarakan pada  Selasa (10/1/2012) di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Kita harus mengakui bahwa banyak  kerusakan hutan terjadi akibat aktivitas bisnis. Jadi, kalangan bisnis  juga harus ikut bertanggung jawab," kata Bungaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelestarian  orangutan tergantung pada bagaimana manusia menjaga dan merehabilitasi  hutan. Degradasi dan fragmentasi hutan seperti yang terjadi saat ini  sangat berpengaruh pada&lt;em&gt; survival &lt;/em&gt;orangutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program  rehabilitasi orangutan terus berlangsung hingga saat ini. Pemerintah  memiliki target untuk melepaskan orangutan yang telah direhabilitasi ke  habitat aslinya pada tahun 2015.   Namun, target tersebut menyisakan  masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Tidak ada hutan yang cukup memenuhi standar untuk melepaskan orangutan," cetus Bungaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara  itu, jumlah orangutan yang perlu direhabilitasi yang makin bertambah  juga menjadi masalah tersendiri. Tak sedikit biaya yang dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Butuh 3.500 dollar AS per orangutan per tahun untuk merehabilitasi," ungkap Bungaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Corporate social responsibilty&lt;/em&gt;  (CSR) menjadi salah satu pilar pertanggungjawaban pihak swasta. Namun,  perlu ditegaskan bahwa CSR harus benar-benar bertujuan penyelamatan,  bukan sekadar pencitraan.                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6646268967992981203?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6646268967992981203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6646268967992981203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/nasional-swasta-harus-ikut-serta.html' title='Nasional : Swasta Harus Ikut Serta Selamatkan Orangutan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-H731dpwdXGc/TxFkHdnKhYI/AAAAAAAABmc/hO243MSjGmA/s72-c/2012-01-11+Orangutan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8218314226024572974</id><published>2012-01-10T23:57:00.000+09:00</published><updated>2012-01-13T00:00:35.770+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Bulog Merauke Targetkan Pembelian Sampai 35.000 Ton</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(www.cenderawasihpos.com ,10-12-2012)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;MERAUKE- Bulog Sub Devri Merauke akan melakukan pembelian secara  besar-besaran dari petani untuk musim panen rendangan 2011/2012 yang  diperkirakan panenan tersebut akan berlangsung mulai April mendatang dan  masa panen gadu 2012 mendatang. Tentang rencana itu diungkapkan Kepala  Bulog Su Devri Merauke, Mansur Siri kepada wartawan di temui di ruang  kerjanya, Senin (9/1).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rencana pembelian beras yang cukup besar dari petani tersebut, lanjut  Mansur Siri, karena diprediksi hasil panenan petani akan meningkat  berkaitan dengan luas tanam pada musim tanam tahun ini jauh lebih banyak  dibanding tahun lalu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Mansur Siri, dengan target pengadaan pembelian&amp;nbsp; sampai  35.000 ton tersebut, pihaknya bisa memberikan konstribusi ke Bulog Sub  Devri lainnya di Papua melalui pengiriman beras dari Merauke. Karena&amp;nbsp;  tahun 2012 ini, beras Bulog Merauke tersebut selain memenuhi kebutuhan  di Merauke, juga untuk 3 kabupaten pemekaran di Selatan Papua, yakni  Boven Digoel, Mappi dan Asmat termasuk Kabupaten Yahukimo&amp;nbsp; dilayani dari  Merauke.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘’Pengadaan yang kita lakukan setiap tahunnya selain untuk memenuhi  kebutuhan PNS dan TNI-Polri, juga untuk penyaluran Raskin,’’ katanya.&amp;nbsp;  Pembelian beras di musim rendangan dan gadu 2012 tersebut jauh lebih  tinggi dibanding target pembelian 2011 lalu dimana target pembelian  hanya 15.000 dengan realisasi 15.700 ton. Mansur Siri mengaku bangga  karena pembelian beras oleh Bulog di Merauke sama dengan daerah-daerah  lainnya di Indonesia&amp;nbsp; yang produksi berasnya lebih tinggi. (ulo/nan) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8218314226024572974?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8218314226024572974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8218314226024572974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/bulog-merauke-targetkan-pembelian.html' title='Bulog Merauke Targetkan Pembelian Sampai 35.000 Ton'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5100837231849518679</id><published>2012-01-07T00:01:00.000+09:00</published><updated>2012-01-14T20:10:03.763+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Kebun Kelapa Sawit Ekspansi ke Hutan Konservasi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;(www.kompas.com, 06-01-2012)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;PONTIANAK, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Balai Konservasi dan Sumber  Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, mencurigai salah satu perusahaan  perkebunan sawit melakukan perluasan perkebunan sawit di kawasan hutan  Taman Wisata Gunung Melintang atau hutan konservasi di Kecamatan  Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penemuan masuknya perluasan  sawit oleh pihak perkebunan swasta berinisial X, secara tidak sengaja  kami lakukan ketika melakukan pemantauan titik api di tahun 2011," kata  Kepala BKSDA Kalbar Djohan Utama Perbatasari di Pontianak, Kamis  (5/1/2012).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, pada saat pihaknya melakukan  pemantauan titik api menggunakan helikopter sehingga terlihatlah  perluasan perkebunan sawit oleh perkebunan X itu masuk di kawasan hutan  konservasi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dilihat dalam peta sudah jelas perluasan  perkebunan sawit itu masuk di kawasan hutan Taman Wisata Gunung  Melintang di Sajingan Besar, tetapi dalam beberapa hari lagi kami akan  turun ke lapangan guna memastikan kebenarannya," kata Djohan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala BKSDA Kalbar, perkebunan sawit X itu memiliki izin  perluasan sawit sekitar 7.000 hektare dan sudah masuk ke kawasan hutan  lindung tersebut sekitar 100 hekatre.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kepala  Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Unggung  Cahyono perintahkan setiap kepolisian resor memetakan masalah dan  kerawanan dampak perluasan perkebunan sawit di propinsi itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah instruksikan pada para kepala Polres untuk melakukan  pemetaan masalah terkait banyaknya polemik yang muncul antara pihak  perkebunan sawit dengan masyarakat setempat," katanya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data  Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar, mencatat sejak tahun  2008 hingga 2011 tercatat sekitar 280 konflik antara masyarakat yang  berusaha mempertahankan tanahnya agar tidak digarap oleh pihak investor  dibidang pengembangan perkebunan sawit di propinsi itu. Sementara,  sepanjang 2011 saja sudah terjadi 60 konflik antara masyarakat dan pihak  perkebunan sawit di Kalbar.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Divisi Riset dan Kampanye  Walhi Kalbar Hendrikus Adam menyatakan, pengembang perkebunan sawit di  Kalbar sudah jelas termasuk pelanggar hak asasi manusia (HAM) berat  karena dengan segala upaya termasuk menggunakan kekerasan terhadap  masyarakat yang berusaha mempertahankan haknya, berupa tanah agar tidak  dirampas.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5100837231849518679?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5100837231849518679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5100837231849518679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/nasional-kebun-kelapa-sawit-ekspansi-ke.html' title='Nasional : Kebun Kelapa Sawit Ekspansi ke Hutan Konservasi'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-883538562888501470</id><published>2012-01-06T10:23:00.000+09:00</published><updated>2012-01-18T10:27:07.826+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Skotlandia : Ikan tanpa wajah dan otak ditemukan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;i&gt;(www.antaranews.com, 05-01-2012) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Jakarta (ANTARA  News) - Sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa&amp;nbsp; ada seekor ikan  tanpa wajah dan otak ditemukan untuk pertama kalinya di Skotlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesies ini dapat dianggap sebagai&amp;nbsp; perwakilan modern dari binatang pertama yang mengalami evolusi&amp;nbsp; tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Skotlandia memuji temuan itu. WWF Skotlandia mengatakan  temuan itu memberi arti pentingnya&amp;nbsp; perlindungan yang lebih baik atas  lingkungan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi yang melakukan penelusuran itu antara  lain&amp;nbsp; Scottish Natural Heritage dan Edinburgh's Heriot-Watt  University,melakukan pengambilan gambar dan video bawah laut dan  menggunakan akustik dan gambar 3D untuk penelitian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar pantai barat, kerang kipas ditemukan. yang tumbuh hingga  48 cm panjangnya, kerang itu merupakan kerang laut terbesar yang ada di  Skotlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tankerness wilayah Orkney, pemerintah mengatakan bahwa seekor ikan amphioxus prasejarah tanpa wajah dan otak ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jaringan syaraf berada di belakang punggungnya, ikan itu tampak tidak memiliki wajah dan otak.&lt;br /&gt;.(yud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-883538562888501470?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/883538562888501470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/883538562888501470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2012/01/manca-negara-skotlandia-ikan-tanpa.html' title='Manca Negara : Skotlandia : Ikan tanpa wajah dan otak ditemukan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8151347792282489468</id><published>2011-04-05T09:37:00.001+09:00</published><updated>2011-04-05T09:41:37.171+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Spesies Kuda Laut Mini Ditemukan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal; font-family: verdana;"&gt;(www.kompas.&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;com, 20-02-2011)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OgchunQRLvo/TZpklZ6yVeI/AAAAAAAABlw/jeHwbqqkW3g/s1600/2011-02-19%2BKua%2Blaut%2Bmini.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OgchunQRLvo/TZpklZ6yVeI/AAAAAAAABlw/jeHwbqqkW3g/s400/2011-02-19%2BKua%2Blaut%2Bmini.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591892481109284322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Spesies baru kuda laut mini     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Spesies baru kuda laut berhasil  ditemukan. Kuda laut ini unik sebab berukuran hanya beberapa milimeter.  Selain itu,  spesies baru ini juga tidak memiliki struktur sirip di  bagian dorsal atau punggung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Spesies baru kuda laut ini dinamai &lt;em&gt;Hippocampus paradoxus&lt;/em&gt;.  Keberadaannya baru disadari setelah spesimen kuncinya disimpan lebih  dari satu dasawarsa di South Australian Museum di Adelaide.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ralph  Foster, manajer koleksi di museum tersebut, mengatakan, "Spesies ini  diketahui dari sebuah spesimen yang telah berada di museum sejak 1995.  Saya menemukannya di rak pada 2006 dan menyadari ada yang tidak biasa."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foster  kemudian menganalisis dengan menggunakan CT Scan untuk mendapatkan  citra tiga dimensi rangka hewan itu. Cara ini biasa digunakan ilmuwan  untuk menentukan karakteristik taksonomi penting berdasarkan sistem  rangkanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah menganalisis, Foster menentukan bahwa spesimen  tersebut memang spesies baru kuda laut. Spesies ini unik sebab berukuran  mini, hanya beberapa milimeter, serta tidak memiliki sirip dorsal atau  punggung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Penelitian membedakan dengan jelas spesimen dari semua  spesies kuda laut yang ada," kata Foster. Karena itu, spesies ini  dinamai &lt;em&gt;paradoxus &lt;/em&gt;sebab ciri-cirinya aneh dan kontradiktif dengan spesies-spesies lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Spesies  ini mungkin tidak pernah atau setidaknya jarang ditemukan sebelumnya,"  tutur Foster. Hal itu mungkin berkaitan dengan habitat spesies yang  terpencil ataupun minimnya survei.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kedalaman tempat spesimen ini ditemukan termasuk zona Mesophotic. Zona tersebut biasanya di luar jangkauan &lt;em&gt;scuba diver&lt;/em&gt;, yang biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui kemungkinan adanya spesies baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Dugaan  saya, kemungkinan spesies ini umum pada habitat pilihannya. Namun,  dibutuhkan syarat-syarat sangat spesifik untuk membuatnya terdistribusi  merata, kecuali Anda menemukan habitat tepat," ucap Foster.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat  ini telah ditemukan 230.000 jenis kehidupan laut, termasuk kuda laut.  Jumlah tersebut diperkirakan hanya 30 persen jumlah sebenarnya. Ilmuwan  menduga banyak spesies akan punah sebelum ditemukan sebab banyak laut  telah dirusak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Kuda laut adalah hewan yang sangat sensitif  terhadap polusi dan kerusakan habitat. Bisa jadi jenis yang baru  diidentifikasi sudah punah dari alam liar," kata Chris Brown dari  Weymouth Sea Life Park.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" class="left pt_5 c_abu01_kompas2011 font13"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber :&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.dailymail.co.uk/" target="_blank"&gt;dailymail.co.uk&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8151347792282489468?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8151347792282489468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8151347792282489468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2011/04/spesies-kuda-laut-mini-ditemukan.html' title='Spesies Kuda Laut Mini Ditemukan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OgchunQRLvo/TZpklZ6yVeI/AAAAAAAABlw/jeHwbqqkW3g/s72-c/2011-02-19%2BKua%2Blaut%2Bmini.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-222820102815550020</id><published>2011-04-05T09:13:00.000+09:00</published><updated>2011-04-05T09:25:08.564+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Nasional : Ditemukan, Dua Spesies Baru Ular Berbisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-size:85%;" &gt;(www.kompas.com, 04-04-2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-YHmw1dyWN1M/TZpgv469WgI/AAAAAAAABlo/gPiAWybquuM/s1600/2011-04-04%2Bular%2Bbaru.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YHmw1dyWN1M/TZpgv469WgI/AAAAAAAABlo/gPiAWybquuM/s400/2011-04-04%2Bular%2Bbaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591888263183686146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ular pit viper bermata merah yang diyakini spesies jenis baru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita2011 pt_5"&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Para ilmuwan menemukan spesies baru ular berbisa dari keluarga &lt;em&gt;pit viper&lt;/em&gt; di  Asia Tenggara. Penemuan ini adalah hasil ekspedisi mengoleksi ular dari  beberapa negara, yakni Vietnam, Laos, Kamboja dan Thailand. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Salah satu spesiesnya dinamai &lt;em&gt;Cryptelytrops rubeus&lt;/em&gt;  karena warna matanya yang merah delima. Spesies ini memiliki habitat di  dekat kota Ho Chi Minh, dataran rendah di selatan Vietnam dan sebelah  timur dataran tinggi Langobian di Kamboja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sementara spesies lain adalah &lt;em&gt;Cryptelytrops cardamomensis&lt;/em&gt;  yang memiliki mata berwarna hijau. Spesies tersebut ditemukan di  pegunungan Cardamom dan berhabitat di wilayah tenggara Thailand dan  tenggara Kamboja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dua spesies itu diyakini jenis baru setelah  ilmuwan melakukan analisa genetik selama 12 tahun, melihat perbedaan  fisik dan persebaran geografis dari variasi ular berbisa yang sebelumnya  dikelompokkan dalam jenis ular berbisa mata besar (&lt;em&gt;Cryptelytrops macrops&lt;/em&gt;). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Anita Malhotra dari Bangor University, salah satu anggota tim yang  terlibat penelitian mengatakan, "Dua spesies itu memiliki perbedaan  dalam komponen genetik mitokondria dan inti dan secara geografis  terpisah, ada di pegunungan yang berbeda."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Malhotra mengatakan bahwa spesimen ular &lt;em&gt;Cryptelytrops rubeus&lt;/em&gt;,  terutama  sangat sedikit dan hanya beberapa orang saja yang pernah  melihat spesies tersebut. "Kami hanya punya sangat sedikit informasi  sejujurnya," tandas Malhotra. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Malhotra mengatakan, bahwa ada  kemungkinan spesies tersebut ini terancam punah. Hasil penelitian  Malhotra dan timnya dipublikasikan di jurnal Zootaxa yang terbit 4  Februari 2011 lalu.&lt;strong&gt;Sumber :&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://national%20geographic,%20mongabay/" target="_blank"&gt;National Geographic, Mongabay&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-222820102815550020?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/222820102815550020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/222820102815550020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2011/04/nasional-ditemukan-dua-spesies-baru.html' title='Nasional : Ditemukan, Dua Spesies Baru Ular Berbisa'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YHmw1dyWN1M/TZpgv469WgI/AAAAAAAABlo/gPiAWybquuM/s72-c/2011-04-04%2Bular%2Bbaru.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5900841882932837501</id><published>2011-04-05T00:55:00.000+09:00</published><updated>2011-04-05T09:04:40.201+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Dua Spesies Baru Ikan Pari dari Amazon</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(www.kompas.com, 04-04-2011)&lt;/span&gt;&lt;p  style=" font-style: italic;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-007Dx359po4/TZpcAl4R_FI/AAAAAAAABlY/SNQb7p-e1M8/s1600/2011-04-04%2Bikan-pari.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-007Dx359po4/TZpcAl4R_FI/AAAAAAAABlY/SNQb7p-e1M8/s400/2011-04-04%2Bikan-pari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591883052571819090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Para biolog berhasil menemukan dua  spesies ikan pari air tawar baru dari hutan Amazon. Kedua pari tersebut  secara informal disebut sebagai pari panekuk karena penampakannya yang  mirip panekuk berukuran raksasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kedua spesies tersebut berukuran cukup besar, dinamai &lt;em&gt;Heliotrygon gomesi&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Heliotrygon rosai&lt;/em&gt;. Spesimen &lt;em&gt;Heliotrygon gomesi&lt;/em&gt; ditemukan di wilayah hutan hujan tropis dekat Iquitos, Peru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Famili  ikan jenis tersebut, terdiri dari ikan pari air tawar di wilayah tropis  yang disebut New World, memang dikenal berukuran cukup besar. Ikan pari  air tawar bisa mencapai ukuran diameter 1,5 meter saat dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penemuan itu dipublikasikan di jurnal &lt;em&gt;Zootaxa &lt;/em&gt;edisi  24 Februari 2011. Peneliti sangat terkesan dengan hasil penelitian  tersebut. Penemuan ini membuktikan bahwa hutan Amazon belum sepenuhnya  tereksplorasi dan terdokumentasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nathan Lovejoy dari Universitas  Toronto mengatakan, "Hal terpenting yang diberitahukan penelitian ini  adalah masih adanya ikan-ikan besar lain di Amazon yang belum ditemukan  dan dideskripsikan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain unik karena bentuknya yang mirip  panekuk, ikan pari ini juga berbeda karena ukurannya yang relatif besar,  memiliki celah pada bagian perutnya, dan struktur seperti duri di  ekornya.         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5900841882932837501?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5900841882932837501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5900841882932837501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2011/04/dua-spesies-baru-ikan-pari-dari-amazon.html' title='Dua Spesies Baru Ikan Pari dari Amazon'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-007Dx359po4/TZpcAl4R_FI/AAAAAAAABlY/SNQb7p-e1M8/s72-c/2011-04-04%2Bikan-pari.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1750142111115711967</id><published>2011-01-02T11:14:00.000+09:00</published><updated>2011-04-05T10:24:41.353+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Spesies Hiu Baru di Penghujung 2010</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;(www.kompas&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;.com, 01-01-2011)&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-esVuU2PRdjs/TZpuXwvpJwI/AAAAAAAABl4/5KxxHbsjXxc/s1600/2011-01-01+hiu+baru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://2.bp.blogspot.com/-esVuU2PRdjs/TZpuXwvpJwI/AAAAAAAABl4/5KxxHbsjXxc/s400/2011-01-01+hiu+baru.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Menurut laporan koran nasional India, The Hindu, spesies ini merupakan  salah satu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;dari 19 spesies hiu bergetah yang terdapat di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Menjelang tutup tahun 2010, para ilmuwan menemukan spesies Hiu baru di Samudera Hindia. Spesies hiu yang dinamakan &lt;em&gt;Mustelus manglorensis &lt;/em&gt;ini&lt;em&gt; &lt;/em&gt;ditemukan di kedalaman 500 meter di perairan barat India.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Spesies  hiu tersebut diidentifikasi sebagai hiu bergetah. Menurut laporan koran  nasional India, The Hindu, spesies ini merupakan salah satu dari 19  spesies hiu bergetah yang terdapat di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Spesies hiu tersebut  ditemukan dalam rangkaian ekspedisi Samudera Hindia oleh tim peneliti  dari Cochin University of Science and Technology. Selama 10 tahun  ekspedisi, penelitian dilakukan di 220 lokasi peraian yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selain hiu, penelitian ini juga mengungkapkan, bahwa perairan India sangat kaya variasi jenis &lt;em&gt;angler fish&lt;/em&gt;.  Golongan ikan yang ditemukan ini bisa menjebak mangsa dengan rahangnya,  dibantu dengan tonjolan panjang yang menggantung di atas kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Spesies  yang telah terdentifikasi selama ekspedisi 10 tahun belakangan memiliki  ciri-ciri unik. Ada yang memiliki kulit transparan, perut yang bisa  mengembang, serta ada pula yang memiliki mata kecil.  Temuan ini  dilaporkan situs Our Amazing Planet pada 30 November 2010 lalu.         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;                          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;         &lt;div class="left pt_5 c_abu01_kompas2011 font13" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber :&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.ouramazingplanet.com/" target="_blank"&gt;www.ouramazingplanet.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1750142111115711967?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1750142111115711967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1750142111115711967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2011/01/spesies-hiu-baru-di-penghujung-2010.html' title='Spesies Hiu Baru di Penghujung 2010'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-esVuU2PRdjs/TZpuXwvpJwI/AAAAAAAABl4/5KxxHbsjXxc/s72-c/2011-01-01+hiu+baru.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4156024740927990686</id><published>2010-11-14T15:00:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T16:03:00.136+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Merauke : Masyarakat Demo Tolak MIFFE</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-JPd3IT1I/AAAAAAAABkY/YkR713m3Wfo/s1600/10-11-13%2BMasyarakat%2Btolak%2Bmifee.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 365px; height: 291px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-JPd3IT1I/AAAAAAAABkY/YkR713m3Wfo/s400/10-11-13%2BMasyarakat%2Btolak%2Bmifee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539296965495902034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 13-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;MERAUKE [PAPOS]- Kurang  lebih 20-an orang warga asli Papua, melakukan aksi demonstrasi di  sepanjang jalan. Aksi yang dilakukan semata-mata menolak kehadiran  program MIFFE yang telah dicanangkan pemerintah pusat untuk dibuka lahan  pertanian&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dijadikan sebagai program Lumbung Pangan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Dari pantauan Papua Pos,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jumat  (12/11), aksi demo dimulai di depan Tugu Pepera, Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Merauke.       Selanjutnya, mereka bergerak menuju Jalan Raya Mandala hingga berakhir  di Jalan Brawijaya. Mereka memilih untuk tidak menyampaikan aspirasi di  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun pemerintah setempat.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tetapi hanya berorasi di jalanan agar didengar oleh semua orang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Koordinator demonstrasi,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Staniuslaus  Gebze mengungkapkan, meskipun yang turun di jalan hanya 20-an orang,  namun tujuan yang dilakukan sangat jelas. Dimana mendesak kepada  pemerintah pusat maupun kabupaten, agar tidak menjalankan program MIFFE.  Pasalnya, jika sampai dijalankan, akan terjadi pembabatan hutan secara  besar-besaran dan habitat yang dilindungi dan atau dijaga selama ini,  akan punah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Juga bakal terjadi abrasi besar-besaran. Sehingga, masyarakat menolak dengan tegas program tersebut masuk di Kabupaten Merauke. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Selama  ini, kata Stanislaus, masyarakat sendiri tidak mengetahui dan memahami  secara baik apa itu MIFFE. Sehingga, alangkah baiknya tidak perlu  beraktivitas di Merauke. “Kami punya tanah sendiri dan tidak  menginginkan agar semua yang telah dijaga dan dirawat dari tahun ke  tahun, dibabat habis hanya untuk kepentingan orang tertentu,’’ tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Dia juga menambahkan,  program MIFFE sama sekali tidak akan memberikan kontribusi bagi  masyarakat pribumi. Justru kerugian besar yang akan diderita. Olehnya,  sebelum ada aktivitas, lebih baik perusahan-perusahan mengurungkan niat  datang melakukan aktivitas. Karena masyarakat menantang keras adanya  kegiatan tersebut. “Kami tidak akan mengijinkan siapapun melakukan  aktivitas di daerah ini,” tuturnya. [frans]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4156024740927990686?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4156024740927990686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4156024740927990686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/merauke-masyarakat-demo-tolak-miffe.html' title='Merauke : Masyarakat Demo Tolak MIFFE'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-JPd3IT1I/AAAAAAAABkY/YkR713m3Wfo/s72-c/10-11-13%2BMasyarakat%2Btolak%2Bmifee.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4089785426118256770</id><published>2010-11-14T12:55:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T15:56:39.406+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><title type='text'>Timika : Kejari Limpahkan Berkas Tersangka "Illegal Logging"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(www.papuapos.com, 13-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;TIMIKA [PAPOS]- Kejaksaan  Negeri Timika, melimpahkan berkas dua tersangka kasus dugaan pembalakan  liar (illegal logging) ke pengadilan negeri setempat untuk disidangkan.        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Kepala  Kejaksaan Negeri Timika, Arie Pawarto Yustinus, kepada ANTARA, Jumat,  mengatakan berkas kedua tersangka atas nama HEY dan MR telah dilimpahkan  ke Pengadilan Negeri Timika pada Selasa (9/11). Kedua tersangka yang  menjabat direktur dan karyawan PT Dia Diani Timber itu diduga melakukan  penyelundupan kayu tanpa izin di Jera, Distrik Mimika Barat Tengah,  Kabupaten Mimika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Kedua  tersangka dijerat dengan UU No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan saat  ini menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB  Timika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Pawarto  menjelaskan, kasus yang melibatkan tersangka HEY dan MR ditangani oleh  tim penyidik dari Mabes Polri."Berkas perkara kedua tersangka kami  terima dari Mabes Polri," jelas Pawarto.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut  dia, dugaan kerugian negara yang dilakukan kedua tersangka diperkirakan  mencapai miliaran rupiah."Kerugian negaranya besar. Uang hasil lelang  barang bukti saja sejumlah Rp5 miliar. Bahkan masih ada ratusan meter  kubik kayu yang belum dilelang tapi sudah disita oleh penyidik," kata  Pawarto.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Ketua  PN Timika, Sucipto SH, membenarkan telah menerima pelimpahan berkas  kedua tersangka dari Kejari Timika dan telah menunjuk majelis hakim yang  akan menyidangkan kasus tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Sesuai  rencana, katanya, persidangan perdana kasus itu akan digelar pada Jumat  (19/11) dengan majelis hakim terdiri dari terdiri dari Willem Marco  Erari SH, M Purba SH dan Hatija A Paduwi SH. Meski menjadi salah satu  kasus prioritas seperti halnya perkara korupsi, namun menurut Sucipto,  persidangan kasus "illegal logging" tersebut nantinya berlangsung normal  seperti perkara-perkara pidana lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;PT  Dia Diani Timber yang merupakan perusahaan tempat kerja kedua tersangka  merupakan salah satu perusahaan HPH yang beroperasi di Jera, Distrik  Mimika Barat Tengah. Perusahaan tersebut baru mendapat izin perpanjangan  usahanya selama 35 tahun dari Pemprov Papua dengan produksi kayu  gelondongan mencapai 65 ribu kubik dari target sebanyak 125 ribu  kubik.[bel/ant]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4089785426118256770?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4089785426118256770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4089785426118256770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/timika-kejari-limpahkan-berkas.html' title='Timika : Kejari Limpahkan Berkas Tersangka &quot;Illegal Logging&quot;'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1378076273167893323</id><published>2010-11-14T03:31:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T15:35:28.879+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Naional : Elang Bido Terakhir di Ngrangkah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-Clpp3rsI/AAAAAAAABkA/uHCveFoh9qo/s1600/10-11-13%2BElang%2BBido.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-Clpp3rsI/AAAAAAAABkA/uHCveFoh9qo/s400/10-11-13%2BElang%2BBido.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539289650037239490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: normal;"&gt;(www.kompas.com, 13-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;— Dua ekor elang bido di Dusun Ngrangkah,  Umbulharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (24/10/2010)—dua  hari sebelum letusan pertama Gunung Merapi—barang kali merupakan elang  bido terakhir yang diamati Lim Wen Sin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Letusan dahsyat Merapi itu dipastikan menghancurkan ribuan hektar  hutan dan kebun rakyat, yang juga habitat burung-burung di lereng  Merapi. Selain elang bido, vegetasi di sisi selatan Merapi juga rumah  bagi burung langka—elang jawa—  yang sebelum letusan berjumlah kurang  dari 10 ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dusun Ngrangkah merupakan salah satu dusun dengan  kerusakan terhebat. Beberapa warganya tewas pada letusan pertama. Dusun  itu merupakan tetangga Dusun Kinahrejo, dusun tempat tinggal juru kunci  Merapi, Mbah Maridjan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Bukan hanya burung jenis &lt;em&gt;raptor &lt;/em&gt;(pemangsa),  burung-burung lain dipastikan juga tersebar ke berbagai lokasi lain,  menjauh dari Merapi,” kata Lim, penggiat pengamatan burung pada Raptor  Club Indonesia. Selain tersebar, bukan tak mungkin sebagian di antaranya  mati, seperti laporan sesama pengamat burung yang melihat elang jawa  sekarat di sekitar Kaliurang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Burung seperti kepodang dan  srigunting yang memangsa keluarga serangga diperkirakan sangat  terdampak. Kalaupun banyak burung selamat, bisa dipastikan masa depan  puluhan jenis burung di lereng Merapi terancam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Letusan Merapi  yang membumihanguskan vegetasi dan ekosistem lerengnya berdampak  langsung pada ketersediaan aneka jenis pakan di alam. Kalaupun ada,  selain terbatas, kualitas pakan burung, seperti serangga, ular,  buah-buahan, atau tetumbuhan, dipastikan terkontaminasi abu vulkanik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebenarnya,  harapan banyak burung di lereng Merapi selamat masih ada. Sejumlah  laporan menyebutkan adanya kelompok burung yang bermigrasi lokal  beberapa hari sebelum Merapi meletus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahkan, satu hari setelah  letusan, sejumlah burung pemangsa lain teramati bergeser ke rerimbunan  pohon di Dusun Kepuharjo, di sisi selatan dan timur Kinahrejo.  Pasca-letusan kedua, Jumat (5/11/2010) dini hari, keberadaan  burung-burung yang bermigrasi lokal itu tak terpantau lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kawasan  lereng Merbabu dan Sindoro-Sumbing di Jawa Tengah diduga menjadi tujuan  migrasi lokal berikutnya. ”Itu akan terjadi selama ada koridor  penghubung berupa vegetasi,” kata Lim. Kalaupun berhasil tiba di tempat  baru, kompetisi pakan menjadi persoalan lanjutan. Di alam, siapa kuat  dia bertahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di dalam rantai makanan, elang jawa dan burung  pemangsa lain, seperti elang bido, merupakan predator puncak. Namun,  baik predator maupun mangsa tak ada perbedaan di ”mata” Merapi. Dan,  burung-burung pun dipaksa beterbangan entah ke mana. &lt;strong&gt;(GSA)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1378076273167893323?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1378076273167893323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1378076273167893323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/naional-elang-bido-terakhir-di.html' title='Naional : Elang Bido Terakhir di Ngrangkah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-Clpp3rsI/AAAAAAAABkA/uHCveFoh9qo/s72-c/10-11-13%2BElang%2BBido.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6951914082094133486</id><published>2010-11-12T15:41:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T15:47:55.502+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Kelelawar Langka Ditemukan di Sumatera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-FvonsCrI/AAAAAAAABkQ/MNgRWjSQADo/s1600/10-11-11%2BKelelawar%2Blangka%2Bsumatera.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 297px; height: 321px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-FvonsCrI/AAAAAAAABkQ/MNgRWjSQADo/s400/10-11-11%2BKelelawar%2Blangka%2Bsumatera.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539293120093227698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 11-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; — Ahli-ahli konservasi asal Inggris menemukan kelelawar langka di hutan Sumatera. Kelelawar yang ditemukan dikenal dengan nama &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;barong ridley &lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;Hipposideros ridleyi&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;), spesies yang tergolong terancam punah dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Spesies  kelelawar itu ditemukan di fragmen hutan yang luasnya hanya 300 hektar.  Fragmen tersebut dikelilingi perkebunan kelapa sawit yang dibuka di  area hutan dan diperluas sehingga merambah habitat yang penting bagi  kelangsungan hidup hewan langka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Peneliti mengatakan, penemuan  itu menunjukkan bahwa fragmen hutan sekecil apa pun tetap berharga untuk  dilestarikan. Para pengelola perkebunan kelapa sawit wajib  mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pelestarian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Fragmen  hutan tempat penemuan kelelawar tersebut adalah bagian dari hutan yang  dikelola oleh pemilik perkebunan kelapa sawit. Dalam rangka melestarikan  kehidupan liar, peneliti meminta para pemilik perkebunan untuk  mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pelestarian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lebih  lanjut, peneliti mengatakan bahwa jaringan fragmen-fragmen hutan mungkin  cocok untuk melestarikan spesies-spesies tertentu. "Komunitas ilmiah  mesti membantu komunitas bisnis sehingga kehidupan liar yang terancam  bisa tetap eksis di wilayah yang dikelola dalam jangka panjang," kata  Matthew Struebig dari Queen Mary, University of London, salah satu  anggota tim peneliti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pembahasan tentang isu konservasi dan  keterkaitannya dengan perkebunan kelapa sawit dilakukan pada Selasa  (8/11/2010) di Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sophie Persey dari Zoological Society of  London sekaligus Manajer Proyek Perkebunan Kelapa Sawit mengatakan,  "Perlindungan hutan selalu menjadi prioritas dalam konservasi. Namun,  jika program perluasan perkebunan kelapa sawit tetap dilakukan, maka  melindungi fragmen hutan dalam perkebunan kelapa sawit juga menjadi hal  yang penting untuk mempertahankan keanekaragaman hayati Indonesia."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6951914082094133486?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6951914082094133486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6951914082094133486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/nasional-kelelawar-langka-ditemukan-di.html' title='Nasional : Kelelawar Langka Ditemukan di Sumatera'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-FvonsCrI/AAAAAAAABkQ/MNgRWjSQADo/s72-c/10-11-11%2BKelelawar%2Blangka%2Bsumatera.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3602430856628460257</id><published>2010-11-12T03:35:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T15:40:50.688+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Vietnam : Spesies Kadal Aneh Ditemukan di Restoran</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-D9bIjVcI/AAAAAAAABkI/I7LYh12JK_k/s1600/10-11-11%2BSpesies%2BKadal%2BUnik.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-D9bIjVcI/AAAAAAAABkI/I7LYh12JK_k/s400/10-11-11%2BSpesies%2BKadal%2BUnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539291157967885762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(www.kompas.com, 11-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Menemukan spesies unik di hutan rimba mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana kalau spesies itu ditemukan di rumah makan?&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pasangan  ayah dan anak yang sama-sama peneliti reptil, Lee Grismer dan Jesse  Grismer, berhasil mengidentifikasi spesies kadal baru yang ditemukan di  sebuah rumah makan di Vietnam. Kadal itu berjenis kelamin perempuan dan  mampu berkembang biak secara aseksual alias bisa beranak tanpa kawin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama spesies kadal yang ditemukan adalah &lt;em&gt;Leiolepis ngovantrii&lt;/em&gt;.  Sebenarnya, ini bukan kali pertama spesies kadal tersebut dijumpai.  "Orang-orang Vietnam telah menjadikannya makanan sehari-hari. Rumah  makan juga telah menjadikannya salah satu menu masakan yang dijual,"  kata Lee yang menjadi ahli reptil di La Sierra University di Riverside,  California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dimulai ketika rekan Lee, Ngo Van Tri,  dari Vietnam Academy of Science and Technology, melihat spesies kadal  tersebut di rumah makan. Ia merasa ada kejanggalan pada kadal tersebut  karena semuanya memiliki warna yang sama. Ia kemudian memotretnya dan  mengrimkan fotonya kepada Lee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lee kemudian datang ke Ho Chi Min  City bersama Jesse. Setelah sempat kehabisan stok ketika mencarinya di  sebuah rumah makan, ayah dan anak ini akhirnya berhasil mengumpulkan  lebih kurang 70 kadal. Mereka mengidentifikasinya dan akhirnya menemukan  fakta bahwa semua spesies kadal itu berjenis kelamin betina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesies  kadal yang seluruhnya betina ini bereproduksi secara partenogenesis.  Dengan sistem reproduksi itu, kadal ini bisa melepaskan sel telurnya  yang sudah matang dan "menggabungkannya" dengan sel telur lain yang dia  produksi. Gabungan dari dua sel telur itulah yang membentuk individu  baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lee mengatakan, kadal yang dia temukan mungkin merupakan  hibrida dari garis maternal dan paternal dari dua spesies berbeda yang  saling terkait, sebuah fenomena yang biasa terjadi di zona transisi.  "Jadi, spesies yang ada di suatu daerah dan daerah lain dalam waktu  tertentu bertemu dan bereproduksi untuk membentuk hibrida," kata Lee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan tes DNA mitokondria kadal tersebut, Lee menemukan bahwa garis maternal dari kadal itu adalah spesies &lt;em&gt;Leiolepis guttata&lt;/em&gt;.  Sementara itu, garis paternalnya belum diketahui karena sulitnya  mengidentifikasi garis paternal dengan DNA mitokondria. Hasil studi ini  dipublikasikan di jurnal &lt;em&gt;Zootaxa&lt;/em&gt; tanggal 22 April 2010.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3602430856628460257?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3602430856628460257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3602430856628460257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/manca-negara-vietnam-spesies-kadal-aneh.html' title='Manca Negara : Vietnam : Spesies Kadal Aneh Ditemukan di Restoran'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-D9bIjVcI/AAAAAAAABkI/I7LYh12JK_k/s72-c/10-11-11%2BSpesies%2BKadal%2BUnik.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2346858408559073586</id><published>2010-11-08T16:12:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T16:20:24.983+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><title type='text'>Biak : Singa Laut Sepanjang 6 M, Ditemukan di Warsa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-MgL5yFlI/AAAAAAAABko/KCxy1hAQtXM/s1600/10-11-07%2BSinga%2Blaut%2B6%2Bmeter.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 468px; height: 351px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-MgL5yFlI/AAAAAAAABko/KCxy1hAQtXM/s400/10-11-07%2BSinga%2Blaut%2B6%2Bmeter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539300551267849810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.papuapos.com, 07-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;"  lang="EN-GB"&gt;BIAK [PAPOS] - Seekor  Singa Laut dengan panjang 6 meter, lebar 4 meter serta memiliki taring  sepanjang 2,6 meter ditemukan terdampar dan membusuk di pesisir pantai  kampung Karui Berik distrik Warsa, Kamis [28/11]. Pantai tersebut  berhadapan langsung dengan lautan Pasific dan dapat ditempuh dengan  menggunakan kendaraan bermotor sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota  Biak.      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  class="MsoNoSpacing" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Timo  Asyerem, seorang sekretaris kampung setempat yang mengaku pertama kali  melihat hewan raksasa itu, dari kejauhan mengira adalah seekor ikan hiu  yang tengah terdampar.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Namun sehari berikutnya, ketika  bangkai hewan tersebut semakin mendekat ke pinggir pantai, diketahui  bahwa hewan itu merupakan Singa laut dengan ukuran yang lumayan besar,  dan dalam keadaan membusuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNoSpacing" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menurut  penuturan warga setempat saat ditemui Papua Pos di kampung Karui Berik,  [5/11] kemarin, setelah Tiga hari bangkai Singa laut itu terdampar di  pinggir pantai, bau busuk semakin meruak hingga ke perkampungan warga.  Oleh sebab itu kata mereka, warga kampung setempat berupaya untuk  mendorong bangkai hewan tersebut ke tengah laut, dan ternyata berhasil  dibawa arus laut sejak Minggu [31/10].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNoSpacing" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sekretaris  kampung Karui Berik, Timo Asyerem mengakui, jika penemuan bangkai Singa  Laut tersebut, belum sempat ia sampaikan ke pihak terkait seperti dinas  Perikanan dan kelautan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNoSpacing" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sehingga ia juga tidak mengetahui secara pasti penyebab dari kematian hewan yang biasanya hidup secara berkelompok itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNoSpacing" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Masih  menurut penuturan Timo, sebelum warga mendorong bangkai Singa Laut  tersebut ke tengah laut, mereka pun melihat taring sepanjang 2,6 meter  itu telah patah, dan Timo pun akhirnya membawanya pulang ke kediamannya  di kampung tersebut. [gia]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2346858408559073586?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2346858408559073586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2346858408559073586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/biak-spacerpng-0-kb-singa-laut.html' title='Biak : Singa Laut Sepanjang 6 M, Ditemukan di Warsa'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-MgL5yFlI/AAAAAAAABko/KCxy1hAQtXM/s72-c/10-11-07%2BSinga%2Blaut%2B6%2Bmeter.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-9019061894895414050</id><published>2010-11-06T01:21:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T16:23:29.982+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Timika : DPR Minta Freeport Taati Ketentuan UU Minerba</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(www.papuapos.com, 5-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;Timika [PAPOS]- Ketua  Komisi VII DPR, Effendi MS Simbolon meminta PT Freeport Indonesia  menaati semua ketentuan yang diatur dalam UU No 4 tahun 2009 tentang  Mineral dan Batu Bara (Minerba).       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;"Kontrak  generasi ke lima soal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) kepada PT  Freeport belum disetujui sehingga dia harus tunduk kepada UU No 4 tahun  2009 tentang Minerba," kata Effendi Simbolon kepada wartawan di Timika,  Rabu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Ia  bersama sembilan anggota Komisi VII DPR lainnya pada Rabu pagi tiba di  Timika, ibu kota Kabupaten Mimika dalam rangka kunjungan kerja selama  tiga hari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Menurut  wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan itu, kunjungan kerja ke Mimika  dalam rangka menyerap, menggali dan melakukan kros cek dengan Pemkab  setempat, Pemprov Papua dan manajemen PT Freeport Indonesia mengenai  masalah izin pertambangan, pengelolaan lahan eksplorasi, persoalan  lingkungan, masalah kelistrikan, masalah bahan bakar dan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Setiba  di Timika, Komisi VII DPR bersama rombongan dari Kementerian Lingkungan  Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BP Migas,  Pertamina dan PLN Wilayah Sulmapa menggelar pertemuan dengan Bupati  Mimika, Klemen Tinal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Pada  Kamis (4/11), rombongan Komisi VII DPR akan meninjau lokasi pertambangan  emas, tembaga dan perak Freeport di Grassberg Tembagapura dan  selanjutnya akan meninjau areal pengendapan pasir sisa tambang (sirsat)  di Maurupauw MP 21. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Effendi dan rekan-rekannya juga menjadwalkan pertemuan dengan jajaran direksi PT Freeport Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;"Pertemuan  dengan Direktur Utama dan jajaran Direksi Freeport sangat penting  sekaligus untuk memberikan klarifikasi atas data yang kami miliki,"  tuturnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Ia  mengharapkan PT Freeport dapat memenuhi semua ketentuan yang diatur  dalam peraturan perundang-undangan baik menyangkut pengelolaan  lingkungan, termasuk besaran royalti dan iuran tetap tentang tarif atas  jenis penerimaan negara bukan pajak yakni 3,75 persen dari ketentuan  semula sebesar satu persen sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah  No 45 tahun 2003. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;Dengan  menaati berbagai aturan tersebut, kata Effendi, kegiatan operasional PT  Freeport tidak akan mengalami gangguan hingga selesainya masa kontrak  karya dengan Pemerintah Indonesia yang dijadwalkan berakhir sekitar  tahun 2040. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="EN-GB"&gt;PT  Freeport Indonesia merupakan perusahaan penanaman modal asing pertama  yang berinvestasi di Indonesia sejak ditandatangani kontrak karya  pertama tanggal 7 April 1967. Kontrak karya Freeport dengan Pemerintah  Indonesia diperbaharui (kontrak karya tahap II) pada tahun 1991 yang  ditandatangani oleh mendiang Presiden Soeharto.[ant/agi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-9019061894895414050?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9019061894895414050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9019061894895414050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/timika-dpr-minta-freeport-taati.html' title='Timika : DPR Minta Freeport Taati Ketentuan UU Minerba'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7090513284902101692</id><published>2010-11-06T01:05:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T18:09:42.873+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Amerika : Ular Ini Beranak Tanpa Kawin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-m8KVymSI/AAAAAAAABkw/GsCBPNbKbDM/s1600/10-11-05%2BUlar%2Bini%2Bberanak%2Btanpa%2Bkawin.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 455px; height: 255px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-m8KVymSI/AAAAAAAABkw/GsCBPNbKbDM/s400/10-11-05%2BUlar%2Bini%2Bberanak%2Btanpa%2Bkawin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539329619187112226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 5-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; - Reproduksi aseksual, yaitu reproduksi yang  terjadi tanpa disertai pembuahan sel telur oleh sperma, adalah hal yang  umum terjadi pada hewan tak bertulang belakang. Tapi, reproduksi cara  tersebut bisa sangat mengejutkan bila terjadi di kelompok hewan  bertulang belakang atau yang sering disebut vertebrata, walaupun bukan  berarti tidak ada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Baru-baru ini peneliti dikejutkan dengan  adanya spesies ular yang mampu bereproduksi secara aseksual lewat proses  yang disebut partenogenesis. Spesies tersebut adalah &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;Boa constrictor&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;,  atau biasa disebut boa, golongan ular tak berbisa yang memiliki badan  relatif besar dan biasa ditemukan di Karibia, Amerika Selatan dan  Amerika Tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Temuan itu dimulai ketika Warren Booth, ahli  Genetika Populasi dan Evolusi dari Virginia State University, menemukan  seekor boa yang melahirkan 22 anakan. Boa yang ditemukan di Boa Store  Tennesee ini melahirkan anakan yang seluruhnya betina dan  karakteristiknya sama dengan induknya, berwarna karamel.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah  melakukan tes DNA pada boa betina yang ditemukan dan pejantan yang ada  di tempat tersebut, Booth sangat yakin bahwa boa yang ditemukannya  bereproduksi secara partenogenesis. Pasalnya, tak mungkin anakan yang  dihasilkan memiliki karakter yang jarang itu jika tidak menuruni gen  dari kedua induknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Booth menemukan sesuatu yang unik pada  partenogenesis boa ini. "Partenogenesis ini dilakukan saat ada pejantan  di tempat itu," ujar Booth. Hal tersebut, menurut Booth, berbeda dengan  partenogenesis pada umumnya yang dilakukan ketika tak menemukan pasangan  kawin. Hingga kini, Booth belum menemukan alasan partenogenesis pada  ular tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keunikan yang lain adalah materi genetik yang  terdapat pada anakan. Pada ular, anakan jantan biasanya akan memiliki  kromoson ZZ dan anakan betina memiliki kromosom ZW. Namun, anakan boa  ini berbeda sebab kromosom anakannya adalah WW dan berjenis kelamin  jantan. "Ini mengejutkan. Selama ini, ilmuwan berpandangan bahwa anakan  dengan kromosom WW tidak akan berkembang," jelas Booth. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Booth  mengatakan, kemampuan boa dalam melakukan partenogenesis ini bisa  berdampak negatif. "Mereka kehilangan jumlah keanekaragaman genetik. Boa  itu akan cenderung secara fisik dan fisiologi yang berpengaruh pada  kemampuannya untuk &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;survive&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dan bereproduksi," terang Booth.  Perhatian pada cara bereproduksi ini, menurut Booth, sangat penting  dalam mengupayakan konservasi ular. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hasil penelitian Booth dipublikasikan di jurnal online &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;Biology Letters&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; pada tanggal 3 November 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7090513284902101692?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7090513284902101692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7090513284902101692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/manca-negara-amerika-ular-ini-beranak.html' title='Manca Negara : Amerika : Ular Ini Beranak Tanpa Kawin'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-m8KVymSI/AAAAAAAABkw/GsCBPNbKbDM/s72-c/10-11-05%2BUlar%2Bini%2Bberanak%2Btanpa%2Bkawin.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5298899761571010236</id><published>2010-11-05T13:50:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T14:53:21.347+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Kakatua Terancam Punah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;(www.kompas.com, 3-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;BOGOR, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; —  Burung kakatua di Indonesia yang tersebar di kawasan Wallacea terancam  punah pada berbagai tingkatan. Tiga dari tujuh jenis kakatua yang  endemik (hanya ada di Indonesia) adalah kakatua maluku (&lt;em&gt;Cacatua moluccensis&lt;/em&gt;), kakatua putih (&lt;em&gt;Cacatua alba&lt;/em&gt;), dan kakatua tanimbar (&lt;em&gt;Cacatua goffiniana&lt;/em&gt;). Sementara itu, kakatua-kecil jambul-kuning (&lt;em&gt;Cacatua sulphurea&lt;/em&gt;), yang juga terdapat di Timor Leste, memiliki status keterancaman tertinggi, yaitu kritis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demikian  siaran pers yang dikeluarkan Burung Indonesia, yang ditandatangani  Fahrul P Amama, Communication and Media Relations Burung Indonesia,  Senin (1/11/2010). Burung Indonesia atau Perhimpunan Pelestari Burung  Liar Indonesia adalah organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan Bird  Life Internasional (berkedudukan di Inggris) yang memfokuskan pekerjaan  pada pelestarian jenis-jenis burung yang terancam punah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam  siaran pers itu dipaparkan, Indonesia sebagai negara dengan kekayaan  hayati yang tinggi bertengger di peringkat pertama sebagai negara dengan  jumlah jenis burung terancam punah dan paling banyak akibat eksploitasi  berlebih. Berbagai jenis burung paruh bengkok tersebut diekspor ke luar  wilayah Indonesia untuk memenuhi kesenangan manusia. Catatan paling  awal pada abad ke-15, terjadi pengangkutan kakatua pertama ke Eropa  lewat perairan Nusantara yang kala itu disebut East Indies.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain  penangkapan dan perdagangan internasional yang tidak memerhatikan  keberlangsungan populasi untuk pulih, jenis-jenis kakatua dan paruh  bengkok lainnya di Indonesia masih harus menghadapi ancaman berupa  bukaan hutan untuk fungsi lain. Setiap tahunnya, pada periode 2006  hingga 2009, laju deforestasi hutan mencapai 31 juta hektar per tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketiga  jenis kakatua tersebut memang dapat pula dijumpai di hutan sekunder  atau hutan yang telah mengalami proses pembalakan. Bahkan, kakatua putih  dianggap cukup toleran dengan hutan modifikasi. Walau demikian,  ketiganya sangat membutuhkan tutupan hutan alam dengan tutupan tajuk  rapat, terutama ketersediaan pohon besar sebagai sarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;227 DPB&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bird  Life International selaku otoritas ilmiah Badan Konservasi Dunia (IUCN)  untuk semua jenis burung di dunia menilai, tiga dari tujuh jenis  kakatua di Indonesia menghadapi ancaman kepunahan. Ketiga jenis kakatua  tersebut menghadapai berbagai tekanan yang dapat melenyapkan populasi  mereka di alam bebas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk itu, sebagai organisasi konservasi  dengan jaringan kemitraan terbesar, Bird Life International  mengembangkan program konservasi berbasis standar dan kriteria yang  diterima dan dapat diaplikasikan secara global. Program konservasi ini  tidak hanya mengenali, mendokumentasikan, dan melindungi jaringan  kawasan-kawasan penting bagi burung, tetapi juga terhadap kekayaan  hayati lainnya. Program ini dikenal sebagai Important Bird Area (IBA)  atau Daerah Penting bagi Burung (DPB).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan 227 kawasan penting  bagi burung (di luar Pulau Papua), Indonesia memiliki DPB/IBA terbanyak  di Asia Tenggara, disusul Filippina (117 IBA) dan Vietnam (63 IBA).  Daerah penting bagi burung di Indonesia tersebar di Jawa dan Bali (53  DPB), Nusa Tenggara (43 DPB), Sumatera (40 DPB), Maluku (36 DPB),  Sulawesi (32 DPB), dan Kalimantan (23 DPB).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara umum, paruh  bengkok di Asia dan Amerika Latin saat ini juga menghadapi ancaman  serupa. Sejak pertengahan abad ke-17 hingga awal abad ke-19, terhitung  sembilan belas jenis paruh bengkok telah menghilang. Perburuan sebagai  pakan dan hewan peliharaan ditengarai sebagai penyebab utamanya. Faktor  lain penyebab kepunahan paruh bengkok adalah introduksi mamalia dan  hilangnya tutupan hutan alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kakatua adalah kelompok burung yang  mudah dikenali dari ciri fisiknya: paruh atas yang lebih membengkok dan  kuat serta tipe jari kaki &lt;em&gt;zygodactyl &lt;/em&gt;(dua jari ke depan dan dua  mengarah ke belakang). Berbeda dengan paruh bengkok lain, kelompok  kakatua memiliki jambul dan warna bulu dominan yang kurang beragam,  seperti putih, hitam, abu, dan kombinasinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara ilmiah, mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu &lt;em&gt;Cacatuinae &lt;/em&gt;(kakatua), &lt;em&gt;Calyptorhynchinae &lt;/em&gt;(kakatua hitam), dan &lt;em&gt;Nymphicinae &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;Cockatiel&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pusat  keragaman kakatua berada di kawasan tropis Australasia (Australia,  Papua, dan Wallacea). Dari 21 jenis kakatua di dunia, Indonesia memiliki  7 jenis. Tiga jenis di antaranya hanya terdapat di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5298899761571010236?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5298899761571010236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5298899761571010236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/nasional-kakatua-terancam-punah.html' title='Nasional : Kakatua Terancam Punah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7382012314011213936</id><published>2010-11-03T14:49:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T15:54:27.114+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Afrika : Nyamuk Pembawa Malaria Berevolusi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(www.kompas.com, 2-11-2010)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Dua galur nyamuk penyebar penyakit  malaria di Afrika berevolusi secara genetik hingga menjadi spesies baru  yang berbeda dengan sebelumnya. Hal itu diketahui dari penelitian  internasional yang dipimpin ilmuwan dari Imperial College London (ICL)  tentang galur M dan galur S pada nyamuk &lt;em&gt;Anopheles gambiae&lt;/em&gt; yang ada di Sub-Sahara Afrika.&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara  fisik, galur M dan S itu identik. Namun, secara genetik, keduanya  berbeda sehingga jenis nyamuknya pun seharusnya dibedakan. Perbedaan  genetik itu membuat upaya mengontrol populasi nyamuk &lt;em&gt;Anopheles gambiae&lt;/em&gt;  dipastikan hanya efektif untuk satu galur dan tidak efektif untuk galur  yang lain. Karena itu, jika akan dibuat insektisida untuk membasmi  nyamuk tersebut, insektisidanya harus efektif untuk kedua jenis galur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemimpin peneliti, George Christophides dari Divisi Sel dan Biologi Molekuler pada ICL, seperti dikutip &lt;em&gt;ScienceDaily&lt;/em&gt;,  Kamis (21/10/2010), menyebutkan, malaria adalah penyakit mematikan.  Satu dari lima kematian yang terjadi di Afrika disebabkan oleh malaria.  ”Cara yang tepat untuk membasmi malaria adalah dengan mengontrol  nyamuknya sebagai pembawa penyakit,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berdasarkan data  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 200 juta orang terserang malaria di  seluruh dunia, sebagian besar ada di Afrika. Malaria membunuh satu anak  setiap 30 detik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Peneliti lain dari ICL, Mara Lawniczak,  mengatakan, studi menunjukkan, evolusi nyamuk penyebar malaria jauh  lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya. Untuk itu,  pemantauan genetik tersembunyi pada nyamuk perlu dilakukan jika ingin  sukses dalam mengatasi malaria karena strategi menghadapi satu galur  nyamuk berbeda dengan strategi untuk menghadapi galur yang lain. &lt;strong&gt;(SCIENCEDAILY/MZW)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7382012314011213936?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7382012314011213936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7382012314011213936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/11/manca-negara-afrika-nyamuk-pembawa.html' title='Manca Negara : Afrika : Nyamuk Pembawa Malaria Berevolusi'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5330180798819509031</id><published>2010-10-29T15:08:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T16:12:26.011+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara :  Myanmar : Monyet Hidung Pesek dari Myanmar</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-LUSi5RNI/AAAAAAAABkg/eXTn0dg1ik8/s1600/10-10-28%2BMonyet%2Bhidung%2Bpesek.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 499px; height: 271px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-LUSi5RNI/AAAAAAAABkg/eXTn0dg1ik8/s400/10-10-28%2BMonyet%2Bhidung%2Bpesek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539299247380841682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(www.kompas.com, 28-10-2010)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Seekor monyet berhidung pesek jenis  baru ditemukan di bagian utara kawasan hutan Myanmar, kawasan hutan yang  terancam habitatnya oleh penebangan hutan liar dan proyek pembangunan  waduk yang akan dilakukan China. Spesies baru itu diberi nama &lt;em&gt;Rhinopithecus strykeri&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Monyet  yang ditemukan ini memiliki ekor yang panjang, warna tubuh yang hitam,  daun telinga putih, dan jenggot yang juga berwarna putih. Yang unik dari  monyet ini adalah kebiasaannya bersin saat hujan sebab selain hidungnya  yang pesek, lubang hidungnya pun menghadap ke atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thomas  Geissmen, salah satu peneliti yang berasal dari Universitas  Zurich-Irchel, menyatakan, "Ini adalah hal baru dalam ilmu pengetahuan.  Sangat tidak biasa menemukan monyet yang memiliki karakteristik lain  daripada yang lain di daerah seperti ini."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para ilmuwan  mengungkapkan, monyet-monyet itu memiliki ciri yang berbeda dengan  monyet berhidung pesek lain yang berada di China dan Vietnam. Mereka  memperkirakan, ada antara 260 dan 330 monyet berciri serupa yang hidup  di area hutan yang luasnya mencapai 27 km persegi itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Melihat  kondisi habitatnya, peneliti mengatakan bahwa monyet-monyet itu berada  dalam ancaman. "Ancaman perburuan akan meningkat dalam setahun ke depan  seiring rencana pembangunan dam dan pembabatan hutan yang terjadi,"  ungkap para ilmuwan itu di &lt;em&gt;American Journal of Primatology&lt;/em&gt; bulan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berkaitan  dengan kondisi habitatnya, Frank Momberg dari Flora Fauna International  yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan, "Masa depan dari si  monyet pesek ini tergantung pada China." Selama ini, monyet banyak  diburu untuk dimanfaatkan daging, bulu, dan organ tubuhnya untuk  dijadikan obat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peneliti mengungkapkan kemungkinan kerusakan  lingkungan yang bisa terjadi akibat pembangunan waduk. Selain merusak  ekosistem si monyet, pembangunan waduk yang disertai pembuatan jalan  baru dan penebangan dalam jumlah besar dapat berakibat pada erosi daerah  aliran sungai (DAS) sehingga akan mengurangi fungsi waduk itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Atas  dasar konsekuensi itu, peneliti meminta China melakukan analisis dampak  lingkungan terkait dengan pembangunan waduk itu. Tujuannya adalah  menyelamatkan monyet yang saat ini sudah dalam kondisi terancam punah  itu. Sebagai informasi, rencananya waduk akan dibuat di Sungai Irrawady,  Myanmar, oleh China Power Investment Corporation.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5330180798819509031?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5330180798819509031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5330180798819509031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/10/manca-negara-myanmar-monyet-hidung.html' title='Manca Negara :  Myanmar : Monyet Hidung Pesek dari Myanmar'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-LUSi5RNI/AAAAAAAABkg/eXTn0dg1ik8/s72-c/10-10-28%2BMonyet%2Bhidung%2Bpesek.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5199096878487014965</id><published>2010-10-28T16:27:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T17:29:41.179+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Merauke : Waspada, Tinggi Gelombang Di Perairan Merauke 3-5 Meter</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(www.papuapos.com, 28-10-2010)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;BIAK  [PAPOS] - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) kelas I Biak merilis,  tinggi gelombang laut di perairan sebelah Barat hingga Selatan Merauke  diperkirakan mencapai 3 hingga 5 Meter. Perkiraan tersebut berlaku sejak  tanggal 20 hingga 26 Oktober 2010 mendatang.      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Kepala  seksi data dan informasi BMKG kelas I Biak, Ibnu Sulistiono  menjelaskan, tinggi gelombang laut yang melebihi batas normal tersebut,  terjadi karena adanya angin kencang. Dimana, kecepatan angin di wilayah  tersebut diperkirakan mencapai 20 hingga 25 knot, yang bertiup dari arah  Barat daya menuju Timur laut Papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sementara  itu, Ibnu juga menjelaskan, tinggi gelombang laut di wilayah Pantai  Utara Papua diperkirakan masih dalam batas normal, yakni 0,5 hingga 2  Meter, terkecuali di bagian sebelah Selatan Papua, khususnya yang  berbatasan dengan sebelah Barat hingga Selatan merauke, tinggi gelombang  diperkirakan bisa mencapai 2 hingga 3,5 Meter. [gia] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5199096878487014965?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5199096878487014965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5199096878487014965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/10/merauke-waspada-tinggi-gelombang-di.html' title='Merauke : Waspada, Tinggi Gelombang Di Perairan Merauke 3-5 Meter'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8351896066443960685</id><published>2010-10-28T01:09:00.000+09:00</published><updated>2010-11-14T18:16:11.576+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Amazon : Inilah Makhluk-makhluk Aneh dari Amazon</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-oUBxqzKI/AAAAAAAABk4/Zv2d-AIY_SA/s1600/10-10-27%2BInilah%2Bmakhluk%2Banek%2Bdari%2Bamazon.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 527px; height: 291px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-oUBxqzKI/AAAAAAAABk4/Zv2d-AIY_SA/s400/10-10-27%2BInilah%2Bmakhluk%2Banek%2Bdari%2Bamazon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539331128716610722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 27-10-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Spesies yang istimewa dan spektakuler yang  sebelumnya tak diketahui keberadaannya ditemukan di hutan hujan tropis  Amazon dengan tingkat penemuan yang cukup tinggi, satu spesies setiap  tiga hari. Hal itu dilaporkan WWF pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  spesies seperti anaconda yang panjangnya sepanjang limusin, lele raksasa  yang bisa memakan monyet, laba-laba bertaring biru, dan katak beracun  adalah beberapa dari 1.220 spesies hewan dan tumbuhan yang ditemukan  dalam periode 1999 hingga 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penemuan terhebat  adalah ditemukannya anaconda yang panjangnya mencapai 4 meter di Pando,  Bolivia, pada tahun 2002. Itu adalah spesies anaconda pertama yang  teridentifikasi sejak tahun 1936 dan menjadi spesies keempat anaconda  yang teridentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada 55 jenis reptil lain yang ditemukan, termasuk anggota famili &lt;em&gt;Elapidae &lt;/em&gt;yang  meliputi ular-ular paling berbisa di dunia, yaitu kobra dan taipan. Ada  lagi temuan berupa 24 jenis katak berwarna, termasuk katak-katak  beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 257 jenis ikan yang ditemukan di sungai dan danau  di Amazon, sebagian besar adalah lele raksasa. Satu di antara lele itu  ditemukan di Venezuela dengan panjang mencapai 1,5 meter dan berat 32  kilogram. Umumnya, lele yang ditemukan menjadi makanan spesies lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  pernah pula ditemukan lele raksasa yang memakan monyet, terbukti dari  adanya bagian tubuh monyet yang terdapat di perut lele itu. Ada pula  lele yang ditemukan di Rondonia, Brasil, yang memiliki ukuran yang  sangat kecil, buta, dan berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula laba-laba yang  ditemukan dengan jumlahnya mencapai 500 spesies, termasuk laba-laba yang  memiliki badan coklat tapi memiliki struktur macam gigi taring yang  berwarna biru. Sementara untuk mamalia, ada lumba-lumba berwarna merah  jambu, tujuh macam monyet, dan dua macam landak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amazon sendiri  merupakan tempat 637 spesies tumbuhan baru ditemukan, seperti bunga  matahari, lili, dan berbagai macam nanas. Amazon adalah rumah bagi  40.000 spesies di mana 1.000 spesies bisa ditemukan di satu hektar hutan  hujan tropis di Ekuador dan 3.000 spesies bisa ditemukan di 24 hektar  hutan Kolombia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tentang adanya spesies itu dikeluarkan  di sela-sela pertemuan PBB yang diadakan di Nagoya, Jepang, dalam rangka  upaya pencegahan kepunahan massal spesies di seluruih dunia. Bersama  dengan laporan itu, WWF juga menggarisbawahi pentingnya pelestarian  Amazon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laporan ini menunjukkan dengan jelas betapa istimewanya  keanekaragaman hayati di Amazon," kata Fransisco Ruiz, pimpinan WWF's  Living Amazon Initiative. Namun, ia menyesalkan bahwa keistimewaan itu  kini dalam tekanan karena keberadaan manusia. Lanskap wilayah itu cepat  sekali berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8351896066443960685?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8351896066443960685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8351896066443960685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/10/manca-negara-amazon-inilah-makhluk.html' title='Manca Negara : Amazon : Inilah Makhluk-makhluk Aneh dari Amazon'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TN-oUBxqzKI/AAAAAAAABk4/Zv2d-AIY_SA/s72-c/10-10-27%2BInilah%2Bmakhluk%2Banek%2Bdari%2Bamazon.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6209266378459745230</id><published>2010-08-13T10:48:00.000+09:00</published><updated>2010-08-15T11:14:10.568+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konservasi'/><title type='text'>Papua : Pengetahuan Dan Kearifan Tradisional ­ Masyarakat Adat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Tabloid Jubi, 12-08-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Link : http://tabloidjubi.com/index.php/edisi-cetak/advertorial/8605-pengetahuan-dan-kearifan-tradisional-s-masyarakat-adat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUBI --- Kesadaran mencin­tai lingkungan hidup timbul dari keseharian setiap suku-suku bangsa di dunia ini termasuk masyarakat asli di Tanah Papua. Pandangan kosmis masyarakat tradisional menurut antropolog Dr JR Mansoben dari FISIP Uncen adalah ham­pir menjadi patokan dari sebagian besar kelompok kelompok etnik di Tanah Papua. Mereka ini bisa tergolong ke dalam masyarakat yang mela­kukan pelestarian ling­kung­­an hidup sesuai dengan penge­tahuan dan kearifan local masing-masing suku. Masyarakat Suku Amungme misalnya memasukan symbol-simbol lingkungan hidup dengan tubuh seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanah bagi orang Amungme adalah ibu atau mama, karena itu tak heran kalau mereka memiliki hubungan yang begitu kuat dengan tanah dan alam. Alam sekitarnya dianggap sebagai tubuh seorang mama yang memberi dan menjamin hidup mereka. Begitu pula dengan masyarakat Asmat menganggap pohon sebagai penjelmaan dari jati diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini lanjut Mansoben telah menyebabkan terbentuknya norma-norma dan nilai-nilai tertentu yang berfungsi sebagai pengendali social bagi masya­rakat adat untuk berintegrasi dengan ekosistem. Norma-norma itu mengatur dan menetapkan aturan-aturan yang baik untuk dijalankan maupun larangan-larangan termasuk pantangan yang harus dipatuhi. Sistem pengetahuan konservasi tradisional itu adalah dengan melarang masyarakat untuk mengambil hasil hutan atau hasil laut pada suatu tempat tertentu yang telah disepakati selama beberapa waktu.Larangan-larangan ini dimaksudkan agar memberikan peluang bagi jenis-jenis biota laut untuk berkembang tanpa diganggu selama jangka waktu tertentu. Hal ini penting agar ikan dan biota laut yang akan dipanen bisa memberikan hasil yang banyak. Sistem pelarangan ini banyak dikenal oleh suku-suku di Tanah Papua. Misalnya saja Suku Tepera di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura mengenal sistem pelarangan ini dalam bahasa local disebut Takayeti atau Tiatiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam masyarakat Biak Numfor dan Kabupaten Raja Ampat meng­enal sistem korservasi lokal dengan nama Sasisen. Orang-orang Maya di Pulau Salawati Kabupaten Raja Ampat menyebutnya Rajaha dan Pulau Misol menamakan sistem konservasi tradisional dengan nama samsom. Arti samsom dalam bahasa Matbat(Pulau Misol) adalah larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Suku Tepera Distrik Depapre Kabupaten Jayapura, upacara Tiatiki tentang pelarangan selama beberapa bulan bagi warga kampung mencari ikan pada lokasi tertentu. Ini artinya masyarakat setempat telah menyadari pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup.Dr Wiklif Yarisetou dalam bukunya berjudul Tiatiki Konsep dan Praktek menyebut­kan pembagian zonasi-zonasi menurut klen di Kampung Senamai; Tablanusu; Tablasupa dan Kampung Maruway antara lain, Akadame yaitu bagian laut yang diukur mulai dari batas surut air laut sampai air pasang di kedalaman 12 meter. Ciri khas yang menonjol di sini saat air laut surut, wilayah tersebut dinamakan akademi, kering (meti). Saat itu warga mempunyai kesempatan untuk mencari ikan di padang lamun, termasuk mencari siput dan kerang-kerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kia-kia merupakan zonasi bagian laut yang memiliki kedalaman dari 12 sampai dengan 25 meter. Dasar laut masih bisa dilihat atau tampak oleh mata. Bila air laut surut lokasi ini tak sampai kering atau meti.Nau koti, yaitu bagian laut yang mempunyai kedalaman 25 meter sampai 100 meter. Bagian dasar laut tidak kelihatan dan warna air sudah kebiru-biruan.Beta nau, bagian laut yang kedalaman lautnya 100 meter sampai ke zona laut lepas atau laut bebas di Samudera Pasifik.Dari gambaran zonasi-zonasi tersebut, maka menurut Dr Wiklif Yarisetou wilayah-wilayah laut akadame; kia-kia dan nau koti termasuk dalam areal kekua­saan tanah-tanah adat. Jika ada warga lain yang menangkap ikan di lokasi tersebut dianggap melanggar adat. Wilayah laut inilah yang menjadi pusat kegiatan tiaitiki karena lokasi akadame dan kia-kia meru­pakan tempat pemijahan; pemeliharaan dan pertumbuhan ikan-ikan. Lokasi ini sangat aman dari arus dan gelombang laut sehingga ikan-ikan dan biota lainnya dapat berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengetahuan local tentang tiaitiki masyarakat Suku Dani di pedalaman tanah Papua juga telah mengenal prinsip keseimbangan lingkungan sejak dulu. Mereka membuat parit-parit mengelilingi bedeng-bedeng agar terhindar dari pengrusakan babi. Parit-parit juga sangat berguna karena mengeluarkan airbekas tanah dari akar-akar petatas (Ipomea batatas/ipere) Fungsi parit parit memberikan kesuburan bagi bedeng-bedeng petatas (ipere) dan menya­lurkan air kalau musim kema­rau tiba. Atau sistem pengairan ini sangat berguna bagi kesuburan tanah dan juga mencegah terjadinya banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya kelaparan dan bencana tidak akan terjadi,kalau masyarakat setempat masih mematuhi aturan adat yang berlaku dari generasi ke generasi. Sayang­nya pengetahuan lokal atau indigenious knowledge tentang lingkungan hidup seringkali dia­baikan, sehingga tak heran kalau petaka selalu menimpa mereka.Berbeda dengan masyarakat adat di PNG yang telah memadukan aturan kon­servasi tradisional dengan kebijakan-kebijakan pemerintah Papua New Guinea. Masyarakat lokal hanya mengusulkan kepada pemerintah PNG agar lokasi di kampung mereka menjadi wilayah yang dilarang bagi masyarakat adat setempat untuk menebang atau berburu. Di negara Papua New Guinea (PNG) disebut sebagai areal konservasi atau Wildlife Management Area. Misalnya warga Kampung Kamiali di Lae menyepakati Wildlife Management Area di kampung mereka sehingga banyak sekali telur-telur burung Maleo atau ayam hutan yang berkembang biak. Pada waktu tertentu masya­rakat adat setempat bisa menangkap atau mengkonsumsi telur burung ayam hutan. Karena itu kesadaran untuk menjaga tradisi pelestarian lingkungan hidup sangat tergantung pada masyarakat adat sendiri. (Jubi/Dominggus Mampioper)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6209266378459745230?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6209266378459745230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6209266378459745230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/08/papua-pengetahuan-dan-kearifan.html' title='Papua : Pengetahuan Dan Kearifan Tradisional ­ Masyarakat Adat'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6055227367072916191</id><published>2010-08-11T10:44:00.000+09:00</published><updated>2010-08-15T10:46:32.781+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Timika : Penertiban Camp di Freeport Mendapat Perlawanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 10-08-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;TIMIKA [PAPOS] – Rencana PT. Freeport Indonesia untuk menertibkan camp-camp milik warga di daerah kali Iwaka, Distik Kuala Kencana mendapat perlawanan dari masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Daerah yang hampir seluruhnya hutan ini, merupakan kawasan yang dijaga oleh Freeport untuk melestarikan hutan dan ekosistim di dalamnya, karena disinyalir sebagian dari warga telah melakukan penebangan liar untuk kepentingan ekonomi dan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun, kawasan ini diklaim oleh masyarakat suku moni sebagai tanah adat yang mencakup hingga areal Kuala Kencana seluar 17 Hektar lebih, sehingga mereka menuntut agar Freeport mengembalikan tanah tersebut atau ganti rugi areal yang telah digunakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara PT. Freeport Indonesia menggunakan tanah tersebut berdasarkan sertifikat tanah yang dikeluarkan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Fak-fak tahun 1994, Sertifikat Hak Guna Bangunan yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional Timika tahun 2002 dan Pelepasan Hak atas Tanah Adat dari beberapa kepala Suku Kamoro tahun 1995.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Disisi lain masyarakat suku Moni menilai bahwa tanah tersebut adalah hak ulayat mereka yang beranggapan selama ini tidak pernah diserahkan kepada PT Freeport.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Untuk menyelesaikan masalah ini, dewan akan mengirimkan surat kepada PT.Freeport untuk meminta Freeport dan pihak keamanan menjelaskan kasus ini, sambil menunggu kesiapan waktu untuk bicara antara Freeport, warga Moni dan Pemda,” ujar Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mimika, Karel Gwijangge kepada Papua Pos diruang kerjanya, Jumat [6/8].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut, Karel Gwijangge, upaya PT. Freeport Indonesia mengosongkan wilayah sekitar Kali Iwaka yang berbatasan dengan Perumahan Karyawan Freeport dan Pusat Perkantoran Kuala Kencana dinilai tidak beralasan karena wilayah ini bukan kawasan Eksplorasi. Sehingga perluu dibicarakan secara baik. [cr-56] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6055227367072916191?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6055227367072916191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6055227367072916191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/08/timika-penertiban-camp-di-freeport.html' title='Timika : Penertiban Camp di Freeport Mendapat Perlawanan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7198374391263359282</id><published>2010-08-11T10:41:00.000+09:00</published><updated>2010-08-15T10:44:40.014+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerusakan Lingkungan'/><title type='text'>Timika : Pemukiman Liar Pemicu Banjir Kota Timika</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 10-08-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;TIMIKA (Papos) – Drainase yang buruk dan penyempitan daerah serapan air akibat pembangunan pemukiman warga disinyalir menjadi pemicu terjadinya banjir di Kota Timika dalam 2 bulan terakhir. Belum lagi, kebiasaan warga yang masih saja membuang sampah di drainase dan kali sehingga aliran air tidak berjalan dengan lancar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Demikian dikatakan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mimika Ir. Robert Mayaut kepada Papua Pos, di ruang kerjanya, Jumat [6/8].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata dia, curah hujan di Kabupaten Mimika ini sangat tinggi, sehingga sangat berpotensi terjadi banjir pada musim hujan akibat tersumbatnya aliran air karena sampah dan penyempitan daerah resapan air karena pembangunan pemukiman penduduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurutnya, harus ada perencanaan yang matang terkait dengan aliran air di drainase dan kali, sehingga tidak menimbulkan bencana banjir yang lebih besar di masa yang akan datang.“Saat ini beberapa kali yang melintas dalam kota tidak berfungsi dengan baik, selain mengalami penyempitan akibat timbunan, kali juga dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata Robert, Master Plan drainase dan pembuangan air dari kali menuju laut dalam kota Timika saat ini belum ada, sehingga pembangunan drainase terkadang sia-sia karena air yang melalui drainase tidak bejalan lancar menuju penampungan, seperti kali dan selanjutnya mengalir ke laut.“Drainase itu sangat penting untuk manampung air terus dibawa ke kali, agr tidak terjadi kubangan-kubangan air sehingga menyebabkan banjir,” jelas Robert.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dia berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah tidak di drainase dan kali karena sangat berpotensi terjadi banjir apabila musim hujan tiba seperti saat-saat ini.“Masyarakat harus berperan serta dalam pembangunan, seperti sadar akan membuang sampah pada tempat, merelakan sebagain dari tanahnya untuk pembangunan drainase, ini semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat juga,” tukasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ditemui secara terpisah ketika memberikan seminar di Timika, Kepala Seksi Observasi Stasiun Geo Fisika Kelas I Angkasapura, Jayapura Cahyo Nugroho mengatakan, bencana yang sangat rentang terjadi di Kabupaten Mimika adalah bencana banjir dan tanah longsor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal ini diakibatkan Topografi wilayah Kabupaten Mimika yang rata dan di daerah utara memiliki tebing-tebing yang curam.“Dengan curah hujan yang mencapai 2.500 - 5.000 mili meter per tahun atau berkisar antara 200-400 mm per bulan, wilayah Kabupaten Mimika sangat rentang dengan bencana banjir, apalagi pada setiap musim hujan seperti saat ini,” terangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara itu untuk Bencana Gempa Bumi kata Cahyo, secara umum Kabupaten Mimika tidak memiliki potensi Gempa karena tidak dilalui oleh patahan besar. [cr-56] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7198374391263359282?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7198374391263359282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7198374391263359282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/08/timika-pemukiman-liar-pemicu-banjir.html' title='Timika : Pemukiman Liar Pemicu Banjir Kota Timika'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3413396188007691461</id><published>2010-08-11T10:36:00.000+09:00</published><updated>2010-08-15T10:48:21.341+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Wamena : Hutan Asmat Belum Didata</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 10-08-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;ASMAT [PAPOS] - Hutan Kabupaten Asmat hingga saat ini belum ada data base luasan secara permanen baik hutan lindung, hutan dikonversi, hutan terbatas dan hutan areal penggguna lain (APL) dan perkebunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Asmat, Elias Bapaimu yang ditemui Papua Pos di ruang kerjanya, Jumat [6/8] lalu mengungkapkan hingga saat ini belum adanya data base luasan hutan Kabupaten Asmat. Namus dia mengatakan, secara bertahap akan dilakukan pendataan mulai dari hutan lindung sampai dengan taman Lorenz hingga perbatasan Kabupaten Nduga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Memang saat ini kita belum mengetahui secara pasti hutan Kabupaten Asmat secara pasti kita hanya melihat itu dari wilayah masing-masing dimana yang termasuk hutan lindung, hutan konversi,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dikatakan, potensi hutan yang menghasilkan Kayu besi atau kayu merbau yang hanya ada di Kabupaten Asmat hingga saat ini diperkirakan tinggal 40 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padahal kayu Membrau yang dominan digunakan di Asmat baik untuk pembangunan jalan, perumahan dan digunakan para pengukir sebagai bahan ukiran.Dalam memantau peredaran hutan para pengusaha dibatasi dengan setiap pengambilan hasil hutan harus dilaporkan ke Dinas Kehutanan.[cr-57]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3413396188007691461?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3413396188007691461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3413396188007691461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/08/wamena-hutan-asmat-belum-didata.html' title='Wamena : Hutan Asmat Belum Didata'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3526794677657610717</id><published>2010-08-06T11:26:00.000+09:00</published><updated>2010-08-15T12:46:12.523+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Wow, Ada Mawar Hijau di Kebun Raya Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TGdR6QToqqI/AAAAAAAABjY/YqZIxKZi5AY/s1600/10-08-05+Mawar+Hijau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 329px; height: 278px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TGdR6QToqqI/AAAAAAAABjY/YqZIxKZi5AY/s400/10-08-05+Mawar+Hijau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505459130735307426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.kompas.com, 05-08-2010)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com- Mawar merah sering menjadi lambang asmara. Nah, bagaimana kalau bunga mawar berwarna hijau? Lambang cinta lingkungan mungkin kali ya?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nah, soal mawar hijau yang mungkin belum banyak diketahui itu kini bisa dijumpai di Kebun Raya Bali, salah satu obyek wisata di kawasan Bedugul, Bali.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok tanamannya sendiri tak jauh berbeda dengan mawar pada umumnya, dengan batang bercabang berduri serta daun menyirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, warna mahkota bunganya seluruhnya hijau. Yang mungkin agak berbeda, ukuran mahkota bunganya lebih kecil daripada mawar pada umumnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mawar hijau adalah salah satu bonus keunikan yang bisa dinikmati pengunjung Kebun Raya Bali. Kenapa bonus? Karena kehadirannya tak terlalu menonjol. Koleksi mawar hijau tersebut bisa ditemui di area koleksi mawar yang tidak jauh dari pintu masuk Kebun Raya Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Mawar hijau adalah salah satu keunikan Kebun Raya Bali. Bisa dilihat setiap saat karena bunganya mekar tanpa tergantung musim," ujar Dr Bayu Adjie, Kepala Riset Kebun Raya Bali, di sela-sela workshop penulisan artikel lingkungan yang digelar CiFOR, 17-23 Juli 2010.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ia mengatakan, sejauh ini tanaman tersebut baru dikoleksi Kebun Raya Bali dan Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Koleksi yang ada di Kebun Raya Bali merupakan sumbangan seorang kepala desa di Candikuning, Baturiti, Tabanan, daerah dekat Kebun Raya Bali.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Koleksi pertama masuk tahun 1976. Konon, asal tanaman tersebut dari kolektor tanaman bunga di Malang, namun sampai sekarang belum diketahui apakah tanaman tersebut asli dari sana atau didatangkan dari daerah lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Diperkirakan, mawar hijau hasil silangan dua jenis spesies mawar tapi secara alami," kata Putu Suendra, Koordinator Jasinfo Kebun Raya Bali. Pihaknya saat ini mencoba membudidayakannya dengan teknik stek dan menghasilkan sekitar 100 batang tanaman sejenis.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena jumlahnya yang masih sedikit, belum ada rencana menjual bibitnya atau mendistribusikan ke luar Kebun Raya Bali. Namun, ia berjanji jika hasil budidaya sukses akan segera menyabarkannya ke masyarakat sebagai bagian upaya konservasi ex-situ.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika itu terjadi, mungkin mawar hijau akan mudah dijumpai di pasar sepeti halnya mawar batik yang kelopak bunganya berbintik-bintik mirip motif batik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3526794677657610717?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3526794677657610717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3526794677657610717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/08/nasional-wow-ada-mawar-hijau-di-kebun.html' title='Nasional : Wow, Ada Mawar Hijau di Kebun Raya Bali'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TGdR6QToqqI/AAAAAAAABjY/YqZIxKZi5AY/s72-c/10-08-05+Mawar+Hijau.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2408762025012067639</id><published>2010-07-28T12:46:00.000+09:00</published><updated>2010-08-15T13:27:13.392+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Srilanka : Primata yang Dianggap Punah, Ditemukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TGdrcY9b__I/AAAAAAAABjg/KDX01JvZgOU/s1600/10-07-27+Primata+Punah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TGdrcY9b__I/AAAAAAAABjg/KDX01JvZgOU/s400/10-07-27+Primata+Punah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505487204964368370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.kompas.com, 27-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;LONDON, KOMPAS.com – Setelah dianggap punah selama  60 tahun karena habitatnya dibabat menjadi perkebunan teh, sejenis primata unik ditemukan kembali dan berhasil difoto. Sebelumnya primata jenis Loris Horton Plains (Loris tardigradus nycticeboides) ini sempat dilaporkan terlihat pada tahun 2002, namun tidak ada bukti foto yang menyertainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penelitian selama lebih dari 1000 malam dilakukan di 120 wilayah berhutan di Sri Lanka oleh para ahli biologi bekerjasama dengan Zoological Society of London (ZSL). Pencarian ini akhirnya menemukan loris di enam wilayah, dan para peneliti menangkap tiga spesimen hidup untuk diteliti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alasan utama yang membuat hewan ini menghilang adalah lenyapnya habitat mereka. “Banyak lahan yang dibuka dan hutan-hutan yang tadinya menutupi barat daya Sri Lanka telah diubah jadi kebun teh,” kata Dr Craig Turner dari ZSL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Diperkirakan saat ini jumlah loris tinggal 100 ekor sehingga menjadikannya salah satu dari lima hewan paling terancam populasinya. Namun karena sedikit saja yang diketahui mengenai loris, maka jumlahnya bisa jadi di bawah 60 ekor, yang artinya akan membuatnya sebagai jenis yang paling langka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Loris pertama kali ditemukan secara ilmiah tahun 1937. Namun kemudian dianggap punah karena tidak ada lagi laporan mengenainya. Hewan yang bergerak lambat ini panjangnya sekitar 20 cm dan berat sekitar 310 gram. Dibandingkan dengan loris dataran rendah, loris Horton Plains memiliki kaki lebih pendek dan bulu lebih panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2408762025012067639?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2408762025012067639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2408762025012067639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/www.html' title='Manca Negara : Srilanka : Primata yang Dianggap Punah, Ditemukan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TGdrcY9b__I/AAAAAAAABjg/KDX01JvZgOU/s72-c/10-07-27+Primata+Punah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3680604147963868697</id><published>2010-07-21T03:10:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T12:15:31.382+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Sri Lanka : Primata "Cantik" Ditemukan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.antaranews.com, 20-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;London (ANTARA News) - Primata "cantik" yang sangat langka sehingga diduga sudah punah telah tertangkap kamera di hutan Sri Lanka untuk pertama kali, kata beberapa ilmuwan, Senin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Loris Horton Plains yang ramping adalah hewan kecil malam hari yang dapat tumbuh sampai panjang tubuh 17 centimeter, dengan mata yang besar dan menonjol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Primata tersebut, yang memiliki habitat di Sri Lanka, pertama kali ditemukan pada 1937 tapi hanya terlihat empat kali sejak saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Para ilmuwan terakhir kali melihat sepintas primata itu pada 2002, dan percaya hewan yang sukar dimengerti tersebut sejak itu telah punah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun para peneliti lapangan, yang bekerja sama dengan Zoological Society of London, berhasil melacak hewan misterius itu di hutan di Sri Lanka tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk pertama kali di dunia, mereka dapat mengambil gambar satu loris ramping jantan dewasa yang sedang duduk di satu cabang pohon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tim lapangan tersebut dapat menangkap satu hewan dan melakukan pemeriksaan fisik, yang pertama dilakukan, sebelum melepaskan hewan itu kembali ke alam liar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, banyak ahli memperingatkan bahwa penggundulan hutan di Sri Lanka --yang kebanyakan diduga dilakukan dalam upaya membuat perkebunan teh di wilayah tersebut-- sekarang menjadi ancaman terbesar bagi loris itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Loris adalah nama umum bagi primata "strepsirrhine" dari sub-keluarga Lorine di dalam keluarga Lorisidae.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Craig Turner, ahli biologi konservasi di ZSL, mengatakan habitat hutan alamiah mereka telah dibagi buat pertanian dan pembalakan, sehingga memutus hewan "yang sangat cantik" itu dari pasangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Hutan tersebut sekarang telah dikotak-kotakkan jadi serangkaian pulau kecil," kata Turner kepada radio BBC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Mereka tak bisa pindah dari satu tempat ke tempat lain, mereka tak dapat berpasangan, berkembang-biak, sehingga itu memiliki dampak nyata pada kelangsungan hidup masa depan spesies tersebut," katanya.(C003/A011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3680604147963868697?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3680604147963868697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3680604147963868697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/sri-lanka-primata-cantik-ditemukan.html' title='Sri Lanka : Primata &quot;Cantik&quot; Ditemukan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2681345629630954692</id><published>2010-07-18T12:38:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T12:41:32.923+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Timika : Freeport Produksi Uranium</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 17-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JAYAPURA [PAPOS] - Freeport diduga menggali bahan baku uranium secara diam-diam sejak delapan bulan silam, kata Yan Permenas Mandenas S.Sos Ketua Fraksi Pikiran Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua di Jayapura, Selasa, di ruang kerjanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kegiatan ini dilakukan secara tersembunyi dan telah berlangsung cukup lama," ungkapnya yang juga anggota Komisi C DPRDP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia menambahkan, Freeport telah mencuri hasil kekayaan masyarakat Papua dan membohongi pemerintah dengan hasil tambang yang disalurkan lewat jaringan pipa-pipa bawah tanah. "Selain emas, uranium juga diproduksi oleh Freeport," tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Informasi ini menurutnya, didapatkan dari sejumlah masyarakat dan karyawan Freeport di Timika. "Selain karyawan dan masyarakat, saya juga mendapat laporan dari sumber yang dapat dipercaya," tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal ini sangat disayangkan mengingat pajak yang didapatkan dari perusahaan emas terbesar didunia ini, hanya berjumlah Rp30 milyar pada tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mandenas juga mengeluhkan, bahwa dewan belum bisa bergerak karena terkendala masalah klasik, yaitu belum ada alokasi dana untuk turun ke lapangan."Kami belum bisa ke lapangan karena terkendala dana," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;DPRD Mimika Belum Tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mimika belum mengetahui apakah betul PT. Freeport Indonesia juga menambang bahan baku Uranium dalam kegiatan eksplorasinya selain Emas dan Tembaga sesuai dengan Kontrak Karya dengan Pemerintah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wakil Ketua I DPRD Mimika Yan Piet Magal dalam Jumpa Pers di ruang VIP DPRD Mimika, Rabu (14/7)mengatakan, hingga kini DPRD Mimika belum menerima laporan baik dari manajemen Freeport maupun karyawan terkait dengan betul tidaknya PT. Freeport Indonesia juga melakukan penambangan bahan baku uranium. “ Kami dewan belum tau soal ini, saya juga baru dengar,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurutnya, Dewan sendiri belum meyakini kebenaran informasi ini karena belum ada penelitian lebih dalam dari orang yang berkompeten dalam bidang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun dia menegaskan apabila informasi ini betul, maka harus ada penangan yang baik sehingga tidak berdampak pada lingkungan dan mahluk hidup yang ada disekitarnya termasuk manusia. “Kalau ini betul maka penduduk yang bermukim disekitar lokasi penambangan PT. Freeport Indonesia harus direlokasi karena sangat berbahaya dan ini merupakan tanggung jawab pemerintah," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dikatanya, jikalau ada penambangan bahan baku Uranium oleh PT. Freeport Indonesia pasti Pemerintah Indonesia mengetahuinya karena keluar masuknya barang perusahaan dalam pengawasan pihak keamanan dan pemerintah dalam hal ini Bea Cukai Timika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“ Kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat karena yang melakukan MoU adalah Pemerintah Pusat dan PT. Freeport Indonesia,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ditempat terpisah Dosen Teknik Mineral Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen), Endang Hartiningsih,MT di Jayapura, Rabu menanggapi keberadaan sumber daya uranium di wilayah Papua dan pendapat seorang anggota DPR Papua (DPRP) bahwa PTFI menambang uranium secara diam-diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut dia, secara geologi, Papua memiliki sumber daya uranium karena wilayah ini tersusun oleh batuan beku ultrabasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Bahan-bahan radioaktif seperti uranium terkandung dalam batuan beku ultrabasa dan ini banyak dijumpai di wilayah Papua, namun berdasarkan data yang ada, PTFI tidak menambang uranium. Jika hal itu dilakukan maka dibutuhkan penanganan khusus dan Freeport sendiri harus mengantoingi izin pemerintah," ujar Endang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berkaitan dengan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi terhadap bahan tambang yang mengandung unsur radioaktif, dia mengatakan, perlu penanganan khusus yang berbeda dari kegiatan penambangan lainnya karena termasuk bahan galian vital bagi kepentingan negara dan masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain itu, lanjut Endang, bahan radioaktif tentu memiliki dampak yang cukup membahayakan bagi lingkungan hidup, termasuk manusia jika tidak ditangani secara benar. Oleh sebab itu, penelitian, pengembangan dan pemanfaatannya diatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Sejauh ini belum ada kegiatan eksplorasi lebih lanjut mengenai sumber daya radioaktif di Papua. Jika sudah ada penelitian dan pengembangannya pasti dilakukan lembaga pemerintah, misalnya oleh BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional)," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengelolaan bahan galian radioaktif diatur dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 1997 tentang Ketenaga Nukliran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam penjelasannya disebutkan, pemanfaatan tenaga nuklir harus mendapat pengawasan yang cermat agar selalu mengikuti segala ketentuan di bidang keselamatan tenaga nuklir sehingga pemanfaatan tenaga nuklir tersebut tidak menimbulkan bahaya radiasi terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara itu, Budiman Moerdijat selaku Manager Corporate Communications PTFI melalui siaran pers menyatakan, sehubungan dengan pemberitaan di Antara pada Selasa (13/7)berjudul "Freeport Produksi Uranium Secara Diam-diam," pihaknya menyampaikan klarifikasi bahwa hal tersebut adalah tidak benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"PT Freeport Indonesia adalah perusahaan pertambangan umum dengan produk akhir berupa konsentrat yang mengandung logam tembaga, emas dan perak," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan mengenai pembayaran pajak perusahaan kepada Pemerintah Indonesia tahun 2009, PTFI memberikan klarifikasi isi berita yang menyebutkan pajak yang didapatkan dari perusahaan emas terbesar didunia ini, hanya berjumlah Rp30 milyar pada tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;PTFI dengan ini memberitahukan bahwa selama Januari sampai Desember 2009, Freeport Indonesia telah melakukan kewajiban pembayaran kepada Pemerintah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kewajiban pembayaran pajak itu sebesar 1,4 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 13 triliun dengan kurs saat ini, yang terdiri dari Pajak Penghasilan Badan, Pajak Penghasilan Karyawan, Pajak Daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 1 miliar dolar AS. Selain itu royalti 128 juta dolar AS serta dividen sebesar 213 juta dolar AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan pembayaran untuk periode bulan Januari sampai Desember 2008 yang mencapai 1,2 miliar dolar AS. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas dan tingkat produksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan demikian, total kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada Kontrak Karya tahun 1991 yang telah dibayarkan Freeport Indonesia kepada Pemerintah Indonesia sejak tahun 1992 sampai 2009 adalah sebesar 9,5 miliar dolar AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jumlah tersebut terdiri dari pembayaran Pajak Penghasilan Badan, Pajak Penghasilan Karyawan, Pajak Daerah, serta pajak-pajak lainnya sebesar 7,6 miliar dolar AS, royalti 1 miliar AS dan dividen sebesar 900 juta dolar AS. [bela/sped/ant]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2681345629630954692?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2681345629630954692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2681345629630954692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/timika-freeport-produksi-uranium.html' title='Timika : Freeport Produksi Uranium'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2497331476528815244</id><published>2010-07-18T12:24:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T12:31:38.686+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Biak : Kawasan Pertenakan Kampung Telah Mencapai 200 Ha</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.cenderawasihpos.com, 17-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BIAK-Pengembangan sektor kawasan peternakan di wilayah Kabupaten Biak Numfor terus dilakukan pemerintah. Setiap distrilk bahkan kampung diupayakan supaya memiliki kawasan peternakan sendiri, khususnya lagi untuk program Kawasan Pengembangan Ternak Kampung atau lazimnya disebut dipeternakan sebagai “Kawasan Pengembangan Anak Kampung”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kawasan pengembangan anak kampung ini telah dilakukan di sejumlah distrik, namun untuk sekarang masih lebih dominan dengan ternak sapi. Untuk saat ini kawasan yang telah dijadikan pertenakan kampung telah mencapai sekitar 200 Ha areal. Luasan areal sebanyak itu terus akan dikembangkan melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Khusus untuk pengemnangan peternakan kampung ini kami telah memili areal tidak kurang dari 200 Ha. Luasan sebanyak itu terbagi-bagi di sejumlah distrik, khususnya yang pengembangan perternakan kampungnya telah berjalan baik,” ujar Kepala Dinas Perternakan dan Pertanian Kabupaten Biak Numfor Ansalom Rumkorem, S.Pt, MM kepada Cenderawasih Pos, kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menurutnya bahwa untuk pengembangan peternakan telah berhasil di sejumlah kawasan, diantaranya di kampung Maneru dan Dernafi Distrik Biak Utara sebanyak 25 ekor, di Kampung Sandei di Distrik Biak Timur sebanyak 50 ekor, di Distrik Yendidori sebanyak 130 ekor dan sejumlah kampung lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selain pengembangan ternak sapi, Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Biak Numfor juga terus mendorong pengembangan peternakan lainnya. Diantaranya pengembengan ternak babi, kambing, ayam dan berbagai lainnya. Dimana pengembangan peternakan tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan pengembangan ekonomi kerakyatan yang didanai langsung oleh anggaran Otonomi Khusus (Otsus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Kegiatan pengemangan ternak di kampung-kampung terus kami lakukan, secara luas dilakukan dengan pengembangan kawasan namun secara sempit juga ada dikembangkan melalui keluarga di kampung-kampung. Nah, dalam pengembangannya kami terus berupaya untuk memberikan pendampingan dengan maksud semuanya dapat berhasil,” tandas Rumkorem.(ito) (scorpions)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2497331476528815244?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2497331476528815244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2497331476528815244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/biak-kawasan-pertenakan-kampung-telah.html' title='Biak : Kawasan Pertenakan Kampung Telah Mencapai 200 Ha'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3798883722294563</id><published>2010-07-18T11:34:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T12:16:21.297+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Hutan Bakau Dunia Merosot Dalam Jumlah Mengerikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.antaranews.com, 17-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Hadiah berharga dari Tuhan itu menjadi tempat hidup banyak hewan laut dan jadi pelindung buat manusia dari terjangan bencana yang berkaitan dengan laut serta iklim, tapi ulah manusia membuatnya mengalami kerusakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hutan bakau di dunia mengalami kerusakan sampai empat kali lebih cepat dibandingkan dengan hutan lain, sehingga menimbulkan kerugian jutaan dolar akibat hilangnya areal seperti habitat ikan dan perlindungan dari badai serta tsunami, demikian laporan yang dikeluarkan Rabu (14/7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Studi tersebut, yang diselenggarakan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (UNEP) dan The Nature Conservancy menyatakan seperlima hutan bakau telah hilang sejak 1980 dan hutan yang berada di pinggir laut itu terus mengalami kerusakan sebanyak 0,7 persen per tahun akibat bermacam kegiatan seperti pengrusakan pantai dan peternakan udang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Laporan dengan judul "World Mangrove Atlas" tersebut menyatakan hutan bakau memberi layanan ekonomi yang sangat besar. Hutan itu berfungsi sebagai tempat pembibitan ikan laut, penyimpanan karbon dan menyediakan pertahanan kokoh terhadap banjir serta topan pada saat permukaan air laut mengalami pasang naik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pohon dan semak, yang tumbuh di habitat pantai yang berair asin, juga menyediakan kayu yang sangat bagus dan tahan busuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Mengingat nilainya, tak boleh lagi ada pembenaran bagi kerusakan lebih luas hutan bakau," begitu pernyataan Emmanuel Ze Meka, pemimpin International Tropical Timber Organisation, yang membantu mendanai studi tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Laporan studi itu mengutip bukti bahwa hutan bakau mengurangi dampak tsunami Samudra Hindia 2004 di beberapa tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Laporan tersebut mendesak semua negara, terutama yang memiliki hutan bakau terbesar seperti Brasil, Indonesia, dan Australia, agar berbuat lebih banyak guna menghentikan kemerosotan pada sebanyak 150.000 kilometer persegi hutan bakau di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Pelaku terbesar hilangnya hutan bakau adalah konversi langsung ke akuakultur, pertanian dan pemanfaatan tanah buat warga kota. Zona pantai seringkali menjadi tempat hunian padat dan tekanan bagi pemanfaatan lahan. Di mana pun hutan bakau masih ada, semua hutan itu seringkali telah mengalami kemerosotan akibat pengolahan yang berlebihan," demikian temuan laporan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Laporan itu menyebut Malaysia sebagai negara yang memanfaatkan kepemilikan negara atas hutan bakau agar negara dapat lebih baik mengelola areal tersebut dan mencegah kemerosotan lebih jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang pakar mangrove dari Institut Pertanian Bogor Prof Dr Cecep Kusmana, mengatakan sebagian besar hutan bakau di seluruh wilayah Indonesia mengalami kerusakan parah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam perbincangan dengan ANTARA News di Bogor, awal Juli, Cecep Kusmana mengatakan kerusakan tersebut nyaris terjadi secara merata di semua daerah yang memiliki hutan bakau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia merasa prihatin, karena dari tahun ke tahun luas hutan bakau terus menyusut drastis. Pemerintah baik pusat maupun daerah serta masyarakat, katanya, perlu bahu membahu menyelamatkan hutan bakau di negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hutan bakau yang dimiliki Indonesia merupakan yang terluas di dunia. Total areal hutan bakau di Indonesia diperkirakan mencapai 4,5 juta hektare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(Uu.S018/P003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3798883722294563?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3798883722294563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3798883722294563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/nasional-hutan-bakau-dunia-merosot.html' title='Nasional : Hutan Bakau Dunia Merosot Dalam Jumlah Mengerikan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7762178074568344377</id><published>2010-07-17T12:23:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T12:26:00.402+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Tujuh Spesies Ikan Langka Belum Dinamai</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.antaranews.com, 16-10-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Denpasar (ANTARA News) - Para peneliti Asutralia dan Indonesia sampai sekarang belum menamai tujuh spesies ikan langka yang ditemukan di pantai Pulau Nusa Penida, Bali, pada 2008 lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Ada 12 spesis ikan yang kami temukan, dari jumlah itu lima diantaranya sudah bisa diberi nama, tujuh lainnya sampai saat ini belum diberi nama karena masih dalam kajian," ujar Direktur Program Marine Conservation International Indonesia, Ketut Sarjana Putra, di Denpasar, Jumat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dikatakan Sarjana, spesies ikan langka tersebut ditemukan para ahli ikan dunia saat melakukan penelitian di bawah dasar laut dalam kedalaman 35 meter di sekitar Pantai Toya Pakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kelima spesies yang telah dinamai masing masing pseudocrhonis, prolepis, triammia SP, priolepis 1, priolepis 2 dan chromise. Penamaan ikan ikan tersebut dengan identifikasi sangat detil mulai bentuk dan besaran tubuh, jumlah sisik, duri hingga bentuk mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Sesuai konvensi internasional penamaan ikan itu merupakan hak penemunya," ujar Sarjana dalam program reporting trips konservasi ekosistem dan biodiversity Bali yang digelar LSM Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau Society of Indonesia Environment Journalist (SIEJ dan Aliansi Jurnalis Independen AJI Denpasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ikan ikan langka tersebut ditemukan para peneliti dan akademisi dalam Program Marine Rapid Assessment. "Spesies ikan tersebut merupakan hybrid atau percampuran ikan pasifik dan samudra Hindia (Indonesia)," papar dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dikataka dia, munculnya ikan tersebut juga merupakan percampuan telur ikan dari kedua kawasan itu yang akhirnya melahirkan spesies baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kelima spesies ikan ini sebagian besar merupakan jenis ikan karang yang berukuran kecil dengan pola warna yang unik," sambungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari pengamatan Sarjana, potensi perairan Nusa Penida sangat memiliki kekayaan dan karagaman bahari, mengingat kawasan tersebut berada di antara dua samudra, India dan Pasifik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang menarik, sambung Sarjana, kemunculan spesies ikan langka tersebut kenapa justru ditemukan di Bali padahal spesis ini dinamai di Australia."Jadi bagaimana bisa spesies ikan itu bisa sampai da di Bali sebagai tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Ini yang masih menjadi pertanyaan para ilmuwan," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semula kedatangan para peneliti di Nusa Penida pada bulan November 2008 guna menginventarisasi potensi keanekaragaman karang, ikan karang, moluska, ekinodermata serta kondisi oseanografi di perairan Nusa Penida. Hanya saja dalam penelitian tersebut mereka justru dikejutkan dengan penemuan spesies-spesies ikan baru tersebut.(ANT/S026)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7762178074568344377?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7762178074568344377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7762178074568344377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/nasional-tujuh-spesies-ikan-langka.html' title='Nasional : Tujuh Spesies Ikan Langka Belum Dinamai'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7992466513383818714</id><published>2010-07-17T12:16:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T12:22:49.500+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Mexico : Kerugian Terbesar Kebocoran Minyak Adalah Ekosistem</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.antaranews.com, 16-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Bencana minyak Teluk Mexico tampaknya menelan biaya jauh lebih besar daripada sekedar pembersihan dan ganti rugi bagi penghasilan yang hilang segera setelah kerusakan ekosistem dikumpulkan, kata seorang ahli terkemuka, Selasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam satu wawancara yang dilakukan bersamaan dengan dikeluarkannya laporan yang ditaja PBB mengenai hubungan antara bisnis dan keragaman hayati, ahli ekonomi Pavan Sukhdev mengatakan bencana BP mempertegas perlunya bagi perubahan laut dalam cara "modal alam", yang menjadi tumpuan kesejahteraan manusia diukur dan dinilai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Tak terlihatnya masalah ekonomi pada layanan ekosistem dan keragaman hayati --air bersih, air segar, samudra yang sehat, tanah yang subur, iklim stabil-- harus ditangani dengan sungguh-sungguh," kata Sukhdev dalam pembicaraan telepon dari London.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kita harus bergerak memasuki masyarakat tempat kekayaan umum dan pribadi diakui sama pentingnya. Namun, hari ini berapa banyak orang yang mengerti `modal alam` sebagai perbadingan dari modal finansial?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebagian masalah tersebut tak mengetahui bagaimana menghargai segala sesuatu yang telah lama dianggap ada dalam jumlah yang tak terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kita tak dapat mengelola apa yang tidak kita ukur, dan kita tak mengukur nilai dari manfaat alam atau harga kehilangan semua itu," kata Sukhdev, penulis utama Economics of Ecosystems and Biodiversity (TTEB) buat laporan Business.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Makin banyak CEO memahami bahwa mereka tidak lagi bisa menjamin layanan "bebas" itu, katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun penduduk negara industri dan global yang menuju ke arah jumlah sembilan miliar orang paling lambat pada pertengahan abad ini telah menciptakan keregangan yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setiap tahun, 3.000 perusahaan terbesar di dunia menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dengan nilai 2,2 triliun dolar AS (1,75 triliun euro), kata Sukhdev. Ia mengutip laporan perusahaan yang segera disiarkan dan disiapkan oleh konsultan TruCost, yang berpusat di Inggris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Bukan perusahaan atau CEO secara perorangan yang harus disalahkan. Mereka mengikutip jalur yang diciptakan buat mereka, yaitu perusahaan dapat menyalurkan semua biaya mereka kepada masyarakat," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kebocoran minyak BP, yang telah mengeluarkan sebanyak 60.000 barel minyak mentah ke Teluk Meksiko setiap hari, telah muncul sebagai studi kasus mengenai bagaimana melindungi aset alam yang sangat berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seandainya pemerintah mengharuskan dilakukannya "penilai ekonomi holistik" sebelum pengeboran diizinkan, potensi pertanggungjawaban mungkin telah mendorong BP untuk melakukan langkah keamanan yang lebih ketat, katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat semuanya muncul, "Kita hanya memikirkan semua itu setelah terjadi masalah, lalu bergegas dan pontan-panting" kata Sukhdev. Ia merujuk kepada akibat dari Valdez Exxon, kapal supertanker yang mengotori wilayah Alaska yang dulu murni, Prince William Sound, dengan 11 juta galon minyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sumur minyak BP telah menyemburkan jumlah yang sama setiap empat atau lima hari sejak 20 April, demikian perkiraan pemerintah AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Memasang harga pada nilai ekosistem yang terpengaruh juga mengubah perkiraan mengenai kerugian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Tetapi bagaimana dengan biaya ekonomi dari hilangnya pemanfaatan --hilangnya ekopariwisata, cadangan ikan, yang merupakan kerugian masa depan bagi industri, tak bisanya menangkap ikan di daerah tersebut," kata Sukhdev.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Minyak itu juga dapat membunuh ratusan kilometer persegi hutan bakau di sepanjang pantai, yang menjadi habitat bagi spesies laut komersial dan penahan terhadap badai yang menghancurkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan ribuan pemilik yacht bisa memiliki klaim yang sah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Banyak orang telah menanam modal di kapal pesiar, termasuk biaya berlabuh, orang untuk mengurusnya. Ketika waktunya tiba untuk menggunakannya atau menyewakannya, mereka tak dapat melakukan itu --itu lah kerugian pemanfaatan. Apakah ada orang yang memperhitungkan itu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Krisis mengenai ambruknya ekosistem tersebut hanya akan ditangani ketika nilai layanan alam sepenuhnya tercermin di dalam pembuatan keputusan bisnis dan politik, kata Sukhdev.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kita setengah jalan ke arah pengembangan peralatan itu. Buat orang yang memahami bahwa peralatan tersebut memang ada dan mesti digunakan, kita berada pada posisi tiga sampai lima dalam skala hitungan 10," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Mengenai penerapan sesungguhnya --antara nol dan dua," kata Sukhdev sebagaimana dilaporkan wartawan kantor berita Prancis, AFP, Marlowe Hood.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Laporan TEEB itu, yang didukung oleh Program Lingkungan Hidup PBB, diluncurkan oleh Komisi Eropa pada 2007, setelah G8 dan negara eknonomi utama yang baru muncul menyerukan dilakukannya studi global mengenai ekonomi dan keragaman hayati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Studi penuh mengenai itu akan diungkapkan pada penghujung tahun ini, dalam Konvensi mengenai Keragaman Hayati di Nagoya, Jepang.(C003/T010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7992466513383818714?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7992466513383818714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7992466513383818714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/mexico-kerugian-terbesar-kebocoran.html' title='Mexico : Kerugian Terbesar Kebocoran Minyak Adalah Ekosistem'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8580374862503482408</id><published>2010-07-15T00:39:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T11:16:15.586+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Hutan Bukan Sekadar Tegakan Pohon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEO1JAHvQgI/AAAAAAAABjA/ffrqVcSaVCo/s1600/10-07-14+Hutan+bukan+sekedar+tegakan+pohon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 251px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEO1JAHvQgI/AAAAAAAABjA/ffrqVcSaVCo/s400/10-07-14+Hutan+bukan+sekedar+tegakan+pohon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495435136578044418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 14-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Sangat disayangkan kalau masih ada orang yang berpikiran bahwa hutan hanyalah sekadar tegakan pohon. Pasalnya, di antara pohon-pohon yang ada di hutan terdapat sebuah ekosistem dengan keanekaragaman hayati yang unik baik di atas permukaan maupun di bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Profesor Endang Sukara, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di dalam tanahnya saja tersimpan keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Misalnya, hasil penelitian LIPI terhadap tanah yang ada di kebun raya Bali dan Cibodas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tanah di kebun raya tersebut mengandung sekitar 500 spesies bakteri Actinomycetes. Lebih mengejutkan, 30 persen di antaranya merupakan spesies baru yang belum dikenal di kalangan ilmuwan seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betapa besarnya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia," ujar Endang. Sayang sekali apabila kekayaan alam yang langka ini terabaikan manfaatnya. Bahkan, terancam hilang jika tidak segera diselamatkan dengan kebijakan yang menjaga keanekaragaman hayati tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini memang belum banyak penelitian di Indonesia yang memanfaatkan bakteri-bakteri tersebut. Namun, menurut Endang, Actinomycetes merupakan jenis bakteri yang selama ini banyak dipakai untuk membuat antioksidan. Bahkan, 98 persen antibiotik dibuat dari kelompok bakteri tersebut. "Jadi, kemungkinan untuk mengembangkan antibiotik jenis baru sangat besar," ujar Endang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konversi hutan bukan semata-mata melihat dari sisi petimbangan karbon berdasarkan tegakan pohon saja seperti yang sering digembar-gemborkan saat ini seperti pembukaan kebun kelapa sawit. Ekosistem hutan terutama aspek mikrokosmos seringkali dilupakan dalam konversi lahan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut menjadi salah satu perhatian para ahli biologi Indonesia yang akan berpartisipasi dalam konferensi internasional Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010 di Bali, 19-23 Juli 2010. Para ilmuwan Indonesia berusaha agar pertimbangan-pertimbangan sains yang membela kepentingan nasional dapat diterima komunitas internasional.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8580374862503482408?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8580374862503482408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8580374862503482408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/nasional-hutan-bukan-sekadar-tegakan.html' title='Nasional : Hutan Bukan Sekadar Tegakan Pohon'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEO1JAHvQgI/AAAAAAAABjA/ffrqVcSaVCo/s72-c/10-07-14+Hutan+bukan+sekedar+tegakan+pohon.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2321258488588001886</id><published>2010-07-11T23:29:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T11:33:51.301+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Burung Langka Ditemukan di Ketapang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEO5ROeN07I/AAAAAAAABjI/aNP4lIRlI3Y/s1600/10-07-11+Burung+langka+ketapang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEO5ROeN07I/AAAAAAAABjI/aNP4lIRlI3Y/s400/10-07-11+Burung+langka+ketapang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495439675915883442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 11-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KETAPANG, KOMPAS.com — Komunitas Burung Ketapang, Kalimantan Barat, kembali menemukan burung langka di kabupaten itu yang dikenal sebagai gajahan timur atau dengan nama Latin Numenius madagascariensis atau Far Eastern curlew.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Abdurahman Al Qadri dari Komunitas Burung Ketapang, Minggu (11/7/2010), burung gajahan timur tersebut ditemukan di tepi pantai Dusun Segak, Desa Sei Jawi, Kecamatan Matan Hilir, arah selatan Ketapang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Saya bersama peneliti burung Indonesia dari Belanda berhasil mengabadikan burung air tersebut yang suka mencari makan di tepi pantai yang berlumpur," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara itu, pengamat burung dari Belanda, Dr Bas van Balen, menjelaskan, belum ada catatan mengenai penemuan burung gajahan timur di Kalimantan Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Penemuan itu, kata dia, menghapus teori tentang burung berkik di Kalimantan Barat. Ia menambahkan, temuan burung langka itu menjadi perhatian para pengamat burung se-Indonesia. "Menarik diteliti temuan Komunitas Burung Ketapang itu," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang Yudo Sudarto mengatakan, temuan komunitas itu sangat mengejutkan para pengamat burung nasional dan internasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kami berharap kekayaan dan keanekaragaman flora dan fauna Kabupaten Ketapang menjadi magnet tersendiri bagi turis lokal dan mancanegara dalam mempromosikan pariwisata daerah Ketapang," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yudo menambahkan, hobi mengamati burung di Ketapang memang baru dan diharapkan dapat menambah ilmu, wawasan, dan ilmu pengetahuan dalam pelestarian lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2321258488588001886?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2321258488588001886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2321258488588001886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/nasional-burung-langka-ditemukan-di.html' title='Nasional : Burung Langka Ditemukan di Ketapang'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEO5ROeN07I/AAAAAAAABjI/aNP4lIRlI3Y/s72-c/10-07-11+Burung+langka+ketapang.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5998712182352152334</id><published>2010-07-11T12:31:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T12:34:03.214+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemberdayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Merauke : Pabrik dan Perkebunan Tebu Segera Buka di Merauke, Agustus Mulai Lakukan Pembibitan di Kurik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.cenderawasihpos.com, 10-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MERAUKE- PT Cenderawasih Papua Mandiri dan PT Karya Bumi Papua akan membuka pabrik tebu di Merauke. Kedua perusahaan tersebut akan membuka perkebunan dan pabrik tebu di Distrik Kurik dan Malind. Sedangkan pabrik gula akan dibangun di Kampung Domande, Distrik Malind.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;‘’Luas lahan yang akan digunakan kedua perusahaan di kedua distrik tersebut 70.000 ha,’’ kata Kabid Promosi Badan Promosi, Investasi dan Perizikan Kabupaten Merauke Freddy Puturuhu, ketika ditemui Cenderawasih Pos, Kamis (8/7), kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Freddy, sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut sedangkan Amdalnya sedang dalam proses. ‘’Tinggal sidang Amdalnya yang diperkirakan segera selesai,’’ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Diperkirakan sekitar Agustus mendatang perusahaan tersebut akan membuka pembibitan seluas 50 ha di Kurik. Pembangunan pabrik gula akan dilakukan setelah kedua perusahaan tersebut menyelesaikan hak-hak masyarakat. Termasuk akan membangun pelabuhan utama di Muara Kali Bian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Investasi yang akan ditanamkan kedua perusahaan tersebut akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar. Sebab perusahaan ini diperkirakan akan merekrut sekitar 3.000 tenaga kerja, baik tenaga lapangan (kebun ,red), pabrik maupun tenaga administrasi. ‘’Diperkirakan tenaga kerja yang akan terserap oleh perusahaan ini sekitar 3.000 orang,’’jelas Freddy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dia menambahkan, investasi yang akan dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut di Merauke menjadikan kedua perusahaan tersebut menjadi satu-satunya perusahaan yang akan memproduksi gula di bagian Timur Indonesia. ‘’Karena pabrik gula milik PTPN di Gowa-Makassar tidak berproduksi lagi. Ini harus disambut dan disyukuri oleh seluruh masyarakat Merauke, karena investasi ini selain akan membuka lapangan kerja, juga akan memberikan dampak pembangunan bagi daerah,’’imbuhnya.(ulo/ary) (scorpions)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5998712182352152334?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5998712182352152334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5998712182352152334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/merauke-pabrik-dan-perkebunan-tebu.html' title='Merauke : Pabrik dan Perkebunan Tebu Segera Buka di Merauke, Agustus Mulai Lakukan Pembibitan di Kurik'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5084621422024162297</id><published>2010-07-11T12:28:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T12:30:36.387+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Merauke : PT. Papua Agri Lestari Akan Buka Kebun Karet di Merauke</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.cenderawasihpos.com, 10-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MERAUKE- PT Papua Agri Lestari rencana membuka perkebunan karet seluas 60.000 ha di Distrik Ulilin dan Elikobel dan saat ini sedang melakukan survey atas lokasi yang akan menjadi konsesi perkebunan karet tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;‘’Pemberian izin rekomendasi diarahkan ke Distrik Ulilin dan Elikobel seluas 60.000 ha,’’ kata Kabid Promosi Badan Promosi, Investasi dan Perizikan Kabupaten Merauke Freddy Puturuhu, ketika ditemui Cenderawasih Pos, kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Diakui Freddy, di dua distrik tersebut sudah banyak investor yang diberikan izin dari bupati sejak tahun 2007 dan pemerintah akan melihat kembali perusahaan yang sudah lama diberikan izin, namun belum beroperasi sampai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;‘’Hambatannya dimana dan akan kami tanya. Kalau memang tidak bisa menyelesaikan hambatan itu, izin lokasi yang sudah diberikan dapat dialihkan ke perusahaan lain,’’ tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Diakuinya, untuk Daerah Ulilin, Muting dan Elikobel cocok untuk tanaman-tanaman jangka panjang seperti perkebunan kelapa sawit termasuk perkebunan karet. Sebab, daerah tersebut termasuk daerah agak kering atau tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain di Ulilin dan Elikobel menurut Freddy Puturuhu, perusahaan ini juga telah mendapatkan izin arahan dari Bupati Merauke seluas 15.000 ha di Distrik Tanah Miring. Bahkan Amdalnya saat ini sedang dalam proses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Disinggung apakah di daerah tersebut cocok untuk karet, menurut Freddy, bisa untuk karet asalkan drainase diatur. Sebab jika musim hujan, sebagian daerah tanah miring menjadi genangan air. ‘’Karena karet tidak boleh tergenang air,’’ terangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dijelaskan, dengan izin arahan yang diberikan tersebut, saat ini pihak perusahaan sedang proses izin ke Menteri Kehutanan, dari hutan produksi ke hutan konversi untuk dapat digunakan menjadi hutan perkebunan atau fungsi lain.(ulo/ary) (scorpions)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5084621422024162297?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5084621422024162297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5084621422024162297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/merauke-pt-papua-agri-lestari-akan-buka.html' title='Merauke : PT. Papua Agri Lestari Akan Buka Kebun Karet di Merauke'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1837917528019823241</id><published>2010-07-11T00:35:00.000+09:00</published><updated>2010-07-19T12:36:44.922+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Merauke : Tanam Gadu, Komisi B Turun Lapangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.cenderawasihpos.com, 10-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MERAUKE- Menyongsong musim tanam gadu, Komisi B DPRD Merauke yang membidangi pertanian Turun Lapangan (Turlap) ke Distrik Semangga dan Tanah Miring, yang menjadi sentra pertanian selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anggota Komisi B, Dra Dewi Nurhaini, ketika ditemui terkait hasil Turlap tersebut, Rabu kemarin mengungkapkan, dari Turlap yang dilakukan tersebut, pihaknya menemukan sejumlah permasalahan yang dialami petani saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Permasalahan pertama menyangkut ketersediaan air. ‘’Bibit sudah tersedia bagus dan sudah banyak yang tanam, tapi masalah ketersediaan air yang menjadi persoalan bagi petani. Ini karena tempat persediaan air yang selama ini diambil petani untuk dialirkan ke saluran-saluran yang ada telah ditutup pemilik hak ulayat,’’ kata Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masalah berikutnya, hasil panen petani tahun 2010 yang kurang bagus akibat curah hujan saat panen cukup tinggi. Banyak gabah yang rusak yang pada akhirnya saat digiling banyak patahan dan lembab karena kurang kering.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;‘’Kita harapkan, kedepan perlu dilakukan pengadaan alat pengering, sehingga saat panen di musim hujan petani tidak mengalami kerugian yang cukup besar akibat hasil panen mereka rusak. Dan masalah ini, selalu dihadapi petani saat panen bertepatan musim hujan,’’ terangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masalah lain yang dihadapi petani saat panen yakni sulit mengangkut hasil panen dari sawah yang jaraknya jauh dari jalan raya. Sebab, belum ada jalan yang dibuat untuk mengangkut gabah dari sawah tersebut. ‘’Ada yang jaraknya sampai 2-3 km ke jalan raya, sehingga menyulitkan petani yang sawahnya jauh dari jalan. Dan ini juga kedepan perlu dipikirkan oleh intansi tehnis,’’ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kendala lainnya yang dialami petani saat panen, petani kesulitan mencari orang yang mau memanen. ‘’Mereka bisa tanam 4-6 ha, tapi saat panen tidak ada orang yang mau panen,’’ujarnya.(ulo/ary) (scorpions)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1837917528019823241?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1837917528019823241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1837917528019823241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/merauke-tanam-gadu-komisi-b-turun.html' title='Merauke : Tanam Gadu, Komisi B Turun Lapangan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-8063205429359757479</id><published>2010-07-10T12:04:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T12:10:25.717+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Malvinas : Kelamin Makhluk Ini Terpanjang di Dunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEUTZB8b9FI/AAAAAAAABjQ/uVQofjzDmsQ/s1600/10-07-09+Kelamin+mahluk+terpanjang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 322px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEUTZB8b9FI/AAAAAAAABjQ/uVQofjzDmsQ/s400/10-07-09+Kelamin+mahluk+terpanjang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495820241015141458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 09-07-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com — Para ilmuwan terkejut begitu mengetahui bahwa alat kelamin makhluk ini punya panjang yang sama dengan tubuhnya. Ini merupakan makhluk dengan alat kelamin terpanjang di dunia bila dibandingkan dengan porsi tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adalah Dr Alexander Arkhipin, pakar perikanan laut dalam dari Departemen Perikanan Pemerintah Kepuluauan Falkland (Malvinas) yang berbasis di Stanley, yang menemukan seekor cumi-cuma raksasa sedang ereksi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Panjang alat kelamin cumi-cumi jantan itu sepanjang tubuhnya sendiri, termasuk lapisan bagian luar tubuh, kepala, dan tentakelnya. Ini merupakan kali pertama bagi ilmuwan tersebut mengetahui adanya alat kelamin jantan yang jika sedang ereksi maka panjangnya bisa sama dengan tubuh binatang yang dimaksud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cumi-cumi jenis laut dalam itu menggunakan penisnya untuk membuahi dengan cara menyemprotkan sperma ke dalam tubuh cumi-cumi betina. Peneliti Malvinas melihat bagaimana cumi raksasa melaksanakan kawin di dalam laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Cumi-cumi dewasa itu ditangkap pada sebuah penelitian di laut dalam di Pantagonia. Kami mengambil cumi-cumi itu dari alat penangkap dalam keadaan hampir mati, sementara tentakelnya masih bergerak, dan alat kelamin di kulitnya mengecil dan membesar," kata Dr Alexander dikutip BBC, Rabu (7/7/2010).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika peneliti membuka cumi-cumi itu, tampak ada alat kelamin yang hanya sedikit mencuat dari bagian tubuhnya. Tiba-tiba, alat kelamin itu mengalami ereksi. Anehnya, dokter tersebut memaparkan bahwa alat kelamin itu cepat memanjang mencapai 67 cm atau sama dengan panjang tubuhnya secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Para pakar biologi lebih banyak mengetahui kebiasaan kawin kelompok cephalopods atau kelompok cumi-cumi laut dangkal dan gurita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cumi-cumi menggunakan lapisan badan bagian luarnya untuk bergerak dengan dorongan semprotan air dan untuk bernapas. Makhluk-makhluk ini juga harus menyembunyikan organ-organ seksualnya dalam struktur tubuhnya itu. Hal inilah yang bisa memicu cumi-cumi jantan menyemprotkan sperma ke tubuh betina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagaimana ikan ini bisa menyalurkan spermanya keluar bagian luar tubuhnya itu, dan bagaimana pula sperma tersebut bisa tetap berada di sana sementara air dengan deras mengalir melalui rongga lapisan tubuh bagian luar sehingga cumi-cumi betina bisa pula bergerak dan bernapas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kelompok cumi-cumi air dangkal memiliki satu tentakel khusus untuk melakukan tugas itu. Cumi-cumi jenis air dangkal ini memiliki alat kelamin berukuran pendek yang menghasilkan sperma, kemudian salah satu dari delapan tentakelnya mengalihkan sperma ini ke bagian penerima cumi-cumi betina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagian penyimpan sperma ini terletak di badan kulit dan bagian dalam. Sementara itu, cumi-cumi air dalam menggunakan metode yang lebih primitif, yang melibatkan penyemprotan sperma ke dalam tubuh cumi-cumi betina. (*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-8063205429359757479?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8063205429359757479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/8063205429359757479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/07/malvinas-kelamin-makhluk-ini-terpanjang.html' title='Malvinas : Kelamin Makhluk Ini Terpanjang di Dunia'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TEUTZB8b9FI/AAAAAAAABjQ/uVQofjzDmsQ/s72-c/10-07-09+Kelamin+mahluk+terpanjang.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-330657438322154715</id><published>2010-07-01T11:55:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T11:59:01.139+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Boven Digoel : Tanaman Karet Akan Jadi Primadona Daerah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.cenderawasihpos.com, 30-06-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kabupaten Boven Digoel akan terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya tanaman karet melalui pembibitan dan juga penyediaan alat-alat sadap. Sebab tanaman karet merupakan salah satu komoditi unggulan dari daerah, yang layak untuk terus dikembangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;‘’Daerah kami sangat cocok untuk perkebunan karet,’’ kata Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo, SH, M.Si, didampingi Kepala Dinas Pertanian Habel Waridjo, SP, ketika ditemui Cenderawasih Pos, di Tanah Merah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat ini, pohon karet tersebut sudah dapat ditemui dengan mudah di sekitar Distrik Jair dan Mindiptana, yang sangat tumbuh dengan subur. Tahun 2008 lalu, pihaknya telah melakukan pembibitan untuk melakukan peremajaan dari pohon karet tersebut. ‘’Jika karetnya semakin tua, produktivitasnya akan semakin menurun sehingga perlu diremajakan secara bertahap dengan melakukan pembibitan untuk selanjutnya disalurkan kepada petani,’’ katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan peralatan sadap yang telah dibagi-bagikan kepada masyarakat. Dikatakan, tanaman karet yang ada saat ini seluruhnya merupakan milik masyarakat dengan total luas 1.303 ha dengan jumlah pemilik 1.597 Kepala Keluarga yang tersebar di 2 distrik yakni Jair dan Mindiptana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk distrik Jair seluas 617 ha dengan pemilik 587 KK. Sementara di Mindiptana seluas 686 Ha dengan jumlah pemilik 1.010 KK. Berdasarkan data tahun 2005, jelas Habel, untuk Mindiptana dihasilkan getah beku dan kering atau basah sebanyak 181 ton, sedangkan Jair sebanyak 83 ton. ‘’Itu data tahun 2005 lalu dan untuk data terbaru kami belum punya, kami harapkan tahun-tahun berikutnya data produksi setiap tahunnya sudah ada,’’ jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menyangkut pasaran produk karet ini, diakui Habel, selama ini dijual ke Surabaya dengan pengusaha yang mengumpulkan karet tersebut. ‘’Ada yang lewat koperasi mereka dan ada pula yang dijual langsung ke pengusaha tanpa melalui perantara,’’ terang Habel yang mengaku soal harga masih berfluktuasi tergantung dari nilai tukar rupiah terhadap dolar. (ulo)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-330657438322154715?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/330657438322154715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/330657438322154715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/06/boven-digoel-tanaman-karet-akan-jadi.html' title='Boven Digoel : Tanaman Karet Akan Jadi Primadona Daerah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5484134371417261495</id><published>2010-06-12T00:59:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T12:04:03.607+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Timika : Ambil Berton-ton, Hanya Bayar 1 Juta</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 11-06-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;TIMIKA [PAPOS] – Masyarakat Kampung Atuka Distrik Mimika Tengah mengeluhkan penangkapan udang yang dilakukan oleh kapal-kapal milik PT. Apona di sepanjang daerah pesisir pantai Kabupaten Mimika. Pasalnya, hasil penangkapan udang oleh perusahaan yang berkedudukan di Kaimana Papua Barat ini, tidak sebanding dengan incame yang diberikan kepada masyarakat sekitar lokasi penangkapan udang, seperti Potawaiburu, Atuka dan Kokonao.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Perusahaan hanya membayar 1 juta rupiah per tahun untuk masyarakat, padahal hasil penangkapan udang yang dilakukan setiap bulan berton-ton banyaknya. Salah satu warga kampung Atuka Rudolof Mametaru mengatakan, masyarakat di daerah sekitar pesisir pantai tidak merasa puas dengan pembayaran dari perusahaan kepada masyarakat ”setiap hari dilaut kami ini banyak kapal-kapal yang menagkap udang, bahkan kalau malam seperti kota ditengah laut karena lampu-lampunya” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dikatakannya, mereka (kapal.red) menggunakan pukat harimau untuk menjaring udang dan juga ikan, namun ikan yang mereka tangkap apabila tidak mereka suka mereka lantas membuangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut dia, Kepala Kampung dan juga Ketua Bamuskam beberapa bulan lalu pernah bertatap muka dengan pihak perusahaan di kaimana terkait dengan pembayaran incame kepada masyarakat, namun pihak perusahaan hanya memberikan 10 juta untuk 10 tahun masa operasi panangkapan di laut mereka.”Mereka bayar hanya 10 juta dari tahun 2000 sampai sekarang, berarti 1 juta setiap tahun,” ungkapnya seraya berharap pemerintah dapat memperhatikan masalah ini karena mereka sama sekali dirugikan, dimana hasil tangkapan dengan incame untuk masyarakat tidak sebanding. [cr-56]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5484134371417261495?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5484134371417261495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5484134371417261495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/06/timika-ambil-berton-ton-hanya-bayar-1.html' title='Timika : Ambil Berton-ton, Hanya Bayar 1 Juta'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-163462024075336317</id><published>2010-06-10T23:45:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T11:49:11.359+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><title type='text'>Jayapura : Ribuan Kayu Ilegal dari teluk Bintuni Disita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 10-06-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JAYAPURA [PAPOS]– Ribuan kayu tanpa dokumen di Sungai Mayapo,Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (4/6/) lalu berhasil disita Tim Operasi Hutan Lestari (OHL) 2010, Wilayah Papua dan Papua Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ribuan kayu tersebut terdiri dari 2175 m3 Kayu Merbau dan 3124 m3 Kayu campuran yang rencananya akan ke Surabaya yang akan diangkut menggunakan dua kapal tongkang milik PT.N dan PT.WG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“ Hasil yang diperoleh para pengusaha yang selama ini telah dikenal memiliki HPH atau UPH, tetapi mereka tidak bisa menunjukkan dokumen sah sehingga kami dianggap sebagai perbuatan pidana sesuai dengan UU. No.41 tahun 1999,” ungkap anggota Tim Operasi Hutan Lestari 2010 Wilayah Papua Barat, Kombes Pol Paulus Waterpauw, kepada wartawan di Jayapura, Selasa [8/6].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih jauh dikatakan, pihaknya telah menyita sejumlah 5300 m3 kayu Merbau, 2175 m3 atau 435 batang dan kayu campuran sebanyak 3125 m3 atau 625 batang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Disamping ribuan kayu illegal, tim yang dipimpin langsung Direktur V Bareskrim Mabes Polri ini, juga menangkap 2 Tongkang yakni Ringgo milik PT.N dan tongkang Samudera Indonesia 77 PT. WG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Ada juga 7 alat berat milik PT.WG dan 3 mobil pengangkut kayu,” tambah Waterpauw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dituturkan, kronologis penangkapan saat kedua tongkang yang mengangkut ribuan kapal ini,  telah keluar dari areal penebangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dimana dari informasi awal telah di pegang oleh Tim yang terdiri dari 12 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tim kemudian melakukan pengejaran dengan lama perjalanan darat selama 5 dari ibukota kabupaten dan melewati sungai dengan Long boat selama 2 jam. Setelah dicek oleh petugas ternyata, dari log atau TPK sementara, para pembalak ini tidak mampu menunjukkan dokumen dari kayu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hasil penangkapan ini, telah ada 3 tersangka, dimana salah satunya berisial A sementara 2 orang lainnya merupakan tenaga stailer. Ketiga tersangka telah diamankan di Polres Bintuni. oleh Tim penyidik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keterangan  tersangka mengatakan perusahaan mereka telah beroperasional sejak tahun 1992.[lina]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-163462024075336317?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/163462024075336317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/163462024075336317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/06/jayapura-ribuan-kayu-ilegal-dari-teluk.html' title='Jayapura : Ribuan Kayu Ilegal dari teluk Bintuni Disita'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7434888267310591029</id><published>2010-06-08T00:28:00.000+09:00</published><updated>2010-07-20T12:30:31.946+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Timika : Pemprov Papua Dorong Freeport Lunasi Kewajiban IPPKH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 07-06-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Timika [PAPUA] - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan setempat, mendorong PT Freeport Indonesia melunasi kewajiban Izin Pinjam Pakai Lahan Kawasan Hutan atau IPPKH untuk areal pertambangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Pasti kita mendorong agar Freeport melunasi kewajiban-kewajibannya kepada negara. Bagaimanapun juga pelunasan kewajiban itu akan berdampak pada pendapatan daerah," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Marthen Kayoi di Timika, Jumat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Marthen Kayoi mengatakan, kewajiban mengajukan IPPKH ke Kementerian Kehutanan diatur dalam Perpu No 1 tahun 2004 bagi 13 perusahaan tambang di Indonesia yang beroperasi di dalam kawasan hutan lindung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Kayoi, saat ini Freeport dan Pemprov Papua masih mendiskusikan semua kontribusi perusahaan itu termasuk mengurus IPPKH sebagai konsekuensi dari penyesuaian peraturan perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Pemprov Papua sama sekali tidak menghambat Freeport untuk tidak mengurus IPPKH. Kondisi yang sesungguhnya terjadi yaitu perusahaan ini sudah hadir sejak tahun 1960-an di Papua, lalu ada peraturan yang baru diberlakukan beberapa tahun belakangan sehingga membutuhkan penyesuaian," jelas Kayoi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat kunjungan kerja ke Timika belum lama ini, sejumlah anggota Komisi IV DPR meminta Freeport segera mengurus IPPKH mengingat Menteri Kehutanan sudah pernah menyurati pimpinan perusahaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anggota Komisi IV DPR Erik Satrya Wardhana mengatakan dalam diskusi dengan manajemen Freeport terungkap alasan perusahaan itu belum mengurus IPPKH karena masih terdapat perbedaan pendapat soal luas lahan hutan dan mulai kapan kewajiban itu dibayar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Erik, IPPKH merupakan upaya pemerintah dalam melindungi kawasan hutan di Indonesia yang masih tersisa termasuk di Provinsi Papua. [ant/agi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7434888267310591029?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7434888267310591029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7434888267310591029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/06/timika-pemprov-papua-dorong-freeport.html' title='Timika : Pemprov Papua Dorong Freeport Lunasi Kewajiban IPPKH'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7447451063930934650</id><published>2010-05-29T00:28:00.000+09:00</published><updated>2010-05-29T12:32:01.515+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Basis Pengurangan Emisi di Provinsi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 28-05-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;OSLO, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan Zulkifli Hassan menyatakan, basis pelaksanaan program kegiatan pengurangan emisi dari penggundulan dan perusakan hutan (reduction of emmisions from deforestation and degradation/REDD+) akan dipusatkan di wilayah provinsi. Namun, untuk penetapan provinsi mana saja yang akan ditetapkan sebagai pusat kegiatan REDD+, wilayahnya akan ditetapkan bersama antara pemerintah RI dan Kerajaan Norwegia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal itu diungkapkan Zulkifli Hassan menjawab pers, seusai makan siang di sela-sela Konferensi mengenai Perubahan Iklim dan Hutan (Oslo Climate and Forest Conference/OCFC) di Hamelkollen Park Hotel Rica, Oslo, Norwegia, Kamis (27/5/2010) siang waktu setempat atau malam hari waktu Indonesia Bagian Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Basis kegiatannya akan dipusatkan di provinsi. Namun, provinsi mana saja yang akan dijadikan pusat kegiatan, akan ditetapkan bersama oleh pemerintah RI dan Norwegia," tandas Zulkifli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Zulkifli, Kementerian Kehutanan akan mengusulkan sejumlah provinsi untuk ditetapkan sebagai pusat kegiatan REDD+. "Salah satunya adalah Kampar, Riau, yang luas hutan gambutnya mencapai 700.000 hektar dan mencapai kedalaman 3-12 meter. Kawasan itu akan kita ajukan restorasi," kata Zulkifli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wilayah lain yang akan diusulkan adalah di Malino, Kalimantan Timur dan kawasan penyanggah Sungai Kapuas Taman Nasional Kaen Mentarang, Kalimantan Barat, yang berbatasan dengan Malaysia. "Pilihan lainnya yang akan diajukan adalah hutan gambut di kawasan food estate di Papua Barat, yang kedalamannya mencapai 1-2 meter," kata Zulkifli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Zulkifli menegaskan, berdasarkan Letter of Intent (LoI) tentang kerja sama RI dan Norwegia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestrasi dan degradasi hutan, disyaratkan selama dua tahun kawasan tersebut, dilakukan moratorium atau larangan dibuka perizinannya untuk dilakukan konversi bagi lahan industri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kawasan hutan industri juga tidak boleh lagi dilakukan konversi untuk apa pun, terkecuali direstorasi agar bisa menyerap gas karbon dan menghasilkan oksigen (O2). "Pengukuran penyerapan emisi gas dan produksi O2-nya akan diukur dengan alat standar yang digunakan di Brazilia yang telah menerapkan REDDI lebih dulu," tambah Menhut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7447451063930934650?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7447451063930934650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7447451063930934650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/05/nasional-basis-pengurangan-emisi-di.html' title='Nasional : Basis Pengurangan Emisi di Provinsi'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-9160797359707300329</id><published>2010-05-21T00:49:00.000+09:00</published><updated>2010-05-29T10:50:10.115+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YKPM Papua'/><title type='text'>Presentasi dan Pelatihan TOT di Timika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RduI3FNASx0/S_dy9BIkHOI/AAAAAAAAACA/fYFmGfXB6UQ/s1600/Gallery-04-04.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RduI3FNASx0/S_dy9BIkHOI/AAAAAAAAACA/fYFmGfXB6UQ/s400/Gallery-04-04.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473970264694070498" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Foto : Pembukaan acara oleh Bapak DR.Hanafi Guciano (New Forest) dan Presentasi Metode MLA oleh Jance Bemei (YKPM Papua) pada acara TOT di Timika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YKPM Papua pada tanggal 14-15 Mei 2010 bekerjasama dengan New Forest dan Pemerintah Daerah Mimika Provinsi Papua telah mengadakan Kegiatan Presentasi dan Pelatihan TOT di Timika, Provinsi Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOT adalah singkatan dari Training of Trainer artinya dari kegiatan ini mempunyai  tujuan mengajarkan seseorang menjadi mahir dan mampu melakukan kegiatan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini diikuti oleh para peserta dari perwakilan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, LEMASA (Lembaga Masyarakat Adat Amungme) dan LEMASKO (Lembaga Masyarakat Adat Komoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun acara kegiatan diantaranya :&lt;br /&gt;• Pembukaan acara oleh Bapak Hanafi dari New Forest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Presentasi Metode MLA (MUltidiciplinary Landscape Assessment), di sampaikan oleh Jance Bemei dari YKPM Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Partisipatif aktif langsung dari Peserta ToT mengenai Menggambar Peta Partisipatif yang difasilitasi oleh Amson D. Flassy dari YKPM Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Partisipatif Aktif dari Peserta ToT, mengenai Bagaimana cara mengisi Data Sheet yang difasilitasi dan sampaikan oleh Michael Korwa dari YKPM Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RduI3FNASx0/S_d9Te4nECI/AAAAAAAAACY/_KrDIDYPtUw/s1600/Gallery-04-03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 292px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RduI3FNASx0/S_d9Te4nECI/AAAAAAAAACY/_KrDIDYPtUw/s400/Gallery-04-03.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473981645753618466" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Foto : Pelatihan PDM (Metode Distribusi Kerikil) oleh peserta acara TOT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Metode Distribusi Kerikil ( PDM ), diberikan oleh Irwan C Soplely dan Michael Korwa dari YKPM Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bagaimana melakukan Ground Check Lokasi dan mengisi Data Sheet, diberikan oleh Jance Bemei dari YKPM Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Cara menggunakan GPS, diberikan oleh Amson Flassy dari YKPM Papua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-9160797359707300329?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9160797359707300329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/9160797359707300329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/05/presentasi-dan-pelatihan-tot-di-timika.html' title='Presentasi dan Pelatihan TOT di Timika'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RduI3FNASx0/S_dy9BIkHOI/AAAAAAAAACA/fYFmGfXB6UQ/s72-c/Gallery-04-04.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5320796319244844156</id><published>2010-05-20T03:28:00.000+09:00</published><updated>2010-05-29T15:37:34.549+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesies Baru / Endemik / Terancam Punah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><title type='text'>Uniknya Temuan Hewan di Foja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TAC12W2V9-I/AAAAAAAABi4/HskIm4dCiBU/s1600/10-05-18+Unikan+hewan+foja.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 563px; height: 312px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TAC12W2V9-I/AAAAAAAABi4/HskIm4dCiBU/s400/10-05-18+Unikan+hewan+foja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476577092333598690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.kompas.com, 19-05-2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;KOMPAS.com — Menemukan spesies hewan baru selalu menjadi saat istimewa bagi para peneliti. Apalagi bila hewan-hewan itu datang sendiri ke kemah mereka seolah ingin memperkenalkan diri. Itulah yang dialami tim peneliti yang berkemah di Pegunungan Foja, Papua, saat herpetologis Paul Oliver mendapati seekor katak bertengger di karung beras yang mereka bawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat diamati lebih dekat, hewan mungil itu ternyata sejenis katak berhidung panjang yang belum dikenal. Para peneliti pun menjulukinya pinokio. Saat katak itu bersuara, hidungnya akan tegak ke depan, dan melengkung turun bila sang katak berhenti bernyanyi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Kami sedang duduk makan siang saat Oliver melihat ke bawah dan menemukan katak kecil di karung beras. Ia pun berusaha menangkapnya," ujar ornithologis Smithsonian, Chris Milensky. "Dan bukan hanya itu, seperti layaknya herpetologis yang cekatan, Oliver juga berhasil menangkap tokek bermata kuning yang baru dikenal."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cerita tentang penemuan si hidung panjang dan tokek bermata kuning baru permulaan. Ternyata Pegunungan Foja di Papua menyimpan banyak hewan dan tumbuhan baru yang selama ini tidak dikenal dunia ilmu pengetahuan. Tak heran bila para peneliti dari Conservation International, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, The National Geographic Society, dan Smithsonian Institution kemudian menemukan spesies-spesies lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Spesies baru yang ditemukan lainnya pada ekspedisi di akhir 2008 itu antara lain tikus besar berbulu, tokek bermata kuning berjari bengkok, merpati kaisar, walabi kerdil (Dorcopsulus sp nov) anggota kanguru terkecil di dunia, serta seekor kanguru pohon berjubah emas yang sudah sangat langka dan sangat terancam keberadaannya karena perburuan dari bagian wilayah New Guinea lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kejutan terbesar dari ekspedisi itu datang ketika seorang ornitologis, Neville Kemp, melihat sepasang merpati kaisar yang baru ditemukan (Ducula sp nov) dengan bulu-bulu tiga warna, yakni merah seperti berkarat, agak putih, dan abu-abu. Temuan lainnya yang direkam selama survei itu, antara lain, kelelawar kembang baru (Syconycteris sp nov) yang memakan sari bunga dari hutan hujan, seekor tikus pohon kecil (Pogonomys sp nov), seekor kupu-kupu hitam dan putih (Ideopsis fojana) yang memiliki hubungan dengan jenis kupu-kupu raja pada umumnya, dan semak belukar berbunga yang baru (Ardisia hymenandroides).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal yang menarik perhatian adalah kanguru pohon berjubah emas. Berbeda dengan bayangan banyak orang bahwa kanguru hanya hidup di dataran Australia, kanguru jubah emas ini telah beradaptasi dengan kehidupan hutan. "Ia bisa meloncat ke pohon dan bertengger di sana," ujar Kristofer M Helgen, kurator mamalia di Smithsonian's National Museum of Natural History. "Namun, saat berada di darat, ia melompat seperti kanguru lainnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang jelas temuan-temuan ini memberi harapan bagi para peneliti. "Saat hewan-hewan dan tanaman di seluruh dunia mengalami kepunahan dalam laju yang belum pernah terjadi selama jutaan tahun sebelumnya, penemuan jenis-jenis kehidupan baru ini sungguh menjadi berita yang menggembirakan," ujar Bruce Beehler, peneliti senior di CI. "Tempat seperti Foja memberi harapan masa depan lebih baik bagi kita dan menunjukkan bahwa belum terlambat untuk menghentikan krisis kepunahan di Bumi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Editor: wsn   |   Sumber :AP &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5320796319244844156?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5320796319244844156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5320796319244844156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/05/uniknya-temuan-hewan-di-foja.html' title='Uniknya Temuan Hewan di Foja'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TAC12W2V9-I/AAAAAAAABi4/HskIm4dCiBU/s72-c/10-05-18+Unikan+hewan+foja.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4585328862344447902</id><published>2010-05-19T00:13:00.000+09:00</published><updated>2010-05-29T12:24:30.059+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesies Baru / Endemik / Terancam Punah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Conservation International'/><title type='text'>Katak "Pinokio" Spesies Baru dari Papua</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TACH209cE9I/AAAAAAAABiQ/9QuZ1MUQ5Gs/s1600/10-05-17+katak+pinokio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 564px; height: 324px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TACH209cE9I/AAAAAAAABiQ/9QuZ1MUQ5Gs/s400/10-05-17+katak+pinokio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476526522881545170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(www.kompas.com, 18-05-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah ekspedisi ilmiah menemukan sejumlah spesies baru di Pegunungan Foja, di Pulau Guinea Baru, Provinsi Papua. Salah satunya jenis katak baru yang pantas disebut katak Pinokio karena memiliki bagian tubuh memanjang di mukanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Spesies baru itu yakni katak (Litoria sp nov) yang diamati memiliki benjolan panjang pada hidung seperti pinokio yang menunjuk ke atas bila ada ajakan dari jenis jantan serta mengempis dan mengarah ke bawah bila aktivitasnya berkurang. Katak ini ditemukan herpetologis, Paulus Oliver, secara kebetulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Komunikasi Conservation International (CI) Elshinta S Marsden di Jakarta, Senin (17/5/2010) malam, mengatakan, katak tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak spesies baru yang ditemukan selama Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP) pada tahun 2008. Ekspedisi ini merupakan kolaborasi ilmuwan dari dalam dan luar negeri, termasuk para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain katak pinokio, spesies baru yang ditemukan lainnya, antara lain, tikus besar berbulu, tokek bermata kuning berjari bengkok, merpati kaisar, walabi kerdil (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dorcopsulus sp nov&lt;/span&gt;) anggota kanguru terkecil di dunia, serta seekor kanguru pohon berjubah emas yang sudah sangat langka penampakannya, dan sangat terancam keberadaannya karena perburuan dari bagian wilayah Guinea Baru lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kejutan terbesar dari ekspedisi itu datang ketika seorang ornitologis, Neville Kemp, melihat sepasang merpati kaisar yang baru ditemukan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ducula sp nov&lt;/span&gt;) dengan bulu-bulu yang terlihat berkarat, agak putih, dan abu-abu. Temuan lainnya yang direkam selama survei RAP itu, antara lain, kelelawar kembang baru (Syconycteris sp nov) yang memakan sari bunga dari hutan hujan, seekor tikus pohon kecil (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pogonomys sp nov&lt;/span&gt;), seekor kupu-kupu hitam dan putih (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ideopsis fojana&lt;/span&gt;) yang memiliki hubungan dengan jenis kupu-kupu raja pada umumnya, dan semak belukar berbunga yang baru (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ardisia hymenandroides&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Untuk menentukan temuan tersebut betul-betul terbaru perlu diteliti dulu famili dan habitatnya. Hal itu butuh waktu bertahun-tahun," katanya. Kepastian penemuan itu diungkapkan dalam rangka menandai peringatan Hari Keanekaan Ragam Hayati se-Dunia (International Day for Biological Diversity) pada 22 Mei.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada ekspedisi RAP yang didukung The National Geographic Society dan Smithsonian Institution ini, para ahli biologi bertahan menghadapi hujan badai yang lebat dan banjir bandang yang mengancam sambil terus melacak spesies-spesies, mulai dari bukit rendah di Desa Kwerba sampai ke puncaknya pada kisaran 2.200 meter di atas permukaan laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Disebutkan juga, Wakil Presiden Regional CI Indonesia Jatna Supriatna, PhD, mengatakan, temuan ini dapat menunjukkan berapa banyak bentuk spesies unik yang hanya hidup di hutan-hutan pegunungan Papua, dan menyadarkan dunia betapa hutan-hutan ini harus dilestarikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Para peneliti LIPI merasa sangat bersyukur turut terlibat dalam pengungkapan keanekaan ragam hayati kawasan Pegunungan Foja, Mamberamo. Adanya kerja sama penelitian ini jelas mendukung program-program konservasi pada kawasan yang memiliki biodiversitas sangat tinggi dan termasuk dalam daftar perlindungan undang-undang RI," kata Ketua Tim Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Dr Hari Sutrisno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan Gubernur Papua Barnabas Suebu mengingatkan, pihaknya sepakat dan sangat mendukung agar wilayah-wilayah ber-biodiversitas sangat tinggi di Provinsi Papua dipertahankan karena banyak spesies endemik di wilayah ini yang masih terisolasi dan tidak terdapat di belahan dunia lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Penulis: WAH &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4585328862344447902?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4585328862344447902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4585328862344447902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/05/katak-pinokio-spesies-baru-dari-papua.html' title='Katak &quot;Pinokio&quot; Spesies Baru dari Papua'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/TACH209cE9I/AAAAAAAABiQ/9QuZ1MUQ5Gs/s72-c/10-05-17+katak+pinokio.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3507582197610042918</id><published>2010-05-06T01:00:00.000+09:00</published><updated>2010-05-06T10:11:55.825+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Jayapura : Sosialisasi Peraturan Terbaru Bidang Bina Produksi Kehutanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IWpvGGRJI/AAAAAAAABhY/7GSLeekESzQ/s1600/foto-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IWpvGGRJI/AAAAAAAABhY/7GSLeekESzQ/s400/foto-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467957803853694098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.bpphp17.web.id, 5-5-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka peningkatan Kapasitas SDM Aparatur Kehutanan. BP2HP Wilayah XVII Jayapura telah menyelenggarakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sosialisasi Peraturan Terbaru Bidang Bina Produksi Kehutanan&lt;/span&gt; pada tanggal 3 sampai dengan 5 Mei 2010 bertempat di Hotel ASTON International Jl. Percetakan Negara Jayapura Papua. Kegiatan Sosialisasi yang akan dilaksanakan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;1. SPHL dan Sistem Standarisasi International ( Lacey Act, DFID, ISO, ITTO, FSC, dan PEFC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksud : Memberikan informasi mengenai Sistem pengelolaan Hutan Lestari (SPHL) dan Sistem Standarisasi International terkait dengan manajemen mutu dan pengelolaan hutan produksi lestari seperti Lacey Act, DFID, ISO, ITTO, FSC, dan PEFC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Narasumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Direktur Bina Pengembangan Hutan alam Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;c. LPI PT. Ayamaru Bhakti Pertiwi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;d. PT. Sprint Consultant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;2. Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksud : Memberikan informasi mengenai Standar Verifikasi Legalitas Kayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Narasumber : Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;3. FLEGT, Carbon Trade, RIL dan REDD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksud : Memberikan informasi mengenai FLEGT, Carbon Trade, RIL dan REDD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Narasumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a.       Ir. Rahman Tasmin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b.      Prof.Dr. Elias&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;c.       Ir. B.Ch.Simangunsong, MS, Ph.D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;d.      Ir. E.G. Togu Manurung, MS, Ph,D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;4. Kebijakan Bidang Pengendalian Bahan Baku IPHH dan Sistem Informasi RPBBI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksud : Memberikan informasi mengenai Kebijakan Bidang Pengendalian Bahan Baku IPHH dan SI RPBBI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Narasumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Kepala Sub. Direktorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;5. Kompetensi dan Sertifikasi GANIS/WASGANIS PHPL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksud : Memberikan informasi mengenai Kebijakan Pemenuhan Tenaga Teknis PHPL dan Kompetensi Sertifikasi GANIS/WASGANIS PHPL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Narasumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Direktur Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Kepala Sub Direktorat Pengujian Hasil Hutan Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;6. Pembentukan KPHP Yapen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksud : Memberikan informasi/gambaran dan pedoman kepada pihak yang berkompeten dalam pembangunan KPHP. Sehingga para pihak dapat memahami dan menjalankan perannya, sebagai wujud awal (embrio) pembangunan KPHP di tingkat tapak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Narasumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Produksi Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Kepala Sub. Direktorat Pola Pemanfaatan Hutan Produksi Kementerian Kehutanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;c. Ir. Noak Kapisa, M.Si&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;7. Ekspose Hasil-Hasil Kegiatan BPPHP Tahun 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksud : Memberikan informasi mengenai Hasil-Hasil Kegiatan BPPHP Tahun 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Narasumber : CV. Design Consultant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Peserta berasal dari Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua, Dinas Kehutanan Kab./Kota se Provinsi Papua, Polda Papua, Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua, Pemegang IUPHHK/IUIPHHK dan LSM yang bergerak dibidang kehutanan di Provinsi Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3507582197610042918?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3507582197610042918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3507582197610042918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/05/jayapura-sosialisasi-peraturan-terbaru.html' title='Jayapura : Sosialisasi Peraturan Terbaru Bidang Bina Produksi Kehutanan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IWpvGGRJI/AAAAAAAABhY/7GSLeekESzQ/s72-c/foto-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3368652373473149391</id><published>2010-05-05T01:20:00.000+09:00</published><updated>2010-05-06T10:29:10.809+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IaxTn1pNI/AAAAAAAABho/uOGE9qoM7bM/s1600/10-05-03+Penyelundupan+Kakatua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 323px; height: 363px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IaxTn1pNI/AAAAAAAABho/uOGE9qoM7bM/s400/10-05-03+Penyelundupan+Kakatua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467962331964482770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 04-05-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;SIDOARJO, KOMPAS.com  - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur berhasil menggagalkan penyelundupan 18 ekor burung Kakatua dilindungi, terdiri dari 14 ekor Kakatua jambul kuning (Cacatuiya bu pagia galerita), 3 ekor Kakatua raja (Probosciger aterrimus), dan 1 ekor Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua Sulphurea) Rencananya, burung-burung langka ini akan dikirim ke Jakarta melalui pesawat terbang di Bandara Internasional Juanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengungkapan upaya penyelundupan 18 ekor burung Kakatua berawal dari pengintaian yang dilakukan petugas intelijen Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Pelabuhan Tanjung Perak selama lima hari. Kepala BKSDA Jatim, Novianto Bambang W mengatakan, petugas intelijen mendapat informasi bahwa ada penampungan satwa-satwa liar dilindungi di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Satwa-satwa itu diangkut dari wilayah Papua dan Maluku ke Surabaya menggunakan kapal laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Rupanya hewan-hewan langka itu dikumpulkan oleh tersangka berinisial J (32) asal Madura secara bertahap. Setelah terkumpul hingga 18 ekor, burung kakatua lalu dibawa ke Bandara Internasional Juanda," ujarnya, Senin (3/5/2010) di Kandang Riset Terapan Pengembangbiakan Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Jatim, Sidoarjo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Agar tak mencurigakan, burung-burung itu dikemas dalam rak roti yang ditutup selubung kain kemudian diangkut menuju bandara menggunakan angkutan umum sewaan. Petugas yang telah mengintai sejak di Pelabuhan Tanjung Perak akhirnya berhasil meringkus tersangka, J beserta barang bukti di area parkir keberangkatan Bandara Internasional Juanda B11 pada, Minggu (2/5/2010) pukul 05.00.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Dari keterangan tersangka, burung-burung Kakatua itu akan dikirim ke Jakarta. Bahkan ia mengaku pengiriman ini adalah pengiriman yang kedua kali," kata Novianto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan pengakuan tersangka bahwa ia melakukan penyelundupan melalui pesawat terbang hingga dua kali, maka diduga pengiriman satwa liar ini melibatkan pihak internal bandara. Karena itu, pengawasan di bandara harus diperketat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Novianto, BKSDA bekerja sama dengan Kepolisian akan mengembangkan penyelidikan hingga ke tingkat penadah atau pembeli burung-burung Kakatua langka itu. Dengan demikian, seluruh jaringan jual-beli satwa langka ini dapat terungkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Bagian sindikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara itu, Koordinator Lapangan dan Tim Intelegen BKSDA Jatim, Eko Setyobudi mengatakan, diduga pelaku penyelundupan Kakatua langka ini merupakan bagian dari sindikat penjualan hewan langka. "Pelaku memang spesialis dalam penjualan satwa-satwa dilindungi. Seluruh hewan yang ia bawa adalah hewan-hewan langka yang dilindungi," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kakatua raja, kakatua jambul kuning, dan kakatua kecil jambul kuning merupakan jenis kakatua yang dilindungi Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Hewan-hewan endemik langka asal Maluku dan Papua ini dilindungi secara mutlak dan tidak boleh dibawa ke luar habitat aslinya tanpa seizin pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku akan menjual Kakatua jambul kuning dengan harga Rp 750.000 hingga Rp 1 juta per ekor, sedangkan Kakatua raja akan dijual antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per ekor," kata Kepala Bidang Kelestarian Sumber Daya Alam II Surabaya Achmad Saerozi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kini, BKSDA Jatim mengamankan barang bukti 18 ekor kakatua di Kandang Riset Terapan Pengembangbiakan Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Jatim, Sidoarjo. Sedangkan, tersangka J ditahan di Polsek Sedati, Sidoarjo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Atas tindakan upaya penyelundupan satwa langka ini, tersangka akan dijerat pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 dengan sanksi hukuman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3368652373473149391?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3368652373473149391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3368652373473149391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/05/www.html' title=''/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IaxTn1pNI/AAAAAAAABho/uOGE9qoM7bM/s72-c/10-05-03+Penyelundupan+Kakatua.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2928099532264834319</id><published>2010-05-02T01:12:00.000+09:00</published><updated>2010-05-06T10:16:13.844+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Jayapura : BPPHP Wil.XVII Jayapura Memperoleh Penghargaan Satuan Kerja Terbaik dari Menteri Kehutanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IX8Oc3nYI/AAAAAAAABhg/Hs8GMDzN-dM/s1600/penghargaanmenteri.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IX8Oc3nYI/AAAAAAAABhg/Hs8GMDzN-dM/s400/penghargaanmenteri.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467959221019975042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.bpphp17.web.id, 01-05-2010)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XVII Jayapura sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis lingkup Kementerian Kehutanan meraih Penghargaan Satuan Kerja Terbaik Wilayah Kalimantan dan Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Kehutanan terhadap Kinerja Unit Pelaksana Teknis yang ada di seluruh Indonesia berdasarkan hasil pengawasan tahun 2008 sampai dengan 2009.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piagam Penghargaan diserahkan oleh Bapak Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, SE, MM di Jakarta pada Peringatan Hari Bhakti Rimbawan yang ke 27 tanggal 16 Maret 2010 di Jakarta dengan tema “Perkuat Jiwa Korsa Guna Penguatan Bakti dan Kesejahteraan Rimbawan Demi Suksesnya Gerakan Tanam 1 Milyar Pohon”&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penghargaan Satuan Kerja Terbaik yang diperoleh BPPHP Wil.XVII Jayapura tidak terlepas dari kinerja yang selama ini di tunjukan  sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2009, beberapa Indikator kinerja BPPHP Wil.XVII Jayapura yang optimal dapat dilihat dari kinerja yang berstandar internasional melalui sertifikat ISO 9001:2008 (QSC 00807), hasil penilaian Dirjen BPK terhadap laporan kinerja pada website (www.bpphp17.dephut.go.id / www.bpphp17.web.id ) yang selalu mendapatkan nilai Sangat Baik serta peran aktif BPPHP Wil.XVII Jayapura dalam implementasi HTR, KPHP, Penanaman Pohon dan SI-PUHH Online di Provinsi Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penghargaan Satuan Kerja terbaik wilayah Kalimantan dan Papua diharapkan dapat menjadi pemicu dan motivasi guna meningkatkan kinerja BPPHP Wil.XVII Jayapura dalam mewujudkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari di Provinsi Papua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2928099532264834319?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2928099532264834319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2928099532264834319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/05/jayapura-bpphp-wilxvii-jayapura.html' title='Jayapura : BPPHP Wil.XVII Jayapura Memperoleh Penghargaan Satuan Kerja Terbaik dari Menteri Kehutanan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IX8Oc3nYI/AAAAAAAABhg/Hs8GMDzN-dM/s72-c/penghargaanmenteri.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4767962070173533365</id><published>2010-04-22T00:47:00.000+09:00</published><updated>2010-05-06T10:49:19.011+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Alam'/><title type='text'>Banyak Temuan Kenapa Gak Terkenal?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 21-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Pusat Penelitian (P2) Oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Suharsono, menyampaikan bahwa penemuan-penemuan spesies baru tergolong banyak. Hanya saja, temuan-temuan tersebut tidak dikenal masyarakat umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal itu disampaikan Suharsono saat jumpa pers di kantor P2 Oceanografi LIPI, Ancol, Jakarta, Senin (19/4/2010). Dikatakan Suharsono, kurang tersosialisasikannya temuan-temuan baru itu dikarenakan komunikasi para penemu dengan masyarakat umum sangat minim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Sebenrnya kita publikasikan, tapi masalahnya ada gap. Orang-orang taksonom punya komunitas sendiri, jadi hanya dipublikasikan di komunitasnya," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain itu, menurut Suharsono, bahasa yang digunakan para penemu untuk menyampaikan hasil temuannya cenderung sulit dimengerti. "Komunikasi kita kurang, hasil penelitian kalau dibaca gitu saja nggak diketahui orang, jadi harus diterjemahkan ke bahasa media," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Olehkarena itulah, Suharsono menilai bahwa peran hubungan masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait hasil temuan sangat diperlukan."Selama ini, publikasi kita langsung masuk ke majalah sains, internasional dan nasional," imbuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebelumnya, LIPI memperkenalkan 11 spesies biota laut baru. Spesies baru tersebut ditemukan pada 2008 namun baru diluncurkan LIPI hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4767962070173533365?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4767962070173533365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4767962070173533365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/banyak-temuan-kenapa-gak-terkenal.html' title='Banyak Temuan Kenapa Gak Terkenal?'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2723517728905021888</id><published>2010-04-21T01:44:00.000+09:00</published><updated>2010-05-06T10:46:47.410+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesies Baru / Endemik / Terancam Punah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Conservation International'/><title type='text'>Raja Ampat : Inilah 11 Spesies Baru Biota Laut</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IfGLZPjPI/AAAAAAAABiA/hhBWxh0LzBI/s1600/10-04-19+11+spesies+baru+raja+ampat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IfGLZPjPI/AAAAAAAABiA/hhBWxh0LzBI/s400/10-04-19+11+spesies+baru+raja+ampat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467967088579546354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 20-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam Indonesia (LIPI), Suharsono, di Jakarta, Senin (19/4/2010), memperkenalkan 11 nama spesies biota laut baru yang ditemukan di perairan Raja Ampat, Kepala Burung Papua Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesebelas spesies baru tersebut adalah Hemiscyllium galei, atau hiu berjalan yang tampak seperti hiu kecil dengan warna bentol-bentol seperti tokek yang berjalan di dasar lautan. Ikan tersebut ditemukan oleh peneliti Australia, Allen dan Unmack pada 2008 dan namanya diambil dari nama Jeffrey Gale.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hemiscyllium henryi&lt;/span&gt;, sejenis hiu berjalan yang mirip dengan Hemiscyllium galei namun berbeda bentuk corak dan warnanya dengan H.galei. Hiu berjalan tersebut ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Wolcott Henry.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Melanotaenia synergos&lt;/span&gt; yang ditemukan Allen dan Unmarck pada 2008 yang namanya diambil dari nama Synergos Institute. Corythoichthys benedetto, sejenis kuda laut yang tampak seperti buaya yang sangat ramping. Ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama mantan perdana menteri Italia, Benedetto Craxi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pterois andover&lt;/span&gt; yang sejenis pterois berwarna merah yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Sindhuchajana Sulistyo. Pseudanthias charlenae, ikan kecil berwarna merah muda cerah yang namanya diambil dari nama Pangeran Monaco, Albert II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pictichromus caitlinae&lt;/span&gt; sejenis ikan kecil berwarna cerah yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Caitlin Elizabeth Samuel, sebagai hadiah ulang tahun Caitlin dari orangtuanya, Kim Samuel Johnson.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pseudochromus jace&lt;/span&gt; ikan kecil unik yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya merupakan singkatan dari nama Jonathan, Alex, Charlie, dan Emily, yang merupakan keempat anak Lisa dan Michael Anderson.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chrysiptera giti&lt;/span&gt;, ikan kecil yang tampak berduri ditemukan oleh Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama perusahaan yang dimiliki Enki Tan dan Cherie Nursalim, yakni perusahaan GITI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Paracheilinus nursalim&lt;/span&gt;, yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Sjamsul dan Itjih Nursalim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pterocaesio monikae&lt;/span&gt; diambil dari nama Lady Monica Bacardi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesebelas nama spesies tersebut diberikan oleh para pemenang lelang dalam pelelangan "Blue Auction" yang digelar di Monaco. Disampaikan Suharsono, hasil lelang tersebut akan digunakan untuk memajukan ilmu penamaan spesies atau taksonomi di Indonesia. Penemuan spesies baru tersebut merupakan kerjasama LIPI dengan Conservation Internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2723517728905021888?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2723517728905021888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2723517728905021888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/raja-ampat-inilah-11-spesies-baru-biota.html' title='Raja Ampat : Inilah 11 Spesies Baru Biota Laut'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S-IfGLZPjPI/AAAAAAAABiA/hhBWxh0LzBI/s72-c/10-04-19+11+spesies+baru+raja+ampat.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2677317764051946816</id><published>2010-04-15T02:48:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T15:03:30.257+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesies Baru / Endemik / Terancam Punah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><title type='text'>Spesies baru, Crayfish dari Papua</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VY3BCbOLI/AAAAAAAABhA/lmyjOqIBKVw/s1600/10-04-14+Spesies+baru+dari+papua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VY3BCbOLI/AAAAAAAABhA/lmyjOqIBKVw/s320/10-04-14+Spesies+baru+dari+papua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459867825451251890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(http://holmes1412.wordpress.com, 14-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Awalnya saya mengira bahwa spesies ini adalah spesies air laut sebagaimana yang pernah saya posting disini. Belakangan saya baru sadar, setelah membaca kembali jurnal ilmiah-nya, bahwa spesies ini adalah spesies air tawar.  Terkenal dengan istilah crayfish, orang awam menyamakannya dengan udang. Tidak salah, karena memang masih berkerabat, sama-sama masuk dalam Kelas Crustacea. Spesies ini memiliki dua variasi warna, biru dan oranye.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Spesies ini ditetapkan sebagai spesies baru pada tahun 2006 dengan nama lengkap Cherax (Cherax) holthuisi Lukhaup &amp;amp; Pekny, 2006. Cherax adalah nama marga, kemudian Cherax dalam tanda kurung menunjukkan nama sub-marga, dan holthuisi adalah penunjuk nama spesies, jadi nama spesies ini adalah Cherax (Cherax) holthuisi. Nama lengkap (mengikutsertakan nama author) biasa digunakan dalam publikasi ilmiah, namun dalam publikasi non ilmiah dan populer bisa diabaikan. Pada spesies ini, Lukhaup &amp;amp; Pekny disebut sebagai ‘author of species name’, kemudian tahun ‘2006′ adalah tahun dimana nama spesies tersebut pertama kali dikenalkan kepada komunitas sains melalui publikasi ilmiah internasional. Lebih lanjut, disebut ‘author of species name‘ atau kemudian disingkat ‘author‘ saja karena yang bersangkutan-lah, yang namanya tertulis di belakan nama spesies adalah orang yang mempublikasikan penetapan spesies baru tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nah, kembali ke spesies kita ini.  Sebagaimana tertulis dalam nama lengkapnya, spesies ini ditetapkan sebagai spesies baru oleh Lukhaup dan Pekny di tahun 2006. Lalu, mengapa baru ditetapkan di tahun 2006? apakah ini penemuan spesies baru?. Untuk menjawab ini, saya ceritakan kronologis singkatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dr. Holthuis pada tahun 1949, 1956, 1968, 1982, 1986, dan 1996, berdasarkan material spesimen dari berbagai penjuru dunia, telah mempublikasikan (dalam berbagai Jurnal). Beberapa spesimen berasal dari Irian Jaya (Papua). Spesimen-spesimen yang diteliti disimpan di Nationaal Natuurhistorisch Museum, Leiden, Belanda. Dari keseluruhan material spesimen, terdapat 9 spesimen yang belum terdeskripsi. Sembilan spesimen ini diperoleh dari tempat yang sama yaitu di bibir danau Aitinjo,sekitar 25 km arah tenggara Ajamaroe, Kais River Drainage, Irian Jaya bagian barat, Indonesia. Spesimen tersebut dikoleksi oleh Dr. M. Boeseman pada Juni 1952. Sampai lebih dari 50 tahun kemudian, spesimen-spesimen tersebut tetap tak terdeskripsi, melainkan masih dimasukkan pada spesies lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dr. Lukhaup dan Dr. Pekny (masing-masing orang Jerman dan Austria) setelah mengamati beberapa spesimen crayfish yang digunakan sebagai peliharaan, menemukan adanya kecocokan dengan sembilan spesimen di museum di Leiden tersebut. Setelah melakukan penelitian dan pengamatan seksama, keduanya menemukan bahwa keberadaan spesimen tersebut adalah sesuatu yang baru bagi sains. Spesimen tersebut berbeda dari spesies yang pernah ditemukan, dan kemudian ditetapkan sebagai spesies baru di tahun 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kembali ke pertanyaan. Kenapa baru tahun 2006? Yah,sains adalah bagian dari rahasia alam (sunnatullah). Apa yang dilakukan manusia untuk menguak tabir alam, sampai saat ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan sunatullah yang terbentang dalam ayat kauniyahNya. Jadi, wajar bila ada yang terlewat. Spesimennya ditemukan (diambil) ‘pertama kali’ (oleh komunitas sains) di tahun 1952. Karena barangkali ciri dan sifatnya mirip dengan spesies yang sudah pernah ditemukan, kemudian dianggaplah spesies yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu, apakah ini penemuan spesies baru ? di tahun 1952 atau 2006? Jawabnya iya, ini penemuan spesies baru. Kata ‘penemuan spesies’, bukanlah didasarkan pada kapan pertama kali spesimen (baik hewan maupun tumbuhan) ditemukan, melainkan kapan spesimen tersebut dideskripsikan dan kemudian ditetapkan sebagai spesies baru melalui jurnal ilmiah. Jadi ini adalah spesies baru yang ditemukan (lebih tepatnya ‘ditetapkan’) pada tahun 2006. Spesies asli Indonesia, yang ditemukan oleh orang Jerman dan Austria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Spesimen adalah kata yang mnunjukkan ‘benda’ atau ‘material’-nya, sementara spesies adalah sekelompok individu yang memiliki ciri dan sifat yang sama, jadi jangan salah paham ya antara spesimen dan spesies :D .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Nama Dr. Holthuis dinisbatkan dalam penunjuk nama spesies Cherax (Cherax) holthuisi sebagai penghargaan atas sumbangsih-nya dalam sains terutama terkait dengan Marga Cherax.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Penggunaan frase ‘penemuan spesies baru’ sangat berbeda dengan frase misalnya ‘penemuan mesin waktu’. Sama sama ‘penemuan’ tapi berbeda konteks dan makna. Penemuan yang pertama lebih mirip dengan ‘finding’ dalam bahasa Inggris, sementara yang kedua sama dengan ‘invention’. Tentunya berbeda lagi dengan kata ‘discovery’. Nah, dalam taksonomi, atau sains pada umumnya, istilah ‘penemuan spesies baru’, tidak lantas menunjukkan bahwa spesies tersebut baru ‘ada’, baru saja ‘eksis’ atau baru saja ‘diciptakan’. Bisa saja spesies tersebut baru saja ‘ada’, baru saja ‘diciptakan’, tapi kebanyakan mereka ’sudah ada’ sebelumnya, hanya kita belum pernah bertemu dan berkenalan dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Sumber: Lukhaup, C. and R. Pekny. 2006. Cherax (Cherax) holthuisi, a new species of crayfish (Crustacea: Decapoda: Parastacidae) from the centre of the Vogelkop Peninsula in Irian Jaya (West New Guinea), Indonesia. Zool. Med. Leiden 80: 101-107.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2677317764051946816?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2677317764051946816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2677317764051946816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/spesies-baru-crayfish-dari-papua.html' title='Spesies baru, Crayfish dari Papua'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VY3BCbOLI/AAAAAAAABhA/lmyjOqIBKVw/s72-c/10-04-14+Spesies+baru+dari+papua.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5083703556024779172</id><published>2010-04-14T15:39:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T15:43:54.095+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Kawasan Konservasi Laut Indonesia 13,52 Juta Hektare</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Vj_YK4zRI/AAAAAAAABhQ/--dWqyRpUXI/s1600/10-04-13+Kawasan+Konservasi+Laut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 264px; height: 229px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Vj_YK4zRI/AAAAAAAABhQ/--dWqyRpUXI/s320/10-04-13+Kawasan+Konservasi+Laut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459880063727619346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.antaranews.com, 13-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padang (ANTARA News) - Luas kawasan konservasi perairan laut Indonesia sampai dengan akhir tahun 2009 mencapai 13,52 juta hektare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Dari luas total kawasan konservasi laut Indonesia tersebut seluas 8,8 juta hektare diantaranya merupakan hasil inisiasi KKP bersama pemerintah propinsi, kabupaten dan kota," kata Direktur Konservasi dan Taman Nasional Laut KKP (Kelautan dan Perikanan), Agus Dermawan, dihubungi dari Padang, Senin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia menyebutkan, kawasan hasil inisiasi KKP bersama pemerintah daerah yang berada pada 44 kawasan itu terdiri atas taman nasional perairan, suaka alam perairan, taman wisata perairan dan kawasan konservasi perairan daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan berdasarkan inisiasi kementrian kehutanan ditemukan pada 32 kawasan atau seluas 4,69 juta hektare lebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kawasan itu terdiri atas taman nasional laut, taman wisata alam laut, suaka margasatwa dan cagar alam laut," katanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Penetapan Kawasan konservasi perairan merupakan salah satu upaya konservasi ekosistem yang dilakukan terhadap semua tipe ekosistem, tidak terkecuali ekosistem pesisir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Penetapan kawasan konservasi melalui pengaturan zonasi merupakan upaya dalam memenuhi hak masyarakat, khususnya nelayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adanya kekhawatiran sebagian pihak bahwa konservasi akan mengurangi akses nelayan seharusnya tidak boleh terjadi, karena dalam pengelolaan kawasan konservasi hak tradisional masyarakat sangat diakui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Agus Dermawan menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumberdaya Ikan (SDI), pengelolaan kawasan konservasi perairan berpijak pada 2 paradigma baru. Pertama, pengelolaan kawasan konservasi perairan diatur dengan sistem zonasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kedua, perubahan kewenangan dalam pengelolaan kawasan konservasi, dari selama ini merupakan kewenangan pemerintah pusat menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai dengan kawasan konservasi yang berada di wilayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Hasilnya, hingga akhir tahun 2009, kawasan konservasi perairan laut Indonesia telah mencapai lebih dari 13,5 juta hektar itu," katanya dalam mengelola kawasan konservasi secara efektif, selama ini KKP telah melakukan berbagai program konservasi, misalnya melalui program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang (COREMAP II), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan, katanya, KKP lebih mengutamakan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi, mengingat masyarakat-lah yang sebenarnya sehari-hari berada pada kawasan konservasi perairan, tidak sedikit yang bergantung terhadap sumberdaya di kawasan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu, kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan ke Wakatobi Propinsi Sulawesi Tenggara baru baru ini, dilaksanakan dalam rangka monitoring, koordinasi, evaluasi dan pembinaan pengelolaan kawasan konservasi perairan serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat kawasan konservasi perairan untuk perikanan berkelanjutan dan pengembangan pariwisata bahari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi KKP, Eddy Sudartanto, mengutip penjelasan Menteri KKP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Fadel Muhammad, konservasi bukan hanya menjadi tuntutan yang wajib dipenuhi dalam upaya untuk mewujudkan harmonisasi hubungan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan upaya dalam melestarikan sumberdaya untuk kelangsungan hidup manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengelolaan kawasan konservasi perairan merupakan bentuk pengelolaan kolaboratif-integratif dengan sistem zonasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam pendekatan ini, perairan dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, pendidikan, aktivitas perikanan budidaya dan tangkap yang ramah lingkungan, ekotourisme dan kegiatan lainnya yang mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi tegas Fadel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Artinya, konservasi merupakan satu mata rantai yang penting dalam sistem tata kelola kelautan dan perikanan yang mendukung upaya pencapaian visi dan misi KKP," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(T.F011/A033/P003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5083703556024779172?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5083703556024779172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5083703556024779172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/nasional-kawasan-konservasi-laut.html' title='Nasional : Kawasan Konservasi Laut Indonesia 13,52 Juta Hektare'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Vj_YK4zRI/AAAAAAAABhQ/--dWqyRpUXI/s72-c/10-04-13+Kawasan+Konservasi+Laut.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6037994949838635863</id><published>2010-04-14T15:32:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T15:38:51.913+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Polisi Kembali Tahan Penyelundup Trenggiling</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Vid3LP_2I/AAAAAAAABhI/KSQ2QracRtQ/s1600/10-04-13+Polisi+kembali+tahan+penyelundup+trenggiling.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 261px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Vid3LP_2I/AAAAAAAABhI/KSQ2QracRtQ/s320/10-04-13+Polisi+kembali+tahan+penyelundup+trenggiling.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459878388423458658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.antaranews.com, 13-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pekanbaru (ANTARA News) - Kepolisian Kota Besar Pekanbaru kembali menahan tersangka penyelundup trenggiling, Rudi Sastra (29), warga Arengka, Pekanbaru, Minggu (11/4).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebelumnya pihak kepolisian terlebih dahulu menahan Tengku Rudianto atau Alam, pada saat razia lalu lintas di Jalan Arifin Achmad, Jumat (9/4) malam lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Polisi menggagalkan penyelundupan satwa liar dilindungi itu pada Jumat (9/4) malam, ketika melakukan razia lalu lintas di Jalan Arifin Achmad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rudi Sastra mengatakan, ia hanya berprofesi sebagai pencari trenggiling tersebut di daerah Tapung, Kampar. Dan kemudian menjualnya ke Alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia mengaku baru bekerja selama dua bulan. Dalam setiap kilogram trenggiling yang tertangkap, ia mendapatkan upah Rp20ribu. Selama bekerja, ia mengaku baru mengumpulkan uang sebesar Rp100 ribu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Sebelumnya saya tidak tahu,kalau trenggiling tersebut dilindungi.Baru tahu, setelah ditangkap,"ungkap Rudi yang mempunyai dua anak ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Kesatuan Reskrim Poltabes Pekanbaru AKP Jhon Wesly, mengatakan pihaknya masih memburu Syafii, pemilik 30 trenggiling yang disita polisi. Rencananya, trenggiling tersebut akan diselundupkan ke Singapura. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(ANT/S026)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6037994949838635863?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6037994949838635863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6037994949838635863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/nasional-polisi-kembali-tahan.html' title='Nasional : Polisi Kembali Tahan Penyelundup Trenggiling'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Vid3LP_2I/AAAAAAAABhI/KSQ2QracRtQ/s72-c/10-04-13+Polisi+kembali+tahan+penyelundup+trenggiling.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6329996704953068210</id><published>2010-04-14T01:52:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T11:56:34.770+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Australia : 40 Aktivis Berusaha Selamatkan Koala</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Uun_LFYUI/AAAAAAAABgg/j6RqICI_R4I/s1600/10-04-13+40+Aktifis+berusaha+selamatkan+Koala.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Uun_LFYUI/AAAAAAAABgg/j6RqICI_R4I/s320/10-04-13+40+Aktifis+berusaha+selamatkan+Koala.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459821387764293954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 13-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;SYDNEY, KOMPAS.com - Sekitar 40 aktivis berkumpul, Senin (12/4/2010) dalam usaha untuk menghentikan penebangan pohon di Hutan Negara Bagian Mumbulla untuk melindungi habitat koala di pesisir selatan Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sersan Polisi Garry Nowlan mengatakan pengunjuk rasa awalnya berada di areal hutan terlarang, dekat kegiatan penebangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Delapan dari 40 aktivis, dalam empat kendaraan, bergerak memasuki kedalam kawasan taman nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk keluar dari tempat tersebut, mereka harus melewati daerah terlarang, tempat yang dapat mendapatkan peringatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Nowlan mengatakan pihak kepolisian telah menawarkan untuk dikawal untuk menghindari denda. "Tetapi kali ini mereka memilih untuk tetap tinggal di sana," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anggota parlemen dari Partai Hijau di New South Wales Lee Rhiannon menyerukan Menteri Lingkungan Hidup Frank Sartor untuk mencari solusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Tentunya, menteri lingkungan hidup tidak mau dikenang sebagai menteri yang merusak habitat koala," kata Rhiannon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6329996704953068210?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6329996704953068210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6329996704953068210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/manca-negara-australia-40-aktivis.html' title='Manca Negara : Australia : 40 Aktivis Berusaha Selamatkan Koala'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Uun_LFYUI/AAAAAAAABgg/j6RqICI_R4I/s72-c/10-04-13+40+Aktifis+berusaha+selamatkan+Koala.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6767128013308267403</id><published>2010-04-14T01:50:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T13:58:20.201+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerusakan Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Hutan di Sarmi: Demi Untung, Lingkungan Dirusak</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VK4fCV5xI/AAAAAAAABg4/wnxF97plZD0/s1600/10-04-13+Hutan+Sarmi+rusak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 343px; height: 305px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VK4fCV5xI/AAAAAAAABg4/wnxF97plZD0/s320/10-04-13+Hutan+Sarmi+rusak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459852457521047314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(www.tabloidjubi.com, 13-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;"&gt;JUBI — Masyarakat Sarmi seharusnya beruntung dengan adanya perusahaan kayu, sebagian besar perusahaan itu membuka keterisolasian masyarakat dengan membuat jalan, ujar CK Sorodanya, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sarmi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Debu sesekali membumbung dari jalan berlapis karang Jayapura-Sarmi, di Distrik Pantai Timur Barat, Sarmi, manakala truk pengangkut loging lewat. Empat kayu jenis merbau dengan diameter tiga pelukan orang dewasa dan panjang lebih dari 10 m membuat mesin truk meraung saking beratnya mengangkut kayu gelondongan itu. Tanah bergetar dan jalanan memekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Awas gajah lewat, minggir,” teriak salah satu warga di dekat Pos 756 TNI-AD Nengke, Distrik Pantai Timur Barat, Kabupaten Sarmi, memperingatkan anak-anak yang bermain di pinggir jalan. Gajah mereka asosiasikan truk loging. Gajah itu melewati pertigaan tepat di depan Pos Nengke dan masuk terus menuju pantai. Di situlah kayu bulat dikumpulkan dan siap dikapalkan. Sebagian dari kayu itu masuk ke perusahaan pengolahan kayu gergajian dengan bendera PT Mondialindo Setya Pratama Industries (PT MSP).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di dokumen yang dikeluarkan pihak Dinas Kehutanan Kabupaten Sarmi menyebutkan, PT MSP menguasai areal konsesi hutan seluas 94.800 hektar. Sebagian besar berlokasi di Nengke, Dabe, hingga ke Tor di Distrik Pantai Timur Barat, Sarmi. Sedangkan, unit penggergajiannya, berada dalam satu areal penimbunan kayu bulat di dekat Pos 756 TNI AD Nengke,  pertahun memproduksi 6000 meter kubik kayu. Bagi sebagian penduduk sekitar Nengke, kehadiran perusahaan itu membantu mereka. Sebagian besar pemuda-setempat terserap menjadi buruh di PT MSP. Kebanyakan buruh kasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Kampung Takar, Beneditus Tonjau mengatakan, kontribusi PT MSP dalam menyerap tenaga kerja lokal di kampung memang besar, namun kontribusi berupa pembangunan kampung hampir tidak ada. “Semua langsung kepada pemilik hak ulayat perorangan yang kena konsesi hutan. Jadi, semua persoalan tentang hutan, termasuk pembayaran royalti, hanya antara pemilik ulayat dengan perusahaan. Kami tidak dilibatkan dan tidak mendapatkan apapun dari kayu-kayu itu,” ungkap Benny, panggilan akrab kepala kampung ditemui JUBI di Balai Kampung Takar, Distrik Pantai Timur Barat, pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak dilibatkannya kepala kampung membuat Benny sebagai kepala kampung tidak terlalu pusing dengan persoalan kayu-kayu tebangan PT MSP. Begitu juga dampak ekologisnya. Faktor ini terjadi karena informasi mengenai kehutanan berikut dampak kerusakan hutan masih sedikit diketahui masyarakat. Terlebih pengkotakan wilayah yang kaku dan kepemilikan tanah berdasarkan fam (marga), membuat masyarakat hanya peduli pada wilayah dan tanahnya saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padahal, ancaman kerusakan lingkungan selalu berdampak sistemik. Jika hutan ditebang seluas satu hektare diperkirakan akan menguapkan 40 ribu liter air per hari ke udara. Bayangkan luas areal tebangan PT MSP hampir 100 ribu hektar, jika seluruh areal ditebangi penguapan mencapai 4 miliar liter air perhari. Seketika saja, Sarmi bakal jadi padang pasir tandus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mengenai kurangnya partisipasi pengawasan oleh masyarakat Takar, Benny menjelaskan, “Walau perusahaan itu berada di wilayah kami, tapi kayu perusahaan diambil dari Dabe, jauh dari kampung ini ke pedalaman. Jadi bukan wilayah kami, jadi perusahaan langsung berhubungan dengan pemilik ulayat hutan itu,” kata Benny. Sehingga, lanjutnya, jika ada persoalan pemilik ulayat dengan PT MSP. “Hanya jadi urusan pemilik ulayat, kampung tidak ikut-ikut,” tandasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sarmi, CK Sorodanya mengungkapkan, sejauh ini semua HPH (Hak Pengusahaan Hutan) yang beroperasi di Sarmi menjalankan ketentuan yang digariskan, “Ada 4 HPH di Sarmi, semua tidak ada masalah. Kalaupun ada pelanggaran, masih berupa dugaan,” kata Sorodanya. Didesak untuk mengungkapkan jenis pelanggaran dan perusahaan mana saja, Sorodanya berkelit. “Kami tidak berani ungkap jika belum ada data,” katanya ditemui JUBI di ruang kerjanya, Kantor Otonom, di Petam, Sarmi, Kamis (18/2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain PT MSP, ada tiga pemilik Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) di Sarmi, yaitu PT Bina Balantak Utama di Distrik Pantai Barat dengan luas 325.300 hektar, PT Salaki Mandiri Sejahtera di Distrik Bonggo seluas 79.130 hektar, dan PT Wapoga Mutiara Timber Unit II di Bonggo. Pendapatan untuk kas negara dari keempat perusahaan yang berasal dari 130 ribu meter kubik kayu gelondongan yang mereka tebang tahun 2009 sebesar Rp 31 miliar. Setelah dibagi dengan pemerintah pusat, dana yang masuk ke kas Pemerintah Kabupaten Sarmi sebesar Rp 10 miliar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keuntungan itu menurut Sorodanya dikembalikan dalam mekanisme prinsip hutan lestari. “Kayu masih menjadi pendapatan daerah terbesar di Sarmi. Prospek ekonomisnya potensial. Ke depan kami akan terus memaksimalkan pendapatan dari kayu sekaligus menekan ilegal loging dengan membangun pos-pos pengawasan lebih banyak,” paparnya. Hal ini masuk juga dalam program yang dikeluarkan Dinas Kehutanan kabupaten Sarmi 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam risalah program, disebutkan ada pelanggaran berbentuk ilegal loging, namun Sorodanya lagi-lagi tidak mau mengungkap seberapa besar pelanggaran dan perusahaan mana yang melakukan. “Nanti saja, angka dan siapanya masih didata karena banyak juga masyarakat yang melakukannya” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal senada diungkapkan salah satu staf di Dinas Kehutanan Haerul Arifin, ia mengungkapkan pemerintah melalui dinas kehutanan memang sedang memfokuskan hasil ekonomis dari hutan. Termasuk pembangunan jalan-jalan menuju pedalaman,” Di satu sisi membantu terbukanya keisoliran masyarakat. Namun di lain sisi potensi dampak ekologisnya semakin besar tapi kami fokus untuk menciptakan iklim yang kondusif sekaligus memberi pengawasan yang ketat,” ungkap Arifin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ditanya soal sejauh mana dampak ekologis terkait pelanggaran pemegang HPH, Arifin menjelaskan, jenis pelanggaran terbanyak dari beberapa pemegang HPH adalah menyalahi batas areal tebangan. “Biasanya mereka merambah areal yang bukan miliknya karena terbatasnya pos-pos pengawasan kami,” kata Arifin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemandangan berbeda justru nampak di sepanjang jalur Jayapura-Sarmi, terutama antara batas Kabupaten Sarmi di Bonggo hingga Holmafen. Balok-balok kayu jenis merbau tergeletak di pinggir jalan seperti tanpa pemilik, walau hanya beberapa kubik saja, namun jumlah titiknya tidak bisa dikatakan sedikit. Kebanyakan dari pemilik kayu ini tidak berijin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Para pelintas yang setiap hari melewati daerah itu mengungkapkan, aktifitas pengangkutan kayu-kayu itu dilakukan saat malam. “Setahu saya, mereka menggergaji di sekitar jalan agak jauh ke hutan. Pernah saya melihat mereka angkuti kayu-kayu itu ke truk saat tengah malam,” ujar Daud, supir taksi Bonggo-Sarmi. Soal harga, lanjut Daud, “Lebih murah dibanding di Sarmi, perkubik bisa Rp 500 ribu bedanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Harga satu kubik kayu jenis merbau memang menggiurkan. Satu kubik biasanya berupa potongan balok berukuran 4 meter berjumlah sampai 50 buah dihargai Rp 1.8 juta. Jika membeli langsung di pinggir jalan harga bisa lebih murah, tidak lebih dari Rp 1.5 juta. Maka tak heran, aksi pembalakan memburu merbau oleh masyarakat sekitar hutan sulit diberantas. Harga lebih menggila lagi jika ukuran itu besar. Beberapa industri galangan kapal di Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan Batang, Jawa Tengah, sangat membutuhkan ukuran besar untuk lanus bawah kapal, harga bisa mencapai Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta perkubik tergantung ukuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Sorodanya, salah satu upaya untuk menekan ilegal loging pihaknya sedang menyiapkan program hutan rakyat. Gambarannya, kawasan hutan hasil konversi dengan pemilik HPH  akan ditanami dengan pohon yang asli daerah dengan pengelolaan oleh dinas dan masyarakat sekitar hutan. “Memang masih perencanaan tapi kami yakin program ini akan bisa mengurangi aksi ilegal loging,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kabupaten Sarmi adalah satu-satunya kabupaten di Papua yang memiliki empat HPH sekaligus. Pernyataan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sarmi barangkali benar dalam sisi ekonomis, bahwa kehadiran perusahaan kayu yang mengeksplorasi hutan hingga pedalaman, membuka keterisolasian penduduk pedalaman. Namun, seperti dua sisi mata pisau, potensi kerusakannya pun bisa sama dasyatnya. “Selama pengawasan dan ketentuan dipatuhi, kerusakan bisa diminimalisir,” kata Sorodanya optimis. (JUBI/Harseno)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6767128013308267403?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6767128013308267403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6767128013308267403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/hutan-di-sarmi-demi-untung-lingkungan.html' title='Hutan di Sarmi: Demi Untung, Lingkungan Dirusak'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VK4fCV5xI/AAAAAAAABg4/wnxF97plZD0/s72-c/10-04-13+Hutan+Sarmi+rusak.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-350066626657477396</id><published>2010-04-13T01:52:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T11:10:50.884+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Alam'/><title type='text'>Jayapura : Naif " Alam Papua Eksotik "</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Uj85S4XeI/AAAAAAAABgQ/DHOB9mC1c6c/s1600/Naif.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Uj85S4XeI/AAAAAAAABgQ/DHOB9mC1c6c/s320/Naif.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459809652335730146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.papuapos.com, 12-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;TIBA di Bumi Cenderawasih, Jumat (9/4) lalu untuk mengisi sebuah acara As You Like It yang digelar PT HM. Sampoerna tbk di Hotel Aston Jayapura, Sabtu (10/4) kemarin malam merupakan hal yang tak dapat dilupakan anak-anak Band Naif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan panorama alam yang sangat indah, bagus dan eksotik, menjadi kesan tersendiri bagi David, Emil dan Jarwo ketika menginjakkan kakinya pertama kali di Tanah Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Dari dulu pokoknya kalau udah nyampe Papua wah udah lengkap rasanya, tinggal Sabang doang di Aceh. Gue mikirkannya Papua itu indah doang, gak kebayang sering terjadi sesuatu disini,” ujar vocalis Naif, David kepada pers usai acara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika menggelar konser mininya di Hotel Aston Jayapura, David menilai antusias masyarakat Kota Jayapura terhadap Naif sangat besar. Padahal, sebelumnya David, Emil dan Jarwo belum bisa membayangkan untuk manggung di Papua akan seperti apa penontonnya.  “Penonton di Jayapura lebih dari harapan dan pikiran kita, ternyata mereka juga gokil-gokil dan menyenangkan,” ungkap Emil basisst Naif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Naif yang tampil kemarin tanpa drummer Pepeng yang harus pulang terlebih dahulu ke Jakarta akibat ibunya sakit, tampil memukau dan mampu menghibur masyarakat Kota Jayapura yang hadir dalam As You Like It tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Emil menambahkan, seumur-umur selama tour ke daerah-daerah di Indonesia pemandangan yang paling gila dan menarik dari semua tempat yang pernah didatangi paling asyik di Papua. “Hamparan gunungnya kayak karpet gitu, lembah-lembahnya juga,” ungkap Emil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mengakhiri wawancara, Naif ada niatan untuk menciptakan lagu khas Papua. “Bisa jadi pulang dari Papua bisa bikin, dan kalau inspirasinya pas way not,” tandas David.[anyong]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-350066626657477396?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/350066626657477396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/350066626657477396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/jayapura-naif-alam-papua-eksotik.html' title='Jayapura : Naif &quot; Alam Papua Eksotik &quot;'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8Uj85S4XeI/AAAAAAAABgQ/DHOB9mC1c6c/s72-c/Naif.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-274676659710758185</id><published>2010-04-13T00:52:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T12:56:01.388+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Ulin Makin Langka di Hutan Kalimantan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8U8lRNBYJI/AAAAAAAABgo/Hoi8WruyCFM/s1600/10-04-12+Ulin+makin+langka+di+kalimantan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 307px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8U8lRNBYJI/AAAAAAAABgo/Hoi8WruyCFM/s320/10-04-12+Ulin+makin+langka+di+kalimantan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459836734227439762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 12-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;BANJARBARU, KOMPAS.com - Pohon ulin—sebagai salah satu vegetasi asli yang dikenal sebagai kayu besi Kalimantan, saat ini semakin langka. Di Kalimantan Selatan misalnya, diperkirakan populasi ulin yang bertahan tinggal 20 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tumbuhan yang bisa mencapai tinggi 35 meter itu semakin sulit didapatkan di hutan. Pohon ulin adalah bahan baku utama untuk membuat rumah bagi warga Kalimantan yang bermukim di daerah rawa dan perairan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sudin Panjaitan, peneliti Bidang Silvikultur Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kehutanan Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengatakan, populasi ulin (Eusideroxylon zwageri) di Kalimantan, terutama Kalsel, diperkirakan tinggal 20 persen dibandingkan dengan kondisi 40 tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Penebangan kayu ulin secara tak terkendali mempercepat kepunahan. Sekarang untuk mencari pohon ulin berdiameter 20 sentimeter sulit sekali. Saat pohon berdiameter 10 cm sudah ditebang orang,” ujarnya, Jumat (9/4) di Banjarbaru, Kalsel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Sudin, populasi ulin secara keseluruhan sulit dihitung karena pohon ini tumbuh bersama pohon jenis lain sebagai pendamping, seperti meranti. Ulin termasuk pohon yang sulit berkembang di tempat terbuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di Kalsel, ulin masih bisa dijumpai di beberapa tempat, antara lain di daerah Asam-asam, Kabupaten Tanahlaut, Daerah Aliran Sungai Riamkanan di Kabupaten Banjar, Kabupaten Kotabaru, dan sepanjang Pegunungan Meratus. Di satu hektar lahan biasanya hanya ditemukan belasan pohon ulin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ulin, menurut Sudin, adalah vegetasi yang berkembang lambat. Dalam satu tahun, diameter pohon kurang dari 1 cm. Ini berbeda dengan meranti yang bisa mencapai 1,5-2 cm. Pada usia 40 tahun diameter ulin mencapai 36 cm. Baru pada usia 100 tahun diameter ulin bisa 50 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Karena perkembangannya lambat, jarang ada masyarakat yang mengembangkan. Apalagi pemegang HPH (hak pengelolaan hutan). Mereka jarang yang mau membudidayakan, karena untuk bisa dimanfaatkan perlu waktu lama,” kata Sudin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Balitbang Kehutanan Banjarbaru saat ini memiliki lahan penelitian 1.000 hektar di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di daerah Kintab, Kabupaten Tanahlaut. Di tempat itu terdapat ulin, meranti, dan sejumlah pohon lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada kesempatan terpisah di Banjarmasin, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Suhardi Atmoredjo mengatakan, pihaknya akan menggalakkan operasi terhadap penebangan liar di kawasan Bukit Tagah di perbatasan Banjar dan Tanahlaut. Diduga para penebang mengarah ke daerah itu karena masih cukup banyak ulin. (WER)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-274676659710758185?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/274676659710758185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/274676659710758185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/nasional-ulin-makin-langka-di-hutan.html' title='Nasional : Ulin Makin Langka di Hutan Kalimantan'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8U8lRNBYJI/AAAAAAAABgo/Hoi8WruyCFM/s72-c/10-04-12+Ulin+makin+langka+di+kalimantan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4379504575745004614</id><published>2010-04-13T00:50:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T14:38:00.075+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Merauke : Lahan Pertanian Merauke Telah Mendunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.papuapos.com, 12-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;MERAUKE (PAPOS)-Bupati Merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze mengungkapkan, Kabupaten Merauke tidak hanya dikenal di seantere Indonesia tetapi sudah mendunia seperti Amerika Serikat, Arab Saudi dan beberapa negara lain. Karena memiliki potensi lahan yang sangat luas untuk bisa dikembangkan pertanian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal itu disampaikan Bupati Gebze dalam tatap muka bersama dengan staf di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke beberapa waktu lalu. “Saya mempunyai salah seorang teman di Jakarta dan kebetulan anaknyaa sedang kuliah di salah sau universitas di luar negeri. Ketika anaknya membuka internet, disitu situ Kabupaten Merauke muncul dengan mempromosikan lahan yang begitu luas untuk bisa dikembangkan tanaman jenis apa saja,” kata Bupati Gebze.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dijelaskannya, dengan gencarnya dilakukan promosi secara kontinyu, maka investor dari luar negeri akan tertarik untuk datang berinvestasi di daerah ini. “Olehnya, saya mengajak kepada kita semua agar secara kontinyu mempromosikan Merauke ke luar daerah. Apalagi daerah ini akan menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Kita adalah orang pertama yang harus bisa mempromosikan daerah ini. Tidak bisa mengharapkan orang lain,” pintanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bupati Gebze menambahkan, menjadi tugas dan tanggungjawab berat buat semua staf di lingkungan kantor ini untuk getol melakukan promosi ke daeraah mana saja. Karena dengan promosi secara terus menerus, orang akan semakin tertarik untuk datang ke Merauke menanamkan investasi untuk membangun daerah tercinta ini. “Sekali lagi saya mengajak kita semua untuk tetap bekerja keras dengan menginformasikan tentang pertanian di Merauke,” tandasnya.[frans] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4379504575745004614?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4379504575745004614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4379504575745004614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/merauke-lahan-pertanian-merauke-telah.html' title='Merauke : Lahan Pertanian Merauke Telah Mendunia'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1406462580103518029</id><published>2010-04-12T16:09:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T16:14:50.521+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Istana Cipanas dan Taman Herbalia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.antaranews.com, 12-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cipanas (ANTARA News) - Istana Kepresidenan Cipanas yang terletak di Cipanas Cianjur menambah satu lagi fasilitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat bila berkunjung ke Istana yang mulai dibangun pada 1740 tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Taman yang diberi nama Taman Herbalia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu selain merupakan fasilitas terbaru dan menarik bagi kunjungan wisata juga merupakan sarana penelitian dan budidaya tanaman-tanaman yang memiliki khasiat sebagai pengobatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Penanaman herbalia di sini sesuai dengan keinginan Presiden pada 2008 yaitu jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Juga sebagai upaya melestarikan kekayaan natural dan sebagai wisata herbal," kata Anggota tim dokter Kepresidenan dr Hardhi Pranata Sps.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hardhi, yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Herbal Indonesia menyatakan langkah mengembangkan taman herbal juga berangkat dari anjuran Menteri Kesehatan pada 6 Januari yang mendorong para dokter mau memakai jamu dalam pengobatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Taman Herbalia seluas 2.600 meter persegi yang berada di sisi timur istana tersebut memiliki 207 jenis tanaman herbal yang merupakan percontohan bagi pengembangan tanaman tersebut di dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Nama Herbalia sendiri, menurut Ibu Negara Ani Yudhoyono merupakan nama yang dipilih oleh Presiden Yudhoyono bagi taman baru di Istana tersebut. Herbalia, kata Ani berasal dari kata Herbal atau tanaman yang memiliki khasiat pengobatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemberian nama itu, menurut Ibu Negara dilakukan oleh Presiden saat berada di dalam pesawat yang membawa rombongan kepresidenan pulang dari kunjungan kerja di Jawa Timur awal April menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Saat ditanyakan nama yang tepat, Bapak Presiden kemudian memikirkan beberapa saat dan menamakan Taman Herbalia," kata Ani di depan istri anggota kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Cipanas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Data dari situs resmi Sekretariat Negara menjelaskan Istana Kepresidenan Cipanas terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, kaki Gunung Gede, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dibangun oleh seorang tuan tanah asal Belanda bernama Van Heots, pada ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut, di atas areal lebih kurang 26 hektar dengan luas bangunan sekitar 7.760 meter persegi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada tahun 1916, masa pemerintahan Hindia Belanda di bangun tiga bangunan dengan nama Paviliun Yudistira, Paviliun Bima dan Paviliun Arjuna. Pada tahun 1954, di masa Presiden I Republik Indonesia Ir. Soekarno, didirikan sebuah gedung berhiasan batu bertentuk bentol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam areal hutan istana, hingga tahun 2001, menurut Katalog yang disusun secara alfabetis terbitan Istana Kepresidenan berkerja sama LIPI tercatat sebanyak 1.334 spesimen, 171 spesies, 132 marga, serta 61 suku. Selain dengan lingkungan yang asri istana ini juga dialiri air panas. sebagai tempat peristirahatan dan persinggahan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, para kepala negara tetangga yang berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 1971, Ratu Yuliana meluangkan waktunya untuk singgah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Presiden Yudhoyono sendiri, seperti Presiden Republik Indonesia yang lainnya tentu meninggalkan kenang-kenangan semasa masa jabatannya. Bila Bung Karno meninggalkan kenang-kenangan berupa gedung bentol, Presiden Soeharto meninggalkan kenangan berupa beberapa benda yang erat dengan cerita pewayangan dan wayang kulit maka Presiden Yudhoyono mewariskan kenangan Taman Herbalia yang kelak akan dikenang oleh penerusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tak sekadar kenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Meski akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Istana Cipanas, namun Taman Herbalia tak sekadar akan menjadi kenang-kenangan semasa pemerintahan Presiden Yudhoyono. Taman yang memiliki koleksi 207 tanaman berkhasiat untuk obat itu akan terus dikembangkan dan menambah koleksi setidaknya menjadi 400 jenis pada 2010 ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Kepala Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor DR Latifah K Darusman, Taman Herbalia Istana Cipanas akan dikembangkan menjadi pusat percontohan pengembangan tanaman untuk obat, salah satunya meningkatkan koleksi dari 207 jenis menjadi 470 jenis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hardhi maupun Latifah sepakat bahwa di masa mendatang perlu keterlibatan produsen obat-obatan untuk memproduksi obat berbahan tumbuhan yang relatif tidak memiliki efek samping terutama bila dikonsumsi dalam waktu panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kami kira nanti trendnya demikian, herbal ini `multi compound` dan bisa saling melengkapi untuk pengobatan baik penyakit regenaratif seperti kanker dan juga untuk menjaga kesehatan. Ini bisa untuk promotif meningkatkan kesehatan, preventif juga ada, serta kuratif tentunya," tegas Hardhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia menjelaskan di Eropa maupun di Amerika Serikat tren penggunaan tanaman sebagai bahan racikan obat terus meningkat, bahkan ada obat untuk kanker produksi luar negeri yang menggunakan bahan temulawak asal Indonesia, meski demikian masih banyak kalangan dalam negeri yang tidak mengetahui hal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Peningkatan penggunaan tanaman berpotensi sebagai bahan obat di Indonesia, katanya, memerlukan kerjasama dan pemahaman semua pihak atas potensi yang dimiliki di dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kami mengajak dunia farmasi untuk mulai gunakan herbal, karena herbal yang terstandar ini potensinya besar," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hardhi menambahkan pengembangan tanaman untuk obat-obatan di Indonesia memiliki potensi yang besar mengingat setidaknya ada sekitar 4.000 jenis tanaman yang dianggap memiliki khasiat untuk pengobatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Secara empiris , jamu ratusan tahun dipakai oleh masyarakat, saat ini sudah 18 herbal yang lulus standar uji klinis, lima jenis masih proses. Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono, red) ingin ada percepatan. Ini memerlukan sinergi antara Kementerian Kesehatan, Badan POM, Kementerian Pertanian dan pihak lainnya," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia menambahkan dalam waktu dekat untuk meningkatkan kompetensi dokter dalam penggunaan obat-obatan berbahan herbal, akan diresmikan program studi magister pengobatan herbal di Universitas Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Hardhi, langkah mengembangkan taman herbal, berangkat juga dari anjuran Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih pada 6 Januari 2010 yang mendorong para dokter mau memakai jamu dalam pengobatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kembangkan dan patenkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ibu Negara Ani Yudhoyono meminta agar penggunaan tanaman yang memiliki khasiat pengobatan terus dipelihara sebagai bagian dari penghormatan kearifan lokal yang berguna bagi peningkatan kualitas keluarga Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kebijakan ini hampir kita tinggalkan, sekarang kita cari praktisnya saja, padahal kita punya lokal wisdom, dan bila dikembangkan dengan baik bisa ada nilai ekonomis," kata Ani Yudhoyono.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia menambahkan,"dulu ibu saya mengajarkan minum jamu galian singset, kunyit asam, ada rasa manisnya, ada pula brotowali. Ini semua adalah kekayaan alam kita. Indonesia dikenal sebagai mega biodiversity."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ibu Negara meminta agar pengembangan ini betul-betul dilakukan sehingga tidak menutup kemungkinan temuan-temuan obat dari tumbuhan ini bisa dipatenkan atas nama Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ani mengatakan hingga saat ini ia masih menggunakan lidah buaya untuk perawatan rambutnya dan hasilnya cukup memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan puteri dari Jenderal Sarwo Edhi Wibowo itu mengatakan memiliki pengalaman menarik saat menggunakan tanaman herbal sebaga obat di lingkungan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Dulu ketika masih kecil anak pertama kami suka menghisap bibir. Kami mencari bagaimana agar kebiasaan hilang, ternyata jawabannya menggunakan Brotowali dioleskan ke bibir dan karena pahit maka tidak menghisap bibir lagi," katanya yang kemudian diikuti tawa para peserta yang hadir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tak hanya memanfaatkan khasiat tanaman yang bisa menjadi obat, bahkan hingga saat ini Ani mengaku masih menggunakan lidah buaya untuk merawat rambutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Sampai saat ini saya masih menggunakan kearifan lokal itu. Misalkan untuk perawatan rambut. Sampai sekarang lidah buaya masih saya pakai sepanjang rajin dan sabar, Alhamdulillah anak rambut tumbuh kembali," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(T.P008/P003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1406462580103518029?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1406462580103518029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1406462580103518029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/nasional-istana-cipanas-dan-taman.html' title='Nasional : Istana Cipanas dan Taman Herbalia'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3680235191669323181</id><published>2010-04-10T01:18:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T11:46:59.084+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Philipina : Wow... Kadal Raksasa Itu Spesies Baru</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8UsKxHocbI/AAAAAAAABgY/JL5NSv8gw2c/s1600/10-04-09+Kadal+Raksasa+Spesies+baru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 207px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8UsKxHocbI/AAAAAAAABgY/JL5NSv8gw2c/s400/10-04-09+Kadal+Raksasa+Spesies+baru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459818686752256434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 09-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;MANILA, KOMPAS.com — Reptil yang masuk dalam keluarga besar kadal dengan panjang badan sekitar 2 meter ditemukan di Filipina. BBC News, Rabu (7/4/2010), menyebutkan, reptil raksasa dengan kulit berwarna kuning, biru, dan hijau terang itu ditemukan di kawasan hutan pegunungan Sierra Madre, Filipina. Dari hasil pengamatan, reptil raksasa yang kemudian diberi nama Varanus bitatawa itu hanya memakan buah-buahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Binatang ini luar biasa. Sayangnya, sekarang ia lepas dari pantauan kami," kata Rafe Brown, salah seorang ilmuwan yang mendeskripsikan reptil raksasa spesies baru itu di jurnal Biology Letters. Penemuan reptil raksasa ini sama pentingnya dengan penemuan dua spesies raksasa yang disebut "megafauna" beberapa tahun lalu, yakni Rungwecebus kipunji (jenis monyet baru yang ditemukan di Afrika) dan Saola (Pseudoryx nghetinhensis) dari Vietnam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kadal raksasa itu sebenarnya sudah dikenal lama oleh warga suku Agta dan Ilongot yang tinggal di pedalaman hutan sebelah utara Pulau Luzon. Bahkan, biasanya masyarakat kedua suku itu memburu kadal raksasa itu untuk diambil dagingnya, sumber protein yang utama. Keberadaan kadal raksasa itu kemudian diketahui tim ilmuwan pimpinan Brown yang terdiri atas para ilmuwan dari Amerika Serikat, Filipina, dan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebelumnya, tim ini sudah menganalisis sejumlah spesies kadal raksasa yang disimpan di museum AS dan Filipina. Panjang tubuh kadal raksasa itu diperkirakan mencapai 2 meter, ekornya saja sepanjang 1 meter. Warna kakinya didominasi kuning serta ekornya garis-garis hitam dan kuning.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena hanya memakan buah-buahan, berarti kadal raksasa spesies baru itu termasuk satu dari tiga spesies kadal pemakan buah yang ada di dunia. Sampai saat ini kadal raksasa spesies baru ini menghilang dan belum ditemukan lagi. Para peneliti menduga, barangkali kadal raksasa spesies baru ini kerap bersembunyi di bagian paling dalam hutan. Namun, satu hal yang pasti, kadal raksasa ini tidak pernah meninggalkan hutan ataupun berpindah ke daerah terbuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sejauh ini para ilmuwan biologi memperkirakan, kadal raksasa spesies baru itu paling tidak tinggal sekitar 150 kilometer dari "saudara terdekatnya", yakni kadal yang dikenal dengan Varanus olivaceus, yang juga hidup di hutan dan hanya memakan buah-buahan. (BBC/LUK)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3680235191669323181?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3680235191669323181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3680235191669323181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/manca-negara-philipina-wow-kadal.html' title='Manca Negara : Philipina : Wow... Kadal Raksasa Itu Spesies Baru'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8UsKxHocbI/AAAAAAAABgY/JL5NSv8gw2c/s72-c/10-04-09+Kadal+Raksasa+Spesies+baru.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7086947434885356390</id><published>2010-04-09T13:23:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T13:34:41.478+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Hutan Konservasi di Sambas Dijarah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 07-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;SAMBAS, KOMPAS.com — Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat atau SPORC Kalimantan Barat menemukan sedikitnya 150 batang kayu berbagai jenis yang ditebang di hutan konservasi Taman Wisata Alam Melintang, Kabupaten Sambas, dalam operasi yang berakhir hari Senin (5/4/2010). Ketika petugas datang ke lokasi, pelaku sudah melarikan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Komandan Brigade SPORC Kalimantan Barat David Muhammad mengatakan, dari operasi yang dimulai 1 April itu diperoleh informasi, kemungkinan besar pembalakan liar juga terjadi di lokasi lain. ”Sayangnya, informasi dari warga terlambat sehingga kami tidak bisa menangkap pelaku,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pembalakan liar di hutan konservasi tersebut terjadi di wilayah administratif Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Jarak lokasi pembalakan sekitar 20 kilometer dari kantor Kecamatan Paloh. Dari tunggul atau pangkal pohon diketahui, pohon yang dijarah berdiameter 40-60 sentimeter. Jenis kayunya antara lain resak, mabang, nyatok, dan meranti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di lokasi, anggota SPORC yang dipimpin Duwanto menemukan kayu-kayu yang sudah diolah dengan panjang 4 meter. Petugas langsung memusnahkan kayu-kayu yang ada di lokasi. Selain itu, sembilan jembatan berbagai ukuran yang melintasi sejumlah sungai untuk mengangkut kayu juga dihancurkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masih soal konservasi, dari Bandar Lampung dilaporkan, sembilan perusahaan besar pemegang hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI) dituding ikut merusak kawasan hutan register di Lampung. Untuk itu, aktivitas mereka akan segera ditertibkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;DPRD Lampung telah membentuk Panitia Khusus Penggunaan dan Penyalahgunaan Hutan Register sebagai tindak lanjut temuan awal yang didapat dari masyarakat dan Dinas Kehutanan Lampung mengenai aktivitas kesembilan perusahaan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Berdasarkan laporan masyarakat, mereka bertahun-tahun menanami lahan register dengan singkong. Ini hampir terjadi di hampir semua register. Katanya, kegiatan mereka bukan lagi tumpang sari, melainkan sudah permanen,” ungkap Misri Jaya Latief, anggota Pansus Penggunaan dan Penyalahgunaan Hutan Register, di DPRD Lampung, kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesembilan perusahaan dimaksud adalah PT BLS, PT SIL, PT IV, PT DHL, PT CBL, PT BAP, PT BSA, PT AAA, dan PT S. Perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi di sejumlah wilayah di Lampung dengan luas izin pengelolaan lahan 212.719 hektar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Akan kami cek. Investigasi ke lapangan. Jika mereka benar melanggar, harus ada keberanian merekomendasikan pencabutan izin operasi mereka,” kata Misri, seraya menambahkan, izin prinsip kesembilan perusahaan itu dikeluarkan pada masa Orde Baru. (AHA/JON)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7086947434885356390?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7086947434885356390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7086947434885356390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/nasional-hutan-konservasi-di-sambas.html' title='Nasional : Hutan Konservasi di Sambas Dijarah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-200442858084529378</id><published>2010-04-09T02:26:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T14:38:48.768+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemberdayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Intan Jaya : Kehadiran Wisata Cartenz Berdampak Positif</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.tablodijubi.com, 08-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;JUBI --- Kabupaten Intan Jaya memilki potensi wisata yang begitu besar. Hanya saja dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, baik masyarakat, pemerintah daerah serta pihak pengelola.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal ini dikemukakan Kabid Pariwisata Kabupaten Intan Jaya, Januarius Maisini, ketika ditemui JUBI kemarin. Menurut Maisini, kehadiran Wisata Cartenz merupakan keinginan lama masyarakat Intan Jaya. Sayangnya, Wisata Cartenz belum memberikan kesejahteraan bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keberadaan Puncak Cartenz sendiri telah lama diketahui oleh para peneliti. Penemuannya hampir bersamaan dengan ekplorasi PT Freeport di tahun 1960-an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Dalam waktu dekat kami akan menggelar peletakan batu pertama rumah nginap (Home Stay) di sekitar areal Puncak Cartenz. Ini permintaan masyarakat setempat,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih lanjut kata Maisini, wisata Puncak Cartenz tak boleh dianggap remeh. “Oleh sebab itu perlu dukungan yang serius, terutama dari Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terkait tapal batas wilayah Puncak Cartenz, Maisini menjelaskan bahwa hingga saat ini memang ada beberapa Kabupaten yang berbatasan langsung. Namun Kabupaten Intan Jaya yang memiliki hak penuh atas wisata itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Selain itu, masyarakat sekitar areal Cartenz pada umumnya adalah warga Intan Jaya juga,” pungkasnya. (Oktovianus Pogau)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-200442858084529378?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/200442858084529378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/200442858084529378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/intan-jaya-kehadiran-wisata-cartenz.html' title='Intan Jaya : Kehadiran Wisata Cartenz Berdampak Positif'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6963930495937675663</id><published>2010-04-09T01:35:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T13:41:36.312+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Tolong Selamatkan, Kawasan Dieng Rusak Parah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VHTovO9UI/AAAAAAAABgw/U8PHavubtac/s1600/10-04-08+kawasan+dieng+rusak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 319px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VHTovO9UI/AAAAAAAABgw/U8PHavubtac/s320/10-04-08+kawasan+dieng+rusak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459848525935211842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 08-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;WONOSOBO, KOMPAS.com - Gubernur Jateng Bibit Waluyo menilai, kerusakan lingkungan kawasan Dieng di Kabupaten Wonosobo sangat memprihatinkan sehingga harus segera dilakukan tindakan penyelamatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Masyarakat boleh menanam kentang, namun harus tetap menjaga lingkungan," katanya pada sarasehan dan temu wicara dengan masyarakat di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Selasa (6/4/2010) malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kami tidak melarang masyarakat menanam kentang karena budidaya kentang menjadi penghidupan masyarakat di kawasan Dieng," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akibat budidaya tanaman kentang tanpa menggunakan aturan, maka lahan menjadi kritis dan rawan terhadap bencana longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Agar masyarakat tetap bisa menanam kentang dan lingkungan tidak semakin rusak, harus melakukan konservasi lahan dengan menanam tanaman keras di lahan yang kurang produktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Masyarakat bisa menanam tanaman kopi, durian, aren dan lainnya di sela-sela tanaman kentang, misalnya di pematang terasering sehingga bisa menahan tanah," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia mengatakan, masyarakat bisa mencontoh petani di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Temanggung, yakni dengan model tumpangsari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing juga rusak akibat budidaya tanaman tembakau, tetapi petani Tlahap tidak hanya menanam satu jenis tanaman sehingga justru memperoleh penghasilan tambahan di luar tanaman tembakau," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia mengatakan, dengan pola tumpangsari tersebut lingkungan akan lebih terpelihara dan secara ekonomi masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Usai acara sarasehan dan temu wicara tersebut Gubernur Bibit Waluyo bersama rombongan bermalam di tenda yang telah disediakan di lapangan Desa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6963930495937675663?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6963930495937675663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6963930495937675663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/nasional-tolong-selamatkan-kawasan.html' title='Nasional : Tolong Selamatkan, Kawasan Dieng Rusak Parah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S8VHTovO9UI/AAAAAAAABgw/U8PHavubtac/s72-c/10-04-08+kawasan+dieng+rusak.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6233286384436870238</id><published>2010-04-07T01:10:00.000+09:00</published><updated>2010-04-14T13:14:27.007+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Suaka Margasatwa Balai Raja Lenyap</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.kompas.com, 06-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;SEBANGA, KOMPAS.com — Suaka Margasatwa Balai Raja di Desa Sebanga, Duri, Riau, lenyap. Kawasan hutan seluas 16.000 hektar yang pada awal 1990-an ditetapkan sebagai areal konservasi gajah itu kini hampir tidak ada lagi karena sudah menjadi perkebunan kelapa sawit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat Kompas berkunjung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) di Sebanga, Duri, yang berjarak 125 kilometer dari Pekanbaru, Sabtu (3/4/2010), kawasan yang masuk dalam Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja itu hanya tersisa sekitar 50 hektar. Lahan itu pun sudah diklaim sebagai kepunyaan warga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;PLG Sebanga pada Juni 1992 disahkan Gubernur Riau sebagai kawasan konservasi gajah seluas 5.873 hektar. PLG merupakan satu kesatuan kawasan dengan SM Balai Raja. PLG dibuat untuk tempat melatih gajah, sementara SM Balai Raja lebih diperuntukkan sebagai lahan relokasi gajah yang saat itu mulai memasuki permukiman penduduk, seperti di Desa Petani, Desa Balai Makam, dan Pangkalan Pudu, yang tidak jauh dari Sebanga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat ini seluruh SM Balai Raja sudah hilang, sementara kawanan gajah tidak jadi direlokasi dan masih sering masuk permukiman penduduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kawanan gajah liar saat ini kerap berkeliaran di Desa Petani, Desa Balai Makam, dan Pangkalan Pudu. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau tak mampu merelokasi gajah-gajah itu karena lokasi relokasi tidak ada lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menurut Herman Aruan, mantan pawang gajah yang masih bermukim di PLG Sebanga, sisa hutan yang 50 hektar pun tidak layak disebut hutan. Lahan itu berupa semak belukar dari rawa-rawa yang ada di sekeliling kawasan PLG. ”Kalau saja rawa-rawa itu berupa tanah keras, niscaya kawasan itu sudah lenyap seluruhnya,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kawasan perumahan pegawai PLG pun kini sudah ditanami kelapa sawit. Di lapangan, lahan yang tersisa hanyalah tempat bermain gajah seluas sekitar 2 hektar. ”Kami tidak berani mengungkit kepemilikan kelapa sawit di kawasan ini. Kami hanya bekerja sebagai pawang gajah. Lebih baik kami bekerja mengurus gajah daripada berkelahi dengan pemilik kelapa sawit,” ujar Irwansyah, pawang gajah senior.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Irwansyah menyebutkan, gajah di PLG Sebanga saat ini tinggal tujuh ekor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Lintasan gajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Syafriwan, Ketua RT 06 RW 10, Desa Petani, mengungkapkan, desanya adalah daerah lintasan gajah sepanjang tahun. Jumlah gajah itu diperkirakan 40 ekor sampai 45 ekor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gajah-gajah itu memiliki rute lintasan perjalanan tetap sepanjang tahun. Perjalanan gerombolan hewan bertubuh tambun tersebut biasanya dimulai dari Pelapit Aman di Pangkalan Pudu menuju Tegar. Setelah itu, kawanan tersebut akan kembali lagi ke Pelapit Aman. Perjalanan seperti itu terus berulang setiap tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Kami sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mengusir gajah-gajah itu. Jika hewan-hewan itu masuk desa kami, kebun dan rumah pasti dirusak. Kami tidak mampu melawan, sementara pemerintah hanya diam. Kalau kami membunuh gajah itu, kami juga dikejar-kejar polisi,” ucap Syafriwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;”Mengapa kalau gajah-gajah itu yang menyerang kami sehingga kehilangan harta dan nyawa, pemerintah hanya diam?” tanya Syafriwan. (SAH)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6233286384436870238?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6233286384436870238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6233286384436870238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/nasional-suaka-margasatwa-balai-raja.html' title='Nasional : Suaka Margasatwa Balai Raja Lenyap'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4030674509053238353</id><published>2010-04-04T16:09:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T16:11:32.791+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerusakan Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konservasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Jayapura : Kawasan Konservasi di Jayapura Banyak Jadi Pemukiman</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.antara.co.id, 04-04-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jayapura (ANTARA News) - Sebagian lahan di kawasan konservasi yang menjadi penyangga dan sumber air telah banyak yang berubah menjadi permukiman penduduk, sehingga dikhawatirkan menjadi ancaman menurunnya kualitas air bersih, bencana alam banjir dan tanah longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Demikian dikemukakan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura, Ir. Gading Butar-Butar kepada ANTARA Jayapura, Sabtu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia mengatakan, kawasan cagar alam pegunungan Cyclop yang menjadi sumber mata air bagi masyarakat kota Jayapura dan sekitarnya telah rusak karena berubah fungsi menjadi permukiman warga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Apalagi warga yang bermukim disana telah mengubah lahan itu menjadi lahan pertanian tradisional dengan sistem pindah-pindah tempat," jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pantauan ANTARA Jayapura, Sabtu, terlihat sebagian areal dalam kawasan konservasi telah berubah menjadi kawasan permukiman penduduk dan pembukaan areal pertanian tradisional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Direktur PDAM Jayapura, Gading Butar-Butar menambahkan, kondisi ini sangat memprihatinkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia mengatakan, masyarakat mendirikan rumah dan membuka lahan pertanian di dalam kawasan konservasi di KCA Pegunungan Cycloops, Taman Wisata Teluk Yotefa dan Hutan Lindung Abepura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padahal ketiga kawasan itu menjadi sumber air bersih bagi penduduk di Kota Jayapura dan sebagian distrik di Kabupaten Jayapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura agar mengambil langkah-langkah menertibkan penduduk yang bermukim di ketiga kawasan tersebut guna menghindari kemungkinan bencana alam yang terjadi seperti banjir dan tanah longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Gading Butar-Butar juga mengharapkan dinas terkait untuk lebih banyak menempatkan tenaga pengamanan yang bertugas menjaga di dalam areal taman konservasi itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(KR-MBK/R009)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4030674509053238353?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4030674509053238353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4030674509053238353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/04/jayapura-kawasan-konservasi-di-jayapura.html' title='Jayapura : Kawasan Konservasi di Jayapura Banyak Jadi Pemukiman'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5925071008964771978</id><published>2010-04-01T01:04:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T17:10:00.326+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Indonesia Salah Satu Penasihat Pembiayaan Perubahan Iklim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rrtORqQ3I/AAAAAAAABf4/0kCANPFp6_M/s1600/10-03-31+Indonesia+Salah+Satu+Penasihat+Pembiayaan+Perubahan+Iklim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 442px; height: 231px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rrtORqQ3I/AAAAAAAABf4/0kCANPFp6_M/s400/10-03-31+Indonesia+Salah+Satu+Penasihat+Pembiayaan+Perubahan+Iklim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456933060671587186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 31-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia terpilih menjadi salah satu dari 19 negara yang ikut ambil bagian dalam Kelompok Penasihat Senior Tingkat Tinggi untuk Pembiayaan Perubahan Iklim yang didorong oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). Pertemuan pertama di tingkat pejabat senior (setingkat menteri keuangan) akan dilaksanakan pada 31 Maret 2010 di kediaman resmi Perdana Menteri Inggris, Downing Street Nomor 10, London.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Acara pertemuan pertama akan digelar di Kediaman Resmi Perdana Menteri Gordon Brown pada 31 Maret sore. Jadi saya akan meninggalkan Indonesia sebentar. Namun proses penyelesaian pajak terus berlanjut," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Selasa (30/3/2010) beberapa saat sebelum bertolak ke London dan mengakhiri Konferensi Pers terkait dengan perkembangan langkah pemerintah dalam memberantas makelar pajak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kelompok ini diketuai Perdana Menteri Etiopia, Meles Zenawi dan wakilnya adalah Gordon Brown, Perdana Menteri Inggris. Kelompok ini akan mencari sumber-sumber pendapatan untuk membiayai aktivitas mitigasi dan adaptasi terhadap pemburukan perubahan iklim. Pertemuan ini diharapkan akan menghasilkan isu-isu kunci pada tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon membentuk kelompok ini pada 12 Februari 2010. Pada pertemuan pertama di London itu, PBB berharap akan mendapatkan hasil awal sebelum Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim yang akan digelar 31 Mei hingga 11 Juni 2010. Laporan final akan dipublikasikan Sekretariat Jenderal PBB p ada November 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada pertemuan di London nanti beberapa pemimpin negara yang akan hadir antara lain, Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown; Perdana Menteri Etiopia, Meles Zenawi; Presiden Guyana, Bharrat Jagdeo; dan Jens Stoltenberg, Perdana Menteri Norwegia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5925071008964771978?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5925071008964771978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5925071008964771978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/nasional-indonesia-salah-satu-penasihat.html' title='Nasional : Indonesia Salah Satu Penasihat Pembiayaan Perubahan Iklim'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rrtORqQ3I/AAAAAAAABf4/0kCANPFp6_M/s72-c/10-03-31+Indonesia+Salah+Satu+Penasihat+Pembiayaan+Perubahan+Iklim.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-7958317700006075888</id><published>2010-03-30T00:22:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T10:36:52.576+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Berbak Berpotensi Lepaskan 20 Juta Ton Karbon</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qPz9VRGXI/AAAAAAAABfY/0EqthrUDmpI/s1600/10-03-28+Berbak+Berpotensi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 323px; height: 308px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qPz9VRGXI/AAAAAAAABfY/0EqthrUDmpI/s400/10-03-28+Berbak+Berpotensi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456832021312641394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 29-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JAMBI, KOMPAS.com - Taman Nasional Berbak, Jambi, berpotensi mengeluarkan 20 juta ton karbon, apabila tidak segera memperoleh perlindungan kawasan. Untuk itu, Pemerintah Inggris mendanai 2,4 juta dollar AS untuk menjaga ekosistem Berbak dari kerusakan hutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Duta Besar Inggris Martin Hatfull mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung upaya perlindungan Taman Nasional Berbak (TNB) dan sekitarnya, melalui proyek Reduced Emissions from Deforestation and Degradation .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kami akan ikut mendorong konservasi hutan dan satwa di dalamnya, serta memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar hutan," ujarnya, Sabtu (27/3/2010).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Program ini, lanjut Martin, akan dilaksanakan oleh lembaga konservasi satwa asal Inggris, Zoological Society of London (ZSL). Kegiatan konservasinya akan terus berlangsung hingga tahun 2012.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Koordinator ZSL Indonesia Tom Maddox mengatakan TNB merupakan hutan gambut yang menyimpan dan menyerap karbon lebih besar dibanding hutan alam biasa. Namun, hutan ini juga berpotensi mengeluarkan sangat banyak karbon apabila mengalami kerusakan, baik berupa pengeringan lahan maupun pembakaran hutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Potensi karbon yang dapat dilepaskan Berbak sebanyak 20 juta ton," ujar Tom.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Melalui program ini, pihaknya akan mengembangkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam konservasi hutan. Pihaknya juga tengah mengukur volume karbon yang masih dapat diserap melalui pemulihan lahan gambut yang telah rusak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sejauh ini, sudah dua negara berminat mendanai program penyerapan karbon untuk hutan-hutan di Jambi. Sebelumnya, Pemerintah Australia bermaksud mengucurkan 30 juta dollar AS untuk program kemitraan mengurangi emisi gas rumah kaca akibat deforestasi dan degradasi hutan. Jambi dipilih menjadi proyek percontohan kerjasama ini, karena pemerintah daerah setempat dinilai memiliki inisiatif membangun tata ruang, serta mengembangkan hutan kemasyarakatan guna menjaga kelestarian hutan sebagai upaya penyerapan karbon. Provinsi ini juga memiliki empat taman nasional yang memiliki keanekaragaman hayati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akan tetapi, kesadaran pemerintah kabupaten untuk menekan deforestasi dan degradasi hutan, masih rendah. Mereka umumnya mau memperoleh hasilnya saja, tetapi tidak memahami aturan mainnya, ujar Budidaya, dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-7958317700006075888?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7958317700006075888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/7958317700006075888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/nasional-berbak-berpotensi-lepaskan-20.html' title='Nasional : Berbak Berpotensi Lepaskan 20 Juta Ton Karbon'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qPz9VRGXI/AAAAAAAABfY/0EqthrUDmpI/s72-c/10-03-28+Berbak+Berpotensi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1932049740725020220</id><published>2010-03-28T00:41:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T10:43:23.479+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Bakteri Anaerob Serba Guna</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 27-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KOMPAS.com — Masyarakat urban tidak jarang menjumpai persoalan kloset mampet. Penghuni apartemen menemui saluran pencuci piring tersumbat sisa-sisa makanan. Aroma tak sedap pun sering merebak dari saluran air kotor permukiman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jika penyebabnya adalah bahan-bahan organik, bakteri-bakteri pengurai bisa memperbaiki keadaan tersebut. Bakteri-bakteri pengurai dipilih dari jenis bakteri anaerob.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bakteri anaerob merupakan jenis bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Bakteri anaerob tumbuh tanpa terkontaminasi udara bebas. Salah satunya tumbuh di dalam kotoran hewan yang masih berada di dalam perut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada dua cara untuk memperolehnya. Cara pertama, mengambil bakteri anaerob dari kotoran di dalam perut hewan yang disembelih. Cara kedua, mengambil kotoran dari dalam perut hewan ternak yang dipertahankan tetap hidup. Cara ini menggunakan teknologi medis dengan operasi fistula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Operasi fistula untuk membuat saluran pengambilan kotoran hewan ternak dari dalam perut tanpa menyebabkan hewan itu mati. Secara ilmiah, terbukti kandungan bakteri anaerob paling banyak berada di rumen, yaitu bagian perut pertama pada hewan pemamah biak. Bagian ini terletak di antara kerongkongan dan perut jala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kotoran yang mengandung bakteri anaerob dapat diambil setiap hari dari hewan yang dioperasi fistula," kata Suryadi, periset pada Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Minggu (21/3/2010) di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Batan sejak 2006 mengembangkan riset pemanfaatan bakteri anaerob yang diambil dari hewan ternak yang dioperasi fistula. Hewan sapi dan kerbau yang dipilih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Operasi fistula sudah dilakukan pada tiga sapi dan seekor kerbau. Pada uji coba pertama mengakibatkan seekor sapi mati," ujar Suryadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hewan yang akan dioperasi fistula harus berusia di atas dua tahun. Setiap pagi dapat diambil kotoran melalui lubang operasi fistula di bagian samping atas perut sapi atau kerbau tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pengambilan kotoran dalam bentuk cairan sekitar 120 mililiter, tetapi berisi jutaan bakteri anaerob yang siap dikembangbiakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selanjutnya, pembiakan bakteri bisa untuk berbagai tujuan, antara lain, untuk menghasilkan bahan peluruh bahan-bahan organik yang menimbulkan sumbatan-sumbatan pada kloset, wastafel, saluran cuci piring, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Batan sendiri mengembangkan untuk campuran pakan ternak yang dikeringkan. Pakan ternak dengan kandungan bakteri anaerob (direkayasa dalam keadaan mati suri) akan membantu proses pencernaan ternak," kata Suryadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bakteri anaerob yang sebelumnya direkayasa supaya mati suri itu akan kembali hidup ketika masuk ke dalam perut hewan bersamaan dengan bahan makanan yang dikonsumsi. Dengan imbuhan bakteri anaerob, proses pencernaan makanan menjadi lebih cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Pembiakan bakteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suryadi selama ini juga mendampingi usaha skala kecil dan menengah untuk usaha produktif pembiakan bakteri anaerob. Salah satunya, Koperasi Serba Usaha Agro Makmur di Karanganyar, Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Soelaiman Budi Sunarto, selaku pendiri koperasi tersebut, menuturkan, proses membiakkan bakteri bisa dilakukan di tingkat petani dengan bahan baku pedesaan yang melimpah. Koperasinya membuatnya dengan produk yang diberi merek "BioJoos".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Medianya bisa menggunakan sekam padi yang digiling atau umbi-umbian yang dijadikan tepung," kata Budi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Budi, langkah pertama, yaitu mempersiapkan media tepung sekam padi atau umbi-umbian. Kotoran ternak yang sudah diambil lalu diperas. Air perasan itu mengandung biang bakteri. Air itu lalu dicampur dengan tepung sekam atau tepung umbi-umbian. "Namanya proses probiotik," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Proses itu harus seminimal mungkin terkontaminasi udara bebas agar kandungan bakteri aerob (bakteri yang membutuhkan oksigen) tidak tumbuh subur di media tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Media tepung sekam atau umbi-umbian yang sudah dicampuri biang bakteri kemudian diperam dalam wadah tertutup rapat. Lamanya diperam sampai dua minggu, tetapi setiap dua hari sekali harus diaduk-aduk selama beberapa menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Proses selesai setelah dua minggu diperam. Media tepung sekam atau umbi-umbian itu sudah mengandung bakteri anaerob yang mati suri dan siap digunakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kalau tidak akan digunakan langsung, sebaiknya dikemas ke dalam plastik yang tertutup rapat," kata Budi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Penyimpanan produk disarankan pada suhu 30 derajat celsius dalam keadaan tertutup rapat sehingga bakteri anaerob tetap mati suri dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1932049740725020220?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1932049740725020220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1932049740725020220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/nasional-bakteri-anaerob-serba-guna.html' title='Nasional : Bakteri Anaerob Serba Guna'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-5635660558193412777</id><published>2010-03-27T10:07:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T10:15:31.670+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Maleo Terancam Punah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qKtcwqnwI/AAAAAAAABe4/Hqs-U5rdLKI/s1600/10-03-25+Maleo+Waigeo+Terancam+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 255px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qKtcwqnwI/AAAAAAAABe4/Hqs-U5rdLKI/s400/10-03-25+Maleo+Waigeo+Terancam+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456826411931836162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com, 26-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;MANADO, KOMPAS.com — Sejumlah ahli satwa nasional menyatakan prihatin atas menurunnya populasi burung maleo 20 tahun terakhir. Mereka mendesak pemerintah mencegah kepunahan satwa langka itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam konferensi internasional mengenai maleo di Tomohon, Sulawesi Utara, Rabu (24/3/2010), sejumlah ahli satwa menyatakan, perlindungan terhadap maleo adalah hal mendesak mengingat maraknya perburuan maleo oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;John Tasirin, Ketua Kelompok Kerja Maleo di Sulawesi Utara, mengatakan, maleo tergolong satwa liar yang endemik (hanya hidup di suatu lokasi tertentu saja) di dataran Sulawesi, lebih khusus di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. "Perlu ada tindakan tegas kepada orang yang berburu maleo," ujar John.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Populasi maleo turun drastis dalam beberapa dekade terakhir dari sekitar 25.000 menjadi kurang dari 14.000 ekor. Aktivitas pengumpulan telur adalah penyebab utamanya dan ini mengakibatkan menghilangnya maleo dari sejumlah tempat di Sulawesi. Sekarang, maleo dikategorikan "terancam punah" (endangered).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qK8v2QMzI/AAAAAAAABfA/-AEWgylrgoI/s1600/10-03-25.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qK8v2QMzI/AAAAAAAABfA/-AEWgylrgoI/s400/10-03-25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456826674753581874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maleo hidup di hutan hujan tropis Sulawesi dan menimbun telurnya di tanah yang hangat atau di pantai yang terpapar panas matahari. Masyarakat lokal mengumpulkan telur untuk dikonsumsi, diperdagangkan, dan dijadikan cendera mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Daerah sebaran yang terbatas dan perilaku peneluran yang unik menjadikan maleo simbol satwa liar Sulawesi. Gambar dan kata maleo telah menghiasi prangko, kartu telepon, nama jalan, nama perusahaan, bahkan nama mobil nasional. Saat ini, maleo telah menjadi target wisata utama para pencinta satwa dan alam liar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;John mengatakan, ancaman kepunahan maleo didengungkan pertama kali pada 1949. Hal itu dilanjutkan dan dipertegas dalam program konservasi maleo pada 1978 di Panua (Gorontalo), di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Sulawesi Utara) tahun 1985, dan kemudian di Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi Tengah) 1990.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahun ini, Kelompok Kerja Maleo Indonesia berinisiatif melaksanakan Konferensi Internasional Maleo yang pertama untuk memberikan landasan pengelolaan konservasi maleo bagi lembaga swadaya masyarakat, badan pemerintah, dan masyarakat luas. Konferensi ini merupakan upaya diseminasi 25 tahun konservasi maleo di dunia. (zal)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-5635660558193412777?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5635660558193412777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/5635660558193412777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/nasional-maleo-terancam-punah.html' title='Nasional : Maleo Terancam Punah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7qKtcwqnwI/AAAAAAAABe4/Hqs-U5rdLKI/s72-c/10-03-25+Maleo+Waigeo+Terancam+2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-848366291776417271</id><published>2010-03-21T16:19:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T16:32:31.912+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manca Negara'/><title type='text'>Manca Negara : Ada Udang Hidup di Kedalaman 180 Meter Es Antartika</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rjNQKU38I/AAAAAAAABfg/xjMEKoEqf5g/s1600/10-03-21+Ada+udang+hidup+dikedalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 241px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rjNQKU38I/AAAAAAAABfg/xjMEKoEqf5g/s400/10-03-21+Ada+udang+hidup+dikedalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456923715328860098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.kompas.com,21-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;WASHINGTON, KOMPAS.com –  Penemuan ini menantang anggapan umum tentang kemampuan bertahan dari organisme kompleks, yakni organisme yang lebih dari sekadar bakteri atau berbentuk sel tunggal saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalau ada udang bisa bermain-main di bawah lapisan es 180 meter, bagaimana di bulan Jupiter, Europa, yang tertutup es?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Para ilmuwan menemukan fauna dari keluarga udang-udangan dan juga ubur-ubur yang bertahan hidup di bawah lapisan tebal es di Antartika, yang mana tadinya disangka tak mungkin ada binatang yang bisa bertahan di tempat seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di bawah lapisan es setebal 600 kaki, atau kira-kira 180 meter, dan tanpa sinar matahari, tadinya para ilmuwan berasumsi hanya mikroba yang bisa bertahan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Betapa terkejutnya tim NASA ketika mereka menurunkan kamera untuk menelusuri perairan di bawah lapisan es Antartika. Seekor hewan seperti udang berenang mendekat lalu hinggap di kabel kamera. Para ilmuwan juga menemukan bekas tentakel yang diduga berasal dari sejenis ubur-ubur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tadinya kami berasumsi tak ada (hewan) apa pun di bawah sana," kata ilmuwan NASA Robert Bindschadler, yang mempresentasikan temuan ini berikut rekaman videonya, Rabu (17/3/2010) di pertemuan Persatuan Geofisika Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Binatang itu panjangnya 3 inchi dan sempat disorot selama dua menit. "Persis udang yang biasa kita makan," kelakar Bindschadler. Tepatnya hewan ini adalah Lyssianasid amphipod, bukan udang, tapi ada hubungannya dengan keluarga udang-udangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengapa penemuan seekor udang ini penting? Karena ini menantang pemikiran kita tentang syarat minimum bagi organisme untuk bertahan hidup. Kalau ada udang bisa bermain-main di bawah lapisan es 180 meter, bagaimana di bulan Jupiter, Europa, yang tertutup es?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pakar mikrobiologi Cynan Ellis-Evans dari badan survei Antartika UK juga ikut tercengang oleh penemuan ini. "Ini penemuan (hewan) pertama pada lingkungan di bawah lapisan es yang merupakan organisme kompleks."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dia juga memaparkan bahwa sebelumnya pernah ditemukan hal serupa di daerah lapisan es yang mulai mencair, tapi belum pernah ada penemuan yang tepat di bawah lapisan es. Tapi dia juga menyatakan bahwa mungkin saja hewan itu telah berenang sangat jauh dan tersesat di sana, jadi daerah itu bukanlah habitat tetapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi Kim, salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam penemuan itu meragukan dugaan 'hewan tersasar' itu. Lokasi penemuan itu lebih dari 19 km jauhnya dari lautan terbuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bindschadler dan timnya hanya mengebor lubang berdiameter kira-kira 20 cm dan hanya mengamati perairan yang sangat kecil. Artinya, kemungkinannya sangat kecil bahwa ada dua organisme yang berenang sejauh itu lalu terperangkap di perairan sempit itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Memang para ilmuwan masih bingung apa sumber makanan hewan tersebut. Menurut Kim, kalau mikroba bisa memproduksi makanan sendiri dari bahan kimia di lautan, tapi hewan kompleks seperti amphipod itu tidak bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi, bagaimana cara hewan itu bertahan hidup?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-848366291776417271?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/848366291776417271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/848366291776417271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/manca-negara-ada-udang-hidup-di.html' title='Manca Negara : Ada Udang Hidup di Kedalaman 180 Meter Es Antartika'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rjNQKU38I/AAAAAAAABfg/xjMEKoEqf5g/s72-c/10-03-21+Ada+udang+hidup+dikedalam.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1174940397778970631</id><published>2010-03-13T17:41:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T16:46:48.134+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Kisah Penelitian Kodok Bermata Biru</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rmoWmBhmI/AAAAAAAABfw/1k5kGRFGydU/s1600/10-03-13+Kisah+Peneliti+Kodok+Bermata+Biru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 285px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rmoWmBhmI/AAAAAAAABfw/1k5kGRFGydU/s400/10-03-13+Kisah+Peneliti+Kodok+Bermata+Biru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456927479446996578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com,13-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KOMPAS.com - Mata Amir Hamidy berbinar saat melihat foto yang disodorkan sejawatnya Adiinggar Ul-Hasanah. Dalam foto itu tampak seekor kodok bermata biru. Peneliti Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Puslit Biologi, LIPI itu yakin, jenis ini belum pernah dikenal sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Amir memang sedang studi master dengan topik taksonomi kodok genus Leptobrachium. Berbulan-bulan ia memeriksa dan mengkaji spesimen Leptobrachium yang tersimpan museum-museum di Malaysia, di Jepang, dan tentunya di Indonesia (MZB). Kegiatannya sehari-hari mengukur dan membandingkan secara detail semua karakter morfologi semua specimen tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Salah satu spesimen yang saya periksa memiliki karakter yang unik, dan berbeda dengan Leptobrachium lainnya dari Sumatra, yakni L. hasseltii, L. nigrops dan L. hendriksoni, yaitu tidak memiliki pola warna pada bagian atas tubuh dan sekitar posterior pahanya," tulis Amir dalam surat elektronik pada Kompas.com.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun saat itu ia masih dipenuhi rasa ingin tahu karena belum melihat mata sang kodok. Maklum warna mata dari spesimen tersebut belum diketahui, karena warna mata akan luntur pada spesimen yang telah terawetkan. Maka ketika ia disodori foto yang memperlihatkan mata biru muda sang kodok pada seluruh iris, hatinya pun girang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Biasanya warna iris mata genus Leptobrachium adalah hitam (untuk semua spesies Borneo), atau setengah bagian atasnya berwarna muda, bisa kuning/orange (L. hendricksoni, L. smithi) atau putih/biru muda (semua spesies di China dan Indochina). Lha... jenis baru ini memiliki warna iris biru muda pada seluruh iris matanya baik atas maupun bawah," tutur Amir yang saat ini berada di Jepang untuk mengambil master terkait dengan temuan kodoknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Warna iris mata di genus Leptobrachium merupakan karakter penting untuk membedakan jenis. Setidaknya dua jenis baru yang ditemukan akhir-akhir ini (tahun 2004 dan 2006), dari Kamboja dan Laos juga berdasarkan perbedaan warna iris mata. Oleh karena warna iris mata Leptobrachium dari daerah Way Sepunti ini lain dari jenis-jenis yang telah terdeskripsi maka ia diyakini sebagai jenis baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adapun kodok itu dijumpai pertama kali oleh Adiinggar Ul-Hasanah dan Wempi Endarwin dari Tim Wildlife Conservation Society pada tahun 2004. Saat itu mereka baru mengetahui genusnya. Penelitian Amir sejak tahun 2008 terhadap jenis inilah yang mengungkap kemungkinan bahwa kodok ini adalah jenis yang belum diketahui sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketertarikan Amir kemudian membawanya ke Sumatra untuk mencari contoh hidup dari kodok mata biru tersebut. Ia berangkat pada Februari 2009, dibantu dua herpetologiawan muda Sasi Kirono dan Dwi Susanto, Tim WCS, Firdaus dan Marji, serta ranger di resort Kubu Perahu TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan). Tim yang mengadakan survei singkat di jalur Way Sepunti, menjumpai dua ekor kodok. Kemudian Amir mengkaji kodok tersebut lebih jauh termasuk mendeskripsikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut kajian taksonomi yang dilakukan Amir bersama pembimbingnya Profesor Masafumi Matsui, dengan membandingkan kodok ini dengan jenis lain (dalam genus Leptobrachium) dari Thailand, Malaysia serta beberapa wilayah lain di Indonesia (Sumatra, Belitung, Kalimantan dan Jawa), kodok ini adalah jenis baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia pun menuliskan thesisnya mengenai kodok yang kemudian diberi nama Leptobrachium waysepuntiense - mengacu pada nama sungai kecil di dekat lokasi ditemukannya jenis ini yaitu Sungai Way Sepunti, desa Kubu Perahu, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Menurutnya  genus Leptobrachium sebenarnya terdistribusi luas dari China, Indochina sampai ke Sundaland (Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, Jawa) dan Philippina (selatan). Saat ini sudah ada sekitar 21 spesies yang telah terdiskripsi. Di Indonesia sendiri sudah ada 5 jenis, sehingga dengan ditemukannya jenis baru ini menjadi 6 jenis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1174940397778970631?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1174940397778970631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1174940397778970631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/nasional-kisah-penelitian-kodok-bermata.html' title='Nasional : Kisah Penelitian Kodok Bermata Biru'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rmoWmBhmI/AAAAAAAABfw/1k5kGRFGydU/s72-c/10-03-13+Kisah+Peneliti+Kodok+Bermata+Biru.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1333305768042089154</id><published>2010-03-05T17:35:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T16:40:22.483+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Kodok Bermata Biru Ditemukan di Sumatera</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rlFv8ko5I/AAAAAAAABfo/sIBgZogUXn4/s1600/10-03-12+Kodok+Bermata+Biru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rlFv8ko5I/AAAAAAAABfo/sIBgZogUXn4/s400/10-03-12+Kodok+Bermata+Biru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456925785445409682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com,12-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Spesies katak yang belum pernah diketahui sebelumnya ditemukan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Sumatera. Spesies yang termasuk dalam genus Leptobrachium ini unik karena memiliki warna iris mata biru muda, baik di bagian atas maupun bawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kodok jenis baru ini dijumpai oleh Adiinggar Ul-Hasanah dan Wempi Endarwin dari Tim Wildlife Conservation Society tahun 2004, tetapi saat itu masih diidentifikasi sampai tahap genus saja, dan belum diketahui jenisnya. Penelitian lebih lanjut dilakukan tahun 2008 oleh Amir Hamidy, staf Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Puslit Biologi, LIPI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Amir yang saat itu mengambil studi master dengan topik taksonomi genus Leptobrachium memeriksa dan mengkaji spesimen kodok yang tersimpan di museum-museum di Malaysia, di Jepang, dan tentunya di Indonesia (MZB). "Saya mengukur dan membandingkan secara detail semua karakter morfologi satu demi satu dari semua spesimen tersebut, termasuk semua spesimen disimpan di MZB-LIPI," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Salah satu spesimen yang saya periksa memiliki karakter yang unik dan berbeda dengan Leptobrachium lainnya dari Sumatera, yaitu tidak memiliki pola warna pada bagian atas tubuh dan sekitar posterior pahanya. Tentu saja warna mata dari spesimen tersebut belum diketahui karena warna mata akan luntur pada spesimen yang telah terawetkan," lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Amir baru melihat warna mata kodok itu setelah Adiinggar Ul-Hasanah menunjukkan foto hidup spesimen tersebut. Berdasarkan informasi itu, Amir mengadakan survei singkat di jalur Way Sepunti. "Di situ kami menjumpai dua ekor. Kemudian saya mengkaji kodok tersebut lebih jauh, termasuk mendeskripsikannya," ujar Amir dalam surat elektronik kepada Kompas.com.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Warna iris mata di genus Leptobrachium merupakan karakter penting untuk membedakan jenis. Setidaknya dua jenis baru yang ditemukan akhir-akhir ini (tahun 2004 dan 2006) dari Kamboja dan Laos juga berdasarkan perbedaan warna iris mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut kajian taksonomi yang dilakukan, yakni dengan membandingkan kodok ini dengan jenis lain (dalam genus Leptobrachium) dari Thailand, Malaysia serta beberapa wilayah lain di Indonesia (Sumatera, Belitung, Kalimantan, dan Jawa), Amir meyakini kodok ini adalah jenis baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kodok ini jenis baru yang merupakan spesies dari kelompok kodok seresah yang termasuk dalam genus Leptobrachium. Untuk nama spesies, saya beri nama waysepuntiense, jadi nama lengkapnya Leptobrachium waysepuntiense," kata Amir. Nama spesies ini mengacu pada nama sungai kecil di dekat lokasi ditemukannya, yaitu Sungai Way Sepunti, Desa Kubu Perahu, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1333305768042089154?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1333305768042089154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1333305768042089154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/nasional-kodok-bermata-biru-ditemukan.html' title='Nasional : Kodok Bermata Biru Ditemukan di Sumatera'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S7rlFv8ko5I/AAAAAAAABfo/sIBgZogUXn4/s72-c/10-03-12+Kodok+Bermata+Biru.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4529470179874380902</id><published>2010-03-03T17:52:00.000+09:00</published><updated>2010-04-06T16:54:31.858+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Copenhagen Accord Kurang Efektif</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas.com,03-03-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;BANDUNG, KOMPAS.com — Kesepakatan Copenhagen Accord (CA) dianggap kurang efektif karena sifatnya tidak mengikat. Negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan itu hanya melakukan take note (mencatat). Jika ingin mengikat, kesepakatan itu berbentuk legal binding.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Badan Pengembangan dan Pengkajian Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Artauli RMP Tobing di Bandung, Jumat (2/4/2010), mengatakan, CA merupakan hasil Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait perubahan iklim ke-15 atau COP 15. Konferensi itu diselenggarakan pada 7-19 Desember 2009 di Kopenhagen, Denmark.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesepakatan CA yang dilakukan dengan take note membuat pemberlakuannya tak menerapkan sanksi. Status yang tak mengikat akan membawa implikasi-implikasi tertentu bagi upaya global dalam menangani dampak perubahan iklim. Terlepas adanya kekurangan dalam proses perumusan CA, Indonesia menyambut baik kesepakatan itu. Pihak COP 15 telah menghasilkan beberapa langkah maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Penetapan pembatasan peningkatan suhu global 2 derajat celsius dan komitmen negara maju untuk menyediakan pendanaan sebesar 30 miliar dollar AS pada tahun 2010-2012 merupakan beberapa langkah maju tersebut. Selain itu, usulan Indonesla tentang peranan pengelolaan hutan dalam upaya penanganan dampak perubahan iklim juga diadopsi COP 15.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Indonesia termasuk negara yang mengasosiasikan diri pada kesepakatan tersebut. Pemerintah Indonesia telah menyerahkan National Appropriate Mitigation Actions (NAMAs) yang berisi upaya-upaya dalam mitigasi perubahan iklim secara nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Secara proaktif, Indonesia telah menyampaikan komitmen untuk menurunkan emisi secara sukarela sebesar 26 persen pada tahun 2010 atau mencapai 41 persen sekiranya diperoleh bantuan pendaan dari luar negeri. Komitmen tersebut mendapatkan apresiasi dan dukungan banyak pihak yang tecermin dari berbagai komitmen bantuan pihak bilateral, seperti Inggris, Jerman, Italia, dan Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Editor: acandra&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4529470179874380902?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4529470179874380902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4529470179874380902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/03/nasional-copenhagen-accord-kurang.html' title='Nasional : Copenhagen Accord Kurang Efektif'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-6812205376614572484</id><published>2010-02-18T03:26:00.000+09:00</published><updated>2010-02-19T16:29:08.197+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Menteri LH Global</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S349gmZnjOI/AAAAAAAABeY/e_o_xMvM3C0/s1600-h/10-02-17+Indonesia+Tuan+Rumah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 316px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S349gmZnjOI/AAAAAAAABeY/e_o_xMvM3C0/s400/10-02-17+Indonesia+Tuan+Rumah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439853030183242978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas, 17-02-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan ke-11 Special Session of The UNEP Governing Council/Global Ministerial Environment Forum (GC-UNEP) pada tanggal 24-26 Februari mendatang, di Bali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pertemuan ini merupakan pertemuan konsultasi tingkat menteri dari seluruh negara yang tergabung dalam PBB, dan melakukan review pada isu-isu kebijakan bidang lingkungan hidup global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebanyak 44 menteri lingkungan hidup dijadwalkan akan menghadiri pertemuan yang diperkirakan diikuti oleh sekitar 1.500 orang peserta dari 101 negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menteri Lingkungan Hidup Gusti M Hatta menyatakan, kesempatan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat dunia ini merupakan kehormatan bagi Indonesia. Apalagi, pertemuan ini merupakan pertemuan menteri lingkungan hidup pertama pasca-KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009 lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Ini menunjukkan citra kita bagus dalam komitmen yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan," ujar Gusti, dalam jumpa pers di Kementerian Lingkungan Hidup, Selasa (16/2/2010) sore.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pertemuan yang akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini bertema "Environment in the Multilateral System" dan akan membahas tiga bahasan pokok. Pertama, International Environmental Governance (IEG) and sustainable development.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pembahasan mengenai keanekaragaman hayati dan hasil dari tiga pertemuan sebelumnya di Basel, Rotterdam dan Stockholm. Bahasan kedua mengenai green economy yang berisi perkembangan komprehensif konsep green economy di berbagai negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Saat ini orientasi pembangunan juga harus berorientasi lingkungan. Dalam pertemuan ini, perkembangan mengenai konsep green economy akan dibahas mendalam," kata Gusti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahasan ketiga adalah "Biodiversity and Ecosystem". Dijelaskan Gusti, pada tahun 2010 ini Indonesia juga menetapkan sebagai tahun keanekaragaman hayati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pertemuan ini dinilainya bermanfaat untuk mencapai target tersebut dalam mengimplementasikan keputusan yang terkait pelayanan keanekaragaman hayati dan ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Gusti mengharapkan, pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup ini bisa menghasilkan draft Deklarasi Nusa Dua dan rancangan keputusan mengenai kelautan. Para menteri juga dijadwalkan melakukan pertemuan informal untuk membahas tindakan pencegahan perubahan iklim pasca COP15 Kopenhagen, menuju COP16 di Meksiko pada akhir 2010 mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-6812205376614572484?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6812205376614572484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/6812205376614572484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/02/nasional-indonesia-tuan-rumah-pertemuan.html' title='Nasional : Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Menteri LH Global'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S349gmZnjOI/AAAAAAAABeY/e_o_xMvM3C0/s72-c/10-02-17+Indonesia+Tuan+Rumah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-301203289395185519</id><published>2010-02-18T01:22:00.000+09:00</published><updated>2010-02-19T16:26:00.594+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : 26 Juta Hektar Hutan Dijarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S348tXKiqOI/AAAAAAAABeQ/7c6paQGeA4w/s1600-h/10-02-17+26+juta+hektar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 319px; height: 227px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S348tXKiqOI/AAAAAAAABeQ/7c6paQGeA4w/s400/10-02-17+26+juta+hektar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439852149920147682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;(www.kompas, 17-02-2010)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Total hutan di Indonesia yang dijarah hingga saat ini sudah sekitar 26 juta hektar atau setara 21 persen dari total luasan hutan di dalam negeri. Kawasan ini sudah tidak memiliki tegakan pohon lagi karena sudah sangat rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (16/2/2010) usai menghadiri Rapat Koordinasi tentang Tata Ruang Nasional yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menurut Zulkifli, kawasan hutan itu mencakup 70 persen dari wilayah Indonesia yang mencapai 180 juta hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh wilayah hutan itu, 23 persen atau 43 juta hektar di antaranya masih berbentuk hutan primer yang masih bagus kondisinya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Adapun, 25 persen lainnya atau 48 juta hektar dalam kondisi separuh bagus separuh rusak karena bekas area HPH (hak penguasaan hutan). Sementara sekitar 21 persen lainnya sudah dijarah dan rusak tidak ada hutannya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Kami menegaskan, seluruh hutan primer tidak bisa diganggu. Itu termasuk hutan konservasi, dan hutan lindung. Konservasi itu penting buat monyet, harimau dan hewan langka . Hutan lindung juga penting untuk kawasan serapan air," ungkapnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Atas dasar itu, Kementerian Kehutanan mengusulkan agar wilayah hutan yang ingin dikonversi untuk kepentingan lain adalah hutan yang sudah rusak tadi. Sebagian bisa digunakan untuk lahan tanaman pangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Namun, pengalihan kawasan ini semua sangat tergantung pada tata ruang. Nah tata ruang inilah yang harus disusun oleh tim terpadu nanti. Pemerintah Daerah harus membuat peraturan daerah dulu. Lalu diusulkan ke tim terpadu. Kalau semua sudah setuju, buat amdalnya (analisis dampak lingkungan)," ujar Zulkifli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-301203289395185519?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/301203289395185519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/301203289395185519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/02/nasional-26-juta-hektar-hutan-dijarah.html' title='Nasional : 26 Juta Hektar Hutan Dijarah'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S348tXKiqOI/AAAAAAAABeQ/7c6paQGeA4w/s72-c/10-02-17+26+juta+hektar.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-2564215573749017355</id><published>2010-02-17T17:00:00.000+09:00</published><updated>2010-02-19T16:42:56.828+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum dan Kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan'/><title type='text'>Merauke : Dishut Lakukan Aksi Tanam Pohon</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.cenderawasihpos.com, 17-02-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;MERAUKE- Dalam rangka menghijaukan pinggir jalan sepanjang Jalan Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga- Merauke, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke bekerja sama dengan masyarakat Kampung Sidomulyo melakukan aksi penanaman pohon. Tidak kurang dari 1.200 Pohon Akasia dan Bus Merah ditanam sepanjang 3 km pada jalan tersebut secara bersama-sama, kemarin.&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Merauke Ir Latang menyampaikan terima kasih atas dukungan warga Kampung Sidomulyo yang memberi kepedulian untuk terlibat secara bersama-sama melakukan penanaman pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Penanaman pohon ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh stakeholder yang ada untuk menghijaukan kembali lahan yang selama ini gersang,’’ terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan pihaknya akan menyiapkan bibit sebanyak-banyaknya, khususnya Pohon Trunbessi yang dapat menghasilkan oksigen berjuta-juta ton. ‘’Setelah ini, kami harapkan adanya permintaan dari warga kampung lain untuk melakukan penamanan yang sama. Kami akan selalu siap untuk menyiapkan pohon,’’ terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditempat sama, Kepala Distrik Semangga Musir Laode dan Kepala Kampung Sidomulyo Irianto mengaku sangat merespon penanaman pohon yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut. Sebab dengan begitu, masyarakat akan bertangung jawab langsung terhadap pemeliharaan pohon-pohon yang ditanam tersebut agar dapat tumbuh dengan baik.(ulo/ary)&lt;br /&gt;(&lt;b&gt;scorpions&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-2564215573749017355?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2564215573749017355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/2564215573749017355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/02/merauke-dishut-lakukan-aksi-tanam-pohon.html' title='Merauke : Dishut Lakukan Aksi Tanam Pohon'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-4600838683960224299</id><published>2010-02-16T01:47:00.000+09:00</published><updated>2010-02-19T16:50:54.922+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies'/><title type='text'>Papua : Mikroba Asal Papua Jadi Pupuk "Beyonic"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S35CSDVoyNI/AAAAAAAABeg/OoY_SFkKopM/s1600-h/10-02-15+Mikroba+Asal+Papua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 321px; height: 339px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S35CSDVoyNI/AAAAAAAABeg/OoY_SFkKopM/s400/10-02-15+Mikroba+Asal+Papua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439858277811275986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.kompas, 15-02-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berhasil mengisolasi mikroba pilihan dan memberdayakannya menjadi pupuk unggulan yang disebut beyonic. Peluncuran pupuk organik ini dilakukan di Kawasan Cibinong Science Center Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Sabtu (30/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikroba yang telah teruji itu berguna untuk mengubah lahan pertanian menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Endang Sukara mengatakan, penggunaan pupuk organik dapat mengurangi penggunaan pupuk sintetis serta pestisida dan herbisida. Keuntungan lain adalah mengurangi biaya produksi dan emisi CO dari pabrik pupuk. Pemerintah memperkirakan kebutuhan pupuk organik pada tahun 2010 mencapai sekitar 11,75 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beyonic adalah pupuk organik yang dipadukan dengan mikroba koleksi LIPI berupa konsorsium yang mampu mengatasi masalah pertanian setempat dan berproduktivitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini koleksi mikroba LIPI, ujar Endang, telah mencapai sekitar 20.000 jenis, sekitar 4.000 mikroba telah teridentifikasi kemampuan unggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mikroba yang telah teruji itu berguna untuk mengubah lahan pertanian menjadi lebih baik,” kata Heddy Sulistyo, peneliti di Pusat Penelitian Biologi LIPI.&lt;br /&gt;Teknologi beyonic diharapkan dapat mengantisipasi dampak perubahan iklim pada lahan kering dan dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Ditambahkan Sri Widiati, peneliti Puslit Biologi LIPI, konsorsium mikroba yang digunakan pada beyonic, antara lain, berasal dari Kawasan Penelitian Biologi LIPI di Wamena, Papua. Di Wamena, 16 mikroba unggulan untuk pengembangan pupuk organik bisa diisolasi. (YUN).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-4600838683960224299?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4600838683960224299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/4600838683960224299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/02/papua-mikroba-asal-papua-jadi-pupuk.html' title='Papua : Mikroba Asal Papua Jadi Pupuk &quot;Beyonic&quot;'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S35CSDVoyNI/AAAAAAAABeg/OoY_SFkKopM/s72-c/10-02-15+Mikroba+Asal+Papua.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-1855736006054770378</id><published>2010-02-15T02:39:00.000+09:00</published><updated>2010-02-19T16:40:09.663+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film dan Video'/><title type='text'>Video : Gurita Cerdas Membuat Rumah dari Batok Kelapa</title><content type='html'>&lt;object width="475" height="394"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube-nocookie.com/v/GY4QH5y-VC4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00&amp;amp;border=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube-nocookie.com/v/GY4QH5y-VC4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x234900&amp;amp;color2=0x4e9e00&amp;amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="475" height="394"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli biologi kelautan, telah menemukan gurita unik di perairan Indonesia. Binatang bertentakel ini mempunyai cara yang menakjubkan untuk melindungi dirinya, yakni dengan memanfaatkan batok kelapa (Sumber : NTD Indonesia, Link : http://www.youtube.com/user/NTDIndonesian)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-1855736006054770378?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1855736006054770378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/1855736006054770378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/02/video-gurita-cerdas-membuat-rumah-dari.html' title='Video : Gurita Cerdas Membuat Rumah dari Batok Kelapa'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8510337985504074117.post-3579547977119654562</id><published>2010-02-13T02:17:00.000+09:00</published><updated>2010-02-19T16:21:53.664+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Nasional : Hiu Tutul ke Probolinggo Tiap Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S347vqqwR9I/AAAAAAAABeI/Gsb24nGNv-g/s1600-h/10-02-10+Hiu+Tutul.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 459px; height: 261px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S347vqqwR9I/AAAAAAAABeI/Gsb24nGNv-g/s400/10-02-10+Hiu+Tutul.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439851090003642322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;(www.kompas, 12-02-2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Setiap tahun, sejumlah hiu tutul atau Rhincodon typus tampak di perairan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Fenomena ini menarik karena kemunculan satwa laut yang langka itu selalu terjadi selama Januari-Maret.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahun ini, sejumlah hiu tutul tampak berenang sampai ke permukaan air di perairan laut Kabupaten Probolinggo. Para nelayan acap kali melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ecocean, organisasi nirlaba yang fokus pada penelitian dan kampanye penyelamatan hiu tutul (whale shark), tertarik mendokumentasikan fenomena ini. Organisasi yang berkantor pusat di Perth, Australia, tersebut mengirim seorang peneliti guna mendokumentasikan dan meneliti hiu tutul sejak Rabu (9/2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Indonesia, dalam hal ini perairan Probolinggo, termasuk satu dari sekitar 10 negara di dunia yang setiap tahun dijadikan persinggahan. Yang menarik, di sini periodenya setiap tahun tetap. Di tempat lain, periodenya tidak tentu,” kata Darcy Bradley, peneliti Ecocean saat ditemui seusai mengambil gambar hiu tutul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di perairan milik sekitar 100 negara, hiu tutul pernah menampakkan diri. Sebagian besar kemunculan ikan yang panjangnya bisa sampai 12 meter serta berat 21 ton itu sifatnya acak. Selain di Probolinggo, hiu tutul mampir, di antaranya, di Ningaloo (Australia), Donsol (Filipina), Isla Mujeres (Meksiko), Mozambik, dan Kepulauan Maladewa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Darcy, hiu itu datang untuk mencari plankton. Belum diketahui dari perairan mana asal hiu itu. Adapun habitat hidupnya diperkirakan di perairan tropis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hiu tutul adalah satwa langka yang belum banyak diteliti sehingga pengetahuan tentang satwa itu masih minim. Makanan pokok hiu tutul adalah plankton. Keberadaan hiu tutul menjadi penting karena bisa menjadi indikator kualitas ekosistem laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu tutul masuk dalam daftar merah. Satwa yang umurnya bisa mencapai 70 tahun itu rawan punah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyatakan, fenomena hiu tutul di perairan Kabupaten Probolinggo akan dimanfaatkan sebagai ekowisata. Probolinggo memiliki Pantai Bentar yang bisa dijadikan gerbang masuk wisatawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Tentu saja, pemerintah daerah akan ikut menjaga kelestarian hiu tutul. Di kalangan masyarakat nelayan setempat pun, hiu tutul dipercaya sebagai tanda banyaknya ikan-ikan kecil sehingga selama ini tidak pernah ada perburuan hiu tutul oleh warga lokal,” kata Tutug. (LAS)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8510337985504074117-3579547977119654562?l=konservasipapua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3579547977119654562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8510337985504074117/posts/default/3579547977119654562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://konservasipapua.blogspot.com/2010/02/nasional-hiu-tutul-ke-probolinggo-tiap.html' title='Nasional : Hiu Tutul ke Probolinggo Tiap Tahun'/><author><name>IKP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824365876211404181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/S347vqqwR9I/AAAAAAAABeI/Gsb24nGNv-g/s72-c/10-02-10+Hiu+Tutul.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
